Anda di halaman 1dari 27

Perkembangan adalah proses pada tubuh untuk mencapai kedewasaan atau maturitas.

Matuaritas tidak dapat diukur secara kuantitatif namun bisa dilihat dari ciri-cirinya, contohnya Spermatophyta bila sudah berbunga. Faktor-faktor yang mempengaruhi pertumbuhan dan perkembangan pada tumbuhan ada 2 : Faktor Eksternal dan Faktor internal. Faktor Eksternal adalah faktor yang mempengaruhi pertumbuhan dan perkembangan dari luar, meliputi: nutrisi, suhu, cahaya, air, kelembaban, oksigen, dan lain-lain. Faktor Internal adalah faktor dari dalam, meliputi: gen dan hormon.

FAKOR PERKEMBANGAN Perkembangan pada tumbuhan dapat dipengaruhi oleh beberapa factor, yaitu : a. Faktor Dalam Selama pembelahan sel, informasi genetic terus terduplikasi dan tersimpan dalam sel-sel anakan yang terbentuk. Selanjutnya beberapa gen akan diaktifkan sementara yang lain tidak. Perbedaan ini seterusnya akan menghasilkan perbedaan pada zat-zat yang disintesis seperti enzim yang berfungsi pada berbagai reaksi biokimia yang diperlukan untuk pertumbuhan dan perkembangan. Gen yang berfungsi dalam sintesis ini dinamakan gen structural, sementara gen yang mengaturnya dinamakan gen regulator. Gen regulator dipengaruhi oleh berbagai sinyal seperti kondisi lingkungan, zat pengatur tumbuh, dll. b. Zat Pengatur Tumbuh Pertumbuhan, perkembangan, dan pergerakan tumbuhan dikendalikan beberapa golongan zat yang secara umum dikenal sebagai hormon tumbuhan atau fitohormon. Penggunaan istilah hormon sendiri menggunakan analogi fungsi hormon pada hewan. Beberapa ahli berkeberatan dengan istilah ini karena fungsi beberapa hormon tertentu tumbuhan (hormon endogen, dihasilkan sendiri oleh individu yang bersangkutan) dapat diganti dengan

pemberian zat-zat tertentu dari luar, misalnya dengan penyemprotan (hormon eksogen, diberikan dari luar sistem individu). Mereka lebih suka menggunakan istilah zat pengatur tumbuh (bahasa Inggris plant growth regulator). Beberapa contoh hormone yang berperan pada perkembanga tanaman antara lain auksin, geberelin, gas etilen, dll. c. Faktor Luar Faktor luar mengacu pada fakror-faktor yang terdapat di lingkungan tumbuhan tumbuh dan dapat mempengaruhi perkembangan suatu tanaman. Beberapa factor luar antara lain : 1) Cahaya Selain berperan dalam proses fotosintesis, pengaruh cahaya pada perkembangan juga berlaku dalam bentuk lain misalnya fotoperiodisme. Fotoperiodisme adalah bentuk respon tanaman terhadap panjang hari/malam. Pembentukan bunga pada beberapa tumbuhan tergantung pada periode lama/panjang hari. Dimana dalam hal ini tumbuhan dibagi atas tumbuhan, hari panjang, tumbuhan hari pendek, dan tumbuhan netral yang dapat berbunga tanpa pengaruh panjang hari. 2) Air Air dibutuhkan dalam berbagai reaksi sebagai tempat reaksi maupun sebagai zat yang bereaksi. Ketercukupan air akan menyebabkan perkembangan tidak terhambat. 3) Hara Ketersediaan hara akan menyebabkan berbagai zat yang dibutuhkan untuk perkembangan tercukupi. 4) Suhu Setiap tumbuhan memiliki rentang optimum suhu agar dapat tumbuh dan berkembang dengan baik. Salah satu hal yang

dipengaruhi suhu adalah enzim. Enzim merupakan katalisator pada berbagai proses metabolism makhluk hidup.

Denganterhambatnya fungsi enzim, maka berbagai proses pada tanaman akan terhambat.

TAHAPAN PERKEMBANGAN SEL Peristiwa awal dalam perkembangan: 1. Pembelahan sel Satu sel dewasa memebelah menjadi dua sel yang terpisah yang tidak selalu serupa satu sama lain

2. Pembesaran sel Pembesaran volume sel anak 3. Diferensiasi sel Sel anak terspesialisasi menghasilkan berbagai macam jenis jaringan dan organ

Dalam membelah,sel memiliki dua arah pembelahan: 1. Periklinal (sejajar dengan perimeter) Dinding baru di antara dua sel anak berada pada bidang yang hampir sejajar dengan permukaan terdekat dari tumbuhan 2. Antiklinal Dinding baru diantara dua sel anak terbentuk tegak lurus terhadap permukaan terdekat

Pembelahan sel (sitokinesis) dimulai saat lempeng sel terbentuk. Lempeng sel tumbuh melalui peleburan beratus-ratus kantung kecil yang sebagian besar lepas dari ujung kantung golgi yang mengandung polisakarida bukan-selulosa, misalnya pektin. Kantung tersebut melebur membentuk lamela tengah yang kaya akan pektin dan dilapisi oleh membran. Membran itu semula adalah bagian dari kantung, tapi akhirnya menjadi membran plasma kedua sel anak yang baru. Pembentukan dinding primer-baru selanjutnya pada msing-masing sel anak terus terjadi. Bukan arah pembelahan sel saja yang penting dalam struktur perkembangan, tetapi juga arah pembesaran sel. Pembesaran sel sebagian besar merupakan peristiwa penyerapan air ke dalam vakuola yang mengembang. Pembelahan sel berada di bawah pengontrolan hormon. Hormon IAA bekerja dengan cara melemaskan struktur dinding sel sehingga menjadi plastis (irreversible atau tidak elastis) dan pertumbuhanpun dapat terjadi. Pembesaran sel merupakan proses dasar sehingga tumbuhan dan jaringan yang pembelahan selnya dihambat masih dapat terus tumbuh dengan cara perbesaran sel. Pada organ tumbuhan yang memanjang seperti batang dan akar, pembesaran terutama terjadi ke satu dimensi, artinya hanya ke arah memanjangnya, secara umum, sel meristem yang baru terbentuk membesar ke tiga dimensi, tetapi pada batang dan akar, pembesaran segera menjadi pemanjangan. Dalam perkembangan sel kita akan menjumpai satu rangkaian peristiwa berulang yang disebut daur sel. Daur tersebut memperhatikan waktu replikasi DNA

dalam kaitannya dengan pembelahan inti. Setelah mitosis, terdapat masa pertumbuhan sel sebelum replikasi DNA terjadi (G1 ), kemudian replikasi DNA (S), diikuti dengan pertumbuhan sesudah replikasi (G2), dan akhirnya mitosis menyelesaikan daur tersebut. Salah satu sel anak hasil pembelahan mitosis mungkin tidak melanjutkan daur sel, tetapi membesar dan berdiferensiasi. Bila hal tersebut terjadi sebelum replikasi DNA, sel yang berdiferensiasi akan memiliki jumlah kromosom diploid dan sejumlah kromatin yang normal. Tetapi pada tumbuhan, diferensiasi yang terjadi setelah replikasi DNA adalah hal yang lazim, sehingga sel yang berdiferensiasi memiliki lebih dari sepasang kromatin. Terkadang kromosom terus menggandakan diri tanpa diikuti pembelahan sel, sehingga sel yang berdiferensiasi menjadi poliploid. Sel poliploid ini berukuran lebih besar dari sel lainnya yang diploid. Sel tumbuhan yang berdiferensiasi akan memasuki kembali daur sel melalui proses dideferensiasi. Proses tersebut memungkinkan sel kembali memiliki kemmapuam untuk membelah lagi (bersifat meristematik)

PERKEMBANGAN BATANG Batang yang sedang tumbuh memiliki 3 daerah utama : meristem apeks (daerah yang aktif tumbuh daerah pembelahan ) ,daerah pemanjangan,daerah pendewasaan, meristem apeks 1. Meristem apeks Meristem apeks pertama kali terbentuk pada embrio. Pada batang tumbuhan, apeks (ujung) pucuk merupakan tempat meristem apeks dan jaringan meristematik turunannya membentuk tubuh primer tumbuhan Meristem apeks terdiri dari sel pemula yang merupakan sumber dari semua sel. Turunan dari pemula ini merupakan sel yang aktif membelah (promeristem / protomeristem ). Meristem apeks pucuk bersifat tidak terbatas dan memiliki kemampuan untuk membentuk primordia lateral pada bagian tepi meristem. 2. Daerah Pemanjangan Daerah pemanjangan memiliki 3 jenis jaringan embrionik, yaitu : meristem dasar (membentuk jaringan penyokong / posisi jaringan dewasa pada tumbuhan monokotil dan dikotil seperti korteks dan empulur ,membentuk kolenkim dan parenkim ),prokambium yang akan membentuk jaringan pembuluh ( xylem dan floem), protoderm yang akan membentuk epidermis, yang berbeda dari epidermis akar karena : tidak memiliki rambut akar , memiliki kutikula yang tebal. 3. Daerah Pendewasaan Pada daerah pendewasaan jaringan yang sudah dewasa menghasilkan jaringan embrionik yang berbeda antara tumbuhan monokotil dan dikotil. Contohnya adalah epidermis pada bagian luar tubuh tumbuhan. Pada monokotil, berkas pembuluh tersebar di seluruh jaringan penyokong sehingga tidak ada perbedaan antara korteks dan empulur. Pada tumbuhan dikotil, berkas pembuluh tersusun dalam lingkaran membagi jaringan dasar menjadi daerah-daerah yang berbeda :

a. korteks, jaringan dasar antara berkas pembuluh dan epidermis b. empulur, jaringan dasar yang terdapat di bagian tengah lingkaran batang c. jari- jari empulur, jaringan dasar yang terdapat pada celah di antara berkas pembuluh. Batang terspesialisasi.

Batang dapat memiliki fungsi lain selain penyokong tumbuhan A. Reproduksi secara aseksual 1. rhizomes (rimpang) Batang yang tumbuh secara horizontal di bawah permukaan tanah. (ex. bambu, jahe-jahean). Berfungsi sebagai tempat penyimpanan cadangan makanan.) 2. stolons = runners Batang yang tumbuh horizontal di atas permukaan tanah, merupakan pemanjangan dari internodus, mis. (Fragaria), Hydrocotyle asiatica. B. Tempat penyimpanan cadangan makanan 1. tuber (mis. Solanum tuberosum) Merupakan internodus pada ujung batang di bawah permukaan tanah, memiliki daun sisik , terdapat mata yang merupakan tunas aksiler. 2. bulbus (mis. Allium cepa) Batang kecil pada ujung terbawah tumbuhan ,ditutupi oleh daun berdaging dan daun sisik pada bagian terluarnya ,memiliki tunas yang besar. sebenarnya

pada tanaman strawberry

PERKEMBANGAN DAUN Daun baru berkembang dari primordial daun yang dibentuk pada meristem apeks (puncak) pada ujung bantang. Perkembangan primordium daun sampai menjadi daun melalui beberapa tahap yaitu: 1. Inisiasi Pembelahan sel paling awal terjadi pada meristem apikal. Berdasarkan teori meristem yang dikembangkan oleh Schmith, dikenal dengan teori Tunicacorpus, maka pada meristem apikal terdapat dua lapisan meristem yaitu lapisan tunika (lapisan luar) dan korpus (lapisan dalam). Tunika terdiri dari beberapa lapis sel yang terletak pada bagian tepi dari meristem apikal. Sedangkan beberapa jenis sel yang berada di sebelah dalamnya disebut dengan corpus. Pembelahan pertama terjadi pada daerah tunika dan beberapa lapis daerah korpus. Pembelahan periklinal yang diikuti dengan pertumbuhan sel anak menyebabkan timbulnya tonjolan, yaitu primodia daun. Pembelahan antiklinal meningkatkan luas permukaan primodia tersebut.

2. Pembentukan penyangga daun Sebagai akibat dari pembelahan sel yang terus-menerus primodium dan akan menonjol kea rah luar dari meristem pucuk, seperti papilla atau seperti sabit. Bagian ini disebut penyangga daun. Penyangga daun terdiri atas lapisan protoderm, meritem dasar, dan prokambium yang berkembang dari

prokambium batang yang berdekatan. Penyangga daun ini akan tumbuh dan memanjang membentuk sumbu daun. 3. Diferensiasi awal Penyangga daun yang telah terbentuk terdiri dari jaringan yang masih sederhana. Berdasarkan teori meristem yang dikembangkan oleh Haberlandt, jaringan yang menyusun peyangga daun terdiri dari protoderma, meristem dasar dan prokambium. Dalam perkembangan selanjutnya, masing masing akan berkembang dan menghasilkan epidermis dan derivatnya, mesofil dan berkas pengangkut daun. 4. Pembentukan sumbu daun Sebagai hasil pertumbuhan yang cepat maka penyangga daun akan berbentuk seperti kerucut dengan sisi adaksialnya memipih. Ujung kerucut berperan sebagai meristem apikal. Dalam pertumbuhan selanjutnya penyangga daun semakin bertambah panjang dan secara berangsur angsur mendekati pangkal semakin memipih. Dengan demikian primordium daun sudah dapat dibedakan antara permukaan atas atau adaksial dan permukaan bawah atau abaksial. Hal tersebut disebabkan oleh aktifitas meristem adaksial. 5. Pembentukan helai daun Selama awal pemanjangan dan penebalan sumbu daun, sel-sel adaksial bagian tepi membelah lebih cepat dibandingkan sel-sel meristem dasar yang berada disebelah dalamnya. Dengan demikian terbentuklah dua garis seperti sayap yang berkembang pada kedua tepinya sebagai akibat percepatan pertumbuhan sel sel tersebut. Deretan sel disebut meristem marginal dan sub marginal. Pada dikotil, laisan yang paling luar dari system marginal adalah protoderm. Pada angiospermae, pemula marginal membelah secara antiklinal, sehingga sel-se baru ditambahkan pada prooderm di bagian adaksial dan abaksial. Pada daun yang mempunyai tangkai, pertumbuhan marginal akan tertahan pada bagian pangkal sumbu daun, yang selanjutnya akan berkembang menjadi tangkai daun. Bagian dalam helaian dan yang muda berasal dari sel-sel sub marginal.

Inisial submarginal ini membelah dengan berbagai cara, menghasilkan sel-sel baru pada helaian bagian dalam. Pada penampang melintangnya, kedua sisi helai daun yang sedang berkembang tampak bahwa protoderma

menyelubungi beberapa lapis jaringan dasar. Sel sel beru akan ditambahkan pada lapisan lain bersal dari dua deret inisial marginal dan inisial submarginal. 6. Histogenesis Setelah helai daun terbentuk, proses selanjutnya adalah menyempurnakan jaringan penyusun daun. Dalam perkembangannya, meristem yang terlibat ialah meristem apikal, meristem adaksial, meristem marginal, meristem submarginal, meristem lempeng dan meristem lateral. Meristem marginal berdiferensiasi menghasilkan epidermis atas dan epidermis bawah serta derivatnya, sedangkan meristem submarginal akan berdeferensiasi

menghasilkan mesofil dan jaringan pengangkut.

Gambar: (a) Dua tonjolan kecil atau penyangga daun terdapat pada sisi yang berlawanan (b) Dua primordium muncul dari dua penyangga daun

(c) Dua primordium daun yang telah berkembang lebih lanjut tampak adanya untaian prokambium yang merupakan kelanjutan dari berkas pengangkut pada batang.

Morfogenesis daun Proses perkembangan daun sejak inisiasi sampai terbentuknya daun yang lengkap tidak pernah terlepas oleh faktor lingkungan tempat tumbuhan tersebut hidup. Dengan demikian struktur daun dewasa pada umumnya merupakan suatu ekspresi gen yang telah dipengaruhi oleh faktor lingkungan. Pada umumnya faktor lingkungan yang dominan dan menentukan adalah cahaya, air dan oksigen. Daun yang tumbuh pada lingkungan yang terlindung akan mempunyai struktur yang berbeda dengan daun yang tumbuh di lingkungan cahaya melimpah. Daun yang tumbuh pada lingkungan yang terlindung sehari hari akan mengalami kekuranngan cahaya. Helai daun cenderung tipis dan lebar, warna daun pucat, sedangkan daun yang tumbuh pada lingkungan cahaya melimpah helai daun cenderung lebih sempit, lebih tebal dan warnanya lebih gelap. Daun yang tumbuh di dalam air cenderung mempunyai ruang antar sel yang lebih besar daripada yang tumbuh di udara, demikian pula epidermisnya cenderung lebih tipis dan tanpa kutikula.

Pengguguran daun (Absisi)

Pemisahan aktif daun dari cabang tanpa meninggalkan luka disebut absisi daun. Absisi merupakan perkembangan adaptasi yang bermanfaat guna melepaskan daun daun tua dan merupakan cara pemangkasan diri. Absisi daun biasanya disiapkan

di dekat dasar tangkai daun, di daerah inilah terjadi perubahan sitologi dan biokimiawi dalam sel daerah pemisah yang akhirnya memisahkan daun dari cabang. Zat pengatur absisi ini adalah senyawa auksin dan etilen. Senyawa auksin menghambat absisi dan senyawa etilen merupakan senyawa yang memacu peristiwa absisi.

PERKEMBANGAN BUNGA Sebagian besar spesies angiossprmae menghasilkan bunganberkelamin ganda (sempurna) yang terdiri dari bagian betina dan jantan yang berfungsi.Antesis adalah pembukaan bunga saat bagian-bagian siap untuk penyerbukan biasanya hal ini berbarengan dengan munculnya warna dengan bau. Banyak bunga yang tetap terbuka dari mulai antesis hingga gugur (absisi).sedngkan yang lainnya seperti tulip, terbuka dan tertutup beberapa kali sehri selama beberapa hari. Umumnya bunga terbuka akibat pertumbuhan bagian dalam mahkota yang lebih cepat dibandingkan bagian luarnya, tetapi pembukaan dan penutupan yang berulang kali mungkin merupakan respon terhadap perubahan sementara tekanan turgor antara kedua sisi terebut.

Pembukaan dan penutupan diengaruhi suhu, dan tekanan uap atmosfer , namun faktor utamanya seringkali adalah waktubinternal yang diatur oleh isyarat fajardan atau isyarat petang hari. Contoh bunganprimrose sore (spesies Oenotera) biasanya terbuka pada sore hari,kira-kira 12 jam sebelum matahari terbit,tetapi dapat diusahakan terbuka kembali pada pagi hari dengan cara membalik kembali segala daur gelap terangnya. Cahaya yang mempegaruhi respon ini diserap langsung oleh bunga. Setelah terjadi antesis dan penyerbukan, akhirnya mahkota layu, mati dan gugur. Pada beberapa spesies antesis segera diikuti dengan pelayuan. Contohnya pada Portulaca randiflora dan banyak jenis Morning glory,termasuk ipomea`tricolor, dan parbitis nil, bunga terbuka pada pagi hari dan mahkotanya layu pada petang harinya. Pelayuan seperti ini biasanya disertai dengan pengangkutan linarut secara besarbesaran dari bungan ke bagian tumbuhan lainnya,sering kali keovarium dan air hilang dengan cepat pula. Terjai perombakan protein dan RNA secara cepat dari mahkota

dan kelopak selama proses pelayuan dan enzim hidrolisis

seperti protease dan

ribokinase tampanknya diaktifkan dengan adanya perubahan hormon untuk melangsungkan perubahan tersebut. Kemudian produk bernitrogen seperti asam amino dan amida diangkut menuju biji dan jaringan lain yang sedang tumbuh, sehingga hara tetap tersimpan. Walaupun biasanya terjadi pelayuan dan pemudaran warna, beberapa spesies mawar dan dahlia tertentu kehilangan selagi masih turgid dan masih mengandung protein aslinya.

PERKEMBANGAN BUAH -Buah merupakan struktur reproduksi tambahan pada tumbuhan -Angiospermae yang di dalamnya mengandung biji. -Perkembangan buah dirangsang oleh adanya polinasi dan/atau fertilisasi.

Perkembangan Buah Selama perkembangan buah, biji yang ada di dalamnya juga turut berkembang.

Perkembangan buah memerlukan : 1.Nutrisi hasil fotosintat 2.Hormon : Sitokinin dihasilkan oleh biji pembelahan sel pada dinding ovarium GA dihasilkan oleh biji pembesaran buah Tumbuhan induk ABA dormansi ABA embrio yang ada di dalam biji menjadi dorman. Embrio tidak akan tumbuh menjadi tumbuhan dewasa selama masih berada di dalam buah dan atau ABA belum diuraikan.

Asal mula pembentukan buah buah sejati ovarium/ bakal buah, dan buah semu ovarium dan/atau bagian bunga yang lain

Klasifikasi Buah Asal Buah A.Buah tunggalterbentuk dari satu pistilum (pea, tomato, lily, apple, cucumber) B.Buah agregatterbentuk dari beberapa pistilum yang terpisah dalam satu bunga tunggal (strawberry, raspberry) C. Buah majemuk terbentuk dari beberapa pistilum pada perbungaan dan biasanya bergabung dengan bagian bunga/perbungaan lainnya (nanas, nangka, murbei, fig)

PERKEMBANGAN BIJI Pengertian Biji Biji (bahasa Latin:semen) adalah bakal biji (ovulum) dari tumbuhan berbunga yang telah masak. Biji dapat terlindung oleh organ lain (buah, pada Angiospermae atau Magnoliophyta) atau tidak (pada Gymnospermae). Dari sudut pandang evolusi, biji merupakan embrio atau tumbuhan kecil yang termodifikasi sehingga dapat bertahan lebih lama pada kondisi kurang sesuai untuk pertumbuhan. Struktur Biji Biji tersusun atas tiga komponen utama, yakni: a. Kulit Biji Kulit biji adalah bagian biji yang berasal dari selaput bakal biji (integumnetum). Pada tumbuhan biji tertutup (Angiospermae), kulit biji tersusun atas dua lapisan, yakni : 1. lapisan kulit luar (testa) merupakan lapisan yang tipis, kaku dan merupakan pelindung utama bagian dalam biji. 2. Lapisan kulit dalam (tegmen) biasanya tipis seperti selaput dan seringkali disebut sebagai kulit ari. Pada Gymnospermae, kulit biji terdiri atas tiga lapisan, yakni : 1. Kulit luar (sarcotesta), biasanya tebal berdaging 2. Kulit tengah (sclerotesta) merupakan lapisan yang kuat dan keras dan berkayu 3. Kulit dalam (endotesta) biasanya tipis seperti selaput dan melekat pada biji. Bagian-bagian tambahan pada biji meliputi : 1. Sayap (ala), yakni alat tambahan pada biji yang digunakan dalam pemnecaran oleh angin. Contoh biji Moringa oleifera 2. Bulu (coma), yakni penonjolan sel-sel kulit biji yang berupa rambutrambut. ContohGossypium sp.

3. Salut biji (arillus). Contoh pada Durio zibethinus 4. Salut biji semu (arillodium), 5. Pusar biji (hilus), ykni bagian kulit luar biji yang merupakan berkas pelekatan dengan tali pusar. Contoh pada Vigna sinensis 6. Liang biji (micropyle), yakni liang kecil bekas masuknya serbuk sari. Contoh pada bijiRicinus communis 7. Berkas-berkas pembuluh angkut (chalaza), yakni tempat pertemuan integument dengan nuselus. Contoh Vitis vinifera 8. Tulang-tulang biji (raphe), yakni terusan tali pusar pada biji. Contoh pada biji Ricinus communis

b. Tali Pusar (Funiculus) Tali pusar merupakan bagian yang menhubungkan biji dengan tembuni. Jika biji masak, biasanya biji terlepas dari tali pusarnya. c. Inti Biji (Nucleus seminis) Inti biji adalah semua bagian biji yang terletak di dalam kulitnya. Inti biji terdiri atas : Lembaga (embryo) yang merupaka calon individu baru Putih lembaga (albumen) adalah jaringan yang berisi cadangan makanan untuk masa permulaan kehidupan tumbuhan.

Perkembangan Biji Tujuan utama perkembangan biji : Pemantapan pola dasar tubuh tumbuhan, sumbu akar -pucuk Akumulasi cadangan makanan untuk proses perkecambahan Persiapan dormansi biji

Selama perkembangan biji, embrio berdiferensiasi menjadi 2 sistem organ, yaitu : sumbu embrio. Sumbu embrio terdiri atas meristem akar dan pucuk yang akan membentuk tumbuhan dewasa setelah perkecambahan biji. Kotiledon, merupakan sistem organ yang berdiferensiasi paling akhir, yang akan mengalami penuaan setelah perkecambahan dan bertanggung jawab untuk mensintesis dan menyimpan cadangan makanan untuk proses perkecambahan.

Embriogenesis Embriogenesis mencakup perkembangan dari saat fertilisasi sampai fase dormansi. Peristiwa utamayang terjadiselamaembriogenesis adalah: 1.Pemantapanbentukdasartumbuhan. Pola aksial, pembentukan sumbu basal-apikal(pucukakar) Polaradial, menghasilkan tiga system jaringan 2.Penyusunan jaringan meristematik untuk mengelaborasi struktur setelah masa embrio(daun, akar, bungadsb.). 3.Pemantapan penyimpanan cadangan makanan yang cukup untuk perkecambahan embrio sampai kecambah bersifat autotrof

FERTILISASI Fertilisasi pada tumbuhan Angiospermae merupakan fertilisasi ganda, sel telur difertilisasi oleh satu sperma membentuk zigot yang diploid intipolar difertilisasi oleh inti sperma lainnya membentuk endosperm yang triploi atau poliploid. Pada saat terjadinya fertilisasi, tabung pollen menembus kantung embrio pada ujung mikropil dan melepaskan isinya ke salah satu sel sinergid. Kedua inti sperma kemudian berpindah ke arah ujung khalaza dari sinergid, satu inti sperma berfusi dengan inti sel telur dan inti lainnya berfusi dengan inti polar

Embriogenesis berlangsung serupa pada semua tumbuhan Angiospermae dalam hal pemantapan bentuk dasar tumbuhan. Embriogenesis pada tumbuhan; sel pemula(primordia)tidak dibentuk selama proses embriogenesis. system organ reproduktif (bunga) berkembang dari pemrograman kembali meristem apeks pucuk setelah tumbuhan dewasa. Merupakan fase yang terpisah dan sangat berbeda dibandingkan fase perkembangan di luar masa embrio, dan umumnya diakhiri dengan adanya dormansi.

Tigaperbedaan pada pola elaborasi pada perkembangan embriopada tumbuhan : Perbedaan dalam pola pembelahan yang akurat. Perluasan perkembangan endosperm, Perkembangan kotiledon dan perkembangan meristem apeks pucuk.

Embriogenesis pada tumbuhan dikotil

Embriogenesis pada tumbuhan monokotil

Proses embryogenesis

Keterangan:SC,testa/kulitbiji,EN,endosperm;SM,meristemapekspucuk;RM,meriste mapeksakar,Pd,protoderm;Po,prokambium;Gm,meristemdasar,S,suspensor,A,sumbu, CE,jaringanpelindungembrio,MPE,mikropil Pembelahan asimetris bakal embrio suspensor Diferensiasi organ embrionik dan jaringan yang ada di dalamnya selama masa transisi dari stadium globular ke stadium jantung. Perkembangan embrio stadium transisi globular jantung

Pola radial dan aksial. (a) Pola radial pada Angiospermae mulai pada saat stadium globular dan menghasilkan tiga system jaringan. (b) Pola aksial (sumbu akar-pucuk) terbentuk saat stadium jantung.

Padastadium torpedo, determinasihipokotildanradikulaterjadi diferensiasiprokambium embrioberklorofil Pada beberapa tumbuhan, kotiledon tumbuh cukup lama sehingga kotiledon tersebut harus melengkung untuk menyesuaikan diri dengan bentuk bakal biji. kemudian menyerupai tongkat untuk berjalan . Embrio

DAFTAR PUSTAKA Salisbury, Frank dan Ross Cleon. 1995. Fsiologi Tumbuhan Jilid 3. Badung: ITB. Sasmitamiharja, Drajat, dkk. 1996. Fisiologi Tumbuhan. Bandung: ITB. Sumardi, Issirep dan Agus Budijuarinto. 1995. Struktur dan Perkembangan Tumbuhan. Yogyakarta: UGM Press.

MAKALAH FISIOLOGI TUMBUHAN PERKEMBANGAN TUMBUHAN

Disusun Oleh: Dara Utami Ningsih Susanti Anisyah Prima Siti N. Fitriana Anjas A. Ardhiana Iffa F. Agus Frasetyo Ria Fitriani Hadi Errischa Megawati 10304241003 10304241007 10304241011 10304241015 10304241020 10204241024 10304241028 10304241032 08304241035

Pendidikan Biologi Subsidi

JURUSAN PENDIDIKAN BIOLOGI FAKULTAS MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM UNIVERSITAS NEGERI YOGYAKARTA 2011