Anda di halaman 1dari 25

PROTAP PEMASANGAN IUD

RSUD DR. Soeselo Slawi

PELAYANAN KB IUD INSTALASI RAWAT JALAN


Prosedur :
A. B. Konseling Alat yang disediakan : Spekulum bebek 1 buah Uterus sonde 1 buah IUD CUT 380 A 1 buah Tampon tang 1 buah Tenakulum 1 buah Hanskun steril 2 pasang Kain kasa steril Kom kecil untuk betadine Kom kecil untuk aqua Tempat sampah medis Kom tempat larutan klorin

C. Pemeriksaan panggul
Beritahu Klien supaya buang air kecil dulu Cuci tangan sebelum melakukan pemeriksaan Siapkan klien dengan sopan untuk pemeriksaan panggul dan pakai sarung tangan steril Susun alat-alat dialas tempat steril atau tempat yang sudah di desinfektan Pakai lampu terang untuk melihat serviks Periksa genitalia externa

Masukkan spekulum ke dalam vagina


Periksa adanya cairan vagina Periksa servik dan uretra Ambil spesimen dari sekret vagina dan serviks untuk pemeriksaan mikroskopik bila ada indikasi

Keluarkan spekulum dan letakkan kembali pada tempat alat-alat Lakukan pemeriksaan bimanual : periksa gerakan dari serviks tentukan ukuran bentuk dan posisi uterus periksa apakah ada kehamilan periksa kedua adneksa

Lakukan pemeriksaan ukto vaginal bila ada indikasi Lepaskan sarung tangan dan rendam dalam klorin 0,05 % selama 10 menit

D. Tindakan pra pemasangan Beritahu klien apa yang akan dilakukan Periksa kelengkapan alat-alat yang akan digunakan Masukkan dengan IUD Copper T 380 A didalam kemasannya
buka sebagian dari kemasan masukkan pendorong ke dalam tabung inserter Letakan kemasan pada permukaan yang datar Selipkan kertas pengukur di bawah lengan RJD Sambil memegang kedua ujung lengan IUD dorong tabung inserter sampai ke pangkal lengan, sehingga lengan melipat Setelah sedikit melipat, tarik tabung inserter dari pangkal lengan Angkat sedikit tabung inserter, dorong dan putar untuk memasukkan lengan IUD ke dalam tabung inserter. Lengan IUD dalam tabung inserter jangan lebih dari 5 menit karena akan mengurangi kelenturannya

Pakai kembali sarung tangan yang baru, hilangkan talk dengan kain basah Pasang spekulum dan lihat serviks Usap vagina dan serviks dengan larutan antiseptik Jepit serviks dengan tenkulum secara hati-hati Masukkan sonde uterus secara hati-hati lalu masukkan sonde ke dalam rongga uterus Sekali masuk tanpa menyentuh dinding vagina ataupun bibir spekulum Tentukan ke dalaman rongga uterus dan posisi uterus

Keluarkan sonde uterus dan ukur kedalaman uterus pada tabung insterter yang masih dalam kemasan sterilnya dengan menggeser leher biru pada tabung inserter Masukkan tabung inserter secara hati-hati ke dalam uterus sampai leher rahim dan menyentuh serviks atau sampai terasa adanya tahanan Lepaskan lengan IUD dengan menggunakan withdrawal tehnik yaitu menarik keluar tabung inserter dengan tetap menahan pendorong

Keluarkan pendorong IUD dan tabung inserter didorong kembali ke serviks secara hati-hati sampai atas leher biru Lepaskan tenakulum dengan hati-hati Keluarkan sebagian dari tabung inserter dan gunting benang IUD kurang lebih 3 4 cm Keluarkan seluruh tabung inserter Periksa serviks bila ada perdarahan pada bekas jepitan tenakulum, tekan dengan kasa steril selama 30-60 detik Lepas spekulum

TINDAKAN PASCA PEMASANGAN


Rendam seluruh peralatan yang sudah dipakai kedalam larutan klorin 0,5% selama 10 menit untuk dekontaminasi Buang bahan atau kasa yang sudah dipakai kedalam kantong plastik Buka sarung tangan dan rendam dalam larutan klorin 0,5% selama 10 menit Buat catatan medik

PENCABUTAN IUD PADA KLINIK

A.

Alat yang disediakan

Spekulum bebek 1 buah Uterus sonde 1 buah Tampon tang 1 buah Tenakulum 1 buah Eligator klem 1 buah Pengait 1 buah Hanskun steril 1 pasang Kain kasa steril Kom kecil untuk betadine Kom kecil untuk aqua Tempat sampah medis Kom tempat larutan klorin

B. Pelaksanaan Penderita dipersiapkan dengan posisi litotomi Beritahu penderita apa yang akan kita kerjakan Periksa kembali kelengkapan alat-alat Petugas memakai sarung tangan steril Pasang spekulum sampai OUE terlihat jelas Periksa benang/nadix apakah masih kelihatan Usap porsio dengan betadine Kalau benang (+) tarik benang pelan-pekan sampai IUD tertarik keluar Kalau benang (-) pasang tenakulum pelan-pelan

Masukkan sonde uterus untuk menentukan apakah IUD masih teraba apa tidak Kalau IUD masih teraba dicoba dikeluarkan dengan eligator klem atau pengait IUD Kalau IUD tidak teraba foto dengan sonde uterus Kalau tindakkan selesai, semua alat-alat direndam dalam larutan klorin 0,5% selam 10 menit Petugas cuci tangan Catat semua tindakan di dalam rekam medik

PEMASANGAN IUD PASCA PLASENTA PERSALINAN PERVAGINAM

PROSEDUR
A.

Persiapan Alat dan Bahan yang diperlukan


Alat kontrasepsi copper T 380 A Klem ovarium 1 buah Sarung tangan steril 1 pasang Gunting benang Kain doek steril Tempat tidur/bed persalinan Neerbekken atau baskom bulat Kassa dan cairan povidone iodine 10% secukupnya

B. TEHNIK PEMASANGAN
Pemasangan dilakukan dengan tehnik asepsis dan antisepsis . Cara pemasangan dilakukan dengan tehnik 3x dorong IUD ( push and push ), menggunakan alat kombinasi tabung inserter IUD Copper T 380 A dan ring forceps / klem ovarium

Maksud 3x doronan adalah berupa : Dorongan klem kearah fundus dalam keadaan IUD dan batang pendorong dalam tabung inserter dan dijepit klem ovarium Doronh tabung inserter ke arah fundus dalam keadaan IUD dan batang pendorongan masih dalam tabung inserter sedangkan ujung klem ovarium dalam keadaan terbuka (jarak bukaan 1 2 cm) untuk memberi jalan agar IUD dapat lebih didorong masuk ke arah fundus Dorongan tabung inserter ke arah fundus dalam keadaan IUD dan batang pendorong masih dalam tabung inserter, sedangkan klem ovarium sudah dikeluarkan dari dalam kavum uteri

C. Tahap persiapan ibu setelah plasenta lahir Bersihkan daerah vulva dan perineum, ganjal pantat menggunakan baskom ( bila pemasangan diatas bed partus) Lakukan antisepsis dengan cairan Povidone Iodine 10% pada daerah vulva, perineum, dan pubis Pasang duk steril pada bed partus s/d bawah pantat Pasang duk steril pada atas perut ibu

D. Tahap Pemasangan Eksplorasi sekaligus membersihjan javum uteri, yaitu dengan menggunakan dua jari tangan kanan ( jari tengah dan jari telunjuk), masukkan jari sampai dengan menyentuh fibromuscular junction ( peralihan SBR-korpus uteri) untuk mengeluarkan jendalan darah dan sisa kulit ketuban. Usahakan ujung jari dapat menyentuh dinding fundus uteri

Dengan menggunakan kertas pelindung yang dilipat (yang terdapat dalam kemasan steril IUD), pegang IUD Copper T 380 A , kemudian potong benang IUD sehingga tersisa 6 cm dari ujung batang tengah IUD Masukkan IUD ke dalam tabung inserter (lengan tidak dimasukkan), kemudian batang pendorong juga dimasukkan ke dalam tabung inserter Jepit tabung inserter (yang didalamnya sudah terpasang IUD) dengan menggunakan klem ovarium, lengan horizontal IUD berada diantara kedua ujung klem ovarium, sedangkan lengan inserter sejajar di samping kiri dari lengan klem ovarium. Kemudian letakkan klem diatss duk steril ( pada meja/ diantara kaki ibu)

Masukkan dua jari tangan kanan (jari tengah dan jari telunjuk), sampai minimal menyentuh fibromuscular juction, tangan kiri menahan fundus pada dinding abdomen. Dengan menyusuri telapak tangan dan kedua jari tangan kanan, klem dimasukkan ke dalam vagina menuju kavum uteri secara bertahap, tangan kiri bergantian antara mendorong klem dan mengendalikan posisi uterus dari dinding abdomen, agar ujung klem dapat masuk melewati fibromuscular junctiom dan selanjutnya mencapai fundus uteri. Pada saat ujung tabung inserter sudah melewati fibromuscular junction dan masuk kavum uteri, salah satu tandanya adalah mengalirnya darah melalui tabung inserter

Dengan menggunakan tangan kanan, dorong klem ovarium (=dorongan pertama) sampai benar-benar menekan dinding fundus uteri dan untuk menempatkan IUD pada area yang paling median di fundus, jari tangan kiri menahan fundus uteri dari luar pada dinding abdomen. Buka klem ovarium, dan dipertahankam dalam keadaan terbuka, sehingga jarak bukaan ujung klem 1 2 cm. Kemudian dengan menggunakan jari tangan kiri dorong tabung inserter bersama batang pendorong di dalamnya (= dorongan kedua) agar IUD lebih mendekati fundus

Keluarkan klem ovarium secara perlahan, kemudian dengan menggunakan jari tangan kanan, tabung inserter, dan batang pendorongnya didorong lagi (= dorongan ketiga) lebih menekan fundus, tangan kiri menahan fundus uteri dari luar. Kemudian tabung inserter ditarik keluar perlahan sampai pangkal batang pendorong, keluarkan batang pendorong dari tabung inserter Tarik atau keluarkan tabung inseter dari kavum uteri, dengan tangan kiri mengendalikan fundus uteri dari dinding abdomen agar gesekkan antara dinding dalam tabung inserter dengan batang vertikal IUD seminimal mungkin.