Anda di halaman 1dari 12

LAPORAN DRAFT FINAL - PT.

CAKRA BUANA

BAB I PENDAHULUAN

1.1 LATAR BELAKANG

Kawasan batukapur/ batugamping yang terdapat di Kabupaten Fakfak mengandung nilai keanekaragaman hayati dan non Hayati serta mempunyai nilai-nilai ilmiah, ekonomi dan kemanusiaan, Dan merupakan salah satu kekayaan sumberdaya Yang perlu ditata sejak awal. Nilai keanekaragaman hayati dan nirhayati yang Dimilikinya merupakan sisi penting yang mewakili keanekaragaman bumi (geodiversity). Di Lain pihak wilayah tersebut memiliki potensi bahan galian industri yang sangat potensial. Kawasan batugamping secara fisik di permukaan memperlihatkan kondisi kerin dan gersang, tetapi di bagian bawah mengandung sumber air yang potensial dan selama ini telah di manfaatkan oleh perusahaan penggergajian kayu yang ada di lokasi penyelidikan. Saat ini telah berkembang suatu rencana di lokasi penyelidikan akan didirikan sebuah pabrik semen, yang nantinya akan menjadi pensuplai semen di papua barat,namun untuk lanjut ke langkah selanjutnya maka perlu di kaji apakah kawasan tersebut termasuk kawasan karst atau hanya susunan pegunungan batu gamping yang secara ekonomis bisa di manfaatkan. Pengembangan suatu kawasan pada dasarnya merupakan kegiatan untuk meningkatkan intensitas interaksi, antara unsur-unsur pembentuk suatu wilayah dan akan merubahfungsi lahan yang sehatrusnya disesuaikan dengan kemampuan daya dukung lahan dan sumber daya alamnya, sehingga pembangunan yang akan dilakukan tidak melampaui kemampuan daya dukung nya dan tidak menimbulkan kerusakan lingkungan. Seringkali pengembangan kawasan itu sendiri menjadikan konflik kepentingan dalam pemanfaatan peruntukan lahan termasuk minat pihak internasional menetapkan sebauh kawasan menjadi kawasan karst.

KAJIAN KONSERVASI LINGKUNGAN KAWASAN KARST DI KABUPATEN FAKFAK PROVINSI PAPUA BARAT 2012

I-1

LAPORAN DRAFT FINAL - PT. CAKRA BUANA

Salah satu faktor perlu ada kajian Konservasi Lingkungan Kawasan Karst di Kabupaten Fakfak adalah karena belum adanya aturan-aturan yang Dibuat pemerintah daerah untuk menetapkan wilayah yang merupakan konservasi kawasan karst dan wilayah kawasan layak tambang .Konflik kepentingan dalam pemanfaatan peruntukan lahan Merupakan salah satu factor karena belum ditetapkannya kawasan kawasan yang Bersifat lindung, terutama yang berkaitandengan masalah geologi. 1.2 MAKSUD DAN TUJUAN

Maksud dan tujuan dilakukan kajian ini diketahui bahwa pekerjaan ini adalahuntuk menghasilkan data atau informasi yang tepat dan akurat, dalam rangka melindungi keanekaragaman bumi (Geodiversity). Dilain pihak berkaitan dengan potensi bahan galian industri yang sangat potensial wilayah tersebut maka diharapkan pada akhirnya mampu meningkatkan kesejahteraan dan keberlangsungan lingkungan di Kabupaten Fakfak. 1.2.1 Maksud Kegiatan Konservasi Lingkungan Kawasan Karst di Kabupaten Fakfak dimaksudkan untuk melakukan identifikasi potensi Karst di Fakfak. 1.2.2 Tujuan Adapun tujuan dari pada kegiatan konservasi kawasan karst di Kabupaten Fakfak adalah sebagai berikut : Tujuan dilaksanakan Konservasi Lingkungan Kawasan Karst di Kabupaten Fakfak adalah untuk menyiapkan bahan dalam rangka penyusunan kebijakan, konsep dan strategi Penataan Lingkungan Kawasan Karst di Kabupaten Fakfak 1.2.3 Sasaran Yang Ingin Dicapai Sasaran yang ingin dicapai dari Kegiatan Konservasi Lingkungan Kawasan Karst di Kabupaten Fakfak adalah sebagai berikut : 1) 2) Tersedia data dan informasi yang lengkap mengenai Kawasan Karst di Kabupaten Fakfak. Tersusunnya rekomendasi untuk pelaksanaan kebijakan penataan (Pemanfaatan dan Perlindungan) Kawasan Karst di Kabupaten Fakfak.

KAJIAN KONSERVASI LINGKUNGAN KAWASAN KARST DI KABUPATEN FAKFAK PROVINSI PAPUA BARAT 2012

I-2

LAPORAN DRAFT FINAL - PT. CAKRA BUANA

3)

Tersusunnya buku laporan penyelidikan, dilengkapi dengan Peta Kelas Lahan Kawasan Karst dan Peta Rekomendasi Penggunaan Lahan Kawasan Karst

1.3 Batasan dan Lingkup Kegiatan 1.3.1 Lingkup Kegiatan Secara garis besar pelaksanaan pekerjaan kajian konservasi lingkungan kawasan karst di Kabupaten Fakfak, akan dilaksanakan melalui berbagai tahapan sebagai berikut : 1) Kegiatan Persiapan a) b) c) 2) a) Merumuskan methode dan rencana kerja Mempersiapkan personil dan peralatan Melakukan koordinasi dengan Instansi/Lembaga terkait baik Pemerintah ataupun Swasta Mengumpulkan dan mempelajari Kebijakan dan Peraturan Pemerintah serta Perundangundangan yang terkait : b) c) 3) Undang Undang Nomor : 32 tahun 2009 tentang Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup; PP No. 26 Tahun 2008 tentang Rencana Tata Ruang Wilayah Nasional (RTRWN); Peraturan Menteri ESDM RI No.17 Tahun 2012 tentang Penetapan Kawasan Bentang Alam Karst Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral nomor : 1456/k/20/mem/2000 tentang Pedoman Pengelolaan Kawasan Karst; Mengumpulkan dan mempelajari hasil studi terdahulu mengenai kegiatan sejenis. Mengumpulkan dan mempelajari Data Sekunder yang diperlukan.

Kegiatan Studi Kepustakaan

Kegiatan Penelitian Kegiatan yang dilaksanakan mencakup 3 tahapan pekerjaan sebagai berikut : a) Tahap Persiapan Lapangan Data dan informasi yang telah diperoleh dan dikumpulkan selama tahap persiapan ini diantaranya : peta topografi, foto udara, peta geologi, peta hidrogeologi, peta konservasi air bawahtanah, peta gerakan tanah, peta lokasi gua, data kegempaan, peta penggunaan

KAJIAN KONSERVASI LINGKUNGAN KAWASAN KARST DI KABUPATEN FAKFAK PROVINSI PAPUA BARAT 2012

I-3

LAPORAN DRAFT FINAL - PT. CAKRA BUANA

lahan, iklim, kesuburan tanah, kependudukan dan tata ruang serta berbagai laporanlaporan penyelidikan terdahulu berkaitan dengan daerah karst. Dari data sekunder yang terkumpul selanjutnya diplot dan dianalisa guna memudahkan pekerjaan pengambilan dan pengecekan data primer di lapangan. Data yang dianalisa seperti foto udara atau citra lainnya akan mendapatkan informasi seperti kelurusan berkaitan dengan struktur geologi, litologi, tutupan lahan (landcover), karstifikasi seperti :bukit conical, dolina, telaga dan lain sebagainya. b) Tahap Inventarisasi Lapangan /Pengambilan data Tahap ini merupakan pengambilan data primer di lapangan dan dapat dibagi menjadi 2 (dua) cara pengambilan, yaitu :secara langsung dan tidak langsung. Pengambilan data secaralangsung : Pengamatan bentuk bentang alam Pemeriksaan tatanan dan jenis satuan batuan Pemerian jenis dan ketebalan tanah melalui pemboran tangan Pengamatan sebaran batugamping Pengamatan karstifikasi seperti : gua, speolotem, dolina, bukit, lembah dan lain-lainya. Melakukan pengamatan bahaya geologi yang mencakup :kemungkinan pencemaran air bawah tanah oleh buangan limbah rumah tangga atau aktifitas penambangan, erosi, gerakan tanah dan lain sebagainya. Pengambilan data secaratidaklangsung : Pengukuran jurus dansudut lapisan batuan. Pengukuran uji perkolasi untuk mengetahui nilai permeabilitas tanah bersamaan dengan pengeboran tangan Pengambilan contoh tanah untuk analisis kesuburan tanah Pengukuran kedalaman muka air bawahtanah. Pengukuran debit mata air Pengambilan visualisasi kondisi lapangan dalam bentuk foto

KAJIAN KONSERVASI LINGKUNGAN KAWASAN KARST DI KABUPATEN FAKFAK PROVINSI PAPUA BARAT 2012

I-4

LAPORAN DRAFT FINAL - PT. CAKRA BUANA

Adapun kuantitas pekerjaan inventarisasi lapangan untuk lebih jelasnya dapat dilihat pada tabel 1 :

Tabel 1.1 No 1. 2. 3. 4. 5.

Jenis dan Kuantitas Pekerjaan Lapangan Jumlah Minimal 5titik Keterangan Sesuai dengan kondisi lapangan Sifat fisik dan ketebalan tanah Sesuai kondisi lapangan Sesuai dengan kondisi lapangan

Jenis Pekerjaan Identifikasi karst Pemboran tangan Pengamatan dan pengukuran muka air bawah tanah , mata air Pengukuran sifat fisik air (pH, suhu, dan DHL) Pengambilan contoh air

10 Analisa laboratorium buah/sesuai kondisi lapangan 15 buah sesuai dengan obyek yang dipilih

6.

Pengambilan data visual

c)

Tahap Pengolahan Data Pengujian laboratorium contoh tanah : untuk mengetahui kesuburan, sifat fisik dan keteknikan tanah Pengujian laboratorium contoh air : mencakup sifat fisika dan kimianya. Hasil pengujian ini untuk kebutuhan air minum mengacu pada baku mutu air minum yang dikeluarkan oleh Departemen Kesehatan RI. Analisa data dari aspek geologi dan identifikasi karst akan dihasilkan Peta Klasifikasi Karst, sedangkan gabungan dari Peta Klasifikasi Kawasan Karst

KAJIAN KONSERVASI LINGKUNGAN KAWASAN KARST DI KABUPATEN FAKFAK PROVINSI PAPUA BARAT 2012

I-5

LAPORAN DRAFT FINAL - PT. CAKRA BUANA

dengan Peta-peta Tematik secara tumpang susunakan dihasilkan Peta Rekomendasi Penggunaan Lahan.

4)

Kegiatan Penyusunan Laporan dan Presentasi Pelaporan yang harus diselesaikan mencakup jenis, isi, dan jumlah laporan sebagai berikut : a) b) c) d) Laporan Pendahuluan sebanyak 10 exemplar Laporan Antara/Laporan Lapangan sebanyak 10 exemplar Draft Laporan Akhir sebanyak 10 exemplar Laporan Akhir sebanyak 10 exemplar Isi Laporan Akhir ini mencakup : e) f) Konteks permasalahan karst, Muatan peraturan dan perundangan, Identifikasi potensi dan lokasi kawasan karst, Hasil analisis, dan rencana aksi ( Pengelolaan Kawasan Karst )

Presentasi, untuk penyempurnaan Draft Laporan Akhir. Penyusunan Peta ,Metoda yang digunakan dalam penyusunan peta ini adalah tumpang susun (overlay) antara Peta Kelas Lahan Kawasan Karst dengan Peta - Peta Tematik yang menghasilkan arahan penggunaan lahan.

g) h)

Presentasi, untuk penyempurnaan Draft Laporan Akhir. Penyusunan Peta Utama, mencakup : (1) Penyusunan Peta Kelas Lahan Kawasan Karst Pertama, melakukan inventarisasi kondisi geologi : pengecekan langsung kondisi geologi di lapangan seperti : jenis batuan, bentangalam dan struktur geologi. Inventarisasi ini akan memberikan gambaran kondisi geologi secara rinci terutama perbedaan sebaran antara batuan karbonat dengan batuan lainnya. Kedua, identifikasi karst : yaitu menyusun sebaran karst yang mencakup kondisi dan ciri-ciri bentang alamnya, aspek hidrogeologi,

KAJIAN KONSERVASI LINGKUNGAN KAWASAN KARST DI KABUPATEN FAKFAK PROVINSI PAPUA BARAT 2012

I-6

LAPORAN DRAFT FINAL - PT. CAKRA BUANA

pengumpulaninformasi karstifikasi dalam bentuk fisik hasil pelarutan karst baik endokarst seperti gua aktif dan tidak aktif, speolotem, sungai bawah tanah, maupun exokarst seperti dolina, uvala, lembah dan bukit. Ketiga, untuk memudahkan plotting data lapangan mencakup koordinat dan ketinggian ke dalam peta kerja dengan akurasi cukup baik diharapkan menggunakan peralatan GPS (Global Positioning System). Kemudian dari kedua informasi di atas disusun Peta Kelas Lahan Kawasan Karst merupakan peta satuan kelas lahan kawasan karst mengacu pada Keputusan Menteri Energi Pertambangan Nomor 1456 /K/20/MM/2000 tentang pedoman pengelolaan kawasan karst yang membagi menjadi 3 (tiga) Kelas Kawasan Karst, yaitu : i. Kawasan Karst Kelas I : merupakan kawasan karst yang memiliki salah satu atau lebih kriteria, yaitu : pertama mempunyai fungsi sebagai penyimpan airtanah permanen, kedua mempunyai gua-gua dan sungai bawah tanah aktif, ketiga terdapat gua-gua dan speolotem aktif dan keempat mempunyai kandungan flora dan fauna khas. ii. Kawasan Karst Kelas II : merupakan kawasan karst yang memiliki salah satu atau semua kriteria , yaitu : pertama mempunyai fungsi pengimbuh air bawah tanah, kedua mempunyai gua-gua kering dan speolotem sudah tidak aktif dan ketiga sebagai tempat tinggal fauna yang memberi nilai dan manfaat ekonomi. iii. Kawasan Karst Kelas III : merupakan kawasan yang tidak memiliki kiteria tersebut di atas baik Kelas I maupun Kelas II

(2)

Penyusunan Peta Rekomendasi Penggunaan Lahan Kawasan Karst Merupakan peta arahan penggunaan lahan kawasan karst dengan rekomendasi peruntukan mengacu pada Undang-Undang Nomor 26 Tahun 2008 tentang Rencana Tata Ruang Wilayah Nasional

KAJIAN KONSERVASI LINGKUNGAN KAWASAN KARST DI KABUPATEN FAKFAK PROVINSI PAPUA BARAT 2012

I-7

LAPORAN DRAFT FINAL - PT. CAKRA BUANA

Metoda yang digunakan dalam penyusunan peta yang menghasilkan arahan penggunaan lahan.

ini adalah tumpang susun

(overlay) antara Peta Kelas Lahan Kawasan Karst dengan Peta - Peta Tematik

1.4 Lokasi Kegiatan Kegiatan studi dilaksanakan pada wilayah Kampung Goras , Distrik Kokas di Kabupaten Fakfak Provinsi Papua Barat (Gambar.1)

Lokasi Studi Penyelidikan

Gambar 1.1Peta Lokasi Daerah Kabupaten Fakfak

1.5 Lokasi dan Kesampaian Daerah Kegiatan studi dilaksanakan pada wilayah di Desa Goras dan sekitarnya, Kabupaten Fakfak, Provinsi Papua Barat (Gambar.1).
KAJIAN KONSERVASI LINGKUNGAN KAWASAN KARST DI KABUPATEN FAKFAK PROVINSI PAPUA BARAT 2012

I-8

LAPORAN DRAFT FINAL - PT. CAKRA BUANA

Daerah penelitian dapat dijangkau dari Jakarta yakni Bandara Soekarno-Hatta dengan penerbangan yang menggunakan pesawat berbadan lebar yang menuju Sorong yakni Bandara Dominique Edward Osok, yang kemudian dilanjutkan dengan pesawat twin-otter dari Sorong (Bandara Dominique Edward Osok) menuju Fakfak (Bandara Torea). Dari Bandara Torea kemudian perjalanan dilanjutkan kembali dengan kendaraan roda empat menuju Lokasi penelitian di Daerah Goras dan sekitarnya, dengan kondisi jalan yang bervariasi, teraspal baik, pengerasan dan jalan tanah.

KAJIAN KONSERVASI LINGKUNGAN KAWASAN KARST DI KABUPATEN FAKFAK PROVINSI PAPUA BARAT 2012

I-9

LAPORAN DRAFT FINAL - PT. CAKRA BUANA

1.6 WAKTU DAN JADWAL PELAKSANAAN 1.6.1 Waktu Penyelesaian Kerja Jangka waktu penyelesaian pekerjaan adalah selama 120 (seratus dua puluh) hari kalender atau selama 4 (empat )Bulan terhitung mulai tanggal diterimanya Surat Perintah Mulai Kerja. (Jadwal Pelaksanaan Pekerjaan (Tabel 2.) 1.6.2 Jadwal Pelaksanaan Kerja Tabel 1.2 URAIAN KEGIATAN 1 Persiapan Studi Kepustakaan Survey Analisa Penyusunan Draft laporan Presentasi dan Penyusunan Lapor 2 3 4 1 2 3 4 1 2 3 4 1 2 3 4 Jadwal Pelaksanaan Pekerjaan Bulan ke 2 Bulan ke 3 Bulan ke 4

Bulan ke 1

1.6.3 Organisasi Pelaksanaan Pekerjaan Untuk memperlancar mekanisme kerja maka dibuat susunanorganisasi pelaksanaan pekerjaan sebagaimana Gambar4.1 Diagram Organisasi Pelaksanaan pekerjaan. Berikut : 1.6.4 Tugas dan Tanggung Jawab Tenaga Ahli/ Asisten Tenaga Ahli/Surveyor Beberapa tenaga inti dan tenaga pendukung yang akan berperan dalam penyelesaian pekerjaan adalah seperti pada (Tabel 1.3) berikut :

KAJIAN KONSERVASI LINGKUNGAN KAWASAN KARST DI KABUPATEN FAKFAK PROVINSI PAPUA BARAT 2012

I - 10

LAPORAN DRAFT FINAL - PT. CAKRA BUANA

Tabel 1.3

Daftar Tenaga Ahli/ Asisten Tenaga Ahli Pelaksana Pekerjaan

NO 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10

TANGGUNG JAWAB Koord. Kegiatan / Senior Geologist Ahli GIS Ahli Perencanaan Wilayah Ahli Pertambangan Ass. Geologist Ass. Perenc. Wilayah Ass. Ahli Pertambangan Surveyor Surveyor Administrasi

KEAHLIAN Geologi Geodesi Planologi Tambang Geologi Planologi Tambang Surveyor Surveyor Administrasi

DIREKSI/PEMBERI TUGAS

Team Leader/Ahli Geologi Lingkungan Tenaga Ahli Adm & Keuangan AhliGeologi Lingkungan/ Ahli GIS/Ahli Sosial Budaya/Ahli Perenc. Wilayah Ahli Pertambangan

Ass.AhliGeologi Lingkungan/ Ahli GIS/Ahli Sosial Budaya/Ahli Perenc. Wilayah Ahli Pertambangan gan Surveyor Surveyor

Gambar 1.2 Rencana Organisasi Pelaksanaan Pekerjaan

KAJIAN KONSERVASI LINGKUNGAN KAWASAN KARST DI KABUPATEN FAKFAK PROVINSI PAPUA BARAT 2012

I - 11

LAPORAN DRAFT FINAL - PT. CAKRA BUANA

1.7 PERALATAN YANG DIPAKAI Untuk kelancara penyelesaian kerja maka akan digunakan peralatan sebagai berikut : 1. GPS 2. Kompas Geologi 3. Palu Geologi 4. Hcl 5. pH Meter 6. Conductivity Meter 7. TDS Meter 8. pH Soil Test 9. Humidity Soil Test 10. Bor Tangan 11. Kamera Digital 12. Stopwatch 13. Penggaris

KAJIAN KONSERVASI LINGKUNGAN KAWASAN KARST DI KABUPATEN FAKFAK PROVINSI PAPUA BARAT 2012

I - 12