Anda di halaman 1dari 12

REFERAT HIPEREMESIS GRAVIDARUM

Disusun Untuk Memenuhi Syarat Kelulusan Stase Komprehensif di Rumah Sakit Islam PKU Muhammadiyah Pekajangan

Disusun oleh : Adam Mici Gandana Diky Sukma Wibawa Dyah Kurnia Fitri Idha Kurniasih Marisa H2A008001 H2A008014 H2A008015 H2A008025 H2A008029

FAKULTAS KEDOKTERAN UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH SEMARANG 2014

HALAMAN PENGESAHAN LAPORAN KASUS STASE KOMPREHENSIF FAKULTAS KEDOKTERAN UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH SEMARANG

Disusun untuk memenuhi syarat kelulusan stase komprehensif di RSI Muhammadiyah Pekajangan Pekalongan

Oleh: Adam Mici Gandana H2A008001

Pembimbing :

dr. Alifa

BAB I PENDAHULUAN

BAB II. STATUS PASIEN

A. IDENTITAS PENDERITA Nama Umur Jenis kelamin Pekerjaan Pendidikan Agama Alamat Suku Tanggal masuk : Ny. H.K : 30 tahun : Perempuan : Ibu Rumah Tangga : SMA : Islam : Purwosari 01/11 - Comal : Jawa : 29 Januari 2014

B. ANAMNESIS Anamnesis dilakukan secara autoanamnesis pada hari Rabu, tanggal 29 Januari 2014, pukul 11.00 WIB. a. Keluhan Utama Muntah b. Riwayat Penyakit Sekarang : 1 minggu yang lalu sebelum masuk rumah sakit, pasien mengeluh muntah muntah > 3x/ hari. Pasien tidak bisa makan minum. Setiap ada asupan makanan masuk, selalu di muntahkan. Keluhan lain : pasien merasa demam naik turun, mual, batuk pilek, bab cair, bak normal. Saat masuk rumah sakit, pasien tampak lemas, mengeluh mual muntah, sulit makan minum, selalu dimuntahkan setiap ada asupan makan yang masuk. Pasien mengaku sedang hamil anak ke dua. Keluhan lain : pasien demam, mual, batuk pilek, bab cair, bak normal.

c. Riwayat Penyakit Dahulu : Riwayat sakit serupa : (+) pada tahun 2009 saat pasien mengandung anak pertama Riwayat diabetes melitus Riwayat penyakit hipertensi Riwayat penyakit asma Riwayat penyakit jantung Riwayat alergi : disangkal : disangkal : disangkal : disangkal : disangkal

d. Riwayat Penyakit Keluarga : penyakit diabetes melitus Riwayat penyakit hipertensi Riwayat penyakit asma Riwayat penyakit jantung Riwayat alergi : disangkal : disangkal : disangkal : disangkal : disangkal

e. Riwayat Pribadi Riwayat Haid : Menarch : 13 th Lama Haid Siklus Haid Nyeri Haid :7 : 28 hari hari

: (+) dirasakan

Riwayat pernikahan : Menikah 1 kali dengan suami sekarang yang pertama selama 4 th yang lalu Riwayat Obstetri : G2P1A0 Hamil ini ~ kedua HPHT : 12 12 13 HPL UK : 18 09 14 : 7 minggu

Riwayat ANC Riwayat KB Riwayat Merokok

: lebih dari 4x di bidan dan dokter : menggunakan kondom dan pil : disangkal

Riwayat konsumsi miras : disangkal

f. Riwayat Sosial Ekonomi Pasien berobat dengan menggunakan biaya sendiri untuk menanggung pengobatan selama di rumah sakit

C. PEMERIKSAAN FISIK Pemeriksaan fisik dilakukan tanggal 29 Januari 2014 jam pukul 11.30 WIB a. Keadaan umum b. Kesadaran c. Vital sign TD Nadi RR Suhu badan BB TB BMI : Baik : Compos mentis : : 130/80 mmHg : 90 x/menit : 20 x/menit, : 36,7 oC (axiller) : 50 kg : 150 cm : 22,2 kg/m2 (normal)

d. Status internus Kepala Mata : Mesosefal : Konjungtiva palpebra anemis (-/-), sklera ikterik (-/-), pupil bulat isokor 3 mm/3 mm Telinga : Serumen (-) sedikit, nyeri mastoid (-), nyeri tragus (-), membran timpani intak, perforasi (-), reflek cahaya putih seperti mutiara

Hidung

: Deviasi (-), nafas cuping hidung (-), deformitas (-), secret (-), pembesaran konka (-), konka hiperemis (-)

Mulut

: Bibir pucat (-) sianosis (-), karies gigi (+), lidah kotor (-), ukuran tonsil T1-T1, hiperemis (-), kripte melebar (-), faring hiperemis (-) jaringan granulasi (-)

Leher

: pembesaran kelenjar tiroid (-/-), pembesaran kelenjar limfe (-/-)

Thorak

Cor

I P P

: Ictus cordis tampak (-), kuat angkat (-), melebar (-) : Ictus cordis kuat angkat (-), nyeri tekan (-), massa (-) : Batas jantung , pembesaran jantung (-) atas pinggang : ICS II, linea pars sternalis sinistra : ICS III, linea sternalis sinistra

kanan bawah : ICS V, linea sternalis dextra kiri bawah kesan A Pulmo Depan I : Statis : normochest (+), simetris (+) kanan kiri, retraksi (-) Dinamis P : Statis : simetris (+), retraksi (-) : simetris (+), sela iga melebar (-), retraksi (-), tidak ada yang tertinggal Dinamis : pengembangan paru simetri s (+), tidak ada yang tertinggal Fremitus P : Kanan : sterm fremitus melemah (-) : sonor : ICS V, linea midclavicula sinistra : konfigurasi jantung normal

: bunyi jantung I-II regular, bising (-), gallop (-)

Kiri A : Kanan

: sonor : suara dasar : vesikuler (+), suara tambahan : wheezing (-), ronki basah kasar (-), ronki basah halus (-), krepitasi (-)

Kiri

: suara dasar : vesikuler (+), suara tambahan : wheezing (-), ronki basah kasar (-), ronki basah halus (-), krepitasi (-)

Pulmo Belakang I : Statis : normochest (+), simetris (+) kanan kiri, retraksi (-) Dinamis P : Statis : simetris (+), retraksi (-) : simetris (+), sela iga melebar (-), retraksi (-), tidak ada yang tertinggal Dinamis : pengembangan paru simetris (+), tidak ada yang tertinggal Fremitus P : Kanan Kiri A : Kanan : sterm fremitus melemah (-) : sonor : sonor : suara dasar : vesikuler (+), suara tambahan : wheezing (-), ronki basah kasar (-), ronki basah halus (-), krepitasi (-) Kiri : suara dasar : vesikuler (+), suara tambahan : wheezing (-), ronki basah kasar (-), ronki basah halus (-), krepitasi (-)

Abdomen I : dinding perut sejajar dinding dada (+), spider nevi (-), sikatriks (-), striae (-). A P P : peristaltik (+), bising usus (+) normal : pekak beralih (-), pekak sisi (-), timpani (+) : nyeri tekan epigastrik (+), hepar teraba (-), lien teraba (-), turgor menurun (-). Genitourinaria Ulkus (-), sekret (-), tanda-tanda radang (-) Kelenjar getah bening Tidak membesar Extremitas Akral dingin Oedem Sianosis Gerak Reflek fisiologis Reflek patologis Superior (-) (-) (-) Normal (+) (-) Inferior (-) (-) (-) Normal (+) (-)

D. PEMERIKSAAN PENUNJANG : Darah rutin: Pemeriksaan Lekosit Hemoglobin Hematokrit Trombosit LED 1 Jam Hasil Nilai Normal 4,8 10,8 12 16 37 47 150 450 0 20 Satuan gr/dl /mm3 /mm3 % mm / jam

LED 2 Jam Diff Count Eosinofil Basofil Neutrofil Batang Neutrofil Segmen Limfosit Monosit Uric acid Ureum Creatinin SGOT SGPT Albumin Protein Total

0 20 24 01 26 50 70 25 40 28 2,6 6,0 17 - 43 0,6 1,1 < 31 < 31 3,8 5,1 6,0 8,5

mm / jam % % % % % % mg/dl mg/dl mg/dl u/l u/l g/dl g/dl

E. PENATALAKSANAAN Non medikamentosa: Memberikan edukasi kepada pasien tentang : Memberikan motivasi kepada pasien agar dapat menerima keadaan sekarang. Memberikan edukasi mengenai apa itu penyakit tuberkulosis, penyebab, gejalanya, cara penularan, cara pencegahan, komplikasi, serta cara pengobatan tuberkulosis paru. Minum obat secara teratur dan tidak boleh berhenti sesuai anjuran dokter Saat batuk usahakan untuk menutup mulut, dan dahak jangan dibuang disembarang tempat.

Usahakan untuk memakaimasker saat bekerja, saat batuk, dan setiap hari dirumah minimal selama 2-3 bulan pengobatan fase awal dengan hasil BTA negatif. Usahakan untuk tidak menggunakan peralatan makan dan minum secara bersamaan dengan anggota keluarga lain. Makan makanan tinggi protein, sayur, dan banyak minum. Olahraga ringan secara teratur. Usahakan untuk tetap membuka jendera pagi sampai sore sagar cahaya dapat masuk ke dalam ruamah dan sirkulasi udara bagus. Usahakan untuk membawa anggota keluarga terutama yang tinggal dalam satu rumah agar mau memeriksakan diri kepuskesmas terdekat. Obat disimpan ditempat yang aman, hindari terkena sinar matahari, dan dari jangkauan anak. Bila minum obat diusahakan pada jam yang sama, misalnya jam 7 malam, maka selanjutnya jam 7 malam juga. Telat minum obat maksimal 1 jam. Mengkonsumsi oralit untuk mencegah dehidrasi Menjaga higene pribadi Medikamentosa : Assesment TB Paru Relaps : Kategori-2 (2HRZES/HRZE/5H3R3E3) : 3 tablet KDT (kombinasi dosis tetap) Dosis Panduan OAT KDT Kategori 2 Pada kasus, Ny. A memiliki berat badan 40 kg. Pasien meminum OAT Kategori 2 KDT 3 tablet setiap harinya selama 2 bulan dilanjutkan dengan sisipan selama 1 bulan dan fase lanjutan selama 4 bulan, mium obat setiap 3 kali seminggu.

DAFTAR PUSTAKA

1.

Zulkifli Amin, Asril Bahar. Tuberkulosis Paru. Dalam buku : Aru W. Sudoyo, editor. Buku Ajar Ilmu Penyakit dalam. Jakarta : FKUI, 2007 : 988 993.

2. 3.

Perhimpunan Dokter Paru Indonesia . Tuberkulosis . Jakarta : PDPI, 2006. Departemen Kesehatan RI. Pedoman Nasional Penanggulangan Tuberkulosis. Jakarta : DepKes RI, 2007.

4.

Direktorat TB Departemen Kesehatan RI dan WHO. Lembar Fakta Tuberkulosis ; 2008.

5.

Suradi . Diagnosis dan Pengobatan TB Paru . Dalam buku : Temu Ilmiah Respirologi, Surakarta 24 25 Maret 2001.

6. 7.

Corwin, E.J . Patofisiologi . Jakarta : EGC ; 2009. Daud Imanuel. Faktor-Faktor Penentu Kejadian Tuberkulosis Paru Pada Penderita Anak Yang Pernah Berobat. Program Pascasarjana, Universitas Nusa Cendana. 2011