Anda di halaman 1dari 22

DAFTAR ISI

Halaman judul Daftar nama anggota kelompok Lembar persetujuan Kata pengantar Daftar isi. Daftar tabel. Daftar lampiran BAB I PENDAHULUAN. BAB II TINJUAN TEORITIS A.pelayanan kesehatan utama . B. konsep keperawatan komunitas C. asuhan keperawatan komunitas.. KONSEP DASAR DALAM KEPERAWATAN KELUARGA.. A. B. C. D. E. F. Konsep keluarga. Struktur keluarga Tipe keluarga. . Fungsi keluarga.. . Perkembangan keluarga. . Asuhan keperawatan keluarga. .

i ii iii iv v vi vii 1 4 4 6 8 12 12 13 14 16 18 24

BAB III APLIKASI ASUHAN KEPERAWATAN KOMUNITAS DI DUSUN ULO DESA SAMAULUE KEC.LANRISANG KAB.PINRANG A. Persiapan.. 1. Persiapan kemasyarakatan. 2. Persiapan teknis. B. Pelaksanaan.. 1. Pengkajian.. 2. Perencanaan . 36 37 37 37 38 38 114

3. Implementasi.. 4. Evaluasi BAB IV PEMBAHASAN .. A. B. C. D. E. Pengkajian... Diagnose keperawatan..... Perencanaan. Implementasi Evaluasi .

120 122 126 126 127 128 129 130 132 132 133

BAB V PENUTUP . A. Kesimpulan . B. Saran . Daftar pustaka Lampiran lampiran

DAFTAR LAMPIRAN

Lampiran 1 Lampiran 2 Lampiran 3 Lampiran 4

: : : :

struktur organisasi posko III peta wilayah dusun ulo desa samaulue kec.lanrisang kab.pinrang plan of action diagnose keperawatan time schedule praktek keperawatan komunitas angkatan IV posko III stikes baramuli pinrang : : : : pre planning dan laporan kegiatan pertemuan I ( MMD I ) pre planning dan laporan kegiatan pertemuan II ( MMD II ) pre planning dan laporan kegiatan pertemuan III ( MMD III ) pre planning dan laporan kegiatan pembentukan serta pengkaderan anggota POKJAKES struktur anggota POKJAKES SK POKJAKES pre planning dan laporan kegiatan penyuluhan disekolah dasar ( SD ) pre planning dan laporan kegiatan penyuluhan di Sekolah Menengah Pertama ( SMP )

Lampiran 5 Lampiran 6 Lampiran 7 Lampiran 8

Lampiran 9 Lampiran 10 Lampiran 11 Lampiran 12

: : : :

Lampiran 13

pre planning dan laporan kegiatan penyuluhan di Sekolah Menengah Atas SMA

Lampiran 14

pre planning dan laporan kegiatan penyuluhan Kesehatan Ibu dan Anak KIA

Lampiran 15 Lampiran 16 Lampiran 17 Lampiran 18

: : : :

pre planning dan laporan kegiatan penyuluhan Lansia pre planning dan laporan kegiatan posyandu lansia pre planning dan laporan kegiatan senam lansia dan jalan santai lansia pre planning dan laporan kegiatan penyuluhan kesling

Lampiran 19 Lampiran 20 Lampiran 21 Lampiran 22 Lampiran 23 Lampiran 24 Lampiran 25 Lampiran 26 Lampiran 27 Lampiraan 28 Lampiran 29 Lampiran 30 Lampiran 31 Lampiran 32 Lampiran 33 Lampiran 34 Lampiran 35 Lampiran 36 Lampiran 37 Lampiran 38 Lampiran 39 Lampiran 40 Lampiran 41 Lampiran 42 Lampiran 43

: : : : : : : : : : : : : : : : : : : : : : : : :

pre planning dan laporan kegiatan penyuluhan UKS di SD pre planning dan laporan kegiatan enggosok gigi missal di SD pre planning dan laporan kegiatan kerja bakti surat undangan pertemuan I ( MMD I ) surat undangan pertemuan II ( MMD II ) surat undangan pertemuan III ( MMD III ) surat undangan penyuluhan di SD surat undangan penyuluhan di SMP surat undangan penyuluhan di SMA surat undangan penyuluhan KIA surat undangan penyuluhan Lansia surat undangan kegiatan posyandu lansia surat undangan kegiatan senam dan jalan santai lansia Surat undangan penyuluhan Kesling Surat undangan kegiatan menggosok gigi missal Surat undangan kegiatan kerja bakti daftar hadir MMD I daftar hadir MMD II daftar hadir MMD III daftar hadir penyuluhan di SD daftar hadir penyuluhan di SMP daftar hadir penyuluhan di SMA daftar hadir penyuluhan dan posyandu lansia daftar hadir kegiatan senam dan jalan santai lansia daftar hadir penyuluhan kesling

Lampiran 44 Lampiran 45 Lampiran 46

: : :

daftar hadir penyuluhan UKS daftar hadir kegiatan menggosok gigi 5issal Satuan Acara Pembelajaran ( SAP ) dan materi penyuluhan tentang PHBS Di SD

Lampiran 47

Satuan Acara Pembelajaran ( SAP ) dan materi penyuluhan tentang MIRAS di SMP

Lampiran 48

Satuan Acara Pembelajaran ( SAP ) dan materi penyuluhan tentang Perilaku seks pranikah

Lampiran 49

Satuan Acara Pembelajaran ( SAP ) dan materi penyuluhan tentang Manfaat ASI dan imunisasi

Lampiran 50

Satuan Acara Pembelajaran ( SAP ) dan materi penyuluhan tentang Hipertensi dan gastritis

Lampiran 51

Satuan Acara Pembelajaran ( SAP ) dan materi penyuluhan tentang Jentik Nyamuk,jamban sehat dan pengolahan sampah

Lampiran 52

Satuan Acara Pmebelajaran ( SAP ) dan materi penyuluhan tentang UKS Di SD

Lampiran 53 Lampiran 54 Lampiran 55 Lampiran 56 Lampiran 57 Lampiran 58 Lampiran 59 Lampiran 60 Lampiran 61

: : : : : : : : :

leaflet PHBS leaflet MIRAS leaflet Perilaku Seks Pranikah leaflet manfaat ASI dan imunisasi leaflet Hipertensi dan Gastritis leaflet jentik nyamuk,jamban sehat dan pengolahan sampah leaflet UKS PPT PHBS PPT MIRAS

Lampiran 62 Lampiran 63 Lampiran 64 Lampiran 65 Lampiran 66

: : : : :

PPT perilaku seks pranikah PPT manfaat ASI dan imunisasi PPT hipertensi dan gastritis PPT jentik nyamuk,jamban sehat dan pengolahan sampah PPT UKS

DAFTAR TABEL

1. Tabel 1

Distribusi jumlah penduduk berdasarkan umur di dusun ulo desa Samaulue Distribusi jumlah penduduk berdasarkan jenis kelamin di dusun Ulo desa samaulue Distribusi jumlah penduduk berdasarkan suku di dusun ulo desa Samaulue Distribusi jumlah penduduk berdasarkan agama di dusun ulo desa Samaulue Distribusi jumlah penduduk berdasarkan tingkat pendidikan di Dusun ulo desa samaulue Distribusi jumlah penduduk berdasarkan jenis pekerjaan di dusun Ulo desa samaulue Distribusi KK berdasarkan kepemilikan rumah di dusun ulo desa Samaulue Distribusi jumlah penduduk berdasarkan tipe rumah di dusun ulo desa samaulue Distribusi jumlah penduduk berdasarkan jenis lantai di dusun ulo desa samaulue Distribusi jumlah penduduk berdasarkan dinding rumah di dusun ulo desa samaulue DDistribusi jumlah penduduk berdasarkan keberadaan ventilasi di dusun ulo desa samaulue Distribusi jumlah penduduk berdasarkan pencahayaan matahari di dusun ulo desa samaulue Distribusi jumlah rumah berdasarkan kebersihan dalam rumah di

2. Tabel 2

3. Tabel 3

4. Tabel 4

5. Tabel 5

6. Tabel 6

7. Tabel 7

8. Tabel 8

9. Tabel 9

10. Tabel 10 :

11. Tabel 11 :

12. Tabel 12 : 13. Tabel 13 :

14. Tabel 14 :

dusun ulo desa samaulue Distribusi jumlah penduduk berdasarkan penyebab tidak bersih dalam rumah di dusun ulo desa samaulue Distribusi jumlah penduduk berdasarkan kebersihan dalam rumah di dusun ulo desa samaulue Distribusi jumlah rumah berdasarkan pemanfaatan halaman di dusun ulo desa samaulue Distribusi vector yang membahayakan kesehatan di dusun ulo desa Samaulue Distribusi sumber air minum di dusun ulo desa samaulue Distribusi KK berdasarkan pengolahan air minum di dusun ulo desa samaulue Distribusi jumlah penduduk berdasarkan jarak sumber dari wc di dusun ulo desa samaulue Distribusi KK berdasarkan fisik air minum di dusun ulo desa samaulue Distribusi jumlah penduduk berdasarkan sumber air minum untuk mandi di dusun ulo desa samaulue Distribusi jumlah penduduk berdasarkan tempat penampungan air di dusun ulo desaa samaulue Distribusi tempat air minum berdasarkan ada tidaknya jentik nyamuk di dusun ulo desa samaulue Distribusi jumlah penduduk berdasarkan frekuenzi membersihkan penampungan air di dusun ulo desa samaulue Distribusi rumah berdasarkan tempat pembuangan akhir sampah di dusun ulo desa samaulue

15. Tabel 15 :

16. Tabel 16 :

17. Tabel 17 :

18. Tabel 18 : 19. Tabel 19 :

20. Tabel 20 :

21. Tabel 21 :

22. Tabel 22 :

23. Tabel 23 :

24. Tabel 24 :

25. Tabel 25 :

26. Tabel 26 :

27. Tabel 27 :

duduk Distribusi jumlah pendudk berdasarkan kepemilikan tempat sampah di dusun ulo desa samaulue Distribusi jumlah penduduk berdasarkan keadaaan tempat penampungan sampah di dusun ulo desa samaulue Distribusi jumlah penduduk berdasarkan karateristik polusi udara di dusun ulo desa samaulue Distribusi jumlah penduduk berdasarkan kebiasaan buang barang bekas di dusun ulo desa samaulue Distribusi jumlah KK berdasarkan kepemilikan jamban di dusun ulo desa samaulue Distribusi jumlah KK berdassarkan jenis jamban di dusun ulo desa Samaulue Distribusi jumlah penduduk berdasarkan kondisi jamban di dusun ulo desa samaulue Distribusi jumlah penduduk berdasarkan status kepemilikan jamban di dusun ulo desa samaulue Distribusi KK berdasarkan tempat pembuangan tinja di dusun ulo desa samaulue Distribusi KK berdasarkan tempat pembuangan air limbah di dusun ulo desa samaulue Distribusi KK berdasarkan penghasilan setiap bulan di dusun ulo desa samaulue Distribusi KK berdasarkan lokasi dana kesehatan di dusun ulo desa samaulue Distribusi KK berdasarkan informasi kesehatan di dusun ulo desa samaulue Distribusi KK berdasarkan sumber informasi kesehatan di dusun

28. Tabel 28 :

29. Tabel 29 :

30. Tabel 30 :

31. Tabel 31 :

32. Tabel 32 :

33. Tabel 33 :

34. Table 34 :

35. Tabel 35 :

36. Tabel 36 :

37. Tabel 37 :

38. Tabel 38 :

39. Tabel 39 :

40. Tabel 40 :

ulo desa samaulue 41. Tabel 41 : Distribusi KK berdassarkan tempat pemeriksaan kesehatan di dusun ulo desa Samaulue Distribusi jumlah bayi / balita berdasarkan kepemilikan KMS di dusun ulo desa samaulue Distribusi jumlah bayi / balita berdasarkan KMS meningkat setiap bulan di dusun ulo desasamaulue Distribusi jumlah bayi / balita berdasarkan pemberian ASI di dusun ulo desa samaulue 45. Tabel 45 : Distribusi jumlah bayi / balita berdasarkan pemberian frekuensi makan di dusun ulo desa samaulue Distribusi jumlah bayi / balita mendapatkan jenis makanan yang di makan di dusun ulo desa samaulue Distribusi jumlah bayi / balita berdasarkan pemberian makanan tambahan di dusun ulo desa samaulue Distribusi jumlah bayi / balita berdasarkan makanan pantangan di dusun ulo desa samaulue Distribusi jenis penyakit yang sering di derita bayi / balita di dusun ulo desa Samaulue Distribusi jumlah bayi / balita berdasarkan penimbangan setiap bulan di dusun ulo desa samaulue Distribusi jumlah bayi / balita berdasarkan penimbangan imunisasi dasar di dusun ulo desa samaulue Distribusi jumlah bayi / balita berdasarkan jenis imunisasi di dusun ulo desa samaulue Distribusi jumlah anak berdasarkan kesulitan pemberian makanan di dusun ulo desa samaulue

42. Tabel 42 :

43. Table 43 :

44. Tabel 44 :

46. Tabel 46 :

47. Tabel 47 :

48. Tabel 48 :

49. Tabel 49 :

50. Tabel 50 :

51. Table 51 :

52. Tabel 52 :

53. Tabel 53 :

54. Tabel 54 :

Distribusi jumlah anak berdasarkan penyebab kesulitan pemberian makanan di dusun ulo desa samaulue Distribusi jumlah anak berdasarkan jadwal kegiatan sehari hari di dusun ulo desa samaulue Distribusi jumlah berdasarkan masalah anak / remaja di dusun ulo desa samaulue Distribusi jumlah anak / remaja berdasarkan solusi masalah di dusun ulo desa samaulue Distribusi remaja berdasarkan pengguna waktu luang di dusun ulo desa Samaulue Distribusi ibu hamil berdasarkan usiadi dusun ulo desa samaulue Distribusi ibu hamil berdasarkan umur kehamilan di dusun ulo desa samaulue

55. Tabel 55 :

56. Tabel 56 :

57. Tabel 57 :

58. Tabel 58 :

59. Tabel 59 : 60. Table 60 :

61. Tabel 61 :

Distribusi ibu hamil berdasarkan pemberian imunisasi TT di dusun ulo desa Samaulue Distribusi ibu hamil berdasarkan penyakit yang menyertai kehamilan di dusun ulo desa samaulue Distribusi ibu hamil berdasarkan mendapat tambahan Fe di dusun ulo desa samaulue Distribusi ibu hamil berdasarkan pemeriksaan kehamilan di dusun ulo desa samaulue Distribusi tempat pemeriksaan kehamilan di dusun ulo desa samaulue Distribusi ibu hamil berdasarkan mendapatkan PENKES di dusun ulo desa samaulue Distribusi ibu menyusui anak di dusun ulo desa samaulue

62. Tabel 62 :

63. Table 63 :

64. Tabel 64 :

65. Tabel 65 :

66. Tabel 66 :

67. Tabel 67 :

68. Tabel 68 :

Distribusi ibu hamil berdasarkan membersihkan putting sebelum menyusui di dusun ulo desa samaulue

69. Tabel 69 :

Distribusi ibu hamil berdasarkan tempat mendapatkan PENKES di dusun ulo desa Samaulue Distribusi ibu hamil berdasarkan jenis PENKES yang didapatkan di dusun ulo desa samaulue Distribusi PUS berdasarkan menjadi akseptor KB yang digunakan di dusun ulo desa samaulue Distribusi kesakitan berdasarkan keluhan di dusun ulo desa samaulue Distribusi lansia berdasarkan usia di dusun ulo desa samaulue Distribusi lansia berdasarkan tempat berobat di dusun ulo desa samaulue Distribusi lansia berdasarkan frekuensi pemeriksaan kesehatan di dusun ulo desa samaulue Distribusi lansia berdasarkan kegiatan sehari-hari di dusun ulo desa samaulue Distribusi lansia berdasarkan bentuk bantuan yang diinginkan di dusun ulo desa samaulue Hasil analisa data

70. Tabel 70 :

71. Table 71 :

72. Tabel 72 :

73. Tabel 73 : 74. Tabel 74 :

75. Tabel 75 :

76. Tabel 76 :

77. Tabel 77 :

78. Tabel 78 :

BAB IV PEMBAHASAN

Konsep keperawatan komunitas yang professional mengacu pada ilmu dan kiat keperawatan yang di tujukan pada masyarakat terutama kelompok risiko tinggi.Peran serta aktif masyarakat sangat mempengaruhi proses penerapan asuhan keperawatn dimasyarakat itu sendiri.Pengkajian yang dilakukan sangat tergantung pada respon positif dari masyarakat terutama dalam memberikan informasi yang valid dan akurat.Melalui pengkaderan dan pembentukan kelompok kerja kesehatan ( POKJAKES ) di dusun ulo desa samaulue serta melibatkan pihat terkait pemerintah setempat, tokoh masyarakat, tokoh agama, dan remaja ehingga dapat diperoleh data yang sangat mendukung proses pemberian asuhan keperawatan langsung pada masyarakat. Tahapan proses keperawatan komunitas pada dasarnya sanma dengan tahapan pada proses keperawatan di klinik keperawatan yang meliput : Pengkajian, perencanaan, pelaksanaan dan evaluasi.Pembahasan ini mengacu pada analisis SWOT ( Sterngth / kekuatan, Weakness / kelemahan, Opportunity / kesempatan dan Threat / ancaman ). Pengkajian Pada tahap pengkajian data yang perlu dikaji pada kelompok atau komunitas menurut teori Anderson adalah data yang terdiri atas data demografi : umur, pendidikan, jenis kelamin, pekerjaan, agama, nilai-nilai keyakinan serta riwayat timbulnya komunitas.Dan mengkaji subsistem yang mempengaruhi komunitas seperti lingkungan fisik perumahan, pendidikan, kesehatan, keamanan, keselamatan politik, dan kebijakan pemerintah tentang kesehatan, sarana pelayanan kesehatan yang tersedia, system komunikasi dan ekonomi.Pengkajian dilaksanakan dengan menggunakan metose wawancara serta observasi langsung berdasarkan format pengkajian.

Analisi Swot : 1. Strength / kekuatan a. Mahasisiwa telah dibekali pengetahuan tentang teori-teori pengkajian komunitas semasa di bangku perkuliahan. b. Mahasiswa sebagian besar sudah punya pengalaman kerja di instansi masing-masing c. Kekuatan Dari pengkajian adalah adanya dukungan poditif dari seluruh masyarakat dusun ulo desa samaulue termasuk para tokoh pemuda, tokoh agama, dan seluruh pengurus pokjakes / kader kesehatan serta aparat pemerintah dusun / desa 2. Weakness / kelemahan Kelemahannya adalah kurang akuratnya data yang di peroleh, hal ini diakibatkan kurang efektifnya bahasa, tingkat pendidikan rendah yang menghambat pemahaman masyarakat terhadap pertanyyan yang di berikan, kepala keluarga yang tidak ada pada saat pendataan, dan lingkungan yang berjauhan dan keadaan jalan yang kurang baik untuk di tempuh dengan kendaraan sehingga menyulitkan pendataan. 3. opportunity kesempatan dari tahap pengkajian adalah penerimaan yang baik masyarakat karena kegiatan berhubungan dengan masalh kesehatan sesuai dengan kebutuhan masyarakat. Kebtuhan masyarakar akan petugas kesehatan dan pelayanan kesehatan. 4. Threat / ancaman a. Adanya miskomonikasi yang menjadikan kesalahan dalam interpretasi data b. Jawaban hasil pendataan yang mungkin tidak sesuai dengan keadaan yang sebenarnya karena bersifat subjektif Diagnosa keperawatan Diagnosa keperawatan adalah respon individu atau kelompok terhadap masalah kesehatan baik yang actual maupun yang potensial.Diagnosa keperawatan ditetapkan berdasarkan masalah yang ditemukan baik yang ditemukan saat pengkajian ( actual ), maupun yang mungkin timbul kemudian ( potensial ) dan diatasi dengan tindakan keperawatan.Diagnosa keperawatan komunitas memberikan arah terhadap tujuan dan intervensi keperawatan.

Berdasarkan pengkajian yang telah dilakukan di dusun ulo desa samaulue ditemukan tiga diagnose antara lain : 1. Risiko terjadinya penyakit menular ( diare dan DHF ) di dusun ulo desa samaulue diakibatkan oleh dusun ulo yang kurang bersih berhubungan dengan : kurang pengetahuan masyarakat tentang pentingnya kesehatan lingkungan dan kurangnya kesadaran untuk hidup sehat 2. Risiko terjadinya penyakit pada lansia di akibatkan oleh penurunan fungsi fisiologi tubuh 3. Potensi masyarakat di dusun ulo dalam meningkatkan kesehatan balita berhubungan dengan tingginya kesadaran terhadap kesehatan. Perencanaan Perencanaan merupakan tahapan yang sangat dari rposes keperawatan dimana setelah dianalisa dan scoring masalah kemudian ditentukan rencana tindakan guna penyelesaian masalah dan berfokus pada prinsip SMART ( Spesific, Measuribele, Achifible, Realistis dan Timing ) Perencanaan keperawatan adalah penyusunan rencana tindakan keperawatan yang akan dilaksanakan untuk mengatasi masalah sesuai dengan diagnose keperawatan yang telah dibuat dengan tujuan terpenuhinya kebutuhan pasien.Adapun rencana keperawatan yang disusun harus mencakup : 1. Perumusan tujuan 2. Rencana tindakan keperawatan yang akan dilaksanakan, dan 3. Criteria hasil untuk menilai pencapaian tujuan Berikut gambaran Analisis SWOT untuk melihat secara nyata factor pendukung dan penghambat perencanaan keperawatan komunitas. Anilisi SWOT : 1. Kekuatan pada perencanaan ini adalah motivasi dari pemerintah setempat, puskesmas, kader kesehatan, pokjakes dan beberapa tokoh masyarakat dan tokoh agama serta remaja mesjid untuk mewujudkan apa yang telah direncanakan, terbukti adanya kemauan dari

masyarakat untuk ikut serta menjadi anggota dalam pkojakes, bantuan materil, tenaga dan tempat. 2. Kelemahan pada perencanaan ini adalahg kurangnya sponsor dana ( donator ) yang dapat bertanggung jawab untu beberapa kegiatan yang membutuhkan pembiayaan besar

sehingga beberapa metode tepat guna disiapkan untu menghadapi kendala dana tersebut. 3. Kesempatan dalam perencanaan ini adalah banyaknya waktu luang Dari masyarakat untuk ikut serta dalam kegiatan yang direncanakan sehingga mereka menyempatkan diri sebagai penanggung jawab dalam beberapa kegiatan.Bantuan dari puskesmas dan pihak terkaitpun di dapatkan berupa kesediaan kerjasama dalam bebrapa kegiatan yang telah direncanakan. 4. Ancaman pada perencanaan ini adalah kemungkinan peran serta aktif masyarakat dalam pelaksanaan nantinya akan berkurang berhubungan dengan kesibukan sebagai petani, buruh, PNS dan swasta , dll, mungkin beberapa diantaramereka pergi ke kebun atau kesawah, faktr cuaca ( musim hujan ).Bantuan dana dan fasilitas dari puskesmas belum dapat dipastikan dari saat penyusunan perencanaan ini. Implementasi Dalam pembahasan ini akan dijelaskan secara analisis SWOT berdasarkan pada jenis masalah keperawatan yang ada. Masalah kesehatan I : lingkungan masyarakat yang kurang sehat Analisis SWOT : 1. Kekuatan dalam kegiatan untuk mengatasi masalah kesehatan ini adalah dukungan masyarakat, kader dan pokjakes, pemerintah setempat dan tokoh masyarakat dalam memotivasi masyarakat untuk berperan serta aktif dalam kegiatan yang dilaksanakan serta bantuan pihak puskesmas. 2. Kelemahannya adalah kurangnya kesadaran masyarkat untuk memeriksakan penyakit yang diderita kepelayanan ( puskesmas ) setempat. 3. Kesempatan yang diperoleh adalah sejalannya beberapa kegiatan dengan program pemerintah dan puskesmas, misalnya penyuluhan tentang lingkungan rumah sehat, penyuluhan tentang DHF, penyuluhan tentang diaredan pembagian bubuk abate.

4. Ancaman dalam kegiatan ini adalah kurangnya partisipasi masyarakat dalam mengikuti program kegiatan yang dilaksanakan karena kurangnya pemahaman masyarakat tentang kesehatan dan keadaaan cuaca yang kurang bersahabat ( musim hujan ). Masalah kesehatan II : kurangnya pemahaman masyarakat terhadap kesehatan lansia. Analisis SWOT : 1. Kekuatan, yang ada dalam masalah ini adalah jumlah lansia yang cukup banyak dan adanya minat masyarakat yang cukup besar untuk mengikuti penyuluhan dan posyandu kesehatan lansia dan adanya dukungan dari puskesmas untuk melaksanakan berbagai kegiatan yang berhubungan dengan masalah lansia. 2. Kelemahannya adalah jarak fasilitas pelayanan kesehatan yang cukup jauh dari tempat tinggal masyarakat serta kurangnya tenaga kesehatan untuk menjangkau seluruh masyarakat. 3. Kesempatan adalah sejalannya kegiatan dengan program puskesmas, misalnya

mengadakan penyuluhan tentang kesehatan lansia dan pelaksanaan puskesmas keliling ( PUSKEL ) 4. Ancaman yang ada dalam masalah ini adalah dibutuhkannya dukungan yang sangat besar dari aparat pemerintah setempat dan petugas kesehatan dalam tindak lanjut program,motivasi dan kesadaran yang tinggi dari masyarakat untuk memanfaatkan fasilitas yang ada serta program yang dibuat. Evaluasi Berdasarkan respon verbal dan non verbal menurut teori Anderson dapat disimpulkan hasil evaluasi bahwa : 1. Rencana kegiatan mahasiswa selalu mendapat respon positif dari masyarakat. 2. Pada pelaksanaan kegiatan ( implementasi ) biasanya masyarakat kurang berespon berhubungan dengan kurangnya kesadaran apalagi jika hal tersebut membtuthkan pengorbanan materi.

3. Kegiatan yang berhasil dilaksanakan umumnya karena dukungan dari kader / pokjakes setempat, tokoh masyarakat, puskesmas dan swadana mahasiswa sendiri.Partisipasi masyarakat umumnya masih kurang dengan berbagai alasan terutama masalah financial dan waktu yang tersedia. 4. Masih ada kegiatan yang belum terlaksana karena kondisi cuaca, dukungan dan motivasi dari masyarakat yang kurang dan keterbatasan fasilitas yang dibutuhkan . 5. Tindak lanjut dari aparat kesehatan terkait ( puskesmas / bidan desa ) dan aparat pemerintah setempat ( camat, kepala desa dan kepala dusun ) sangatlah perlu terutama dalam meningkatkan motivasi dan kesadaran masyarakat untuk sehat melalui kegiatan mereka sendiri. 6. Perlunya kerjasama pihak puskesmas dengan POKJAKES yang telah terbentuk agar supaya program-program yang telah dilaksanakan tetap berkelanjutan dan terus melakukan bimbingan serta evaluasi hasil kerja POKJAKES di dusun ulo desa samaulue kecamatan lanrisang kabupaten pinrang.

BAB V PENUTUP

A. Kesimpulan Asuhan keperawatan komunitas sebagai salah satu penerapan dari praktik keperawatan dan praktik kesehatan komunitas bertujuan untuk meningkatkan dan memelihara kesehatan masyarakat.Sifat asuhan yang diberikan adalah umum dan menyeluruh melalui kerjasama dan peran serta masyarkat, sedangkan focus keperawtan individu, kelompok, keluarga menekankan pada pencegahan penyakit dan peningkatan kesehatan dengan tidak mengabaikan aspek kuratif dan rehabilitif. Praktk profesi keperawatan komunitas dan keluarga ( P2K3 ) yang dilakukan oleh mahasiswa program studi ilmu keperawatan sekolah tinggi ilmu kesehatan baramuli pinrang di dusun ulo desa samaulue kecamatan lanrisang kabupaten pinrang menggunakan peran serta masyarakat melalui strategi pembinaan wilayah dan keluarga binaan mel lui Kelompok Kerja Kesehatan ( POKJAKES ).Pemilihan keluarga binaan berdasarkan keluarga yang berisiko tinggi dan rawan dalam kesehatan.Pemilihan dilakukan mahasiswa bersama POKJAKES pada saat pengkajian.Keluarga binaan dilaksanakan mulai tanggal 17 november 3 desember 2013. Dalam kegiatan mahasiswa bekerjasama dengan masyarakat melakukan pengkajian, menetapkan masalah, menentukan prioritas, membuat perencanaan, melaksanakan kegiatan dan evaluasi.Adapun masalah kesehatan yang ditemukan di Dusun Ulo Desa Samaulue adalah : Risiko terjadinya penyakit menular ( diare , dan DHF ).Risiko terjadinya penyakit pada lansia diakibatkan oleh penurunan fungsi fisiologis tubuh dan potensi peningkatan kesehatan bayi dan balita. Kegiatan-kegiatan yang dilakukan bersama masyarakat untuk mengatasi masalah tersebut antara lain : penyuluhan di SD tentang PHBS,penyuluhan di SMP tentang MIRAS, penyuluhan di SMA tentang perilaku seks prnikah, penyuluhan tentang manfaat ASI dan imunisasi,penyuluhan tentang hipertensi dan gastritis, posyandu lansia, senam

dan jalan santai lansia, peyuluhan tentang jentik nyamuk,jamban sehat dan pengolaha sampah,penyuluhan tentang UKS,pengenalan tentang perawat kecil,menggosok gigi missal di SD,kerja bakti di kantor desa, posyandu KIA, lingkungan di dusun Ulo. Dari berbagai kegiatan yang dilaksanakan tersebut diatas didapatkan hasil antara lain, meningkatnya pengetahuan masyarakat tentang masalah-masalah kesehatan melalui penyuluhan dan terlaksananya posyandu bayi/balita, terlaksananya kegiatan posyandu lansia serta senam dan jalan santai lansia. Keberhasilan yang dicapai merupakan tanda adanya peningkatan peran serta masyarakat melalui Kelompok Kerja Kesehatan, tokoh masyarakat, tokoh agama, remaja mesjid, puskesmas, dan pemerintah setempat.Dan secara umum adalah karena adanya dukungan penuh dari masyarakat di dusun ulo desa samaulue kecamatan lanrisang kabupaten pinrang. B. Saran Setelah seluruh kegiatan asuhan keperawatan komunitas telah dilaksanakan maka dengan ini kami mengajukan beberapa saran sebagai berikut : 1. Kerja sama yang baik dari pihak pendidikan, dinas kesehatan, puskesmas serta aparat pemerintah setempat mulai bupati sampai lingkungan perlu dipertahankan / ditingkatkan dimasa-masa mendatang, demi terlaksananya praktek komunitas yang berkualitas 2. Puskesmas dan pemerintah setempat sebaiknya memberikan pembinaan yang berkesinambungan kepada POKJAKES agar termotivasi untuk melaksanakan programprogram kesehatan termasuk dalam melakukan pembinaan pada keluarga yang berisiko. 3. Kerja sama antara POKJAKES dan instansi terkait agar tetap diperahankan dan dikembangkan sehingga yang telah ditetapkan dapat dilaksanakan dengan baik. 4. Kerjasama antara pihak pendidikan, puskesmas dan pemerintah setempat untuk menindaklanjuti hasil dari berbagai kegiatan praktik mahasisswa.

DAFTAR PUSTAKA

Anderson E.T. Mc Farton J.M. 1986. Comonityas Chem.WB Saudnders Company.Philadelphia. Bailon And Maglaya S.,A.Family Helth Nursing Process.SG Bailon Maglaya Up Coolage Nursing.Guenzon City. Departemen Kesehatan RI, 1990.Pelaksanaan pemberiaan penyakit Diare Depkes.Jakarta. Depkes RI.1993.Perawatan Kesehatan Masyarakat.Depkes RI. Jakarta Depkes RI.1998.Panaduan Asuhan Keperawatan Keluarga.Jakarta : Depkes RI . Departemen kesehatan RI, kesehatan lingkungan dalam pencegahan dan pemberantasan peenyakit diare.Depkes Jakarta. Effendy, Nasrul.1998.Dasar-dasar Keperawatan Kesehatan Masyarakat.EGC.Jakarta Kelompok III.2013.Laporan Praktek Keperawatan Komunitas di Dusun Ulo Desa Samaulue Kec.Lanrisang Pinrang Mubarak, dkk.2006.Ilmu Keperawatan Komunitas 2 : Teori & Aplikasi dalam

Praktek.CV.Sagung Seto.Jakarta. Ruth B.Freeman.1991.CAOMMUNITY Health Nursing Practic.WB Saunders

C.Philadelphia.Sydney Setiadi.2008.Konsep & Keperawatan Keluarga.Graha Ilmu.Yogyakarta Suprajitno,2004.Asuhan Keperawatan Keluarga ;Aplikasi dalam Praktek.EGC.Jakarta