Anda di halaman 1dari 7

BAB I KONSEP DAN PRINSIP PROMOSI KESEHATAN

Diajukan Untuk Memenuhi Tugas Mata Kuliah Promosi Kesehatan

Oleh: YANI SURYANI 029BB12120

PROGRAM STUDI DIPLOMA III KEBIDANAN POLTEKES YAPKESBI SUKABUMI 2014

BAB I KONSEP DAN PRINSIP PROMOSI KESEHATAN

KONSEP DAN PRINSIP PROMOSI KESEHATAN

SEJARAH

DEFINISI PROMKES

TUJUAN PROMKES

KEGIATAN PROMKES

SASARAN PROMKES

PRINSIP PROMKES

SEJARAH PROMOSI KESEHATAN 1. Era propaganda dan Pendidikan Kesehatan Rakyat (masa kemerdekaan sampai 1960an) a. Pada tahun 1924 oleh pemerintah Belanda dibentuk Dinas Higiene. Kegiatan pertamanya berupa pemberantasan cacing tambang di daerah Banten. Bentuk usahanya dengan mendorong rakyat untuk membuat kakus/jamban sederhana dan mempergunakannya. Lambat laun pemberantasan cacing tambang tumbuh menjadi apa yang dinamakan Medisch Hygienische Propaganda. Propaganda ini kemudian meluas pada penyakit perut lainnya, bahkan melangkah pula dengan penyuluhan di sekolah-sekolah dan pengobatan kepada anak-anak sekolah yang sakit. Timbullah gerakan, untuk mendirikan brigade sekolah dimana-mana. b. Perintisan Pendidikan Kesehatan Rakyat oleh Dr. R. Mohtar

2. Era Pendidikan dan Penyuluhan Kesehatan (1960-1980) a. Munculnya istilah Pendidikan Kesehatan dan diterbitkannya UU Kesehatan 1960 b. Ditetapkannya Hari Kesehatan Nasional (12 November 1964) 3. Era PKMD, Posyandu dan Penyuluhan Kesehatan melalui Media Elektronik (19751995) a. Peran serta dan pemberdayaan masyarakat (Deklarasi Alma Ata, 1978) b. Munculnya PKMD (Pembangunan Kesehatan Masyarakat Desa) c. Munculnya Posyandu d. Penyuluhan kesehatan melalui media elektronik (dialog interaktif, sinetron dll)

4. Era Promosi dan Paradigma Kesehatan (1995-2005) a. Konferensi Internasional Promosi Kesehatan I di Ottawa, Kanada, munculnya istilah promosi kesehatan (Ottawa Charter, 1986) memuat 5 strategi pokok Promosi Kesehatan, yaitu : (1) Mengembangkan kebijakan yang berwawasan kesehatan (healthy public policy); (2) Menciptakan lingkungan yang mendukung (supportive environment); (3) Memperkuat gerakan masyarakat (community action); (4) Mengembangkan kemampuan perorangan (personnal skills) ; dan (5) Menata kembali arah pelayanan kesehatan (reorient health services). 2

b. Konferensi Internasional Promosi Kesehatan II di Adelaide, Australia (1988) Konferensi ini menekankan 4 bidang prioritas, yaitu: (1) Mendukung kesehatan wanita; (2) Makanan dan gizi; (3) Rokok dan alkohol; dan (4) Menciptakan lingkungan sehat. c. Konferensi Internasional Promosi Kesehatan III di Sundval, Swedia (1991) Konferensi ini mengemukakan 4 strategi kunci, yakni: (1) Memperkuat advokasi diseluruh lapisan masyarakat; (2) Memberdayakan masyarakat dan individu agar mampu menjaga kesehatan dan lingkungannya melalui pendidikan dan pemberdayaan; (3) Membangun aliansi; dan (4) Menjadi penengah diantara berbagai konflik kepentingan di tengah masyarakat. d. Konferensi Internasional Promosi Kesehatan IV di Jakarta, Indonesia (Jakarta Declaration on Health Promotion, 1997) Promosi Kesehatan abad 21 adalah :

Meningkatkan tanggungjawab sosial dalam kesehatan; Meningkatkan investasi untuk pembangunan kesehatan; Meningkatkan kemitraan untuk kesehatan; Meningkatkan kemampuan perorangan dan memberdayakan masyarakat; Mengembangkan infra struktur promosi kesehatan.

DEFINISI PROMOSI KESEHATAN Soekidjo Notoatmojo (2005) : Pertama : promosi kesehatan dalam konsep Level and Clark (4 tingkat pencegahan penyakit) berarti peningkatan kesehatan. Kedua : upaya memasarkan, menyebarluaskan, memperkenalkan pesan-pesan kesehatan, atau upaya-upaya kesehatan sehingga masyarakat menerima pesan-pesan tersebut.

WHO (1984), merevitalisasi pendidikan kesehatan dengan istilah promosi kesehatan, kalau pendidikan kesehatan diartikan sebagai upaya perubahan perilaku maka promosi kesehatan tidak hanya untuk perubahan perilaku tetapi juga perubahan lingkungan yang memfasilitasi perubahan perilaku tersebut.

Green (1984), promosi kesehatan adalah segala bentuk kombinasi pendidikan kesehatan dan intervensi yang terkait dengan ekonomi, politik dan organisasi,

yang dirancang untuk memudahkan perubahan perilaku dan lingkungan yang kondusif bagi kesehatan.

Ottawa Charter (1986), the process of enabling people to control over and improve their health. (Proses pemberdayaan masyarakat untuk memelihara, meningkatkan dan melindungi kesehatannya).

Victorian Health Fundation Australia (1997),a program are design to bring about change within people, organization, communities and their environment. Bangkok Charter (2005), the process of enabling people to increase control over their health and its determinants, and thereby improve their health

TUJUAN PROMOSI KESEHATAN 1. Memelihara dan meningkatkan kesehatan mereka 2. Menciptakan perilaku dan lingkungan yang kondusif bagi kesehatan 3. Menetapkan masalah dan kebutuhan mereka dan menjadikan kesehatan sesuatu yang bernilai di masyarakat 4. Memahami apa yang dapat mereka lakukan dengan sumber daya yang ada pada mereka ditambah dengan dukungan dari luar untuk mengatasi masalah mereka. 5. Mendorong individu agar mampu secara mandiri/kelompok mengadakan kegiatan untuk mencapai tujuan hidup sehat 6. Mendorong pengembangan dan penggunaan secara tepat sarana pelayanan kesehatan yang ada 7. Memutuskan kegiatan yang paling tepat untuk meningkatkan taraf hidup sehat dan kesejahteraan masyarakat.

KEGIATAN PROMOSI KESEHATAN 1. Membangun kebijakan publik berwawasan kesehatan (build healty public policy) 2. Menciptakan lingkungan yang mendukung (create supportive environments) 3. Memperkuat kegiatan-kegiatan komunitas (strengthen community actions) 4. Mengembangkan keterampilan individu (develop personal skills) 5. Reorientasi pelayanan kesehatan (reorient health service) 6. Bergerak ke masa depan (moving into the future)

SASARAN PROMOSI KESEHATAN 1. Sasaran Primer (Primary Target) Masyarakat pada umumnya menjadi sasaran langsung segala upaya pendidikan atau promosi kesehatan. Sesuai dengan permasalahan kesehatan, maka sasaran ini dapat dikelompokkan menjadi, kepala keluarga untuk masalah kesehatan umum, ibu hamil dan menyusui untuk masalah KIA (kesehatan ibu dan anak), anak sekolah untuk kesehatan remaja, dan sebagainya. Upaya promosi yang dilakukan terhadap sasaran primer ini sejalan dengan strategi pemberdayaan masyarakat

(empowerment). 2. Sasaran Sekunder (Secondary Target) Para tokoh masyarakat, tokoh agama, tokoh adat, dan sebagainya. Disebut sasaran sekunder, karena dengan memberikan pendidikan kesehatan kepada kelompok ini diharapkan untuk selanjutnya kelompok ini akan memberikan pendidikan kesehatan kepada masyarakat di sekitamya. Di samping itu dengan perilaku sehat para tokoh masyarakat sebagai hasil pendidikan kesehatan yang diterima, maka para tokoh masyarakat ini akan memberikan contoh atau acuan perilaku sehat bagi masyarakat sekitarnya. Upaya promosi kesehatan yang ditujukan kepada sasaran sekunder ini adalah sejaian dengan strategi dukungan sosial (social support). 3. Sasaran Tersier (Tertiary Target) Para pembuat keputusan atau penentu kebijakan baik di tingkat pusat, maupun daerah adalah sasaran tertier pendidikan kesehatan Dengan kebijakan-kebijakan atau keputusan yang dikeluarkan oleh kelompok ini akan mempunyai dampak terhadap perilaku para tokoh masyarakat (sasaran sekunder), dan juga kepada masyarakat umum (sasaran primer). Upaya promosi kesehatan yang ditujukan kepada sasaran tersier ini sejalan dengan strategi advokasi (advocacy) kesehatan, maka sasaran ini dapat dikelompokkan menjadi, kepala keluarga untuk masalah kesehatan umum, ibu hamil dan menyusui untuk masalah KIA (kesehatan ibu dan anak), anak sekolah untuk kesehatan remaja, dan sebagainya. Upaya promosi yang dilakukan terhadap sasaran primer ini sejalan dengan strategi pemberdayaan masyarakat (empowerment).

PRINSIP-PRINSIP PROMOSI KESEHATAN 1. Promosi Kesehatan (Health Promotion), yang diberi definisi : Proses pemberdayaan masyarakat untuk memelihara, meningkatkan dan melindungi kesehatannya (the 5

process of enabling people to control over and improve their health), lebih luas dari Pendidikan atau Penyuluhan Kesehatan. 2. Promosi Kesehatan adalah upaya perubahan/perbaikan perilaku di bidang kesehatan disertai dengan upaya mempengaruhi lingkungan atau hal-hal lain yang sangat berpengaruh terhadap perbaikan perilaku dan kualitas kesehatan 3. Promosi Kesehatan juga berarti upaya yang bersifat promotif (peningkatan) sebagai perpaduan dari upaya preventif (pencegahan), kuratif (pengobatan) dan rehabilitatif (pemulihan) dalam rangkaian upaya kesehatan yang komprehensif. 4. Promosi kesehatan, selain tetap menekankan pentingnya pendekatan edukatif yang selanjutnya disebut gerakan pemberdayaan masyarakat, juga perlu dibarengi dengan upaya advokasi dan bina suasana (social support). 5. Promosi kesehatan berpatokan pada PHBS yang dikembangkan dalam 5 tatanan yaitu di rumah/tempat tinggal (where we live), di sekolah (where we learn), di tempat kerja (where we work), di tempat-tempat umum (where we play and do everything) dan di sarana kesehatan (where we get health services). 6. Pada promosi kesehatan, peran kemitraan lebih ditekankan lagi, yang dilandasi oleh kesamaan (equity), keterbukaan (transparancy) dan saling memberi manfaat (mutual benefit). Kemitraan ini dikembangkan antara pemerintah dengan masyarakat termasuk swasta dan Lembaga Swadaya Masyarakat, juga secara lintas program dan lintas sektor. 7. Promosi Kesehatan sebenarnya juga lebih menekankan pada proses atau upaya, dengan tanpa mengecilkan arti hasil apalagi dampak kegiatan.