Anda di halaman 1dari 14

BUDIDAYA UBI JALAR.

Terdapat tiga jenis ubi jalar yang populer dibudidayakan di Indonesia, yaitu ubi jalar berwarna putih kecoklatan, merah dan ungu. Ketiga jenis ubi jalar tersebut memiliki varietas unggul dengan produktivitas tinggi. Beberapa varietas ubi jalar yang populer antara lain cilembu Daya, Prambanan ,Sari, ibaraki, lampeneng, georgia, borobudur, prambanan, mendut, dan kalasan. Budidaya ubi jalar cocok dilakukan di daerah tropis yang panas dan lembab. Suhu ideal bagi tanaman ini adalah 21-27oC dengan dengan curah hujan 750-1500 mm per tahun. Budidaya ubi jalar memerlukan penyinaran matahari sekitar 11-12 jam sehari. Di Indonesia, budidaya ubi jalar mencapai produktivitasnya yang paling optimal bila ditanam di dataran rendah hingga ketinggian 500 meter dari permukaan laut. Namun, tanaman ini masih bisa tumbuh dengan baik pada ketinggian di atas 1000 meter, hanya saja jangka waktu tanam hingga panen menjadi lebih panjang. Contoh beberapa Ubi berkategori VARIETAS UNGGUL Plasma nutfah (sumber genetik) tanaman ubi jalar yang tumbuh di dunia diperkirakan berjumlah lebih dari 1000 jenis, namun baru 142 jenis yang diidentifikasi oleh para peneliti. Lembaga penelitian yang menangani ubi jalar, antara lain: International Potato centre (IPC) dan Centro International de La Papa (CIP). Di Indonesia, penelitian dan pengembangan ubi jalar ditangani oleh Pusat Peneliltian dan Pengembangan Tanaman Pangan atau Balai Penelitian KacangKacangan dan Umbi-Umbian (Balitkabi), Departemen Pertanian. Varietas atau kultivar atau klon ubi jalar yang ditanam di berbagai daerah jumlahnya cukup banyak, antara lain: lampeneng, sawo, cilembu, rambo, SQ-27, jahe, kleneng, gedang, tumpuk, georgia, layang-layang, karya, daya, borobudur, prambanan, mendut, dan kalasan.

Varietas yang digolongkan sebagai varietas unggul harus memenuhi persyaratan sebagai berikut: Berdaya hasil tinggi, di atas 30 ton/hektar. Berumur pendek (genjah) antara 3-4 bulan. Rasa ubi enak dan manis. Tahan terhadap hama penggerek ubi (Cylas sp.)dan penyakit kudis oleh cendawan Elsinoe sp. Kadar karotin tinggi di atas 10 mg/100 gram. Keadaan serat ubi relatif rendah.

Varietas unggul ubi jalar yang dianjurkan adalah sebagai berikut:

Daya

Varietas ini merupakan hasil persilangan antara varietas (kultivar) putri selatan x jonggol. Potensi hasil antara 25-35 ton per hektar. Umur panen 110 hari setelah tanam. Kulit dan daging ubi berwarna jingga muda. Rasa ubi manis dan agak berair. Varietas tahan terhadap penyakit kudis atau scab. Prambanan Diperoleh dari hasil persilangan antara varietas daya x centenial II. Potensi hasil antara 25-35 ton per hektar. Umur panen 135 hari setelah tanam. Kulit dan daging ubi berwarna jingga. Rasa ubi enak dan manis. Varietas tahan terhadap penyakit kudis atau scab. Borobudur Varietas ini merupakan hasil persilangan antara varietas daya x philippina. Potensi hasil antara 25-35 ton per ha. Kulit dan daging ubi berwarna jingga. Umur panen 120 hari setelah tanam. Ubi berasa manis. Varietas tahan terhadap penyakit kudis atau scab. Mendut Varietas ini berasal dari klon MLG 12653 introduksi asal IITA, Nigeria thn1984. Potensi hasil antara 25-50 ton per ha. Umur panen 125 hari ssetelah tanam. Rasa ubi manis. Varietas tahan terhadap penyakit kudis atau scab. Kalasan Varietas diintroduksi dari Taiwan. Potensi hasil antara 31,2-42,5 ton/ha atau rata-rata 40 ton/ha. Umur panen 95-100 hari setelah tanam. Warna kulit ubi cokelat muda, sedangkan daging ubi berwarna orange muda (kuning). Rasa ubi agak manis, tekstur sedang, dan agak berair. Varietas agak tahan terhadap hama penggerek ubi (Cylas sp.). Varietas cocok ditanam di daerah kering sampai basah, dan dapat beradaptasi di lahan marjinal.

Sari

Tipe tanaman semi kompak.

Produktivitas mencapai 30-35 ton/ha. Bentuk umbi bulat telur membesar pada bagian ujung, tangkai umbi sangat pendek. Warna kulit umbi merah dan warna daging umbi kuning. Rasa enak, manis, kandungan bahan kering 28 %, kandungan pati 32 %, kandungan beta karoten 381 mkg/100 g, agak tahan hama boleng, dan penyakit kudis. Varietas sari ini beradaptasi luas dan berkembang di daerah sentra produksi ubijalar di Malang dan Mojokerto serta di Karanganyar. Umbi dari varietas Sari cocok digunakan untuk campuran industri saos tomat. Umur panen 3,5-4,0 bulan. Sukuh Merupakan VUB ubijalar dengan tipe tanaman kompak. Produktivitas mencapai 25-30 ton/ha. Bentuk umbi ellips membulat, tangkai umbi pendek. Warna kulit umbi kuning dan warna daging putih. Rasa enak, kandungan bahan kering 35 %, kandungan pati 31 %, kandungan beta karoten 37 mkg/100 g. Varietas Sukuh agak tahan hama boleng, dan penyakit kudis. Varietas ini memiliki rendemen tepung tinggi dan kadar pati tinggi sehingga cocok untuk digunakan dalam industri tepung dan pati. Umur panen 4,0-4,5 bulan. Boko Merupakan VUB ubijalar dengan tipe tanaman kompak. Produktivitas mencapai 25-30 ton/ha. Bentuk umbi ellips memanjang, tangkai umbi sangat pendek. Warna kulit umbi merah dan warna daging umbi krem. Rasa enak, kandungan bahan kering 32 %, kandungan pati 32 %, kandungan beta karoten 108 mkg/100 g. Varietas Boko agak tahan hama boleng, dan penyakit kudis. Bentuk umbi dan kulit umbi dari varietas Boko tergolong menarik, cocok untuk dikonsumsi langsung. Umur panen 4,0-4,5 bulan. Jago

Merupakan VUB ubijalar dengan tipe tanaman semi kompak. Produktivitas mencapai 25-30 ton/ha. Bentuk umbi membulat, tangkai umbi pendek. Warna kulit umbi putih dan warna daging umbi kuning muda. Rasa enak, kandungan bahan kering 32 %, kandungan pati 31 %, kandungan beta karoten 85 mkg/100 g. Varietas Jago agak tahan hama boleng, dan penyakit kudis. Varietas ini memiliki rendemen tepung dan kadar pati tinggi dan cocok digunakan untuk produksi tepung dan pati. Umur panen 4,0-4,5 bulan.

Kidal

Merupakan VUB ubijalar dengan tipe tanaman semi kompak. Produktivitas mencapai 25-30 ton/ha. Bentuk umbi membulat, tangkai umbi sangat pendek. Warna kulit umbi merah dan warna daging umbi kuning tua. Rasa enak, kandungan bahan kering 31 %, kandungan pati 32,85 %, kandungan beta karoten 345 mkg/100 g. Varietas Kidal agak tahan hama boleng, dan penyakit kudis. Varietas ini cocok untuk dikonsumsi. Umur panen 4,0-4,5 bulan.

Penyiapan bibit ubi jalar Penyiapan bibit dalam budidaya ubi jalar bisa dilakukan dengan dua cara, yakni cara generatif dan vegetatif. Pertama adalah perbanyakan melalui umbi. Caranya pilih umbi berkualitas baik dan sehat, kemudian dibiarkan di tempat lembab dan teduh hingga keluar tunasnya. Tunas yang keluar dari umbi dipotong dan siap untuk dibesarkan. Cara generatif jarang dilakukan dalam budidaya ubi jalar skala luas. Cara ini dipakai untuk memperbanyak bibit unggul dalam skala terbatas. Atau untuk mengembalikan sifatsifat unggul sang induk. Cara kedua adalah perbanyakan vegetatif dengan distek. Calon indukan diambil dari tanaman yang berumur di atas dua bulan dengan ruas yang pendek-pendek. Caranya, potong batang tanaman kira-kira sepanjang 15-25 cm. Pada setiap potongan minimal terdapat dua ruas batang. Papas sebagian daun-daunnya untuk mengurangi penguapan. Ikat batang yang telah distek tersebut dan biarkan selama satu minggu di tempat yang teduh. Pengolahan tanah untuk budidaya ubi jalar Kondisi tanah yang cocok untuk budidaya ubi jalar adalah tanah lempung berpasir, gembur, banyak mengandung hara dan memiliki drainase yang baik. Budidaya ubi jalar pada tanah kering dan retak-retak, akan menurunkan imunitas tanaman. Tanaman mudah terserang hama dan penyakit. Sebaliknya bila ditanam ditempat becek atau basah, umbinya akan kerdil, kadar serat tinggi, umbi mudah busuk dan bentuknya benjol. Derajat keasaman tanah yang ideal untuk budidaya ubi jalar sekitar 5,5-7,5 pH. Tanaman ini tumbuh baik pada lahan tegalan atau bekas sawah. Pada lahan tegalan, budidaya ubi jalar cocok dilakukan diakhir musim hujan. Sedangkan untuk lahan sawah lebih cocok pada musim kemarau. Untuk budidaya ubi jalar secara organik, berikan pupuk dasar berupa pupuk kandang atau kompos. Pupuk kandang yang bagus adalah campuran kotoran ayam dan sapi atau kambing yang telah matang. Campurkan pupuk pada saat pembuatan bedengan dengan dosis 20 ton per hektar.

Penanaman ubi jalar Ubi jalar ditanam dengan cara membenamkan 2/3 stek batang kedalam tanah. Dalam satu bedengan terdapat dua baris tanaman. Jarak antar tanaman dalam satu baris 30 cm dan jarak antar baris 40 cm. Dibutuhkan sekitar 36 ribu batang untuk lahan seluas satu hektar. Pemeliharaan dan perawatan Tanaman ubi adalah tanaman yang tahan kekeringan. Intensitas hujan dua minggu sekali sudah cukup memberikan asupan air. Sehingga relatif tidak memerlukan penyiraman secara terus menerus. Setelah 2-3 minggu penanaman, periksa keseluruhan tanaman. Apabila terdapat tanaman yang gagal tumbuh segera sulam dengan tanaman baru. Penyulaman dilakukan dengan cara mencabut tanaman yang mati dan menggantinya dengan stek batang yang baru. Pemanenan budidaya ubi jalar Pemanenan ubi jalar bisa dilakukan pada umur 3,5-4 bulan. Perhatikan cuaca saat menjelang panen, atau umur tanaman di atas 3 bulan. Umbi siap panen yang tibatiba tertimpa hujan deras biasanya akan membusuk. Hal ini terjadi pada budidaya ubi jalar yang dilakukan di musim kemarau. Apabila terjadi hal tersebut segera lakukan pemanenan, maksimal 7 hari setelah hujan. Panen dikatakan berhasil jika tiap satu bibit yang ditanam minimal menghasilkan 1 kg umbi. Secara umum tanaman ubi jalar yang baik dan tidak terserang hama akan menghasilkan umbi lebih dari 25 ton per hektar. Bahkan pada ubi jalar varietas tertentu seperti kalasan bisa menghasilkan hingga 30-40 ton per hektar. Setelah dipanen, ubi jalar dicuci dan disortir kemudian masukkan dalam karung dan simpan ditempat kering sebelum dijual ke pasar . (um/berbagai sumber).

Extended 1.2. Perumusan Masalah Pertanian Organik Di indonesia sebagai solusi pemecahan Krisis Pangan. Potensi dan peluang pengembangan pertanian organik pada subsector hortikultura, terutama pada komoditi sayuran memiliki prospek yang sangat baik., sehingga potensi dan peluang pengembangan pertanian organik di bidang hortikultura untuk komoditas sayuran cukup terbuka di masa yang akan datang.. Dalam menjalankan usahanya kelompok tani Surya binong mengalami beberapa kendala, diantaranya kurangnya modal usaha, sehingga menyebabkan kelompok tani Surya binong sulit untuk mengembangkan usahanya. Terbatasnya sarana dan prasarana, baik untuk kegiatan produksi maupun kegiatan

pendistribusian produk sayuran yang mereka hasilkan. SDM anggota tani masih rendah, yang berdampak pada kurangnya sentuhan teknologi pada sistem produksi sayuran organik dan lemahnya system manajemen organisasi.Kendala-kendala tersebut mengakibatkanterhambatnya kegiatan produksi dari kelompok tani dan menurunnya kepercayaan konsumen pada produk sayuran organik kelompok tani. Berdasarkan uraian di atas, maka kelompok tani perlu merumuskan strategi usaha yang tepat dengan mengenali lingkungan internal dan eksternal yang mempengaruhi usaha kelompok tani untuk mencapai tujuan usaha. Adapun permasalahan yang akan dianalisis adalah sebagai berikut : 1. Faktor-faktor internal dan eksternal apa saja yang menjadi kekuatan dan kelemahan serta ancaman dan peluang apa yang akan dihadapi oleh kelompoktani Surya binong; 2. Bagaimana strategi usaha sayuran organik yang tepat yang dapat diterapkan oleh kelompok tani Surya binong dan bagaimana prioritas strategi yang dapat direkomendasikan kepada kelompok tani. 1.3. Tujuan Penelitan Adapun tujuan dari penelitian ini adalah : 1. Mengidentifikasi faktor-faktor internal dan eksternal apa saja yang menjadi kekuatan dan kelemahan serta ancaman dan peluang apa yang akan dihadapi oleh kelompok tani Surya binong; 2. Merumuskan dan memprioritaskan strategi terbaik yang dapat diterapkan dandirekomendasikan kepada kelompok tani Surya binong. BAB II TINJAUAN PUSTAKA A. Analisisa SWOT Menurut Daniel Start dan Ingie Hovland Analisis SWOT adalah instrument perencanaaanstrategis yang klasik. Dengan menggunakan kerangka kerja kekuatan dan kelemahan dan kesempatanekternal dan ancaman, instrument ini memberika n cara sederhana untuk memperkirakan caraterbaik untuk melaksanakan sebuah strategi. Instrumen ini menolong para perencana apa y ang bias dicapai, dan hal-hal apa saja yang perlu diperhatikan oleh mereka Analisis SWOT adalah metode perencanaan strategis yang digunakan untuk mengevaluasi kekuatan (strengths), kelemahan (weaknesses), peluang (opportunities), dan ancaman (threats) dalam suatu proyek atau suatu spekulasi bisnis. Keempat faktor itulah yang membentuk akronim SWOT (strengths, weaknesses, opportunities, dan threats). Proses ini melibatkan penentuan tujuan yang spesifik dari spekulasi bisnis atau proyek dan mengidentifikasi faktor internal dan eksternal yang mendukung dan yang tidak dalam mencapai tujuan tersebut. Analisa SWOT dapat diterapkan dengan cara menganalisis dan memilah berbagai hal yang mempengaruhi keempat faktornya, kemudian menerapkannya dalam gambar matrik SWOT, dimana aplikasinya adalah bagaimana kekuatan (strengths) mampu mengambil keuntungan (advantage) dari peluang (opportunities) yang ada, bagaimana cara mengatasi kelemahan (weaknesses) yang mencegah keuntungan (advantage) dari peluang (opportunities)yang ada, selanjutnya bagaimana kekuatan (strengths) mampu menghadapi ancaman (threats) yang ada, dan terakhir adalah bagimana cara

mengatasi kelemahan (weaknesses) yang mampu membuat ancaman (threats) menjadi nyata atau menciptakan sebuah ancaman baru Definisi Sayuran Menurut Astawan (2007), sayur-sayuran didefinisikan sebagai bagian dari tanaman yang umum dimakan untuk memenuhi kebutuhan gizi seseorang. Berdasarkan definisi tersebut, sayur-sayuran dapat dibedakan atas: daun (kangkung, katuk, sawi, bayam, selada air), bunga (kembang turi, brokoli,kembang kol), buah (terong, cabe, paprika, labu, ketimun, tomat), biji muda (kapri muda, jagung muda, kacang panjang, buncis, semi/ baby corn), batang muda (asparagus, rebung, jamur), akar (bit, lobak, wortel, rhadis), serta sayuran umbi (kentang, bawang bombay, bawang merah). Berdasarkan warnanya, sayur sayuran dapat dibedakan atas : hijau tua (bayam, kangkung, katuk, kelor, daun sing-kong, daun pepaya), hijau muda (selada, seledri), dan yang hampir tidak berwarna (kol, sawi putih). Menurut Soedharoedjian (1993), bahwa sayuran merupakan sumber seluruh vitamin, seperti vitamin A yang banyak terdapat pada sayuran yang berwarna merah dan kuning seperti wortel dan waluh. Untuk vitamin B1, B2 dan B6 terdapat pada sayuran yang daunnya berwarna hijau tua dan kacang-kacangan. Untuk vitamin C, hampir semua sayuran mengandung vitamin tersebut seperti tomat, kentang, lombok dan sayuran yang berwarna tua, sedangkan untuk vitamin E dan K banyak terdapat pada sayuran daunan dan pucuk tunas seperti bayam, asparagus dan kubis. Beberapa mineral penting yang terdapat pada sayuran adalah zat besi, kalsium dan fosfor. Sayuran dibutuhkan manusia untuk beberapa macam manfaat, salahsatunya untuk membantu metabolisme tubuh. Menurut Setyati (1989), sayuran memiliki ciri-ciri antara lain : 1. Dipanen dan dimanfaatkan dalam keadaan segar atau hidup sehingga bersifat mudah rusak, 2. Komponen utama mutu ditentukan oleh kandungan air bukan kandungan bahan kering seperti halnya tanaman agronomi, contohnya jagung dan tanaman perkebunan, 3. Harga sayuran ditentukan oleh mutu atau kualitas bukan jumlahnya. C. Pertanian Organik a) Pengertian Pertanian Organik Pertanian yang mirip dengan kelangsungan kehidupan hutan disebut pertanian organik, karena kesuburan tanaman berasal dari bahan organik secara alamiah. Pengertian lain tentang pertanian organik adalah sistem pertanian (dalam hal bercocok tanam) yang tidak mempergunakan bahan kimia, tetapi menggunakan bahan organik (Pracaya, 2007). Jadi pertanian organik merupakan sistem pertanian yang berwawasan lingkungan dengan tujuan untuk melindungi keseimbangan ekosistem alam dengan meminimalkan penggunaan bahan-bahan kimia dan merupakan praktek bertani alternatif secara alami yang dapat memberikan hasil yang optimal. Pertanian organik juga dapat didefinisikan sebagai suatu sistem produksi pertanian yang menghindarkan atau mengesampingkan penggunaan senyawasintetik baik pupuk, zat tumbuh, maupun pestisida. Pertanian organik berbeda dengan penanaman secara konvensional yang memberikan unsur hara secara cepat dan langsung dalam membentuk larutan B.

sehingga segera diserap dengan takaran dan waktu pemberian yang disesuaikan dengan kebutuhan tanaman (Afifi, 2007). Langkah pencegahan dari kemungkinan dampak negatif yang ditimbulkanoleh bahan-bahan kimia yang bisa dlakukan untuk pengolahan tanah, pengendalian hama dan penyakit tanaman yaitu dengan dilakukannya system pertanian secara organik. Sistem pertanian organik yang dilakukan tidakmenimbulkan pencemaran berbahaya dan tidak meracuni tubuh serta bahan input dengan sistem organik mudah untuk diperoleh. Selain itu, pertanian organic ramah lingkungan sehingga kelestarian yang ada akan tetap terjaga. b) Prinsip-prinsip Pertanian Organik Prinsip-prinsip berikut mengilhami gerakan organik dengan segala keberagamannya. Prinsip-prinsip ini menjadi panduan bagi pengembangan posisi, program dan standar-standar IFOAM (International Federation for Organic Agriculture Movement). Selanjutnya, prinsip-prinsip ini diwujudkan. dalam visi yang digunakan di seluruh dunia. Prinsip-prinsip tersebut adalah: Prinsip Ekologi, Prinsip Kesehatan, Prinsip Perlindungan, dan Prinsip Keadilan. . D. Kelebihan dan Kekurangan Pertanian Organik Sistem pertanian organik mempunyai kelebihan dan kekurangan dalam pelaksanaannya. Kelebihan dari sistem pertanian organik, yaitu : 1. Tidak menggunakan pupuk atau pestisida kimia sehinggga tidak menimbulkan pencemaran lingkungan, baik pencemaran tanah, air, maupun udara, serta produknya tidak mengandung racun, 2. Tanaman organik mempunyai rasa yang lebih manis dibandingkan dengan tanaman non-organik, 3. Produk tanaman organik lebih mahal. Sedangkan kekurangan sistem pertanian organik, adalah sebagai berikut ; 1. Membutuhkan tenaga kerja yang lebih banyak, terutama untuk pengendalian hama dan penyakit, 2. Membutuhkan biaya yang tidak sedikit pada awal pengolahan, 3. Penampilan fisik tanaman organik tidak semenarik tanaman non-organik, 4. Membutuhkan waktu yang cukup lama untuk mendapatkan hasil. .

BAB III HASIL DAN PEMBAHASAN A. Identifikasi Faktor Internal dan Eksternal Hasil identifikasi terhadap lingkungan eksternal dan internal digunakan untuk menyusun matriksInternal Factor Evaluation (IFE) dan matriks External Factor Evaluation (EFE). Setelah mengidentifikasi faktor-faktor internal dan eksternal, selanjutnya dilakukan analisis terhadap peluang dan ancaman serta kekuatan dan kelemahan yang dapat mempengaruhi strategi yang dijalankanperusahaan B. Identifikasi Faktor Internal (Kekuatan dan Kelemahan) Berdasarkan hasil analisis faktor internal, maka selanjutnya akan diidentifikasi beberapa hal yang enjadi kekuatan dan kelemahan perusahaan. Hasil identifikasi tersebut digunakan untuk menyusun matriks IFE ( Internal Factor Evaluation). Aspek-aspek yang ditinjau adalah manajemen, pemasaran, keuangan/ akuntansi dan produksi/ operasi (Tabel 1). Tabel 1. Kekuatan dan Kelemahan yang Dihadapi Kelompok Tani Surya binong Faktor Internal Kekuatan (S) Kelemahan(W) Manajemen Hubungan Ketua dengan anggota kelompok tani, Kontrak Kerjasama tidak ada Dapat menyerap tenaga kerja. Pemasaran Produk yang berkualitas Pelayanan yang baik pada konsumen Belum memiliki kemasan dan label, Kurangnya upaya promosi, Belum ada sertifikasi produk, Lemahnya akses kelompok tanitentang pasar sayuran organik. Keuangan Produksi/operasi Perencanaan yang sudah baik, tanam Keterbatasan Modal Teknologi produksi yang digunakanmasih sederhana Kualitas rendah SDM yang masih

Tabel 2. Peluang dan Ancaman yang Dihadapi Kelompok Tani Surya binong Faktor eksternal Peluang (O) Ancaman(T) Ekonomi Pemasaran yang tidak jauh dari pasar

Sosial, Budaya, Dan Lingkungan

Perubahan hidup petani

gaya

jenis hama padatanaman,

dan penyakit

Tersedianya tenaga Perubahan cuaca dan kerja di daerah setempat. perubahanfungsi lahan dari lahan pertanianmenjadi lahan Loyalitas konsumen pemukiman. Politik, Pemerintah, dan Hukum Adanya pertanianorganik Kompetitif asosiasi Kebijakan pemerintah mengenai program Go Organic 2010,

Hambatan untuk masuk industri sayuran organic cukup besar

C.

Pembobotan dan rating berikut komentarnya untuk faktor internal dan faktor eksternal Analisis Faktor Strategis Internal (IFAS = Internal Factor Analysis Strategic) Usaha Agribisnis Kelompoktani Surya binong Komoditas : Pengembangan Usaha sayuran organik Faktor Internal (1) A.Kekuatan (S) Bobot (2) Rating (3) Bobot x Rating Komentar (4) (5)

1.

Produk yang berkualitas Perencanaan tanam yang sudah baik

0.079 0.080

4 4

0.316 0.320

2.

3.

Hubungan ketua dengan anggota kelompok tani Pelayanan konsumen yang sudah baik

0.070

0.280

4.

0.078

0.234

5.

Dapat menyerap tenaga kerja 0.085 Jumlah (A) B.Kelemahan (W) 0,392

4 -

0.340 1,490

1.

Belum memilikikemasan 0.065 dan label Teknologi produksi yang digunakan masihsederhana Kualitas SDM yang masih rendah Kurangnya upaya promosi produk Belum ada sertifikasi produk Keterbatasan modal Kontrak kerja tidak ada Lemahnya akses kelompok tani tentang pasar sayuran organik 0.077 0.083

0.130

2.

0.077

0.154

3.

4.

0.083

5.

0.079

0.158

6. 7. 8.

0.077

0.080 0.065 0.082

1 2 2 -

0.080 0.130 0.164 0,976 2.466

Jumlah (B) Jumlah (A+B)

0,608 1,00

Ket : 1. Bobot total faktor internal adalah 1,00 atau 100 % 2. Rating mengacu kepada :

Kekuatan (S) =: Sangat kuat(4), kuat(3), cukup kuat(2), sangat tidak kuat (1) Kelemahan (W) = Sangat lemah(1), lemah(2), cukup lemah(2), sangat tidak lemah (1) Analisis Faktor Strategis Eksternal (EFAS= External Factor Analysis Strategic) Usaha Agribisnis Kelompoktani Surya binong Komoditas : Pengembangan Usaha sayuran organik Faktor Eksternal Bobot Rating Bobot xRating Komentar Ket : (1) (2) (3) (4) (5) 1. Bobot A.Peluang (O) total faktor 1. Pemasaran yang tidak 0.100 4 0.400 jauh dari pasar eksternal 2. Perubahan gaya 0.105 4 0.420 adalah hiduppetani 1,00 atau 3. Loyalitas konsumen 0.100 4 0.400 100 % 4. Tersedianya tenaga 0.105 3 0.315 2. Rating kerja di daerah mengacu setempat kepada : 5. Kebijakan pemerintah 0.090 4 0.360 Peluang(O mengenai program "Go ) = Sangat Organic 2010" berpeluan 6. Hambatan untuk 0.100 3 0.300 g(4), masuk industry sayuran organik cukup besar berpeluan 7. Adanya asosiasi 0.099 3 0.297 g(3),cukup pertanian organik berpeluan g(2), Jumlah (A) 0.699 2.492 sangat tid B.Ancaman (T) ak 1. Perkembangan jenis 0.110 2 0.220 berpeluan hama dan penyakit g (1) pada tanaman Ancaman ( 2. Kemudahan 0.091 3 0.273 T) mendapatkan = Sangat produksubstitusi lemah(1), 3. Perubahan cuaca 0.100 3 0.300 lemah(2), dan isu bencana alam cukup yang terjadi di Indonesia lemah(2), sangat Jumlah (B) 0,301 0,793 tidak Jumlah (A+B) 1,00 3.285 lemah (1) D. Penentuan Strategi

1. Tentukan strategi dengan menjumlahkan masing-masing bobot x rating dari kekuatan, kelemahan, peluang dan ancaman yang sudah dihitung pada tahap B. 2. Tentukan strategi yang terpilih berdasarkan penjumlah bobot yang terbesar seperti data tersaji :

S-O : 1,490 + 2.492 = 3.982 W-O: 0,976 + 2.492 = 3,468 S-T : 1,490 + 0,793 = 2,283 W-T : 0,976 + 0,793 = 1,769 BAB IV KESIMPULAN DAN SARAN A. Kesimpulan Berdasarkan hasil analisis faktor eksternal dan internal, diketahui factor factor yang menjadi kekuatan, kelemahan, peluang dan ancaman. Kekuatan kelompok tani adalah produk yang berkualitas, perencanaan tanam yang sudah baik, pelayanan konsumen yang sudah baik dan dapat menyerap tenaga kerja. Kelemahan yang dimiliki kelompok tani adalah belum memiliki kemasan danlabel, teknologi produksi yang digunakan masih sederhana, kualitas SDM yang masih rendah, kurangnya upaya promosi produk, belum ada sertifikasi produk, keterbatasan modal, kontrakkerjasama tidak ada, serta lemahnya akses kelompok tani tentang pasar sayuran organik. Peluang yang ada untuk kelompok tani antara lain adalah adanya asosiasi pertanian organik, kebijakan pemerintah mengenai program Go Organic 2010, loyalitas konsumen, tersedianya tenaga kerja di daerah setempat, perubahan gaya hidup petani, pemasaran sayuran yang tidak jauh dari pasar, serta hambatan untuk masuk industri sayuran organik cukup besar. Ancaman yang akan dihadapi oleh kelompok tani adalah perkembangan jenis hama dan penyakit pada tanaman, , serta perubahan cuaca dan perubahan fungsi lahan dari lahan pertanian menjadi lahan pemukiman. B. 1. Saran Dari segi produk, kelompok tani disarankan untuk memberi label dan kemasan dan mengusahakan sertifikasi sayur organik untuk meningkatkan loyalitas konsumen dan supplier. 2. Kelompok tani disarankan melakukan promosi seperti mengikuti atau mengadakan pameran sayuran organik. 3. Perlu diadakan penelitian lebih lanjut mengenai analisis sistem pemasaran untuk melihat efektivitas sistem pemasaran yang selama ini dijalankan.

DAFTAR PUSTAKA -Afifi, M. F. 2007. Analisis Kepuasan Konsumen terhadap Atribut Sayuran Organik dan Penerapan Personal SellingBennys Organic Gaeden. Skripsi. Program Ektensi Manajemen Agribisnis, IPB. Bogor. -Astawan,M. 2007. Sehat Optimal dengan Sayur danBuah.http://www.kompas.com/verl/kesehatan/07/12/16. htm(Diakses pada 20nopember 2011) - Fitri, M. A. A. 2006. Strategi Pengembangan Usaha Sayuran Organik pada Kelompok Tani Usaha Bersama Kabupaten Tanah Datar Sumatera Barat. Skripsi. Program Studi ----Manajemen Agribisnis. Fakultas Pertanian, IPB. Bogor. Situs Agribisnis. Prinsip Pertanian Orgaik -IFOAM. http://www.agribisnisganesha.com/index.php.htm(Diakses pada 20 Nopember 2011) -Situs Departeman Pertanian.http://www.hortikultura.deptan.go.id//Pengembangan komoditas hortikultura pada tahun 2008. (Diakses pada 20 Nopember 2011) Situs Departeman Pertanian. http://www.agribisnis.deptan.go.id//Pertanian organik. (Diakses pada 20 Nopember 2011)