Anda di halaman 1dari 10

ASUHAN KEPERAWATAN PADA KELUARGA YANG SEDANG MENGASUH ANAK Tujuan Instruksional Umum : Mahasiswa mampu membuat asuhan

keperawatan keluarga sesuai dengan masalah kesehatan yang terjadi pada keluarga yang sedang mengasuh anak (child bearing). Tujuan Instruksional k usus : Mahasiswa mampu : 1. Menyebutkan definisi keluarga yang sedang mengasuh anak (child bearing). 2. Menjelaskan tugas-tugas perkembangan keluarga yang sedang mengasuh anak (child bearing). 3. Menjelaskan masalah-masalah kesehatan yang terjadi pada keluarga yang sedang mengasuh anak (child bearing). . Mengidentifikasi diagn!sa keperawatan keluarga yang mungkin muncul pada keluarga yang sedang mengasuh anak (child bearing). ". Membuat d!kumentasi asuhan keperawatan pada keluarga yang sedang mengasuh anak (child bearing). #. Menjelaskan peran perawat pada keluarga yang sedang mengasuh anak (child bearing). $ahap kedua dimulai dengan kelahiran anak pertama sehingga bayi berusia 3% bulan. &iasanya !rangtua tergetar hatinya dengan kelahiran pertama anak mereka' tapi agak takut juga. (ekuatiran terhadap bayi biasanya berkurang setelah beberapa hari' karena ibu dan bayi tersebut mulai saling mengenal. )kan tetapi kegembiraan yang tidak dibuatbuat ini berakhir ketika se!rang ibu baru tiba di rumah dengan bayinya setelah tinggai di rumah sakit untuk beberapa waktu. *bu dan ayah tiba-tiba berselisih dengan semua peranperan mengasyikkan yang telah dipercayakan kepada mereka. +eran tersebut pada mulanya sulit karena perasaan ketidakadekuatan menjadi !rangtua baru , kurangnya bantuan dari keluarga dan teman-teman' dan para pr!fesi!nal perawatan kesehatan yang bersifat membantu dan sering terbangun tengah malam !leh bayi yang berlangsung 3

hingga

minggu. *bu juga letih secara psik!l!gis dan fisi!l!gis. *a sering merasakan

beban tugas sebagai ibu rumah tangga dan barangkali juga bekerja' selain merawat bayi. (hususnya terasa sulit jika ibu menderita sakit atau mengalami persalinan dan pelahiran yang lama dan sulit atau seksi! besar. (edatangan bayi dalam rumah tangga menciptakan perubahan-perubahan bagi setiap angg!ta keluarga dan setiap kumpulan hubungan. -rang asing telah masuk ke dalam kel!mp!k ikatan keluarga yang erat' dan tiba-tiba keseimbangan keluarga berubah setiap angg!ta keluarga memangku peran yang baru dan memulai hubungan yang baru. .elain se!rang bayi yang baru saja dilahirkan' se!rang ibu' se!rang ayah' kakek nenekpun lahir. *stri sekarang harus berhubungan dengan suami sebagai pasangan hidup dan juga sebagai ayah dan sebaliknya. /an dalam keluarga yang memiliki anak sebelumnya' pengaruh kehadiran se!rang bayi sangat berarti bagi saudaranya sama seperti pada pasangan yang menikah. Mengatakan pada se!rang anak untuk menyesuaikan diri dengan se!rang adik laki-laki atau perempuan yang baru mungkin sama dengan suami mengatakan pada istrinya bahwa ia membawa ke rumah se!rang ny!nya yang ia cintai dan ia terima sama derajatnya (0illiam dan 1eanman' 1233). *ni merupakan suatu perkembangan kritis bagi semua yang terlibat. -leh sebab itu' meskipun kedudukan sebagai !rangtua menggambarkan tujuan yang teramat penting bagi semua pasangan' kebanyakan pasangan menemukannya sebagai perubahan hidup yang sangat sulit. +enyesuaian diri terhadap perkawinan biasanya tidak sesulit penyesuaian terhadap menjadi !rangtua. Meskipun bagi kebanyakan !rang tua merupakan pengalaman penuh arti dan menyenangkan' kedatangan bayi membutuhkan perubahan peran yang mendadak. /ua fakt!r penting yang menambah kesukaran dalam menerima peran !rangtua adalah bahwa kebanyakan !rang sekarang tidak disiapkan untuk menjadi !rang tua dan banyak sekali mit!s berbahaya yang tidak realistis mer!mantiskan pengasuhan anak didalam masyarakat kami (4ulc!mer' 1233). Menjadi !rangtua merupakan satu-satunya peran utama yang sedikit dipersiapkan dan kesulitan dalam transisi peran mempengaruhi hubungan perkawinan dan hubungan !rangtua dan bayi secara merugikan.

+erubahan-perubahan s!sial yang dramatis dalam masyarakat )merika juga memiliki pengaruh yang kuat pada !rangtua baru. &anyaknya wanita yang bekerja di luar rumah dan memiliki karier' naiknya angka perceraian dan masalah perkawinan' penggunaan alat k!ntrasepsi dan ab!rsi yang sudah la5im' dan semakin meningkatnya biaya perawatan dan memiliki anak merupakan fakt!r-fakt!r yang menyulitkan tahap siklus awal kehidupan pengasuh anak (&radt' 1266 , Miller dan Myers-0alls' 1263). A! Masa Transisi m"nja#i $ran%tua. (elahiran anak pertama merupakan pengalaman keluarga yang sangat penting dan sering merupakan krisis keluarga' 7!le' 123# , 1eMaster' 12"3). 9ntuk mengetahui bagaimana anak yang baru lahir mempengaruhi keluarga' 1eMaster' 12"3' dalam studi klasik tentang penyesuaian keluarga terhadap kelahiran anak pertama' mewawancarai # !rang tua dari kalangan kelas menengah di (!ta (berusia 2" : 2" tahun) dan memperkirakan sejauhmana mereka dalam keadaan krisis. *a menemukan bahwa 13 persen pasangan tidak mengalami masalah atau hanya masalah-masalah sedang' tapi sisanya mengalami masalah berat atau luar biasa. Masalah-masalah yang paling la5im dilap!rkan adalah : 1. .uami merasa diabaikan (ini paling sering disebutkan !leh suami) 2. $erhadap peningkatan perselisihan dan argumen antara suami dan istri. 3. *nterupsi dalam jadwal yang k!ntinu ;begitu lelah sepanjang waktu<' merupakan sebuah k!metar khas). . (ehidupan seksual dan s!sial terganggu dan menurun. )kan tetapi' studi-studi belakangan ini' 8!bbs dan 7!le (123#)' tidak menemukan pasangan yang melap!rkan krisis ekstensif sebanyak yang dilap!rkan !leh 1eMaster. .tudi-studi tentang ;keluarga dalam krisis< menyatakan bahwa keluarga-keluarga mempunyai pemikiran yang salah dan idealis tentang menjadi !rang tua sebelum sebagaimana yang digambarkan secara k!nsisten pada penelitian keluarga selama tahap siklus kehidupan keluarga ini (7lark' 12## , 8!bbs dan

kelahiran anak pertama dan kekuatan perkawinan menurun secara tajam dengan lahirnya anak pertama (Miller dan .!lye' 126%) 7lark' (12##) melakukan sebuah studi tentang keluarga secara kelahiran se!rang bayi baru menyatakan kesulitan dalam penyesuaian diri menyangkut !rangtua dan kebutuhan yang penting setelah kelahiran terhadap kesinambungan pelayanan keperawatan di rumah dan di klinik. .ebuah studi penting yang lain menyangkut transisi pasangan menjadi langka dilakukan !leh 1a =!ssa' (1261). +ara peneliti ini mengk!nseptualisasikan pr!ses transisi seperti yang dijelaskan dengan baik !leh m!del k!nflik' dimana terdapatnya waktu luang' k!nflik kepentingan diantara !rangtua' legitimasi terhadap penentuan masalah-masalah perkawinan menyebabkan k!nflik antara kedua !rangtua. Miller dan Myers : 0alls (1263)' berdasarkan atas tinjauan studi mereka terhadap !rangtua' meringksa stress!r mengasuh anak yang spesifik yang diidentifikasi dalam penelitian. .tress!r yang paling sering disebutkan adalah sedikitnya kebebasan pribadi karena tanggungjawab menyangkut anak' selain itu diidentifikasi juga kurangnya waktu dan persahabatan dalam perkawinan. &ahkan lebih banyak tekanan perkawinan dilap!rkan pada pasangan yang sulit memiliki anak atau pasangan memiliki anak dengan masalah kesehatan yang serius atau cacat.

B. Tugas-Tugas Perkembangan Keluarga .etelah lahir anak pertama' keluarga mempunyai beberapa tugas yang penting (tabel "). .uami' istri' dan bayi semuanya belajar peran-peran yang baru sementara keluarga inti memperluas fungsi dan tanggungjawab. *ni meliputi penggabungan tugas perkembangan yang terus menerus dari setiap angg!ta kelurga dan keluarga secara keseluruhan (/u>all' 1233).

Ta&"l '! Ta a( K"#ua Siklus K" i#u(an K"luar%a Inti )an% s"#an% m"n%asu anak #an Tu%as*Tu%as P"rk"m&an%an )an% +"rsamaan! Ta a( Siklus K" i#u(an K"luar%a (eluarga sedang mengasuh anak Tu%as*Tu%as P"rk"m&an%an K"luar%a 1. Membentuk keluarga muda sebagai sebuah unit yang mantap (mengintegrasikan bayi baru ke dalam keluarga). 2. =ek!nsiliasi tugas-tugas perkembangan yang bertentangan dan kebutuhan angg!ta keluarga. 3. Mempertahankan hubungan perkawinan yang memuaskan. . Memperluas persahabatan dengan keluarga besar dengan menambahkan peran-peran !rangtua dan kakek dan nenek. /iadaptasi dari 7arter dan Mc?!ldrick (1266) , /u>all dan Miller (126") (elahiran se!rang anak membuat perubahan-perubahan yang l!gika dalam !rganisasi keluarga. 4ungsi-fungsi pasangan suami istri harus dibedakan untuk memenuhi tuntutantututan baru perawatan dan penyembuhan. .ementara pemenuhan tanggungjawab ini ber>ariasi menurut p!sisi s!sial budaya suami istri' sebuah p!la yang umum adalah untuk !rang tua agar menerima peran-peran tradis!nal atau pembagian tanggungjawab (1a =!ssa dan 1a =!ssa' 1261). 8ubungan dengan keluarga besar paternal dan maternal perlu disusun kembali dalam tahap ini. +eran-peran baru perlu dibuat kembali berkenaan menjadi kakek nenek dan hubungan antara !rangtua dan kakek-nenek (&radt' 1266).

"

+eran yang paling penting bagi perawat keluarga bila bekerja dengan keluarga yang mengasuh anak adalah mengkaji peran sebagai !rangtua bagaimana kedua !rangtua berinteraksi dengan bayi baru dan merawatnya' dan bagaimana resp!ns bayi tersebut. (laus dan (endall (123#)' (endall (123 )' =ubbin (12#3)' dan yang lainnya menguji dampak penting dari sentuhan dan kehangatan awal setelah melahirkan , hubungan p!sitif antara !rangtua anak pada hubungan !rangtua dan anak di masa datang. .ikap !rangtua tentang mereka sendiri sebagai !rangtua' sikap mereka terhadap bayi mereka' karakteristik k!munikasi !rangtua dan stimulasi bayi (/a>is' 1236) adalah bidang-bidang terkait yang perlu dikaji. +erubahan-perubahan peran dan adaptasi terhadap tanggungjawab !rangtua yang baru biasanya lebih cepat dipelajari !leh ibu daripada ayah. )nak merupakan realita pada cal!n ibu dari pada ayah' yang biasanya mulai merasa seperti ayah pada saat kelahiran' tapi kadang-kadang jauh lebih lambat dari itu (Minuchin' 123 ). )yah seringkali tetap netral pada awalnya sementara wanita secara cepat menyesuaikan diri dengan struktur keluarga yang baru. (ebiasaan dimana kebanyakan ayah secara tradisi!nal tidak diikutsertakan dalam pr!ses perinatal secara pasti memperlambat pria melakukan perubahan peran yang penting ini dan !leh karena itu menghalangi keterlibatan em!si!nal mereka. .ayangnya' kesadaran yang meningkat tentang peran penting yang dipangku ayah dalam perawatan anak dan perkembangan anak telah menimbulkan keterlibatan ayah yang lebih besar dalam perawatan bayi dikalangan kelas menengah (8ans!n dan &!5ett' 126"). *bu dan ayah menumbuhkan dan mengembangkan peran !rangtua mereka dalam beresp!ns terhadap tuntutan-tuntutan yang berubah terus menerus dan tugas-tugas perkembangan dari !rang muda yang sedang tumbuh' keluarga secara keseluruhan' dan mereka sendiri. Menurut 4riedman (12"3)' !rangtua melewati " tahap perkembangan secara berturut-turut. /ua tahap pertama meliputi fase kehidupan keluarga ini. +ertama' selama bayi' !rangtua mempelajari arti dari isyarat-isyarat yang dikekspresikan !leh bayi untuk mengutarakan kebutuhan-kebutuhannya. /engan setiap anak lahir berturut-turut'

!rangtua akan mengalami tahap yang sama ini sehingga mereka menyesuaikan setiap isyarat-isyarat unik bayi. $ahap kedua ini perkembangan !rangtua adalah belajar untuk menerima pertumbuhan dan perkembangan anak yang terjadi dalam masa usia bermain : khususnya !rangtua yang baru memiliki anak pertama : membutuhkan bimbingan dan dukungan. -rangtua perlu memahami tugas-tugas yang harus dikuasai !leh anak dan kebutuhan anak akan keselamatan' keterbatasan dan latihan buang air (t!ilet training). Mereka perlu memahami k!nsep kesiapan perkembangan' k!nsep tentang ;saat yang tepat untuk mengajar mereka<. +ada saat yang sama pula !rangtua perlu bimbingan dalam memahami tugastugas yang harus mereka kuasai selama tahap ini. +!la-p!la k!munikasi perkawinan yang baru berkembang dengan lahirnya anak' dimana pasangan berhubungan satu sama lain baik sebagai suami istri maupun sebagai !rangtua. +!la transaksi suami istri terbukti telah berubah secara drastis. 4eldman (12#1) mengamati bahwa !rang tua bayi berbicara dan berkelakar lebih sedikit' pembicaraan yang merangsang lebih sedikit dan kualitas interaksi perkawinan yang menurun. &eberapa !rangtua merasa kewalahan dengan bertambahnya tanggungjawab' khususnya mereka yang suami maupun istri sama-sama bekerja secara penuh. +embentukan kembali p!la-p!la k!munikasi yang memuaskan termasuk masalah dan perasaan pribadi' perkawinan dan !rangtua adalah sangat penting. +asangan harus terus memenuhi setiap kebutuhan-kebutuhan psik!l!gis dan seksual dan juga berbagi dan berinteraksi satu sama lain dalam hal tanggungjawab sebagai !rangtua. 8ubungan seksual suami istri umumnya menurun selama kehamilan dan selama # minggu masa p!stpartum. (esulitan-kesulitan seksual selama masa berikutnya umum terjadi' yang timbul dari fakt!r-fakt!r seperti ibu tenggalam dalam peran barunya' keletihan dan perasaan menurunnya daya tarik seksual dan juga perasaan suami bahwa ia ;tersingkir< !leh bayinya.

.ekarang k!munikasi keluarga termasuk angg!ta ketiga' membentuk tiga serangkai. -rangtua harus belajar untuk merasakan dan melihat tangisan k!munikasi dari bayinya. Misalnya' tangisan bayi perlu dibedakan kedalam ekspresi ketidaknyamanan' rasa lapar' rangsangan yang berlebihan' sakit' atau letih. !rangtua. (!nseling keluarga berencana biasanya berlangsung saat pemeriksaan setelah p!stpartum # minggu. -rangtua kemudian harus did!r!ng secara terbuka untuk mendiskusikan jarak kelahiran dan perencanaan. Melihat meningkatkan tuntutan-tuntutan keluarga dan pribadi yang dibawakan !leh bayi' !rangtua perlu menyadari bahwa kehamilan dengan jarak rapat dan sering dapat berbahaya bagi ibu' dan juga ayah' saudara bayi' dan unit keluarga. $ahap siklus kehidupan ini memerlukan penyesuaian hubungan dalam keluarga besar dan dengan teman-teman. (etika angg!ta keluarga lain menc!ba mendukung dan membantu !rangtua baru ini' ketegangan bisa muncul. Misalnya' meskipun kakek nenek dapat menjadi sumber pert!l!ngan yang besar bagi !rangtua baru' namun kemungkinan k!nflik tetap ada karena perbedaan nilai-nilai dan harapan-harapan yang ada antar generasi tersebut. Meskipun pentingnya memiliki jaringan s!sial atau sistem pendukung s!sial untuk mencapai kepuasan dan perasaan p!sitif tentang kehidupan keluarga' keluarga muda perlu mengetahui kapan mereka butuh bantuan dan dari siapa mereka harus menerima bantuan tersebut dan juga kapan mereka harus menggantungkan diri pada sumber-sumber dan kekuatan merek sendiri (/u>all' 1233). 8ubungan perkawinan yang k!k!h dan bergairah sangat penting bagi stabilitas dan m!ral keluarga. 8ubungan suami istri yang memuaskan akan memberikan pasangan dengan kekuatan dan tenaga ;bagi< bayi dan satu sama lain. $untutan-tuntutan dan tekanantekanan yang bertentangan' seperti antara l!yalitas ibu terhadap bayi dan terhadap suami' /an bayi mulai memberikan resp!n terhadap rangkulan' timangan dan berbicara yang kemudian diterima dan dikuatkan !leh

merupakan pers!alan dan dapat menyiksa. $ipe k!nflik semacam ini dapat menjadi sumber sentral ketidakbahagiaan selama tahap siklus kehidupan ini. ,! Masala *Masala K"s" atan. Masalah-masalah utama keluarga dalam tahap ini adalah pendidikan maternitas yang terpusat pada keluarga' perawatan bayi yang baik' pengenalan dan penanganan masalahmasalah kesehatan fisik secara dini' imunisasi' k!nseling perkembangan anak' keluarga berencana' interaksi keluarga dan bidang-bidang peningkatan kesehatan umum (gaya hidup). Masalah-masalah kesehatan lain selama peri!de dari kehidupan keluarga ini adalah inaksesibilitas dan ketidakadekuatan fasilitas-fasilitas perawatan anak untuk ibu yang bekerja' tua. hubungan akan-!rangtua' masalah-masalah mengasuh anak termasuk penyalahgunaan dan kelalaian terhadap anak dan masalah-masalah transisi peran !rang

Kemungkinan diagnosa ?angguan @utrisi : kurang dari kebutuhan tubuh /isfungsi seksual ?angguan tumbuh kembang Menyusui tidak efektif =esik! cidera +erubahan penampilan peran ?angguan k!munikasi >erbal

Peran perawat
M!nit!r perawatanprenatal dan perujukan untuk masalah-masalah kehamilan (!nsel!r pada nutrisi prenatal

(!nsel!r pada kebiasaan maternal prenatal +endukung amni!nsintesis (!nsel!r pada menyusui (!!rdinat!r dengan layanan pediatrik +enyelia imunisasi +erujukan ke layanan-layanan tenaga s!sial

1%