Anda di halaman 1dari 40

Realita Haji : 1

Edisi I / Tahun 2012

Daftar Isi Salam Redaksi 3 Surat Pembaca 4 Sorotan 5 Fokus Realita 6 Evaluasi dan

Daftar Isi

Salam Redaksi

3

Surat Pembaca

4

Sorotan

5

Fokus Realita

6

Evaluasi dan Perspektif

14

Opini

12

Asrama Haji

25

Info Keijakan

26

Hajisiana

28

Kalaedoskop

30

Kronika Luar Negeri

34

Kronika Dalam Negeri

36

PIAK (Program Inisiatif Anti Korupsi)

38

Realita Haji : 2

Realita Haji : 2

Edisi I / Tahun 2012

Edisi I / Tahun 2012

Anti Korupsi) 38 Realita Haji : 2 Realita Haji : 2 Edisi I / Tahun 2012

Cover Edisi I/2012

Salam Redaksi

Evaluasi dan Wacana Moratorium Haji

Assalamu’alaikum Wr. Wb.

A lhamdulillah, penyelenggaraan ibadah haji 1432H/2011 sudah selesai pada akhir Desember 2011 lalu. Selanjutnya para petugas haji yang masih di Tanah Suci langsung menyelenggarakan evaluasi haji tingkat Arab Saudi yang melibatkan seluruh petugas

di

Daker Makkah, Madinah dan Jeddah. Evaluasi berikutnya dilangsungkan

di

setiap Embarkasi Haji di seluruh Tanah Air yang berjumlah 11 Embarkasi,

yakni Embarkasi Jakarta I dan 2, Embarkasi Medan, Batam, Aceh, Padang, Palembang, Solo, Surabaya, Makasar, Banjarmasin dan Balikpapan.

Kegiatan yang didalamnya terdapat unsur evaluasi dilangsungkan dalam satu wadah rapat yang disebut dengan Rapat Koordinasi Teknis Tingkat Pimpinan (Rakortektim) tentang penyelenggaraan ibadah haji pusat dan daerah yang salah satu hasilnya akan menjadi koreksi untuk memperbaiki penyelenggaraan ibadah haji kedpan sekaligus peningkatan pelayanannya kepada para jemaah calon haji.

Demikianlah gambaran mengenai edisi perdana majalah yang kita cintai ini. Tentu saja rubrik-rubrik lainnya, tetap hadir seperti biasanya. Seperti info kebijakan, kita turunkan langkah Kantor Kementerian Agama Pasuruan, Jawa Timur dalam usaha peningkatan pelayanannya kepada para jemaah calon haji dengan menyebarkan angket yang harus diisi oleh para jemaah haji, pelayanan apa saja yang perlu ditingkatkan.

Sedangkan rubrik info dari daerah, kita turunkan laporan dari Kanwil Kemenag Kalteng yang sedang bekerja keras menjadikannya sebagai Embarkasi Haji Antara. Mereka menghadapi masalah anggaran untuk pengnggutan jemaahnya ke embarkasi utama Jakarta yang memerlukan biaya Rp 5,6 milyar.

Semoga apa yang kita turunkan dalam majalah ini, akan memberikan manfaat kepada kita semua. Dukungan para pembaca akan mendukung kami untuk terus memperbaiki dan meningkatkan kualitas majalah yang kita cintai ini.

Wassalamu’alaikum Wr. Wb.

Redaksi

kita cintai ini. Wassalamu’alaikum Wr. Wb. Redaksi Penanggung Jawab Slamet Riyanto Cepi Supriatna Pimpinan

Penanggung Jawab Slamet Riyanto Cepi Supriatna Pimpinan Redaksi M. Amin Akkas Wakil Pimpinan Redaksi Ali Rokhmad Sekretaris Redaksi Affan Rangkuti Redaktur Senior Ahmad Baedowi Mustofa Helmi Editor Bahar Maksum Edi Supriatna Syafei Desain Grafis & Fotografer Taufiq Erwin Haryadi Nashir Maqshudi Kadar Santoso Toto Sugiarto Syaiful Asifuddin Sekretariat Erwin Julystiawan Fajris Saidah Reza Muhammad Eko Dwi Irianto Ratna Salbiah Ahmad Rizal Widya Ningsih Tri Rostinanti Endang Sugandi Misbachul Munir Dhias Rangga Ananta Herianto

Diterbitkan Oleh :

Ditjen Penyelenggaraan Haji dan Umrah Kementerian Agama RI

Alamat Redaksi :

Gedung Kementerian Agama ,

Lt.VI/B.608

Jl. Lapangan Banteng Barat, No.3-4 Jakarta Pusat 10710 Telepon (021)3846446, Fax.

(021)34831417

Email: realita@haji.kemenag.go.id

Realita Haji : 3

Edisi I / Tahun 2012

Rencana

ucapkan banyak terima kasih. Wassalamu’alaikum wr. wb M. S. Sabilillah

ini. sementara

Pelunasan

paspor wr. dan wb. saya dan

agar itu

kami juga

tidak sedang

berbenah

permohonan

jemaah

harus

Assalaamu’alaikum

memiliki nomor rekening

sehingga

Estimasi keberangkatan

memudahkan

jemaah, khususnya

Wa’alaikum

istri tahun 1433H/2012

jemaah usia lanjut

salam menghubungi

dan dibawah umur.

wb,

yang mau

wr

Terimakasih

Wassalammualaikum wr wb.

saya tanyakan

telah

rencana informasi

kami, untuk pindah

pelunasan BPIH bulan apa ?

untuk tahun

dari

haji reguler

2012

Assalamualaikum

menjadi haji plus,

kemudian

,

prosedurnya

biaya permohonan paspor

sudah melakukan

saya

adalah sama dengan

pembayaran

sudah termasuk

mendaftar awal

ongkos haji dengan

di dalam BPIH ?

kepada kantor

haji khusus

kami tidak ikut KBIH apakah ada

wilayah kemenag

pada bulan

kemudian memilih

maret th 2011,

saya mau

PIHK dan membatalkan nomor porsi

perbedaan pelayanan pembuatan

bertanya untuk haji khusus yang

baik dari

haji reguler yang telah

membayar sampai

paspor sampai di tanah suci ?

dimiliki.

bulan berapa yang , terima kasih,

pelayanan

Wassalam

berangkat th 2011

Atas penjelasannya kami ucapkan

wassalamualikum

Pendaftaran

jazakumulloh

khoiron katsiron

Haji

di

Bawah

25

Tahun

Wassalaamu’alaikum wr. wb.

Wa’alaikum

salam

wb,

wr

Assalamu’alaikum,

Terimakasih

telah

wb

wr.

mengubungi

kami,

Saya

Wa’alaikum

sebelumnya

sudah

salam

membaca

telah

wr wb,

kami

edaran

surat

umumkan

Pembahasan

lewat

yang

BPIH

menyatakan

website

dibahas

bahwa

ini seperti

batas

lebih

awal

anak

KTP. hal di

no

haji

porsi

bawah

untuk

khusus

tahun

17

tahun

ini,

sehingga

bisa

dapat

yang

diharapkan

mendaftar

melunasi

pada

haji

hanya

tahun

penetapanya

dengan

2011,

lebih

pun

untuk

persyaratan

cepat.

ini

saat

haji

khusus

Kartu

Untuk

Pelajar,

pembuatan

memiliki

Akta

waiting

lahir

list

passport

sudah

./ yang

daftar

lain

ato

tunggu

sebagainya

termasuk

2-3

dalam BPIH,

tahun.

tanpa

harus

kecuali bagi

sama

ada

haji

reguler

Permasalahannya

yang telah memiliki passport.

pendaftaran

haji

adalah

mutlak

bagaimana

memiliki

dengan

Tidak ada

prinsip

tabungan

perbedaan pelayanan bagi

first

hajinya?,

frist

come

kecuali

serve,

sedangkan

jemaah

untuk

banyak

jemaah

yang mengikuti KBIH atau

udzur

pihak

Bank

telah

di

tidak, jika

penerima

atur

Anda masih merasa kurang

oleh

Biaya

Penyelenggaraan

peraturan

Menteri

Agama

Ibadah

bimbingan mengenai ibadah haji ada

Haji

(BPIH)

mengenai penggunaan

yang

sisa kuota

baiknya Anda telah

mengharuskan

nasional, silahkan anda merujuk sesi

mengikuti

nasabahnya

KBIH.

bisa

Terimakasih

membuat tabungan kalau

regulasi pada website kami untuk

menghubungi

sudah

kami,

punya Trimakasih KTP, Wassalam.

peraturan tersebut.

wassalammualaikum

wr wb

Wa’alaikum salam wr wb,

Bagaimana

caranya Peralihan dari ke haji plus.

Terimakasih telah menghubungi

haji regular

kami, untuk

Assalamu’alaikum Wr. Wb.

membuka tabungan

bagi anak dibawah

Orang tu saya

telah mendaftar haji

umur, biasanya

bank membuka

reguler pada tahun 10

program tabungan

maret 2010.

Saya

pendidikan,

ingin mengalihkan mereka ke

dan tabungan

tersebut

hanya membutuhkan kartu pelajar

haji plus

mengingat panjangnya

daftar tunggu. Mohon penjelasannya

serta pendampingan

orang tua.

silahkan anda menghubungi

bagaimana

customer

caranya ? Atas bantuanya

service masing-masing mengkonsultasikan hal

saya

bank untuk

Realita Haji : 4

Realita Haji : 4

Edisi I / Tahun 2012

Edisi I / Tahun 2012

Soroton

Soroton Agenda Terselubung Drs. M. Amin Akkas, M.Si Mengakhiri penyelenggaraan ibadah haji 1432H/2011M, merebak wacana

Agenda Terselubung

Drs. M. Amin Akkas, M.Si

Mengakhiri penyelenggaraan ibadah haji 1432H/2011M, merebak wacana perlunya pembentukan badan khusus penyelenggara ibadah haji yang dilontarkan Ketua DPR RI, Marzuki Alie. Menyusul kemudian KPK (Komisi Pemberatasan Korupsi) menyatakan perlunya moratorium pendaftaran jemaah calon haji.

Apa yang dilontarkan Ketua DPR RI itu, sebenarnya bukan masalah baru. Wacana itu muncul sudah cukup lama. Belakangan wacana itu muncul setiap adanya rencana revisi atau perubahan atas undang-undang penyelenggaran ibadah haji.

Seperti diketahui, saat ini DPR RI menggunakan hak inisiatif menyiapkan RUU (Rancangan Undang Undang) penyelenggaraan ibadah haji untuk mengganti UU No 13 Tahun 2008 tentang Penyelenggaraan ibadah haji. Pada saat pembahasan RUU ini, juga muncul wacana perlunya penyelenggara ibadah haji dari badan tersendiri di luar Kementerian Agama. Mereka yang mendukung ide ini menggunakan teori penyelenggaraan pemerintahan dimana harus ada pemisahan antara regulator dan operator. Dalam masalah ini, pemerintah bersama DPR sebagai regulator. Untuk itu sebagai operatornya harus badan tersendiri.

Tetapi ketika pembahasan RUU berlangsung dengan melibatkan stakeholder haji, hampir semuanya menolak ide penyelenggara ibadah haji ditangani badan khusus atau pihak swasta. Alasannya praktis saja, sejarah menunjukkan belum pernah ada badan swasta yang sukses menyelenggarakan ibadah haji. Setiap kegagalan swasta atau yayasan menyelengarakan ibadah haji, yang jadi korban para jemaah haji.

Pada sisi lain, penyelenggaraan ibadah haji merupakan pekerjaan besar, dimana setiap tahun tidak kurang dari 220 ribu jemaah calon haji harus diberangkatkan ke Tanah Suci untuk menunaikan ibadah haji. Pemerintah atau Kementerian Agama yang sudah puluhan tahun menyelenggarakan ibadah haji, hampir setiap tahun ada saja masalah yang timbul. Padahal pelayanan yang diberikan para petugas haji untuk mendukung suksesnya para jemaah calon haji meraih haji mabrur, sudah mendapat sertifikat ISO 9001:2008 sesuai standar pelayanan internasional.

Sekarang diusulkan agar penyelenggara ibadah haji ditangani badan khusus atau pihak swasta. Apa mereka mampu menyelenggarakannya? Semua masih tanda tanya besar, belum berpengalaman, sejarah mencatat hanya kegagalan dan kegagalan ketika mereka menyelenggarakan ibadah haji. Apakah kegagalan itu harus terulang kembali?

Pada sisi lain, mantan Ketua Umum PBNU, KH. Hasyim Muzadi mensinyalir, karena anggaran penyelenggaraan ibadah haji itu sangat besar, bukan tidak mungkin nantinya mereka akan mencari dana pinjaman ke luar negeri. Dan, yang punya dana besar kaum Yahudi. Apa umat Islam mau penyelenggaraan ibadah haji mereka menggunakan duit orang-orang Yahudi?

Bahkan ada yang lebih ekstrim memandang wacana itu sebagai agenda terselubung untuk menggerogoti Kementerian Agama secara bertahap hingga pada akhirnya kementerian itu dibubarkan. Sekarang penyelenggaraan ibadah haji yang akan dicopot dari Kementerian Agama, menyusul kemudian masalah pendidikan. Ini bukan omong kosong. Dalam draft RUU Pendidikan Nasional yang akan dibahas DPR RI terdapat pasal bahwa instansi pemerintah yang menjalankan pendidikan harus sesuai dengan bidang instansi tersebut. Dalam masalah ini Kementerian Agama kini memperluas penyelenggaraan pendidikan dari sebelumnya hanya institute atau IAIN (Institut Agma Islam Negeri) kini menjadi UIN (Universitas Islam Negeri). Kalau pasal itu lolos dalam pembahasan RUU tersebut, maka UIN-UIN tersebut akan terlepas dengan sendirinya. Agenda berikutnya, semua penyelenggaraan pendidikan akan ditangani oleh Kementerian Penidikan dan Kebudayaan.

Lantas Kementerian Agama akan menangani apa? Hanya bimbingan masyarakat keagmaan yang akan ditanganinya. Kalau sudah demikian, untuk apa Kementerian Agama dipertahankan? Inilah agenda terselubung mereka sebenarnya. Mereka menggunakan orang-orang Islam sendiri untuk membubarkan Kementerian Agama secara sistematis. Ironis sekali.

Padahal, para pendiri Negara ini yang sebagian besar tokoh-tokoh Islam, sudah banyak mengalah tidak menjadikan Negara ini sebagai Negara Islam demi keutuhan Negara Kesatuan RI (NKRI). Sebagai ‘’kompensasinya’’ dibentuklah Kementerian Agama untuk menangani berbagai masalah agama dan keagamaan, termasuk di dalamnya menyelenggaraan pendidikan keagamaan. Rupanya orang-orang yang tidak menghendaki keberadaan Kementerian Agama di Negara ini tidak mau putus asa. Berbagai cara mereka gunakan untuk mewujudkan tekadnya demi membubarkan Kementerian Agama. Sementara sekelompok orang Islam tidak menyadari adanya program terselubung tersebut.

Tetapi, penyelengaraan ibadah haji ini memang sangat menggiurkan. Bayangkan, saat ini dana pendaftaran jemaah calon haji lebih Rp 30 triliyun. Ini dana segar yang setiap saat bisa digunakan. Saat disimaini dana tersebut disimpan dalam bentuk deposito, giro serta SUKUK yang dijamin 100% oleh pemerintah, sehingga tidak perlu khawatir dana tersebut akan hangus sekiranya bank tempat dana tersebut disimpan mengalami kesulitan likuiditas hingga harus dilikuidasi. Hanya dengan disimpan begitu saja, setiap tahun mendatangkan dana optimalisasi hingga sekitar Rp 1,7 teriliyun. Luar biasa…

Realita Haji : 5

Realita Haji : 5

Edisi I / Tahun 2012

Edisi I / Tahun 2012

Pengelolaan Haji Mau Dibawa Kemana?
Pengelolaan Haji
Mau Dibawa Kemana?

Fokus Realita

Ribut-ribut soal usulan badan khusus penyelenggaraan haji, sebulan terakhir kembali marak karena munculnya usulan IPHI terhadap RUU, pengganti uu no 13 tahun 2008 tentang Penyelenggaraan Ibadah Haji. Salah satu usulan dalam RUU versi IPHI adalah pembentukan Badan Khusus yang mengurus penyelenggaraan haji, dan bertanggung jawab langsung kepada presiden.

J auh hari sebelumnya, ketua DPR

Marzuki Alie ketika bertindak

sebagai ketua tim pengawas

haji DPR-RI, di Makkah akhir

Oktober tahun lalu, kepada pers

pernah melontarkan usulan yang sama apabila memang

Kementerian agama tidak mampu mengelola layanan haji dengan baik maka perlu dibuat badan yang khusus mengelola haji.

Badan itu, kata Marzuki Alie, tidak lagi memerlukan APBN dan bisa menggunakan dana haji yang besarnya sangat besar dan harus dikelola secara profesional untuk memperbaiki layanan kepada jamaah.

Sementara Ketua Komisi VIII DPR-RI Abdul Kadir Karding menyatakan, delapan dari sembilan fraksi di

Realita Haji : 6

Edisi I / Tahun 2012

sembilan fraksi di Realita Haji : 6 Edisi I / Tahun 2012 Ketua DPR Marzuki Ali

Ketua DPR Marzuki Ali didampingi Ketua Komisi VIII DPR-RI Abdul Kadir Karding memberikan keterangan pers, di ruang MCH Makkah

Komisi VIII DPR mendukung usulan pembentukan badan khusus pengelolaan ibadah haji melalui revisi UU Nomor 13/2008 tentang Penyelenggaraan Ibadah Haji

Sebagian besar fraksi di komisi yang

membidangi masalah agama, sosial, dan pemberdayaan perempuan itu, kata Karding, sepakat usulan pembentukan badan khusus haji. Keberadaan badan khusus haji dinilai sebagai solusi untuk mengatasi

berbagai masalah yang kerap terjadi dalam setiap penyelenggaraan ibadah haji.

Menurut Karding, pada prinsipnya, fraksi-fraksi di Komisi VIII DPR menginginkan terjadinya perubahan yang signifikan dalam pengelolaan haji, salah satunya pemisahan antara regulator, operator, dan evaluator yang selama ini diperankan Kementerian Agama.

Menolak

KH. Hasyim Muzadi yang saat itu bertindak sebagai Naib Amirul Haj, ketika berada di Makkah menanggapi dengan tegas adanya usulan dari sejumlah orang tentang pembentukan badan khusus untuk penyelenggaraan haji. KH.Hasyim mengatakan, umat Islam diminta mewaspadai

memungkinkan investor luar negeri masuk. Bagaimana kalau yang investasiYahudi?” Kita musti ingat bahwa haji adalah ibadah umat Islam tidak sekedar travel atau pariwisata,” kata Hasyim.

Hasyim mengingatkan, penyelenggaraan ibadah haji adalah diselenggarakan dalam manasik syareat, sehingga harus ditangani oleh pihak yang bener-benar memahami pelaksanaan ritual itu.

Hasyim juga tidak mengingkari bahwa Kementerian Agama (Kemenag) dalam mempersiapkan pelaksanaan haji memiliki banyak kelemahan seperti lazimnya instansi yang lain. “Terpenting sekarang adalah bagaimana membantu Kemenag agar optimal dalam menyelenggarakan haji,” katanya.

Tanggapan yang sama juga disampaikan Ketua Mahkamah

katanya. Tanggapan yang sama juga disampaikan Ketua Mahkamah KH. Hasyim Muzadi “Islam Phobia” antara lain dengan

KH. Hasyim Muzadi

“Islam Phobia” antara lain dengan makin gencarnya sejumlah pihak menginginkan agar penyelenggaraan ibadah haji diserahkan kepada badan.“Penyelenggaraan ibadah haji perlu modal sangat besar yang

Konstitusi (MK) Prof. Dr. Mohammad Mahfud MD yang menyatakan, penyelenggaraan haji harus tetap dipegang oleh pemerintah, karena jika diswastakan akan berdampak luas. ”Penyelenggaraan haji tanggung jawab pemerintah. Pemerintahlah

haji tanggung jawab pemerintah. Pemerintahlah Mahfud MD yang harus melaksanakan penyelenggaraan ibadah

Mahfud MD

yang harus melaksanakan penyelenggaraan ibadah haji. Jika

ada kelemahan sistem, itu yang harus

diperbaiki, bukan dikomersialkan urusan ibadah haji,” ucap Mahfud

MD ketika menjadi pembicara dalam

seminar menyambut Hari Amal Bakti (HAB) Kementerian Agama di Jakarta,

Mahfud menegaskan pelayanan penyelenggaraan haji adalah tugas negara. Jika dilakukan swasta, tentu hanya yang kaya saja dapat menunaikan ibadah haji. Tugas negara selain melindungi rakyat juga memberikan pelayanan di dalamnya, termasuk seluruh kebutuhan di dalamnya. Jika ada yang merasa kecewa terhadap penyelenggaraan ibadah haji, jangan lantas mengalihkan ke swasta.”Ini harus mati-matian dipertahankan,” tegasnya.

Ketua Umum PBNU KH Said Aqil Siradj menilai pembentukan badan untuk mengelola penyelenggaraan ibadah

haji belum tentu akan meningkatkan

pelayanan bagi jemaah haji Indonesia. ”Saya khawatir malah akan

Realita Haji : 7

Edisi I / Tahun 2012

Said Aqil Siradz Ketua umum PBNU Marsyudi Syuhud Sekjen PBNU menambah biaya penyelenggaraan haji sehingga

Said Aqil Siradz Ketua umum PBNU

Said Aqil Siradz Ketua umum PBNU Marsyudi Syuhud Sekjen PBNU menambah biaya penyelenggaraan haji sehingga menjadi

Marsyudi Syuhud

Sekjen PBNU

menambah biaya penyelenggaraan haji sehingga menjadi lebih mahal,” ucap KH.Said Aqil di kantor PBNU, Jakarta Pusat, saat menerima Menag dan rombongan, Selasa (7/2) malam.

Said Aqil menambahkan, pihak PBNU baru saja memperoleh penjelasan dari Menteri Agama mengenai rencana Dewan Perwakilan Rakyat yang akan membahas tentang pembentukan badan penyelenggara ibadah haji. “Jika ada badan belum tentu sebaik sekarang ini,” ujar kiai Said.

Namun demikian dia mengingatkan

Realita Haji : 8

Edisi I / Tahun 2012

agar Kementerian Agama semakin meningkatkan mutu pelayanan jemaah haji. “Kami bisa memaklumi melayani 200 ribu orang itu tidak mudah, tapi kita berharap Kemenag meningkatkan pelayanan,” katanya.

Sekretaris Jenderal PBNU Marsudi Syuhud turut menegaskan, Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) menolak wacana pembentukan badan khusus yang mengelola penyelenggaraan ibadah haji karena dinilai tidak efisien.

“Katanya negara ini menggalakkan efisiensi, tapi kok terus berkeinginan membentuk badan-badan yang justru menghambur-hamburkan uang negara,” kata Sekretaris Jenderal PBNU Marsudi Syuhud di Jakarta, Rabu lalu

PBNU memahami semangat yang melatarbelakangi keinginan dibentuknya badan khusus haji,

yakni ingin memperbaiki kualitas penyelenggaraan haji. ”Jika niatnya memperbaiki penyelenggaraan haji, maka sebaiknya berkonsentrasi saja

di persoalan itu, tidak perlu diperlebar

dengan keinginan membentuk lembaga khusus.

Apalagi, kata Marsudi, jika pembentukan badan itu ujung- ujungnya hanya upaya bagi-bagi kekuasaan atau berorientasi proyek.”PBNU berpendapat tidak perlu membakar rumah untuk menghilangkan tikus, atau membentuk lumbung baru yang belum tentu juga bebas dari tikus,” katanya.

Marsudi menambahkan, sudah terlalu banyak badan atau lembaga

di Negara ini didirikan dan dibiayai

untuk mengurus suatu urusan yang sebenarnya sudah ada yang mengurus.”Apa ini yang dimaksud efisiensi?” kata Marsudi.

Ketua Umum Forum Komunikasi (FK) KBIH Drs. KH Muchtar Ilyas juga menegaskan, menolak penyelenggaraan ibadah haji dikelola swasta atau pun dalam bentuk badan, karena selain dapat menjurus ke arah komersialisasi juga berujung pada kerugian umat Muslim secara keseluruhan.

FK KBIH, kata KH.Muchtar Ilyas, menolak usul atau pun gagasan dari Pengurus Besar Ikatan Persaudaraan Haji Indonesia (IPHI) dan kelompok lain untuk mengubah penyelenggaraan ibadah haji yang selama ini dipegang Kementerian Agama.

Muchtar Ilyas menegaskan, alasan penolakannya, selain bakal menimbulkan biaya tinggi juga bisa menimbulkan kekacauan dan kekecewaan bagi calon haji. Bisa dibayangkan penyelenggaraan ibadah haji yang dari tahun ke tahun mengalami perbaikan secara tiba-tiba diubah. Hal itu bakal menimbulkan kekacauan mengingat umat Muslim yang menunaikan ibadah haji terus bertambah jumlahnya.

Menag Bicara

Menanggapi soal pembentukan badan khusus haji tersebut, Menteri Agama Suryadharma Ali mengatakankan, dirinya terbuka dengan usul pembentukan badan khusus penyelenggara haji. ”Cuma sayang, belum ada pihak- pihak pengusul gagasan itu yang menyampaikannya langsung atau mengajak berdiskusi secara langsung, ” ujar Menag.

Menag Suryadharma Ali mengungkapkan, usul itu selama ini hanya disampaikan melalui media. ’’Karena itu, undanglah saya. Itu yang

saya minta dari dulu supaya konsep mereka secara utuh bisa saya terima,” tambahnya Kalau bagus,

saya minta dari dulu supaya konsep mereka secara utuh bisa saya terima,” tambahnya

Kalau bagus, Kata Menag, pasti kami dukung. Bukan hanya 100, tapi 1.000 persen. ”Saya berharap ada pihak yang memberikan pemahaman kepada saya secara komprehensif soal badan khusus penyelenggara haji itu,’’ katanya.

Menurut Suryadharma, pemahaman yang diminta, antara lain, mengenai profesionalitas dan transparansi yang pernah dia dengar. ”Jelaskan, kalau ada perkataan Menteri Agama dengan seluruh aparaturnya tidak profesional, kriteria profesional itu harus dijelaskan dengan gamblang,”harapnya.

Sampai saat ini, Menag mengaku belum melihat keunggulan usul

tersebut karena belum mengerti konsepnya secara utuh. Dia menegaskan kembali bahwa dirinya perlu mengetahui keunggulan konsep badan itu secara riil dan jelas. ’’Kalau sekarang, pandangan mengenai badan penyelenggara haji itu menurut saya belum utuh. Saya memandang tujuan pembentukan badan khusus itu memiliki pandangan politis dan berbau komersial, ”tegasnya.

Suryadharma Ali mencium adanya rencana komersialisasi dibalik usulan perbaikan-perbaikan tersebut, utamanya menyangkut pembentukan badan khusus penyelenggara ibadah haji. ”Jangan-jangan usulan pembentukan badan khusus ini terselip juga keinginan untuk mengkomersialisasikan haji,” ujar Suryadharma Ali kepada wartawan di

Kantor Kemenag, Jakarta, Senin lalu

Pembentukan badan khusus haji ini, jelas harus dipertimbangkan secara cermat dan matang, ditinjau dari beragam aspek dan kepentingan yang berorientasi sepenuhnya pada peningkatan pelayanan kepada jemaah haji, tak semata karena kepentingan sesaat, bernuansa politis dan mengarah kepada komersialisasi penyelenggaraan haji.

Seperti pendapat PBNU, tidak perlu membakar lumbung untuk menghilangkan tikus, atau membentuk lumbung baru yang belum tentu juga bebas dari tikus (ts)

Realita Haji : 9

Edisi I / Tahun 2012

Fokus Realita

Sukses Haji Tahun 1432H/2011M

“Indeks kepuasan jemaah haji telah mencapai 81,45%. Indeks tersebut tergolong cukup baik atau berada di atas standar”

K ementerian Agama RI saat ini

telah melakukan perbaikan

mendasar dalam layanan

penyelenggaraan ibadah haji

tahun 2011. Antara lain yang cukup signifikan adalah jarak tempuh dari lokasi pemukiman pemondokan jamaah haji di Arab Saudi yang semakin mendekat dengan Masjidil Haram dan Masjid Nabawi, sehingga pelaksanaan ibadah jamaah haji Indonesia semakin terjaga kenyamanan, keamanan dan kekhusyu’annya selama di Tanah Suci.

Berdasarkan hasil penelitian Biro

Pusat Statistik (BPS) Tahun 1431 H/ 2010 M, indeks kepuasan jemaah haji telah mencapai 81,45%. Indeks kepuasan tersebut tergolong cukup baik atau berada di atas standar. Diharapkan dalam penyelenggaraan tahun 1432 H/ 2011 M, indeks tersebut akan semakin meningkat berdasarkan indikator peningkatan yang mendasar dari tahun sebelumnya. Selain lokasi pemondokan, indikator kesuksesan yang mengalami peningkatan tahun ini juga mencakup pelayanan katering, kesehatan dan perlindungan jemaah, seperti

terlihat dari data di bawah ini:

1. Lokasi pemukiman pemondokan jemaah Indonesia di Makkah pada tahun 2011 ini telah meningkat cukup signifikan bila dibandingkan dengan tahun sebelumnya.

Dari total jumlah jamaah yang menempati jarak maksimum 2.000 meter dari Masjidil Haram adalah mencapai 187.424 jemaah atau 93%, sementara tahun sebelumnya 2010 hanya 63% atau sebanyak 127.338

jamaah. Sehingga sisanya hanya 15.129 jemaah atau tinggal 7% yang menempati pemondokan

Sehingga sisanya hanya 15.129 jemaah atau tinggal 7% yang menempati pemondokan Realita Haji : 10 Edisi

Realita Haji : 10

Edisi I / Tahun 2012

jarak maksimal 2.500 m dari Masjidil Haram.

Untuk lebih jelasnya upaya perbaikan jarak tempuh ini dapat dilihat pada tabel perbandingan 3 tahun terakhir.

Demikian halnya dengan lokasi pemondokan Jemaah Indonesia di Madinah, yang tahun ini seluruhnya sudah berada di Wilayah

Markaziah dengan jarak maksimal 650 meter dari Masjid Nabawi. Berikut ini perbandingan 3(tiga) tahun terakhir upaya perbaikanjarak tempuh lokasi pemondokan Jemaah di Madinah:

2. Bidang konsumsi juga terus mengalami perbaikan. Pelayanan katering selama di Madinah, Armina dan di Jeddah dimaksudkan untuk menambah kekhusu’an jemaah untuk melakukan arba’in di masjid Nabawi maupun ziarah ketempat- tempat bersejarah oleh karena jarak tempuh semakin dekat dan telah

disediakan katering.

Di Madinah diberikan katering bentuk kemasan boks sebanyak 18 kali untuk makan siang dan malam, sedangkan di Armina katering diberikan sebanyak 16 kali dengan sistem prasmanan.

Selain itu, pemerintah juga menyedi akan konsumsi pada saat kedatangan dan pemulangan jemaah di Bandara KAAIA Jeddah maupun di hotel transit. Jaminan kualitas dan kuantitas melalui penetapan standarisasi layanan katering yang meliputi standar bahan baku, SDM, peralatan, proses kerja dan pengendalian mutu, serta telah penempatan tenaga pengawas dari Kementerian Kesehatan juga telah diberlakukan.

3. Terkait kesehatan, dilakukan proses seleksi dan perbaikan kopetensi para petugas kesehatan yang menyertai Jemaah di kloter yaitu dokter dan paramedis.

Penyempurnaan dan kesiapan fasilitas pelayanan kesehatan seperti klinik

atau BPHI yang setara dengan Rumah Sakit Tipe C, dengan total daya tampung 200 pasien, dilengkapi dengan 28 armada ambulan, juga ketersediaan alat-alat kesehatan dan obat-obatan juga terus ditingkatkan kualitasnya.

4. Hal lainnya yaitu keamanan. Pemerintah telah menugaskan 43 orang personel keamanan yang terdiri dari 28 anggota TNI dan 15 anggota Polri, yang ditempatkan di lokasi strategis aktifi tas keseharian

Jemaah termasuk tempat-tempat ibadah. Dalam konteks inilah, pemerintah senantiasa melakukan berbagai upaya untuk memberikan perlindungan dalam rangka menjaga dan menjamin rasa aman jemaah haji saat berada di Jeddah, Makkah, Arafah, Muzdalifah, Mina dan Madinah.

TABEL UPAYA PERBAIKAN JARAK TEMPUH PERBANDINGAN 3 TAHUN TERAKHIR

       

Jarak

 

No

Tahun

Kapasitas

0-2.000m

2001-4.000m

4.001-7.000m

Jumlah

%

Jumlah

%

Jumlah

%

1

2009

196.102

52.499

26.8

111.556

56.9

32.047

16.3

2

2010

200.855

126.539

63

74.316

37

0

0

3

2011

202.553

187.424

93

15.129

7

   

Sumber: Laporan Haji Tahunan

TABEL PERBAIKAN JARAK TEMPUH

       

Wilayah

 

No

Tahun

Kapasitas

Markaziah

Non Markaziah

Jumlah

%

Jumlah

%

1

2009

191.000

160.440

84

30.560

15

2

2010

197.500

187.625

95

9.875

5

3

2011

201.000

201.000

100

0

0

Sumber: Laporan Tahunan Haji

Realita Haji : 11

Edisi I / Tahun 2012

Info Daerah KEMENAG KALTENG DOMESTIK HAJI KESULITAN ATASI BIAYA PENERBANGAN K ementerian Agama Kalimantan Tengah

Info Daerah

KEMENAG KALTENG

DOMESTIK HAJI
DOMESTIK HAJI
Info Daerah KEMENAG KALTENG DOMESTIK HAJI KESULITAN ATASI BIAYA PENERBANGAN K ementerian Agama Kalimantan Tengah mengakui
Info Daerah KEMENAG KALTENG DOMESTIK HAJI KESULITAN ATASI BIAYA PENERBANGAN K ementerian Agama Kalimantan Tengah mengakui

KESULITAN ATASI BIAYA PENERBANGAN

KALTENG DOMESTIK HAJI KESULITAN ATASI BIAYA PENERBANGAN K ementerian Agama Kalimantan Tengah mengakui saat ini

K ementerian Agama Kalimantan

Tengah mengakui saat ini

kesulitan mengatasi biaya

penerbangan domestik calon

jamaaah haji sekitar Rp5,6 miliar. “Transportasi itu digunakan dari Kalteng ke embarkasi induk, ada biaya Rp3,3 juta untuk satu orang jamaah jika tahun depan Bandara Tjilik Riwut sudah bisa direalisasikan menjadi Embarkasi Haji Antara,” kata Kepala Bidang Haji, Zakat dan Wakaf Kantor Wilayah Kementerian Agama Kalteng, H Masrani Arsyad, di Palangka Raya,

Kamis.

Sebenarnya, tuturnya, ada dua

alternatif yakni calon jamaah haji yang menanggung sendiri biaya sebesar Rp3.3 juta per orang untuk pulang pergi atau Pemprov melalui APBD atau Pemprov bersama Pemkot dan Pemkab. Karena APBD sudah diketok dan kita belum bisa memasukkannya, ini yang belum jelas,”ucapnya.

Kendati demikian, hal tersebut tidak akan menghalangi niat dari Pemprov Kalteng yang berencana pada 2012 memberangkatkan semua calon jamaah haji langsung dari Bandara Tjilik Riwut ke Jakarta setelah nanti ditetapkan menjadi Embarkasi Haji Antara. Untuk itu pihaknya saat ini

sedang melakukan rehabilitasi fasilitas asrama haji yang dijadwalkan Januari 2012 akan rampung.

Ditambahkannya, daftar tunggu saat ini berjumlah 13.225 orang, paling banyak dari Kabupaten Kapuas sebanyak 2583 orang, Kabupaten Barito Utara sebanyak 2251 orang dan Kota Palangka Raya sebesar 2183 orang. Kemudian Kabupaten Gunung Mas sebanyak 55 orang, Kabupaten Sukamara 201 orang, Lamandau 155 orang dan Seruyan 266 orang.

Sementara itu Kepala Dinas Perhubungan, Komunikasi dan Informatika Kalteng, M Hatta menyatakan, pada intinya Bandara Tjilik Riwut menjadi Embarkasi Haji secara fisik sudah siap, karena tidak perlu adanya penambahan tebal kekerasan. “Karena pesawat yang mendarat merupakan pesawat reguler yang dipakai garuda sekarang,”ujarnya.

Hal ini berbeda jika nantinya Kalteng menjadi Embarkasi Haji Permanen yang langsung menuju Jedah, sehingga ketebalan kekerasannya juga harus ditambah sekitar 16 sentimeter untuk bisa menjadi 60 sentimeter karena yang ada sekarang setebal 44 sentimeter dan diperkirakan memerlukan anggaraan sekitar Rp100 miliar. (ess)

Realita Haji : 12

Realita Haji : 12

Edisi I / Tahun 2012

Edisi I / Tahun 2012

Muchlis A Mahmud Kepala Bidang Haji, Zakat dan Wakaf Kementerian Agama Sulawesi Tengah Kementerian Agama
Muchlis A Mahmud Kepala Bidang Haji, Zakat dan Wakaf Kementerian Agama Sulawesi Tengah Kementerian Agama

Muchlis A Mahmud Kepala Bidang Haji, Zakat dan Wakaf Kementerian Agama Sulawesi Tengah

Kementerian Agama Provinsi Sulawesi Tengah meminta agar pemerintah provinsi setempat menghibahkan sebidang tanahnya untuk pengembangan asrama haji transit Palu.

Kementerian Agama Minta Pemerintah Provinsi Hibahkan Tanahnya Untuk Asrama

K ementerian Agama Provinsi

Sulawesi Tengah meminta agar

pemerintah provinsi setempat

menghibahkan sebidang

tanahnya untuk pengembangan asrama haji transit Palu. “Sekarang dalam tahap negosiasi. Kemungkinan tanah itu mau dihibahkan ke kami karena ada lampu hijau dari pemerintah provinsi,” kata Kepala Bidang Haji, Zakat dan Wakaf Kementerian Agama Sulawesi Tengah, Muchlis A Mahmud, di Palu, Rabu.

Dia mengatakan, asrama haji transit Palu belum bisa dikembangkan secara maksimal karena ada dua kepemilikan yakni sebagian bangunan milik pemerintah provinsi sebagian lagi milik Kementerian Agama. Sementara tanah sepenuhnya masih milik pemerintah provinsi.

“Kalau nanti tanah itu sudah dihibahkan bersama dengan bangunan yang ada di sana, Kementerian Agama sepenuhnya akan mengembangkan pembangunan asrama haji itu,” kata Muchlis.

Menurut dia, asrama haji Palu yang terletak di Jalan WR Supratman

Palu sudah memungkinkan untuk dijadikan asrama embarkasi dan sudah bisa menampung lebih dari satu kelompok terbang.

Muchlis mengatakan, asrama tersebut tinggal menambah beberapa fasilitas pendukung sudah layak menampung dua kelompok terbang sekaligus.

“Tinggal mau dipoles sedikit lagi. Fasilitasnya ditambah sedikit ya sudah bisa menampung dua kloter,” katanya. Menurut dia, jika asrama haji sudah memenuhi syarat tinggal kesiapan bandara lagi yang mau diurus karena saat ini bandara tersebut belum bisa didarati pesawat jenis airbus. Muchlis mengatakan jika Palu sudah menjadi embarkasi maka pemerintah provinsi tidak perlu lagi mengeluarkan anggaran untuk membiayai perjalanan domestik calon haji dari Palu ke embarkasi Balikpapan.

Setiap tahun pemerintah provinsi mensubsidi sampai Rp2 miliar setiap musim haji untuk membiayai perjalanan domestik. (ess)

Realita Haji : 13

Realita Haji

: 13

Edisi I / Tahun 2012

Edisi I / Tahun 2012

Info Haji

Info Haji Pendaftaran Haji, Evaluasi Dan Perspektif oleh : Achmad Nidjam dan Miftahul Maulana*) Achmad Nidjam

Pendaftaran Haji,

Evaluasi Dan Perspektif

oleh : Achmad Nidjam dan Miftahul Maulana*)

Dan Perspektif oleh : Achmad Nidjam dan Miftahul Maulana*) Achmad Nidjam (kanan) dan Miftahul Maulana (kiri)

Achmad Nidjam (kanan) dan Miftahul Maulana (kiri) sedang memberikan materi dalam evaluasi Sistem Informasi Haji Terpadu

R estrukturisasi organisasi Kementerian Agama yang ditetapkan melalui Peraturan Menteri Agama Nomor

10 Tahun 2010, menyebabkan terjadinya perubahan struktur organisasi pada Direktorat Jenderal Penyelenggaraan Haji dan Umrah (Ditjen PHU). Sejalan dengan perubahan tersebut, Ditjen PHU melakukan langkah-langkah dan terus berbenah diri untuk peningkatan kualitas penyelenggaraan haji dalam aspek pembinaan, pelayanan dan

perlindungan pada tahun-tahun mendatang. Upaya ini dilakukan dengan melihat kelemahan dan kekurangan yang terjadi sebelumnya

Realita Haji : 14

Edisi I / Tahun 2012

serta memperhatikan berbagai masukan yang diberikan oleh stakeholders perhajian. Restrukturisasi organisasi yang telah berjalan di Kementerian Agama Pusat diharapkan dapat meningkatkan pelayanan publik seiring dengan masukan yang telah diterima. Salah satunya adalah kajian yang diberikan dan disarankan oleh Kominsi Pemberantasan Korupsi (KPK) tentang pelayanan publik, antara lain tentang pendaftaran haji yang merupakan salah satu program pencepatan pelayanan publik (quick wins) oleh Kementerian Agama.

Pelaksanaan tugas pelayanan pendaftaran haji merupakan salah satu tugas dan fungsi Direktorat

Pelayanan Haji, dan dalam pelaksanaan operasionalnya secara teknis menjadi tanggung jawab Subdit Pendaftaran Haji. Subdirektorat Pendaftaran Haji mempunyai tugas melaksanakan perumusan dan pelaksanaan kebijakan, penyusunan norma, standar, prosedur, kriteria, dan bimbingan teknis, serta evaluasi di bidang pendaftaran haji. Sedangkan fungsinya adalah melakukan penyiapan perumusan dan pelaksanaan kebijakan, penyusunan norma, standar, prosedur, kriteria, dan bimbingan teknis, serta evaluasi pendaftaran haji regular, haji khusus dan pembatalan. Pendaftaran haji khusus merupakan tugas baru bagi Direktorat Pelayanan Haji karena sebelumnya sepenuhnya menjadi tugas Direktorat Pembinaan Haji. Dengan struktur baru, maka tugas pelayanan jemaah haji khusus menjadi tanggung jawab dua Direktorat sesuai dengan domainnya masing-masing, yaitu Direktorat Pelayanan Haji dalam pendaftaran dan pembatalan, serta Direktorat Pembinaan Haji dan Umrah dalam hal kelembagaannya. Sejalan dengan restrukurisasi tersebut, mulai bulan April 2010 pelayanan pendaftaran jemaah haji khusus dilaksanakan di Direktorat Pelayanan Haji. Untuk memberikan kemudahan dan kecepatan pelayanan sebagaian dilakukan realisasi pelayanan

pendaftaran bagi haji khusus di Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi mulai bulan Juni 2010.

PENDAFTARAN HAJI REGULER MENUJU E-PAYMENT

Pendaftaran haji regular dilaksanakan di Kantor Kementerian Agama Kabupaten/Kota yang merupakan pelayanan langsung kepada masyarakat, dalam prakteknya

untuk pelayanan yang cepat, tepat dan pasti. Bekerjasama dengan Sekretariat Ditjen Penyelenggaraan haji dan Umrah c.q. Bagian Sistem Informasi Haji Terpadu sedang terus dikembangkan penggunaan sistem teknologi informasi online ini ke seluruh Kantor Kementerian Agama Kabupaten/Kota untuk pelayanan perndaftaran haji on line.

Dalam kaitan dengan teknologi informasi yang diimplementasikan

terjadi gangguan akan menyebabkan operasional pendaftaran online terhenti dan berpotensi merugikan jemaah haji terutama dalam kaitannya dengan perolehan nomor porsi.

Pendaftaran haji yang merupakan salah satu program quick wins Kementerian Agama, dalam pelayanannya perlu mengedepankan prinsip-prinsip dekat, cepat, dan terpadu. Saat ini dengan dukungan teknologi on line yang telah

Saat ini dengan dukungan teknologi on line yang telah meliputi registrasi, penerbitan SPPH, penyetoran awal,

meliputi registrasi, penerbitan SPPH, penyetoran awal, pelunasan sampai kepada pembatalan, kesemuanya secara fisik dilaksanakan di Kantor Kementerian Agama Kabupaten/ Kota dan Bank Penerima Setoran BPS BPIH setempat. Oleh karena itu, sebagai garda terdepan pelayanan langsung kepada jemaah haji maka implementasi Kantor Kementerian Agama Kabupaten/Kota online merupakan langkah strategis

di Kantor Kementerian Agama Kabupaten/Kota, masih terdapat kendala menyebabkan belum optimalnya pendaftaran haji antara lain belum standarnya infrastruktur yang ada, yaitu sudah ada yang biometric dan ada yang non biometric; kurangnya sumber daya manusia dalam mengoperasikan teknologi pendaftaran haji; dan pengadaan backup system yang belum menyeluruh, sehingga apabila

diimplementasikan di hampir seluruh Kantor Kementerian Agama Kabupaten/Kota, prinsip-prinsip tersebut telah dapat dipenuhi meskipun masih memerlukan peningkatan dan penyempurnaan dari berbagai aspek. Salah satu upaya penyempurnaan dalam system teknologi adalah dengan mengimplementasikan teknologi switching pembayaran Biaya Penyelenggaraan Ibadah

Realita Haji : 15

Edisi I / Tahun 2012

Haji. Teknologi ini merupakan penggabungan antara pendaftaran dan pembayaran, meskipun saat ini baru dalam taraf pencepatan proses transfer dari Bank Penerima Setoran BPIH ke rekening Menteri Agama secara real time. Untuk itu dalam rangka menindaklanjuti hasil kajian dan rekomendari dari Komisi Pemberantasan Korupsi, khususnya yang berkaitan dengan pelayanan satu atap (one stop service), perlu

aplikasi switching pembayaran seluruh BPS BPIH. Prakteknya dapat dipersamakan dengan proses pembayaran menggunakan debit card dan Kantor Kementerian Agama berfungsi seperti merchant dalam proses pembayaran BPIH. Dengan demikian jemaah hanya satu kali datang ke Kantor Kementerian Agama, untuk melakukan proses pendaftaran dan pembayaran BPIH serta memperoleh nomor porsi.

dibandingkan dengan kuota haji yang terbatas ini menyebabkan masa tunggu untuk jemaah haji regular berkisar antara 5 s.d. 9 tahun, bahkan di beberapa provinsi ada yang melebihi 10 tahun, termasuk untuk provinsi yang menggunakan porsi Kabupaten/Kota. Lamanya jumlah daftar tunggu menjadi problematika tersendiri bagi penyelenggaraan ibadah haji, antara lain banyaknya jemaah haji regular pindah ke haji

antara lain banyaknya jemaah haji regular pindah ke haji Salah satu calon jamaah Haji sedang mendaftarkan

Salah satu calon jamaah Haji sedang mendaftarkan dirinya pada sistim siskohat online

dilakukan terobosan baru dalam penyempurnaan sistem pendaftaran haji, dengan mengoptimalkan teknologi switching menuju ke arah e-payment. Dasar dari konsep ini adalah penyelesaian pendaftaran dan pembayaran BPIH dilakukan di Kantor Kementerian Agama, dimana aplikasi pendaftaran terhubung dengan

Realita Haji : 16

Edisi I / Tahun 2012

PENGELOLAAN DAFTAR TUNGGU

Potensi pendaftar haji yang setiap tahun terus meningkat dan sudah mencapai 1,5 juta pendaftar dirasakan tidak seimbang dengan jumlah kuota jemaah haji Indonesia yaitu 211.000 orang. Besarnya jumlah pendaftar

khusus dan adanya jemaah haji yang berangkat tidak melalui Kementerian Agama. Bahkan dalam beberapa kejadian didapati jemaah yang terpengaruh dan tertipu oleh rayuan oknum yang tidak bertanggung jawab dan berjanji dapat memberangkatkan haji meskipun quota haji sudah terpenuhi dan

pemberian visa haji sudah ditutup.

Sosialisasi dan informasi perlu disampaikan secara intensif kepada jemaah haji yang masuk dalam daftar tunggu dengan berbagai media baik cetak, elektronik, tatap muka, penyuluhan serta kemungkinan kerja sama dengan seluruh stakeholders termasuk pemerintah daerah yang mempunyai cakupan wilayah sampai tingkat kelurahan. Disamping itu juga perlu dipertimbangkan pula kemungkinan untuk memberikan pembinaan dan

demikian diharapkan pada saat masa tunggunya telah selesai, jemaah haji yang bersangkutan sudah memiliki bekal pengetahuan berbagai aspek tentang penyelenggaraan ibadah haji di tanah air dan di Arab Saudi.

PELAYANAN KHUSUS UNTUK JEMAAH HAJI LANJUT USIA

Kebijakan pelayanan khusus untuk jemaah haji lanjut usia mulai diberlakukan pada tahun 2011 dalam pemanfaatan kuota nasional dan kuota tambahan adalah memberikan

dan Undang-Undang Nomor 13 Tahun 1988 Tentang Kesejahteraan Lanjut Usia. Alokasi yang diberikan adalah sebesar 50% dari jumlah kuota tambahan yang diberikan kepada masing-masing provinsi, dengan pengaturan berdasarkan urutan usia tertua sampai batas termuda 60 tahun. Sedangkan 50% lainnya dialokasikan untuk penggabungan anak dan orangtua, suami dan isteri, serta pendamping bagi jemaah haji uzur, yang keseluruhannya prosesnya diselesaikan melalui Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi.

melalui Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi. Petugas kepolisian (Polda Sulsel) membantu jemaah usia

Petugas kepolisian (Polda Sulsel) membantu jemaah usia lanjut yang berisiko tinggi, saat masuk di aula asrama haji Sudiang, Makassar, Kamis (foto.dir)

bimbingan kepada mereka sejak dini, sehingga masa tunggu yang dialami tidak menjenuhkan, karena sudah diisi dengan berbagai kegiatan dan aktivitas yang dikelola oleh Kementerian Agama bekerjasama dengan stakeholders. Dengan

prioritas kepada jemaah haji lanjut usia untuk berangkat menunaikan ibadah haji, dengan mengacu pada Peraturan Menteri Agama Nomor 11 Tahun 2010, yang sejalan dengan amanat Undang-Undang Nomor 25 Tahun 29 Tentang Pelayanan Publik

Secara umum implementasi kebijakan tersebut mendapat respon yang baik dari masyarakat, meskipun masih ditemukan adanya kekurangan, khususnya yang terkait dengan waktu pelunasan BPIH yang hanya tiga hari, tidak cukup optimal untuk sosialisasi

Realita Haji : 17

Edisi I / Tahun 2012

kepada calon jemaah haji, apalagi bagi jemaah haji yang domisilinya berada di pelosok dan memerlukan waktu untuk mendatanginya serta minimnya sarana komunikasi. Hal ini yang perlu menjadi perhatian agar dalam mengimplementasikan sebuah kebijakan perlu dipertimbangkan waktu untuk sosialisasi dan verifikasi data karena urutan usia murni berdasarkan database SISKOHAT, yang validitas dan akurasinya sangat ditentukan pada masukan data ketika jemaah haji mendaftar.

PELAYANAN PEMBATALAN

Masalah pembatalan juga menjadi sorotan, karena masih ditemukan adanya “proses yang dirasakan terlalu lama”, baik secara administratif maupun penyampaian dana BPIH kepada jemaah haji yang batal atau ahli warisnya. Prosedur berjenjang yang selama ini berjalan sejak pengajuan permohonan pembatalan oleh jemaah haji atau ahli warisnya, verifikasi administrasi dan persyaratan oleh Kantor Kementerian Agama Kabupaten/Kota dan penyampaiannya ke Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi, proses

pembatalan melalui SISKOHAT pada Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi dan pengantar ke Ditjen PHU, proses pembatalan melalui SISKOHAT pada Direktorat Pelayanan Haji dan pengantar pengembalian BPIH ke Direktorat Pengelolaan Dana Haji, penerbitan perintah kepada BPS BPIH untuk membayar pengembalian BPIH ke rekening jemaah haji sampai kepada proses transfer dana BPIH batal dari BPS BPIH ke rekening jemaah haji. Dari setiap titik proses masih ditemukan kendala dan hambatan karena berbagai sebab. Sehingga masih timbul kesan “waktu mau nyetor gampang banget, tapi begitu mau ngambil uang sendiri saja lama banget”.

Oleh karena itu, perlu adanya terobosan tentang pelayanan pembatalan ini baik dari aspek prosedur maupun pengendalian sehingga penyelesaian pembatalan dapat dilakukan lebih cepat dari yang sekarang berjalan, aman dan akuntabel serta transparansi informasi yang dapat diakses dari berbagai titik layanan. Dari sisi proses, misalnya verifikasi administrasi dan dokumen serta pembatalan

verifikasi administrasi dan dokumen serta pembatalan HAJI pengambilan Surat Pendaftaran Perjalanan Haji (SPPH)

HAJI

pengambilan Surat Pendaftaran Perjalanan Haji (SPPH) bagi calon jamaah haji khusus

melayani

KHUSUS.

Pegawai

Kanwil

Kementerian

Agama

Prov.

DKI

Jakarta

Realita Haji : 18

Edisi I / Tahun 2012

melalui SISKOHAT cukup dilakukan oleh Kantor Kementerian Agama Kabupaten/Kota, dan melalui sistem dapat langsung diakses dan diketahui oleh Direktorat Pengelolaan Dana Haji dalam hal ini Bendahara BPIH sehingga dapat secara cepat melakukan pengembalian dana BPIH batal dengan menggukan cash management system langsung mentransfer ke rekening jemaah yang bersangkutan. Dari sisi pengendalian, fungsi Direktorat Pelayanan Haji c.q. Subdit Pendaftaran Haji melakukan monitoring terhadap seluruh proses pembatalan dan pengendalian terhadap kemungkinan adanya keterlambatan proses.

PENDAFTARAN HAJI KHUSUS

Menindaklanjuti restrukturisasi Kementerian Agama, mulai bulan April 2010 pelayanan pendaftaran jemaah haji khusus dilaksanakan di Direktorat Pelayanan Haji. Sesuai dengan Peraturan Menteri Agama RI Nomor 6 Tahun 2010 tentang Prosedur dan Persyaratan Pendaftaran Jemaah Haji dan Peraturan Direktur Jenderal Penyelenggaraan Haji dan Umrah Nomor D/1 Tahun 2011 tentang Pedoman Pendaftaran Jemaah Haji Khusus yang intinya adalah pendaftaran jemaah haji khusus dilakukan di Ditjen Penyelenggaraan Haji dan Umrah, serta Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi.

Disamping pendaftaran yang dilakukan di Ditjen Penyelenggaraan Haji dan Umrah, untuk memberikan kemudahan dan kecepatan pelayanan dilakukan realisasi pelayanan pendaftaran di Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi mulai bulan Juni 2010. Hal ini dilakukan dalam rangka pembenahan dan perbaikan dalam pelayanan khususnya pendaftaran haji, dan telah dilakukan koordinasi dengan Kanwil

Kemenag Provinsi seluruh Indonesia. Sampai saat ini 6 (enam) Kanwil sudah melaksanakan pendaftaran SPPH jemaah haji khusus, yaitu Provinsi Banten, DKI Jakarta, Jawa Barat, Jawa Timur, Kalimantan Timur dan Sulawesi Selatan. Informasi tentang hal ini telah disampaikan kepada PIHK sehingga bagi PIHK yang berkantor atau mempunyai cabang di provinsi tersebut dapat mendaftarkan jemaah

dengan melampirkan dokumen yang telah dipersyaratkan dilakukan melalui Subdit Pendaftaran Haji dan selanjutnya diterukan ke Direktorat Pengelolaan Dana Haji untuk dilakukan verifikasi dan pengiriman dana ke PIHK sesuai dengan jumlah yang diajukan oleh PIHK. Sedangkan USD 277 akan dibayarkan kepada pemerintah ke pemerintah Arab Saudi untuk pembayaran General Service.

ke pemerintah Arab Saudi untuk pembayaran General Service. Suasana pendaftaran calon jemaah Haji haji khusus melalui

Suasana pendaftaran calon jemaah Haji

haji khusus melalui Kanwil kemenag Provonsi setempat. Untuk Provinsi lain sedang dipersiapkan dan diharapkan mulai tahun 2012 seluruh kanwil kemenag Provinsi dapat melayani pendaftaran jemaah haji khusus.

Pengurusan dokumen perjalanan jemaah haji khusus dilakukan pada Direktorat Pelayanan Haji meliputi penyelesaian Dokumen Perjalanan Ibadah Haji (DAPIH) dan pengurusan visa yang dilakukan oleh Subdit Dokumen dan Perlengkapan Haji. Dalam kaitan dengan penyerahan dana BPIH Khusus dari Kementerian Agama dalam hal ini Ditjen PHU (Direktorat Pengelolaan Dana Haji) kepada PIHK secara administratif

Pembatalan BPIH jemaah haji khusus dilakukan oleh Subdit Pendaftaran Haji dengan melampirkan dokumen yang diberikan oleh PIHK antara lain surat permohonan, bukti setoran BPIH dan surat-surat lain yang dipersyaratkan. Berkas pembatalan apabila sudah sesuai dengan persyaratan akan dikirim di Direktorat Pengelolaan Dana Haji untuk dilakukan pembayaran.

Kekurangan yang dirasakan saat ini adalah belum optimalnya penyampaian informasi kepada masyarakat berkaitan dengan penyelenggaraan ibadah haji khusus, sehingga ditemukan banyaknya masyarakat yang dijanjikan oleh yang

mengaku sebagai penyelenggara ibadah haji khusus dapat diberangkatkan untuk menunaikan ibadah haji melalui jalur-jalur diluar yang telah ditetapkan oleh pemerintah.

Pelayanan pendaftaran, penyelesaian dokumen dan perlengkapan serta pemvisaan jemaah haji tahun 1432H secara umum telah dapat berjalan dengan baik dan lancar meskipun masih ditemukan beberapa kekurangan yang perlu terus diupayakan perbaikan dan penyempurnaannya di masa yang akan datang. Perlu dilakukan evaluasi system pendaftaran haji secara menyeluruh sesuai dengan perkembangan kondisi dan situasi serta teknologi terkini dalam rangka pelaksanaan pelayanan publik yang cepat, tepat, transparan dan akuntabel, baik dari aspek prosedur, pelayanan, pengendalian dan penyelesaian permasalahan yang timbul.

Disamping itu, wacana moratorium pendaftaran haji yang saat ini terus bergulir perlu disikapi dengan melakukan kajian, penyusunan konsep dan desain yang matang, koordinasi dengan konsultansi dengan stakeholders perhajian sehingga pada akhirnya akan melahirkan kebijakan yang berpihak kepada masyarakat, khususnya jemaah haji, dan meminimalisir persoalan-persoalan “yang tidak perlu” yang dihadapi oleh Kementerian Agama.

Wallahu a’lam bi al shawab.

*) Achmad Nidjam, Kasubdit Pendaftaran Haji dan Miftahul Maulana, Kepala Seksi Pendaftaran Haji Khusus pada Direktorat Pelayanan Haji Ditjen Penyelenggaraan Haji dan Umrah.

Realita Haji : 19

Edisi I / Tahun 2012

KEMENTERIAN AGAMA REPUBLIK INDONESIA

BIAYA PENYELENGGARAAN IBADAH HAJI TAHUN 1432H/2011M

KEMENTERIAN AGAMA REPUBLIK INDONESIA BIAYA PENYELENGGARAAN IBADAH HAJI TAHUN 1432H/2011M

Laporan Keuangan BPIH Tahun 1432H/201 M terdiri dari Laporan Operasional, Neraca, Laporan Arus Kas dan Catatan atas Laporan Keuangan. Laporan Keuangan BPIH Tahun 1432/2011M dilengkapi dengan Supplemen Laporan Keuangan berupa Informasi Setoran Biaya Penyelenggaraan Ibadah Haji, Pengelolaan dan Pengembangan Dana Haji, Pelaksanaan Anggaran

Jakarta, 15 Februari 2012 MENTERI AGAMA

SURYADARMA ALI

ttd

Operasional Haji (dalam IDR), Kantor Miisi Haji Indonesia Jeddah (dalam SAR dan IDR). Laporan Keuangan BPIH Tahun 1432H/2011M belum diaudit oleh Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) RI Laporan Keuangan BPIH Tahun 1432H/2011M telah diisampaikan kepada Presiden RI dan DPR pada tanggal 23 Februari 2012.

*) Periode mulai 1 Februari 2011 s/d 31 Desember 2011

Catatan:

1.

2.

3.
4.

     

5,924,516,456,189

73,055,820,264

1,045,948,858,815

35,911,914,420

7,079,433,049,688

 

3,098,777,044,532

1,845,620,395,715

721,445,214,518

317,978,073,860

238,447,883,845

232,017,016,205

 

93,709,428,258

71,532,517,295

43,277,979,945

29,831,217,735

10,529,750,000

69,968,080,929

6,945,078,057,508

134,354,992,180

 

-

661,918,050

661,918,050

(661,918,050)

 

7,590,057,497

165,513,266,329

-

4,464,632,764

181,059,771,152

 

28,778,517,509

-

4,830,000,000

-

-

-

200,096,164,426

25,349,148,698

-

259,054,230,633

(77,994,459,481)

55,698,614,649

380,565,555,432

 
 

31 DESEMBER 2011*

DENGAN

 

(Audited) 2011

31 Januari

171,943,454,671

   

436,264,170,081

(Unaudited) 2011

31 Desember

 

50,781,788,412

1,390,013,310,409

65,505,218,405

7,660,071,793,587

 

3,596,860,046,196

 

697,267,760,428

369,457,895,129

244,887,290,623

165,546,130,837

157,641,584,422

82,488,272,916

73,326,662,482

29,712,172,192

7,857,280,968

10,114,600,000

1,654,045,064

7,617,218,005,878

42,853,787,710

 

-

9,867,708,456

9,867,708,456

(9,867,708,456)

 

204,449,866,955

370,694,981,683

32,442,447

-

575,177,291,085

 

194,617,440,199

16,175,566,942

26,993,443,733

4,495,664,909

110,612,945

234,887,274

8,350,322,729

19,515,795,876

6,632,119,116

277,125,853,723

298,051,437,362

331,037,516,616

 

767,301,686,697

KAS

 

6,153,771,476,361

2,180,404,264,621

 

436,264,170,081

ARUS

LAPORAN

SAMPAI

UNTUK PERIODE YANG BERAKHIR

Rupiah)

(Dalam

Uraian

ARUS KAS DARI AKTIVITAS OPERASI

Arus Kas Masuk

Pendapatan BPIH - Biasa

Pendapatan BPIH - Khusus

Pendapatan Pemanfaatan Setoran Awal

Pendapatan Lain-Lain

Jumlah Arus Kas Masuk (A.I)

Arus Kas Keluar

Beban Penerbangan

Beban Akomodasi

Beban Living Cost

Beban Mashlahat Ammah (General Service)

Beban Konsumsi

Beban Angkutan Darat (Naqabah)

Beban Operasional

Beban Perbekalan

Beban Pembinaan dan Penyuluhan

Beban Sewa

Beban Pemeliharaan

Beban Passenger Service

Beban Lainnya

Jumlah Arus Kas Keluar (A.II)

Arus Kas Bersih dari Aktivitas Operasi (A.I - A.II)

ARUS KAS DARI AKTIVITAS INVESTASI

Arus Kas Masuk

Jumlah Arus Kas Masuk (B.I)

Arus Kas Keluar

Pembelian Aset Tetap

Jumlah Arus Kas Keluar (B.II)

Arus Kas Bersih dari Aktivitas Investasi (B.I - B.II)

ARUS KAS DARI AKTIVITAS LAINNYA

Arus Kas Masuk

Piutang Operasional

Utang Operasional

Utang Pajak

Utang Lain – Lain

Jumlah Arus Kas Masuk (C.I)

Arus Kas Keluar

Penyetoran ke DAU

Utang DAU

Bank Garansi

Utang Lain – Lain

Persediaan

Sewa Dibayar Dimuka

Piutang Operasional

Pemindahanbukuan dari Rek. Setoran Awal

Koreksi Ekuitas

Jumlah Arus Kas Keluar (C.II)

Arus Kas Bersih dari Aktivitas Lainnya (C.I - C.II)

KENAIKAN BERSIH DALAM KAS DAN SETARA KAS

KAS DAN SETARA KAS PADA AWAL PERIODE

KAS DAN SETARA KAS PADA AKHIR PERIODE

I.

II.

I.

II.

I.

II.

A.

B.

C.

 

(Audited) 2011

31 Januari

 

5,924,516,456,189

73,055,820,264

5,997,572,276,453

1,045,948,858,815

35,911,914,420

7,079,433,049,688

3,098,777,044,532

1,845,620,395,715

721,445,214,518

317,978,073,860

238,447,883,845

232,017,016,205

171,943,454,671

93,709,428,258

71,532,517,295

43,277,979,945

29,831,217,735

10,529,750,000

69,968,080,929

6,945,078,057,508

134,354,992,180

 

DENGAN 31 DESEMBER 2011*

SAMPAI

 

2011 (Unaudited) %

31 Desember Realisasi

   

95.79

97.00

95.80

98.07

-

97.04

97.14

99.44

96.04

96.75

97.43

97.92

98.53

88.67

98.36

77.99

69.32

99.31

33.08

97.46

54.96

   

6,153,771,476,361

50,781,788,412

6,204,553,264,773

1,390,013,310,409

65,505,218,405

7,660,071,793,587

3,596,860,046,196

2,180,404,264,621

697,267,760,428

369,457,895,129

244,887,290,623

165,546,130,837

157,641,584,422

82,488,272,916

73,326,662,482

29,712,172,192

7,857,280,968

10,114,600,000

1,654,045,063

7,617,218,005,877

42,853,787,710

OPERASIONAL

Rupiah)

(Dalam

Anggaran

 

6,423,940,000,000

52,350,000,000

6,476,290,000,000

1,417,376,072,106

-

7,893,666,072,106

3,702,607,515,000

2,192,594,911,069

726,003,912,510

381,888,000,000

251,354,018,016

169,065,000,000

160,000,000,000

93,023,775,000

74,546,000,000

38,095,080,645

11,334,503,225

10,185,250,000

5,000,000,000

7,815,697,965,465

77,968,106,641

LAPORAN

UNTUK PERIODE YANG BERAKHIR

Uraian

PENDAPATAN

Pendapatan BPIH

Pendapatan BPIH - Biasa

Pendapatan BPIH - Khusus

Jumlah Pendapatan BPIH

Pendapatan Pemanfaatan Setoran Awal

Pendapatan Lain-lain

JUMLAH PENDAPATAN

BEBAN

Beban Penerbangan

Beban Akomodasi

Beban Living Cost

Beban Maslahat ammah (general service)

Beban Konsumsi

Beban Angkutan darat

Beban Operasional

Beban Perbekalan

Beban Pembinaan, Penyuluhan & Pelatihan

Beban Sewa

Beban Pemeliharaan

Beban Passenger Service Charge (PSC)

Beban Lainnya

JUMLAH BEBAN

Surplus (Defisit) Tahun Berjalan

Lainnya JUMLAH BEBAN Surplus (Defisit) Tahun Berjalan   31 Januari 2011 (Audited) 436,264,170,081
 

31 Januari 2011 (Audited)

436,264,170,081

204,449,866,955

-

5,568,632,726

646,282,669,762

5,524,408,434,777

9,848,405,093,287

12,000,000,000,000

82,116,519,172

27,454,930,047,236

395,782,334,000

528,935,600,000

29,603,663,880

26,996,847,889

-

-

981,318,445,769

-

981,318,445,769

-

14,731,459,978

14,731,459,978

29,097,262,622,745

267,266,792,748

16,175,566,942

-

14,163,075,431

297,605,435,121

27,012,716,634,841

461,729,208,271

27,474,445,843,112

27,772,051,278,233

217,174,594,844

134,354,992,180

973,681,757,488

1,325,211,344,512

29,097,262,622,745

31 JANUARI 2011

31 Desember 2011 (Unaudited)

767,301,686,697

8,350,322,729

110,612,945

5,803,520,000

781,566,142,371

4,124,586,264,286

11,175,185,657,041

23,000,000,000,000

148,913,776,311

38,448,685,697,638

395,782,334,000

530,013,452,000

50,228,500,173

32,257,774,084

4,305,161,626

2,127,371,865

1,014,714,593,748

(23,528,439,523)

991,186,154,225

-

41,724,903,711

41,724,903,711

40,263,162,897,945

637,961,773,431

-

32,442,448

9,667,411,522

647,661,627,401

37,752,350,736,000

696,334,961,638

38,448,685,697,638

39,096,347,325,038

140,412,319,252

42,853,787,710

983,549,465,946

1,166,815,572,907

40,263,162,897,945

Rupiah)

NERACA

DAN

PER 31 DESEMBER (Dalam

2011

   

Jumlah Aset Yang Dibatasi Penggunaannya

 

Kewajiban Jangka Panjang Utang BPIH – Terikat Pendapatan Yang Ditangguhkan Terikat

KEWAJIBAN DAN EKUITAS Kewajiban Kewajiban Jangka Pendek Utang Beban Utang Dana Abadi Umat Utang Pajak Utang Lain-Lain Jumlah Kewajiban Jangka Pendek

   

Uraian

Aset Yang Dibatasi Penggunaannya Kas dan Setara Kas Setoran Awal Investasi Jangka Pendek Investasi Jangka Panjang Hasil Optimalisasi Yang masih Harus Diterima

ASET Aset Lancar Kas dan Setara Kas Piutang Operasional Persediaan Beban Dibayar Dimuka Jumlah Aset Lancar

Aset Tetap Harga Perolehan Tanah Gedung dan Bangunan Kendaraan Peralatan dan Mesin Aset Tetap Lainnya Konstruksi dalam Pengerjaan Jumlah Harga Perolehan

Akumulasi Penyusutan Jumlah Aset Tetap-Bersih

Aset Lainnya Aset Tak Berwujud Aset Lain-Lain Jumlah Aset Lainnya

JUMLAH ASET

Jumlah Kewajiban Jangka Panjang Jumlah Kewajiban

Ekuitas Ekuitas Tidak Terikat Ekuitas Awal Surplus (Defisit) Tahun Berjalan

Ekuitas Terikat Temporer Jumlah Ekuitas

JUMLAH KEWAJIBAN DAN EKUITAS

Realita Haji : 20

Edisi I / Tahun 2012

Tips HAJI

Hal Kecil Yang Punya Arti Besar

Tips HAJI Hal Kecil Yang Punya Arti Besar T idak sedikit jamaah haji yang membawa Handphone,

T idak sedikit jamaah haji yang membawa Handphone, Camera foto digital hingga Handycam yang perlu

disetrum atau di charge power nya. Jumlah tusukan atau colokan untuk menyetrum di hotel dan pemondokan terbatas dan belum tentu cocok. Semuanya ingin

mencharge powernya dalam waktu yang relatip lama. Rata-rata sekitar 1 sampai 3 jam. Untuk mengatasinya, sebaiknya setiap calon haji sudah mempersiapkan diri dari tanah air, minimal membawa colokan listrik “Leter T” dan Colokan listrik “Kaki Tiga”. Siapa tahu colokan listrik yang tersedia di situ hanya bisa dipakai dengan colokan listrik kaki tiga. Sehingga kita sudah siap. Harganya

pun tidak mahal dan

tersebut sebaiknya dimasukkan ke dalam tas tentengan jamaah yang bisa dibawa ke dalam kabin pesawat. Serta bisa dibawa ke

Colokan

kemah di Arafah dan Mina. Di situ pun kita perlu menyetrum HP maupun camera digital dan Video. Tempat menyetrum, ada kalanya di luar tenda yaiutu didekat lampu taman. Di situ ada colokan listriknya dan sudah dipakai oleh belasan Charger HP.

Memori Card

Obyek menarik yang perlu difoto melimpah. Sehingga tidak sedikit kamera foto digi-tal maupun handycam yang memori atau penyimpan gam-barnya menjadi Full. Tidak bisa dipakai untuk memotret atau merekam gambar. Jalan keluar-nya yang paling praktis yaitu membawa memori cadangan yang memadai dari tanah air. apa lagi kalau dibelinya ditem- pat penjual kamera kita tersebut. Sehingga pasti pas dan cocok. Kita pun bisa minta diajari cara memasangnya.

Harga memori di tanah air relatip lebih murah dibandingka di Arab Saudi. Semua kamera dan memori cadangan tersebut dimasukkan ke dalam tas kecil atau tas gantung penyimpan paspor. Atau bisa juga menggunakan tas kamera. Walaupun tas yang terkhir ini sering menjadi masalah, karena diang-gap bukan tas resmi haji yang disediakan oleh Garuda. Buat mereka yang masih memilik handycam analog dengan media penyimpan rekamannya beru-pa kaset video. maka mereka bisa dibilang lebih asyik.

Cukup menyiapkan diri dengan sejumlah kaset rekaman yang harganya mungkin alat foto atau kaset rekaman kita disita. Hal kecil lainnya yang tak kalah menarik yaitu menyi-apkan ‘Karet Gelang’ dalam jumlah yang cukup. Pertama untuk aneka keperluan. Dan yang kedua ini cukup unik. Sejumlah jamaah melengkapi diri dengan karet gelang di tangan kanan atau kiri mereka sebanyak 7(tujuh) karet gelang sewaktu Thawab dan Syai yaitu untuk menghitung putaran. Setiap satu putaran dicapai, gelang karet yang ada di tangan kanan, kita pindah ke tangan kiri atau sebaliknya sebagai tanda jumlah putaran. Sehingga tak perlu repot menghitung jumlah putaran yang sudah kita lakukan. (BW)

Realita Haji : 21

Realita Haji : 21

Edisi I / Tahun 2012

Edisi I / Tahun 2012

Opini

Opini D alam kurun waktu lima tahun terakhir, Direktorat Jenderal Penyelenggaraan Haji dan Umrah (PHU), Kementerian

D alam kurun waktu lima tahun terakhir, Direktorat Jenderal Penyelenggaraan Haji dan Umrah (PHU), Kementerian

Agama RI telah menyusun berbagai langkah kea rah pembenahan system manajemen penyelenggaraan ibadah haji. Hal itu sesuai dengan amanat UU No. 13 th 2008 yang menyebutkan bahwa : penyelenggaraan haji merupakan tugas nasional yang harus dilaksanakan sesuai dengan asas keadilan, professional dan akuntabel dengan prinsip nirlaba. Oleh karena itu diperlukan peran serta seluruh komponen bangsa untuk mensukseskan penyelenggaraan kegiatan ini. Berkait dengan itu ada sejumlah langkah yang telah dan akan dilaksanakan pada kurun waktu 2010 – 2014 mendatang.

Sebelas Langkah

PeningkatanPenyelenggaraan Haji Tahun 2010 - 2014

Langkah Pertama, pendaftaran haji dengan prinsip first come first served, melalui system ini dapat diketahui kepastian keberangkatan calon jemaah haji. Hal ini seiring dengan tingginya minat masyarakat untuk berhaji dan adanya ketentuan kuota haji dari Pemerintah Arab Saudi. Salah satu bentuk kegiatan kearah itu , dilakukan pengembangan Sistem Komputerisasi Haji Terpadu (Siskohat) sejak tahun 1992M. Dengan dikembangkannya sitem tersebut, diharapkan dapat menghilangkan praktek percaloan jual beli kuota haji oleh oknum yang tidak bertanggung jawab.

Langkah Kedua, Mengubah struktur komponen Biaya Penyelenggaraan Ibadah Haji (BPIH) menjadi biaya

langsung (Direct Cost) dan Biaya Tidak Langsung (Indirect Cost). Jemaah haji hanya membayar komponen biaya langsung. Sedangkan komponen biaya tak langsung dibebankan APBN atau manfaat dari dana setoran awal jemaah haji. Kemudian laporan BPIH(Biaya Perjalanan Ibadah Haji) disusun tepat waktu dan neraca keuangannya disampaikan kepada masyarakat luas dan dimuat di media massa nasional.

Langkah Ketiga, Meningkatkan bimbingan jemaah haji dari semula 14 kali menjadi 15 kali dan KUA Kecamatan sebanyak 11 kali serta 4 kali di kantor Kemenag Kabupaten/ Kota. Ditambah 2 kali untuk daerah yang memerlukan tambahan bimbingan. Menonjolkan substansi

2 kali untuk daerah yang memerlukan tambahan bimbingan. Menonjolkan substansi Realita Haji : 22 Edisi I

Realita Haji : 22

Edisi I / Tahun 2012

ibadah haji adalah ibadah, bahwa bepergian akan bersusah-susah untuk tiga tujuan, Masjidil Haram, Masjidil Nabawi, dan Masjidil Aqsa, sehingga membangun insan-insan yang shaleh baik individu maupun sosial.

Saudi dengan membentuk Unit Pelaksana Teknis Direktorat Jenderal Penyelenggaraan Haji dan Umrah yaitu Kantor Misi Haji Indonesia di Arab Saudi.

dan Umrah yaitu Kantor Misi Haji Indonesia di Arab Saudi. Langkah Keempat , meningkatkan layanan embarkasi

Langkah Keempat, meningkatkan layanan embarkasi dengan membentuk rgulasi daerah yang seragam sebagai dasar hukumnya. Peningkatan layanan di embarkasi juga dilakukan dalam bentuk peningkatan kualitas pelayanan catering, akomodasi, dokumen perjalanan dan dukungan operasional PPIH (Panitia Pelaksana Ibadah Haji) embarkasi.

Langkah Kelima, Pembenahan kelembagaan dan SDM dengan prinsip The Man And Right Place, dalam rangka terlaksana keseimbangan antara beban tugas dan struktur organisasi tersendiri yaitu Direktorat Jenderal Penyelenggaraan Haji dan Umrah pada tahun 2006. Sebelumnya organisasi tersebut berada di Direktorat Jenderal Bimas Islam dan Penyelenggaraan Haji. Disamping itu , dilakukan pula pembinaan Kelembagaan di Arab

Langkah Keenam, pengembangan dan “mendirikan” Sistem Manajemen Mutu penyelenggaraan haji sebagai upaya rintisan untuk memperoleh sertifikasi ISO 9001 – 2008 . Disamping itu, dilakukan rintisan untuk optimalisasi pengelolaan dana haji yang dapat memberikan manfaat sebesar-besarnya bagi jamaah haji Indonesia.

Langkah Ketujuh, Peningkatan Pelayanan dan Pembenahan di Arab Saudi antara lain meliputi tiga hal yaitu (1). Mempertahankan sistem proporsional terhadap pemondokan dengan tidak adanya pengembalian selisih sewa dan menerapkan sistem sewa dengan konsep Pugree. (2). Menambah biaya pelayanan umum yang selama ini tidak naik-naik yang terkait kepada tingkat layanan yang diberikan oleh Muassasah. (3). Penyediaan katering bagi jemaah selama di Arab Saudi dengan prinsip dunia mendekati ibadah.

Langkah Kedelapan. Penyatuan seluruh asosiasi penyelenggara ibadah haji khusus pada tahun 2006. Penyatuan ini dapat meningkatkan pelayanan dan nilai tawar Penyelenggara Ibadah Haji Khusus (PPIHK) di Arab Saudi.

Langkah Kesembilan. Peningkatan kualitas Petugas Haji dengan “mendirikan” rekruitmen berbasis kompetensi dan psikotes, serta pelatihan secara intensif untuk memperoleh petugas yang professional dan dedikatif.

Langkah Kesepuluh. Penghapusan fasilitas menunaikan ibadah haji bagi pejabat, tokoh masyarakat, pimpinan organisasi kemasyarakatan dan unsur lainnya. Yang pada dasarnya penyelenggaraan haji hanya diperuntukan bagi jemaah haji.

Langkah Kesebelas. Terbitnya peraturan perundang-undangan yang menjadi rujukan tentang penyelenggaraan ibadah haji yaitu Undang-Undang Nomor 13 tahun 2008 tentang penyelenggaraan Ibadan Haji dan Undang-Undang Nomor 34 tahun 2009 tentang PP pengganti UU No. 2 th 2009 tentang Perubahan Atas Undang-Undang No. 13 th 2008 tentang Penyelenggaraan Ibadah Haji menjadi Undang-Undang.

Dampak positip dari langkah-langkah tersebut antara lain, pembinaan semakin meningkat. Pelayanan semakin baik, adanya perlindungan dan rasa adil bagi jemaah serta peningkatan Manajemen Penyelenggaraan Ibadah Haji khususnya di bidang organisasi, tatalaksana, SDM(Sumber Daya Manusia) dan pengelolaan BPIH yang lebih transparan dan akuntabel.

Realita Haji : 23

Edisi I / Tahun 2012

Pentingnya Image Building Terpadu, Bagi Penyelenggara Perjalanan Ibadah Haji Indonesia

Kegiatan penyelenggaraan ibadah haji dilakukan oleh banyak pihak, boleh dibilang dilakukan sepanjang tahun. Mulai dari pendaftaran jemaah, proses administrasi awal, lanjutan hingga latihan manasik yang perlu

oleh bujuk rayu atau informasi yang menyesatkan, maka sudah waktunya diadakan langkah “Image Building Terpadu” yang hadir sepanjang tahun. Terpadu di sini yaitu semua pihak yang terkait dengan pelayanan penyelenggaraan ibadah haji, wajib menyampaikan image buildingnya secara terpadu yang dirancang oleh Bagian Sistem Informasi Haji Terpadu Ditjen PHU Kementerian

Bagian Sistem Informasi Haji Terpadu Ditjen PHU Kementerian Menteri Agama Suryadharma Ali melakukan sidak ke ruang

Menteri Agama Suryadharma Ali melakukan sidak ke ruang dokumen haji dan Siskohat Kementerian Agama

diikuti oleh calon jemaah haji. Baik latihan manasik di tingkat Kantor Urusah Agama Kecamatan hingga kegiatan terkait yang dilakukan oleh Kelompok Bimbingan Ibadah Haji (KBIH). Ragam dan biaya yang dikeluarkan oleh calon jemaah haji bervariasi dan masing-masing jemaah sudah mengukur kemampuannya masing-masing. Ada pihak yang merasa mampu sebagai jemaah haji regular yang ditangani oleh Kementerian Agama RI, tapi ada pula yang tertarik pada penyelenggaraan haji Khusus, sebagai wujud intepretasi masyarakat dalam penyelenggaraan ibadah haji.

Dalam rangka mencerdaskan jemaah haji agar tidak lengah dan tertipu

Realita Haji : 24

Edisi I / Tahun 2012

Agama RI. Di situ akan dijadwal, kapan saatnya Katering dimunculkan, penerbangan, bank penerima setoran BPIH, Perusahaan Asuransi hingga pemondokan di Mekkah, Madinah dan Hotel Transit di Jeddah. Bahkan bila perlu, ada semacam ‘Puncak Azara Gelar Informasi” berupa ‘Bursa Layanan Haji Tahun Ini’ di mana calon jemaah bisa kontak langsung dengan calon penyelenggara dalam sebuah pameran akbar haji. (bgs)

BIO DATA:

Nama R.Bagus Wahyono, biasa dipanggil Pak Bagus Wahyono. Lahir di Purworejo, Jawa Tengah tgl 7 Desember 1947. Pendidikan, dimulai dari TK

Widodo , SR Negeri I Purworejo, SD Negeri I Kroya, Jawa Tengah, SMP Pami Jakarta, SMA Negeri V Budi Utomo Jakarta th 1966. Akademi Pimpinan Perusahaan Departemen Perindusterian Jakarta. Strategy Marketing dan Speed Reading di IMPM

Prasetya Mulya Jakarta

Emiyati, warta wati dan guru. Anak tiga dan cucu tujuh.

Status menikah, isteri

Perjalanan jurnalistik dimulai menjadi wartawan

di Majalah Mingguan Berita Ekspres sebelum

pecah menjadi Majalah Tempo. Kemudian di Harian Merdeka, Majalah Keluarga, Majalah Berita Topik, Harian Indonesian Observer, Majalah Mode Indonesia, Pengasuh Rubrik Anak Majalah Mutiara, Penulis Info Elektronik Sinar Harapan, Penulis Rubrik Terminal Komputer dan Fotografi Suara Pembaruan, Ikut membantu Rubrik Info Haji Harian Terbit, Ikut Menulis buku 40 tahun Waskita Karya, Menyusun Buku Panduan Bisnis dan Belanja Pasar Induk Kramat Jati. Menulusuri Daerah Aliran Sungai Bengawan Solo. Pernah menjadi wartawan foto harian Merdeka di Istana dan Pemda DKI. Meliput Kerusuhan Malari. Sekarang sebagai pengasuh rubrik “Warung Informasi Haji” di Harian Terbit dan Bloger senama. Tahun 1431 H/2010 Masehi, terpanggil untuk berangkat ke Tanah Suci.

Pengalaman Jurnalistik yang mengesankan, Menelusuri Jalur Kereta Api di Jawa dan Sumatera. Terbang dengan pesawat Ultralight, Ikut bersama Kak Seto memulai acara di Istana Anak Anak di TMII, Ikut Kegiatan bersama Pak

Tino Sidin di berbagai kota di Jawa, Kalimantan, Sulawesi dan Bali. Ikut berbagai kunjungan Menteri Perumahan Rakyat Cosmas Batubara. Memotret Gelandangan di “Ruang Bawah Tanah”

di

depan Istana Merdeka. Persemian SKSD Palapa

di

Medan. Seminar Tuyul di Semarang, Bersama

Adjie Damais meliput awal persiapan Museum

Bahari Sunda Kelapa, Meliput Sehari Besama Pengamen Mapasoga, makan pagi sore kagak

di Jakarta. Meliput penutupan latihan infanteri

Gaya Baru II di Mauk Tanjung Kait, Tangerang.

Kenangan Masa Kecil dan Remaja, dimulai ketika nyelonong dan ikut melihat acara Bung Karno membongkar Patung Ratu Belanda yang

diteruskan dengan peletakan batu pertama di halaman Masjid Istiqlal, Ikut devile pembentukan pramuka sebagai anggota pramuka laut, gugus depan Macan Tutul, Pasar Nangka Kemayoran, Jakarta Pusat. Pramuka Bantuan Kesehatan selama Asian Games di Jakarta, kemudian

di Ganefo di Senayan. Naik lokomotif kereta

uap dari Kroya ke Banjar Patoman. Tersesat di Gunung Gede selama 7 hari 6 malam bersama APP Mountenering Club tahun 70 an. Ikut jaga parker sepeda di dekat Lapangan Ikada Gambir, Team Serbaguna SMA V ke SMA Tangerang tahun 64 dan saat itu terjadi Kesurupan Masal di situ.

Kemenag : Embarkasi Haji Jakarta Lebih Irit 100 Dolar AS
Kemenag :
Embarkasi
Haji
Jakarta
Lebih Irit 100 Dolar AS

K epala Kantor Wilayah

Kementerian Agama

Kalimantan Tengah

Kemenag Kalteng), Drs H

Djawahir Tantowi mengatakan, biaya keberangkatan haji Kalteng melalui Embarkasi Jakarta lebih irit dibandingkan Embarkasi Banjarmasin.

“Calon jamaah haji kita bisa mengirit biaya biaya perjalanan ibadah haji (BPIH) sebesar 100 dolar AS apabila ikut Embarkasi Jakarta, dan mudah- mudahan pada tahun 2012 Embarkasi Antara Tjilik Riwut Palangka Raya bisa diberlakukan,” kata H Djawahir Tantowi, di Palangka Raya, Sabtu.

Menurutnya, apabila Embarkasi Antara Tjilik Riwut Palangka Raya diberlakukan 2012, maka calon Jamaah Haji seluruh kabupaten/ kota se-Kalteng, berangkat tidak lagi terpisah menjadi dua embarkasi.

Justru tergabung menjadi satu rombongan melalui Embarkasi Haji Jakarta.

“Pemberangkatan dari Embarkasi Jakarta satu kloter bisa diberangkatkan sebanyak 450 orang. Sedangkan melalui Embarkasi hanya 325 orang calon jamaah haji saja,” ujar Kemenag Kalteng.

Dengan jumlah calon jamaah haji Kalteng sebanyak 1.336 orang pada tahun 2012, sebut dia, maka bila melalui Embarkasi Jakarta diperkirakan antara empat sampai lima kloter saja.

“Kita berharap pemerintah pusat bisa menyetujui pemberangkatan calon jamaah haji Kalteng 2012 bisa melalui Embarkasi Antara Tjilik Riwut Palangka Raya, kemudian bergabung dengan Embarkasi Jakarta,” terangnya.

Berkaitan dengan upaya pemberangkatan calon jamaah haji asal Kalten melalui Embarkasi Antara Tjilik Riwut Palangka Raya, jelas H Djawahir Tantowi, saat ini pihaknya sudah melakukan persiapan- persiapan.

“Namun demikian semua itu sangat tergantung dari pemerintah pusat dalam menilai bisa atau tidaknya calon jamaah haji Kalteng melalui Embarkasi Antara Tjilik Riwut Palangka Raya,” tegasnya.

Secara terpisah, Wakil Gubernur Kalteng, Ir H Achmad Diran menegaskan, untuk mendukung Embarkasi Antara Tjilik Riwut Palangka Raya, semua instansi terkait harus mampu bekerjsama dalam memberikan pela anan yang baik pada calon jamaah haji Kalteng. (ess)

Realita Haji : 25

Realita Haji : 25

Edisi I / Tahun 2012

Edisi I / Tahun 2012

Info Kebijakan

UNTUK KENYAMANAN HAJI

KEMENAG TERUS LAKUKAN PERBAIKAN

UNTUK KENYAMANAN HAJI KEMENAG TERUS LAKUKAN PERBAIKAN Menteri Agama Suryadharma Ali dan Dubes Arab Saudi di

Menteri Agama Suryadharma Ali dan Dubes Arab Saudi di Indonesia yang baru Mustafa Ibrahim A.A.Mubarak saling bertukar cinderamata pada acara jamuan kehormatan di gedung Kemenag, Jl.MH.Thamrin No.6, Jakarta, Kamis (16/2) malam. (NM)

Untuk lebih memberikan pelayanan yang prima, Pemerintah Indonesia dalam hal ini Kementerian Agama terus melakukan peningkatan pelayanan kepada para jemaah haji. Hal ini dimaksudkan untuk memberikan kemudahan dan kenyamanan dalam menjalankan ibadahnya.

Realita Haji : 26

Realita Haji : 26

Edisi I / Tahun 2012

Edisi I / Tahun 2012

T ekad semacam ini dilakukan

Kantor Kementerian Agama

(Kemenag)Kabupaten

Pasuruan. Kemenag Pasuruan,

misalnya, terus bertekad untuk melakukan peningkatan pelayanan Ibadah Haji dari tahun ke tahunnya. Bahkan, untuk tahun ini Kemenag Pasuruan menargetkan kenaikan sebesar 4 % dari tahun 2011.

Menurut Kepala Kantor Kemenag Kabupaten Pasuruan, H. Barnoto, untuk mengetahui tingkat kepuasan

jamaah, khususnya tentang penyelenggaraaan ibadah haji, baik tata cara, teknis maupun pemberangkatan, Kemenag menyebarkan angket kepada para jamaah yang baru saja menyelesaikan ibadah haji beberapa bulan lalu.

“Dua minggu setelah jamaah pulang, kami langsung menyebar angket. Dan dalam angket itu kami isi dengan daftar pertanyaan yang intinya adalah, apakah jamaah sudah merasa puas dengan pelayanan yang diberikan kemenag,” ujar Barnoto seperti dirilis dalam situs Kemenag Kabupaten Pasuruan.

Setelah diberikan waktu dua minggu, Kemenag pun mendapatkan hasilnya,

di mana total tingkat kepuasan

sebesar 93 %. “Rata-rata semuanya puas dan senang dengan pelayanan kami selama penyelenggaraan ibadah haji, baik sebelum dan sesudah haji,” katanya.

Target meningkatnya prosentase pelayanan sampai 4 % diakui Barnoto sebagai komitmen untuk mengetahui seberapa besar keinginan dan kemauan dari semua pihak, terutama Kemenag Kabupaten Pasuruan, untuk lebih tertantang lagi meningkatkan pelayanan yang sudah optimal tersebut.

“Secara keseluruhan kami merasa puas, tapi masih ada tujuh persen kekurangan yang harus segera kita tambal,” imbuhnya. Kekurangan yang dimaksud, kata Barnoto, adalah beberapa keluhan, yang berasal dari jamaah selama menunaikan rukun Islam yang kelima di Makkah. Kebanyakan dari jamaah mengeluhkan sampah di Makkah,

di mana para jamaah melihat

masih banyaknya sampah yang berserakan di sekitar Maktab maupun pemondokan.

“Kami menyadariya, karena selama di Makkah, jamaah tidak hanya berasal dari Indonesia, melainkan dari seluruh

negara di dunia. Dan semuanya berbeda-beda. Ada yang orangnya selalu menjaga kebersihan. Tapi ada juga yang membuang sampah seenaknya sendiri,” tegasnya.

Oleh karenanya, Barnoto mengharap khususnya karyawan Kemenag Kabupaten Pasuruan untuk semakin meningkatkan kinerja dan keprofesionalan dalam bekerja untuk kenyamanan para jemaah haji. Kerjasama Bilateral.

Apa yang menjadi tekad Kemenag Pasuruan juga menjadi komitmen

Kemenag yang lainnya dalam rangka peningkatan pelayanan terhadap jemaah haji. Pemerintah Indonesia dalam hal ini Kementerian Agama

RI dan Kerajaan Saudi Arabia terus

melakukan serta meningkatkan kerjasama bilateral. Kerjasama ini antara lain akan difokuskan pada perbaikan layanan dalam proses pemberangkatan jamaah haji Indonesia.

Rencana tersebut disampaikan Menteri Agama (Menag) Suryadharma Ali pada acara pelepasan Duta Besar Arab Saudi untuk Indonesia, Abdurrahman Al-Khayyat dan perkenalan Duta Besar Arab Saudi untuk Indonesia yang baru, Mustafa Ibrahim Al Mubarak di Gedung Kementerian Agama (Kemenag) Thamrin, Jakarta, Kamis (16/2) malam.

Kepada Dubes Arab Saudi yang baru, tentunya jangan kaget jika nantinya pihak Kedutaan Arab akan

disibukkan oleh masyarakat Indonesia khususnya yang mau umroh atau haji. “Dan mungkin Yang Mulia berada

di Indonesia akan menjadi Dubes

tersibuk di dunia. Karena Indonesia memiliki jamaah haji terbesar, yakni 221 ribu jamaah setiap tahunnya, dan juga 300 ribu jamaah umroh. Semoga kerjasama kita ke depan dapat lebih baik lagi dibanding tahun- tahun sebelumnya,” ungkap Menag Suryadharma Ali .

Ibadah haji dan umroh bagi masyarakat Islam Indonesia merupakan kegiataan yang sangat diminati karena keimanan masyarakat yang cukup tinggi. Menurut Menag, masyarakat Indonesia beranggapan, jika belum melihat Ka’bah maka belum seutuhnya menjadi seorang muslim.

Arab Saudi pun seakan-akan menjadi negara kedua bagi masyarakat Indonesia. “Sehingga, banyak jamaah yang berkali-kali datang ke Arab Saudi, karena merindukan suasananya dan memberikan keteduhan bagi mereka. Itulah yang membuat umat Islam di Indonesia kerap kali berkunjung ke sana,” tukasnya.

Sementara itu, Duta Besar Arab Saudi yang baru, Mustafa Ibrahim Al Mubarak mengatakan, dirinya merasa senang dan bahagia karena ditugaskan di negara yang indah dan udaranya sangat bersahabat. “Sangat beruntung juga, kami diberangkatkan pada saat bukan saat haji. Jadi kami bisa ada waktu untuk berkeliling Jakarta dan juga berkenalan dengan Menteri Agama Indonesia,” jelasnya.

Menyinggung masalah pelayanan haji, Mustafa menyatakan bahwa pemerintah Indonesia tidak perlu mengkhawatirkannya. Sebab, pemerintah Arab Saudi sudah pasti akan menyiapkan pelayanan terbaik bagi jamaah haji Indonesia. “Masalah pelayanan haji, saya minta Menag jangan khawatir, itu tidak akan membuat kami repot. Kami sudah memiliki staf-staf khusus untuk menangani masalah itu. Intinya, kami bertugas di Indonesia untuk melakukan dua hal. Antara lain, memelihara hubungan bilateral dan kerjasama, dan menangani masalah warga Arab Saudi yang ada di sini,” terangnya.(NM)

Realita Haji : 27

Realita Haji : 27

Edisi I / Tahun 2012

Edisi I / Tahun 2012

Hajisiana

Pengajaran Manasik Haji

Sangat Mendesak

Hajisiana Pengajaran Manasik Haji Sangat Mendesak H al ini tak kurang dikemukakan Ketua Umum MUI Pusat

H al ini tak kurang

dikemukakan Ketua Umum

MUI Pusat KH MA Sahal

Mahfudz ketika ditemui

RHI di Pondok Pesantren Maslakul Huda Kajen Pati Jawa Tengah. “Sebaiknya jemah haji kita diajarkan manasik secara baik dan sungguh- sungguh sehingga para jemaah haji tahu rukun-rukun haji. Selama ini yang dijelaskan kepada jemaah hanya pegalaman pembimbing jemaahnya.

Realita Haji : 28

Realita Haji : 28

Edisi I / Tahun 2012

Edisi I / Tahun 2012

Kalau senang diceritakan senangnya. Jadi bukan ajaran manasiknya.”

Manasik haji sangat mennentukan sah tidaknya berhaji. KH A dullah Syukri Zarkasyi, MAs, pengasuh Pondok Pesantren Gontor Ponorogo Jawa Timur ketika menjabat sebagai Naib Amirul Haj (wakil ketua misi haji Indonesia) pernah bicara dengan Menteri Agama KH Tholchah Hasan waktu itu.

“Saya katakan bahwa jemaah

Pelaksanana perhajian dianggap sudah memiliki standar dan telah berjalan dengan baik. Namun, sejumlah ulama menilai pelaksanaan pendidikan manasik haji belum intensif sehingga jemaah haji kita tak kenal rukun dan syarat haji.

haji Indonesia tidak sah hajinya. Kiai Tholchah kaget. Bagaimana mungkin kiai, tanyanya. Saya jawab, tidak sah karena jemaah haji kita tidak tahu rukun syarat haji.

Mereka mengabaikan manasik haji.” Kiai Tholchah akhirnya membenarkan. Selama ini agaknya manasik haji tak pernah diajarkan secara intensif. Di Malaysia, jemaah haji harus lulus kursus haji untuk bisa berangkat haji. Kementerian Agama sejak tahun 2005 sudah melibatkan ujung tombak kementerian itu, KUA, untuk bisa

mendukung pelaksnaan pendidikan manasik haji.

Yang jadi masalah kala itu, banyak pegawai KUA bahkan kepala KUA yang belum haji sehingga akan mnenyulitkan bagaimana menggambarkan pelaksnaan manasik haji di tanah Suci.

Dalam ingatan KH Hasyim Muzadi, Rais Syuriah PBNU, manasik belum bisa diajarkan dan djiwai jemaah haji kita. “Saya lihat ada demonstrasi jemaah haji. Itu tandanya manasik haji belum dijiwai betul jemaah haji kita,” katanya kepada RHI. Menurut Hasyim, andaikan ada kesalahan dilakukan petugas haji atau pemerintah kita saat itu, “Caranya kan bukan dengan cara demo.

dan semua itu hanya sarana untuk ibadah, bukan ibadahnya. Seharusnya kebalikannya,” katanya. Padahal, menurut hasyim, andaikan saja orang-orang yang menunaikan ibadah haji itu pulang dengan predikat haji mabrur, maka akan terjadi kesalehan dari 230.000 orang itu. Proses kesalehan ini bisa meningkat dengan mensalehkan keluarganya. “Apalagi kemudian jika jemaah haji melakukan kesalehan sosial. Jadi, menurut saya, haji berpotensi untuk karekterisasi bangsa. Maka saya usulkan agar persoalan mental rohani dan niat ibadahnya itu ditingkatkan dengan cara intensitifikasi manasik haji.”

Caranya? Tidak bisa manasik diberikan saat akan berangkat saja.

Tidak bisa manasik diberikan saat akan berangkat saja. Hal ini memang kelihatan kecil tapi menunjukkan bahwa

Hal ini memang kelihatan kecil tapi menunjukkan bahwa kesiapan rohani dan kesiapan ibadah para jemaah haji kita masih rendah,” katanya. Karena itu, Naib Amirul Haj 2011 ini mengusulkan agar pendidikan manasik haji diselenggarakan secara intensif dan menjadi keharusan bagi setiap jemaah haji. “Sepertinya, seluruhnya tercurah untuk proses pendaftaran, keuangan, dan yang terkait dengan menejemen haji. Padahal, fasilitas

“Begitu jemaah ada kepastian bisa berangkat tahun ini maka segera pula harus dikenalkan dengan manasik.” Hasyim juga mengusulkan kepada Kementerian Agama agar membuat beberapa video tentang haji, antara lain tentang manasiknya, penataan hati, kendala- kendala di lapangannya, dan lain sebagainya. “Disamping itu juga perlu ditunjukkan juga kesalahan yang umum dilaksanakan di sana. Kalau pakai video dengan doa yang lengkap dengan mencantumkan

artinya maka akan sangat membantu pengetahuan jemaah haji. Setiap hari bisa didengar dan ditonton. Jangan sampai orang naik haji tidak tahu apa itu haji.”

Menurut hasyim, sekarang ini banyak jemaah haji yang tidak tahu bedanya haji ifrad dan tamattu’. Ini namanya sama sekali tidak ada peningkatan pengetahuan tentang haji. “Padahal, pengetahuan ini sangat menentukan apa nanti yang akan dibawanya pulang.” Menurut Zarkasyi, haji sangat memiliki andil semakin tertib dan baiknya masyarakat kita. “Bagaimana pun juga orang naik haji akan semakin baik akhlak dan pemahaman keagamannya,” kata penerus generasi kedua Gontor itu.

Diakui, ada hadis Rasulullah yang menyatakan bahwa seseorang yang berkuasa naik haji untuk bisa mendapatkan kekuasaan yang lebih. Orang yang kaya ingin naik haji supaya bisa semakin kaya. Dan mereka yang berilmu juga ingin bisa bertambah pula ilmunya dengan naik haji. “Ini hadis khabari yang tidak ada unsur larangan untuk seseorang yang berniat semacam itu.

Dan banyak orang yang ingin kehidupan beragamanya lebih baik setelah menunaikan ibadah haji,” katanya. Karena itu pola pendidikan manasik haji 14 kali harus benar- benar dipantau sehingga jemaah haji benar-benar memahami manasik haji.

Seperti dikatakan Sayid Hamid Alkaff, ulama Indonesia di Arab Saudi, sekarang tidak ada lagi alasan tidak tahu manasik haji. “Tidak ada pengampunan karena ketidaktahuan manasik haji karena semua sudah diajarkan dan wajib difahami oelh setiap jemaah haji.” (MH)

Realita Haji : 29

Realita Haji : 29

Edisi I / Tahun 2012

Edisi I / Tahun 2012

Kaleidoskop

INFORMASI HAJI

Setahun Dalam Wadah Yang Baru

“Pelaksanaan program informasi pada Tahun 1432 H/ 2011 M secara umum berjalan dengan baik dan lebih meningkat dari tahun sebelumnya.”

Affan Rangkuti
Affan Rangkuti

Oleh: Affan Rangkuti

D engan telah berjalannya struktur baru berdasarkan PMA Nomor 10 Tahun 2010 tentang Organisasi dan Tata

Kerja Kementerian Agama, tugas dan fungsi yang diamanatkan pada bagian Sistem Informasi Haji Terpadu Sekretariat Direktorat Jenderal Penyelenggaraan Haji dan Umrah

diharapkan mampu membawa perubahan sistem pelayanan dan informasi haji menjadi lebih baik dengan daya dukung perangkat dan media informasi baik cetak maupun elektronik. Mengingat selalu adanya catatan-catatan kekurangan pada setiap penyelenggaraan ibadah haji, maka membangun dan mengembangkan program informasi melalui media cetak

dan media elektronik merupakan sebuah keharusan dan salah satu aspek untuk meningkatkan kualitas penyelenggaraannya ke depan.

Program ini sesungguhnya upaya dalam membangun optismis, simpati dan kepercayaan (trust) jemaah haji dan masyarakat bahwa Kementerian Agama RI memiliki komitmen tinggi dalam memperbaiki

masyarakat bahwa Kementerian Agama RI memiliki komitmen tinggi dalam memperbaiki Realita Haji : 30 Edisi I

Realita Haji : 30

Edisi I / Tahun 2012

kualitas pelayanan umum dan bimbingan dalam penyelenggaraan ibadah. Materi informasi bersifat kebijakan, edukasi dan guidance tentang pembinaan, pelayanan dan perlindungan. Pelaksanaan program informasi tersebut pada Tahun 1432 H/ 2011 M secara umum berjalan dengan baik dan lebih meningkat dari tahun sebelumnya.

sebanyak 30 episode dengan durasi 30 menit yang dimulai pada Tanggal 4 Oktober 2011 pada pukul 04.30- 05.00 WIB. Dilakukan sebagai upaya memperkuat pengetahuan bagi jemaah haji. Rangkaian program yang disajikan dengan pola kombinasi antara praktek manasik penayangan dokudrama dan narasi tematik untuk menguatkan informasi yang akan

dan narasi tematik untuk menguatkan informasi yang akan MEDIA CENTER HAJI. Sejumlah pewarta membuat berita di

MEDIA CENTER HAJI. Sejumlah pewarta membuat berita di Media Center Haji di Daerah Kerja (daker) Makkah, Pewarta dari berbagai media tersebut untuk liputan Ibadah Haji yang di bagi dalam tiga daker yaitu Makkah, Madinah dan Jeddah

Televisi

Program Live Praktis di TVRI dan Indosiar

Program Live Praktis merupakan program Pintar Haji yang akan berbagi dan mengupas tuntas tentang manasik haji dan kegiatan perjalanan ibadah lainnya sejak dari tanah air-Arab Saudi-kembali ke tanah air. Dilaksanakan di TVRI sebanyak 30 episode dengan durasi 60 menit yang ditayangkan setiap hari kamis sampai dengan sabtu yang dimulai pada Tanggal 30 September 2011 pada pukul 05.00-06.00 WIB dengan nara sumber terpilih di kalangan praktisi haji. Sedangkan di Indosiar

disajikan. Dialog interaktif bersifat dua arah dengan membuka tanyajawab tentang materi yang disampaikan.

Program Talkshow TVRI dan TVone

Program Talkshow merupakan program TV yang membangun konsep komunikasi berdialog searah dengan menghadirkan 2 panelis (seorang dari tim Kementerian Agama dan seorang pengamat/pemerhati haji) serta moderator/pemandu acara, yang mengangkat topik-topik di sekitar regulasi perhajian dan isu temporer tentang haji yang menjadi kepedulian masyarakat berkaitan erat dengan penyelenggaraan ibadah haji.

Tayangan PSA di TVRI, 11 TV Lokal, Built in (Lensa Bisnis) di Metro TV, dan Profil Niaga di SCTV

Penayangan dilakukan di stasiun televisi pemberitaan nasional dengan rating tertinggi (AGB Nielsen). Menayangkan Public Service Announcer (PSA) di TVRI dan TV local tentang penyelenggaraan Ibadah Haji dengan rincian berdurasi 30 detik, 30 Spot dan 3 Versi (image building, info program, awareness campaign). Penayangan filler di Metro TV berdurasi 2 menit sebanyak 20 kali tayang yang terintegrasi dengan program Built In Stasiun. Sedangkan filler SCTV berdurasi 4 menit sebanyak 2 kali tayang dan 2 versi yang terintegrasi dengan program Profil Niaga/Usaha Anda Stasiun yang bersangkutan. Ranning teks melengkapi semua tayangan- tayangan tersebut.

Media Cetak

Pendekatan advertorial terhadap jemaah haji dan masyarakat disampaikan dengan pendekatan informasi dengan jalan yang lebih persuasif, lembut dengan memakai kelengkapan dan kekuatan data, fakta serta bahasa yang lebih menarik dengan tujuan menarik perhatian dan menyakinkan pembaca. Dilengkapi dengan foto, grafik, tabel dan ilustrasi lainnya akan lebih mendukung dan membantu pembaca dalam memahami isi cerita secara cepat dan mudah. Memproduksi dan menayangkan Advertorial tentang penyelenggaraan haji di majalah Tempo sebagai media pemberitaan nasional dengan tiras tertinggi (AGB Nielsen) di Indonesia dengan ukuran 220x285 mmk sebanyak 7 (tujuh) kali penayangan dengan materi yang tersedia sesuai kebutuhan pengguna jasa. Disamping itu penggunaan media local wilayah jadebotabek harian Terbit dengan 10 kali terbit,

Realita Haji : 31

Edisi I / Tahun 2012

2 halaman dengan ukuran halaman muka 2x70 mmk dan halaman dalam 3x 320 mmk. Karakter Advertorial lebih menonjolkan artikel dibanding visual atau gambar, meyakinkan atau mempengaruhi kekuatan data dan sangat mengutamakan penulisan yang komprehensif. Disamping itu, meliput, memproduksi dan mendistribusikan informasi perhajian pada kalangan internal dan stakeholder melalui media Majalah Realita, majalah dinas rutin sebagai media komunikasi penyelenggaraan ibadah haji yang terbit setiap bulan dengan oplah 5000 exemplar dan didistribusikan ke seluruh kanwil kemenag provinsi dan stakeholder.

Advertorial dan Banner Media Online

Konsep dasar pemberitaan terkait pelayanan dan berita tentang penyelenggaraan ibadah haji dengan sasaran pengguna internet, mahasiswa, pengusaha, politisi. Frekuensi penayangan @ 10 (sepuluh) kali untuk masing-masing situs (media penayang) dengan menngunakan situs berita OKEZONE situs berita ANTARA (mewakili Komunitas). Adapun konsep dasar jurnalistik concept (advertorial/Features/ Artikel) dengan tematik dan issued release Menteri Agama, efisiensi BPIH, ISO, Transportasi, akomodasi, pemondokan, konsumsi, batik, responsi survey BPS, profesionalisme, dan tips-tips seputar haji. Dalam melengkapinya penayangan Banner dengan ukuran 300 x 250 pix melalui situs berita DETIK situs berita OKEZONE.

Disamping itu, pengelolaan media dinas online www.haji.kemenag. go.id sebagai salah satu kewajiban pemerintah dalam menyelenggarakan pelayanan publik berdasarkan SK Menteri PAN Nomor 63/Kep/M. PAN/7/2003, maka pengelolaan situs dinas dilakukan uptodate baik

Realita Haji : 32

Edisi I / Tahun 2012

pemberitaan, perolehan informasi maupun pengaduan dari masyarakat tentang penyelenggaraan haji pusat dan daerah. Hal ini dilakukan sebagai pemenuhan kebutuhan penerima layanan maupun pelaksanaan ketentuan peraturan perundang- undangan. Sesuai dengan semangat reformasi yang menuntut sebuah pemerintahan yang baik (good

penyelenggaraan ibdah haji tahun

1431 H/ 2011 M dengan pembuatan

dan pendistribusian materi-materi below the lines di beberapa lokasi strategis dalam bentuk media luar ruang dalam bentuk Spanduk dan Standing Banner di lokasi yang strategis dan dapat dilihat masyarakat seperti Masjid Istiqlal Jakarta, Kantor Kementerian Agama Pusat, Kanwil

Istiqlal Jakarta, Kantor Kementerian Agama Pusat, Kanwil Memberikan layanan yang lebih baik bagi para calon jamaah

Memberikan layanan yang lebih baik bagi para calon jamaah haji Indonesia dengan SISKOHAT Online yang terhubung langsung dengan Kementrian Agama

governance), pelayanan yang diberikan oleh pemerintah sebagai penyelenggara pelayanan publik dituntut untuk semakin baik dengan cara memberikan informasi terkini tentang perhajian, khususnya tentang penyelenggaraan ibadah haji, meningkatkan mutu layanan informasi publik di bidang pelayanan haji dan meningkatkan pencitraan publik Kementerian Agama melalui pengelolaan website dan webmail dinas www.haji.kemenag.go.id. Web design yang semakin lengkap dan menarik dilengkapi dengan info perkiraan pemberangkatan jemaah haji.

Media Luar Ruang

Melakukan pra dan pasca event

kemenag Provinsi, Asrama Haji, Bank Penerima Setoran (BPS) BPIH dan di Bandara

Konferensi Pers

Menyelenggarakan Pertemuan Pers dalam rangka penyebaran informasi terkini penyelenggaraan ibadah haji

2011 di pusat dengan mengundang

media cetak dan elektronik yang tergabung dalam media centre haji serta wartawan kordinator kementerian.

Media Centre Haji

Media Centre Haji yang efektif telah berjalan sejak tahun 2002 dalam pemberitaan perhajian terkini dan terpusat yang saat itu dipusatkan

pada Subdit Informasi Haji Direktorat Pembinaan Haji dan bersinegi dengan Pinmas, merupakan corong informasi kementerian agama tentang perhajian. Penyampaian informasi tentang haji dilakukan dengan menggunakan sumberdaya internal kementerian dan wartawan kordinator dengan memberdayakan web dinas www.haji.kemenag. go.id. Informasi diuploud terkini dan terus menerus pra-saa-pasca penyelenggaraan ibdah haji baik dari daerah di tanah air, Arab Saudi dan negara lainnya.

One Stop Service

Pembangunan ruang host data center haji ini merupakan implementasi keterbukaan data dan layanan informasi bagi publik baik secara langsung maupun melalui media teknologi informasi yang terpusat dalam satu area dengan tatanan dan klasifikasi ruangan. Pembanguanan dilakukan dimulai sejak pertengahan Desember 2011 dengan maksud memperoleh suatu sistem informasi haji yang selalu up to date dan mampu mengikuti perkembangan teknologi terkini sehingga dapat berfungsi sebagai alat bantu untuk meningkatkan efisiensi dan efekktivitas proses kerja pelayanan haji sistem one stop services, sebagai alat bentuk memudahkan dan dan mempercepat penglolaan data jamaah, monitiring terhadap penyelenggaraan ibadah haji, memberikan kemudahan dan kecepatan dalam pelayanan informasi haji serta kegiatan yang terkait dengan yang diperlukan. Tujuanannya menngkatkan pelayanan informasi Ditjen PHU untuk memenuhi kebutuhan terkini, memudahkan akses data dan informasi terkait jemaah haji, memudahkan pengelolaan dan penyusunan program pelayanan haji; dan memudahkan pencapaian single entry untuk mendapatkan informasi

terkait dengan pelayanan ibadah haji.

Kajian Program Image Building

Menyiapkan, mengumpulkan dan melakukan survey dalam rangka melihat manfaat dari pelaksanaan pekerjaan, apakah mempunyai nilai guna bagi para jamaah haji. Merupakan survey pengumpulan data untuk melihat sejauhmana nilai guna (manfaat) penayangan program image building bagi para jamaah haji dengan cara membandingkan hasil sebelum ada program dan setelah ada program. Metode yang digunakan adalah metode cluster dimana per cluster meliputi 4 wilayah embarkasi. Instrumen akan dibagikan kepada para jamaah haji di embarkasi. Sebagai sampel adalah para jamaah haji di embarkasi. Embarkasi Medan, Embarkasi Ujung Pandang, Embarkasi Surabaya, Embarkasi Pondok Gede- Bekasi sebagai embarkasi terpilih.

Dengan melakukan survey berskala nasional dengan jumlah sample sebanyak 1.000 jemaah haji tahun 1432 H/ 2011 M pad 12 embarkasi dapat disimpulkan bahwa mayoritas calon jemaah haji lebih menyukai pola informasi yang didistribusikan melalui lisan, baik melalui tatap muka maupun melalui media visual. Meskipun demikian, masih banyak responden yang belum merasa cukup dengan informasi yang diberikan melalui tatap muka dan visual tersebut, terutama responden yang berprofesi sebagai guru dan dosen. Informasi yang dipandang masih kurang adalah mengenai manasik, pemondokan di tanah suci, catering, pemberangkatan dan layanan kesehatan dengan konsentrasi utama pada informasi mengenai manasik dan pemondokan di tanah suci. Iklan layanan masyarakat yang ditayangkan melalui televisi paling disukai oleh responden karena dianggap mudah dicerna dan

menghibur, sementara talkshow dan live practice juga dianggap menarik karena memberikan pengetahuan dan fungsional dalam mengingatkan. Secara umum dengan adanya sosialisasi berupa image building, responden umumnya berpandangan bahwa itu cukup membantu memberikan informasi, pengetahuan, bahkan kepercayaan terhadap pelaksana penyelenggaraan haji, hanya saja polanya masih perlu dikembangkan dan disesuaikan dengan karakteristik calon jemaah haji secara umum. Hal senada disampaikan oleh TVRI bahwa pelaksanaan program image building berdampak kepada tingginya animo masyarakat terhadap tayangan tersebut, terbukti dengan banyaknya telepon pemirsa yang masuk saat berlangsungnya acara, baik dari Jakarta maupun daerah di seluruh tanah air.

Penyebarluasan informasi yang dilaksanakan secara aktif dan efektif kepada publik telah ditindaklanjuti oleh Sekretariat Kabinet berdasarkan arahan Bapak Presiden tentang pencapaian kinerja pemerintah dan perlunya pelurusan informasi ke publik. Hal ini dilakukan agar masyarakat luas dapat memperoleh informasi yang utuh, benar, proporsional dan focus mengenai perkembangan pelaksanaan program kerja/kebijakan pemerintah dan hasil-hasil yang dicapai. Untuk itu, peran dan fungsi kehumasan pada kementerian/lembaga diminta untuk dioptimalkan. Amanat tersebut menjadi motivasi bagi Bagian Sistem Informasi Haji Terpadu Sekditjen PHU untuk melakukan penyebarluasan informasi tentang perhajian dengan memanfaatkan media massa secara efektif, tepat waktu dan konklusif untuk mencapai peningkatan mutu dan kualitas informasi lebih baik dari tahun sebelumnya.

Realita Haji : 33

Edisi I / Tahun 2012

Kronika Luar Negeri

Dewan Mufti Rusia Ikuti Peringatan Maulid Nabi

Luar Negeri Dewan Mufti Rusia Ikuti Peringatan Maulid Nabi Wakil Ketua Dewan Mufti Rusia Rushan Hazrat

Wakil Ketua Dewan Mufti Rusia Rushan Hazrat Abbyasov bersama msyarakat muslim Indonesia di Moskow memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW yang berlangsung di KBRI Moskow.

Realita Haji : 34

Realita Haji : 34

Edisi I / Tahun 2012

Edisi I / Tahun 2012

P eringatan tersebut dihadiri oleh Wakil Ketua Dewan Mufti Rusia, Rushan Hazrat Abbyasov yang sekaligus

didaulat untuknmenjadi penceramah, demikian sekretaris dua pensosbud KBRI Moskow Enjay Diana kepada ANTARA London, Senin.

Peringatan Maulid Nabi yang diselenggarakan oleh Himpunan

Menurut Abbyasov, perbedaan merupakaan sesuatu yang hal yang indah dan mewarnai kehidupan umat manusia. Rasulullah

Menurut Abbyasov, perbedaan merupakaan sesuatu yang hal yang indah dan mewarnai kehidupan umat manusia. Rasulullah SAW telah

mencontohkan untuk saling menghormati perbedaan-perbedaan yang ada sehingga tercipta keharmonisan dan kerukunan antar sesama manusia.

Terkait perkembangan masyarakat muslim di Rusia, Abbyasov menjelaskan dalam 20 tahun terakhir Islam di Rusia mengalami perkembangan yang pesat.

Masjid Kul Sharif (Kazan Rusia)

Persudaraan Islam Indonesia (HPII) Moskow tersebut bertemakan “Teladan Rasulullah SAW dalam Kerukunan Umat Beragama”.

Selain ceramah, rangkaian acara berupa pembacaan ayat suci Al Quran, persembahan lagu-lagu rohani dan musikalisasi puisi tentang kecintaan kepada Rasulullah SAW oleh murid dan guru Sekolah Indonesia Moskow (SIM).

Ditengah cuaca dingin yang masih melanda wilayah Rusia, ceramah yang disampaikan oleh Abbyasov mampu menghangatkan suasana.

Wakil Ketua Dewan Mufti Rusia yang sudah beberapa kali mengunjungi Indonesia menyampaikan bahwa umat muslim Indonesia dan Rusia memiliki banyak persamaan dalam perayaan hari kelahiran Nabi Besar Muhammad SAW. Abbyasov menyampaikan pula kesan kesan yang mendalam selama berada di Indonesia, termasuk kehidupan masyarakat muslim Indonesia.

Dalam ceramahnya, Wakil Ketua Dewan Mufti Rusia menjelaskan

selama hidup Nabi Muhammad SAW telah memberikan teladan yang baik tidak hanya kepada umat muslim, tetapi juga seluruh umat manusia di muka bumi, tanpa membedakan warna kulit, derajat dan asal muasal seseorang.

“Sebagaimana firman Allah SWT bahwa semua manusia dihadapan Allah SWT adalah sama. Yang membedakan hanyalah keimanan dan ketaqwaannya”, kata Wakil Ketua Dewan Mufti.

Abbyasov menyampaikan kisah Bilal, seorang budak asal Ethiopia yang karena kehalusan budi pekerti Rasul memutuskan mengikuti ajaran Rasulullah SAW dan menjadi pemeluk agama Islam yang sangat taat. Pembebasan Bilal sebagai budak mencerminkan bahwa Islam menjunjung tinggi nilai-nilai dan hak- hak asasi manusia.

Teladan Rasul yang ditunjukkan dengan kasih sayangnya kepada Bilal yang berbeda warna kulit dan suku bangsa tersebut juga merupakan teladan yang perlu ditiru oleh seluruh umat muslim di dunia saat ini.

Saat ini umat muslim Rusia berjumlah sekitar 24 juta dari 142 juta penduduk Rusia yang mewakili lebih dari 40 suku bangsa di Rusia. Komunitas muslim Rusia merasakan bagian dari komunitas internasional sehingga kerjasama dilakukan pula pada tingkat internasional, termasuk dengan Indonesia.

Pengarah HPII-Moskow Nugroho Setyadie mengatakan ceramah

yang disampaikan Wakil Ketua Dewan Mufti Rusia ini diharapkan dapat

lebih memberikan pemahaman dalam memaknai Maulid Nabi untuk dapat meneladani kehidupan Rasulullah SAW. dalam menembus ruang dan waktu kehidupan sehari- hari.

Peringatan Maulid Nabi diakhiri dengan ramah tamah sambil menikmati hidangan khas Indonesia. Wakil Ketua Dewan Mufti Rusia

yang sudah merasakan kedekatan dengan Indonesia, berkali-kali

mengucapkan “matur nuwun” yang selalu diingatnya.(ZG)

Realita Haji : 35

Realita Haji

: 35

Edisi I / Tahun 2012

Edisi I / Tahun 2012

Kronika Dalam Negeri

Tanda-tanda Kenaikan Ongkos Haji
Tanda-tanda
Kenaikan
Ongkos
Haji

Tanda-tanda kenaikan ongkos haji yang dimaksud ada tiga, diantaranya adalah berkaitan dengan pemondokan haji di tanah suci

M enteri Agama RI,

Suryadharma Ali

menyatakan tantangan

haji di tahun 2012 sangat

berat, sehingga mungkin terjadi kenaikan ongkos haji yang disertai dengan tanda-tanda, termasuk kenaikan bahan bakar minyak.

“Tanda-tanda kenaikan ongkos haji yang dimaksud ada tiga, diantaranya adalah berkaitan dengan pemondokan haji di tanah suci,” kata Menag di Pekanbaru, Sabtu (25/2)

Untuk diketahui, katanya, bahwa di tanah suci Mekkah terdapat sekitar 1.700 lebih pemondokan haji yang terletak tepat di sekitar Masjidil Haram.

“Nah jika seluruh pemondokan ini dilakukan pembongkaran, maka pemondokan bagi para jemaah haji Indonesia bisa lebih mundur lagi. Dan kalau pun mau tetap pada jarak yang sama, atau jarak yang lebih baik, maka biaya pemondokan akan jauh lebih mahal lagi,” kata Suryadharma.

Tanda kedua terkait potensi kenaikan ongkos haji adalah, kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) baik secara global maupun di tanah air.

Realita Haji : 36

Edisi I / Tahun 2012

Untuk diketahui, demikian Menag, bahwa pada tahun 2011 lalu, harga BBM itu masih berkisar antara 80 sampai 100 US Dollar per barrelnya

Sementara untuk tahun 2012 ini, katanya, posisi harga minyak sudah mencapai 190 US Dollar per barrel, dan hal demikian bisa menyebabkan ongkos haji naik.

“Namun kita tidak pernah tahu, kapan kenaikan harga BBM dunia berimbas hingga ke dalam negeri. Bisa empat bulan mendatang bahkan bisa dalam waktu dekat ini,” katanya.

Kondisi kenaikan BBM ini tidak hanya disebabkan krisis global, namun juga disebabkan konflik Iran dengan negara di Eropa dan Amerika.

“Diketahui juga bahwa Iran mengancam akan menutup jalur perdagangan minyak, dan bahkan embargo minyak dan seterusnya dan seterusnya. Hal demikian bisa menyebabkan terus meningkatnya harga minyak dunia termasuk di Indonesia. Hingga akhirnya menyebabkan krisis ekonomi bahkan kenaikan ongkos haji tanah air,” ujarnya.

Kemudian tanda-tanda ketiga, yakni nilai tukar rupiah terhadap dollar yang terus menurun.

“Untuk diketahui, pada tahun 2011 lalu, nilai tukar rupiah itu mencapai Rp8.300 sampai dengan Rp8.700 per US Dollar. Namun sekarang sudah sampai diatas Rp9.000. Kondisi demikian juga bisa menyebabkan ongkor haji meninggi,” kata Menag

Kendati demikian, Menag berharap masyarakat di tanah air tidak kaget dan tidak perlu mengkuatirkan ketiga tanda-tanda yang diuraikan diatas.

“Karena kami selaku pemerintah akan terus berusaha agar tidak terjadi kenaikan terhadap onkos haji,” ujarnya

Selama dana optimalisasi dan dana abadi umat itu masih mencukupi, demikian Menag, maka kenaikan ongkos haji akan disubsidi.

“Nanti dengan dana abadi umat ini, kami akan menekan ongkos haji hingga tetap normal seperti biasanya,” kata Suryadharma. (TS)

BIO FARMA
BIO FARMA
BIO FARMA SIAP SUPLAI VAKSIN JAMAAH HAJI Perusahaan produsen vaksin PT Bio Farma (Persero) siap menyuplai
BIO FARMA SIAP SUPLAI VAKSIN JAMAAH HAJI Perusahaan produsen vaksin PT Bio Farma (Persero) siap menyuplai
BIO FARMA SIAP SUPLAI VAKSIN JAMAAH HAJI Perusahaan produsen vaksin PT Bio Farma (Persero) siap menyuplai

SIAP SUPLAI

BIO FARMA SIAP SUPLAI VAKSIN JAMAAH HAJI Perusahaan produsen vaksin PT Bio Farma (Persero) siap menyuplai
BIO FARMA SIAP SUPLAI VAKSIN JAMAAH HAJI Perusahaan produsen vaksin PT Bio Farma (Persero) siap menyuplai
BIO FARMA SIAP SUPLAI VAKSIN JAMAAH HAJI Perusahaan produsen vaksin PT Bio Farma (Persero) siap menyuplai
BIO FARMA SIAP SUPLAI VAKSIN JAMAAH HAJI Perusahaan produsen vaksin PT Bio Farma (Persero) siap menyuplai

VAKSIN JAMAAH HAJI

Perusahaan produsen vaksin PT Bio Farma (Persero) siap menyuplai vaksin flu bio pada calon jamaah haji periode 2012.

S ementara ini dalam

penjajakan, namun kami

sudah menyiapkan vaksin

untuk para calon jamaah haji

apabila disetujui pihak Kementerian Agama,” kata Kepala Divisi Penujang Pemasaran PT Bio Farma (Persero) Aco Aslam Yusuf di Makassar, Jumat. Dia mengatakan, produksi perusahaan yang berbasis di Jawa Barat tersebut sudah mulai digunakan di dalam negeri sejak prakemerdekaan, kemudian produksinya kini sudah dapat dirasakan di mancanegara.

Menurut dia, vaksin flu bio itu diberikan pada calon jemaah haji pada saat pemeriksaan kesehatan dan di karantina menjelang debarkasi di masing-masing wilayah pemberangkatan.

Selain rencana penyiapan vaksin flu bio untuk calon jamaah haji, lanjut dia, Bio Farma juga ditunjuk sebagai tuan rumah penyelenggaraan pertemuan akbar ke-13 “Developing Countries Vaccine Manufactures Network” (DCVMN) di Bali pada 31 Oktober - 2 November 2012.

Sementara untuk pemenuhan kebutuhan vaksin di Sulsel dan sekitarnya, Aco mengatakan, melalui dua jalur. Pertama jalur pemerintah dari Kementerian Ke ehatan ke Dinas Kesehatan Provinsi dan selanjutnya ke Dinas Kesehatan kabupaten/kota.

“Sedang jalur kedua melalui distributor. Di daerah ini terdapat

jalur kedua melalui distributor. Di daerah ini terdapat enam distributor yang menyuplai vaksin ke klinik atau

enam distributor yang menyuplai vaksin ke klinik atau tempat praktek dokter dan apotik,” katanya.

Khusus mengenai target perjualan perusahaan vaksin ini pada 2012

berdasarkan data Bio Farma diketahui, sebanyak 1,5 triiun, sedang pada periode 2011 kinerja perusahaan mencatat pendapatan laba bersih Rp30 miliar. (ess)

Realita Haji : 37

Realita Haji : 37

Edisi I / Tahun 2012

Edisi I / Tahun 2012

HAB KEMENAG Ke-66, d a n BEBAS KORUPSI H ari Amal Bhakti Kementerian Agama (HAB

HAB KEMENAG Ke-66,

dan BEBAS KORUPSI

H ari Amal Bhakti Kementerian Agama (HAB Kemenag) ke-66 sekali ini mengusung tema “Memperteguh Komitmen

untuk Membangun Kementerian Agama yang Bebas dari Korupsi”. Alasannya cukup jelas, di mata publik kementerian ini harus menjadi garda terdepan dalam pemberantasan korupsi.

Wakil Menteri Agama (Wamenag) Prof. Dr. Nasaruddin Umar MA pernah menyebut bahwa pejabat yang korup masih merupakan masalah aktual. Sepertinya bukan hanya keberanian dan keteladanan yang diperlukan, tetapi juga waktu yang cukup untuk memberantasnya. “Sistem dan tradisi yang berlaku di dalam masyarakat kita terkadang ikut melegalkan korupsi itu,” katanya.

Di dalam Islam, ia mengatakan, jelas sekali bedanya antara pemberian (hibah atau hadiyah) dengan sogokan (risywah). Bahasa agama perlu lebih dikencangkan untuk mencegah korupsi. Banyak orang yang melakukan korupsi, tetapi tidak sedikit pun merasa malu. Seharusnya dikembangkan teologi korupsi yang menganggap korupsi itu aib besar, dosa besar, dan sanksinya pun harus maksimum.

Tema HAB Kemenag ke-66 sungguh tepat, karena kementerian tersebut

Realita Haji : 38

Realita Haji : 38

Edisi I / Tahun 2012

Edisi I / Tahun 2012

Haji : 38 Edisi I / Tahun 2012 Edisi I / Tahun 2012 Menteri Agama Suryadharma

Menteri Agama Suryadharma Ali dengan didampingi Wakil Menteri Agama Nasaruddin Umar, para pejabat eselon I Kementerian Agama, dan para tokoh agama turut serta pada gerak jalan kerukunan dalam rangka Hari Amal Bakti Kementerian Agama Ke 66 di Monas, Jakarta (29/1).

harus bebas dari korupsi. Korupsi menurut UU No. 31/1999 jo. UU No.20/2001 ialah merugikan keuangan negara, suap menyuap, penggelapan dalam jabatan, pemerasan, perbuatan curang, benturan kepentingan dalam pengadaan, dan gratifikasi.

Dalam beberapa literatur disebutkan bahwa korupsi (bahasa Latin:

corruptio dari kata kerja corrumpere = busuk, rusak, menggoyahkan, memutarbalik, menyogok). Transparency International

mendifinisikan sebagai perilaku pejabat publik, baik politikuspolitisi maupun pegawai negeri, yang secara tidak wajar dan tidak legal memperkaya diri atau memperkaya mereka yang dekat dengannya, dengan menyalahgunakan kekuasaan publik yang dipercayakan kepada mereka.

Dari prespaktif hukum, korupsi dimaknai sebagai tindak pidana korupsi secara garis besar mencakup unsur-unsur sbb: perbuatan melawan hukum; penyalahgunaan

kewenangan, kesempatan, atau sarana; memperkaya diri sendiri, orang lain, atau korporasi; merugikan keuangan negara atau perekonomian negara;

Selain itu terdapat beberapa jenis tindak pidana korupsi yang lain, diantaranya: memberi atau menerima hadiah atau janji (penyuapan); penggelapan dalam jabatan; pemerasan dalam jabatan; ikut serta dalam pengadaan (bagi pegawai negeri/penyelenggara negara); menerima gratifikasi (bagi pegawai negeri/penyelenggara negara). Terkait HAB Kemenag ke-66 dan tema pemberantasan korupsi, bagi jajaran Kemenag hal tersebut dijadikan momen untuk mempertegas komitmen antikorupsi.

Sekretaris Direktorat Jenderal Pendidikan Islam (Sesditjen Pendis) Kemenag Affandi Mochtar, sebagai Ketua Panitia Peringatan HAB ke-66 Kemenag, dan Kepala Pusat Informasi dan Hubungan Masyarakat (Pinmas) Zubaidi, kepada pers mengatakan, Kemenag berkomitmen pada pengembangan agama. Dalam praktiknya harus betul-betul jadi institusi yang bersih dari korupsi. Guna mewujudkan itu, Kemenag akan menyisipkan program-program antikorupsi dalam kegiatan HAB, mulai dari kegiatan olahraga, seni, donor darah, bazar dan bakti sosial.

Menyambut HAB itu sendiri, Menteri Agama Suryadharma Ali mengatakan, perjalanan sejarah Kementerian Agama selama 66 tahun telah menorehkan amal bagi umat, bangsa dan negara. Banyak keberhasilan Kemenag dalam pelayanan kehidupan beragama, pengembangan pendidikan agama serta pelayanan ibadah haji yang mendapat apresiasi dari publik.

“Namun disamping itu, kita tidak memungkiri masih terdapat sorotan dan penilaian yang kurang menggembirakan terhadap kinerja

sebagian aparatur Kementerian Agama. Untuk itu saya mengajak keluarga besar Kemenag untuk menyikapi semua itu dengan bijak,” kata Menteri Agama pada malam tasyakuran HAB di Jakarta. Ia mengajak jajaran Kemenag terus bekerja dengan tekad menjadikan hari ini lebih baik daripada kemarin dan hari esok lebih baik daripada hari ini. Dan, dalam membangun Kemenag ke depan, di tengah dinamika perkembangan bangsa dan isu-isu agama yang semakin berat, diperlukan pewarisan nilai- nilai, tradisi dan spirit Kemag yang menjadi pegangan dan inspirasi bagi seluruh aparatur. “Kita semua menyadari bahwa wajah Kementerian Agama adalah representasi wajah umat beragama di Indonesia, “ ia menegaskan.

Bersamaan dengan tasyakuran HAB ke-66 Kemenag, Menteri Agama Suryadharma Ali memberikan penghargaan kepada empat orang tokoh nasional maupun daerah. Penghargaan tersebut diberikan kepada fugur yang dianggap berperan dan berjasa dalam penddidikan keagamaan di tanah air.

Keempat tokoh penerima penghargaan dari Menag adalah mantan Presiden RI, BJ Habibie, mantan Menteri Agama Tolchah Hasan, Gubernur Lampung Sjahruddin ZP dan Gubernur Maluku Karel Albert Ralahalu. (ess)

ZP dan Gubernur Maluku Karel Albert Ralahalu. (ess) Wamenag Nasaruddin Umar bersama sejumlah pejabat eselon I

Wamenag Nasaruddin Umar bersama sejumlah pejabat eselon I menyerahkan piala kepada pemenang lomba olahraga dalam rangka HAB ke 66, di halaman Kemenag, Jakarta, Jumat (3/2).

rangka HAB ke 66, di halaman Kemenag, Jakarta, Jumat (3/2). Realita Haji : 39 Realita Haji

Realita Haji : 39

Realita Haji : 39

Edisi I / Tahun 2012

Edisi I / Tahun 2012

Selamat dan Sukses

Realita Haji : 40

Edisi I / Tahun 2012

Dirgahayu HARI AMAL BHAKTI KE 66 KEMENTERIAN AGAMA Republik indonesia TAHUN2012
Dirgahayu
HARI AMAL BHAKTI
KE 66
KEMENTERIAN AGAMA
Republik indonesia
TAHUN2012