Anda di halaman 1dari 29

ASPEK SOSIAL BUDAYA DALAM MASALAH KESEHATAN DAN SISTEM PELAYANAN KESEHATAN SERTA KEBIJAKAN

OLEH : Ns. Ari Damayanti W, S.Kep

DEFINISI
Berkaitan dgn antropologi. Yang dipelajari dalam Antropologi yaitu Ilmu tentang manusia, yang menyangkut : = Asal usul manusia = Aneka bentuk physic manusia = Adat istiadat = Kepercayaan yg berkembang di masyarakat, pada masa lampau & sekarang

Sasaran Antropologi
Yg dipelajarinya mengenai keanekaragaman fisik, kebudayaan, sistem pengobatan masyarakat

TUJUAN MEMPELAJARI ANTROPOLOGI


1.Tujuan Akademis Mencapai pengertian dan mempelajari ttg manusianya, bentuk physiknya sistem kesehatan, pengobatan dan perkembangan kebudayaan 2. Tujuan Praktis Antropologi dlm pembangunan Masyarakat pedesaan, memberi sumbangan dalam penelitian serta memberi data, mengenai: + tentang sehat dan sakit, + masalah kesehatan di desa tb + masalah dukun, obat tradisional, + masalah kebiasaan makan& pantangnya

Perilaku manusia mempengaruhi cepat tidaknya atau tdk berfungsinya faktor-faktor dalam menyebarkan organisme2 penyebab penyakit dlm suatu lingkungan ekologis dan sosial tertentu. Antropologi Kesehatan, sbg disiplin Biobudaya berperhatian utk aspek biologis, aspek ekologis & aspek sosiobudaya dengan perilaku manusia yg berpengaruh atas kesehatan& penyakit,

KAITAN ANTARA KEBUDAYAAN DAN PERILAKU


Terkait sangat erat dgn kebudayaan/kepercayaan, pengetahuan, nilai-nilai dlm masyarakat, normanorma dlm lingkungan sosial, dan berkait erat dgn etiologi penyakit, pencegahan penyakit, serta pengobatan. Yg diwujudkan dalam kegiatanperawatan kesehatan yg berjalan dlm satu atau banyak sistem sosial pelayanan kesehatan

Cont
Penyakit Asal mula penyakit (mnrt anggapan masyarakat setempat), Sebab sakit, Bagaimana pengobatannya, = tipe-tipe penyembuhan = yang ikut membantu pelaksanaan penyembuhan = ketrampilan perawat = peranan sosial dari masyarakatnya

Konsep kausalitas, sehat sakit

adanya penyakit (disease) ada sebabnya

bentuknya 1. personalitik 2. naturalistik

Sistem medis personalistik (supra natural) Yi suatu sistem, dimana (illness) disebabkan oleh intervensi dari suatu agent yg aktif, berbentuk: 1. mahkluk supranatural (mahkluk gaib atau dewa) 2. mahkluk bukan manusia (hantu, roh leluhur atau roh jahat

Sistem Naturalistik (Nonsupranatural)


Yi, (illness) yg dijelaskan dgn istilah sistematik yang bukan pribadi. Bentuknya sbg suatu model gangguan seimbangan. Sehat terjadi adanya keseimbangan antara unsur tetap dlm tubuh, spt panas & dingin, cairan tubuh. Semuanya berada dlm keadaan seimbang dan tergantung dari usia, kondisi individu dlm lingkungan alamiah & lingk. Sosial.

Cont
Etiologi Nonsupranatural: Yaitu Berkaitan dengan sebab akibat yang dapat di observasi. Etiologi Supranatural, Yaitu asal usul penyakit (disease), yang meliputi : * kekuatan dahsyat, * agentagent * tenung * sihir * masuk roh jahat * Mata jahat

SISTEM PELAYANAN KESEHATAN


Menurut Dubois & Miley (2005 : 317) :

Sistem pelayanan kesehatan merupakan jaringan pelayanan interdisipliner, komprehensif, dan kompleks, terdiri dari aktivitas diagnosis, treatmen, rehabilitasi, pemeliharaan kesehatan dan pencegahan untuk masyarakat pada seluruh kelompok umur dan dalam berbagai keadaan. Berbagai sistem pelayanan kesehatan meliputi : pelayanan kesehatan masyarakat, rumah sakit-rumah sakit, klinik-klinik medikal, organisasi-organisasi pemeliharaan kesehatan, perawatan dalam rumah, klinik kesehatan mental, dan pelayanan rehabilitasi.

LANJUTAN SISTEM PELAYANAN


Menurut Johntson, M. (1988: 7 - 18) Sistem kesehatan terbagi ke dalam subsitem: 1) 2) Yang menitikberatkan pada pelayanan kuratif Yang menitikberatkan pada pelayanan promotif dan preventif

Visi Pembangunan Kesehatan

Gambaran keadaan masyarakat Indonesia di masa depan atau Visi yang ingin dicapai melalui pembangunan kesehatan dirumuskan dalam INDONESIA SEHAT 2010

Lanjutan

Dalam Indonesia Sehat 2010, lingkungan yang diharapkan adalah yang kondusif bagi terwujudnya keadaan sehat yaitu lingkungan yang bebas dari polusi, tersedianya air bersih, sanitasi lingkungan yang memadai, perumahan dan pemukiman yang sehat, perencanaan kawasan yang berwawasan kesehatan serta terwujudnya kehidupan masyarakat yang saling tolong menolong dengan memelihara nilai-nilai budaya bangsa.

Lanjutan

Perilaku masyarakat Indonesia Sehat 2010 yang diharapkan adalah yang bersifat proaktif untuk memelihara dan meningkatkan kesehatan, mencegah resiko terjadinya penyakit, melindungi diri dari ancaman penyakit serta berpartisipasi aktif dalam gerakan kesehatan masyarakat

Untuk mewujudkan INDONESIA SEHAT 2010, ada empat misi pembangunan kesehatan
Menggerakkan pembangunan nasional berwawasan kesehatan Mendorong kemandirian masyarakat untuk hidup sehat Memelihara dan meningkatkan pelayanan kesehatan yang bermutu, merata dan terjangkau. Memelihara dan meningkatkan kesehatan individu, keluarga dan masyarakat beserta

lingkungannya

Sistem Kesehatan Nasional

Untuk menjamin tercapainya tujuan pembangunan kesehatan, diperlukan dukungan Sistem Kesehatan Nasional yang tangguh. Di Indonesia, Sistem Kesehatan Nasional (SKN) telah ditetapkan pada tahun 1982. SKN secara terus menerus mengalami perubahan sesuai dengan dinamika masyarakat

Pengertian SKN

Suatu tatanan yang menghimpun berbagai upaya bangsa Indonesia secara terpadu dan saling mendukung guna menjami derajat kesehatan yang setinggi-tingginya sebagai perwujudan kesejahteraan umum seperti dimaksud dalam Pembukaan UUD 1945. Dari rumusan pengertian di atas, jelaslah SKN tidak hanya menghimpun upaya sektor kesehatan saja melainkan juga upaya dari berbagai sector lainnya termasuk masyarakat dan swasta. Sesungguhnyalah keberhasilan pembangunan kesehatan tidak ditentukan hanya oleh sektor kesehatan.

Tujuan SKN

Terselenggaranya pembangunan kesehatan oleh semua potensi bangsa, baik masyarakat, swasta maupun pemerintah secara sinergis, berhasilguna dan berdaya-guna, sehingga tercapai derajat kesehatan masyarakat yang setinggi-tingginya.

Maksud dan Kegunaan Sistem Kesehatan Nasional

Penyusunan SKN dimaksudkan untuk dapat dipergunakan sebagai landasan, arah dan pedoman penyelenggaraan pembangunan kesehatan baik oleh masyarakat, swasta maupun oleh pemerintah (pusat, provinsi, kabupaten/kota) serta pihak pihak terkait lainnya.

Indikator pencapaian SKN ditentukan oleh dua determinan

Pertama, status kesehatan yakni yang menunjuk pada tingkat kesehatan yang Kedua, tingkat ketanggapan (responsiveness) system kesehatan yakni yang menunjuk pada kemampuan SKN dalam memenuhi harapan masyarakat tentang bagaimana mereka ingin diperlakukan dalam memperoleh pelayanan kesehatan. Hasil yang diperoleh untuk indikator ini menempatkan Indonesia pada urutan ke 106 dari 191 negara anggota WHO yang dinilai.

Indikator kinerja SKN ditentukan oleh tiga determinan

Pertama, distribusi tingkat kesehatan di suatu negara ditinjau dari kematian Balita. Kedua, distribusi ketanggapan (responsiveness) sistem kesehatan ditinjau dari harapan masyarakat. Ketiga, distribusi pembiayaan kesehatan ditinjau dari penghasilan keluarga. Hasil yang diperoleh untuk indikator ini menempatkan Indonesia pada urutan ke 92 dari 191 negara anggota WHO yang dinilai

Prinsip-Prinsip SKN

Perikemanusiaan Hak Asasi Manusia Adil dan Merata Pemberdayaan dan Kemandirian Masyarakat Kemitraan Pengutamaan dan Manfaat Tata kepemerintahan yang baik

SKN terdiri dari enam subsistem, yakni:

Subsistem Upaya Kesehatan (kuratif/rehabilitatif, promotif dan pencegahan) Subsistem Pembiayaan Kesehatan Subsistem Sumberdaya Manusia Kesehatan Subsistem Obat dan Perbekalan Kesehatan Subsistem Pemberdayaan Masyarakat Subsistem Manajemen Kesehatan

Subsistem Upaya Kesehatan

Subsistem kuratif (di Indonesia) meliputi : 1) Praktek partikelir seorang dokter dan praktek dokterdokter dalam klinik spesialis yang memiliki laboratorium, alat-alat rotgen dan sebagainya serta melakukan konsultasi bersama. 2) Perawatan kesehatan kelompok, seperti yayasan kesehatan, perawatan kesehatan atau pengobatan yang disediakan perusahaan, pabrik, instansi pemerintah, sekolah atau persatuan perburuhan. 3) Rumah sakit, klinik termasuk balai pengobatan dalam puskesmas dan lembaga-lembaga kesehatan besar. 4) Ahli-ahli farmasi. Pelayanan kuratif diselenggarakan oleh pemerintah maupun swasta.

Subsistem Upaya Kesehatan

Subsistem promotif dan preventif (di Indonesia) :

Upaya promotif dan preventif yang dilakukan pemerintah antara lain : 1) Program Kesehatan Masyarakat Desa, seperti latihan kader kesehatan, pembentukan dana sehat, penyuluhan kesehatan, penyediaan air bersih, peningkatan kesehatan lingkungan, taman gizi, pemanfaatan pekarangan 2) Upaya perbaikan gizi keluarga 3) Posyandu yang memberikan pelayanan ; (keluarga berencana, gizi, kesehatan ibu dan anak, immunisasi).

Kebijakan Kesehatan Level Internasional


Kesehatan bagi semua orang (health for all) Kesehatan merupakan Hak Asasi Manusia

Setiap kesuksesan selalu diawali dengan Impian, bermimpilah setinggi-tingginya, setelah bermimpi segeralah menggerakan kedua tangan dan kaki kita untuk menanggapinya Jangan takut impian kita tidak tercapai, asal ada tekad, kemampuan, usaha, berdoa