Anda di halaman 1dari 7

Pengambilan sample ( sampling) adalah pemilihan sejumlah item tertentu dari seluruh item yang ada dengan tujuan

mempelajari sebagian item tersebut untuk mewakili seluruh itemnya. Sampling dilakukan karena pertimbangan biaya dan waktu, akan sangat mahal dan lama untuk memeriksa semua item dipopulasi yang jumlahnya cukup banyak.

Banyaknya sampel dikatakan cukup bila hasil evaluasinya akan sama atau mendekati sama kalau diambil sampel yang lebih banyak lagi. Sampel dikatakan mewakili populasinya bila memiliki karakteristik yang sama dengan populasinya. Sampel dikatakan stabil bila hasil evaluasinya mendekati sama untuk sampel-sampel yang lain bila terpilih.

1.

Pengambilan sampel secara keputusan ( judgemental sampling)


Penentuan sampel dan pemilihan masing-masing item sampelnya diambil dengan dasar keputusan yang masuk akalmenurut si pengambil sampel.

2.

Pengambilan sampel secara statistik ( statistic sampling).


Pengambilan sampel didasarkan secara random, sehingga semua item-item dipopulasi mempunyai kesempatan yang sama untuk terpilih sebagai item.

Suatu statistik sampel yang digunakan untuk mengestimasi suatu parameter polulasi disebut pengestimasi ( estimator ).

Langkah-langkah dalam mengestimasi atribut populasi dapat dilakukan sebagai berikut : 1. Tentukan sasaran dari pengambilan sampel. 2. Defenisikanlah polulasinya 3. Defenisikanlah atribut yang akan diperiksa. Misalnya : perhitungan di faktur, nilai di order penjualan =nilai difaktur, nilai di surat pengiriman = nilai di faktur. 4. Menentukan tingkat kesalahan di populasi yang di perkirakan. 5. Tentukan tingkat keyakinan yang diinginkan. 6. Tentukan jumlah dari sampel.

Anda mungkin juga menyukai