Anda di halaman 1dari 2

Pinjaman Berbasis Hasil untuk Program

Persetujuan Kebijakan dan Kegiatan Pertama


Pada tanggal 6 Maret 2013, Dewan Direktur Asian Development Bank (ADB) menyetujui kebijakan mengenai Rintisan Pinjaman Berbasis Hasil (Result-Based Lending, RBL) untuk Program. Kegiatan RBL pertama di ADBpinjaman senilai $200 juta untuk meningkatkan hasil dan sistem sekolah menengah di Sri Lankadisetujui oleh Dewan Direktur tiga bulan setelah disetujuinya kebijakan RBL. Program ini mengaitkan pencairan dana ADB dengan pencapaian hasil riil di Sri Lanka, seperti peluncuran kurikulum lengkap di sekolah-sekolah, perbaikan fasilitas fisik dan belajar mengajar di sekolah menengah, serta pelatihan bagi kepala sekolah. Program ini akan membantu Pemerintah Sri Lanka memperkuat sektor pendidikannya guna memenuhi kebutuhan di tengah ekonomi yang terus berkembang.

Apa itu Pinjaman Berbasis Hasil?


RBL memberikan dukungan tambahan bagi ADB agar dapat memenuhi kebutuhan negara berkembang anggotanya (developing member countries, DMC) dengan lebih baik, serta meningkatkan efektivitas pembangunan. Tujuan RBL adalah:
meningkatkan akuntabilitas pemerintah dan insentif untuk memberikan dan mempertahankan hasil, meningkatkan efektivitas dan efisiensi program sektor milik pemerintah, mendorong pengembangan kelembagaan, mendukung rasa memiliki dari negara bersangkutan, mengurangi biaya transaksi, dan mendukung koordinasi dan harmonisasi pembangunan saat lebih dari satu lembaga pembangunan

terlibat dalam suatu program.

Dengan RBL, ADB mendukung pemerintah dalam merancang dan melaksanakan program sektor yang dimiliki pemerintah. Penyaluran ini dikaitkan langsung dengan pencapaian hasil program. Pelaksanaan program menggunakan sistem program DMC sendiri. Sistem program DMC akan dikaji, digunakan, dan ditingkatkan sesuai keperluan berdasarkan prinsip-prinsip praktik baik yang sudah diterima secara luas. Yang paling penting dalam RBL adalah pencapaian hasil dan pengembangan kelembagaan. RBL memerlukan pergeseran signifikan dalam paradigma yang memindahkan fokus operasional dari:
pembiayaan pengeluaran dan pengendalian transaksi, menjadi dukungan langsung terhadap hasil; pendekatan berbasis aturan, menjadi pendekatan berbasis prinsip; dan memilah-milah pembiayaan ADB, menjadi memberikan pengaruh positif terhadap keseluruhan

program RBL yang dimiliki pemerintah dan sistemnya.

Penerapan yang Beragam


Tidak ada pembatasan negara atau sektor untuk penerapan RBL. RBL dapat dilaksanakan di DMC mana pun (misalnya negara berpenghasilan menengah atau rendah) dan di berbagai sektor (misalnya sektor infrastruktur dan sosial). Dengan demikiansama seperti metode lainnyanegara, sektor, atau jenis program yang dapat menggunakan RBL tidak ditentukan terlebih dahulu. Setiap program akan dikaji kasus demi kasus. Pengalaman praktis sampai saat ini memperlihatkan bahwa RBL dapat diterapkan ke banyak bidang. Selain RBL sektor pendidikan Sri Lanka yang diberikan ADB, Bank Dunia juga telah menyetujui sembilan operasi pembiayaan program-untuk-hasil (setara dengan RBL). Operasi tersebut tersebar di berbagai negara berpenghasilan menengah maupun rendah, dan beragam sektor sosial dan infrastruktur. Alasan utama untuk menerapkan RBL secara luas adalah karena sifatnya yang berbasis program. DMC memiliki sektor dan lembaga yang sangat beragam. Selain itu, cakupan program dapat ditentukan sedemikian rupa sehingga memastikan manajemen dan mitigasi risiko yang memadai. Kajian RBL mempertimbangkan baik risiko maupun manfaat dalam bekerja sama dengan DMC untuk memperkuat sistem programnya, sehingga membawa perbaikan tahap demi tahap yang berkelanjutan seiring berjalannya waktu. ADB akan bekerja sama dengan DMC guna mengidentifikasi peluang yang sesuai untuk menggunakan RBL. Untuk informasi lebih lanjut, kunjungi: http://www.adb.org/site/public-sector-financing/results-based-lending-programs Jika ada pertanyaan, hubungi: Kiyoshi Nakamitsu
Senior Planning and Policy Specialist Strategy and Policy Department Tel. +63 2 632 4444 knakamitsu@adb.org

2013 Asian Development Bank ARM146200 Desember 2013