Anda di halaman 1dari 8

82 Dielektrika, ISSN 2086-9487

Vol. 2, No. 2 : 82 - 89, Agustus 2011

SIMULASI PENGGUNAAN PI CONTROLLER SEBAGAI PENSTABIL TEGANGAN GENERATOR DC PADA PLTA ANGIN TERHADAP PERUBAHAN KECEPATAN ANGIN
Simulatio o! "#e $se o! %I &o troller As D& 'e erator Voltage Sta(ili)er "o*ar+ ,i + S-ee+ Variatio I A ,i + %o*er %la t

Ida Bagus Fery Citarsa1


A.S"/A0 Penelitian ini membahas tentang desain penstabil tegangan generator dc terhadap perubahan kecepatan angin menggunakan PI controller. Kecepatan angin setiap waktu selalu berubah (tidak tetap), sehingga kecepatan putar turbin angin setiap waktu akan berubah, hal ini akan mempengaruhi tegangan keluaran generator dc pada PLT Angin yang akan didistribusikan ke pelanggan. leh karena itu perlu dilakukan penelitian mengenai desain sistem kendali yang mampu menstabilkan tegangan keluaran generator dc pada PLT Angin. !ntuk mensimulasikan tegangan keluaran generator dc, dilakukan dengan membuat rangkaian eki"alen generator dc. Kemudian menurunkan persamaan metematis dan membuat model rangkaian dengan simulink #unction pada $atlab. %ebelum pemasangan PI controller, tegangan keluaran generator dc selalu berubah&ubah sesuai dengan perubahan kecepatan putar turbin angin, tetapi setelah pemasangan PI controller, ternyata tegangan keluaran generator dc dapat distabilkan pada tegangan ''( "olt. Pemodelan generator dc mencapai kestabilan dengan nilai settling time ).' detik dengan nilai Kp '( dan Ki *. 0ata ku 1i + Kecepatan angin, generator dc, PI controller. A.S"/A&" This research is about dc generator "oltage controller design on wind energy power generation with "ariable wind speed using PI ,ontroller. -ind speed always change (inconstantly) e"ery time that makes the turbine rotation speed will also change e"ery time. This, will impact the dc generator output "oltage on wind energy power transmitted to consumers. A research is neede %o that needed a e.perience about design o# controller design that can stability the output "oltage o# generator dc on wind energy power. /or simulation the output generator dc "oltage, could do with make circuit e0i"alent o# generator dc each, there is shunt generator dc and synchronous generator dc. Later then matematic e0uation and make modelling with simulink #unction on $atlab. 1e#ore using PI ,ontroller, output "oltage o# generator dc always change #ollowing "ariable rotation speed o# wind turbine, but a#ter using PI ,ontroller, the output "oltage o# generator dc can stabili2ed at ''( "olt. 3c generator modeling gain stability by settling time "alue o# ).' second and "alue o# Kp '( and Ki *. 0e2*or+ : wind speed, dc generator, PI controller PENDAHULUAN Indonesia memiliki potensi energi terbarukan yang cukup besar yang dapat mengurangi ketergantungan terhadap penggunaan bahan bakar, salah satu daerah di Indonesia yang memiliki potensi tersebut adalah Pulau Lombok, beberapa energi terbarukan yang ada di Pulau Lombok adalah energi air, energi laut, energi angin, energi surya, energi biomassa dan panas bumi. Namun yang akan dibahas lebih lanjut disini adalah sumber energi terbarukan yang berasal dari energi angin, karena Pulau Lombok mempunyai letak geografis 8 L! dan " L# serta dikelilingi oleh laut sehingga kemungkinan memiliki potensi angin yang cukup besar.

%urusan &eknik 'lektro !ni(ersitas )ataram, ery!itarsa"te#$%&'(et

8* Dielektrika, 2 324, Agustus 2011

Pada PL& +ngin, kecepatan angin akan mempengaruhi kecepatan putar turbin angin, semakin besar kecepatan angin, maka kecepatan putar turbin angin akan semakin besar. ,iketahui bah-a kecepatan angin setiap -aktu selalu berubah .tidak tetap/, sehingga kecepatan putar turbin angin setiap -aktu akan berubah seiring dengan perubahan kecepatan angin, hal ini akan mempengaruhi tegangan keluaran generator dc pada PL& +ngin yang akan didistribusikan ke pelanggan. PL& +ngin yang ada di Pulau Lombok, selama ini belum dapat beroperasi secara optimal, begitu pula dengan sistem pengatur tegangan keluaran dari generator dc PL& +ngin tersebut. 0leh karena itu perlu dilakukan penelitian mengenai desain sistem kendali yang mampu menstabilkan tegangan keluaran generator dc pada PL& +ngin. Pada penelitian ini akan digunakan sebuah metode untuk mengontrol stabilitas tegangan 1enerator dc yang digunakan pada PL& +ngin dengan mengatur besar arus eksitasi kumparan medan pada generator dc menggunakan suatu sistem kendali. #alah satu sistem kendali yang umum digunakan adalah PI controller. 0leh karena itu pada penelitian ini akan digunakan sistem kendali PI controller. !saha untuk meningkatkan kestabilan sistem tenaga listrik telah dilakukan dan terus dikembangkan oleh peneliti-peneliti terdahulu, demikian pula penelitian-penelitian yang berkaitan dengan kestabilan tegangan keluaran generator dc pada PL& +ngin. ).). 2and, National 3ene-able 'nergy Laboratory .$"""/, melakukan pengontrolan tegangan generator dc pada PL& +ngin menggunakan PI controller, metode yang digunakan adalah dengan mengatur sudut blade .pitch angle/, yang disimulasikan dengan soft-are simulink )+&L+4 5.6. ---.nreal.go(,2 6 7., #ong, 4. ,hinakaran and 8.7 4ao .2 /, melakukan pengontrolan terhadap tegangan keluaran generator dc dengan menggunakan nonlinear and adapti(e algorit-ma, metode yang digunakan adalah dengan mengatur eksitasi tegangan generator dc sehingga dihasilkan putaran rotor yang halus. 3abelo. 4,.and 2ofmann.9 .2 :/ melakukan pengontrolan dengan mengatur daya reacti( generator sinkron pada PL& +ngin, hal ini dilakukan dengan mengatur tegangan dengan eksitasi medan pada mesin sinkron.

Kara$teristi$ Ge(erat%r d!' )edan magnet pada generator dc dapat dibangkitkan dengan dua cara yaitu ; - dengan magnet permanen - dengan magnet remanen 1enerator dc listrik dengan magnet permanen sering juga disebut magneto dynamo. <arena banyak kekurangannya, maka sekarang jarang digunakan. #edangkan generator dc dengan magnet remanen menggunakan medan magnet listrik, mempunyai kelebihan yaitu medan magnet yang dibangkitkan dapat diatur. Pada 1enerator dc berlaku hubunganhubungan sebagai berikut ; 'a = >? n P @ 5 a Aolt ,imana; ' = ggl yang dibangkitkan pada jangkar generator dc > = fluks per kutub ? = jumlah penghantar total n = kecepatan putar a = jumlah hubungan pararel 4ila ?P@5 a = c.konstanta/, maka ; 'a = cn> Aolt. .Buhal, $""8/. Desai( K%(tr%#' <ecepatan putaran rotor pada turbin angin dapat dikontrol dengan melakukan pengaturan pada sistem eksitasi belitan tegangan, seperti yang ditunjukkan pada 1ambar $.

1ambar $. #istem PL& +ngin ,engan 'ksitasi )edan .2and, $"""/

Input C

<ontroler

Plant

0utput

#ensor
1ambar 2. ,iagram Pengontrolan Loop &ertutup .2and, $"""/

Siste& PI C%(tr%##er'PI controller merupakan salah satu jenis pengatur yang banyak di-

I+a .agus 5er2 &itarsa: Simulasi %e ggu aa %i &o troller Se(agai %e sta(il "ega ga

8:

gunakan, selain itu sistem ini mudah digabungkan dengan metoda pengaturan yang lain seperti /u22y dan 4obust, sehingga akan menjadi suatu sistem pengatur yang semakin baik, PI controller merupakan gabungan dari Proportional .P/ dan Integral .I/. #ecara umum fungsi transfer dari PI controller pada sistem tertutup dapat dituliskan sebagai berikut ;

PI = K p +

KI = K p S + K I ......................$/ S
4ising Time
)enurun )enurun

...........................2/ <eterangan; <P = Proportional 1ain <I = Integral 1ain 7 = #inyal ' = Tracking error, perbedaan diantara nilai input yang dikehendaki masing-masing konstanta ketika diperbesar akan memberikan dampak yang berbeda-beda terhadap hasil keluaran sistem, perilaku tersebut dapat ditabelkan sebagai berikut;
%ettling Time
Perubahan kecil )eningkat

Y = K p e + K I edt

&abel $. Pengaruh P dan I terhadap Performansi #istem Parameter


<p <i

"er shoot
)eningkat )eningkat

5rror
)enurun 2ilang

2ubungan diatas tidak sepenuhnya me-akili keadaan asli, karena pada keadaan asli mengubah satu (ariabel dapat mengubah 2 (ariabel yang lain. <arena alasan tersebut, maka &abel $ tersebut hanya digunakan untuk melihat kecenderungan dampak dari konstanta yang bersangkutan. #ecara umum langkah langkah yang perlu dilakukan dalam merancang PI controller antara lain ;

$.

)endapatkan respon loop terbuka dan menentukan apa yang ingin ditambahkan pada sistem 2. )enambahkan P controller untuk menambah -aktu naik .4ising time/ *. )enambahkan I controller untuk meng-hilangkan kesalahan keadaan tunak :. )enyeimbangkan nilai <p dan <i, sampai didapatkan keseluruhan respon yang diinginkan.

1ambar *. <arakteristik #istem <endali .0gata, $"":/.

<arakteristik dari sistem kendali yang digunakan dapat dilihat pada 1ambar *. 4erikut adalah penjelasan karakteristik sistem kendali berdasarkan gambar tersebut ; $. 9aktu tunda .delay time, td/ ; 9aktu yang diperlukan agar tanggapan mencapai 6 D nilai akhir pertama kali. 2. 9aktu naik .rise time,tr/ ;9aktu yang dibutuhkan agar tanggapan naik dari ; a. D ke $ D dari nilai akhirnya .teredam kurang/ b. $ D ke " D dari nilai akhirnya .teredam lebih/

tr =

.*/ ......................................*/ d

= tan 1 (

.:/ terhadap nilai akhir tanggapan 9aktu Puncak .peak time, tp/ ; 9aktu yang dibutuhkan agar tanggapan mencapai puncak simpangan pertama kali. Presentase simpangan puncak, )o( ; Perbandingan antara nilai puncak tertinggi dari kur(a tangapan

d )

.....................................

tp =

.................................................6/ d

86 Dielektrika, 2 324, Agustus 2011

9aktu )enetap .settling time, ts/ ; 9aktu yang dibutuhkan agar kur(a tanggapan mencapai dan tetap berada didalam batasbatas yang dekat dengan nilai akhir. 4atas-batas tersebut dinyatakan dalam presentase mutlak dari nilai akhir .2D atau 6D/. ts berkaitan langsung dengan konstanta -aktu terbesar sistem kendali tersebut.

*. :. 6. 5.

ts =
*.

)embuat blok diagram untuk penstabil tegangan keluaran generator dc pada PL& +ngin dengan menggunakan PI controller. )enginputkan kecepatan angin. )ensimulasikan sistem kontrol kedalam simulink )+&L+4 5.6. )enganalisa kestabilan sistem. +pabila hasil sistem belum stabil, simulasi akan diulang sampai sistem

.............................................5/

HASIL DAN PEMBAHASAN Pe&%de#a( Siste& Data Ke!e)ata( A(gi(' ,ata angin yang digunakan pada penelitian ini diambil dari data angin di lokasi dusun #elayar, 1elanggang kecamatan #akra <abupaten Lombok &imur. A(a#isa Data Ke!e)ata( A(gi( ,iketahui parameter-parameter turbin angin; &ip-#peed 3atio .F/ =E %ari-jari rotor .3/ =*m 3asio 1ear boG =8 ,engan persamaan .2.6/ dapat diturunkan persamaan kecepatan putar turbin, kecepatan turbin .H/ =

Le-atan maksimum .ma.imum o"er shoot, )o(/; Le-atan maksimum adalah harga puncak maksimum dari kur(a respon yang diukur dari satu. %ika harga respon tidak sama dengan satu, maka biasa digunakan persen le-atan maksimum.

Mov =

c(tp ) c() 100% ...............E/ c()


(

Mov = e

) d

.............................8/

Mov = c(tp ) 1 ......................... ."/


METODOLOGI PENELITIAN Penelitian ini menggunakan seperangkat komputer lengkap dengan pendukungnya. Perangkat lunak yang digunakan adalah )icrosoft 9indo-s 8P sebagai sistem operasi, )+&L+4 5.6 untuk membuat aplikasi sistem kendali dengan PI controller. Penelitian menggunakan data-data sekunder yaitu data angin dari suatu lokasi penelitian di daerah #elayar, Lombok &imur, Nusa &enggara 4arat untuk kondisi lima tahun. Perangkat lunak yang digunakan adalah )icrosoft 9indo-s 8P sebagai sistem operasi, )+&L+4 5.6 untuk membuat aplikasi sistem kendali dengan PI controller. Langkah-langkah penelitian antara lain ; $. Pengumpulan ,ata. 4erdasarkan teori yang dipelajari, data merupakan faktor utama dalam perhitungan, sehingga dibutuhkan data-data kecepatan angin dan data name plate 1enerator dc shunt. 2. )endesain PI controller dengan mengatur arus eksitasi pada 1enerator dc shunt. 2al ini dilakukan dengan dengan; )embuat rangkaian eki(alen 1enerator dc. )enurunkan persamaan matematis 1enerator dc.

.u
R

!ntuk data pertama, u = 5.E5$$$$ kecepatan turbin .H/ =

= 15.77593 radian/detik <ecepatan poros setelah gear boG adalah Im = 15.77593 G 8 = $25.2 E: radian@detik ,engan cara yang sama, data berikutnya dapat dihitung, dan nilai-nilainya dapat dilihat pada &abel
tabel 2. ,ata <ecepatan +ngin &ahun $""E 4!L+N
%anuari Jebruari )aret +pril )ei %uni %uli +gustus #eptember 0ktober Nopember ,esember

7 x6.761111 3

+3+2
N9 9 N9 9 9 # #' 9 #' 9 9 9

<ecepatan angin .u/ .<m@jam/


2:.*: 2*.68 $E.EE $8.$8 $5,8* $5.8E 2 . * $".2$ 2 .6E 2$.E5 2 .2* $8."*

.m@s/
5.E5$$$$ 5.66 :."*5$$$ 6. 6 :.5E6 :.585$$$ 6.8E*88" 6.**5$$$ 6.E$*88" 5. ::::: 6.5$"::: 6.268***

,atatan+ 9=4arat, N9 = barat laut, N= utara, #= selatan, #'=tenggara #umber; 4adan )eteorologi dan 1eofisika #elaparang.

I+a .agus 5er2 &itarsa: Simulasi %e ggu aa %i &o troller Se(agai %e sta(il "ega ga

85

boG terhadap -aktu &abel *. <on(ersi <ecepatan +ngin


<ecepatan angin .<m@%am/ 2:.*: 2*.68 $E.EE $8.$8 $5.8* $5.8E 2 . * $".2$ 2 .6E 2$.E5 2 .2* $8."* .m@s/ 5.E5$$$$ 5.66 :."*5$$$ 6. 6 :.5E6 :.585$$$ 6.8E*88" 6.**5$$$ 6.E$*88" 5. ::::: 6.5$"::: 6.268*** <ecepatan &urbin 3otor - .rad@s/ -m .rad@s/ $6.EE6"* $25.2 E: $6.28*** $22.255E $$.6$E6" "2.$: E: $$.E8*** ":.2555E $ ." 8** 8E.2555E $ ."*:25 8E.:E: E $2."82:$ $ *.86"* $2.:6 "* "".5 E:$ $*.**2:$ $ 5.56"* $:.$ *E $$2.82"5 $*.$$2 : $ :.8"5* $2.25":: "8.$668E

Para&eter Ge(erat%r d! s*u(t' 1enerator dc shunt yang digunakan pada penelitian ini adalah 1enerator dc shunt, dengan data teknis ditampilkan pada table :
Tabel Shunt No
$ 2 * : 6 5 E 8 " $

4. Data teknis parameter Generator dc Parameter


,aya Kos &egangan Jrekuensi <ecepatan &egangan sikat &ahanan jangkar &ahanan medan Induktansi jangkar Induktansi )edan

#imbol
P Pf A f n Abrush 3a 3f La Lf

Nilai
2 <,8 22 Aolt 6 2? $2 rpm .2 Aolt ,2: 0hm $$$ 0hm . $8 henry $ 2enry

4erikut merupakan grafik kecepatan angin, kecepatan turbin dan kecepatan poros setelah gear boG

#umber; Khee-)un 0ng, $""8. 3ynamic %imulation o# 5lectric $achinery, Prentice 2all P&3, Ne- %ersey

M%de# Ra(g$aia( E$ui+a#e( Ge(erat%r d! S*u(t' 3angkaian ekui(alen 1enerator dc shunt ditunjukkan pada gambar

Vbrush Ea IaRa If.Rf

9aktu .detik/

Vt

1ambar :. 1rafik kecepatan angin terhadap -aktu

Beb an

1ambar E. 1ambar 3angkaian ekui(alen 1enerator dc shunt

9aktu .detik/

1ambar 6. 1rafik kecepatan turbin angin terhadap -aktu

4erdasarkan rangkaian eki(alen dasar 1enerator dc shunt .1ambar E/, persamaan tegangan rangkaian stator dan rotor 1enerator dc shunt dapat diturunkan sebagai berikut; PZ Ea = = ka Aolt .$ / 2 a PZ ka = .$$/ 2 a

Ea Ea 0 = ka = m m0 dI f Aolt V f = Vt = I f xR f + L f dt

.$2/ .$*/ .$:/

E a = I a R a + La

dI a + Vt + Vbrush Aolt dt

9aktu .detik/

1ambar 5. 1rafik kecepatan poros setelah gear

<eterangan; 'a = &egangan jangkar .Aolt/ 3a = &ahanan jangkar .0hm/ La = Induktansi jangkar .2enry

8E Dielektrika, 2 324, Agustus 2011

3f Lf At If Ia H > B a ka

= &ahanan medan .0hm/ = Induktansi medan .2/ = &egangan terminal .Aolt/ = +rus jangkar .+mpere/ = +rus jangkar .+mpere/ = <ecepatan sudut .3ad@s/ = fluks per kutub = jumlah penghantar total = jumlah hubungan pararel = konstanta

M%de# Si&u#asi Ge(erat%r d! s*u(t' #imulasi #istem 1enerator ,c #hunt &anpa PI controller dilakukan dengan menggunakan )atlab (ersi 5.6 )-Jile function dan #imulink function yang terintegrasi didalamnya, 1ambar 8 menampilkan simulink 1enerator dc shunt tanpa pengontrolan PI dengan masukan kecepatan sudut rotor yang berubah-ubah dari 8E sampai dengan $25 radian@detik sesuai dengan perubahan putar kecepatan .

1ambar $ . #imulink &egangan <eluaran 1enerator dc #hunt dengan PI controller

!ntuk medapatkan nilai <p dan <i pada penelitian ini digunakan metode trial and error atau metode coba-coba, dengan range konstanta <p dari 6 sampai $ dan range <i sampai $ . ,ari range diatas diperoleh nilai optimal sebagai berikut;
&abel 6. <onstanta PI No
$ 2

PI
Proporsional .P/ Integrator .I/

#imbol
<p <i

Nilai
2 6

1ambar 8. #imulink tegangan keluaran 1enerator dc shunt tanpa PI controller

Si&u#asi Siste& Ge(erat%r d! s*u(t de(ga( PI !%(tr%##er' Persamaan PI Y = K p e + K I edt

,engan persamaan PI diatas dapat dibuat model rangkain untuk PI controller

,engan memasukkan parameter 1enerator dc shunt dan konstanta PI, dapat dibuat model rangkaian generator dc dengan PI controller. 1ambar $ . menampilkan simulink teknik pengontrolan tegangan keluaran generator dc dengan masukan kecepatan rotor yang berubah-ubah dari 8E sampai dengan $25 radian@detik sesuai dengan perubahan kecepatan yang berputar, keluaran dari tegangan generator dc di umpan balikkan dan di bandingkan dengan masukan dari input kecepatan putar rotor, sinyal error akan di inputkan ke PI controller. Hasi# Si&u#asi Siste& Ge(erat%r d! S*u(t Ta()a Pi C%(tr%##er. 1ambar $$. .a/, .b/ dan .c/ berturut-turut merupakan hasil simulasi yang menampilkan karakteristik tegangan, arus medan dan arus jangkar dari 1enerator dc shunt tanpa dikontrol oleh PI controller

1ambar ". )odel 3angkaian PI controller

I+a .agus 5er2 &itarsa: Simulasi %e ggu aa %i &o troller Se(agai %e sta(il "ega ga

88

detik .s/ .a/

detik .s/ .a/

detik .s/ .b/

detik .s/ .b/

detik .s/ .c/


1ambar $$. <arakteristik 1enerator dc #hunt tanpa PI Kontroller .a/ grafik tegangan terhadap -aktu, .b/ grafik arus medan terhadap -aktu dan .c/ grafik arus jangkar terhadap -aktu

detik .s/ .c/


1ambar $2. <arakteristik 1enerator dc #hunt dengan PI Kontroller .a/ grafik tegangan terhadap -aktu, .b/ grafik arus medan terhadap -aktu dan .c/ grafik arus jangkar terhadap -aktu

Hasi# si&u#asi Ge(erat%r d! s*u(t de(ga( PI C%(tr%##er 1ambar $2..a/,.b/ dan .c/ berturut-turut merupakan hasil simulasi yang menampilkan karakteristik tegangan arus, medan dan arus jangkar dari 1enerator dc shunt yang dikontrol oleh PI controller

A(a#isa Ge(erat%r d! S*u(t Ta()a PI C%(, tr%##er' 4erdasarkan 1ambar $$ dengan model sistem tanpa PI controller dapat dilihat bah-a dengan kecepatan rotor yang berubahubah dari 8E sampai dengan $25 radian@detik, maka tegangan keluaran generator dc juga berubah .tidak stabil/ dari sampai dengan $8 (olt, begitu pula dengan arus medan

8" Dielektrika, 2 324, Agustus 2011

yang berfluktuasi pada sampai dengan $,E +mpere dan arus jangkarnya yang berfluktuasi pada sampai dengan *6 +mpere. 2al ini disebabkan oleh kecepatan rotor .Hm/ yang berubah, karena tegangan induksi .'a/ akan sebanding dengan Hm. A(a#isa Ge(erat%r d! S*u(t Siste& de(ga( PI !%(tr%##er' 4erdasarkan grafik $2 diatas seperti model sistem dengan konstanta PI controller dengan nilai <p adalah $ dan <i adalah 6 dapat dilihat bah-a dengan kecepatan sudut rotor yang berubah-ubah dari 8E sampai dengan $25 radian@detik, maka tegangan keluaran dapat distabilkan pada tegangan 22 (olt, arus medan dapat distabilkan pada arus 2 ampere dan arus jangkar generator dc dapat distabilkan pada arus *8 ampere saat dibebani .$5 0hm. ,ari grafik juga dapat diperoleh karakteristik tegangan keluaran sebagai berikut; time rise .tr/ $ detik, -aktu tunda .td/ .6 detik,dan settling time .ts/ $.6 detik, nilai-nilai karakteristik ini ditampilkan pada tabel berikut juga dengan nilai karakteristik arus medan dan arus jangkar.
&abel 5. <arakteristik 1enerator dc #hunt tengan PI controller <arakteristik .detik/ No Parameter &eg. .'a/
$ .6 $.6

KESIMPULAN $. 4erdasarkan hasil dan pembahasan, ternyata PI controller dapat menstabilkan tegangan keluaran generator dc untuk mengatasi perubahan kecepatan angin pada PL& angin, hal ini ditunjukkan oleh grafik tegangan keluaran generator dc yang mencapai kestabilan dengan nilai settling time yang relatif singkat yaitu kurang dari 2 detik pada kedua macam generator dc yang diteliti. 2. Pada sistem pengontrolan tegangan generator dc pada PL& +ngin diperlukan sistem eksitasi pada generator dc. *. 4erdasarkan hasil dan pembahasan dari kedua macam generator dc yang diteliti, 1enerator dc #hunt mencapai kestabilan dengan nilai settling time $.2 detik dengan nilai <p 2 dan <i 6, dan generator dc sinkron mencapai kestabilan dengan nilai settling time .2 detik dengan nilai <p .: dan <i $. DAFTAR RU-UKAN 2and, ).)., $""", L-ind Power Plant 6oltage %tabili2er !sing Pitch Angle PI ,ontroller7, National 3ene-able 'nergy Laboratory #ong, 7.,., et.al., 2 , LNonlinear and +dapti(e +lgorithm to Kontrol 1enerator 0utput AoltageM, 8ournal # -ind 5ngi& neering and Industrial Aerodynamics 9*, 3epartment o# 5lectical 5nginering, !ni& "ersity # 6irginia, ,harlottes"ille. 0gata, <atsuhiko . $"":, LTeknik Kontrol Automatik7 , Penerbit 'rlangga. 3abelo. 4,.and 2ofmann.9.,2 :, L6oltage 4egulator #or 4eacti"e Power ,ontrol on %ynchronous :enerator in -ind 5nergy Power Plants7, N03PI', &rondheim, Nor-ay. ;uhal, $"88, L3asar teknik Tenaga listrik 3an 5lektronika 3aya7, P& 1ramedia

+rus +rus )edan %%ang. .If/ .Ia/


$.2 .E $.E $.2 .6 $.E

$ 2 * : 6

3ise &ime .tr/ ,elay &ime .td/ Peak &ime .tp/ #etling &ime .ts/ )aksimum 0(ershoot .mo(/

4erdasarkan &abel 5 diatas dapat dilihat bah-a keluaran sistem baik tegangan .'a/, arus medan .If/ maupun arus jangkar .Ia/ mempunyai nilai settling time yang relatif besar, yaitu $.6 detik, $.E detik dan $.E detik. 2al ini disebabkan pada 1enerator dc shunt tidak mempunyai sumber luar untuk mensuplai tegangan eksitasi karena generator dc ini adalah jenis generator dc berpenguatan sendiri sehingga pada saat a-al@start tegangan induksi akan bernilai (olt, dan memerlukan -aktu yang cukup lama untuk mencapai nilai tegangan nominalnya, di-samping berusaha untuk mencapai kestabilan tegangan terkait dengan perubahan kecepat-an sudut rotor .