Anda di halaman 1dari 38

BebasBanjir2015

Embung

Pedoman Teknis Konservasi Air Melalui Pembangunan Embung


KATA PENGANTAR

Dampak kekeringan dan banjir kini dirasakan semakin besar dan resiko pertanian semakin meningkat dan sulit diprediksi. Sementara itu, tekanan penduduk yang luar biasa menyebabkan kerusakan hutan dan daur hidrologi tidak terelakkan lagi. Indikatornya, debit sungai merosot tajam di musim kemarau, sementara di musim penghujan debit air meningkat tajam. Rendahnya daya serap dan kapasitas simpan air di DAS ini menyebabkan pasokan air untuk pertanian semakin tidak menentu. Kondisi ini diperburuk dengan terjadinya kekeringan agronomis akibat pemilihan komoditas yang tidak sesuai dengan kemampuan pasokan airnya. Gadu nekad adalah teladannya. Untuk mengatasi kekeringan, maka salah satu strategi yang paling murah, cepat dan e ekti serta hasilnya langsung terlihat adalah dengan memanen aliran permukaan dan air hujan di musim penghujan melalui !ater har"esting. #eknologi ini sudah berkembang sangat pesat dan luas tidak saja di negara maju seperti $ropa, Amerika dan Australia, melainkan juga di negara seperti %hina yang padat penduduk dan luas pemilikan lahannya sangat terbatas. Upaya !ater har"esting yang dibarengi dengan memperbesar daya simpan air tanah di sungai, !aduk dan danau yang akan dapat menjaga pasokan sumber&sumber air untuk keperluan pertanian, domestik, municipal dan industri. Salah satu upaya yang dapat dilakukan untuk meman aatkan limpahan air hujan adalah dengan membangun embung ' on arm reser"oir(. )uku *edoman #eknis Konser"asi Air +elalui *engembangan $mbung ini disusun untuk memberikan in ormasi praktis bagi para petugas terkait dalam melakukan upaya melestarikan keberadaaan air. *edoman ini supaya ditindaklanjuti dengan penyusunan juklak di propinsi dan juknis di kabupaten agar petugas dapat memahami dan melaksanakan tugas dan ke!ajibannya

dengan sebaik&baiknya sehingga tujuan dan sasaran kegiatan ini dapat ter!ujud sesuai harapan yang ingin dicapai. Semoga buku ini dapat berman aat dan membuka !a!asan lebih luas bagi petugas dalam menerapkan kaidah&kaidah konser"asi air. ,akarta, Direktur, Dr. 0I*. .1...12.32/ Ir. S. Gatot Irianto ,anuari -../

I. PENDAHULUAN

A. Latar Belakang
Air merupakan sumber daya dan aktor determinan yang menentukan kinerja sektor pertanian, karena tidak ada satu pun tanaman pertanian dan ternak yang tidak memerlukan air. +eskipun perannya sangat strategis, namun pengelolaan air masih jauh dari yang diharapkan, sehingga air yang semestinya merupakan sehabat petani berubah menjadi penyebab bencana bagi petani. Indikatornya, di musim kemarau, ladang dan sa!ah sering kali kekeringan dan sebaliknya di musim penghujan, ladang dan sa!ah banyak yang terendam air. Secara kuantitas, permasalahan air bagi pertanian terutama di lahan kering adalah persoalan ketidaksesuaian distribusi air antara kebutuhan dan pasokan menurut !aktu ' temporal( dan tempat ' spatial(. *ersoalan menjadi semakin kompleks, rumit dan sulit diprediksi karena pasokan air tergantung dari sebaran curah hujan di sepanjang tahun, yang sebarannya tidak merata !alau di musim hujan sekalipun. 4leh karena itu, diperlukan teknologi tepat guna, murah dan aplicable untuk mengatur ketersediaan air agar dapat memenuhi kebutuhan air ' !ater demand( yang semakin sulit dilakukan dengan cara&cara alamiah ' natural manner(. #eknologi embung atau tandon air merupakan salah satu pilihan yang menjanjikan karena teknologinya sederhana, biayanya relati murah dan dapat dijangkau kemampuan petani. $mbung atau tandon air merupakan !aduk berukuran mikro di lahan pertanian ' small arm reser"oir( yang dibangun untuk menampung kelebihan air hujan di musim hujan. Air yang ditampung tersebut selanjutnya digunakan sebagai sumber irigasi suplementer untuk budidaya komoditas pertanian bernilai ekonomi tinggi ' high added "alue crops( di musim kemarau atau di saat curah hujan makin jarang. $mbung merupakan salah satu teknik pemanenan air ' !ater har"esting( yang sangat sesuai di segala jenis agroekosistem. Di lahan ra!a namanya pond yang ber ungsi sebagai tempat penampungan air drainase saat kelebihan air di musim hujan dan sebagai sumber air irigasi pada musim kemarau. Sementara pada ekosistem tadah hujan atau lahan kering dengan intensitas dan distribusi hujan yang tidak merata, embung dapat digunakan untuk menahan kelebihan air dan menjadi sumber air irigasi pada musim kemarau. Secara operasional sebenarnya embung ber ungsi untuk

mendistribusikan dan menjamin kontinuitas ketersediaan pasokan air untuk keperluan tanaman ataupun ternak di musim kemarau dan penghujan. B. Tujuan *embuatan embung untuk pertanian bertujuan antara lain untuk 5 6. +enampung air hujan dan aliran permukaan ' run o ( pada !ilayah sekitarnya serta sumber air lainnya yang memungkinkan seperti mata air, parit, sungai& sungai kecil dan sebagainya. -. +enyediakan sumber air sebagai suplesi irigasi di musim kemarau untuk tanaman pala!ija, hortikultura semusim, tanaman perkebunan semusim dan peternakan. C. Sasaran Sasaran pembangunan embung untuk pertanian antara lain5 6. #ertampungnya air hujan dan aliran permukaan ' run o ( pada !ilayah sekitarnya serta sumber air lainnya yang memungkinkan. -. #ersedianya air untuk suplesi irigasi di musim kemarau untuk tanaman pala!ija, hortikultura semusim, tanaman perkebunan semusim dan peternakan. D. Istilah Dalam *edoman #eknis ini akan dijumpai istilah&istilah yang memiliki pengertian sebagai berikut 5 6. $mbung. $mbung adalah bangunan konser"asi air berbentuk kolam untuk menampung air hujan dan air limpasan ' run o ( serta sumber air lainnya untuk mendukung usaha pertanian, perkebunan dan peternakan. -. Dinas *ertanian

Dinas *ertanian adalah dinas yang di dalam tugas pokok dan ungsinya mendapat mandat di bidang pertanian tanaman pangan dan hortikultura, perkebunan dan peternakan.

II. PELAKSANAAN
*engembangan lokasi embung harus memenuhi persyaratan lokasi dan persyaratan petani dan kelompok tani. A. Persyaratan Lokasi 6. Daerah pertanian lahan kering7perkebunan7 peternakan yang memerlukan

pasokan air dari embung sebagai suplesi air irigasi.

-. 3. 8.

Air tanahnya sangat dalam. )ukan lahan berpasir. #erdapat sumber air yang dapat ditampung baik berupa air hujan, aliran permukaan dan mata air atau parit atau sungai kecil.

2.

9ilayah sebelah atasnya mempunyai daerah tangkapan air atau !ilayah yang mempunyai sumber air untuk dimasukkan ke embung, seperti mata air, sungai kecil atau parit dan lain sebagainya.

B. Persyaratan Petani/Kelompok Tani 6. )ersedia menyediakan lahan untuk embung tanpa ganti rugi dan dinyatakan dalam surat pernyataan. -. Kelompok tani yang terpilih adalah kelompok tani yang telah ada sebelumnya, bukan kelompok tani yang baru dibentuk karena ada kegiatan ini. 3. )ersedia mengoperasikan, memelihara bangunan secara berkelompok dan

bersedia menanggung biaya operasional dan pemeliharaan dan dinyatakan dalam surat pernyataan. C. Survey CP/CL *enanggung ja!ab kegiatan 'Dinas *ertanian Kabupaten7Kota( menentukan %alon :okasi dan %alon Kelompok #ani sesuai dengan persyaratan yang telah ditentukan pada butir A dan ). D. Pencatatan Koor inat :okasi embung yang akan dibuat supaya dicatat koordinat geogra isnya yang meliputi 5 & & :intang Ketinggian dan lokasi bujur 'dpl(

dengan menggunakan Global *ositioning System 'G*S( atau dengan ekstrapolasi peta topogra i yang tersedia. Data koordinat sumur resapan ini selanjutnya diperlukan untuk menyusun sistem basis data pengelolaan lahan dan air sekaligus memantau kinerja pelaksanaan kegiatan yang telah berjalan. !. Desain Se erhana Desain sederhana dibuat oleh Dinas *ertanian Kabupaten7Kota bersama dengan petani7kelompok tani. Desain diusahakan sesederhana mungkin agar dapat dibaca oleh pelaksana 'petani7kelompok tani( di lapangan. Dalam penyusunan Desain perlu diperhatian hal&hal sbb5 6. +elakukan obser"asi lapangan untuk menentukan kontruksi embung yang paling sesuai dengan kondisi lokasi setempat. +isalnya pada kondisi tanah yang porus, dinding embung harus lebih kuat dan kedap air. $mbung dapat dibangun dengan

meman aatkan

alur

alami,

saluran

drainase,

menampung mata air atau menggali tanah, atau langsung menampung air hujan. -. +enentukan letak geogra is embung. Dalam menentukan letak embung harus diperhatikan posisi lahan dan areal pertanaman, lokasi sumber air, ketinggian dan kemiringan lahan. Sebaiknya letak embung lebih tinggi dibandingkan lahan usahatani agar distribusi dan pengaliran air ke lahan pertanian7peternakan dapat dilakukan dengan sistem gra"itasi. 3. Daerah atas calon lokasi embung sebaiknya merupakan daerah tangkapan air hujan, yang aliran permukaannya dapat diarahkan masuk ke embung. ". Pen#a aan Bahan an Peralatan

*engadaan bahan dan peralatan dilaksanakan oleh petani7kelompok tani agar mengikuti pedoman pengelolaan anggaran yang dikeluarkan oleh Direktorat ,enderal *engelolaan :ahan dan Air. $. Konstruksi Konstruksi pembangunan embung dilakukan oleh pelaksana yang telah ditunjuk 'kelompok tani( dan dilaksanakan secara padat karya agar petani mampu mengembangkan embung dan merasa ikut memiliki sejak dini. *elaksanaaan pembuatan embung dilakukan dalam beberapa tahap antara lain 5 %. Bentuk permukaan em&un#

Gambar 6. )entuk *ermukaan $mbung '#idak )eraturan( Sesuai Kondisi Di :apangan a. )entuk permukaan embung disesuaikan dengan kondisi di lapangan b. ;olume galian merupakan "olume air yang akan ditampung. )esaran "olume yang dibuat minimal 6/. m3. )esaran "olume embung ini akan tergantung kepada konstruksi embung yang akan digunakan atau ada partisipasi dari masyarakat. $mbung dengan kontruksi sederhana 'tanpa memperkuat dinding( dimungkinkan akan lebih luas dari "olume minimal tersebut.

Gambar -. Sketsa )entuk $mbung #ampak Atas Dan Samping '. (en##ali Tanah *enggalian dapat pula dilakukan di dekat alur alami7saluran drainase7mata air untuk dapat dijadikan sebagai sumber pengisian air ke dalam embung. ). Din in# pin##ir em&un#

Dinding pagar embung dibuat miring atau tegak dengan kedalaman - s7d -,2 m 'tergantung kondisi lapangan(. #anggul dibuat agak tinggi untuk menghindari kotoran yang terba!a air limpasan. *. (emperkokoh in in# em&un#

a. *rinsip tahapan ini adalah agar embung tidak mudah retakdan air yang telah berada embung tidak bocor. ,ika struktur tanah yang ada kuat dan memungkinkan air di embung tidak bocor, maka kegiatan ini tidak diperlukan. *enguatan dinding embung ini juga dapat dilakukan pada bagian&bagian tertentu yang ra!an bocor, seperti pada Gambar 3.

Gambar 3. Dinding $mbung <ang #idak Diperkokoh '#anah Asli( b. Untuk memperkokoh dinding embung, ada beberapa bahan yang bisa digunakan tergantung dari bahan7material yang mudah diperoleh di lokasi dan biaya yang tersedia. Adapun bahan7material yang dapat dipakai untuk dinding embung antara lain pasangan batu bata, pasangan batu kali, pasangan beton. *roses pembuatan dinding embung seperti membangun kolam, kemudian permukaan dinding embung dapat dilapisi dengan adukan pasir dan semen. c. ,ika diperlukan dasar embung dapat dipasangi batu bata7batu kali yang dilapisi semen agar tidak bocor.

d. Untuk mengurangi longsor pada dinding embung, dapat dibuat tangga atau undakan di sekeliling dinding selain dapat juga ber ungsi untuk mempermudah pengambilan air.

Gambar 8. #angga Atau Undakan Di Sekeliling Dinding $mbung *. Pem&uatan saluran pemasukan + inlet,. *embuatan saluran pemasukan berupa sudetan dari saluran air ke embung sangatlah penting. Saluran pemasukan dibuat untuk mengarahkan aliran air yang masuk ke dalam embung, sehingga tidak merusak dinding7tanggul. Saluran pemasukan ini dapat dilengkapi dengan pintu pembuka7penutup berupa sekat balok yang mudah dibuka dan ditutup. -. (em&uat pelimpas air/saluran pem&uan#an + outlet,. *elimpas air sangat diperlukan bagi embung yang dibuat pada alur alami atau saluran drainase. =al ini untuk melindungi bendung sekaligus mengalirkan air berlebih. Demikian pula pembuatan saluran pembuangan bagi embung. Secara skematis embung dapat direpresentasikan pada gambar berikut5

Gambar 2. Desain Sederhana $mbung .. Pen#a/asan Aparat Dinas *ertanian sebagai penanggung ja!ab kegiatan harus melakukan penga!asan selama proses pembangunan sejak perencanaan hingga konstruksi selesai. I. Pem&iayaan )iaya disediakan melalui dana #ugas *embantuan, yang terdiri dari )elanja Uang =onor #idak #etap yang digunakan untuk upah tenaga '*adat Karya( sebesar 2.> 'Rp. -2 juta7unit(, dan )elanja :embaga Sosial lainnya, digunakan untuk pembelian bahan bangunan sebesar 2.> 'Rp. -2 juta7unit(. )iaya )elanja :embaga Sosial :ainnya semua akan ditrans er ke rekening kelompok tani setelah mereka membuat proposal rencana kebutuhan biaya pembangunan embung. *roposal harus disetujui oleh Kepala Desa dan Kepala Dinas *ertanian Kabupaten7Kota. Rangkaian kegiatan pelaksanaan pembangunan dam parit agar dibuat jad!al palang untuk alat kontrol penga!asan dan pembinaan. %ontoh jad!al palang yang dimaksud adalah seperti :ampiran 6.

III. INDIKATOR KINERJA

A. Keluaran + 0utput, #erbangunnya dan ber ungsinya embung di ka!asan pertanian lahan kering untuk tanaman pala!ija, hortikultura, tanaman perkebunan semusim dan usaha peternakan. B. .asil + 0utcome, #ersedianya air untuk usaha pertanian pada saat diperlukan 'sebagai suplesi(. C. (an1aat + Bene1it, & +engurangi resiko usaha pertanian akibat kekeringan.

& +eningkatnya kesempatan berusaha tani terutama pada musim kemarau. D. Dampak + Impact, +eningkatnya produkti itas usaha pertanian dan atau indeks pertanaman bagi usahatani tanaman.

IV. MONITORING DAN EVALUASI


A. (onitorin# an !valuasi

+onitoring dan $"aluasi dilakukan terhadap keseluruhan kegiatan *embangunan $mbung yang meliputi kegiatan perencanaan, pelaksanaan dan pengendalian, yaitu 5 6. #erhadap kegiatan perencanaan meliputi antara lain pemilihan lokasi, sosialisasi, rencana pembiayaan, dukungan dari pemerintah daerah setempat dan lain&lain. -. #erhadap pelaksanaan meliputi kegiatan persiapan, penyusunan rencana kegiatan, organisasi, tugas dan ungsi pelaksana, pengadaan dan penggunaan bahan7alat, pelaksanaan kegiatan isik, produkti"itas pekerjaan dan lain&lain. 3. #erhadap pengendalian dan penga!asan meliputi peranan penga!asan, teknis pelaksanaan pekerjaan isik dan lainlain. a. 0perasional 4perasional dan an Pemeliharaan pemeliharaan embung yang telah selesai dibangun dilakukan oleh

petani7kelompok tani pengelola embung. *eman aatan air embung dilakukan dengan membuat ,aringan7 Saluran Air ke lahan usahatani. Ada beberapa cara untuk mengairi lahan usahatani, antara lain 5 6. Apabila lahan bertopogra i miring 'Iereng(, maka air dapat dialirkan dari petak ke petak lahan usahatani secara gra"itasi.

-.

Apabila lahan agak datar, maka dapat digunakan teknik irigasi pompa 'bertekanan seperti tetes, sprinkler, atau disalurkan langsung ke lahan(, atau dengan alat manual lainnya.

Kebutuhan air tanaman harus menjadi acuan utama dalam pemberian air irigasi suplementer. Untuk menjaga keberlanjutan embung, maka beberapa komponen pemeliharaan embung yang perlu mendapatkan perhatian antara lain 5 6. +engurangi kehilangan air karena penguapan. Untuk mengurangi kehilangan air oleh penguapan dapat dilakukan dengan, antara lain 5 a. )uat tiang peneduh di pinggir bibir embung kemudian di atas embung dibuat anyaman untuk media rambatan tanaman dan ditanami dengan tanaman merambat. b. #iang penahan angin disamping embung ' !ind breaker( pada sisi datangnya angin dan bisa ditanam tanaman merambat atau pohon sebagai pengganti tiang. -. +emelihara7+elindungi embung. b. c. *engangkatan *erbaikan tanggul endapan yang :umpur. bocor. $mbung

a. *emagaran sementara untuk mencegah gangguan ternak terhadap tanggul

d. #idak membuang sampah padat 7 cair ke dalam embung. &. Pelaporan :aporan diperlukan untuk mengetahui perkembangan pelaksanaan kegiatan dalam mencapai sasaran yang telah ditetapkan. Adapun macam laporan adalah 5 %, Laporan Perkem&an#an. :aporan ini berisi antara lain data dan in ormasi tentang perkembangan pelaksanaan isik dan keuangan. *erkembangan realisasi pelaksanaan *embantuan. :aporan pelaksanaan ini agar dibuat sebagai laporan bulanan ' ormat laporan lihat :ampiran -(. :aporan tersebut ditujukan ke Dinas *ertanian7*erkebunan7*eternakan *ropinsi dengan tembusan Ditjen *engelolaan :ahan dan Air %?. Dit. *engelolaan Air dengan alamat ,l. #aman +argasat!a 0o. 3 Ragunan, *asar +inggu, ,akarta Selatan. ', Laporan akhir Setelah pelaksanaan *engembangan embung selesai, penanggung ja!ab kegiatan di tingkat kabupaten !ajib menyiapkan dan menyampaikan laporan akhir pelaksanaan program isik kegiatan agar dilakukan pembobotan. *enilaian pembobotan pekerjaan hanya dilakukan terhadap kegiatan yang didanai dari dana #ugas

*engembangan $mbung baik dari segi isik maupun keuangan. :aporan akan lebih in ormati dan komunikati bila dilengkapi dengan oto& oto dokumentasi minimal kondisi sebelum dan setelah kegiatan. 4ut line laporan akhir adalah seperti :ampiran 3

V. PENUTUP
6. +engingat pembangunan embung ini merupakan kegiatan pendukung usaha agribisnis pertanian, khususnya dalam antisipasi penyediaan air untuk pertanian pada saat musim kemarau maka seluruh jajaran yang terkait baik secara langsung maupun tidak langsung diharapkan dapat bekerja dengan penuh tanggungja!ab yang berorientasi kepada kepentingan masyarakat pertanian. *artisipasi masyarakat sangat diperlukan untuk diperoleh pembangunan yang lebih baik dan besar. -. Untuk ter!ujudnya pelaksanaan yang e isien dan e ekti , setiap penanggungja!ab kegiatan menyusun rencana pelaksanaan kegiatan secara terinci. 3. Apabila terjadi perubahan&perubahan rencana isik dan hal&hal yang belum jelas, dan belum tertuang dalam *edoman #eknis ini agar segera berkonsultasi kepada koordinator tingkat *usat. tingkat *ropinsi *ropinsi( 'Dinas atau *ertanian #anaman *angan7 di *erkebunan7*eternakan *enanggungja!ab *rogram7#eknis

DAFTAR PUSTAKA
Anonim, 6@@1. *etunjuk #eknis *embuatan $mbung *ertanian Direktorat )ina Rehabilitasi dan *engembangan :ahan, ,akarta. Anonim, -..3. *engembangan Sarana Konser"asi Air *enunjang *ertanian Direktorat *eman aatan Air Irigasi, ,akarta. Sya ruddin Karama, Kekeringan dan )anjir, )om )esar )agi *ertanian Indonesia, =arian Suara *embaharuan, 6A September -..8, ,akarta Sumber: pla.deptan.go.id/pedum2007/

Embung Air
%. Pem&uatan 2ancan#an !m&un# Air a. Persiapan 6. *emilihan calon lokasi

:okasi calon embung sebagaimana tercantum dalam R## Gerhan. Untuk pemilihan lokasi tapak 'site( dilakukan dengan cara in"entarisasi terhadap beberapa calon lokasi a( embung Daerah air kritis dengan dan kriteria kekurangan sebagai air berikut5 'de isit(

b( c( d(

#opogra i Air #anah liat

bergelombang tanah berlempung

dengan atau

kemiringan sangat lempung

B3.> dalam berdebu

e( *embangunan embung air diprioritaskan di dekat lokasi pemukiman dan lahan pertanian7perkebunan dengan daya tampung air 2.. +3 -. 4rientasi lapangan, konsultasi, pengadaan bahan dan administrasi secara teknis prosedural sama dengan pembuatan bangunan konser"asi tanah lainnya. &. Penyusunan rancan#an teknis Sesuai norma yang berlaku rancangan teknis prosedural pembuatan embung air sama dengan pembuatan dam pengendali7dam penahan. c. .asil Ke#iatan Sebagai hasil kegiatan dari penyusunan rancangan berupa buku rancangan yang dilengkapi dengan lampiran data, gambar dan peta serta telah disahkan oleh instansi terkait yang ber!enang. Gambar skematis tentang bangunan embung air dapat dilihat pada Gambar di ba!ah ini.

Gambar 6. Sketsa $mbung Air '. Pem&uatan !m&un# Air a. Persiapan

6.

*enyiapan a( b( +empelajari *ertemuan dengan

acuan rancangan embung

dan yang dalam telah

kelembagaan disahkan, sosialisasi rangka

masyarakat7kelompok

c( *embentukan organisasi dan penyusunan program kerja. -. *embuatan sarana dan prasarana

*engadaan peralatan7sapras diutamakan untuk jenis peralatan dan bahan yang habis pakai. Sedang pembuatan sarana dan prasarana dibuat dengan tujuan untuk memperlancar lapangan a( yang *embuatan pelaksanaan antara jalan pekerjaan lain di 5 masuk

b( *embuatan gubuk kerja7gubuk material 3. *enataan a( b( c( tidak ada ganti rugi. &. Pem&uatan 6. -. 3. *enggalian tanah 'kemiringan galian 6..>, kedalaman -,2 C 3 m(. *embuatan saluran pelimpah dan saluran pembagi air *emadatan7pelapisan badan embung air dengan tanah liat, batu kapur, plastik atau dengan pasangan batu 8. *emasangan gebalan rumput areal *embersihan *engukuran *emasangan patok kerja lapangan kembali 7pro il

d( *embuatan embung, apabila dilaksanakan di tanah milik masyarakat, maka

c. Pemeliharaan 6. -. 3. *emeliharaan gebalan rumput *erbaikan7pemadatan dinding embung air *engerukan lumpur

. 0r#anisasi Pelaksana Sebagai pelaksana pembuatan embung adalah kelompok masyarakat setempat diba!ah koordinasi Dinas Kabupaten7Kota yang mengurusi kehutanan. e. 3a /al Ke#iatan #ahapan dalam pelaksanaan sesuai dengan jad!al pelaksanaan yang tertuang dalam rancangan. 1. .asil Ke#iatan

)angunan embung yang telah dibuat sesuai rancangan, dan untuk pemeliharaan diserahkan kepada aparat desa7kelompok tani. Sumber: Lampiran Peraturan Menteri Kehutanan Nomor : P. 22/Menhut-V/2007 Tanggal : 20 uni 2007: !"#$"N P%&T"M" P%'(M"N T%KN$S #%&"K"N N"S$(N"L &%)"!$L$T"S$ )*T"N '"N L")"N +#N-&)L/#erhan, '%P"&T%M%N K%)*T"N"N 2007

Embung
Pen#ertian )angunan konser"asi air berbentuk kolam untuk menampung air hujan dan air limpahan atau air rembesan di lahan sa!ah tadah hujan yang berdrainase baik.

Sketsa $mbung Tujuan Sebagai tempat persediaan air di musim kemarau, mengendalikan limpasan, serta dapat digunakan untuk berbagai keperluan 'pertanian, peternakan, dan rumah tangga(. Persyaratan Teknis 6. -. 3. 8. Kemiringan lereng5 . C 3. > 'topogra i bergelombang( *enggunaan lahan5 lahan tadah hujan #ekstur 5 liat 7 liat berdebu %urah hujan 5 kekurangan air sebesar 2. C 6... mm 7 tahun

$am&ar Teknis

Gambar 6. #ata :etak $mbung yang ideal dalam Siklus Air. Sumber5 #im *eneliti )*-#*DAS I)) -..-. In1o Teknis Lainnya

Sumber: Tim Peneliti !P2TP'"S $!! 2002. Pedoman Pra-ti- Kon.er/a.i Tanah dan "ir. Sura-arta: !P2TP'"S $!!.

Esensi Sebua !Embung"


ApriDal Dosen Eakultas #eknik U):, Akti di Institute or Sustainable De"elopment 'ISD( Ketika banjir melanda )andar :ampung, ramai didengungkan oleh beberapa pihak termasuk *emkot )andar :ampung tentang urgensi pembangunan embung. +enurut catatan penulis, telah lebih dari setahun ini tema tersebut serius diusung. #ahun lalu, *emkot )andar :ampung dalam urusan embung mulai memasuki tahap D$D 'detail engineering design(, kemudian mulai tahun -../ ini akan segera dibangun di beberapa tempat dan akan terus berlanjut di tahun&tahun mendatang. Sesungguhnya, tidak salah jika *emkot )andar :ampung berkukuh untuk membangun embung. Karena, embung memang merupakan bangunan yang dapat mengurangi debit puncak banjir pada suatu daerah aliran sungai 'DAS( dan menahan kelebihan air tersebut untuk beberapa !aktu

lamanya. Sehingga, potensi banjir di suatu ka!asan7daerah dapat diminimalisasi bahkan dieliminisasi. =anya, perlu diperhatikan konsep atau ketentuan dasar dalam upaya merealisasikan embung tersebut. Karena, implikasi logisnya adalah pada timbulnya pertanyaan, benarkah yang sedang dan akan dibangun *emkot )andar :ampung itu adalah embungF Karena, membangun embung atau penyebutan embung tersebut jika tanpa merujuk ketentuan atau konsep yang ada akan berpotensi menimbulkan misunderstanding pada beberapa kalangan. <ang hal itu jelas akan dapat mengarah ke misinterpretation dalam penerapan di lapangan. Konser"asi Air Dari beberapa literatur seputar embung, seperti *edoman +embuat Desain $mbung Kecil untuk Daerah Semi Kering di Indonesia '6@@/( oleh Departemen *ekerjaan Umum, diperoleh de inisi bah!a embung adalah bangunan penyimpan air yang dibangun di daerah depresi, biasanya di luar sungai. $mbung akan menyimpan air di musim hujan, kemudian airnya dapat diman aatkan oleh suatu desa hanya selama musim kemarau atau saat kekurangan air. Itu pun dalam memenuhi kebutuhan harus dengan urutan prioritas, yaitu penduduk, ternak, dan sedikit kebun. Sementara, menurut *edoman #eknis Konser"asi Air +elalui *engembangan $mbung '-../( oleh Departemen *ertanian, dinyatakan bah!a embung merupakan !aduk berukuran mikro di lahan pertanian 'small arm reser"oir( yang dibangun untuk menampung kelebihan air hujan di musim hujan yang memenuhi kriteria air bersih. Air bersih yang ditampung tersebut selanjutnya digunakan sebagai sumber irigasi suplementer untuk budi daya komoditas pertanian bernilai ekonomi tinggi 'high added "alue crops( di musim kemarau atau di saat curah hujan makin jarang. )erdasar peristilahan di atas maka embung dapat digolongkan sebagai salah satu upaya atau teknik pemanenan air '!ater har"esting( yang sangat sesuai di segala jenis agroekosistem. Di lahan ra!a namanya pond, yang ber ungsi sebagai tempat penampungan air drainase saat kelebihan air di musim hujan dan sebagai sumber air irigasi pada musim kemarau. Sementara, pada ekosistem tadah hujan atau lahan kering dengan intensitas dan distribusi hujan yang tidak merata, embung dapat digunakan untuk menahan kelebihan air dan menjadi sumber air irigasi pada musim kemarau. *rinsipnya, secara operasional embung ber ungsi untuk mendistribusikan dan menjamin

kontinuitas ketersediaan pasokan air untuk keperluan tanaman ataupun ternak di musim kemarau dan penghujan. Sehingga, nuansa pembangunan embung adalah lebih kental untuk konser"asi air.

Secara historis dan teoritis, konsep dasar konser"asi air adalah jangan membuang&buang sumber daya air. *ada a!alnya konser"asi air diartikan sebagai penyimpan air dan menggunakannya untuk keperluan yang produkti di kemudian hari. Konsep ini disebut konser"asi segi suplai. *erkembangan selanjutnya mengarah pada pengurangan atau penge isienan penggunaan air, dikenal sebagai konser"asi sisi kebutuhan. Konser"asi air yang baik merupakan gabungan dari kedua konsep tersebut, yaitu menyimpan air di kala berlebihan dan menggunakannya sesedikit mungkin untuk keperluan tertentu yang produkti . Sehingga, konser"asi air domestik berarti menggunakan air sesedikit mungkin untuk mandi, mencuci, menggelontor toilet, dan penggunaan rumah tangga lain. Konser"asi air industri berarti penggunaan air sesedikit mungkin untuk menghasilkan suatu produk. Konser"asi air pertanian berarti penggunaan air sesedikit mungkin untuk menghasilkan hasil pertanian yang sebanyak&banyaknya. Konser"asi air penting bagi kelangsungan kehidupan suatu bangsa, khususnya daerah de isit air tanah, yaitu daerah kering 'arid( dan semi kering 'subhumid(. Konser"asi air ditujukan tidak hanya meningkatkan "olume air tanah, tapi juga meningkatkan e isiensi penggunaannya, memperbaiki kualitasnya sesuai peruntukannya. Konser"asi air mempunyai e ek bergandaG mengurangi kerugian akibat air, mengurangi biaya pengolahan air, mengurangi ukuran jaringan pipa, dll. Dalam kurun dua dekade, konser"asi air menjadi kunci untuk meningkatkan suplai air bersamaan dengan peningkatan manajemen kebutuhan. )eberapa teknik konser"asi air antara lain dengan pembuatan embung, sumur resapan, rorak, dam aprit dan cara lain untuk mengurangi penguapan 'e"aporasi( dengan meman aatkan mulsa. )erdasarkan penjelasan di atas maka kembali kita dapat melihat dan menilai apakah benar *emkot )andar :ampung sedang berupaya membangun bangunan yang ber ungsi untuk konser"asi air. Kalau itu yang dilakukan tentunya apresiasi dan dukungan patut diberikan kepada pemerintah. Salah besar jika ada yang berani menentang atau menolaknya. Akan tetapi, perlulah ditelisik lebih dalam upaya pembangunan embung ini. Dari !acana yang ada tampaknya *emkot )andar :ampung akan membangun embung di beberapa tempat yang jauh dari sumber air yang bersih, bahkan nyaris tidak ada alias minim. Air yang bakal mengisi embung berasal dari saluran drainase yang ada di sekitar embung yang akan dibangun tersebut. Karena, tujuannya adalah untuk mengurangi kelebihan debit air saja dari saluran drainase yang berpotensi menimbulkan banjir. 0amun, seperti diketahui bersama, saluran drainase di kota ini, baik itu yang alami seperti sungai ataupun buatan seperti selokan sangat diragukan kualitasnya. *enelitian dari =aris Kadarusman, dkk '-..A( dari *oliteknik Kesehatan #anjungkarang mempertegas realita di atas.

Dalam penelitian tersebut diungkapkan bah!a dari 63 sungai di )andarlampung yang diteliti, hampir semuanya dalam kondisi tercemar berat terutama di daerah hilir sungai 'Seminar De!an Air Kota )andarlampung di *oltekes #anjungkarang, 61 April -../(. =al ini mempertegas pernyataan %larke '6@@6( yang menyatakan bah!a meningkatnya jumlah penduduk perkotaan, berkembangnya kegiatan industri, serta semakin tingginya standar hidup seperti penggunaan mesin cuci, pencucian mobil dan sebagainya, telah meningkatkan jumlah kebutuhan air. Akibatnya, produksi limbah cair juga meningkat, yang selanjutnya diikuti dengan meningkatnya pencemaran7polusi air. *arahnya, sistem drainase )andar :ampung saat ini adalah sistem drainase campuran, yakni sistem drainase yang selain ber ungsi mengalirkan air hujan yang bersih juga bercampur dengan air kotor atau limbah yang berasal dari domestik penduduk maupun industri. ,ika demikian, kondisi air yang ada di dalam embung nantinya, maka manalah mungkin secara optimal dapat diman aatkan untuk berbagai kepentingan seperti sumber air bersih untuk !arga, petani, peternak maupun petambak seperti de inisi yang diungkap di atas. :ebih&lebih jika akan digunakan untuk !isata atau taman rekreasi masyarakat, sungguh tidak tepat. Di samping itu pula sangat diragukan kontinuitas ketersediaan air yang akan mengisinya. Ada dua kemungkinan jika embung tetap dibangun. *ertama, air yang terus ditahan tidak diganti& ganti karena minimnya pasokan air tersebut akan menebar aroma yang tidak sedap dan jelas akan merusak pemandangan karena proses pembusukan di dalamnya. Kalau itu yang diambil maka *emkot )andar :ampung sangat perlu melakukan upaya terpadu, yakni juga membangun I*A: 'instalasi pengolahan air limbah( buatan atau yang alami, misalnya, dengan Htaman tanaman airI untuk menjernihkan air buangan tersebut 'sel puri ication, eco& sanitary atau eco&san(. *ilihan kedua adalah nantinya akan dikuras habis manakala hujan berhenti, sehingga tinggalah embung tersebut yang kosong. ,elas itu bukan embung, lebih tepat disebut dengan bangunan kolam retensi 'detention pond atau retarding basin(. Karena, bangunan jenis ini hanya ber ungsi manakala kapasitas saluran drainase sudah diduga akan limpas dan menimbulkan banjir. Daripada air menggenangi permukiman penduduk atau asilitas "ital lainnya, lebih baik ditahan dulu di suatu tempat untuk nantinya dilepas kembali jika hujan telah reda. *asti akan ada sanggahan yang menyatakan bah!a itukan hanya perbedaan istilah saja antara embung dengan kolam retensi. 0amun, penulis justru memandang bah!a dari perbedaan itulah akan berimbas dan merembet ke banyak hal.

+ulai dari perbedaan jenis sur"ei yang akan dilakukan, lalu metode kajian atau studi yang harus dipikirkan, selanjutnya analisis dampak lingkungan yang harus diperhitungkan masak&masak, kemudian perencanaan apa yang harus dibuat akibat perbedaan bangunan pelengkap yang sedikit berbeda sampai nantinya berujung pada upaya operasional dan pera!atannya. Sehingga, sedikit perbedaan peristilahan itu saja, sesungguhnya akan menjadi perbedaan yang sangat bisa dirasakan manakala telah ter!ujud nyata di hadapan kita. Kolam retensi pun biasanya memiliki banyak ungsi, setidaknya minimal d!i ungsi. <akni, ungsi pertama seperti yang disebut di atas yaitu menahan air ketika hujan deras maka kolam akan terisi air. Kemudian, bila telah menunaikan ungsinya menahan air, ia akan beralih ungsi, misalnya, sebagai area parkir maupun sarana olahraga. +odel seperti ini banyak dilakukan di beberapa negara, contohnya, ,epang. Di ,epang, kolam retensi merangkap sebagai lahan parkir dalam basement. ,ika hujan deras di ungsikan untuk menampung air, tapi jika telah dibuang airnya maka akan menjadi lahan untuk parkir. =al ini dilakukan untuk menyiasati daerah&daerah yang tidak bisa tidak pasti akan mengalami banjir alias langganan banjir. Karena, bangunan atau gedung tersebut berada di daerah rendah yang dalam hal ini amat sangat sulit untuk direlokasi mengingat pentingnya bangunan atau gedung tersebut. Atau, biaya yang diperlukan untuk merelokasi dengan pembuatan kolam retensi ternyata lebih realistis pilihan kedua dibanding pilihan pertama. Sedangkan untuk lokasi yang masih luas dan lapang maka penggunaan kolam retensi dapat dioptimlakan dengan menambah ungsi lain yang memiliki nilai man aat yang cukup tinggi pula dilihat dari sisi ekonomisnya. Seperti, kolam retensi terbuka yang ber ungsi juga untuk lahan olahraga bagi masyarakat sekitar. %ontoh itu dapat dilihat secara nyata di banyak tempat, seperti di Kirigauka Regulating *ond yang berada dekat Sungai #surumi. *ada kolam ini tersedia lapangan tenis yang banyak. +anakala hujan deras melanda dan diprediksi akan banjir, maka tempat tersebut dikosongkan dan segera akan berubah menjadi danau. 0amun, dalam kondisi normal alias tidak hujan maka kolam tersebut akan menjadi tempat berolahraga tenis, yang akan diman aatkan dengan maksimal oleh masyarakat. Sekali lagi, memang keduanya, baik embung atau kolam retensi dapat mengurangi potensi banjir. 0amun, kriteria dan konsep dasar pembangunan dari kedua bangunan air ini berbeda. Sehingga, jangan dibolak&balik, misalnya, penyebutan embung itu serupa dengan kolam retensi, dan kolam retensi itu adalah embung. Atau yang berkembang saat ini asumsi beberapa pihak menyebut embung itu adalah kolam ikan. ':ampung *ost, edisi 1 +ei(. ,elas ini tidak tepat, !alaupun seperti penjelasan semula bah!a

embung dapat juga digunakan sebagai budi daya ikan, tapi ungsi embung yang utama bukanlah sebagai kolam ikan. Kolam retensi, kolam ikan bisa dibangun di mana saja alias tak perlu harus melulu disuplai air bersih, air kurang bersihpun bisa, sedangkan embung tidak, yakni harus air bersih yang dapat diman aatkan secara maksimal. 0ah, sekarang terserah *emkot )andar :ampung hendak membangun apa. +au membangun embung silakan, mau membangun kolam retensi juga monggo, atau mau membangun kolam ikan pun boleh, asal sesuai dengan kriteria, kajian, dan peruntukannya. )ukan begituF n Sumber5 :ampung *ost, Rabu, 3. +ei -../

Embung Kolam Penam#ung Air


Salah satu cara untuk menanggulangi kekurangan air di lahan sa!ah tadah hujan adalah dengan membangun kolam penampung air atau embung. $mbung adalah kolam penampung kelebihan air hujan pada musim hujan dan digunakan pada saat musim kemarau. T434A5 P!(B4ATA5 !(B45$6

+enyediakan air untuk pengairan tanaman di musim kemarau. +eningkatkan produkti"itas lahan, masa pola tanam dan pendapatan petani di lahan tadah hujan.

+engakti kan tenaga kerja petani pada musim kemarau sehingga mengurangi urbanisasi dari desa ke kota.

+encegah7mengurangi luapan air di musim hujan dan menekan resiko banjir. +emperbesar peresapan air ke dalam tanah.

P!2S7A2ATA5 L0KASI )eberapa syarat yang harus diperhatikan sebelum melaksanakan pembuatan embung yaitu5 Tekstur tanah6 Agar ungsinya sebagai penampung air dapat terpenuhi, embung sebaiknya dibuat pada lahan dengan tanah liat berlempung. *ada tanah berpasir yang porous 'mudah meresapkan air( tidak dianjurkan pembuatan embung karena air cepat hilang. Kalau terpaksa, dianjurkan memakai alas plastik atau ditembok sekeliling embung. K!(I2I5$A5 LA.A5

$mbung sebaiknya dibuat pada areal pertanaman yang bergelombang dengan kemiringan antara 1 C 3.>. Agar limpahan air permukaan dapat dengan mudah mengalir kedalam embung dan air embung mudah disalurkan ke petak&petak tanaman, maka harus ada perbedaan ketinggian antara embung dan petak tanaman. *ada erosi. L0KASI *enempatan embung sebaiknya dekat dengan saluran air yang ada disekitarnya, supaya pada saat hujan, :ebih air baik di lagi permukaan kalau dibuat tanah di mudah dekat areal dialirkan tanaman kedalam yang akan embung. diairi. lahan yang datar akan sulit untuk mengisi air limpasan ke dalam embung.

*ada lahan yang terlalu miring 'J 3.>(, embung akan cepat penuh dengan endapan tanah karena

:okasinya memiliki daerah tangkapan hujan. 4K42A5 !(B45$ $mbung bisa dibangun secara indi"idu atau berkelompok, tergantung keperluan dan luas areal tanaman yang akan diairi. Untuk keperluan indi"idu dengan luas tanaman 'pala!ija( .,2 hektar, misalnya, embung yang diperlukan adalah panjang 6. m, lebar 2 m dan kedalaman -,2 m C 3 m. 3!5IS TA5A(A5 DA5 CA2A P!5$AI2A5 Umumnya embung digunakan untuk mengairi padi musim kemarau, pala!ija seperti jagung, kacang tanah, kedelai, kacang hijau, kuaci dan sayuran. +engingat air dari embung sangat terbatas, maka pemakaiannya harus see isien mungkin. Sebaiknya teknik pengairan dilakukan dengan cara irigasi tetesan terutama untuk pala!ija dan irigasi pada sela&seta larikan. Apabila air embung akan digunakan untuk mengairi padi dianjurkan untuk mengairi hanya pada saat&saat tertentu, seperti pada stadia primordia, pembungaan dan pengisian bulir padi. Sedangkan setiap kali mengairi tanah, cukup sampai pada kondisi jenuh air.

PEMBUATA$ EMBU$%
Bentuk )entuk embung sebaiknya dibuat bujur sangkar atau mendekati bujur sangkar, hal tersebut dimaksudkan agar diperoleh 9iling yang paling pendek, sehingga resapan air melalui tanggul lebih sedikit. Pen##alian tanah Setelah diketahui letak, ukuran dan bentuk embung yang diinginkan tahapan selanjutnya adalah penggalian tanah yang dapat dikerjakan secara gotong royong. %ara penggaliannya adalah sebagai berikut 5

Untuk memudahkan pemindahan tanah, maka tanah digali mulai dari batas pinggir dari permukaan tanggul dibuat lebih tinggi dari permukaan tanah. Saluran pemasukan air limpasan dan pembuangan dibuat sedemikian rupa, sehingga air embung tidak penuh7meluap. ,arak saluran pembuangan dari permukaan tanggul berkisar -2 C 2. cm. Pelapisan tanah liat Supaya tanggul tidak mudah bobol, sebaiknya dilakukan pemadatan secara bertahap dengan cara 5 tanah liat 'lempung( dibasahi dan diolah sampai berbentuk pasta, lalu ditempel pada dinding embung setebal -2 cm, mulai dari dasar kemudian secara berangsur naik ke dinding embung. Sambungan tanah yang berbentuk pasta tersebut dibuat menyatu sehingga air embung tidak mudah meresap ke tanah. Untuk menekan kelongsoran, pelapis dinding embung dipapas sampai mendekati kemiringan /.K C 1.K atau dibuat undakan. *ada tanah berpasir resapan air keba!ah 'perkolasi( maupun melalui tanggul agak cepat. 4leh karena itu dinding embung perlu dilapisi, bisa dari plastik, tembok atau campuran kapur dengan tanah liat. %ampuran kapur tembok dan tanah liat untuk memperkeras dinding embung dibuat dengan perbandingan 6 5 6 dengan cara kapur dibasahi dan dicampur dengan tanah liat sampai berbentuk pasta. *asta tersebut ditempelkan pada dinding dan dasar embung hingga mencapai ketebalan -2 cm. Sumber5 Disusun Diproduksi Sumber Dana #ahun Anggaran 6@@/76@@1 *US:I#)A0G #A0A+A0 5 5 A*)D *A0GA0, 5 )ADA0 Ir. I**#* #k. I :I#)A0G *$R#A0IA0 $ddy D$*#A0, 6@@8 tanah. Untuk menghindari masuknya kotoran kedalam embung terba!a air limpasan, maka keliling

oleh

*urnomo 9onocolo ,atim

&'$T'( SPES)F)KAS) EMBU$%


EMBUNG KULAK SECANG
%. LATA2 B!LAKA5$ Dalam rangka meningkatkan kemakmuran masyarakat dengan prioritas peningkatan tara hidup masyarakat di daerah desa tertinggal, masih diperlukan pengembangan potensi sumber daya air yang ada di daerah tersebut terutama untuk daerah yang menghadapi kendala kesulitan memperoleh air untuk berbagai kebutuhan termasuk untuk kebutuhan irigasi.

Salah satu upaya untuk mengurangi dampak kekurangan air khususnya di musim kemarau adalah dengan membangun embung C embung di daerah yang kekurangan air. $mbung selain dapat menampung air dimusim penghujan untuk digunakan di musim kemarau juga dapat menaikkan permukaan air tanah dan dapat mempertahankan simpanan air tanah di daerah hulu. Sebagai sarana tandon penampungan air keberadaan embung diharapkan dapat memacu pertumbuhan ekonomi dan berkembangnya daerah tersebut sehingga dapat meningkatkan kesejahteraan '. L0KASI P!K!23AA5 $mbung Kulak Secang berada di Anak Sungai Kulak Secang Desa ,atigreges Kecamatan *ace Kabupaten 0ganjuk, *ropinsi ,a!a #imur. ). (AKS4D8 T434A5 DA5 (A5"AAT +aksud a. b. tujuan dan man aat air dibangunnya irigasi /6 $mbung =a Kulak di Secang musim adalah 5 bagi masyarakat disekitarnya.

+embantu

kebutuhan

terutama obyek

kemarau. !isata

*engembangan

c. +eningkatkan tara hidup masyarakat disekitar embung. *. K05S4LTA5 P!2!5CA5A *elaksana pekerjaan Studi In"estigasi dan Desain dilaksanakan oleh 0I9< %onsultant pada tahun -..-. -. sebesar Rp. 6.@82./1A....,&. 9. DATA T!K5IK A.6. Kolam $mbung S4(B!2 DA5A

)iaya *embangunan diperoleh melalui Dana Anggaran *endapatan )elanja 0egara tahun -..2

:uas DAS 5 6,2. Km$le"asi +uka Air +aksimum 5 L 6./,@@ $le"asi +uka Air 0ormal 5 L 6./,.. $le"asi +uka Air +inimum 5 L 6.6,.. :uas Daerah Genangan '=9:( 5 6,23 =a. Kapasitas #ampungan #otal 5 83.836,.. m3 Kapasitas #ampungan $ ekti 5 86.A3-,.. m3

A.-. #ubuh $mbung

#ype 5 =omogen $arth Eill $:. *uncak 5 6.@,.. m :ebar *uncak 5 2,.. m #inggi $mbung 5 6.,.. m *anjang As $mbung 5 1/,2. m

A.3. )angunan *elimpah

#ype 5 0on Gated 4"er lo! $:. Ambang 5 6./,.. m :ebar Ambang 5 2,.. m Debit )anjir Rencana 5 6.,33 m37dt )ahan Konstruksi 5 *asangan )atu Kali

A.8. Kolam 4lak

#ype 5 US)R #ype III :ebar Kolam 4lak 5 2,.. m *anjang Kolam 4lak 5 A,.. m

A.2. )angunan *engambilan

#ype Intake 5 0on Gated =oriDontal Intake 9ith #rash Rack $:. Dasar :ubang Intake 5 6.6,.. m #ype Konduit 5 *ipa )eton Diameter *ipa 'Dalam( 5 .,3. m #ype Regulator 5 Sluice ;al"e At 4utlet *

Sumber5 http577sumberdayaair.!ordpress.com7-..17.87627embung&kulak&secang7

21 Komen !" #
6. +au minta modul perencanaan kolam olak tipe US)R II, sebelumnya terimakasihM

keuntungan dari keempat tipe US)R dari segi ekonomis pelaksanaan dan biaya.. sebelumnya terimakasih lagiM
Komentar oleh *eter N ,anuari 6, -..@ O -53. am

-. Apakah embung bisa dibuat pada tanah berkapur dan batuan karangF Dan bisakah embung dibuat di !ilayah perbukitan dengan kemiringan 82>. #erimakasih atas bantuannya.. *aju Agusty
Komentar oleh Agusty * N ,anuari -/, -..@ O 6-52A pm

3. terima kasihhhhhhhhhh b!t in onya ini sangat berman aat sekali bagi saya karena saya adalah orang teknik
Komentar oleh paulus al red N +aret -2, -.6. O 6653. pm

8. sangat berarti bagi saya karen thesis mengenai itu,makasih


Komentar oleh lusje l N September -1, -.6. O 656. pm

2. +au minta modul perencanaan kolam olak tipe US)R II, sebelumnya terimakasihM keuntungan dari keempat tipe US)R dari segi ekonomis pelaksanaan dan biaya.. sebelumnya terimakasih lagi dan kirimin donk teori tentang drainase campuran makasih
Komentar oleh edy rikson sipahutar N April 66, -.66 O 6-53. pm

A. #rims.telah membantu kami untuk perencanaan bendung embung di desa kami.


Komentar oleh adree N April -/, -.66 O 6.5.2 am

/. klo beleh saya memberi pandangan buat paju agustyG embung sebaiknya dibagun pada daerah yang kondisi tanahnya yang stabil, biasanya batuan karang dan kapur merupakan daerah yang cukup stabil dan cukup baik. +asalah lokasinya perbukitan yang kemiringannya mencapai 82>. biasanya daerah sudah identik dengan hutan dan jauh dari daerah pertanian. menurut pengalaman daerah yang bisa diolah sampai kemiringan 3.>. kebetulan saya sedang melakukan kajian tentang embung dimana saya menetukan kriteria pembagunan untuk embung itu pada slope 1&3.>, dekat dengan pertanian, berjarak -.&3.m dari sungai, pada tanah yang stabil tampungan minimum 2..m3 dengan tinggi 3&A m. terimakasih.
Komentar oleh PU=$R0A +IP9AR N +ei -., -.66 O 6-5.@ pm

1. kalau bisa, ulas sedikit ttg operasi dan pemeliharaan embung


Komentar oleh Anonymous N September -8, -.66 O -53A pm

@. saya sangat kece!a dengan pemerintah kabupaten kami,yaitu propinsi nusa tengara timut,kabupaten kupang'0##(.kami sudah buat ajukan untuk mendapat dana pembuatan embun,agar air di desa kami tidak kering,tapi tidak ada ja!abanMMM..QQQQQQQQQQQQQQQQQQQQQQQQQQQQQQQQQQQQhp .12-@8./A33Komentar oleh Anonymous N Desember --, -.66 O 6-52/ am

6.. kami minta agar pemerintah bisa memperhatikan daerah kami..desa oesu,u kab kupang,0##
Komentar oleh Anonymous N Desember --, -.66 O 65.. am

66. KA:AU Korupsi dana besar ,tapi bantu masyarakat tidak ada dana sama sekali,, hp .12-@8./A33-

propinsi 0##,kab kupang kecamatan kupang timur.kelurahan tuatuka,,lingkungan oesu,u


Komentar oleh Anonymous N Desember --, -.66 O 65.3 am

6-. 9ah lengkap banget penjelasannya. ,adi nambah&nambah ilmu, terutama tentang konser"asi air. #rims dan salam kenalQQ
Komentar oleh desain rumah kost N Eebruari -1, -.6- O 6-5.@ am

63. ini solusinya bangun embung, buat tangkap air dari langit 'hujan( dari pada kasih keluar air dari perut bumi alias bor. kami di 0## khususnya di kabupaten ende masih banyak butuh embung kecil ataupun embung irigasi, trims ya, salam kenal
Komentar oleh simon keo N +aret 62, -.6- O 6-5.8 pm

68. penjelasan teory sangat gamblang sehingga bisa menjadi acuan bagi intansi terkait .trima kasih
Komentar oleh darsono 9ae N +aret 6A, -.6- O @561 am

62. tks, atas in onya semoga berman aat bagi kita semua dg pentingnya konser"asi airM
Komentar oleh Anonymous N ,uli -6, -.6- O 65-6 pm

6A. tks, atas in onya, materi ini sangat berman aat bagi kita semua terutama untuk mengendalikan kekurangan air dimusim kemarau,
Komentar oleh 0ama 5Kartini N September 6-, -.6- O 65-1 pm

6/.

embung dan sungai berkelok adalah ja!aban mengatasi banjir dan menjaga air. kalau cuma konser"asi tanaman tidak akan cukup, semilyar pohon sekalipun, tapi pohon semilyar plus semilyar embung menurut saya paduan yang membanggakan pulau ja!a dan daerah nusantara lainnya. semoga penjelasan ini menciptakan satu embung mini di tempat saya di lembang . salam pencinta air , tanaman dan bumi.
Komentar oleh Setia!an Gani N Desember 2, -.6- O 85-A pm

61. bagguusMMM..
Komentar oleh #ia Sonia N ,anuari 6/, -.63 O /56/ pm

6@. terimakasih . situs ini telah membantu kami dan memberikan kami inspirasi .
Komentar oleh d!i riD?y N Eebruari -6, -.63 O 352. pm

-.. R...S http577bebasbanjir-.-2.!ordpress.com7teknologi&pengendalian& banjir7embung7 R...S


*ing balik oleh Sabo Dam dibuat, sabodo dira!at dan dipelihara T +aya %hitchattingUs )log N +aret /, -.63 O 6563 pm

-6. terimah kasih atas in ormasinya, klu bisa kedepannya lebih banyak kearah konstruksinya 'pas.batu kali, beton bertulang dll(
Komentar oleh $ li!ardi. S# N +aret 63, -.63 O -523 pm

Umpan RSS untuk komentar&komentar pada tulisan ini. URI :acak )alik

T$ngg!%&!n B!%!'!n

b%og ' ! '

o o o o o

1/@,A8A hits

(!%!m!n
.6 tentang kami .- mimpi kami tentang das .3 bebas banjir, mungkinkahF -.6. -.66 -.6-.63 -.6A -.6/ -.-2 angan&angan baru sebatas janji bisa bukan mustahil, bukan mimpi bukan utopi butuh - juta sumur resapan impian seumur hidup itu bohong jangan mimpi janji mimpi mitos mustahil optimistis perlu langkah spektakuler ragu sulit tak akan tak akan pernah tak bisa 6..> tak bisa jamin terbukti bisa tergantung !arga tidak ada tidak akan mutlak tidak bisa tidak jamin tidak mungkin tidak pernah tidak yakin tiga tahun tunggu -. tahun .8 konsep&konsep dasar adapti"e collaborati"e management 'acm( aksi kolekti lokal appreciati"e in?uiry asset&based community de"elopment ci"ic entrepreneur das dan pengelolaannya '6( das dan pengelolaannya '-( das dan pengelolaannya '3( das dan pengelolaannya '8( das dan pengelolaannya '2( das dan pengelolaannya 'A(

o o

das dan pengelolaannya '1( das dan pengelolannya '/( ekodrainase ekohidrologi eko!isata eksternalitas i?ih lingkungan '6( i?ih lingkungan '-( imbal jasa lingkungan in iltrasi institusi 'kelembagaan( institusi 'kelembagaan( '-( klasi ikasi kemampuan lahan koe isien aliran permukaan 'c( konsep rela!an konser"asi tanah dan air konser"asi tanah dan air '-( lo! impact de"elopment modal sosial '6( partisipasi masyarakat penanganan sungai pendekatan persil lahan perencanaan banjir perencanaan mitigasi banjir perilaku !arga das periode ulang permakultur property right riset aksi ruang terbuka hijau '6( ruang terbuka hijau '-( siklus hidrologi sistem pendukung negosiasi stakeholder analysis stakeholder analysis teknik perundingan dan mediasi Dero delta ? policy .2 pengorganisasian aksi kolekti lokal orum das pokja das desa 7 kelurahan r! hijau .A teknologi pengendalian banjir agro orestry areal peresapan air hujan arti icial recharge bendungan ba!ah tanah bioretensi budidaya lorong 'alley cropping( daerah konser"asi air tanah dam parit dam pengendali 'check dam( deep tunnel reser"oir system embung guludan kolam 7 balong kolam konser"asi air hujan.

o o o o

./ .1 .@

6.

kolam retensi lubang galian tanah lubang resapan biopori modi ikasi lansekap mulsa mulsa "ertikal 'slot mulch( peman aatan air hujan penampungan air hujan '6( penampungan air hujan '-( penanaman dalam strip pengolahan tanah minimum pengolahan tanah7penanaman menurut kontur polder rain gardens retarding basin re"italisasi danau, telaga, atau situ rorak 7 parit buntu rumah panen hujan sabuk resapan saluran 7 parit resapan sa!ah storm!ater detention pond strip penyangga riparian strip rumput sumur injeksi sumur resapan taman hujan tanaman penutup tanah tanggul 7 pagar pekarangan teknologi modi ikasi cuaca teras tirta sangga jaya 'tsj( !aduk pengendali banjir !aduk resapan perlu contoh dari istana bagaimana memulaiF riset aksi menuju bebas banjir das cili!ung das limboto makalah tentang banjir a. syari uddin karama abdul hamid adeline nar!astu dan eri prasetyo ! ahmad tusi anik sarminingsih anthony raymond kemur b.j. pratondo benjamin j.b. nanlohy, dkk budi i. setia!an et al corri e., istiarto, joko sujono dirjen penataan ruang C dept kimpras!il djoko luknanto dyah indriana kusumastuti edi pur!anto et paripurno adly auDie

irdaus ali gindo maraganti hasibuan hidayat pa!itan hunggul yudono setio hadinugroho ismail saud isnugroho ligal sebastian m. arie ilyas dan dedih setiadi m. akhrudin maman djumantri mark caljou! et.al. menteri kimpras!il moehansyah mohammad imamuddin dan trihono kadri naik sinukaban nana mulyana nani heryani pitoyo subandriyo, dkk. sigit setiyo pramono sis!oko sri lego!o !ignyo darsono suntoro !ongso atmojo. supriyanto suroso dan hery a susanto sutopo pur!o nugroho trihono kadri !illiam m. putuhena dkk 66 artikel tentang banjir a syari uddin karama adi yusu mutta?in agus maryono ahmad herya!an amos neolaka apriDal ar soehoed ardy purna!an sani ari satria chay asdak darrundono deddy supriadi d!iatmo sis!omartono eko priyo utomo emil salim atchy muhammad gatot irianto hadi s alikodra hariadi kartodihardjo hartarto sastrosoenarto kasdi subagyono khudori lut i andrian marco kusuma!ijaya mar!an jaV ar muh. nur sangadji muna!ir naik sinukaban

o o o o

6-

63

68

62

nyoto santoso otto soemar!oto peter karl bart assa pur!anti sri pudyastuti ris sukarma robert j kodoatie rokhmin dahuri sahid susanto sahroel polontalo sis!oko sobirin subandono diposaptono sudariyono suparmono suripin ar surjono h. sutjahjo sutiyoso sutopo pur!o nugroho tarsoen !aryono transtoto handadhari tri jaka kartana urban poor consortium "eronica kumurur !arta!an kompas !icak sarosa yayat supriatna yoyon indrayana Dpenulis lain Dunan arid dan moch. satori aspek&aspek tentang banjir aspek biaya aspek birokrasi aspek ekologi aspek ekonomi aspek ilsa at aspek gis 7 perpetaan aspek hukum aspek kerugian aspek kesehatan aspek komunikasi aspek mitigasi aspek moral aspek politik aspek psikologis aspek sejarah aspek sosial aspek teknologi aspek teologi aturan terkait banjir perda das ntt pp 83 7 -..1 undang&undang presiden 7 !apres dan banjir presiden susilo bambang yudhoyono !apres jusu kalla konsep 7 kebijakan pemerintah

o o o o o o o o o

6A 6/

61 6@

-.

-6

--

-3

-8

bappeda dki jakarta bappenas bb!s cili!ung cisadane bpdas citarum cili!ung '6( bpdas citarum cili!ung '-( btp das surakarta departemen kehutanan departemen pekerjaan umum departemen pertanian dinas pu dki jakarta '6( dinas pu dki jakarta '-( dinas pu dki jakarta '3( ditjen penataan ruang dept. pu ditjen penataan ruang, dep. kimpras!il ditjen rlps dephut kementerian lingkungan hidup kesepakatan tiga menteri pem pro" dki jakarta sekretariat tkpsda !a!ancara tentang banjir pengendalian banjir di mancanegara herie setio pratama jepang thailand pro il kamir r brata konsep 7 gagasan ornop tentang banjir ao dan ci or unesco yayasan idep banjir dan kampus itb unas unmul peta das 7 bagian das das cisadane kelurahan kalimulya pengendalian banjir donggala gorontalo makassar surabaya presentasi tentang banjir agus maryono dinas kimpras!il kota malang istiarto anggaran banjir dki jakarta ja!a barat ja!a tengah ja!a timur kalimantan timur kementerian pu sumatera utara

search or5

Se!")(

o o o o o

b%og"o%%
mountain orum pengembangan diri !aterehdsUs online training !ordpress.com !ordpress.org

maret 2013 S S R K J S M W sep 6 - 3 8 2 A / 1 @ 6. 66 6- 63 68 62 6A 6/ 61 6@ -. -6 -- -3 -8 -2 -A -/ -1 -@ 3. 36 u%$'!n e"&$n$


o o o o o o o o o o o
bebas banjir, mungkinkahF

o* *o' '
sumur resapan tanaman penutup tanah 6. makalah tentang banjir das dan pengelolaannya '6( klasi ikasi kemampuan lahan 66 artikel tentang banjir konser"asi tanah dan air pengolahan tanah7penanaman menurut kontur i?ih lingkungan '6( deep tunnel reser"oir system

&omen !" e"!&($"

yaqin on 01 tentang kami efliwardi. st onembung sabo dam dibuat, sab on embung

sumurresa!an onsumur resa!an

intan.k" on das dan !engelolaannya #1


#ema5 Shocking )lue Green. )log pada 9ord*ress.com.

I&u $

Follow BebasBanjir2015
Get every new post delivered to your Inbox.
Bergabunglah dengan 97 pengikut lainnya.
S$gn me u*

Po+e"e, b- .o",P"e''.)om