Anda di halaman 1dari 27

PENDAHULUAN

Latar belakang Seiring dengan peningkatan waktu, masalah tenaga kerja di perkebunan-perkebunan besar dari tahun ke tahun terlihat semakin sulit. Hal ini diperburuk lagi dengan situasi upah tenaga kerja dari ke tahun-tahun semakin signi ikan peningkatann!a. Pelaksanaan kegiatan se"ara mekanis dapat mengatasi beberapa permasalahan tersebut. Pengertian mekanisasi perkebunan adalah penggunaan alat berat, ringan untuk pembukaan lahan, perawatan , panen serta transp#rtasi hasil perkebunan. Adapun kegiatan-kegiatan !ang dilakukan se"ara mekanis adalah $ %. Pembukaan lahan Pembuatan jalan, perun mekanis menggunakan D#&er dan E'"a(at#r. ). Penanaman$ Areal *ambut $ menggunakan Pun"her. Areal +ineral $ menggunakan P#st H#le Digger. ,. -eplanting +enggunakan .hipping dan En(ir#mul"her. /. Pemeliharaan $ Perawatan Pasar pikul$ -#tar!slasher Pemupukan $ Aplikasi Pupuk menggunakan 0ertili&er Spreader, Aerial +anuring. Aplikasi 1anjangan 2#s#ng $ Empt! 3un"h Spreader, Side 4ipping 4railer, +ini 4ipping 4railer, .rane *rapple, 4ra"t#r L#ader 3a"k H#e dan 5heel L#ader. 6. Panen Pengangkutan 43S dari piringan7pasar pikul ke 4PH menggunakan 4ra"t#r-trailer dilengkapi dengan *rabber. 8. 4ransp#rt Panen $ Pengangkutan 43S ke P2S dengan .rane 4ru"k. Semua alat mekanisasi di atas membutuhkan in(estasi !ang besar, Sumber Da!a manusia !ang baik untuk meng#perasikan alat berat ini semua. 4anpa dibantu pengenalan, pengetahuan alat dan maintenan"e !ang benar alat berat ini tidak akan dapat di#perasikan se"ara maksimal untuk membantu #perasi#nal kebun di lapangan. 4ulisan ini akan membahas se"ara singkat mengenai Spesi ikasi alat, Persiapan lahan, 9perasi#nal di lapangan dan bagaimana "ara maintenan"e alat berat !ang dilakukan di Perkebunan Sinar +as.

1. CRANE GRAPPLE A. Spesifikasi Alat .rane *rapple terdiri dari / k#mp#nen utama, !ang atu sama lainn!a saling terkait kepentingann!a. 2#mp#nen Pertama $ P#ndasi :tempat dudukan .rane; 2#mp#nen ke Dua $ .rane :perangkat tiang pen!angga, "#ntr#l (al(e, b##m; 2#mp#nen ke 4iga $ P#wer :panel p#wer b#', p#mpa h!drauli"; 2#mp#nen ke Empat $ *rapple :perangkat penggenggam; 4!pe .rane $ +erek $ Epsil#n E.%8. %)<S 1arak jangkauan $ %) meter, !aitu bentangan dari berdirin!a .rane sampai pada penghujung rangkaian .rane tempat pemasangan *rapple. 4!pe *rapple $ 4!pe 2apasitas muat $ .akram /,6 $ ,,< 2g

4!pe P#wer Pa"k $ 4!pe 3l#wer 7 p#mpa h!dr#uli" 2#nsumsi Listrik 4!pe P#wer Pa"k $ 4!pe 3l#wer 7 p#mpa h!dr#uli" 2#nsumsi Listrik B. Persiapan Areal

$ Pa"k )== L 9lie SAE %= $ 0an Eletri" $ ,% 2>A

$ Pa"k %8= L 9lie SAE %= $ Hidr#(en Eletri" $ ,? 2>A

L#kasi .rane *rapple pada 2ebun !ang ada Pabrik 2elapa Sawit. L#kasi !ang untuk aplikasi janjangan k#s#ng tidak terlalu jauh dari l#kasi P2S @n(entarisasi 3l#k-bl#k !ang akan di aplikasi janjangan k#s#ng, jenis tanah mineral pada daerah datar dan bergel#mbang.

C. Pelaksanaan / Cara kerja 5aktu muat !ang dibutuhkan untuk mengisi % :satu; unit Dump tru"k dengan kapasitas ?,6 t#n adalah , menit dan %) t#n adalah 6 menit. 5aktu ini tidak terlepas dengan t!pe *rapple !ang digunakan. Dengan *rapple .akram /,6

#perat#r lebih mudah mengambil tumpukan tandan k#s#ng tanpa harus melakukan berulang kali untuk memaksimalkan "engkraman. 1am kerja .rane *rapple adalah $ Pukul =8.,= wib -- =?.== wib A =,6 jam, pemeriksaan unit Pukul =?.== wib B %).== wib A 6 jam, mela!ani muatan Pukul %).== wib B %,.== wib A % jam, istirahat Pukul %,.== wib B %?.== wib A / jam, mela!ani muatan Dalam peng#perasian perlu di perhatikan untuk menghindari agar >al(e tidak terlalu "epat lemah $ %. Hindari #perat#r selalu membuka dan menutup grapple tanpa muatan kerja. ). P#sisi kendaraan 7 E3S pada / jam pertama sebelah kiri .rane, dan / jam berikutn!a disebelah kanan. Hal ini dimaksudkan agar beban kerja pada semua (al(e !ang ada di "rane jadi seimbang. ,. +atikan p#mpa h!drauli" bila tidak ber#perasi.

D. Perawatan / Pemeli araan !nit %. Pemeliharaan harian $ Pemberian *rease pada niple !ang tersedia, sehingga bagian terdapat adan!a CbusingD dapat bergerak lepas tanpa beban gesekan. Pembersihan dari debu k#t#ran pabrik, agar tidak mudah k#r#si 7 berkarat. Pemeriksaan 7 pengen"angan Cb#lt bu"ketD setiap hari . Pemeriksaan keken"angan C"lamp h#se h!drauli"D setiap hari. Pemeriksaan keb#"#ran #lie setiap hari. Pemeriksaan 7 pengen"angan handle !ang l#nggar setiap hari. ). Pemeliharaan 3erkala $ Pembersihan unit seminggu sekali. Pembersihan #il ilter setiap bulan Penggantian #lie h!drauli" dengan SAE %= setiap %=== jam kerja. Penggantian #il ilter setiap %=== jam kerja. E. "en#ala #an s$l%si .rane grapple tidak dapat menjangkau tandan k#s#ng diluar batasan maksimal, s#lusin!a k##rdinasi dengan P2S, menggunakan 5heel L#ader :setiap P2S ada L#ader; untuk mengumpulkan tandan k#s#ng pada jarak jangkauan. 5aktu !ang dibutuhkan tidak lebih dari ,= menit dengan rekuensi % minggu ) kali. .rane dengan dikhawatirkan tidak mampu bertahan sampai 6 tahun, karena pada kegiatan muat tandan k#s#ng rekuensi kerja "#ntr#l (al(e melampaui batas masksimum s#lusi. Di"adangkan penggantian "#ntr#l (al(e setelah usia pakai ) tahun. Disarankan untuk membangun #ndasi .rane lebih tinggi, sehingga mengurangi beban angkut .rane, guna memperpanjang usia pakai baja .rane.

+ekanik kebun kurang menguasai h!drauli" s!stem di .rane s#lusi. Diaturkan pelaksanaan ser(i"e "#ntra"t kunjungan berkala #leh suplier.

&. E'P() B!NC* SPREADER +EBS, A. Spesifikasi Alat Empt! 3un"h Spreader pertama kali dipakai #leh PS+ pada tahun %EE? !ang dipesan dari New Fealand, dengan spesi ikasi sebagai berikut $ -. Panjang unit -. Lebar Unit -. 4inggi Unit -. 4inggi dari Permukaan 4anah -. 3erat Unit -. 2apasitas Angkut $ /?= "m $ )== "m $ %E= "m $ )?? "m $ G7- 8=== kg $ G7- ?=== kg

Dibuat dengan k#nstruksi / buah r#da berukuran %8.E7%/ - )< dengan memakai inner bearing ,))%6 dan #uter bearing ,))%) pada setiap r#da. Sistem penggerak r#da didesain menggunakan sistem suspensi manual !ang dapat mengatur keseimbangan gerak r#da pada waktu bekerja. Sistem kerja penge"eran Empt! 0ruit 3un"h :E03; dari trailer ke areal dengan "ara "hain 0l##r menngerakkan E03 ke arah .hain ele(at#r, kemudian melalui .hain Ele(at#r E03 did#r#ng keluar se"ara bertahap ke areal aplikasi 1anjangan 2#s#ng. Unit !ang menarik E3S adalah 4rakt#r /5D !ang berkekuatan <= - E= HP. B. Persiapan Areal Persiapan dalam penentuan areal aplikasi E3S sebaikn!a dilakukan dengan pertimbangan sebagai berikut $ Areal !ang -elati datar pada jenis tanah mineral bukan daerah gambut7berbukit Areal telah dilakukan pembersihan dari tunggul, ka!u dan gundukanH tanah.terutama pada pasar pikuln!a. Areal tanaman +enghasilkan !ang sudah berumur I %= tahun sehingga tidak terjadi gangguan pelepah sewaktu #perasi#nal E3S. 1arak dari P2S ke l#kasi aplikasi 6 2m. Pemilihan areal aplikasi basah dan kering, bertujuan untuk memudahkan dan memperlan"ar kerja baik itu musim hujan maupun musim kering. 4idak diareal !ang ban!ak rendahan dan parit , terutama parit pinggir jalan Dasar penentuan luas areal !ang akan diaplikasi pupuk 1anjangan 2#s#ng adalah kapasitas #lah P2S !ang mempr#duksi 1anjangan 2#s#ng.

Sebagai "#nt#h $ P2S dengan kapasitas #lah pertahun men"apai )/= === t#n 43S dapat menghasilkan E03 )/==== t#n ' )% J A 6=/== t#n. Dengan d#sis aplikasi !ang direk#mendasikan 8= t# 7ha 7) tahun , maka areal !ang di perlukan adalah 6=/== t#n $ 8= t#n 7ha A </= ha ' ) A %8<=. :</= ha untuk tahun genap G </= ha untuk tahun *anjil;. C. Pelaksanaan/Cara "erja Pelaksanaan kerja penge"eran janjangan k#s#ng dimulai dengan pemuatan janjangan k#s#ng dari l#ading janjangan di P2S kemudian di bawa ke lapangan untuk di e"er di setiap gawangan hidup :pasar pikul;. Alat !ang digunakan untuk memuat janjangan k#s#ng :E03; ke dari l#ading ke E3S menggunakan 5heel L#ader atau .rane graple. Penge"eran dengan d#sis 8= t#n 7 ha di lapangan satu gawang die"er dengan / E3S :kapasitas ? t#n; dan untuk d#sis ,= t#n 7 ha dalam satu gawangan di e"er dengan ) E3S. -P+ 4rakt#r pada saat melakukan penge"eran adalah %?== -P+. Untuk membantu kelan"aran penge"eran di lapangan diperlukan kar!awan7helper !ang bertugas untuk membuka kun"i pengait E3S dan membersihkan janjangan k#s#ng !ang men!umbat jalann!a perputaran "hain ele(at#r dan "hain l##r. Untuk memaksimalkan prestasi kerja E3S ada beberapa akt#r !ang harus diperhatikan, antara lain $ %. 2#ndisi trakt#r, E3S, .rane *rapple dan 5heel L#ader saat ber#perasi harus dalam k#ndisi baik, untuk mendukung hal ini diperlukan dail! "hek !ang baik dan jadwal ser(is !ang rutin. ). Sistem pemba!aran 7 premi !ang ditentukan harus dapat mem#ti(asi #perat#r untuk meningkatkan #ut put7prestasi E3S. ,. 1arak dari l#ading ke areal penge"eran :bl#k;, jika jarak terlalu jauh maka diperlukan l#ading transit. /. 2etersediaan spare part "adangan untuk spare part !ang sering mengalami kerusakan. 6. 2etersediaan #pert#r "adangan, jika terdapat #perat#r !ang tidak masuk kerja :"uti; Dari pengamatan % unit E3S !ang ber#perasi setiap hari mulai jam =<.== wib s7d %<.== wib :E jam kerja dan % jam istirahat;, untuk melakukan pengangkutan dan penge"eran dari l#ading ke areal dan kembali lagi ke l#ading !ang jarak rataratan!a , km memerlukan waktu ,= menit setiap % trip dengan kapsitas ? t#n,

sehingga selama E jam kerja pada k#ndisi "ua"a , unit dan #perat#r !ang mendukung dapat di "apai #ut put $ E ' 8= menit ' ? t#n 7 trip A %/= t#n E037unit7hari ,= menit .#nt#h berdasarkan sistem m#nit#r ini dapat dibuat suatu dasar perhitungan E3S dengan pertimbangan jarak aplikasi !ang berbeda, tetapi akt#r lainn!a seperti $ 2#ndisi E3S, 4rakt#r, dan l#ader7"rane graple selalu #ptimal, maka #ut put E3S dapat di"apai se"ara maksimal, seperti tabel berikut $ 1arak L#ading ke 3l#k Aplikasi 1 km & km 0 km 1 km / km 3 km 4 km . km 2 km 1- km 5aktu aplikasi :menit; &&/ 00/ 11/ /// 333 Prestasi % unit7hari :t#n; 1.1/11112/ ./ 4/ 43//

"atatan $ % hari kerja A E jam % trip A ? t#n D. 'aintenan5e Alat Sesuai dengan ketentuan, maintenan"e 7 perawatan unit 4rakt#r , E3S dan Alat berat !ang bekerja lain!a harus dilakukan . Pemeriksaan rutin !ang perlu diperhatikan antara lain $ 1. (rakt$r 1 6D - 9lie +esin - Air -adiat#r - Air batera! - 9lie Steering7gardan7transmisi - 4ekanan 3an - 0uel79ie7Air 0ilter - Air .leaner - 3aut -#da ). EBS - 2eken"angan .hain ele(at#r dan "hain l##r - 3aut -#da 7a#wal *arian Peri$#ik > > > > > > > > > > ( ( ( -

- 3earing - 2eseimbangan "hainele(at#r dan "hain l##r - 4ekanan ban - H#se:selang; hidr#lik - *rease 0. '8N8 S8DE ()P8NG (RA8LLER 0 1 A. Spesifikasi alat %. +ini Side 4ipping 4railler

( ( ( ( (

( -

+ini Side 4!ping adalah merupakakan trailer mini !ang dilengkapi dengan asilitas h!dr#li"k ber ungsi untuk mengangkut janjangan k#s#ng dari L#ading transit :.#lle"ti#n -#ad; ke dalam bl#k areal pemupukan 1anjangan k#s#ng, dengan spesi ikasi sebagai berikut $ 2apasitas angkut Panjang Lebar 4inggi Ukuran -#da 4ebal plat b#d! K plat lantai Dump h#ist D#wing e!e .hasis $ <6= kg $ )/= "m $ %)= "m $ ?= "m $ ?.6 ' %8 C %/ pl! Dunl#p 3unga kasar $ , mm $ % buah. $ UNP )== tidak mempergunakan per. $ +ain 0rame UNP )==

Unit !ang digunakan untu menarik +ini Side 4!ping adalah trakt#r +0-)/= /5D :/6 HP; ). 4L3 :4rakt#r L#ader 3a"kh#e; 4L3 ber ungsi untuk memuat janjangan k#s#ng !ang ada di l#ading transit :.#lle"ti#n -#ad; keatas +ini Side 4!ping. 4!pe $ +0-?6= 2apasitas bu"ket $ /== B 6== kg B. Persiapan Areal Persiapan areal pemupukan 1anjangan k#s#sng dengan mini side 4ipping trailer adalah sebagai berikut $ Areal aplikasi janjangan 2#s#ng !ang diren"anakan harus relati datar. Pasar pikul harus di ratakan, dibersihkan dari tunggul-tunggul, apabila ada parit harus ditimbun , agar tidak menghalangi #perasi#nal unit. Pemilihan areal aplikasi basah dan kering, bertujuan untuk memudahkan dan memperlan"ar kerja baik itu musim hujan maupun musim kering.

C. Cara "erja Aplikasi janjangan k#s#ng dengan menggunakan mini side tipping trailer, pr#ses kerjan!a dengan dua tahap7langkah kerja Cd#uble handlingD $ %. 1anjangan 2#s#ng dari l#ading P2S diangkut ke L#ading 4ransit :.#lle"ti#n -#ad; pada bl#k !ang akan diaplikasi janjangan k#s#ng dengan menggunakan transp#rt Dump 4ruk.:2#ntrakt#r;. Pemuatan 1anjangan k#s#ng di L#ading P2S menggunakan .rane *rapple 7 5heel L#ader ). Pr#ses penge"eran janjangan k#s#ng dari l#ading taransit ke dalam bl#k menggunakan +ini Side 4!ping trailer, dimuat #leh 4L3. Satu mini side tipping trailer diisi dengan ) bu"ket :satu bu"ket 4L3 L /)= kg;, kemudian mini side t!ping membawa ke dalam bl#k. Satu pasar pikul terdiri dari ) jalur tanaman A ,, pk :p#pulasi %/, pk7ha; sehingga terdapat %8 tumpukan per jalur. Peletakan tumpukan janjangan k#s#ng diantara dua p#k#k tanaman pada baris tanaman di setiap pasar pikul. Untuk d#sis 8= t#n7ha </= kg7titik e"er, d#sis ,= t#n7ha /)= kg7titik e"er. Untuk areal !ang tidak bsa dilakukan penge"eran dengan mini side t!ping, dilakukan penge"eran manual. *ambar sistem penge"eran janjangan k#s#ng di areal dengan menggunakan +ini Side 4!ping

2eterangan

$ P#k#k Sawit 4umpukan 1anjangan

D. 'aintenan5e Alat +aintenan"e 7 perawatan unit trakt#r, dan alat berat sesuai dengan ketentuan !ang berlaku antara lain $ %. 4rakt#r / 5D 7 4L3 1adwal Harian Peri#dik > > 9lie +esin > Air 3atre!

),

Air -adiat#r 9lie Steering7gardan7transmisi 4ekanan 3an 0uel7Air 0ilter 3aut -#da 2eken"angan 3aut +ini Side 4ipping 4railer 3aut -#da 3earing 4ekanan 3an H#se :selang Hidr#lik; *rease

> > > > > > > > > >

> > -

2erusakan !ang sering terjadi pada alat mini side tipping ini adalah bearing r#da. Untuk itu agar pekerjaan tetap berjalan dengan baik maka perlu dipersiapkan "adangan untuk spare part !ang sering rusak. 1. 9ER(8L8:ER SPREADER A. Spesifikasi Alat 1. (ra5t$r ; +#del $ +asse! 0erguss#n 4!pe $ +0-)/= /5D Da!a $ L /6 HP 3uatan $ England 9ertili<er Sprea#er ; +#del $ Emdek 4!pe $ 4urb# Spin -+ini ,==. 2apasitas $ ,== 2g Da!a Sebar $ %) B%6 +eter 2#mp#nen $ %. Saringan pupuk terbuat dari kawat ). H#pper berbentuk kru"ut terbuat dari 0ibreglass dengan uk. ,== liter. ,. 3l#wer $ alat pen!ebar pupuk. /. *ear 3#' 6. .hasis 8. Pr#peller Sha t. &.(ra5t$r ; +#del 4!pe $ 09-D 7 +asse! 0ergus#n $ 0#rd 88/=-/5D 7 +0-,E= /5D

Da!a $ L <) HP 3uatan $ USA 7 England 9ertili<er Sprea#er ; +#del $ E+DE2 4!pe $ 4urb# Spin 86= 2apasitas $ 86= kg Da!a Sebar $ %6 B )6 meter 2#mp#nen $ %. Saringan pupuk terbuat dari kawat ). H#pper berbentuk kru"ut terbuat dari 0ibreglass dengan uk. 86= liter. ,. 3l#wer $ alat pen!ebar pupuk. /. *ear 3#' 6. .hasis 8. Pr#peller Sha t.

B. Persiapan Areal Areal !ang diren"anakan untuk pelaksanaan menggunakan Emdek harus diratakan dengan D#&er agar pasar pikul bebas dari tunggul dan ka!u !ang melintang. Disamping itu, D#&er juga membuat jalan putar :Letter U; dekat .- atau pasar kumis untuk menghubungkan antar pasar pikul. Pada bl#k !ang mempun!ai parit ) sisi, salah satu parit harus ditimbun dengan sistem , pasar pikul untuk satu jalan masukn!a trakt#r ke dalam 3l#k. Apabila dijumpai parit rajangan membelah kedua pasar pikul maka pasar pikul tersebut harus juga ditimbun. @n(entarisasi areal aplikasi kemudian dipetakan untuk apalikasi pada bulan basah dan bulan kering.

C. Pelaksanaan/5ara kerja Sistem #rganisasi pemupukan se"ara mekanis menggunakan , 4rakt#r G Emdek untuk penaburan dan % 4rakt#r G ) unit 4railer untuk angkut pupuk 4im kerja terdiri dari % #rang +and#r, / #rang #perat#r 4rakt#r7Emdek, dan ) helper untuk menuang pupuk ke Emdek serta / #rang tenaga muat pupuk di *udang Sentral. Pupuk dimuat pada s#re hari, pagi harin!a trakt#r akan melangsir trailer @ berisi pupuk menuju ke bl#k !ang sudah ditentukan dan diletakkan di .#lle"ti#n -#ad sebelah utara dengan jarak )6= mtr dari +ain -#ad. 2emudian trakt#r mengambil trailer @@ dan diletakkan di .#lle"ti#n -#ad sebelah selatan dengan jarak )6= m dari +Untuk 3l#k selanjutn!a pengaturan letak trailer mengikuti sistem tersebut. Sebelum pelaksanaan penaburan pupuk harus dilakukan 2alibrasi untuk menentukan jumlah pupuk !ang akan dituang di h#pper dan jumlah baris !ang akan ditabur.

Pelaksanaan penaburan pupuk dengan Emdek dilakukan langkah sebagai berikut $ %. Pengisian pupuk dalam H#pper Emdek sesuai hasil kalibrasi ). Pada saat menggunakan P49 putaran mesin harus dengan -P+ rendah agar tidak terjadi hentakan !ang mengakibatkan baut uni(ersal j#int patah ,. Atur -P+ K *ear sesuai hasil kalibrasi kemudian lakukan penaburan 2arung e'. pupuk dikumpulkan dan digulung kemudian dibawa ke *udang Di(isi setelah pemupukan selesai. Asisten Di(isi dan +and#r @ bergantian untuk meng#ntr#l dan memastikan pengaturan dan pelaksanaan pemupukan dengan Emdek.

D. "alibrasi Alat !nt%k Setiap 7enis P%p%k Pada saat pelaksanaan pemupukan !ang harus diperhatikan adalah sbb$ 0l#w .#ntr#l $ adalah alat k#ntr#l !ang menentukan besarn!a lubang pengeluaran pupuk dalam H#pper, !ang mempengaruhi (#lume7berat pupuk !ang keluar. 4ingkat pengeluaran adalah = :%== J tutup; sampai dengan <,6 :%== J buka;, dengan skala terke"il =,6. De le"t#r$ adalah alat lempengan plat !ang dipasang di lubang pengeluaran pupuk :#utlet; untuk mengatur arah dan jarak sebaran pupuk. 2e"epatan 4rakt#r$ ditentukan #leh p#sisi *ear dan -P+ !ang digunakan. Dari hasil penelitian #leh Smartri diper#leh ke"epatan trakt#r untuk sebaran pupuk seban!ak )6= 2g sbb$
4abel 2e"epatan 4ra"t#r

GEAR L#w-) :L-); L#w-, :L-,; L#w-/ :L-/; High-% :H-%; High-) :H-);

%6== ,< 8/ << %=8 %,,

RP' %?== %E== +meter/menit, /) /? ?, <) EE %%= %)% %,8 %/E %8/

2e"epatan sebaran pupuk adalah waktu !ang diperlukan untuk men!ebar pupuk pada beberapa tingkat -P+ dan l#w "#ntr#l. Hasiln!a dapat dilihat pada tabel di bawah ini$ 4abel 5aktu !ang diperlukan untuk men!eber )6= 2g Pupuk RP' 9L=6 %6== %?== %E== C=N(R=L DE(8" ) %?6< %8)/ , 6/= )%= )/= / ,/6 %)= %,< 6 %,6 <? %==

C$nt$ Per it%ngan ; Di(isi-/ 2ebun NSAE akan melakukan pemupukan dengan Spreader di 3l#k D// dengan d#sis %,6 2g +9P7pkk , kerapatan tanaman %,8 pkk7Ha :jarak anatar p#k#k $ E,) m;. Pertan!aan $ pada -P+, gear dan l#w "#ntr#l berapa agar aplikasi dapat tepat d#sisM Dasar perhitungan adalah )6= 2g pupuk. 1umlah p#k#k !ang dipupuk A )6= kg $ %,6 2g7pkk A %8? pkk :untuk ) baris tanaman kanan dan kiri spreader;. 1arak tempuh trakt#r A {{:%8? pkk$ );- %; } ' E,) mN A ?8/ meter. Selanjutn!a digunakan 4abel :lampiran-%;, dengan "ara meneliti angka ?8/ m ini terletak dimana :-P+, gear, l#w "#ntr#l;. Apabila tidak ditemukan angka !ang persis sama maka di"ari angka !ang memiliki selisih terke"il dengan angka dasar. Selisih 4erke"il pada -P+ tersebut +eter ,/ ), 8) < )? )? )8 P#k#k / , ? % , , ,

.#nt#h, hasil penge"ekan pada tabel lampiran-% -P+ P#sisi *ear Nilai !ang ter"antum dan 0l#w dalam 4abel , .#ntr#l %,== %/== %6== %8== %?== %<== %E== L-,O,.6 L-)O).6 L-/O,.6 L-/O, H-%O, L-/O).6 H-%O).6 ?,= ?<? ?=) ??) ?E% ?,? ?,<

Dalam tebel diatas terlihat bahwa selisih terke"il adalah < meter :% p#k#k;, pada p#sisi -P+ %8==, gear L-/, 0.-,. 1adi kalibrasi alat dapat dilakukan pada -P+ %8==, L-/,0.-,. D. 'aintenan5e Alat Pemeriksaan rutin !ang perlu diperhatikan antara lain $ 1. (rakt$r '9 &17a#wal *arian Peri$#ik - 9lie +esin > > - Air -adiat#r > - Air batera! > - 9lie Steering7gardan7transmisi > > - 4ekanan 3an > - 0uel79il7Air 0ilter > - Air .leaner > - 3aut -#da > -

). 9ER(8L8:ER SPREADER +E'DE", - 3l#wer - *ear 3#' - .hasis - Pr#peller sha t - Seal P49 - 9uter 7 @nner 4ube Sha t

> > > > > >

E. 'asala >masala #an peme5a an pa#a wakt% pelaksanaan pem%p%kan 9uter dan inner tube sha t sering lengket hal ini disebabkan jarang dibuka sehingga sha t menjadi berkarat, untuk itu harus sering dilumuri dengan #lie k#t#r. 3aut !ang menghubungkan P#ke dan Hub :Shear 3#lt; sering patah disebabkan pada saat menggerakkan P49 -P+ mesin terlalu tinggi. 3earing *ear 3#' harus di "ek karena greasen!a dapat mengeras. Seal P49 trakt#r sering b#"#r disebabkan saat peng#perasian E+DE2 p#sisi pr#peller sha t daan P49 trakt#r tidak sejajar sehingga beban putaran P49 tidak seimbang.

9. "elebi an #an kek%rangan #iban#ingkan #engan Pem%p%kan 'an%al #an Pesawat "elebi an - 3ia!a murah - 4enaga kerja sedikit - Pengawasan dan k#ntr#l mudah - +utu terjamin - @n(estasi tidak mahal "ek%rangan - Areal rendahan harus manual - Areal 7 bl#k terp#t#ng parit alam !ang lebar tidak bisa dimasuki emdek

/. R=(AR) SLAS*ER
A. Spesifikasi Alat Perataan pasar pikul dengan mekanisasi menggunakan 4ra"t#r dan -#tar! Slasher. Adapun spesi ikasin!a sebagai berikut$ (ra5t$r +#del 4!pe Da!a 3uatan $ +asse! 0erguss#n $ +0-)/= /5D $ L /6 H#rse P#wer. $ England

R$tar? Slas er +#del 4!pe 2#mp#nen $ Sha t P49 *ear 3#' .hasis 3aling-baling B. Persiapan Areal

$ H#ward -#tar! Slasher $ HS B )/

Areal !ang dapat dilakukan pemeliharaan pasar pikul dengan unit -#tar!slasher adalah relati datar sampai bergel#mbang. @n(entarisasi areal harus dilakukan untuk mendata bl#k-bl#k mana !ang bisa dimasuki #leh -#tar! slasher. Hal-hal !ang perlu diperhatikan adalah k#ndisi pasar pikul harus bebas dari sisasisa tunggul dan Parit .#lle"ti#n sudah ditimbun agar jalan masuk ke dalam bl#k dapat berjalan lan"ar. Pembagian areal !ang akan dikerjakan harus dipisahkan mana !ang bisa dimasuki pada bulan basah dan bulan kering. Areal !ang k#ndisi pasar pikuln!a lunak dikerjakan pada musim kering dan areal !ang k#ndisi pasar pikuln!a keras dikerjakan pada musim basah.

C. Pelaksanaan/Cara "erja -#tar!slasher digerakkan #leh P49 !ang dihubungkan dengan sha t P49. 4ra"t#r harus di#perasikan menggunakan *ear H% dan P49 di#perasikan dengan putaran mesin %6== -P+. 1ika terdapat gundukan, #perat#r harus menaikkan QDra t .#ntr#lQ. Lebar Pasar pikul !ang dikerjakan #leh r#tar!slasher adalah L %,6 meter dan waktu !ang dibutuhkan untuk mengerjakan % pasar pikul :,== +eter; adalah 6 %= menit. Prestasi rata-rata untuk setiap unit L 6,,% Ha7H+. 4inggi permukaan pem#t#ngan dapat diatur sesuai keinginan :6 "m;. Dalam pelaksanaan pekerjaan di lapangan beberapa masalah !ang sering dijumpai adalah sebagai berikut$ %. -#tar!slasher 2ipas7 baling-baling patah.$ akibat masih ada sisa tunggul dan akar-akar ka!u !ang berada di pasar pikul. Untuk hal tersebut, disiapkan dangan part pengganti !ang dibuat dari pisau *rader bekas, per bekas dan dari besi plate !ang dibentuk seperti kipas -#tar!slasher. 3aut kipas l#nggar atau lepas $ akibat getaran putaran pisau dan getaran -#tar!slasher, hal ini dapat diatasi dengan memasang ) mur pada tiap baut

dan memastikan setiap pagi sebelum unit ber#perasi menge"ek baut tersebut kuat dan tidak l#nggar. ). Areal Sisa-sisa tunggul dan ka!u !ang tidak bersih pada saat perataan dengan mekanis sangat mengganggu kerja -#tar!slasher. Untuk memastikan pasar pikul bebas dari tunggul dan ka!u diberikan % tenaga untuk 3l#k-bl#k ren"ana r#tar!slasher. D. 'aintenan5e Alat Hal-hal !ang perlu diperhatikan untuk perawatan unit adalah sebagai berikut$ Dipastikan trakt#r dan r#tar!slasher harus digrease setiap hari. +emeriksa dan mengetatkan baut pada baling-baling r#tar!slasher sebelum bekerja. +engganti 9lie gearb#' setiap ) bulan sekali. +embersihkan tra"t#r dan r#tar!slasher setiap hari setelah bekerja.

Pemeriksaan rutin !ang perlu diperhatikan antara lain $ 1. (rakt$r '9 &17a#wal *arian Peri$#ik - 9lie +esin > > - Air -adiat#r > - Air batera! > - 9lie Steering7gardan7transmisi > > - 4ekanan 3an > - 0uel79il 0ilter > - Air .leaner > - 3aut -#da > ). *=6ARD R=(AR)SLAS*ER - Pr#peller Sha t > - *ear 3#' > - .hasis > - 3aling-baling > - Seal P49 > - *rease > - 9uter @nner 4ube Sha t > -

3. PE'!P!"AN DENGAN PESA6A(


Pemupukan melalui udara dimulai pil#t pr#je"tn!a sejak tahun %EE8 #leh P4. S+A-4 .##rp#rati#n di daerah -iau. Pr#je"t ini bekerja sama dengan perusahaan New Fealand, Super Air Ltd !ang telah berpengalaman dalam hal aerial manuring

dan penggunaan tekn#l#gi *PS, !ang dibentuk menjadi P4. Sinar +as Super Air. Awal +aret %EEE P4. S+SA memulai dengan , pesawat !ang di#perasikan di -iau. Dalam pelaksanaan pemupukan pesawat hal-hal !ang harus diperhatikan adalah sebagai berikut$ A. Spesifikasi alat %. Pesawat 4erbang 1enis $ 0let"her 0U )/-E6= 2apasitas +uat Pupuk $ %.)?6 2g. Engine $ L!#ming jenis pist#n. 2e"epatan $ %8? B )%) km7jam. H#pper $ Dibelakang .#"kpit dengan gate bukaan di bawah pesawat.. ). L#ader 4!pe $ 5heel .at E6= atau .at E,8E dengan arm !ang dim#di ikasi >eighing *auge $ Alat untuk mengetahui berat pupuk !ang dimuat ke pesawat. ,. 4ruk +i'er .#n"rete tru"k mi'er $ +en"ampur pupuk dengna kapasitas 6 B 8 t#n. /. Dump 4ru"k 6. 4abung A(gas $ Disediakan mempun!ai kapasitas 8 t#n. $ 4abung untuk pen!impanan bahan bakar pesawat dengan kapasitas %=.=== B )=.=== liter. 8. Landasan Pesawat $ Panjang %=== meter. Lebar /= B 8= meter. ?. *l#bal P#siti#ning S!stem $ alat na(igasi *PS 4rimble !ang dilengkapi dengan sin!al di erensial, sehingga akt#r ketelitian7 keakurasian menjadi ke"il % meter. B. Persiapan Areal Lan#asan$ pada daerah runwa! selebar %< meter harus dipadatkan dengan baik dan permukaan runwa! dibuat miring 6 untuk menghindari genangan air diwaktu hujan. L#kasi landasan sebaikn!a dipilih berdasarkan s!arat-s!arat teknik landasan serta berada ditengah areal !ang akan dipupuk. Landasan di beberapa kebun ada !ang ditanami rumput, ada juga !ang tidak ditanami. Untuk l#kasi !ang ditanami rumput, sebelum pr#gram pemupukan dimulai harus dibabat dengan -#tar!slasher. Bin $ pada ujung landasan ditempatkan bin pupuk !ang digunakan untuk menimbun pupuk !ang telah di mi' ataupun untuk mengaduk pupuk menggunakan l#ader, bin pupuk ini terbuat dari bet#n dengan dinding pembatas

dan plat lantai berbentuk segitiga. Untuk e isiensi sebaikn!a dibuat ) bin pupuk tergantung arah take # K landing serta l#kasi bl#k !ang dipupuk. Peta kebun dengan d#sis sesuai rek#mendasi, diper#leh dari -iset Lib#. Peta ini dibuat untuk mengel#mp#kkan d#sis pupuk!ang sama dalam satu kebun agar pelaksanaan dalam pemupukan dapat lebih mudah. Peralatan *PS ; untuk mempr#gram satu unit hamparan : light bl#"k; dimana luasn!a ber(ariasi tergantung dari jumlah bl#k kebun !ang akan di aplikasi dengan d#sis pupuk !ang sama. Setelah ditentukan unit hamparan, maka dengan memperhitungkan d#sis !ang akan diaplikasi ditentukan lebar sebaran pupuk !ang harus dilakukan dan arah penerbangann!a. Pr#gram akan se"ara #t#matis mempr#gram jumlah jalur terbang !ang harus dilalui, ketinggian dan ke"epatan pesawat !ang akan dipakai sebagai ped#man pil#t. Di la!ar m#nit#r di dalam pesawat akan ditampilkan ketepatan arah jalur terbang !ang harus diikuti, jumlah jalur !ang sudah diselesaikan serta in #rmasi lainn!a seperti ke"epatan dan arah.

C. Pelaksanaan Untuk pelaksanaan pemupukan dengan pesawat tahap-tahap !ang harus dilakukan adalah persiapan-persiapan awal, pen!ediaan pupuk, penebaran pupuk dan e(aluasi mutu pen!ebaran pupuk. Persiapan-persiapan awal !ang dilakukan adalah pen!iapan sarana prasarana pendukung guna memperlan"ar kegiatan pemupukan di l#kasi Airstrip. .#nt#h$ memasang rambu-rambu agar kegiatan !ang ada disekitar airstrip han!a untuk kegiatan pemupukan pesawat. Pengiriman pupuk dari *udang .entral ke 3in pupuk. Setelah tahap persiapan awal dilakukan, maka #perasi#nal aplikasi aerial manuring dimulai dari pengiriman pupuk dari gudang "entral ke bin pupuk di Airstrip. Hal-hal !ang harus dipersiapkan untuk #rganisasi pupuk dari *udang .entral ke 3in pesawat adalah sbb$ %. ) unit dump truk kapssitass 8 t#n standb! untuk langsir pupuk dari gudang "entral ke bin landasan. ). ) #rang super(isi :mand#r7pengawas; !aitu$ % #rang di gudang "entral dan % #rang ke bin pupuk. +and#r harus permanen tidak b#leh diganti-ganti. ,. 1am kerja dibagi menjadi ) shi t !aitu$ /. Shi t @ bekerja mulai pukul %8.== 5ib - )=.== 5ib dengan t#tal ,6 t#n :selesai pesawat #perasi;. Shi t @@ mulai bekerja dari pukul )=.== 5ib - )/.== 5ib dengan t#tal ,6 t#n. 4#tal t#n pupuk !ang harus disediakan di bin perhari adalah ?= t#n :stanb!;. 6. Pengaturan tenaga kerja $ < #rang tenaga kerja persatu shi t terdiri dari $ / #rang b#ngkar muat di truk jadi t#tal untuk ) truk. 8. Satu #rang tenaga pembersih di bin pupuk. ?. 4arget satu shi t :E #rang; A ,6 t#n. 9utput rata-rata !aitu ,,< t#n7#rang. <. -e"eipe pen"ampuran pupuk !ang akan dimuat ke dalam dump tru"k misalkan mi' untuk ) jenis pupuk

Urea D#sis %,6= gr7p#k#k 4#tal ),6 gr7p#k#k +#p D#sis %,== gr7p#k#k 2apasitas dump truk 8 t#n, maka dalam % unit dump truk akan dimuat pupuk sebagai berikut$ Urea A ,,8== 2g +#p A ),/== 2g 4#tal A 8=== 2g 2edua jenis pupuk ini akan di"ampur se"ara merata #leh 4ru"k mi'er. Pupuk "urah !ang sudah di"ampur harus sudah saring agar pada saat penaburan pupuk diudara pen!ebarann!a merata. Aplikasi Pem%p%kan %. Paper 4rap $ sebelum pemupukan dimulai, pada bl#k !ang ren"ana hendak dipupuk harus dipasang paper trap dengan ukuran kertas % m ' %m. Paper trap ini diletakkan di pasar pikul mengikuti jalur lintas terbang. ). Setelah semua jenis pupuk ter"ampur sesuai dengan d#sis !ang sudah ditentukan, maka pemupukan sudah dapat dimulai. Pengisian pupuk ke h#pper pesawat dilakukan #leh l#ader. 1umlah !ang dimuat biasan!a % t#n untuk sekali penerbangan. 3erdasarkan pr#gram dari *PS akan diketahui berapa kali pil#t harus menerbangkan untuk menebarkan pupuk pada hamparan !ang sudah ditentukan. Aplikasi pemupukan dalam % hari dapat men"apai 8= B <= t#n. E ekti itas Pemupukan E ekti itas pemupukan Pesawat mempun!ai beberapa keuntungan dibandingkan dengan pupuk manual, datan!a dapat dilihat sbb$ "riteria Distribusi 2e"epatan Pemupukan 2ebutuhan tenaga kerja Pengawasan -esik# peman aatan pupuk tidak #ptimal P#tensi han!ut #leh air hujan 'an%al 4idak merata Lambat 3an!ak @ntensi -esik# tinggi 3esar Aerial +erata .epat Sedikit +inimum -esik# minimum 2e"il

%. ). ,. /. 6. 8.

D. 'aintenan5e pesawat

Pesawat setelah selesai pemupukan harus dibersihkan7di"u"i dari sisa pupuk !ang umumn!a bersi at k#r#si . Pemeriksaan pesawat dilakukan dail! inspe"ti#n, %== jam, 6== jam dan setiap %6== jam.

4. PE'B!A(AN L!BANG (ANA' *=LE 8N *=LE DENGAN P!NC*ER A. Spesifikasi Alat Pun"her terbuat dari plat baja dengan ketebalan %= mm. Alat ini digunakan dengan memasangkann!a pada arm e'"a(at#r. Gambar P%n5 er $

Dimensi P%n5 er $ %== "m

6= "m /= "m

A ,= "m

6= "m

B. Persiapan La an Pema#atan 7al%r (anam @ 1alur tanam di beri beberapa pan"ang sebagai ped#man untuk pemadatan @ 1alur tanam dipadatkan dengan "ara dilintasi dengan Qr#da gilaQ atau dengan dilintasi #leh tra"k e'"a(at#r seban!ak ) kali Pan5ang (itik (anam Setelah dipadatkan, jalur tanam dipan"ang untuk titik tanam sesuai jarak tanam !ang diinginkan. Sempr$t 7al%r (anam Setelah pan"ang tanam selesai dilaksanakan, jalur tanam disempr#t dengan kelebaran , m untuk memudahkan kegiatan penanaman serta untuk membersihkan jalur penanaman L... Pen!empr#tan diulangi lagi setelah / minggu untuk memastikan jalur tanam kelapa sawit dan ka"angan benar-benar bersih. C. Pelaksanaan Pemb%atan *$le in *$le Pun"her merupakan eRuipment !ang dipasangkan pada arm e'"a(at#r, seperti ditunjukkan pada gambar berikut $

Pun"her diarahkan tepat pada pan"ang titik tanam !ang telah disiapkan sebelumn!a. Pan"ang titik tanam menjadi as dari lubang tanam !ang akan dibuat. 9leh sebab itu bagian bawah pun"her - berupa silinder - !ang akan membuat lubang, harus diarahkan tepat dititik tanam !ang telah diberi pan"ang dan pada p#sisi tegak lurus, seperti ditunjukkan dalam gambar berikut $

Setelah arah Pun"her tepat, maka arm dari e'"a(at#r akan menekan alat sampat seluruhn!a masuk kedalam tanah seperti !ang ditunjukkan dalam gambar berikut,

D. *asil "erja Lubang !ang terbentuk #leh pun"her ditunjukkan #leh gambar berikut $

Setelah lubang terbentuk maka penanaman sawit sudah bisa dilaksanakan.

Adapun hasil penanaman dengan sistem h#le in h#le se"ara mekanis ini dapat kita lihat pada gambar berikut $

Prestasi kerja !ang dapat di"apai adalah %.? 3U 7Ha atau lebih kurang 8 Ha per hari bila alat bekerja %= 3U per hari.

E. 'aintenan5e Alat Pun"her digunakan pada areal gambut. 9leh karena itu setelah selesai digunakan sebaikn!a alat di"u"i bersih untuk menghindari k#r#si akibat kemasaman tanah gambut !ang tinggi.

.. Sistem Premi
Agar prestasi kerja alat berat lebih #ptimal dibuat suatu standart sistem premi dapat merangsang #perat#r dan Helper untuk meningkatkan hasil kerja dan pemelihraan terhadapa unit !ang ditanggungjawabin!a. Dibawah ini disampaikan suatu sistem premi !ang berlaku di PS+ 6.

PRE'8 ALA( BERA( (A*!N &--&/&--0


1enis alat berat Hari kerja 3asis 9perat#r Helper :3U; :3U; 8 8 8 8 8 8 8 8 8 Premi "apai basis Premi lebih basis 9perat#r Helper 9perat#r Helper :-p73U; :-p73U; :-p73U; :-p73U; ,.=== ).6== ).6== ).?6= 8.,)6 8.,)6 6.6== 6.6== 6.6== 6.6== Lembur Lembur 6.8,6 6.8,6 /.=,) /.=,) /.=,) /.=,) /.=,) /.=,) /.=,) /.=,) /.=,) /.=,)

*rader

Hari kerja Hari libur D#&er D) Hari kerja Hari libur D#&er D/ Hari kerja Hari libur D#&er D8 Hari kerja Hari libur E'a(at#r P. %==,%<=,)== Hari kerja Hari libur

%. 2egiatan Perawatan a. Sistem pengupahan pada #perat#r untuk kegiatan perataan pasar pikul menggunakan -#tar! slasher masih menggunkan sistem lembur. b. Sistem pengupahan pada perawatan jalan dapat dilihat pada tabel di atas. ". Sistem pengupahan untuk aplikasi pemupukan Pupuk +akr# dan janjangan k#s#ng dapat dilihat di bawah ini$
PRE'8 =PERA(=R L=ADERA =PERA(=R '8N8 (RA"(=R C/6 (8PP8NG (RA8LER !N(!" APL8"AS 8 77" D8 L=AD8NG P"S DAN CR (*.&--&/&--0 Uraian 3asis muat 2#n(ersi lebih basis A. (rakt$r trailer kap ./- kg #im%at #ari CR - 9perat#r trakt#r 6= trip - helper trakt#r 6= trip - 9perat#r l#ader 8 3U - -ati# premi 9p. L#ader S , trakt#r dila!ani / trakt#r dila!ani 6 trakt#r dila!ani B. '%at 77" #i l$a#ing P"S #engan .rane *rapple /= t#n + uat E3S )6 t#n 4railer h!d. Dump )= t#n 4railer manual %) t#n Dump tru"k 6= t#n Premi 9perat#r L#ader 7 .rane -ati# Premi 9pr. L#ader 7 .rane S , unit dila!ani , unit dila!ani / unit dila!ani 6 unit dila!ani 8 unit dila!ani ? unit dila!ani < unit dila!ani Premi lebih basis

-p.%===7trip *** ( Perhatikan note ) -p. 8,=7trip *** ( Perhatikan note ) -p. 86== Premi rata-rata #p erat#r trakt#r ' %== J Premi rata-rata #p erat#r trakt#r ' %%= J Premi rata-rata #p erat#r trakt#r ' %%6 J

w eel l$a#er / 5rane/eBaCat$r % )67)= )67%) )676= 4#n lebih basis rata-rata ' -p. 8%= ' -ati# premi 4#n lebih basis rata-rata ' -p. 8%= ' %== J 4#n lebih basis rata-rata ' -p. 8%= ' %%= J 4#n lebih basis rata-rata ' -p. 8%= ' %%6 J 4#n lebih basis rata-rata ' -p. 8%= ' %)= J 4#n lebih basis rata-rata ' -p. 8%= ' %)6 J 4#n lebih basis rata-rata ' -p. 8%= ' %,= J 4#n lebih basis rata-rata ' -p. 8%= ' %,6 J

a. Premi lebih basis dihitung setiap hari b. Unit !ang muat 112 han!a mulai siang hari : karena perbaikan di w#rksh#p, dll ; langsung diperhitungkan sbg lebih basis. Unit diperhitungkan sebagai pembagi untuk rata-rata dan untuk rati# premi. ". 2erja hari minggu7libur langsung diperhitungkan sbg lebih basis. d. Unit !ang muat 112 han!a pagi hari saja dan hasil kerjan!a tidak melebihi basis, maka unit tsb tidak diperhitungkan sebagai pembagi untuk rata-rata dan untuk rati# p remi. e. Unit !ang muat dengan hasil kerja % hari !ang kurang daari , trip, baik muatn!a pagi, siang maupun s#re hari saja maka t#n hasil muat diperhitungkan sebagai lebih basis. Unit muat tidak diperhitungkan untuk rata-rata dan rati# premi. . 2alau l#ader mela! ani E3S dari .- ke dalam bl#"k, basis muat E3S A 6= t#n dan premi #perat#r l#ader adalah $ Q 4#n lebih basis rata-rata ' -p. )/< ' rati# premi

Premi trakt$r %nt%k em#ek ta %n &--&/&--0


Premi Premi 5apai lebi !raian basis basis + Rp , + Rp/*a , a. 9perat#r )= ).=== ).)6= b Helper )= %.%== ". .u"i unit :#perat#r; Rp. 0.---/ ari bekerja d. Pisp#t :#perat#r; Rp. /--/ ari bekerja N#te $ Pada hari libur tanpa basis Basis + *a ,

.u"i trakt#r dan emdek harus dilakukan setiap hari selesai bekerja. Pisp#t harus setiap hari sebelum kerja.

). 2egiatan 4ransp#rt 2egiatan transp#rt dibagi #leh transp#rt panen dan transp#rt material. Adapun sistem pengupahan untuk trasnp#rt 43S dan +aterial dapat dilihat di bawah ini$
Premi (rakt$r %nt%k angk%t (BS #an lainn?a (a %n &--&/&--0 Uraian 2#ndisi 4railer 3asis7Hk : 2g ; 9perat#r A. Langsir (BS 4rakt#r B. Angk%t (BS ke P"S 4rakt#r H!drauli" +anual ?.=== 6.=== Helper ,.6== ).6== Premi lebih basis : -p72g ; 9perat#r Helper %,) %,6 ),) ),6 ),, ),<

H!drauli" ?.=== ,.6== %,/ +anual 6.=== ).6== %,< Note : 1. Pengangk utan pada hari libur tanpa basis 2. Hindari pengangk utan k e PKS dengan trak tor pada jarak > 6 k m k ecuali trip terak hir C. Angk%t/Langsir P%p%k gudang 2e Lapter u7 pesawat H!drauli" ?.=== ,.6== %,) gudang 2e Lapter u7 pesawat +anual 6.=== ).6== %,, gudang ke trakt#r u7 emdek +anual 6.=== ,.6== %,) gudang ke lapangan u7 P. manual + anual 6.=== ).6== %,, D. Angk%tan lainn?a Antar atau jemput kar!awan Angkut 33+ Angkut barang bangunan Angkut beras Angkut titi panen bet#n Sistem perhitungan Setiap trip dik#n(ersi menjadi )=== 2g Setiap trip dik#n(ersi menjadi )=== 2g Setiap trip dik#n(ersi menjadi )=== 2g A"tual !ang diangkut Setiap trip dik#n(ersi menjadi ,=== 2g

/ /,/ ,,8 /

N#te $ %. Pengangkutan pada hari libur tanpa basis 3asis7 premi #pr K helper sama dengan langsir 43S 3asis7 premi #pr K helper sama dengan langsir 43S 3asis7 premi #pr K helper sama dengan langsir 43S 3asis7 premi #pr K helper sama dengan langsir 43S 3asis7premi #pr sama dengan langsir 43S Helper 6 batang titi panen7hk

Lampiran-% 4abel 1arak tempuh pada tingkat -P+, *ear dan 0l#w .#ntr#l untuk men!ebarkan pupuk seban!ak )6= 2g
0l#w .#ntr#l ) ).6 , ,.6 / /.6 6 ) ).6 , ,.6 / /.6 6 ) ).6 , ,.6 / /.6 6 ) ).6 , ,.6 / /.6 6 ) ).6 , ,.6 / /.6 6 ) -P+ +esin %,== %,== %,== %,== %,== %,== %,== %/== %/== %/== %/== %/== %/== %/== %6== %6== %6== %6== %6== %6== %6== %8== %8== %8== %8== %8== %8== %8== %?== %?== %?== %?== %?== %?== %?== %<== *ear L) ))</ %=/8 8%E /,= %,? %,8 %=? %8%/ ?<? /E% ,68 %// %)% E< %%8< 8=/ ,E8 )E< %)6 %=E E= <<? /<6 ,,) )8= %%, %=% <8 88? ,</ )?/ )), EE E% <= 6), *ear L, ,<?8 %??/ %=6% ?,= )</ ),% %<% )?88 %,/E </) 8%= )/? )=< %8< )=6) %=8) 8E8 6)/ ))= %E% %6< %6,= <,8 6?, //E %E/ %?/ %/< %%6E 88< /?? ,<< %?, %6< %,E <E/ *ear L/ +eter 6%E% ),?8 %/=< E?< ,<= ,%= )/, ,?,/ %<)% %%,? <)/ ,,, )<% ))? )?/8 %/)% E,% ?=) )E/ )66 )%) )=8) %%)? ??) 8=6 )8) ),/ )== %6?) E=8 8/? 6)8 ),/ )%6 %<< %))= *ear H% 8,8< )E%6 %?)? %%EE /88 ,<= )E? /68/ )))8 %,<E %==? /=< ,/, )?? ,,?< %?/< %%/6 <8, ,8) ,%/ )8= )6)? %,<% E/8 ?/% ,)% )<? )/6 %E)) %%=? ?E% 8/, )<8 )8) ),= %/<? *ear H) ?<)% ,6<= )%)% %/?, 6?, /8? ,86 68)/ )?/, %?%) %)/= 6=) /), ,/) /%,6 )%/= %/=) %=6? //, ,</ ,%E ,%=, %8E8 %%8) E%= ,E/ ,6) ,=% ),8? %,8, E?, ?E) ,6, ,), )<, %<)/

).6 , ,.6 / /.6 6 ) ).6 , ,.6 / /.6 6

%<== %<== %<== %<== %<== %<== %E== %E== %E== %E== %E== %E== %E==

,%8 ),6 %E? E% <8 ?? /=8 )6? %E< %?) <% ?< ?%

6/= /=) ,,< %66 %/8 %,% ?=< //< ,/8 ,=% %/) %,? %)/

?,? 6/< /8= )%) )== %?E E6< 8=? /8< /=? %E) %<6 %8<

<E< 88< 68% )6< )/, )%< %%88 ?,< 68E /E6 ),/ ))6 )=6

%%=) <%E 8<< ,%? )E< )8? %/,, E=? ?== 8=E )<< )?? )6)

'E"AN8SAS8
+A2ALAH UN4U2 P-9*-A+ PELA4@HAN A*-9N9+@

9leh $ Hendra 9. +apasa

Padang Halaban 4raining .enter Padang Halaban - )==,