Anda di halaman 1dari 12

PENGUJIAN HIPOTESIS A.

Pengertian hipotesis Hipotesis adalah : - Asumsi(dugaan) mengenai sesuatu hal yang dibust untuk menjelaskan hal yang sering di tuntut untuk melakukan pengecekannya (sudjana, 2 ! : 2"#, edisi $). - Pernyataan (dugaan) yang bersi%at sementara terhadap suatu masalah penelitian yang kebenarannya masih lemah : yang harus diuji secara empires (&'bal Hasan, 2 ( : )"). *leh karena itu, hipotesis harus dibuktikan, tidak dapat hanya menjadi praduga (dugaan) dan persangkaan belaka. +ila tidak dibuktikan melalui sesuatu proses pengujian, maka peneliti sudah barang tentu tidak mengetahui kebenaran ilmiahnya. Hal ini bersesuaian dengan ,irman Alllah -./ 0- : An 1ajm : 22 dan 0- : Al-3aatsiyah : 2" dalam Al-0ur4an yang artinya sebagai berikut : - 5an mereka tidak mempunyai suatu pengetahuan pun tentang itu, 6ereka tidak lain hanyalah mengikuti persangkaan, sedang sesungguhnya itu tiada ber%aedah sedikitpun terhadap kebenaran (0- : An 1ajm : 22). - 7..dan mereka sekali-kali tidak mempunyai pengetahuan tentang itu, mereka tidak lain hanyalah menduga-duga saja (0- : Al-3aatsiyah). 8ata-kata persngkaan atau duga-duga dalam kedua ayat diatas dapat diartikan sebagai hipotesis, sedangkan dari aspek bahasa.Hipotesis berasal dari kata bahasa yunani dan terbentuk atas kata : Hypo artinya diba9ah /hesa artinya kebenaran Proses pengujian hipotesis merupakan tingkat berpikir dedukti%, yaitu mengambil kesimpulan dari hal yang bersi%at umum, dalam hal ini premis-premis kepada kesimpulan khusus yang berupa hipotesis, yang

harus diuji agar kebenaran yang terdapat didalam hipotesis itu sahih (:alid). *leh karena itu masih merupakan ja9aban sementara, maka perlu dibuktikan kebenarannya dengan kon%irmasi data sample penelitian.selajutnya (i'bal Hasan, 2 ( : )2-))). 6enyatakan rumusan hipotesis berdasarkan :

"). /ingkat ;ksplamasi yang akan diuji dapat dibagi atas : a). Hipotesis 5eskripti%. 6enunjukan prediksi sementara tentang bagaimana (Ho9) mengenai nilai suatu :ariabel secara mandiri terjadi. b). Hipotesis 8omparati%. 6erupakan hipotesis mengenai nilai perbandingan sntara satu :ariable dengan :ariabel lainnya. c). Hipotesis Assosiati%. 6erupakan hipotesis mengenai nilai hubungan atau pengaruh :ariabel atau lebih dengan atau terhadap satu atau lebih :ariabel lainnya. 2). +erdasarkan uji statistiknya, dapat dibedakan atas : a). Hipotesis 1ol (1ihil). 5iberi symbol H , merupakan hipotesis yang dirumuskan untuk memeriksa ketidak benaran suatu teori dan dinyatakan dalam brntuk kalimat negati:e (pernyataan). 6isal :
H

: tidakada < perbedaan (hubungan=pengaruh)7

8arena dalam pemeriksaannya mengunakan konsep dan perhitungan statistik. 6aka H ini dapat pula dinyatakan sebagai hipotesis statistik. b). Hipotesis 8erja (dengan symbol H " atau H a ) 6erupakan dugaan sementara tentang akibat suatu :ariabel terjadi terhadap :ariabel (tertentu) yang lain dan dirumuskan sebagai la9an atau tandingan dari hipotesis nol ( H ). *leh karena itu H " atau H a menyatakan adanya perbedaan (hubungan atau pengaruh)77. (kalimat atau pernyataan) positi%. >ontoh :
H " atau H a

: ada perbedaan (pengaruh atau hubungan) 7.

Hipotesis kerja ( H " atau H a ) ini dibuat dari rumusan hipotesis penelitian. +. Pengujian Hipotesis. "). Pengetian. Pengujian hipotesis merupakan suatu prosedur yang akan menghasilkan keputusan untuk menolak atau menerima H . 8eputusan yang dibuat tersebut mengandung ketidak pastian. *leh karena keputusan tentang parameter populasi itu didasarkan pada data sampel artinya keputusan itu bisa benar dan atau bisa salah, sehingga menimbulkan resiko (8esalahan penelitian), besar kecilnya resiko dinyatakan dalam bentuk probabilitas. -ecara operasional dinyatakan dengan istilah tingkat keyakinan (?e:el o% signi%icance) dan diberi notasi (biasanya diambil "@ atau !@). 2). 8esalahan 5alam Pengujian Hipotesis 5alam pengujian hipotesis, kesimpulan yang doperoleh hanyalah berupa penerimaan atau penolakan dari yang telah diajukan dan tidak berarti bah9a kita telah membuktikan atau tidak membuktikan kebenaran hipotesis itu. &ni disebabkan karena kesimpulan itu hanyalah merupakan in%erensi yang didasarkan atas sampel. Pada setiap pengujian hipotesis, kita diharuskan memilih salah satu dari kedus hipotesis tersebut. Apakah kita akan menerima atau menolak H . 5alam penmgambilan keputusan ini kadang seorang

peneliti membuat kesalahan dalam pengambilan keputusan tersebut. 8esalahan tersebut terjadi ketika kita menolak hipotesis yang benar, atau menerima hipotesis yang salah. 8edua jenis kesalahan ini diberi nama secara khusus dalam pengujian hipotesis, yaitu : "). 8esalahan jenis & (galat jenis &), kesalahan ini terjadi ketika kita menolak H pdahal H ini benar. Peluang terjadinya kesalahan ini dinyatakan dengan a dan pada umumnya disebut pada tara% nyata (le:el o% signi%icance). 2). 8esalahan jenis && (glat jenis &&), kesalahan ini terjadi ketika kita H " benar. menerima H padahal H inisalah dan Peluang terjadinya kesalahan jenis && dinyatakan dengan . 8esalahan jenis && ini disebut dengan kuasa pengujian atau kekuatan uji (po9er o% statistical test). Hubungan antara kedua jenis kesalahan tersebut dapat dilihat pada tabel 2." diba9ah ini : /abel 2.". Hubungan antara dan dalam pengujian Hipotesis

8eputusan /erima /olak


H H

Hipotesis yang benar


H

H"

8eputusan benar (peluang "- ) -alah jenis & (peluang )

-alah jenis && (peluang ) 8eputusan benar (peluang "- )

Apabila kedua jenis kesalhan tersebut dinyatakan dalam bentuk probalitas maka : "). kesalahan & disebut (baca : al%a) yang dalam bentuk penggunaannya disebut tara% nyata (le:el o% signi%icance). "- disebut tingkat keykinan (le:el o% signi%icance) karena dengan ini, kita bah9a kesimpulan yang dinuat benar sebesar "- A 2). 8esalahan jenis && disebut kesalahan (baca : beta) yang dalam bentuk penggunaannya disebut %ungsi ciri operasi (operating characteristic %unction), disingkat >*. " - disebut kuasa pengujian karena memperkihatkan kuasa terhadap

pengujian yang dilakukan untuk menolak hipotesis ( H ) yang seharusnya ditolak. 8esalahan penrikan kesipulan dalam pengujian hipotesis disebabkan karena kesalahan sampel dan kesalahan perhitungan sehingga mengubah antara :ariabel-:ariabel penelitian tersebut. )). Bji Hipotesis 5ua -isi dan -atu -isi. Pemilihan sisi pengujian tergantung dari hipotesis parameter populasi. Bji hipotesis dua sisi akan menolak hipotesis nol ( H ) jika nilai statistik sampel secara signi%ikan lebih kecil dari nikai parameter populasi atau dapat dinyatakan dengan H : = dan H : . Bntuk uji hipotesis satu sisi dapat dinyatakan dengan H : dan H : < atau H : dan H : > . (). Pengujian Hipotesis. Bntuk menguji kebenaran suatu hipotesis diperlukan suatu in%ormasi yang dapat digunakan untuk mengambil kesimpulan. Apakah suatu pernyataan tersebut dapat dibenarkan atau tidak. &n%ormasi yang dibutuhkan berasal dari seluruh snggota atau hanya sebagian dari anggota populasi (sampel). Bntuk memilih salah satu dari kedua hipotesis tersebut ( H atau H " ) diperlukan suatu kriteria pengujian yang ditentukan berdasarkan pada suatu statistik uji. 8riteria (tolak ukur) uji atau statistik uji adalah sebuah peubah acak yang digunakan dalam menentukan hipotesis nol atau hipotesis alternati:e yang diterima dalam pengujian hipotesis. 8arena dalam pengujian hipotesis kita harus menentukan satu diantara H dan H " . 1ilai-nilai statistik yang digunakan untuk menolak hipotesis nol disebut dengan daerah penolakan.

!). Prosedur Pengujian Hipotesis. Bntuk mempermudah peneliti menguji kebenaran suatu hipotesis maka terdapat beberapa langkah-langkah atau prosedur pengujian yang perlu diperhatikan. Adapun prosedur pengujian hipotesis tersebut terdiri dari perumusan hipotesis. 6emilih tingkat signi%ikan si, menentukan uji distribusi yang digunakan, pengambilan keputusan dan penarikan kesimpulan.

>. Pengujian Hipotesis 8omparati%. Bntuk melakukan pengujian hipotesis sebagai salah satu tahap analisis data dalam rangka menja9ab rumusan masalah penelitian mengenai perbedaan dan atau perbandingan dua karakteristik (:ariabel), /erdapat dua jenis komparati% yaitu antara dua populasi dan k C 2 populasi. 8emudian setiap jenis komparati% tersebut dibagi menjadi dua pola yaitu saling bebas (independent) dan berpasangan atau berkorelasi (dipenden). 3enis teknik statistik yang digunakan untuk menguji hipotesis komparati% harus sesuai dengan tipe data atau :ariabel berdasarkan skala pengukuran dari populasi yang diuji atas dasar data sample penelitian. "). Bji hipotesis dua populasi independent untuk data numerik. (-kala pengukuran inter:al atau rasio) 5alam melakukan pengujian hipotesis dua populasi independent untuk tipe data numerik dengan skala pengukuran inter:al atau rasio berdasarkan data sample independent melalui sumusan hipotesis statistik.
H : " = 2 H a : " 2 (perbedaan)

Atau

H : " > 2 (perbandingan)

/erdapat dua statistic uji yang dapat digunakan yakni : a. -tatistik uji t -tatistik uji t ini termasuk dalam kelompok statistic uji parametik , dimana ketepatan penerapannya pada data sample memerlukan pemenuhan asumsi atau persyaratan bah9a : "). 2). /ipe data kedua karateristik (:ariabel) berbentuk numerik dengan skala pengukuran internal atau rasio. -kore-skore masing-masing dari kedua :ariabel berasal dari populasi berdistribusi normal.

5an untuk aspek perhitungannya terdapat dua %ormula, atau perumusan yakni :

Pertama, +ila :ariansi kedua populasi sama besar (homogen, "2 = 22 ), maka digunakan %ormula :
t= D" X 2 Sg " + "
m" m2

5engan :
Sg =
2 (n" ") S"2 + (n2 ") S 2 n" + n2 2

8edua, +ila :ariansi kedua populasi tidak sama (heterogen, "2 22 ), maka digunakan %ormula :
t" = D" X 2 S"2 S 22 + n" n2

5engan demikian untuk menerapkan salah satu %ormula tersebut dalam proses perhitungannya, terlebih dahulu perlu diperhatikan mengenai asumsi atau persyaratan kehomogenan :ariansi populasi kedua :ariabel. b. -tatistik uji B 6ann .hitney. -tatistik ini termasuk dalam kelompok statistic uji tak parametik yang tidak memerlukan persyaratan mengenai distrisbusi populasi dan hanya nilai pengamatan kedua :ariabel (sample bebas) minimal berskala ordinal dengan prinsip membandingkan median ranking (peringkat) dari sample pertama dengan median ranking dari sample kedua, sehingga rumusan hipotesisnya
H : M e" = M e 2 H : M e" M e 2

atau

M e" > M e 2

5engan menggunakan statistic uji B yang merupakan nilai terkecil diantara rumus :
U " = n" .n 2 + n" (n" + ") R" 2

atau
U 2 = n" .n 2 + n 2 ( n2 + ") R2 2

5alam hal ini Ri , i E ",2 merupakan jumlah ranking gabungan ( n" + n 2 ) masing-masing untuk :ariabel pertama dan kedua. 5an statistic B ini untuk kriteria pengujian hipotesisnya dengan ukuran sampel pasangan data 2 dapat dikonsultasikan atau U dibandingkan dengan nilai tabel . 1amun bila pasangan sampel lebih besar (C) 2 maka digunakan statistik uji
Z= U U

, u = min(U " .U 2 )

5imana :
U =
n" .n2 2 n" .n 2 ( n" + n2 + ") "2

U =

Bntuk kriteria pengujian hipotesis dalam hal keputusan menolak atau menerima H , maka nilai F di atas dibangdingkan dengan nilai Z tabel yang diperoleh dari table distribusi kur:a normal. 2). Bji hipotesis dua populasi berpasangan (Paired) untuk data numerik. Bji ini digunakan untuk membandingkan selisih dua rata-rata (mean) dari dua populasi dengan asumsi berdistribusi normal. Perumusan hipotesisnya :
H : B = H a : B

Bntuk proses pengujian hipotesis digunakan statistic uji :

tp =

B n SB

5alam hal ini

Bi = X "i X 2i ,

i E ",2,7,n

+ila persyaratan normal distribusi populasi tidak dipenuhi seperti halnya pada uji komparati% dua populasi independent dengan tipe data numerik, maka sebagai alternati:e dapat digunakan statistik uji peringkat bertanda .ilcoGon. >ontoh -oal : "). 5ua perusahaan cat kayu A+> dan DHF masing-masing menyatakan bah9a cat mereka paling cepat kering. Bntuk menguji 9aktu pengeringan kedua merek cat kayu tersebut, dilakukan suatu eksperimen dengan mengambil sampel acak $kaleng cat kayu A+> dan $ kaleng cat kayu DHF yang digunakan untuk mengecat kayu dengan permukaan dan kondisi yang identik. 5ata 9aktu pengeringan (dalam menit) dari kedua merek cat kayu adalah sebagai berikut : >at 8ayu A+> >at 8ayu DHF .aktu Pengeringan >at (dalam menit $! I2 $$ I I" I) $$ $I $$ $( $! $2

Apakah dapat disimpulkan bah9a 9aktu pengeringan kedua merek cat tersebut berbedaJ (Kunakan = , ! ). Pengujian beda 5ua -ampel &ndependent 2). Pabrik mobil &ndo 8arya ingin menentukan apakah sebaiknya membeli ban merk K atau merk & untu mobil model baruya. Bntuk suatu percobaan dilakukan dengan menggunakan "2 ban dari tiap merk. +an tersebut dicoba sampai aus. Hasilnya untuk rata-rata jarak tempuh ban merk K dan & sampai aus berturut-turut 2!. km dan 2". km. sedangkan standar de:iasi (-impangan +aku) berturutturut (. km dan !. km. 3ika sampel ban K sebanyak "2 dan sampel & sebanyak " . 5apatkah disimpulkan bah9a pada tara% kepercayaan (le:el o% signi%icance) !@, tidak ada beda keausan diantara kedua merk ban.

Anggap atau asumsi kan bah9a populasi kedua merk ban berdistribusi normal. Perlu dilakukan pengujian homogenitas dua populasi : 2 H : G = I2 (homogen) 2 H : G I2 (tidak homogen) ;ngan statistik uji Harley
2 :ariasi terbesar S besar FE = 2 :ariasi terkeci S kecil

3ika ternyata F, Ftabel maka homogenitas :ariansi populasi dipenuhi dan dapat L) digunkan dengan tepat %ormula -K-& yang pertama. > Ftabel maka homogenitas :ariansi populasi tidak dipenuhi, L) sehingga dapat diterapkan %ormula -K-& yang kedua. 1ilai Ftabel diperoleh dari da%tar table distribusi , untuk derajat kebebasan penbilang V" = nG " = " " = # dan V2 = nG " = "2 " = "" serta tara% keyakinan ( ) E , !. )). Perusahaan M/*PN ingin mengukur peningkatan prestasi kerja karya9an di perusahaan setelah diberikan inseni%. Bntuk itu diambil sample sebanyak " karya9an, datanya adalah sebagai berikut :

8arya9an " 2 ) ( ! $ I 2 # " -ebelum I2 $I I" 2$ 2) 22 #" I $! 2

1ilai -esudah I$ # I! I! $I $) 22 22 $I I2

(). 8andungan pencemaran air raksa (dalam parts per million E ppn) dari sample ikan yang diambil dari dua lokasi di sungai >ili9ung adalah sebagai berikut : ?okasi A 22,! ) ,) 2$,2 2#,2 22," 2!, 2#,# ?okasi + )!,( 2I,$ )2,# )",I 22,) 2$,! )I,) Apakah ada perbedaan yang signi%ikan dalam tingkat pencemaran air raksa di kedua lokasi tersebut (diasumsikan tingkat pencemaran terdistribusi normal)J (Kunakan = , ! ).

)). Analisis Oariansi (analysis o% :ariance). /eknik statistik komparati% yang telah dibahas pada perkuliahan terdahulu hanya menganalisis perbedaan dua populasi dan hanya dapat digunakan untuk data yang diperoleh melalui sur:ei, dengan pengumpulan data menggunakan angket (kuesioner) dan pengamatan (obser:asi) sama sekali tidak melakukan kontrol terhadap :ariabel:arisbel. Pada bagian ini kita akan membahas perangkat analisis komparati% untuk data yang berasal dari hasil percobaan (;Gperiment) atau percobaan semu (0uasi ;Gperiment) dengan mengunakan statistik uji , berdasarkan table analisis :ariansi (Ana:a), yang pertama kali diperkenalkan oleh P.A. ,isher (8ennedy Q +ush, "#2! dalam ,ur'on, 2 ( : "#2). Ana:a dengan statistik uji , dapat pula dipahami sebagai perluasan dari uji t, sehingga penggunaannya tidak terbatas pada pengujian

perbedaan dua buah rata-rata populasi, namun dapat juga digunakan untuk uji perbedaan lebih dari dua rata-rata populasi sekaligus (k 2). 3ika kita menguji hipotesis nol bah9a rata-rata dua buah kelompok tidak berbeda, teknik A1AOA dan uji t (uji dua pihak) akan menghasilkan kesimpulan yang samaA keduanya akan menolak atau MmenerimaN hipotesis nol. 5alam hal ini, statistik , (yang diperoleh A1AOA) pada derajat kebebasan " dan n-k akan sama dengan kuadrat dari statistik t (yang diperoleh uji t). -elanjutnya bila data numerik (inter:al atau rasio) yang terdiri atas k 2 :ariabel tersebut berkolasi dengan : L -atu %aktor yang berpengaruh, pengujian hipotesis komparati%nya dengan syarat kenormalan distribusi dan homogenitas :ariansi populasi dipenuhi, dapat menggunakan statistik uji , atas dasar table Ana:a satu arah (*ne .ay Ana:a). 1amun bila salah satu persyaratan diatas tidak dipenuhi, maka sebagai alternati% dapat diterapkan statistik uji H 8ruskal .allis. L dua %actor berpengaruh, maka pengujian hipotesis dapat menggunakan statistik uji , atas dasar teknik statistik Ana:a dua arah (/9o .ay Ana:a), dengan ketentuan bah9a kedua persyaratan seperti halnya pada Ana:a satu arah dipenuhi, tapi bila salah satu atau kedua persyaratan di atas tidak dipenuhi, maka sebagai slternati% dapat digunakan statistik uji ,riedman.