Anda di halaman 1dari 56

FISIOLOGI OLAHRAGA

dr. Simon Marpaung, M.Kes Departemen Fisiologi Fakultas Kedokteran Universitas Methodist Indonesia Medan
1

Fisiologi Olahraga
Fisiologi olahraga merupakan suatu pembahasan mengenai batas tertinggi bagi beberapa mekanisme tubuh untuk menerima stress. Contoh : Seseorang dengan demam yang sangat tinggi, mendekati tingkat yang mematikan, metabolisme tubuh meningkat sampai 100% di atas normal. Pembandingnya, metabolisme tubuh selama lari maraton dapat meningkat sampai 2000% di atas normal.
2

Atlet Pria dan Wanita


Pada umumnya, sebagian besar nilai kuantitatif untuk wanita seperti kekuatan otot, ventilasi paru, dan curah jantung, yang semuanya berkaitan dengan massa otot bervariasi antara dua pertiga dan tiga perempat dari nilai yang didapatkan pada pria. Berdasarkan kekuatan per sentimeter persegi dari suatu area potongan melintang, otot wanita dapat mencapai tekanan maksimum kontraksi yang hampir tepat sama dengan
3

tekanan maksimum kontraksi yang dihasilkan oleh pria antara 3 dan 4 kg/cm2. Oleh karena itu, sebagian besar perbedaan kemampuan kerja otot secara keseluruhan terletak pada persentase tambahan tubuh pria yaitu otot, yang disebabkan perbedaan endokrin. Atlet wanita unggulan mempunyai kecepatan lari 11% lebih rendah daripada kemampuan atlet pria unggulan. Pada perlombaan lain, atlet wanita mempunyai catatan rekor yang lebih baik daripada atlet pria contohnya,
4

Untuk lomba renang dua arah menyeberangi Terusan Inggris yang menguntungkan bagi atlet wanita karena ketersediaan jaringan lemak tambahan yang berguna untuk menahan panas, daya apung, dan tambahan energi jangka panjang. Testosteron yang disekresi oleh testis pria memiliki efek anabolik yang kuat terhadap penyimpanan protein yang sangat besar di setiap tempat dalam tubuh, namun terutama di dalam otot. Bahkan, pria yang sangat
5

sedikit melakukan aktivitas olahraga tetapi memiliki testosteron yang banyak, akan memiliki otot yang akan tumbuh sekitar 40% lebih besar daripada otot pasangan wanitanya yang tanpa testosteron. Estrogen diketahui meningkatkan penimbunan lemak pada wanita, terutama pada payudara, paha, dan jaringan subkutan. Sedikitnya, alasan ini sebagian timbul karena rata-rata wanita yang bukan atlet memiliki komposisi lemak tubuh kira-kira 27%
6

berlawanan dengan pria yang bukan atlet, yang memiliki komposisi lemak tubuh sebanyak 15%.

Otot dalam Latihan Kekuatan, Daya, dan Ketahanan Otot


Penentu akhir kesuksesan adalah apa yang dapat dilakukan otot bagi tubuh besarnya kekuatan yang diberikan otot sewaktu melakukan kerja, dan berapa lama otot dapat melanjutkan aktivitasnya. Kekuatan sebuah otot ditentukan terutama oleh ukurannya, dengan suatu daya kontraktilitas maksimum antara 3 dan 4 kg/cm2 pada satu daerah potongan melintang
8

otot. Seorang manusia yang disuplai sejumlah testosteron normal yang telah membesarkan ototnya melalui suatu program latihan kerja akan memiliki kekuatan otot yang bertambah. Kerja mekanis yang dilakukan oleh otot adalah jumlah gaya yang diterapkan pada otot dikali dengan jarak yang timbul akibat penggunaan gaya tersebut. Daya kontraksi otot berbeda dari kekuatan otot, karena daya merupakan suatu pengukuran dari jumlah total kerja yang dilakukan oleh otot dalam
9

satu satuan waktu. Oleh karena itu, daya ditentukan tidak hanya oleh kekuatan kontraksi otot dan jumlah otot yang berkontraksi setiap menit. Daya otot biasanya diukur dalam kilogram meter (kg-m) per menit, yaitu satu otot yang dapat mengangkat berat 1 kilogram sampai pada ketinggian 1 meter atau satu otot yang dapat menggerakkan beberapa benda secara menyamping melawan gaya sebesar 1 kilogram untuk jarak 1 meter dalam 1 menit dikatakan memiliki daya
10

sebesar 1 kg-m/menit. Pengukuran lain dari penampilan otot adalah ketahanan. Ketahanan ini bergantung kepada dukungan nutrisi terhadap otot terlebih lagi kandungan glikogen yang tersimpan dalam otot sebelum periode latihan. Seseorang yang menjalankan diet tinggi karbohidrat menyimpan lebih banyak glikogen di dalam otot daripada seseorang yang menjalankan diet campuran maupun diet tinggi lemak.
11

Sistem Metabolik Otot dalam Latihan


Di dalam otot terdapat sistem metabolik dasar yang sama seperti di dalam semua bagian tubuh yang lain. Pengukuran kuantitatif yang khusus dari aktivitas ketiga sistem metabolik sangat penting dalam memahami batasan aktivitas fisik. Sistem ini adalah : 1. Sistem fosfokreatin kreatin. 2. Sistem glikogen asam laktat. 3. Sistem aerobik.
12

Adenosin Trifosfat
Sumber energi sebenarnya yang digunakan untuk kontraksi otot adalah adenosin trifosfat (ATP). Ikatan yang melekatkan dua fosfat radikal terakhir kepada molekul, yang dilambangkan dengan simbol ~ adalah ikatan fosfat berenergi tinggi. Setiap ikatan ini menyimpan 7300 kalori energi per mol ATP di bawah kondisi standar. Bila satu fosfat radikal dipindahkan, lebih dari 7300 kalori energi
13

dilepaskan untuk menggerakkan proses kontraksi otot. Bila fosfat radikal kedua dipindahkan, masih terdapat 7300 kalori lagi. Pemindahan fosfat yang pertama mengubah ATP menjadi adenosisn difosfat (ADP), dan pemindahan fosfat yang kedua mengubah ADP ini menjadi adenosin monofosfat (AMP). Jumlah ATP yang terdapat di dalam otot, bahkan di dalam otot seorang atlet yang terlatih dengan baik, hanya cukup untuk mempertahankan daya otot yang maksimal
14

selama 3 detik, kecuali untuk waktu beberapa detik, penting bahwa ATP yang baru terus menerus harus dibentuk, bahkan selama perlombaan atletik yang singkat. Seluruh sistem metabolik mendemonstrasikan pemecahan ATP yang pertama menjadi ADP dan kemudian menjadi AMP, dengan pelepasan energi ke otot untuk kontraksi. Pada sisi sebelah kiri gambar ditunjukkan ketiga sistem metabolik yang menyuplai ATP secara terus menerus di dalam serabut otot.
15

Sistem Energi Fosfokreatin Kreatin


Fosfokreatin (kreatin fosfat) adalah senyawa kimia lain yang mempunyai ikatan fosfat berenergi tinggi, dengan rumus sebagai berikut : Kreatin ~ PO3Senyawa ini dapat dipecah menjadi kreatin dan ion fosfat, dan sewaktu dipecahkan akan melepaskan energi dalam jumlah besar. Sebenarnya, ikatan fosfat berenergi tinggi dari fosfokreatin mempunyai energi yang lebih banyak dibandingkan ATP, 10300 kalori per
16

mol dibandingkan dengan 7300. Oleh karena itu, fosfokreatin dengan mudah menyediakan energi yang cukup untuk membentuk kembali ikatan fosfat berenergi tinggi dari ATP. Kebanyakan sel otot mempunyai fosfokreatin dua atau empat kali lebih banyak dibandingkan ATP. Suatu karakteristik khusus dari energi yang dihantarkan oleh fosfokreatin ke ATP adalah bahwa penghantaran tersebut terjadi dalam waktu yang sangat singkat. Oleh karena itu, semua energi yang disimpan di
17

dalam fosfokreatin otot dengan segera tersedia untuk kontraksi otot, seperti energi yang disimpan dalam ATP. Jumlah gabungan dari sel ATP dan sel fosfokreatin disebut sistem energi fosfagen. Keduanya bersamasama dapat menyediakan daya otot maksimal selama 8 sampai 10 detik, hampir cukup untuk lari 100 meter. Jadi, energi dari sistem fosfagen digunakan untuk ledakan singkat tenaga otot yang maksimum.
18

Sistem Glikogen Asam Laktat


Glikogen yang disimpan di dalam otot dapat dipecah menjadi glukosa dan glukosa tersebut kemudian digunakan untuk energi. Tahap awal dari proses ini, yang disebut glikolisis, terjadi tanpa penggunaan oksigen, disebut sebagai metabolisme anaerobik. Selama glikolisis, setiap molekul glukosa dipecah menjadi dua molekul asam piruvat, dan energi dilepaskan untuk membentuk empat molekul ATP untuk setiap molekul
19

glukosa asal. Biasanya, asam piruvat akan masuk ke mitokondria sel otot dan bereaksi dengan oksigen untuk membentuk lebih banyak molekul ATP. Bila tidak terdapat oksigen yang cukup untuk melangsungkan metabolisme glukosa tahap kedua (tahap oksidatif) ini, sebagian besar asam piruvat lalu akan diubah menjadi asam laktat, yang berdifusi keluar dari sel otot masuk ke dalam cairan interstisial dan darah. Banyak glikogen otot berubah menjadi asam laktat, tetapi
20

sejumlah ATP yang sangat banyak dibentuk seluruhnya tanpa memakai oksigen. Sistem glikogen asam laktat dapat membentuk molekul ATP kira-kira 2,5 kali lebih cepat daripada yang dilakukan oleh mekanisme oksidatif mitokondria. Mekanisme glikolisis anaerob ini dapat digunakan sebagai sumber energi yang cepat. Sistem ini hanya kira-kira setengah kali lebih cepat dari sistem fosfagen. Di bawah kondisi optimal, sistem glikogen asam laktat dapat menyediakan
21

aktivitas otot yang maksimal selama 1,3 sampai 1,6 menit sebagai tambahan terhadap waktu 8 sampai 10 detik yang disediakan oleh sistem fosfagen.

22

Sistem Aerobik
Sistem aerobik adalah oksidasi bahan makanan di dalam mitokondria untuk menghasilkan energi. Glukosa, asam lemak, dan asam amino dari makanan setelah melalui beberapa proses perantara bergabung dengan oksigen untuk melepaskan sejumlah energi yang sangat besar yang digunakan untuk mengubah AMP dan ADP menjadi ATP. Jadi, seseorang dapat dengan mudah melihat bahwa sistem fosfagen adalah
23

sistem yang digunakan oleh otot untuk ledakan daya selama beberapa detik, dan sistem aerobik diperlukan untuk aktivitas atletik yang lama. Diantara keduanya adalah sistem glikogen asam laktat, yang terutama penting untuk memberikan tenaga tambahan selama perlombaan menengah seperti lari 200 sampai 800 meter.

24

Pemulihan Sistem Metabolisme Otot Setelah Kerja Fisik


Dengan cara yang sama, energi dari fosfokreatin dapat digunakan untuk membentuk kembali ATP, energi dari sistem glikogen asam laktat dapat digunakan kembali untuk membentuk baik fosfokreatin maupun ATP. Dan kemudian energi dari metabolisme oksidatif sistem aerobik dapat digunakan untuk membentuk kembali semua sistem yang lain ATP, fosfokreatin, dan
25

sistem glikogen asam laktat. Hal ini sangat penting karena asam laktat menyebabkan kelelahan yang sangat hebat. Bila tersedia jumlah energi yang adekuat dari metabolisme oksidatif, pemindahan asam laktat dicapai dalam dua cara, yaitu : 1. Satu bagian kecil dari asam laktat diubah kembali menjadi asam piruvat dan kemudian dimetabolisme secara oksidatif oleh seluruh jaringan tubuh. 2. Sisa asam laktat diubah kembali menjadi glukosa terutama di dalam hati, dan
26

glukosa selanjutnya digunakan untuk melengkapi penyimpanan glukosa di dalam otot.

27

Pemulihan Sistem Aerobik Setelah Kerja Fisik


Bahkan selama tahap awal kerja fisik berat, satu bagian dari kemampuan energi aerobik seseorang akan berkurang. Keadaan ini disebabkan oleh dua efek, yaitu : 1. Yang disebut sebagai hutang oksigen. 2. Pengurangan cadangan glikogen otot.

28

Hutang Oksigen
Tubuh normalnya mengandung kira-kira 2 liter cadangan oksigen yang dapat digunakan untuk metabolisme aerobik bahkan tanpa menghirup oksigen baru. Cadangan oksigen terdiri dari : 1. 0,5 liter udara di dalam paru-paru. 2. 0,25 liter yang larut dalam cairan tubuh. 3. 1 liter bergabung dengan hemoglobin di dalam darah. 4. 0,3 liter disimpan dalam serabut otot
29

sendiri, bergabung terutama dengan mioglobin, satu bahan kimia pengikat oksigen yang mirip dengan hemoglobin. Pada kerja fisik yang berat, hampir semua cadangan oksigen ini digunakan dalam waktu satu menit atau lebih untuk metabolisme aerobik. Setelah kerja fisik selesai, cadangan oksigen ini harus digantikan dengan menghirup tambahan jumlah oksigen melebihi dan di atas kebutuhan normal. Sebagai tambahan, kira-kira lebih dari 9 liter oksigen
30

harus dikonsumsi untuk menghasilkan pembentukan kembali sistem fosfagen dan sistem asam laktat. Semua tambahan oksigen ini yang harus dibayar kembali kira-kira sebanyak 11,5 liter, disebut sebagai hutang oksigen. Selama 4 menit pertama, orang bekerja dengan berat, dan kecepatan ambilan oksigen meningkat lebih dari 15 kali. Kemudian, bahkan setelah kerja fisik selesai, ambilan oksigen masih tetap di atas normal, pada
31

awalnya sangat tinggi sementara tubuh membentuk kembali sistem fosfagen dan membayar kembali bagian cadangan oksigen, dan kemudian untuk 40 menit berikutnya dengan kecepatan yang lebih rendah selama tubuh memindahkan asam laktat. Bagian pertama dari hutang oksigen disebut hutang oksigen alaktasid dan jumlahnya kira-kira 3,5 liter. Bagian yang selanjutnya disebut hutang oksigen asam laktat dan jumlahnya kira-kira sampai 8 liter.
32

Pemulihan Glikogen Otot


Pemulihan pengurangan glikogen otot akibat kelelahan bukan merupakan masalah yang sederhana. Pemulihan ini sering membutuhkan waktu berhari-hari, bukan beberapa detik, menit, maupun jam untuk pemulihan sistem metabolisme fosfagen dan asam laktat. Proses pemulihan ini yang terjadi dalam tiga keadaan, yaitu : 1. Pada orang yang menjalani diet tinggi karbohidrat.
33

2. Pada orang yang menjalani diet tinggi lemak tinggi protein. 3. Pada orang yang tidak makan. Pada orang yang menjalani diet tinggi karbohidrat, pemulihan sempurna terjadi kirakira dalam 2 hari. Orang yang menjalani diet tinggi lemak/tinggi protein atau tidak makan menunjukkan pemulihan yang sangat sedikit bahkan setelah 5 hari. Pesan yang ingin disampaikan adalah : 1. Bahwa penting bagi seorang atlet untuk
34

memiliki diet tinggi karbohidrat sebelum mengikuti perlombaan atletik yang sangat melelahkan. 2. Tidak berpartisipasi dalam latihan yang melelahkan selama 48 jam sebelum perlombaan.

35

Zat Gizi yang Digunakan Selama Aktivitas Otot


Pemakaian karbohidrat dalam jumlah besar selama latihan, terutama selama tahap awal latihan, otot menggunakan sejumlah besar lemak sebagai energi dalam bentuk asam lemak dan asam asetoasetat dan otot lebih sedikit menggunakan prtein dalam bentuk asam amino. Pada perlombaan ketahanan atletik yang berlangsung lebih dari 4 sampai 5 jam, cadangan glikogen otot hampir habis
36

secara menyeluruh dan hanya menjadi sedikit digunakan sebagai energi kontraksi otot. Otot sekarang bergantung pada energi dari sumber lain, terutama dari lemak. Selama kerja, fisik melelahkan yang lama di bawah tiga kondisi diet yang berlainan, yaitu : diet tinggi karbohidrat, diet campuran, dan diet tinggi lemak. Kebanyakan energi didapatkan dari karbohidrat selama beberapa detik atau menit pertama kerja fisik, tetapi sewaktu timbul kelelahan, 60% 85% energi
37

lebih banyak didapatkan dari lemak daripada dari karbohidrat. Glikogen yang disimpan dalam hati hampir sama dengan yang disimpan dalam otot, dan glikogen ini dapat dilepaskan ke dalam darah dalam bentuk glukosa, kemudian diambil oleh otot sebagai sumber energi. Sebagai tambahan, larutan glukosa yang diberikan pada seorang atlet untuk diminum selama berlangsungnya perlombaan atletik dapat memberi sejumlah 30% 40% energi yang
38

diperlukan selama perlombaan yang lama seperti lari maraton. Jika tersedia glikogen otot dan glukosa darah, keduanya merupakan pilihan bahan energi untuk aktivitas otot yang hebat. Dalam perlombaan ketahanan jangka panjang, kita dapat mengharapkan lemak memasok lebih dari 50% energi yang dibutuhkan setelah kirakira 3 sampai 4 jam pertama.

39

Pengaruh Latihan Atletik Pada Otot dan Kinerja Otot Pentingnya Latihan Daya Tahan yang Maksimum
Perkembangan otot selama latihan atletik adalah sebagai berikut : otot yang bekerja tanpa beban, walaupun dilatih berjam-jam, kekuatannya hanya sedikit meningkat. Kekuatan otot yang berkontraksi lebih dari 50% gaya kontraksi maksimum akan berkembang dengan cepat bahkan bila

40

kontraksi dilakukan hanya beberapa kali setiap harinya. Dengan menggunakan prinsip ini, percobaan memperbesar otot menunjukkan bahwa enam kontraksi otot yang mendekati maksimal, yang dilakukan dalam tiga set tiga hari seminggu kira-kira akan memberi peningkatan kekuatan otot yang maksimum tanpa mengakibatkan kelelahan otot yang kronis. Kekuatan otot meningkat kira-kira 30% selama 6 8 minggu pertama, tetapi hampir mencapai
41

pendataran setelah waktu tersebut. Bersama dengan peningkatan kekuatan ini, didapatkan perkiraan peningkatan kekuatan ini, didapatkan perkiraan peningkatan persentase massa otot yang sebanding, yang disebut hipertrofi otot. Pada usia tua, banyak orang menjadi sangat kurang bergerak, sehingga otot-ototnya menjadi sangat atrofi. Pada keadaan ini, latihan otot sering meningkatkan kekuatan otot lebih dari 100%.
42

Hipertrofi Otot
Ukuran rata-rata otot seseorang terutama ditentukan oleh hereditas ditambah kadar sekresi testosteron, yang pada pria, akan menyebabkan otot yang lebih besar daripada wanita. Dengan latihan, otot dapat mengalami hipertrofi, mungkin bertambah sebanyak 30% 60%. Kebanyakan hipertrofi ini lebih disebabkan oleh peningkatan diameter serabut otot daripada oleh peningkatan jumlah serabut, tetapi hal ini tidak semuanya
43

benar, karena beberapa serabut otot yang sangat membesar diyakini memisah di tengah, di seluruh panjang otot untuk membentuk serabut-serabut yang seluruhnya baru, sehingga sedikit meningkatkan jumlah serabutnya. Serabut otot yang hipertrofi itu sendiri meliputi : 1. Peningkatan jumlah miofibril, sebanding dengan derajat hipertrofi. 2. Peningkatan enzim-enzim mitokondria sampai 120%.
44

3. Peningkatan komponen sistem metabolisme fosfagen, termasuk ATP dan fosfokreatin sebanyak 60% 80%. 4. Peningkatan cadangan glikogen sebanyak 50%. 5. Peningkatan cadangan trigliserida (lemak) sebanyak 75% 100%. Akibat semua perubahan ini, kemampuan sistem metabolik aerob dan anaerob meningkat, terutama meningkatkan kecepatan oksidasi maksimum dan efisiensi sistem metabolisme oksidatif sebanyak 45%.
45

Serabut Otot Berkedut Cepat dan Berkedut Lambat


Semua otot mempunyai persentase yang bervariasi antara serabut otot yang berkedut cepat dan serabut otot yang berkedut lambat. Contoh : otot gastroknemius memiliki jumlah serabut berkedut cepat lebih banyak, yang memberi kemampuan untuk melakukan jenis kontraksi yang sangat kuat dan cepat seperti waktu melompat. Sebaliknya, otot soleus mempunyai lebih banyak serabut berkedut
46

lambat sehingga digunakan untuk aktivitas otot tungkai bawah yang lama. Perbedaan dasar antara serabut kedutan cepat dengan kedutan lambat adalah sebagai berikut : 1. Serabut berkedut cepat mempunyai diameter dua kali lebih besar. 2. Enzim yang meningkatkan pelepasan energi secara cepat dari sistem energi fosfagen dan glikogen asam laktat pada serabut berkedut cepat adalah dua sampai tiga kali lebih aktif daripada serabut
47

berkedut lambat, sehingga membuat daya maksimal yang dapat dicapai dalam waktu sangat singkat oleh serabut berkedut cepat dua kali lebih besar daripada serabut berkedut lambat. 3. Serabut berkedut lambat terutama dibentuk untuk ketahanan, khususnya untuk pembentukan energi aerobik. Serabut ini memiliki mitokondria yang jauh lebih banyak daripada serabut berkedut cepat. Selain itu, serabut berkedut lambat mengandung lebih banyak mioglobin, suatu protein mirip hemoglobin yang
48

bergabung dengan oksigen dalam serabut otot; mioglobin tambahan ini meningkatkan kecepatan difusi oksigen di seluruh serabut dengan membawa oksigen pulang pergi dari satu molekul mioglobin ke mioglobin yang lain. Enzim sistem metabolisme aerob jauh lebih aktif pada serabut berkedut lambat daripada pada serabut berkedut cepat. 4. Jumlah kapiler di seluruh serabut berkedut lambat lebih banyak daripada di seluruh serabut berkedut cepat.
49

Kesimpulannya, serabut berkedut cepat dapat memberikan tenaga yang sangat besar selama beberapa detik sampai satu menit atau lebih. Sebaliknya, serabut berkedut lambat menyediakan daya tahan, memberikan kekuatan kontraksi yang lebih lama, lebih dari beberapa menit sampai berjam-jam.

50

Perbedaan Herediter Antara Serabut Otot Berkedut Cepat dengan Serabut Berkedut Lambat pada Atlet
Pada beberapa orang serabut berkedut cepatnya jauh lebih banyak daripada serabut berkedut lambat dan yang lain memiliki serabut berkedut lambat lebih banyak. Keadaan ini dapat menentukan seberapa jauh kemampuan atletik dari individu yang berbeda. Keadaan ini hampir seluruhnya ditentukan oleh warisan genetik, dan
51

selanjutnya membantu menentukan jenis olahraga apa yang paling sesuai untuk masing-masing orang : beberapa orang dilahirkan sebagai pelari maraton, yang lain dilahirkan sebagai pelari cepat dan pelompat.

52

Pernafasan Dalam Latihan


Walaupun kemampuan pernafasan seseorang secara relatif bersifat kecil bila dibandingkan dengan penampilan jenis atletik cepat, pernafasan merupakan hal yang penting untuk penampilan maksimum paca atletik yang membutuhkan daya tahan.

53

Konsumsi Oksigen dan Ventilasi Paru dalam Latihan


Konsumsi oksigen normal pada pria dewasa muda sewaktu istirahat adaalh sekitar 250 ml/menit. Tetapi, pada keadaan maksimum, hal ini dapat ditingkatkan sampai sekitar nilai rata-rata. Konsumsi oksigen dan ventilasi paru total meningkat sekitar 20 kali antara keadaan istirahat dan latihan dengan Intensitas maksimum pada seorang atlet yang terlatih dengan baik.
54

Batas Ventilasi Paru


Seberapa berat stress yang diberikan pada sistem pernafasan kita selama latihan? Kapasitas pernafasan maksimum adalah sekitar 50% lebih besar daripada ventilasi paru-paru yang sesungguhnya selama latihan maksimum. Keadaan ini menyediakan suatu elemen keamanan bagi atlet, memberi ventilasi tambahan yang dapat digunakan pada kondisi seperti : 1. Latihan pada tempat yang sangat tinggi.
55

2. Latihan pada kondisi yang sangat panas. 3. Abnormalitas sistem pernafasan. Hal yang penting adalah bahwa sistem pernafasan secara normal, bukanlah faktor pembatas utama pengangkutan oksigen ke dalam otot selama metabolisme aerob otot maksimum. Kita akan melihat secara singkat bahwa kemampuan jantung untuk memompa darah ke otot merupakan faktor pembatas yang lebih besar.
56