Anda di halaman 1dari 9

PERUBAHAN FISIOLOGIS PADA KEHAMILAN

BERAT BADAN DAN KOMPOSISI TUBUH

METABOLISME DAN RESPIRASI

Selama kehamilan, terjadi perubahan anatomis dan fisiologis Adaptasi ini membutuhkan penyesuaian tehnik anestesi yang biasa dilakukan pada pasien yang tidak hamil Akan dibahas mengenai penyesuaian fisiologis dari kehamilan normal serta implikasi anestetiknya

BERAT BADAN DAN KOMPOSISI TUBUH


Rata-rata berat badan meningkat sebanyak 17 % atau 12kg
Uterus 1kg Cairan amnion 1kg Janin dan plasenta 4kg Volume darah 2kg Cairan interstisial 2kg Timbunan lemak dan protein baru 4kg

Penambahan berat badan pada trimester I : 1-2kg Penambahan berat badan pada trimester II dan III : 5-6kg

METABOLISME DAN RESPIRASI


Konsumsi oksigen meningkat sebanyak 30% - 40% bahkan hingga 60%
Diakibatkan oleh kebutuhan metabolik janin, uterus dan plasenta, serta peningkatan kerja jantung dan respirasi Rongga toraks membesar (lingkar dada meningkat 5-7cm) Flaring iga terjadi sejak akhir trimester I (sudut subkosta meningkat dari 68,5 menjadi 103,5 pada kehamilan aterm) Diameter vertikal berkurang akibat elevasi diafragma Pelebaran kapiler mukosa nasal dan orofaring serta laring (dapat menyebabkan espistaksis) Perubahan suara akibat pita suara palsu dan area arytenoid pada laring Pernafasan hidung lebih susah Konduksi saluran napas meningkat (dilatasi saluran napas besar dibawah laring)

Anatomi

Tidak ada perubahan gambaran radiologis paru, termasuk parenkim maupun pembuluh darah pulmoner

Diakibatkan oleh progesteron, kortison, relaksin, dan peningkatan aktivitas beta-adrenergik oleh progesterone

Mekanis
Pernafasan terutama oleh ekskursi diafragma Fungsi saluran napas besar tidak terganggu (kecepatan aliran ekspirasi maksimum, FEV1, dan rasio FEV1/FVC tidak berubah)

Dilatasi saluran napas besar merupakan kompensasi akibat hipokapnia dan penurunan volume paru istirahat yang akan meningkatkan resistensi jalan napas

Fungsi saluran napas kecil tidak terpengaruh (flow-volume loop dan closing capacity tidak berubah)

Parameter Volume Paru Volume inspirasi cadangan Volume tidal Volume ekspirasi cadangan Volume residual Kapasitas Paru Kapasitas inspirasi Kapasitas residu fungsional Kapasitas vital Kapasitas paru total Dead space Kecepatan nafas Ventilasi Ventilasi menit Ventilasi alveolar

Perubahan

+5% +45% -25% -15%

+15% -20% Tidak berubah -5% +45% Tidak berubah

Perubahan volume dan kapasitas paru terutama diakibatkan oleh elevasi diafragma saat istirahat Perubahan ventilasi diakibatkan perubahan hormonal dan peningkatan produksi CO2

+45% +45%

Gas Darah dan Status Asam-Basa


Tidak Hamil PaCO2 (mmHg) 40 Satu 30 Dua 30 Tiga 30

Posisi supinasi mengakibatkan penurunan PaO2 Kehamilan mengakibatkan alkalosis respirasi

PaO2 (mmHg)
pH [HCO3-] (mEq/L)

100
7,40 24

107
7,44 21

105
7,44 20

103
7,44 20

Metabolisme dan Respirasi selama Persalinan


Ventilasi menit meningkat
70% menjadi 140% pada kala I 120% menjadi 200% pada kala II

Konsumsi oksigen meningkat Terjadi peningkatan konsentrasi laktat darah

Metabolisme dan Respirasi selama masa puerperium


FRC meningkat, tetapi masih dibawah nilai sebelum hamil selama 1-2 minggu Konsumsi oksigen, volume tidal, dan ventilasi menit tetap tinggi sampai setidaknya 6-8 minggu setelah persalinan. PCO2 meningkat perlahan, tetapi masih dibawah nilai sebelum hamil selama 6-8 minggu