Anda di halaman 1dari 16

MAKALAH AGAMA TENTANG RIYA , KUFUR, NIMAT DAN PEMARAH

OLEH : DEA OKTARI RANI HARTATI W. VANJI IRAWAN

FAKULTAS KEDOKTERAN UNIVERSITAS BAITURRAHMAH TAHUN AJARAN 2013-2014

A. RIYA
Secara bahasa, Riya adalah memperlihatkan suatu amal kebaikan kepada sesama manusia, adapun secara istilah yaitu: melakukan ibadah dengan niat dalam hati karena demi manusia, dunia yang dikehendaki dan tidak berniat beribadah kepada Allah SWT. Al-Haf !" I#$% Ha&a' al-A()*la$ dalam kitabnya Fathul Baari berkata: Riya ialah menampakkan ibadah dengan tujuan dilihat manusia, lalu mereka memuji pelaku amalan itu. I+a+ Al-,-a"al . riya adalah mencari kedudukan pada hati manusia dengan memperlihatkan kepada mereka hal hal kebaikan. Sementara I+a+ Ha# # A#!%lla- Ha!!a! pula berpendapat bah!a riya adalah menuntut kedudukan atau meminta dih"rmati daripada "rang ramai dengan amalan yang ditujukan untuk akhirat. #engan demikian, dapat disimpulkan bah!a riya adalah melakukan amal kebaikan bukan karena niat ibadah kepada Allah, melainkan demi manusia dengan cara memperlihatkan amal

kebaikannya kepada "rang lain supaya mendapat pujian atau penghargaan, dengan harapan agar "rang lain memberikan pengh"rmatan padanya$%&. Sebagaimana ulama mengatakan:

0 12 / 3 45 6 07 8 9 :4 0; 0< := 89 >4 85 ? > 19 :@ 8A 0B > 1@ := C 45D :


Riya adalah melakukan ibadah karena mengharap arah kepada manusia supaya mendapat keuntungan darinya 'pujian dan pengh"rmatan(. )leh itu, Syeikh Ahmad Ri*ai berpesan bah!a riya merupakan perbuatan haram dan satu diantara d"sa besar yang harus dijauhi serta di tinggalkan supaya selamat dan amalnya man*aat sampai di negeri akhirat. MaEa+-+aEa+ R Fa +ebih lanjut, beliau menjelaskan bah!a riya ada % macam, sebagaimana ulama menguraikannya:

0 12 / 3 G4 0H 3A 0; :< := 89 >4 85 I :J :K 8@ :H : L : 1M : N O 4 0 1P : B O 1@ :Q 0 RL 0 1S :T 8 U 0V :W >D : . 0D X 3Y 8: 5 Z :[ 0 \ ] P :^ :V :W >D : / 0 12 3 G4 0D : _ 0 01` :G :J :K 8@ :L : 1M : a O= 8b 0 B O 1@ :Q 0D :


riya dibagi kedalam dua tingkatan: riya kholish yaitu melakukan ibadah semata mata hanya untuk mendapatkan pujian dari manusia, riya syirik yaitu melakukan perbuatan karena niat menjalankan perintah Allah, dan juga karena untuk mendapatkan pujian dari manusia, dan keduanya bercampur. F%!-a l B $ IFa!- berkata:,eramal karena manusia adalah syirik, meninggalkan amalan karena manusia adalah riya dan ikhlas adalah Allah menyelamatkanmu dari keduanya. )leh itu, si*at riya sekiranya sudah menjalar masuk ke dalam akti-itas harian dan mendarah daging dalam tubuh kita amat susah untuk menghilangkannya, karena mereka menganggap si*at riya merupakan satu sikap berbuat baik kepada "rang lain, dengan dalih bah!a apa yang mereka kerjakan dalam pandangannya adalah perbuatan yang terpuji, hal ini sesuai dengan isyarat .uran dalam surah Al ba/arah ayat 00 0%:

: Vc L >G 07 8 [ > Z >c 8d : 1S :d 3A 0 5V4 >1U :e 0 Q 8Y 8: 5 fg 0 5D6 >T 0 K 8h >H : i 8` >4 :I : jU 0 5k :A 0D : : D= L >J >l 8 @ :H : Z 8m 04 :D : L : D6 >T 0 K 8S >4 85 i >W > i 8` >d 3A 0H :^ :
#an apabila dikatakan kepada mereka:1anganlah kamu membuat bencana dan kerusakan di

muka bumi, mereka menja!ab: Sesungguhnya kami "rang "rang yang hanya membuat kebaikan. 2etahuilah3 ,ah!a sesungguhnya mereka itulah "rang "rang yang sebenar benarnya membuat bencana dan kerusakan, tetapi mereka tidak menyadarinya. #iantara kelembutan riya adalah menjadikan ikhlas sebagai !asilah untuk mendapatkan apa yang menjadi keinginannya. Syaikhul 4slam Ibnu Taimiyyah mengatakan, #ihikayatkan dari Abu 5amid Al 6ha7ali bah!asanya telah sampai kepadanya kabar, barangsiapa yang ikhlas kepada All"h selama 89 hari, niscaya akan terpancar hikmah dari hatinya melalui lisannya. 4a berkata: Aku telah berbuat ikhlas selama 89 hari, namun tidak juga terpancar hikmah sedikitpun. 2emudian aku ceritakan hal itu kepada "rang "rang yang ari*, mereka mengatakan kepadaku: 2arena kamu berbuat ikhlas untuk mendapatkan hikmah, bukan ikhlas karena Allah3$:&. ;ang demikian itu dikarenakan tujuan manusia berbuat ikhlas untuk mendapatkan kelembutan dan hikmah, atau untuk mendapatkan pengagungan dan pujian manusia. Allah ber*irman dalam surat al 2ah*i ayat 009:

On 6 0 5D : o O4 :A 0i 8m >` >4 :A 0 1S :d 3^ :f 34 :A 0 pn : V@ >i 8m >G >q 8[ 0 = Ol : < : 1d :^ : 1S :d 3A 0I 8U > 56 rn :^ :o 0< CQ : s 0t : 1u :J 0< 0a 8= 0l 8 @ >H :D : 1c r4 0 1v : w rS :x : I 8S :J 8j :G 8g :o 0< CQ : B : 19 :4 0 Vy >= 8@ :L : 1M : Z 8S :g :
2atakanlah: Sesungguhnya aku ini manusia biasa seperti kamu yang di!ahyukan kepadaku, bah!a sesungguhnya Tuhan kamu itu adalah Tuhan yang <sa, ,arangsiapa yang mengharap perjumpaan dengan Tuhannya, maka hendaklah ia mengerjakan amal yang saleh dan janganlah ia mempersekutukan se"rangpun dalam beribadat kepada Tuhannya. Ayat diatas menerangkan kepada kita, sekiranya beramal tapi masih mengharapkan pujian daripada selain Allah, maka si*at riya sudah masuk dalam diri kita, dan itu sangat berbahaya karena kita beramal untuk menuai hasilnya nanti di akhirat. Allah SWT ber*irman dalam surat Asy Syuura ayat %9:

0z o 0= 8n : fg 0o >4 :t 8{ 0d :s 0= :P 0| 8: 5 } : = 8n : 6 > @= 0@ >L : 1M : Z 8[ : j7 ~ 0 d :Z 8[ 0 s 0= :P 0| 8: 5 fg 0o >4 : 1[ :D : 1` :2 8[ 0 o 0h 0 8d > 1j :d 86 ] 45 } : = 8n : 6 > @= 0@ >L : 1M : Z 8[ :D :


,arang siapa yang menghendaki keuntungan di akhirat, akan 2ami tambah keuntungan itu baginya, dan barang siapa yang menghendaki keuntungan di dunia, 2ami berikan kepadanya sebagian dari keuntungan dunia dan tidak ada baginya suatu bahagianpun di akhirat. Apapun jenis ibadah yang kita lakukan, hendaklah dengan satu tujuan menghadap kepada sang

Ilaah, seperti sh"lat yang kita kerjakan setiap hari lakukanlah hanya untuk Allah, baik ketika sh"lat sendiri atau pun ada "rang di sekitarnya, beribadahlah hanya untuk Allah yang =aha =ulia. Allah ber*irman dalam surat al =aauun ayat 8 >:

: VJ L >2 :S 8@ :D : .L : DB > 5= :@ >i 8W > Z : @ 04 35 . L : VW > 1 : i 8` 0h 0w :v : Z 8x : i 8W > Z : @ 04 35 . Z : jG C7 : S >G 84 0I O@ 8V :g : : Vx L > 1S :4 85


=aka celakalah bagi "rang "rang yang shalat, 'yaitu( "rang "rang yang lalai dari shalatnya, "rang "rang yang berbuat riya, dan enggan 'men"l"ng dengan( barang berguna. Al %'-%# mengatakan makna dari "rang "rang yang berbuat riya, adalah "rang yang 'dengan sh"latnya( memperlihatkan kepada manusia bah!a dia melakukan sh"lat dengan penuh ketaatan, dia sh"lat dengan penuh ketak!aan seperti se"rang yang *asi/ melihat bah!a sh"latnya sebagai suatu ibadah atau dia sh"lat agar dikatakan bah!a ia se"rang yang 'melakukan( sh"lat. 5akikat riyaadalah menginginkan apa yang ada di dunia dengan 'memperlihatkan( ibadahnya. ?ada asalnya riya adalah menginginkan kedudukan di hati manusia.$>& 4ni termasuk syirik yang tersembunyi. @abi SAW bersabda :Wahai sekalian manusia, jauhilah kesyirikan yang tersembunyi3 ?ara sahabat bertanya, ;a Rasulullah, apa itu syirik yang tersembunyiA ,eliau menja!ab, Sese"rang bangkit melakukan sh"lat kemudian dia bersungguh sungguh memperindah sh"latnya karena dilihat manusia. 4tulah yang disebut dengan syirik yang tersembunyi. $5R. 4bnu 2hu7aimah dan ,aiha/i&$B&. @abi =uhammad SAW bersabda: Siapa "rang yang berpuasa hanya ingin di lihat "rang maka itu adalah riya, siapa "rang yang sh"lat hanya ingin di lihat "rang maka itu adalah riya, dan barangsiapa yang bersedekah hanya ingin di lihat "rang maka itu adalah riya.'5R. Ahmad(. Riya bisa muncul didalam diri sese"rang pada saat setelah atau sebelum suatu ibadah selesai dilakukan. I+a+ ,-a"al mengatakan bah!a apabila didalam diri sese"rang yang selesai melakukan suatu ibadah muncul kebahagiaan tanpa berkeinginan memperlihatkannya kepada "rang lain, maka hal ini tidaklah merusak amalnya karena ibadah yang dilakukan tersebut telah selesai, dan keikhlasan terhadap ibadah itu pun sudah selesai serta tidaklah ia menjadi rusak dengan sesuatu yang terjadi setelahnya apalagi apabila ia tidak bersusah payah untuk memperlihatkannya atau membicarakannya. @amun, apabila "rang itu membicarakannya setelah amal itu dilakukan dan memperlihatkannya maka hal ini Cberbahaya$D&. I+a+ al-,-a"al menerangkan bah!a sesiapa yang tidak membuang si*at riya ini, niscaya akan ditimpa kecelakaan serta akan terg"l"ng dalam g"l"ngan ku*ur. 1ika hal ini berlaku, maka tentulah dia tidak lagi layak memasuki syurga, apatah lagi mencium baunya. Rasulullah SAW menasihatkan umatnya agar tidak sesekali menyebut kebaikan diri dan keluarga karena sikap

demikian akan mend"r"ng sese"rang kepada si*at riya. 1usteru, keikhlasan saja yang dapat membunuh perasaan riya sebagaimana *irman Allah$09&:

: @6 Z C 45 o >4 :Z : j7 0 G 0 8[ > _ : 5 5D6 >u >J 8j :4 0H 3A 0 5D= >[ 0^ > 1[ :D :


?adahal mereka tidak disuruh kecuali menyembah Allah dengan memurnikan ketaatan kepada @ya dalam 'menjalankan( agama dengan lurus. #alam surah al ba/arah ayat %E8 Allah ber*irman:

0 12 / 3 45 : B1 :Q 0 o >4 : 1[ : > K 02 8@ > 04 31M : k :Y 8: 5D : Z CS :4 8 1< 0i 8m >h 0 1U :6 :v : 5VG > 0u 8h >H : 5V2 >[ : :Z : @ 04 35 1` :@ ]^ : 1@ :
Wahai "rang "rang yang beriman, 1angan rusakkan 'pahala amal( sedekah kamu dengan perkataan membangkit bangkit dan 'kelakuan yang( menyakiti, seperti 'rusaknya pahala amal sedekah( "rang yang membelanjakan hartanya karena hendak menunjuk nunjuk kepada manusia (riya)F. Secara mudah kita simpulkan bah!a riya adalah perbuatan yang semata mata untuk mengharapkan sanjungan, pujian atau pengh"rmatan daripada "rang lain. 5al ini amat bertentangan dengan kehendak 4slam yang senantiasa menyeru umatnya agar beramal atau melakukan perkara kebaikan dengan hati penuh keikhlasan dan mengharapkan keridhaan Allah. Sekiranya penyakit ini dibiarkan terus bersarang dalam hati sese"rang, lama kelamaan ia b"leh membinasakan "rang yang mengamalkannya. 2emurnian akidah, keluhuran akhlak dan kesempurnaan amal umat 4slam akan tercemar dan rusak jika tidak dilandasi keimanan dan keikhlasan hati serta mengharapkan keridhaan Allah. 1ustru, dalam 4slam setiap amal kebajikan yang disertai dengan riya adalah terg"l"ng dalam perbuatan syirik kecil yang b"leh merusakkan amal kebajikan, melunturkan kemurnian akhlak dan akan mendapat kerugian hidup di dunia dan akhirat.

B. KUFUR
Salah satu masalah pokok yang banyak dibicarakan oleh al-al-Qur'an adalah kufr (kekafiran). Kufr, pada dasarnya, merupakan antitesis dari iman, sedangkan iman adalah bagian dari ajaran atau aspek Islam yang paling pokok dan fundamental. ila sistem iman rusak, maka runtuhlah bangunan agama secara keseluruhan. !i sinilah urgensi pembahasan tentang kufr. !ari segi bahasa, kufr mengandung arti "menutupi#. $alam disebut kafir karena ia menutupi siang atau menutupi benda-benda dengan kegelapannya. %&an juga disebut kafir karena ia menutupi matahari. !emikian pula para petani terkadang disebut kafir karena ia menutupi benih dengan tanah. Secara istilah (terminologi), para ulama berbeda-beda dalam menetapkan batasan kufr.

'lama %hlus Sunnah &al (amaah mengartikan kufr sebagai )pendustaan kepada *asulullah Sa&. dan ajarannya#, sedangkan kaum +ha&arij mengartikan kufr bagi orang yang meninggalkan ajaran dan hukum-hukum %llah. ,amun, secara umum kufr dari segi bentuknya bisa terbagi menjadi beberapa kategori, antara lainKufr al-I !ar "+ufr al-inkar# adalah kekafiran dalam arti pengingkaran terhadap eksistensi .uhan sebagai pencipta, pemelihara, dan pengatur alam ini, megingkari para rasul-,ya, dan seluruh ajaran yang mereka ba&a. +arena mengingkari pokok-pokok agama ini, maka mereka dikategorikan sebagai penganut ateisme, materialisme, dan naturalisme yang hanya mempercayai hal-hal yang bersifat material dan alamiah. $enurut mereka, kehidupan ini hanya berlangsung secara alamiah, murni tanpa kendali dari luar. /al ini diungkapkan al-Qur'an dalam surat al-(atsiyah ayat 01

( ' ! " ! % # $ &

)!an mereka berkata- )+ehidupan ini tidak lain hanyalah kehidupan di dunia saja, kita mati, hidup, dan tidak ada yang membinasakan kita selain masa. $ereka sekali-kali tidak mempunyai pengetahuan tentang itu, mereka tidak lain hanyalah menduga-duga saja.) 2iri yang menonjol pada diri orang-orang kafir jenis ini adalah orientasi kehidupan mereka yang terfokus pada dunia dan kenikmatannya saja. $aka, timbullah pribadi-pribadi yang materialis dan hedonis, yakni menghargai sesuatu yang mendatangkan kenikmatan dunia&i dan jasmani saja. agi mereka, kehidupan akhirat sama sekali tidak ada.

Kufr al-Ju"u# "+ufr al-juhud# tidak berbeda jauh dengan kufr al-inkar. +ufr al-juhud adalah mengakui dengan hati (kebenaran yang diba&a oleh *asululah) tetapi mengingkarinya dengan lidah. $enurut .habataba'i, kufr al-juhud berarti pengingkaran terhadap ajara-ajaran .uhan dalam keadaan tahu bah&a apa yang diingkari itu adalah kebenaran. 3ir'aun dan kelompoknya adalah contoh orang kafir jenis ini, sebagaimana diterangkan dalam QS. an-,aml ayat 45-41-

- , 3 4+ ' 0 ' * 0 + / 1 2 4 5 ( ) * / %&$% ) . 8 % ! * $ 7 1 2 7 6 - ; " 9 : $


"$aka tatkala mu6ji7at-mu6ji7at +ami yang jelas itu sampai kepada mereka, berkatalah mereka)Ini adalah sihir yang nyata). !an, mereka mengingkarinya karena ke7aliman dan kesombongan (mereka), padahal hati mereka meyakini (kebenaran)-nya. $aka, perhatikanlah betapa kesudahan orang-orang yang berbuat kebinasaan.# Iblis adalah contoh lain dari kafir juhud ini. Ia sebenarnya tahu dan yakin akan kebenaran .uhan dan hari kebangkitan, tetapi ia dikuasai oleh rasa dengki, sombong, dan angkuh, maka ia pun membangkang kepada .uhan. $aka, ciri dari kufr jenis ini adalah rasa sombong dan superioritas.

Kufr a -N(fa) "+ufr an-nifa8# dapat dianggap sebagai kebalikan dari kufr al-juhud. +alau kufr al-juhud berarti mengatahui dan menyakini dengan hati tetapi ingkar dengan lidah, maka kufr al-nifa8 mengandung arti pengakuan dengan lidah, tetapi pengingkaran dengan hati. /al ini didasarkan pada firman %llah surat al-$a'idah ayat 14 -

) %& * "# ! $ ' ( + ,


)/ai *asul, janganlah kamu disedihkan oleh orang-orang yang bersegera (memperlihatkan) kekafirannya, yaitu di antara orang-orang yang mengatakan dengan mulut mereka- )+ami telah beriman), padahal hati mereka belum beriman.# +emunafikan dimasukkan dalam kategori kufr, karena pada hakikatnya perilaku tersebut adalah kekafiran yang terselubung. 9rang-orang munafi8 pada dasarnya ingkar kepada %llah, *asul, dan ajaran-ajarannya, kendatipun secara lahir mereka memakai baju mukmin. +arena itu, dalam banyak ayat orang-orang munafik diidentifikasi sebagai orang kafir. !i antara ciri-ciri orang munafik dalam al-Qur'an adalah berkepribadian goyah, selalu bimbang, gelisah, dan sikap bermuka dua. Ia sangat sulit untuk bersatu dan menjalin persahabatan sejati, karena selalu berbuat khianat. Kufr a*+-,+(r! Syirik berarti mempersekutukan .uhan dengan menjadikan sesuatu selain diri-,ya sebagai sembahan, obyek pemujaan, dan atau tempat menggantungkan harapan dan dambaan. Syirik digolongkan sebagai kekafiran sebab perbuatan itu mengingkari keesaan .uhan, yang berarti mengingkari kemahakuasaan dan kemahasempurnaan-,ya. !alam al-Qur'an, orang-orang musyrik terkadang ditunjuk dengan term kafir. :ara ulama membagi jenis syirik menjadi syirik besar (syirk jaliy) yaitu mempersekutukan %llah seperti disebut di atas dan syirik kecil (syirk khafiy) yaitu melakukan suatu perbuatan bukan atas dasar keikhlasan untuk mencari ridha %llah, khususnya yang berkaitan dengan amalan-amalan keagamaan, melainkan karena tujuantujuan lain yang bersifat keduniaan. ,amun, yang banyak disoroti al-Qur'an adalah syirik dalam bentuk pertama (syirik jaliy), khususnya dalam bentuk keberhalaan (paganisme). Syirk adalah perbuatan yang tidak diampuni oleh %llah s&t., karena agama diturunkan untk menyucikan ji&a, sedangkan syirik berarti mengotori ji&a dan merendahkan akal manusia. !ari ji&a yang kotor dan akal yang rendah, akan timbul bermacam-macam kejahatan dan perilaku tak bermoral lainnya. Kufr a -N(-.a/ +ufr an-ni'mat adalah menyalahgunakan nikmat yang diperoleh, menempatkan bukan pada tempatnya, atau memanfaatkan bukan pada hal-hal yang dikehendaki dan diridhai oleh pemberi nikmat. +ecenderungan manusia mengkafiri nikmat-nikmat .uhan tampaknya amat kuat. Ini dapat dilihat pada QS. ;unus ayat 05, di mana digambarkan bah&a ketika manusia sedang berlayar di tengah lautan lalu datang amukan badai, mereka segera berdoa kepada .uhan)(ika <ngkau menyelamatkan kami, pastilah kami akan menjadi orang yang bersyukur). %kan

tetapi, begitu .uhan menyelamatkan mereka, mereka pun segera melupakan janji yang pernah diucapkan. $ereka kembali kafir terhadap nikmat-,ya serta berbuat 7alim dan melakukan kerusakan di muka bumi. =atak manusia seperti ini secara lebih tegas dipaparkan dalam ayat 40 surat ;unus-

* B F @ 7 ! C ? 2 $ ! < 7 1 - $ E = $ 9 - A G > 3 3? D ! H 7 % 9 1 % J & ' 7 ? 1 > L $ I K


)!an apabila manusia ditimpa bahaya, dia berdo>a kepada +ami dalam keadaan berbaring, duduk, atau berdiri, tetapi setelah +ami hilangkan bahaya itu darinya, dia (kembali) melalui jalannya yang sesat, seolah-olah dia tidak pernah berdo6a kepada +ami untuk menghilangkan bahaya yang telah menimpanya. egitulah orang-orang yang melampaui batas itu memandang baik apa yang selalu mereka kerjakan). 'ntuk meredam kecenderungan kuat tersebut, .uhan berulangkali menegaskan &ajibnya manusia mensyukuri nikmat-nikmat-,ya dan larangan untuk mengkafiri nikmat tersebut. Kufr al-Ir/(#a# Istilah "irtidad# atau "riddat# berakar dari kata "radd#. $enurut ar-*aghib, term riddat khusus digunakan bagi orang-orang yang kembali kepada kekafiran sesudah beriman. 3enomena riddat yang terlihat cukup menonjol dalam masyarakat, khususnya masyarakat modern, adalah yang berlatar belakang perka&inan campuran antar agama. Seorang muslim atau muslimat, karena ka&in dengan orang non-Islam, akhirnya melepas agamanya dan menukarnya dengan agama pasangannya. Ini terjadi karena persiti&a pertukaran agama tersebut dianggap &ajar saja dan tidak prinsipil. !i samping itu, penyebab lainnya adalah kurangnya pembinaan kerohanian?keagamaan pada kebanyakan masyarakat modern, yang keislamannya kebanyakan terbentuk oleh lingkungannya. Sifat kafir seperti ini sangat berbahaya karena dapat menggoyahkan barisan dan kekuatan kaum muslimin. Salah satu masalah pokok yang banyak dibicarakan oleh al-al-Qur'an adalah kufr (kekafiran). Kufr, pada dasarnya, merupakan antitesis dari iman, sedangkan iman adalah bagian dari ajaran atau aspek Islam yang paling pokok dan fundamental. ila sistem iman rusak, maka runtuhlah bangunan agama secara keseluruhan. !i sinilah urgensi pembahasan tentang kufr. !ari segi bahasa, kufr mengandung arti "menutupi#. $alam disebut kafir karena ia menutupi siang atau menutupi benda-benda dengan kegelapannya. %&an juga disebut kafir karena ia menutupi matahari. !emikian pula para petani terkadang disebut kafir karena ia menutupi benih dengan tanah. Secara istilah (terminologi), para ulama berbeda-beda dalam menetapkan batasan kufr. 'lama %hlus Sunnah &al (amaah mengartikan kufr sebagai )pendustaan kepada *asulullah Sa&. dan ajarannya#, sedangkan kaum +ha&arij mengartikan kufr bagi orang yang meninggalkan ajaran dan hukum-hukum %llah. ,amun, secara umum kufr dari segi bentuknya bisa terbagi menjadi beberapa kategori, antara lainKufr al-I !ar "+ufr al-inkar# adalah kekafiran dalam arti pengingkaran terhadap eksistensi .uhan sebagai

pencipta, pemelihara, dan pengatur alam ini, megingkari para rasul-,ya, dan seluruh ajaran yang mereka ba&a. +arena mengingkari pokok-pokok agama ini, maka mereka dikategorikan sebagai penganut ateisme, materialisme, dan naturalisme yang hanya mempercayai hal-hal yang bersifat material dan alamiah. $enurut mereka, kehidupan ini hanya berlangsung secara alamiah, murni tanpa kendali dari luar. /al ini diungkapkan al-Qur'an dalam surat al-(atsiyah ( ' ayat 01- &

! " ! % # $

)!an mereka berkata- )+ehidupan ini tidak lain hanyalah kehidupan di dunia saja, kita mati, hidup, dan tidak ada yang membinasakan kita selain masa. $ereka sekali-kali tidak mempunyai pengetahuan tentang itu, mereka tidak lain hanyalah menduga-duga saja.) 2iri yang menonjol pada diri orang-orang kafir jenis ini adalah orientasi kehidupan mereka yang terfokus pada dunia dan kenikmatannya saja. $aka, timbullah pribadi-pribadi yang materialis dan hedonis, yakni menghargai sesuatu yang mendatangkan kenikmatan dunia&i dan jasmani saja. agi mereka, kehidupan akhirat sama sekali tidak ada.

. NIMAT
@ikmat secara etim"l"gis berasal dari bahasa arab yang berarti segala kebaikan, keenakan, dan semua rasa kebahagiaan. Sesuatu yang berman*aat di dunia dan akhirat seperti ilmu dan akhlak mulia. Ada banyak ayat yang menerangkan tentang berbagai nikmat yang Allah berikan kepada umat manusia dalam Al .uran. @amun saya hanya mengambil beberapa ayat saja untuk dijadikan c"nt"h. Seperti ayat berikut yang menjelaskan tentang nikmat Allah berupa perlindungan dari Allah: Hai orang-orang yang beriman, ingatlah kamu akan nikmat Allah (yang diberikan-Nya) kepadamu, di waktu suatu kaum bermaksud hendak menggerakkan tangannya kepadamu (untuk berbuat ahat), !aka Allah menahan tangan mereka dari kamu" dan bertakwalah kepada Allah, dan hanya kepada Allah sa alah orang-orang mukmin itu harus bertawakkal" Gntuk ta*sir yang lain 'hai "rang "rang yang beriman, ingatlah nikmat Allah kepadamu ketika suatu kaum bermaksud( yakni "rang "rang .uraisy 'hendak memanjangkan tangan mereka kepadamu( dan dilindungi @ya kamu dari maksud jahat mereka itu 'dan bertak!alah kamu kepada Allah dan hendaklah kepada Allah "rang "rang mukmin itu berta!akal( Asbabun nu7ulnya yaitu dari suatu ri!ayat dikemukakan bah!a @abi sa!. 2eluar beserta Abu ,akr, Gmar, Gtsman, Ali, dan Abdurrahman bin Au* menuju kab bin al Asyra* dan ;ahudi

,anin @adlir untuk meminjam uang sebagai pembayar diat 'denda( yang harus dibayarnya. )rang ;ahudi berkata: silahkan duduk, kami akan menyajikan makanan dan memberikan apa yang tuan perlukan. 2emudian Rasulullah sa!. duduk. 5ayy bin Akhthab berkata kepada ka!annya 'tanpa setahu @abi sa!.(: kalian tidak akan dapat melihat dia lebih dekat daripada sekarang. Timpakan batu ke kepalanya dan bunuhlah dia. 2alian nanti tidak akan menghadapi kesulitan lagi. =ereka mengangkat batu penggiling gandum yang sangat besar untuk ditimpakan kepada Rasul. Akan tetapi Allah =enahan tangan mereka, lalu datanglah 1ibril memberitahu agar Rasulullah bangkit dari tempat duduknya. =aka Allah =enurunkan Ayat ini '..S. : al maidah:00( sebagai perintah untuk mensyukuru nikmat. D ' aFaa$ *l- I#$% Ja' ' Fa$ #'(%+#' !a' I' +a- !a$ Ya" ! # $ A# a!. Lafal Ha! ( $ #'(%+#' !a' Ya" !. Ha! ( (' $ ! ' aFaa$ %la *l- I#$% Ja' ' Fa$ #'(%+#' !a' A#!%lla- # $ A# Ba'. A(- + # $ U+a' # $ aa!a-. M%&a- !. A#!%lla- # $ a( '. !a$ A#% Mal .

#alam ayat lain tentang kenikmatan syurga: dan #ekiranya ahli kitab beriman dan bertakwa, tentulah $ami tutup (hapus) kesalahankesalahan mereka dan tentulah $ami masukkan mereka kedalam surga-surga yang penuh kenikmatan 'dan sekiranya Ahli 2itab itu beriman( kepada @abi =uhammad sa! 'dan bertak!a( artinya menjaga diri dari keka*iran'pastilah 2ami hapus dari mereka kesalahan mereka dan 2ami masukkan mereka ke dalam Surga Surga kenikmatan. Adalah kenikmatan yang hakiki apabila kita dapat merasakan kenikmatan syurga. 2ita tahu bah!a syurga adalah tempat yang diinginkan setiap manusia. #an untuk meraihnya Allah telah memberikan syarat kepada kita berupa ketak!aan kepada @ya, melaksanakan perintah dan menjauhi larangan @ya. #alam ayat ini tentang nikmat re7eki: Itulah orang-orang yang beriman dengan sebenar-benarnya" mereka akan memperoleh beberapa dera at ketinggian di sisi %uhannya dan ampunan serta re&ki (nikmat) yang mulia"' #apat di pahami bah!a ayat diatas menjelaskan balasan Allah untuk "rang "rang yang beriman dengan memberikan beberapa derajat ketinggian di sisi @ya, ampunan dan re7eki yang halal. 4tu benar benar nikmat yang banyak dari Allah untuk "rang "rang yang beriman yaitu "rang "rang yang apabila disebut nama Allah gemetarlah hat mereka, dan apabila dibacakan kepada mereka

ayat ayat @ya, bertambhalah iman mereka, dan hanya pada Allah mereka bertak!a. 'itulah( "rang "rang yang berciri khas seperti tadi 'mereka "rang "rang yang beriman dengan sabenar benarnya( yang tidak diragukan lagi keimanannya. 'mereka akan memper"leh beberapa derajat ketinggian( kedudukan kedudukan di surga 'disisi tuhannya dan ampunan serta re7eki yang mulia( Allah men adikan bagi kamu isteri-isteri dari enis kamu sendiri dan men adikan bagimu dari isteri-isteri kamu itu, anak-anak dan (u(u-(u(u, dan memberimu re&ki dari yang baik-baik" !aka !engapakah mereka beriman kepada yang bathil dan mengingkari nikmat Allah )* 'Allah menjadikan bagi kalian istri istri dan jenis kalian sendiri( maka Allah menciptakan Siti 5a!a dari tulang rusuk @abi Adam dan semua manusia lainnya dari mani kaum laki laki dan !anita 'dan menjadikan bagi kalian dari istri istri kalian itu, anak anak dan cucu cucu( keturunan dari anak anaknya 'dan memberi kalian re7eki dari yang baik baik( berupa berbagai macam buah buahan, biji bijian dan he!an he!an tenak 'maka mengapa kepada yang batil( kepada berhala 'mereka beriman dan mengapa mereka ingkar terhadap nikmat Allah( dengan menyekutukan @ya. kemudian daripada itu Allah SWT menjelaskan nikmat Allah yang lain dari nikmat nikmat yang telah diterima "leh hamba @ya, agar manusia dapat memperhatikan keluasan nikmat @ya. Allah SWT telah menciptakan istri istri untuk mereka dari jenis mereka pula, dengan adanya isteri isteri itu manusia dapat bekerja sama dalam membina kemaslahatan bersama dan mengurus kehidupan bersama. #an istri istri itu pula Allah memberikan keturunan sebagai biji mata dan kesayangan yang dapat membahagiakan kehidupan mereka di dunia dan menjadi kebanggaan sebagai pelanjut keturunan. 2emudian Allah menjelaskan pula bah!a #ialah yang telah memberikan re7eki kepada mereka dari jenis makanan dan minuman yang le7at le7at, pakaian yang dapat melindungi kulit dari udara dingin dan tempat yang dapat melindungi dari teriknya mathari dan tirisnya hujan. #an ayat terakhir yang saya ambil dari Al .uran: dan Allah men adikan bagimu tempat bernaung dari apa yang telah +ia (iptakan, dan +ia adikan bagimu tempat-tempat tinggal di gunung-gunung, dan +ia adikan bagimu pakaian yang memeliharamu dari panas dan pakaian (ba u besi) yang memelihara kamu dalam peperangan" +emikianlah Allah menyempurnakan nikmat-Nya atasmu agar kamu berserah diri (kepadaNya)"' 'dan Allah menjadikan bagi kalian dari apa yang telah #ia ciptakan( seperti rumah rumah, p"h"n p"h"n dan mendung 'sebagai tempat bernaung( la*al Hhilaalan adalah bentuk jamak la*al Hhillun yang dapat melindungi diri kalian dari sengatan panas matahari 'dan #ia dijadikan bagi

kalian tempat tempat tinggal digunung gunung( la*al aknaanan adalah bentuk jamak dari la*al kinnun, yang artinya tempat untuk tinggal seperti gua dan liang besar 'dan #ia jadikan bagi kalian pakaian( dan dari dingin 'dan pakaianI baju besi yang memelihara kalian dalam peperangan( se!aktu kalian berperang yakni dari tusukan dan pukulan senjata di dalam peperangan, seperti baju dan t"pi besi. 'demikianlah( sebagaimana #ia telah menciptakan semuanya itu 'Allah menyempurnakan nikmat @ya( di dunia 'atas kalian( dengan menciptakan segala sesuatu yang menjadi keperluan kalian 'agar kalian( hai penduduk =ekkah 'masuk 4slam( agar kalian mengesakan @ya. kemudian dalam ayat ini Allah SWT menyebutkan lagi nikmat karunia @ya sebagaimana nikmat yang lalu disebutkan, yang memberikan rasa aman, damai dan tenteram. 2epada bangsa yang sudah menetap atau maju, Allah memberikan karunia tempat berteduh seperti rumah, h"tel h"tel, gedung gedung umumnya dibuat dari kayu, besi, batu dan lain lain, yang diciptakan Allah. Adapun cara menyikapi nikmat yaitu: 0. =engakui nikmat yang diberikan dengan penuh ketundukan. %. =emuji yang memberi nikmat atas nikmat yang diberikannya. J. Kinta hati kepada yang memberi nikmat dan 'tunduknya( angg"ta badan dengan ketaatan serta lisan dengan cara memuji dan menyanjungnya. 8. =enyaksikan kenikmatan dan menjaga 'diri dari( keharaman. :. =engetahui kelemahan diri dari bersyukur. E. =enyandarkan nikmat tersebut kepada pemberinya dengan ketenangan. >. <ngkau melihat dirimu "rang yang tidak pantas untuk mendapatkan nikmat. B. =engikat nikmat yang ada dan mencari nikmat yang tidak ada.

D. EMARAH
:emarah adalah salah satu indikasi ada-nya gangguan keji&aan. /al ini telah dijelaskan dalam Islam. !i dalam %l-8ur'an %llah S=. berfirman-

"(yaitu) orangorang yang menafkahkan (hartanya), baik di waktu lapang maupun sempit, dan orang-orang yang menahan

amarahnya dan mema'afkan (kesalahan) orang. Allah menyukai orang-orang yang berbuat kebajikan." !.". Ali #$mran (%)& '%() "elanjutnya *asulullah "A+ bersabda& ) ukanlah orang yang menang di saat bergulat, tetapi sesungguhnya orang yang kuat itu adalah yang dapat menguasai dirinya di &aktu marah). (/.*. $uslim dari %bu /urairah *.%.) +ata marah berasal dari kata- ghadlaba-yaghdlubu, artinya )marah). al-ghadlbu dalam bentuk isim berarti lembu, singa, al-ghadlbu berarti )kemarahan). Sedangkan al-ghudluub artinya ular yang jahat. %l-@hadhab ialah ):erubahan yg terjadi ketika mendidihnya darah di dalam hati untuk meraih kepuasan, apa yang ada di dalam dada ). Sikap mudah marah adalah sesuatu yang sangat membahayakan perkembangan ji&a, bahkan dapat memberikan celaka kepada orang lain di lingkungannya. 9leh karena itu Islam membimbing indiAidu dan masyarakat agar menjauhkan diri dari sifat pemarah dengan jalan mendekatkan diri kepada %llah S=..

Syekh Abdul A7is bin Lathi as Sayyid @ada dalam kitab =ausuuMatul Aadaab al4slamiyah, mengungkapkan hendak nya se"rang =uslim memperhatikan adab abad yang berkaitan dengan marah. ,erikut adab adab yang perlu diperhatikan terkait marah. ?ertama, jangan marah, kecuali karena Allah SWT. =enurut Syekh Sayyid @ada, marah karena Allah merupakan sesuatu yang disukai dan mendapatkan amal. =isalnya, marah ketika menyaksikan perbuatan haram merajalela. Se"rang =uslim yang marah karena hukum Allah diabaikan merupakan c"nt"h marah karena Allah. NSe"rang =uslim hendaknya menjauhi kemarahan karena urusan dunia yang tak mendatangkan pahala,N tutur Syekh Sayyid @ada. Rasulullah SAW, kata dia, tak pernah marah karena dirinya, tapi marah karena Allah SWT. @abi SAW pun tak pernah dendam, kecuali karena Allah SWT. 2edua, berlemah lembut dan tak marah karena urusan dunia. Syekh Sayyid @ada mengungkapkan, sesungguhnya semua kemarahan itu buruk, kecuali karena Allah SWT. 4a mengingatkan, kemarahan kerap berujung dengan pertikaian dan perselisihan yang dapat menjerumuskan manusia ke dalam d"sa besar dan bisa pula memutuskan silaturahim. 2etiga, mengingat keagungan dan kekuasaan Allah SWT. N4ngatlah kekuasaan, perlindungan, keagungan, dan keperkasaan Sang 2halik ketika sedang marah,N ungkap Syekh Sayyid @ada. =enurut dia, ketika mengingat kebesaran Allah SWT, maka kemarahan akan bisa diredam. ,ahkan, mungkin tak jadi marah sama sekali. Sesungguhnya, papar Syekh Sayyid @ada, itulah adab paling berman*aat yang dapat men"l"ng sese"rang untuk berlaku santun 'sabar(. 2eempat, menahan dan meredam amarah jika telah muncul. Syekh Sayyid @ada

mengungkapkan, Allah SWT menyukai sese"rang yang dapat menahan dan meredam amarahnya yang telah muncul. Allah SWT ber*irman, N F dan "rang "rang yang menahan amarahnya dan memberi maa* "rang lain, dan Allah mencintai "rang "rang yang berbuat kebaikan.N '.S Ali 4mran:0J8(. =enurut 4bnu 5ajar dalam Lathul ,ahri, ketika kemarahan tengah me muncak, hendaknya segera menahan dan meredamnya untuk tindakan keji. Rasulullah SAW bersabda, N,arang siapa yang dapat menahan amarahnya, sementara ia dapat meluapkannya, maka Allah akan memanggilnya di hadapan segenap mahluk. Setelah itu, Allah menyuruhnya memilih bidadari surga dan menikahkannya dengan siapa yang ia kehendaki.N '5R Ahmad(. 2elima, berlindung kepada Allah ketika marah. @abi SAW bersabda, N1ika sese"rang yang marah mengucapkanO MAMuud7u billah 'aku berlindung kepada Allah SWT, niscaya akan reda kemarahannya.N '5R 4bu MAdi dalam al 2aamil.( 2eenam, diam. Rasulullah SAW bersabda, NAjarilah, permudahlah, dan jangan menyusahkan. Apabila salah se"rang dari kalian marah, hendaklah ia diam.N '5R Ahmad(. Terkadang "rang yang sedang marah mengatakan sesuatu yang dapat merusak agamanya, menyalakan api perselisihan dan menambah kedengkian. 2etujuh, mengubah p"sisi ketika marah. =engubah p"sisi ketika marah merupakan petunjuk dan perintah @abi SAW. @abi SAW bersabda, N1ika salah se"rang di antara kalian marah ketika berdiri, maka hendaklah ia duduk. Apabila marahnya tidak hilang juga, maka hendaklah ia berbaring.N '5R Ahmad(. 2edelapan, ber!udhu atau mandi. =enurut Syekh Sayyid @ada, marah adalah api setan yang dapat mengakibatkan mendidihnya darah dan terbakarnya urat syara*. N=aka dari itu, !udhu, mandi atau semisalnya, apalagi mengunakan air dingin dapat menghilangkan amarah serta gej"lak darah,N tuturnya, 2esembilan, memeberi maa* dan bersabar. )rang yang marah sudah selayaknya memberikan ampunan kepada "rang yang membuatnya marah. Allah SWT memuji para hamba @ya N... dan jika mereka marah mereka memberi maa*.N '.S Asy Syuura:J>(. Sesungguhnya @abi SAW adalah "rang yang paling lembut, santun, dan pemaa* kepada "rang yang bersalah. N... dan ia tak membalas kejahatan dengan kejahatan, namun ia memaa*kan dan memberikan ampunan... N begitu si*at Rasulullah SAW yang tertuang dalam Taurat, kitab yang diturunkan Allah kepada @abi =usa AS.

KESIMULAN
Secara bahasa, Riya adalah memperlihatkan suatu amal kebaikan kepada sesama manusia, adapun secara istilah yaitu: melakukan ibadah dengan niat dalam hati karena demi manusia, dunia yang dikehendaki dan tidak berniat beribadah kepada Allah SWT. Salah satu
masalah pokok yang banyak dibicarakan oleh al-al-Qur'an adalah kufr (kekafiran). @ikmat

secara etim"l"gis berasal dari bahasa arab yang berarti segala kebaikan, keenakan, dan semua rasa kebahagiaan. Sesuatu yang berman*aat di dunia dan akhirat seperti ilmu dan akhlak mulia.
:emarah adalah salah satu indikasi ada-nya gangguan keji&aan.

DAFTAR USTAKA
http:IIbabinr"hisnakertrans."rgIartikel islamIku*ur dan karakteristiknya dalam al /uran

http-??tanbihun.com?tasa&&uf?definisi-riya-dan-penjelasannya?

http-??muslimpsikologi.blogspot.com?0B40?B1?pemarah-dan-pendendam.html

http:II!!!.republika.c".idIberitaIensikl"pedia islamIkha7anahI09I9BI9BI0%BB:J adab mengendalikan amarah menurut islam