Anda di halaman 1dari 16

Teknik Budidaya Lebah Madu

Tradisional Modern

basuki_edi@yahoo.com

Teknik Budidaya Labah Madu Tradisional dan Modern


Manusia telah mengenal lebah dan memanfaatkan lebah sejak zaman prasejarah. Di alam, lebah bersarang di dalam gua-gua, lubang-lubang kayu besar dan tua. Bentuk sarang lebah mula-mula dibuat manusia, merupakan tiruan dari gua atau lubang pada kayu. Dalam perkembangannya, teknik budidaya lebah dapat dikelompokkan menjadi:
Tradisional Modern

dapat dicirikan oleh type sarang lebah (bee hive) yang digunakan.
2

Teknik Budidaya Traditional


Dicirikan dengan penggunaan sarang berupa glodok yang merupakan tiruan dari lubang dalam pohon. Glodok dapat dibuat dari pohon kapuk, kelapa, atau aren yang dilubangi di dalamnya, dibelah menjadi dua disatukan kembali menjadi dengan tali. Pada bagian depan diberi lubang untuk keluar masuknya lebah.
3

Teknik Budidaya Traditional


Mudah, biaya ringan Ketika dipanen, madu diekstraksi dengan pemerasan yang berarti merusak sisir dan sekaligus merusak koloni Tidak bisa dilakukan pemeriksaan kesehatan koloni Sulit dilakukan pemekaran koloni Produktivitas rendah (hasilnya lebih banyak malam dari pada madu).
4

Teknik Budidaya Modern


Di pulau Jawa dan Bali usaha peternakan lebah madu telah dirintis sejak pemerintahan kolonial Belanda sekitar tahun 1925, tetapi sampai saat sekarang Indonesia masih ketinggalan bila dibandingkan dengan perlebahan negara lain. Hambatan kemajuan peternakan lebah madu di Indonesia yang dirasakan selama ini antara lain disebabkan karena masih kurangnya kesadaran akan manfaat hasil lebah madu dan kurangnya pengetahuan tentang perlebahan ini. Dicirikan dengan penggunaan sarang berupa stup mengikuti atau modifikasi rancangan Abb mil Warr (1948) atau yan lebih populer oleh Lorenzo Langstroth yang dipatenkan 1860.
5

Sarang Lebah Modern


Sarang lebah buatan modern terdiri atas: Landasan: menopang sarang keseluruhan, papan mendarat bagi lebah Papan bawah terdapat lubang untuk keluar masuh lebah. Brood box: kotak terbawah, ukuran paling tinggi, tempat ratu meletakkan telur, dan pemeliharaan anakan. Honey super: terletak di atas, biasanya lebih pendek, tempat madu disimpan. Frames dan landasannnya: tempat lebah membuat sisiran. Penutup dalam: sebagai insulator terhadap suhu udara luar yang ekstrim. Penutup luar: sebagai pelindung dari hujan dan cuaca buruk.
6

Frame

Stup

Konstruksi Stup

1. Tinggi stup minimal 22 30 cm 2. Panjang 30 40 cm 3. Lebar menyesuaikan jumlah frame tempat sisiran.

Susunan Fram dalam Stup

Kenampakan stup dari atas.


9

Konstruksi Frame

Batang atas tempat frame bergantung. Panjang menyesuaikan panjang stup.


Tempat sel-sel madu. Tinggi menyesuaikan tinggi stoep dikurang 0,6 Tempat sel-sel anakan.

10

Persyaratan Budidaya
Berhasil tidaknya budidaya lebah madu tergantung: 1. Ada sumber makanan (nectar, pollen) ada tanaman berbunga. 2. Bibit lebah madu yang baik, yaitu anggota koloni banyak, dalam stup minimal 6 sisiran dan pejantan jumlahnya sedikit (< 100 ekor ) 3. Skill pembudidaya. 4. Pemberian pakan tambahan pada saat pakan alami berkurang.
11

Pembentukan Koloni Baru


Pemekaran koloni dengan splitting a colony. Mengambil beberapa sisiran yang berisi telur, larvae umur kurang dari 3 hari dan diliputi oleh lebah pengasuh nurse bees dari koloni yang sehat dan meninggalkan ratunya. Sisiran-sisiran anakan dengan para lebah pengasuh ditempatkan ke dalam sarang inti (nucleus hive) bersama sisiran-sisiran lain yang mengandung madu dan pollen. Segera setelah para lebah pengasuh di sarang baru menyadari bahwa mereka tidak mempunyai ratu maka akan segera membangun sel-sel ratu darurat menggunakan telur atau larvae yang ada di dalam sisiran.
12

Honey Harverst (Panen Madu)

Sisiran madu

Uncapping (membuang tutup sel madu)

13

Honey Extractor (automatic)

14

Honey Extractor (manual)

15

Honey combs in an extractor

16