Anda di halaman 1dari 29

ANTI PERIODIC

VETERINARY PHACMACOPOEIA, MATERIA MAEDICA AND THERAPEUTICS

Nulika Fitria Silalahi (091501060) Adhana Putri S (091501061) Indrika Lase (091501062)

ACIDUM ARSENIOSUM
Sinonim

Arsenik anhidrid, arsenic putih Komposisi As2O3 Cara pembuatan Dengan cara pemnaggang bijih arsenik contohnya arsenic pirit, FeSAs, dalam udara tertentu, Arsikum bereaksi denga oksigen dan menjadi arsenik anhidrid yang dimurnikan dengan cara sublimasi.

Karakteristik

dan uji Berat, putih, serbuk berkilau atau massa transparan seperti porselin. Menguap sempurna pada suhu 400 F. menyumblin pada tabung reaksi dan berkondensasi sempurna membentuk kristal oktahedral atau triangular (segitiga). larutan dalam air nya membentuk endapan kuning (perak arsenit) dengan perak amonium nitrat. Dan endapan hijau (timbal arsenit) dengan timbal amonium sulfat. Endapan2 ini larut dalam ammonia dan asam nitrit.

Aksi dan penggunaan Internal : dalam dosis yang berlebihan akan mengiritasi, beracun. Dalam dosis pengobatan, sebagai alternatif dan tonik dalam reumatik kronik, palisis (kelumpuhan), epilepsi, koreng, farcy dan kudis. Eksternal : digunakan untuk mengobati kudis, keropeng dan penyakit kulit lainnya. Juga sebagai penghilang kutil dan untuk meluruhkan dan menghilangkan efek dati tumor malignan. Ketika digunakan sevara eksternal, dan khususnya untuk pemakaian yang lama, asam arsenik harus digunakan secara hati-hati karena arsenik ini mudah diserap dan dapat menyebabkan kematian pada pasien.

Dosis

Ternak 5-10 g Kuda 5-10 r Domba 1-2 g Anjing 1/15 1/10 gram Cara penggunaan Internal : bubuk ditaburkan diatas bagian kulit yang luka atau dicampur dengan pakan hewan Eksternal : larutan arsenicalis dan salap arsenik Antiracunnya H2O2 lembab dari besi, magnesium, affusi dingin, amonia inhalsi. Sediaan Cairan arsenicalis, salap arsenik

CHINCONAE FLAVA CORTEX


KULIT KINA KUNING

Merupakan kulit dari Chincona calisaya. Diperoleh di Bolivia dan peru tenggara. Komposisi Nilai terapetiknya tergantung pada kadar quinin dan kina, dimana denga beberapa alkaloid yang terkandung dalam kulit tesebut bergabung dengan kinic, kinovic dan asam tanat. Cara Pembuatan Pohon ditebang, dan kulitnya, setelah di pisahkan dari batang dan cabang secara hati-gati di keringkan. Sehingga menghasilkan warna yang terang. Bagian terbesar dan bgian terkecil juga dikeringkan, dan dibentuk menjadi potongan yang rata, dimana bagian terkecilnya dibuat menjadi seripanserpihan/serat kecil. Kecuali sangat terpaksa atau tidak sengaja, epidermisnya, yang ditumbuhi likens (lumut kerak) seluruhnya harus diperlakukan denag hati-hati.

Karakteristik

Potongan datar, tidak tersalut atau peridermnya telah dipisahkan, jarang tertutup duri. Panjangnya 6-18 inci, lebarnya 1-3 inci, dan tebalnya 0,2-0,4 inci. padat dan berat. Permukaan luar berwarna coklat, ditandai dengan depresi/garis yang luas, dangkal dan longitudinal tidak beraturan. Permukaan bagian dalam kuning-kecoklatan-kuning dan berserat, patahan transvernya pendek, dan berserat. Serbuk cinnamon-coklat, kadangkadang berarora, dan sangat pahit

Uji Rebus 100 g serbuk kulit selama 15 menit dalam aquadest. Asamkan dengan minimal 10 M HCl dan maserasi selama 24 jam. Pindahkan seluruh campuran kedalam perkulator kecil, dan selatah cairan menetes, tambahkan secara berkala sebanayk atau satu bagian cairan asam yang sama. Atau sampai cairan yang melewatinya menjadi tidak berwarna. tambahkan cairan perkolasi atau substrat sampaii seluruh bahan berwarnanya menjadi bening, ambil hasil reaksi (sari dalam asam). Saring dan cuci dengan sedikit aquadest. Pada filtrat tambahkan sekitar 30-35 g caustik kalium atau sebanyak sampai menyebabkan endapan yang pertama sekali terbentuk dan tidak larut lagi., dan kemudian 6 bagian eter ditambahkan kedalamnya. Kemudian digojok dan dipisahkan dari eter, ulangi proses ini 2 kali dengan 3 kali penambahan eter sampai seluruh cairan eter memisah. Diuapkan, sampai diperoleh residu. Terakhir, uapkan campuran larutan eter dalam capsul pada temperatur didih air. Resdiunya yang terdiri dari quinin murni, ketika kering, harus menghasilkan berat tidak kurang dari 2 gram dan harus mudah larut dalam larutan asam sulfat.

Aksi dan penggunaan Internal : sebagai tonik dan astringen, diberikan untuk penyaki periodik, berat dan intermiten separti spasm (kejang), neuralgia, dan pendarahan berkala, demam yang berkelanjutan, reumatik, dan luka bakar. Infeksi kronic saluran pencernaan dan kemih seperti dispepsia, korea, pendarhan pasif, produksi mukus berlebih, leukorea, dan diare kronik. Untuk pembesaran dan produksi kelenjar berlebih, scrofula, sisa penyakit setelah menderita penyakit akut, dan selama masa penyembuhan setelah operasi. Eksternal : astringen dan antiseptic untulk leukorea dan ulkus.

Dosis

Kuda 2-4 drachm Ternak 2-4 drachm Domba 1-2 drachm Babi 1-2 drach Anjing -1 drach 2 atau 3 kali sehari. Kadang-kadang pemberian cinchona untuk anjing diikuti dengan mual dan muntah, dalam beberapa kasus dosis seharunya diminimalkan.

Cara

pemakaianonae flava Eksternal : infusum dan tingtur cinchonae flava Internal : penaburan bubuk kulit, dalam bentuk pil, infusum cinchonae flava, tinktur cinch Interaksi : alkali, alkali karbonat, garamgaram logam, gelatin Sediaan infusum dan tingtur cinchonae flava.

CINCHONAE PALLIDE CORTEX


KULIT KINA PUCAT

Sama seperti cinchonae flava cortex

Cinchonae rubrae cortex kulit kina merah

Sama seperti cinchonae flava cortex

LIQUOR ARSENICALIS LARUTAN ARSENICAL

Sinonim Liquor Potassae Arsenitis : Larutan Fowler Komposisi Beberapa ahli menganggap larutan ini terdiri dari arsen anhidrat yang dilarutkan dalam larutan potasium karbonat : beberapa mengatakan campuran larutan encer potassium, arsenit, KAsO2, dan karbonat. Ini mengandung sejumlah senyawa arsenik sebanding dengan empat gram arsen anhidrat dalam satu ons cairan.

Persiapan Ambil :

Asam arsen, dalam serbuk 80 Potassium karbonat 80 Air suling

secukupnya Tempatkan asam arsen dan potassium karbonat dalam labu dengan 10 ons air, dan panaskan hingga didapatkan larutan jernih. Biarkan dingin, dan lalu tambahkan air suling sampai satu liter.

Jika pembuatan di atas menunjukkan komposisi yang benar, tidak ada dekomposisi selama persiapan; tetapi jika terjadi maka bagian potassium karbonat pasti terdekomposisi oleh asam arsen dalam persamaan di bawah ini :

Pemerian dan Pengujian. Jernih, cairan tak berwarna, pada kertas uji bersifat basa. Berat jenis 1,009. Setelah diasamkan dengan asam hidroklorida dengan hidrogen sulfur, akan memberi endapan kuning (arsen sulfida), yang lebih terang daripada larutan arsenical yang telah diencerkan sebelumnya.
Fungsi dan Kegunaan. secara internal : - hampir sama dengan asam arsen, tetapi lebih khusus fungsinya dan tidak cenderung menimbulkan iritasi lokal. Secara eksternal :- untuk kulit yang kasar dan untuk dekstruksi pedikuli,akari, dan parasit eksternal lainnya.

LIQUOR ARSENICI HIDROKLORIDA LARUTAN HIDROKLORIDA ARSENIK

Sinonim Liquor Arsenici Klorida Komposisi Larutan arsen anhidrat (asam arsenik) dilarutkan dalam asam hidroklorida. Satu ons larutan mengandung empat gram arsen anhidrat.

Persiapan Ambil Asam arsen, dalam serbuk 80 g Asam Hidroklorida 2 Air suling secukupnya Didihkan asam aresn dengan asam hidroklorida dan empat ons air , lalu tambahkan air suling untuk membuat satu liter. Tidak ada penguraian yang terjadi dalam proses ini ; asam arsen secara sederhana dilarutkan dengan asam.

Pemerian dan Pengujian Cairan tak berwarna, mengandung asam Ambil: Asam arsen, dalam serbuk 8,5 ons Potasium karbonat 8,5 ons Air suling 20 galon Didihkan bersama sama selama setengah jam. Jumlah ini cukup untuk 20 sapi. Kadang kadang 8,5 ons sabun halus dan 6 ons bunga sulfur ditambahkan dalam campuran sebelum dididihkan. Berat jenis 1,009. Hidrogen sulfur memberikan endapan kuning terang (arsen sulfida).

Fungsi dan Kegunaan Sama dengan liquor arsenicalis Aplikasi Sama dengan liquor arsenicalis
Dosis Sama dengan liquor arsenicalis Antidot Campuran basa karbonat dan Feri Peroksida.

PIPER NINGRUM LADA HITAM


Komposisi Bahan utama yang berkhasiat obat adalah minyak atsiri Bentuk Sediaan Buah Piper ningrum, sebelum berubah warna menjadi merah, dikumpulkan dan dikeringkan. Sifat Kecil, bulat, berkerut kerut, berwarna kehitaman mengandung biji bular berwarna kuning keabuan (Lada putih)

Mekanisme Kerja dan Kegunaan Pada prinsipnya digunakan sebagai stomatik dan karminatif pada kesalahan pencernaan ringan dan sebagai aromatik untuk menutupi bau obat yang tidak menarik.
Dosis Kuda : 2 dram (1/8 ons) Lembu / sapi : 3 dram Domba : 20 40 grain Diulang dua atau tiga kali sehari Bentuk Sediaan Dalam bentuk bolus, atau, lebih baik disuspensi dalam gruel

QUINIAE SULPHAS (SULPHATE OF QUINIA)


Sinonim : Quinia Sulphate; Sulphate of Quinine; Disulphate of Quinine Komposisi : (C20H24N2O2)2H2SO4.7H2O Cara mempersiapkan

Ambil: Kulit batang kina kuning, dalam serbuk kasar 1 pon Asam Klorida 3 ons cairan Air suling Secukupnya Larutan soda 4 pints Asam sulfat secukupnya

Kedalam asam klorida ditambahkan 10 pint air. Tempatkan kulit kayu cinchona pada wadah porselen dan tambahkan asam klorida yang telah dicampur dengan air sampai semua kina terbasahi. Setelah maserasi, dan diaduk sesekali, selama 4 jam, tempatkan kulit kayu pada alat dan perkolasi dengan larutan asam klorida sampai larutan yang menetes hampir tidak terasa pahit. Pada cairan ini campurkan soda, aduk merata, biarkan mengendap (kina tidak murni) sampai semua turun, dekantasi cairan supernatan, kumpulkan endapan dalam penyaring dan cuci dengan air suling dingin sampai air pencucian tidak berwarna lagi. Pindahkan endapan ke dalam perselen yang berisi satu pint air suling dan panaskan pada water bath, sedikit demi sedikit tambahkan larutan asam sulfat sampai keseluruhan endapan bisa larut dan diperoleh larutan yang netral.

Saring larutan, ketika panas, melalui kertas saring, cuci penyaring dengan air suling yang mendidih, pekatkan filtrat sampai terbentuk sebuah film sepanjang permukaan dan biarkan agar terbentuk kristal. Keringkan kristal (kinin sulfat) pada kertas saring tanpa pemanasan. Oleh karena penambahan asam klorida, kulit kayu mengeluarkan kinin, cinchonia, dan alkaloid lain yang mengendap oleh penambahan soda pada larutan. Alkaloid yang mengendap yang terlarut dalam asam sulfat dikonversi menjadi sulfat dan cairannya, ketika dievaporasi terbentuk lapisan film pada permukaan dan didinginkan, menghasilkan kinin sulfat yang sukar larut , sedangkan chinchonia sulfa yang lebih mudah larut terdapat pada larutan induknya.

Karakteristik dan pengujian Filiform, kristal lembut berwarna putih salju, rasa pahit, mudah larut dalam air, sebelum larut dihasilkan tinta kebiru biruan. Larutannya dengan penambahan barium klorida akan menghasilkan endapan putih (barium sulfat), tidak larut dalam asam nitrat, menunjukkan bahwa garam yang terbentuk adalah sulfat dan ketika diuji dengan larutan klorin dan sesudah itu dengan amonia, ini mengasumsikan sebuah warna hijau emerald yang bagus, karakteristik tertinggi dari kina.

Harus dilarukan pada asam sulfat yang murni dengan sedikit tinta kekuningan yang lemah. Dan tidak ada perubahan warna ketika dipanaskan. 10 grain, dengan 10 minim larutan asam sulfat dan setengah ons air, terbentuk larutan yang sempurna, dimana ammonia menghasilkan endapan putih (kina). Hasil ini harus dilarutkan kembali pada pengendapan dengan setengah ons eter, tanpa membiarkan kristal (cinchonia) mengambang pada bagian bawah dari dua lapisan, dimana air pengendapan dipisahkan. 25 grain garam akan menghilangkan 3-6 grain air dengan pengeringan pada 212oF

Cara Kerja dan kegunaan Sebagai tonik dan antiperiodik pada demam yang intermitten dan demam lainnya; kehilangan nafsu makan, pencernaan yang lemah; pada rematik akut, chorea pada anjing dan gerakan atau kedudukan mata yang dalam pada kuda; selama pemulihan dari keluhan akut; juga selama kelelahan yang disertai influenza atau penyakit lainnya.

Dosis a. Kuda : 20 40 grain b. Lembu / sapi : 20 60 grain c. Domba : 5 10 grain d. Babi : 5 10 grain e. Anjing : 1 5 grain Bentuk sediaan Dalam bentuk bolus, atau dicampur dengan Inkompatibilitas Basa dan basa karbonat; infus sayur sayuran yang menyerap endapan kinin tanat,khususnya dengan keberadaan asam sulfat