Anda di halaman 1dari 21

2013

LAPORAN HASIL OBSERVASI

RADIO JATAYU FM 107,5 MHz


Jalan Ki Gede Mayung Desa Babadan Kec. Gunung Jati Cirebon

Diajukan untuk memenuhi salahsatu tugas : Mata Kuliah Dosen : Komunikasi Data : Wahyu Triono, S.T., M.Kom

Disusun oleh : 1. JAENUDIN 2. MUHAMMAD IMAM 3. HARI IRFAD 110511011 110511058 1105110

UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH CIREBON


JL.Tuparev No. 70 Cirebon Telp. (0231) 209608 2013

KATA PENGANTAR

Puji dan syukur kami panjatkan kehadirat Allah SWT yang telah memberikan petunjuk, rahmat, dan karunia-Nya, kami masih diberi keteguhan hati dan keikhlasan beriman dan berislam. Sholawat dan salam semoga senantiasa tercurahkan kepada suri teladan kita Nabi Muhammad SAW, akhirnya kami dapat menyelesaikan penyusunan laporan dengan judul Laporan Hasil Observasi Radio Jatayu Fm Babadan-Gunung Jati dengan tepat waktu. Adapun Laporan ini kami susun untuk memenuhi tugas mata kuliah Komunikasi Data di Universitas Muhammadiyah Cirebon.Substansi yang terdapat dalam laporan berasal dari tinjauan langsung ke Radio Jatayu FM dan sumber-sumber lain yang berasal dari internet. Tak lupa kami sampaikan terima kasih kepada : 1. Wahyu Triono, ST., M.Kom selaku Dosen mata kuliah Komunikasi Data yang telah memberikan bimbingan kepada kami sehingga kami dapat menyelesaikan makalah ini. Muhammad Yusuf, ST . selaku Technical di Radio Jatayu FM Babadan Gunung Jati Cirebon. Teman-teman di T.INFORMATIKA yang telah memberikan dukungan dan kerjasamanya selama melakukan penyusunan makalah ini.

2. 3. 4.

Kami menyadari bahwa tak ada gading yang tak retak, masih terdapat banyak kekurangan dalam penyusunan laporan ini, oleh karena itu kritik dan saran yang membangun sangat kami nantikan demi kesempurnaan penyusunan laporan ini di masa datang.Semoga makalah ini dapat bermanfaat khususnya untuk kami selaku penyusun dan masyarakat pada umumnya.

Cirebon, 7 Juni 2013

Penyusun

BAB.1 PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang

Sejak dahulu kala di dalam tatanan kehidupan manusia secara tidak sadar sudah ada komunikasi yang berlaku alami hingga terjadi peradaban zaman yang semakin berkembang dan diantara salah satu bentuk perkembangannya adalah komunikasi yang sampai saat ini dinikmati sebagaian besar masyarakat. Namun terkadang kita sendiri tidak tahu bahwa definisi komunikasi itu apa yang sebenarnya, secara umum komunikasi dijabarkan oleh para cendekiawan dan ahli bahasa dengan bermacam-macam versi makna akan tetapi tujuannya sama, oleh karena itu dapat disimpulkan bahwa Komunikasi adalah sesuatu tindakan yang dilakukan agar bisa dimengerti/dipahami oleh setiap pelaku atau tindakan interaksi yang dilakukan satu orang atau lebih sehingga dapat dimengerti oleh setiap individu pelaku. Berbagai cara komunikasi dilakukan, bisa saja dengan alam, binatang, manusia dan lain lain dengan bermacam-macam sarana alami maupun yang lain, dengan kata lain bahwa komunikasi dapat dilakukan melalui isyarat-isyarat maupun bahasa yang saling dimengerti. Di dalam era serba modern ini alat komunikasi merupakan sarana yang paling vital demi mendorong majunya tehnologi dari masa ke masa. Seiring dengan berkembangnya tehnologi secara global bermacam-macam perangkat komunikasi diciptakan sedemikian rupa seperti Telepon, ponsel, komputer dan lain-lain kian menjamur ditengah-tengah masyarakat. Apalagi saat ini alat komunikasi yang menggunakan gelombang band frekuensi yang semakin mengambil peran dan condong digemari dengan alasan komunikasi tersebut disamping praktis, murah dan mudah pengadaan perangkatnya. Manfaat penggunaan gelombang band frekuensi ini mudah pula digunakan untuk hubungan persahabatan, kepramukaan, penyelamatan jiwa manusia dan lain sebagainya yang melalui gelombang elektromagnetik dengan jangkauan tak terbatas. Adapun gelombang frekuensi tersebut dinamakan Spectrum Frekuensi Radio. Spectrum frekuensi radio adalah gelombang elektromagnetik yang memiliki frekuensi lebih rendah dari 3000 GHz yang merambat di angkasa tanpa menggunakan sarana penghantar buatan ( sumber : Radio Regulation ITU ). Spectrum Frekuensi Radio merupakan sumber daya alam yang sangat terbatas dan langka ( scarce resource ) yang harus dikelola secara efektive dan efisien. Di Indonesia sendiri spectrum frekuensi radio adalah sumber daya alam nasional yang sangat vital.

1.2

Rumusan Masalah

Adapun rumusan masalah yang akandi telaah pada observasi ini adalah sebagai berikut: 1) Pengenalan radio secara umum 2) Jenis jenis frekuensi radio 3) Cara kerja radio

1.3

Maksud dan Tujuan

Maksud dari penelitian ini adalah sebagai laporan observasi untuk Mata kuliah Komunikasi Data di Jurusan Teknik Informatika, Universitas Muhammadiyah Cirebon. Tujuan dari penelitian ini dapat dijelaskan melalui beberapa poin sebagai berikut: 1) Pengenalan radio secara umum 2) Jenis jenis frekuensi radio 3) Cara kerja radio 1.4 Metode Penulisan Penulisan dilakukan dengan studi literatur mulai dari pengumpulan data, analisa hingga pengambilan kesimpulan. semuanya mengacu kepada referensi yang ada.

BAB.2 PEMBAHASAN

Radio adalah teknologi yang digunakan untuk pengiriman sinyal dengan cara modulasi dan radiasi elektromagnetik (gelombang elektromagnetik). Gelombang ini melintas dan merambat lewat udara dan bisa juga merambat lewat ruang angkasa yang hampa udara, karena gelombang ini tidak memerlukan medium pengangkut (seperti molekul udara).

Sejarah Radio Pada 1878 David E. Hughes adalah orang pertama yang mengirimkan dan menerima gelombang radio ketika dia menemukan bahwa keseimbangan induksinya menyebabkan gangguan ke telepon buatannya.Dia mendemonstrasikan penemuannya kepada Royal Society pada 1880 tapi hanya dibilang itu cuma merupakan induksi.

Adalah Heinrich Rudolf Hertz yang, antara 1886 dan 1888, pertama kali membuktikan teori Maxwell melalui eksperimen, memperagakan bahwa radiasi radio memiliki seluruh properti gelombang (sekarang disebut gelombang Hertzian), dan menemukan bahwa persamaan elektromagnetik dapat diformulasikan ke persamaan turunan partial disebut persamaan gelombang.

Sejarah Singkat Perekembangan Radio: 1877: Edison memperkenalkan phonograph (Mesin di mana berputar catatan menyebabkan stylus untuk bergetar dan getaran yang diperkuat atau elektronik) 1895: Marconi menemukan radio transmitter dan menjadikannya sebuah bisnis 1906: De Forest menemukan vacuum tube 1920: Frank Conrad memulai KDKA di Pittsburg 1926: RCA memulai jaringan radio NBC 1934: Didirikankannya Komisi Komunikasi Federal 1949: Dimulainya era radio DJ 1970: Stasiun FM meningkat, mulai terdengar gaungnya dan sudah memiliki audience yang segmented 1996: Perilaku komunikasi menyebabkan banyak radio yang melakukan merger dan kerjasama 2000: Situs internet Napster diperintahkan untuk mengakhiri saling berbagi file di internet secara bebas 2002: Stasiun Radio Web setuju untuk berbagi sebagian keuntungannya untuk para musisi dan cbl untuk menggunakan hak cipta musik.

GELOMBANG RADIO
Gelombang radio adalah satu bentuk dari radiasi elektromagnetik, dan terbentuk ketika objek bermuatan listrik dimodulasi (dinaikkan frekuensinya) pada frekuensi yang terdapat dalam frekuensi gelombang radio (RF) dalam suatu spektrum elektromagnetik. Gelombang radio ini berada pada jangkauan frekuensi 10 hertz (Hz) sampai beberapa gigahertz (GHz), dan radiasi elektromagnetiknya bergerak dengan cara osilasi elektrik maupun magnetik.

Sinyal Elektromagnetik Sinyal elektromagnetik adalah suatu fungsi tehadap waktu, tetapi dapat juga dinyatakan sebagai fungsi terhadap frekuensi; yaitu, sinyal terdiri dari komponen-komponen dengan frekuensi beram.(Stallings, 2007).Sebuah sinyal elektromagnetik dapat berupa sinyal analog atau digital. Sinyal analog adalah sinyal yang intensitasnya beragam dengan mulus seiring waktu. Dengan kata lain, tidak ada jeda atau diskontinuitas dalam sinyal. Sebuah sinyal digital adalah sinyal yang intensitasnya tetap konstan pada suatu tingkat selama beberapa waktu kemudian berubah ketingkat konstan lain.

Gambar: Bentuk Gelombang Analog dan Digital

Spektrum Elektromagnetik Spektrum Elektromagnetik adalah wilayah frekuensi dan panjang gelombang. Gelombang elektromagnetik meliputi frekuensi maupun panjang gelombang yang sangat lebar. Bagian spektrum elektromagnetik banyak dikenali oleh manusia adalah cahaya, yang merupakan bagian spektrum elektromagnetik yang terlihat oleh mata. Cahaya berada pada kira-kira frekuensi 7.5*1014 Hz dan 3.8*1014 Hz. (Stallings, 2007).Radio menggunakan bagian dari spektrum elektromagnetik dimana gelombangnya dapat dibangkitkan dengan memasukkan arus bolak balik ke antena. Hal ini hanya benar pada wilayah 3 Hz sampai 300 GHz. Punggunaan paling populer dari gelombang micro adalah di oven microwave, yang kebetulan menggunakan frekuensi yang sama dengan frekuensi standard wireless yang penulis akan bahas. Spektrum frekuensi ini berada dalam band yang dibuat terbuka untuk penggunaan umum tanpa perlu lisensi. Di Indonesia berdasarkan KEPMEN Nomor 2/2005, penggunaan frekuensi 2.4 GHz dapat dilakukan tanpa perlu lisensi dari pemerintah. Bandwith Bandwith adalah ukuran dari sebuah wilayah / lebar / daerah frkuensi. Jika lebar frekuensi yang digunakan oleh sebuah alat adalah 2.40 GHz sampai 2.48 GHz maka bandwith yang digunkan adalah 0.08 GHz. Semakin besar bandwith yang digunakan akan berdampak pada semakin cepat atau besar jumlah data yang dapat dikirimkan didalamnya, dengan ilustrasi semakin lebar tempat yang tersedia di ruang frekuensi, semakin banyak data dapt kita masukkan pada sebuah waktu. Frekuensi dan Kanal Pembagian spectrum menjadi potongan-potongan kecil yang terdistribusi pada band sebagai satuan kanal

Gambar: Kanal dan Frekuensi Tengah untuk 802.11b

Absorsi / Penyerapan Pada saat gelombang elektromagnetik menabrak sesuatu material, biasanya gelombang akan menjadi lemah atau teredam. Banyak daya yang hilang akan sangat tergantung pada frekuensi yang digunakan dan tentunya material yang ditabrak. Untuk gelombangmicrowave, ada dua material utama yang menjadi penyerap, yaitu : Metal Elektron bergerak beebas di metal dan siap untuk berayun oleh karenanya akan menyerap energy dari gelombang yang lewat. Air Gelombang microwave akan menyebabkan molekul air bergetar, yang pada prosesnya akan mengambil sebagian energi gelombang. Untuk kepentingan pembuatan jaringan nirkabel secara praktis, penulis akan melihat metal dan air sebagai penyerap gelombang yang baik. Lapisan air merupakan penghalang gelombang microwave, kira-kira sama dengan tembok pada cahaya. Air mempunyai banyak dampak yang besar dan dalam banyak kesempatan perubahan cuaca sangat mungkin untuk membuat sambungan jaringan nirkabel menjadi putus.Ada material lain yang mempunyai efek yang lebih kompleks terhadap penyerapan gelombang radio, yaitu pohon dan kayu.Banyaknya penyerapan sangat tergantung pada jumlah air yang ada pada material yamg terkena gelombang microwave. Refleksi / Pantulan Gelombang radio juga akan terpantul jika gelombang tersebut bersentuhan dengan material yang cocok untuk itu. Untuk gelombang radio, sumber tama dari pantulan adalah metal dan permukaan air. Aturan terjadinya pantulan cukup sederhana, sudut masuknya gelombang ke permukaan akan sama dengan sudut sinyal di pantulkan. Dalam pandangan gelombang radio sebuah terali besi atau sekumpulan tiang besi yang rapat sama dengan sebuah permukaan yang padat, selama jarak antar tiang lebih kecil dari panjang gelombang radio-nya.

Gambar: Pantulan dari gelombang radio.

Sudut masuk gelombang akan sama dengan sudut dari pantulan. Sebuah bentuk parabolik akan menggunakan efek ini untuk mengkonsentrasikan gelombang radio yang tersebar dipermukaannya menuju satu tujuan. Difraksi Difraksi adalah lenturan yaitu peristiwa pematahan gelombang oleh celah sempit sebagai penghalang. Difraksi dapat membuat sinyal radio mampu merambat melalui kelengkungan bumi, melewati horizon dan merambat dibelakang halangan. Difraksi akan tampak seperti pembelokan dari gelombang pada saat menabrak sebuah onjek, hal ini merupakan efek dari sifat gelombang. Jika kita melihat barisan gelombang yang mungkin saja berupa gelombang elektromagnetik sebagai sinar yang lurus, akan susah untuk menerangkan bagaimana caranya mencapai titik-titik yang tersembunyi dibalik penghalang. Dengan model barisan gelombang maka fenomena ini menjadi masuk akal.

Gambar: Difraksi melalui celah sempit

Prinsip Huygens memberikan sebuah model untuk mengerti prilaku ini. Pada gelombangmicrowave, dimana panjang gelombangnya beberapa centimeter, akan menampakan efek difraksi saat gelombang menabrak tembok, puncak gunung, dan berbagai halangan lainnya. Efek ini

akan tampak seperti penghalang akan menyebabkan gelombang mengubah arahnya dan mengitari sisi atau pojokan penghalang.

Gambar: Difraksi Melalui Puncak Gunung

Pada dasarnya efek difraksi akan membebani daya, energy dari gelombang yang terdifraksi akan sangat jauh lebih kecil dari barisan gelombangnya.

Jenis Jenis Frekuensi Radio


Adapun jenis jenis frekuensi tersebut diantaranya : 1.Band HF (High Frequency) dan 2.Band VHF (Very High Frequency) Demikian, bukan berarti seluruh frekuensi di kedua band tersebut dapat dipergunakan begitu saja, melainkan dibatasi sesuai dengan kewenangan pemerintah. Alokasi frekuensi band HF (High Frequency) untuk organisasi RAPI di Indonesia diberikan keleluasaan dari Frek 26.960 Mhz hingga 27.410 Mhz. Sedangkan Band VH (Very High Frequency) mulai 142.0375 Mhz sampai 143.5375 Mhz. (Sumber:, Buku Panduan RAPI Daerah 10 Jawa Barat) Namun tahukah seluruh anggota RAPI di Indonesia tentang band dan sifat perambatan suatu frekuensi radio? meyakini bahwa pengguna alat komunikasi, khusunya anggota RAPI, mayoritas hanya mengenal 2 band saja, yaitu HF dan VHF. Itupun hanya sebatas nama band. Akan tetapi mengenai nama Band lain, Panjang Gelombang, Batasan Frekuensi dan Nama Gelombangnya kemungkinan besar tidak banyak anggota RAPI yang tahu. Namun Secara umum, jenis frekuensi yang digunakan oleh radio komunikasi adalah VHF (Very High Frequency) dan HF (High Frequency). Sebelum mengetahui nama Band, Panjang Gelombang, Batasan Frekuensi dan nama gelombang radio, alangkah baiknya kita mengenal lebih dulu kedua jenis band yang biasa kita pergunakan selama ini. Apa yang dinamakan VHF (Very High Frequency) ? VHF (Very High Frquency) -- istilah radio komunikasi yag dipergunakan anggota RAPI adalah 2 meter band-- biasanya dipergunakan untuk radio komunikasi jarak dekat. Sebenarnya band ini memancar pada frekuensi 100 Mhz hingga 300 Mhz. Mengapa demikian?

Karena gelombang radio yang dipancarkan tersebut arahnya berbentuk garis lurus (horizontal). Sebagai contoh, apabila jarak antara pengguna 2 stasiun radio komunikasi, salah satu diantarnya terdapat hambatan atau halangan objek seperti gunung, pohon, bangunan tinggi, yang posisinya lebih tinggi dibanding tempat yang bersangkutan mengudara (pancaran gelombang radionya lebih rendah dibanding penghalang atau hambatannya), maka sudah pasti transmisi yang dikirimkan ataupun diterima akan terhambat pula. Dari kesemua penghalang dan hambatan sifatnya berbeda-beda. Misalkan jika hambatanya berupa sebuah gunung, maka gelombang yang dipancarkan akan dipantulkan kembali, sehingga transmisi yang yang dikirimkan kepada lawan komunikasi kita tidak akan mencapai tujuan. (Untuk menyiasati kendala seperti ini, ada sebagian anggota RAPI yang mempergunakan antene pengarah dengan cara memantulkannya ke pegunungan lain yang tidak bergaris lurus dengan lawan bicaranya, tujuannya agar pantulan gelombang transmisinya dapat memantul dan mengarah kepada lawan bicaranya). Lain lagi dengan hambatan sebuah pohon.Keberadaan gelombangnya masih ada dan dapat dipancarkan kelawan komunikasi atau stasiun tujuan.Akan tetapi transmisinya sangat lemah sehingga tidak dapat diterima dengan jelas. Dan yang paling tidak menguntungkan adalah bangunan tinggi sebagai hambatannya. Karena apabila salah satu penggunanya terhalang oleh sebuah bangunan maka gelombang yang dipancarkannya akan hilang dan berhenti saat mengenai bangunan tersebut Apa yang dinakaman HF (High Frequency) ? HF (High Frequency) adalah radio komunikasi yang gelombangnya bekerja pada frekuensi 2 Mhz sampai 24 Mhz. Radio komunikasi ini biasanya dipergunkaan untuk berkomunikasi jarak jauh. Alasannya karena sifat gelombangnya yang dapat memantul dan tidak memiliki efek hambatan pada objek atau lawan komunikasi. Hebatnya, kemampuan frekwensi ini dapat memantul hingga lapisan ionosphere.Dan kelebihan lainnya adalah jika seorang komunikator menggunakan radio di frekuensi ini, jarak sejauh apapun dapat dijangkau.Itupun apabila cuaca bagus. Karena radio komunikasi ini masih tergantung kepada provagasi.Sifat dan kerja radio komunikasi ini adalah pancaran gelombangnya dikirimkan terlebih dahulu melewati lapisan ionosphere dan kemudian memantulnya kembali ke bumi menuju stasiun tujuan. Untuk pancaran gelombang kedua yang terhambat oleh objek, akan memantul terus menerus sampai ke stasiun tujuan. Kedua jenis frekwensi diatas dapat kita lihat dan kita ketahui perbedaannya. Persoalannya, akan mempergunakan radio frekuensi mana yang cocok untuk berkomunikasi sesuai dengan keinginan kita. Tinggal memilih sisi kegunaanya saja. (EQ, dari berbagai sumber) 1. Nama Band : Very Low Frequency (Vlf) Panjang Gelombang :> 10 Km Frekuensi :< 30 Khz Nama Gelombang : Gelombang Myriametri

2. Nama Band : Low Frequency (Vlf) Panjang Gelombang : 1 - 10 Km Frekuensi : 30 - 300 Khz Nama Gelombang : Gelombang Kilometer

3. Nama Band : Medium Frequency (Mf) Panjang Gelombang : 100 - 1.000 M Frekuensi : 300 - 3.000 Khz Nama Gelombang : Gelombang Hektometer

4. Nama Band : High Frequency (Hf) Panjang Gelombang : 10 - 100 M Frekuensi : 3 - 30 Mhz Nama Gelombang : Gelombang Dekameter

5. Nama Band : Very High Frequency (Vhf) Panjang Gelombang : 1 - 10 Km Frekuensi : 30 - 300 Mhz Nama Gelombang : Gelombang Meter

6. Nama Band : Ultra High Frequency (Uhf) Panjang Gelombang : 10 - 100 Cm Frekuensi : 300 - 3.000 Mhz Nama Gelombang : Gelombang Decimeter

7. Nama Band : Super High Frequency (Shf) Panjang Gelombang : 1 - 10 Cm Frekuensi : 3 - 30 Ghz Nama Gelombang : Gelombang Centimeter

8. Nama Band : Extremely High Frequency (Ehf) Panjang Gelombang : 1 - 10 Mm Frekuensi : 30 - 300 Ghz Nama Gelombang : Gelombang Milimeter

GELOMBANG FM DAN AM
1. Multichannel Frequency Modulation ( FM )

Modulasi frekuensi (FM) adalah metode untuk menyampaikan informasi melalui gelombang pembawa dengan memvariasikan frekuensi, atau dengan memodulasi gelombang radio (penghantar) dengan gelombang audio.FM ditemukan oleh Edwin Howard Armstrong yang dapat mentransmisikan suara kualitas tinggi melalui gelombang radio. Sejarah FM dimulai tahun 1936 ketika Edwin Howard Armstrong menperkenalkan frekuensi FM sebagai metode untuk mengurangi gangguan pada transmisi radio dalam konferensi Radio Engineers New York pada 6 November 1936.Frekuensi FM secara luas digunakan pada perangkat telekomunikasi untuk mengirimkan suara tanpa noise (gangguan). Dalam aplikasi analog, frekuensi sesaat dari carrier (frekuensi pembawa) berbanding lurus dengan nilai sesaat dari sinyal input. Data digital dapat dikirim dengan menggeser frekuensi pembawa di antara seperangkat nilai-nilai diskrit, teknik ini dikenal sebagai frekuensi-shift keying. Fitur dari sinyal FM 1. Fitur yang paling penting dari frekuensi modulasi (FM) adalah ketahanannya pada gangguan sinyal amplitudo. Modulasi ini dilakukan dengan mengubah variasi dalam frekuensi.Artinya, amplitudo gelombang sinyal apapun tidak akan mempengaruhi output audio, asalkan sinyal dari pemancar radio masih dalam jangkauan radio penerima. 2. Gelombang FM memiliki sifat ketahanan terhadap noise dan interferensi. Alasan inilah kenapa gelombang FM digunakan untuk transmisi siaran berkualitas tinggi.

3. Fitur lain yang penting berkaitan dengan transmisi FM. modulasi audio dapat diterapkan pada tahap pemancar berdaya rendah, dan tidak perlu menggunakan bentuk penguatan linear untuk meningkatkan tingkat daya sinyal ke final. 4. Transmisi FM dapat menggunakan amplifier RF non-linear untuk memperkuat sinyal FM di pemancar. Ini lebih efisien daripada penguat RF linear Oleh karena itu, untuk keluaran daya pancar yang sama, pemancar FM lebih hemat energi dibandingkan dengan pemancar lain. Konsep Untuk menghasilkan sinyal FM, frekuensi radio pembawa harus diubah searah dengan amplitudo dari sinyal audio yang masuk. Ketika sinyal audio dimodulasi ke frekuensi pembawa gelombang radio, frekuensi gelombang radio akan bergerak naik dan turun. Tingkat di mana gelombang bergerak naik dan turun ini dikenal sebagai Penyimpangan dan direpresentasikan sebagai penyimpangan Kilohertz.Misalnya, jika gelombang sinyal memiliki penyimpangan dari 4 kHz, maka gelombang pembawa dibuat untuk bergerak di 4 transmisi kHz.FM umumnya menggunakan band antara 88 sampai 108 MHz dengan penyimpangan sekitar 75 kHz.Penyimpangan ini dikenal sebagai band FM lebar atau WBFM.Sinyal ini memiliki bandwidth yang besar dan mendukung untuk penyiaran dengan kualitas yang baik.Lebar band (band width) kurang digunakan dalam sistem komunikasi FM. pada sistem komunikasi dua arah (seperti HT) menggunakan FM band yang sempit dengan deviasi dari 3 kHz. Transmisi FM FM umumnya digunakan pada frekuensi radio VHF untuk menyiarkan musik dan percakapan dengan kualitas tinggi.Suara dari siaran TV normal juga disiarkan menggunakan FM. Band FM digunakan dalam siaran umumnya disebut lebar FM (wideband FM) atau W-FM. Dalam radio dua arah, Narrowband FM (N-FM) digunakan untuk menghemat bandwidth.Selain itu, FM juga digunakan untuk mengirim sinyal ke ruang angkasa. Wideband FM (W-FM) membutuhkan bandwidth yang lebih lebar daripada sistem modulasi amplitudo (AM) dengan sinyal modulasi yang setara, tetapi sinyal Wideband FM lebih tahan terhadap noise dan interferensi.Frekuensi modulasi juga lebih tahan dari efek suara yang kurang jelas. Radio penerima FM menggunakan detektor khusus untuk sinyal FM dan terkadang detektor ini menunjukkan fenomena yang disebut efek Capture, yang mana tuner dapat dengan jelas menerima sinyal dari dua stasiun disiarkan pada frekuensi yang sama. Sebuah sinyal FM juga dapat digunakan untuk membawa sinyal stereo,dengan menggunakan multiplexing dan demultiplexing sebelum dan setelah proses FM Gelombang/sinyal carrier adalah gelombang radio yang mempunyai frekuensi jauh lebih tinggi dari frekuensi sinyal informasi. Berbeda dengan sinyal suara yang mempunyai frekuensi beragam/variabel dengan range 20 Hz hingga 20 kHz, sinyal carrier ditentukan pada satu frekuensi saja. Frekuensi sinyal carrier ditetapkan dalam suatu alokasi frekuensi yang ditentukan oleh badan yang berwewenang.Di Indonesia, alokasi frekuensi sinyal carrier untuk siaran FM ditetapkan pada frekuensi 87,5 MHz hingga 108 MHz. Alokasi itu terbagi untuk 204 kanal dengan penganalan kelipatan 100 kHz. Kanal pertama berada pada frekuensi 87,6 MHz, sedangkan kanal ke 204 berada pada frekuensi 107,9 MHz. Penetapan tersebut dan aturan lainnya tertuang dalam Keputusan Menteri Perhubungan Nomor KM 15 Tahun 2003. Frekuensi carrier inilah yang disebutkan oleh stasiun radio untuk menunjukkan keberadaannya. Misalnya, Radio XYZ 100,2 FM atau Radio ABC 98,2 FM. 100,2 Mhz dan 98,2 MHz adalah frekuensi carrier yang dialokasikan untuk stasiun bersangkutan.Karena berupa gelombang sinusoida, sinyal carrier mempunyai beberapa parameter yang dapat berubah. Perubahan itu dapat terjadi pada amplitudo,

frekuensi, atau parameter lain. Contoh perubahan amplitudo dan perubahan frekuensi dari suatu sinyal asal ditunjukkan dalam gambar. Kemampuan untuk diubah inilah yang menjadi ide dari teknik-teknik modulasi.

2. Multychannel Amplitude Modulation ( AM ) Radio AM (modulasi amplitudo) bekerja dengan prinsip memodulasikan gelombang radio dan gelombang audio.Kedua gelombangg ini sama-sama memiliki amplitudo yang konstan. Namun proses modulasi ini kemudian mengubah amplitudo gelombang penghantar (radio) sesuai dengan amplitudo gelombang audio. Yang pertama kali menyebar luaskan Aplikasi untuk hubungan antara fiber optik secara analog yang mana di mulai pada akhir tahun 1980 adalah CATV Network. Network jenis ini beroprasi pada frekuensi antara 50 sampai 88 Mhz dan dari 120 samapi 550 Mhz. Frekuensi anatara 88 samapi 120 Mhz tidak digunaka karena digunaaka untuk penyiaran radio FM. Network ini dapat membawa lebih dari 80 AM vestigal-side band (AM-VSB) video chanel, masing-masing mempunyai noise selebar 4 Mhz dari lebar chanel yang 6 Mhz, dengan S/N ratio sebesar 40db. Untuk mempertahankan kesamaan dengan coax base network yang sebelumnya, format dari multichanel AM-VSB juga dipilih untuk sistem fiber optik. Gambar 9.7 memperlihatkan teknik untuk menggabungkan N pesan yang berdiri sendiri. Sinyal informasi pada chanel I gelombang pembawa AM mempunyai frekuensi Fi , dimana I= 1,2,,N. Power RF menggabungkan kemudian menjumlah AM sejumlah N, yang menghasilkan sinyal FDN, yang mana intensitas modulasinya seperti Laser Dioda. Seperti halnya penerima optik, susunan paralel dari filter bandpass memisahkan sinyal dari gelombang cariernya, sehingga didapat sinyal aslinya, dengan teknik standar RF. Pada tahun 1896 ilmuwan Italia, Guglielmo Marconi mendapat hak paten atas telegraf nirkabel yang menggunakan dua sirkuit.Pada saat itu sinyal ini hanya bisa dikirim pada jarak dekat.Namun, hal inilah yang memulai perkembangan teknologi radio. Pada tahun 1897 Marconi kembali mempublikasikan penemuan bahwa sinyal nirkabel dapat ditransmisikan pada jarak yang lebih jauh (12 mil). Selanjutnya, pada 1899 Marconi berhasil melakukan komunikasi nirkabel antara Perancis dan Inggris lewat Selat Inggris dengan menggunakan osilator Tesla. John Ambrose Fleming pada tahun 1904 menemukan bahwa tabung audion dapat digunakan sebagai receiver nirkabel bagi teknologi radio ini. Dua tahun kemudian Dr. Lee deForest menemukan tabung elektron yang terdiri dari tiga elemen (triode audion). Penemuan ini memungkinkan gelombang suara ditransmisikan melalui sistem komunikasi nirkabel.Tetapi sinyal yang ditangkap masih sangat lemah.Barulah pada tahun 1912 [[Edwin Howard Armstrong menemukan penguat gelombang radio disebut juga radio amplifier. Alat ini bekerja dengan cara menangkap sinyal elektromagnetik dari transmisi radio dan memberikan sinyal balik dari tabung. Dengan begitu kekuatan sinyal akan meningkat sebanyak 20.000 kali perdetik. Suara yang ditangkap juga jauh lebih kuat sehingga bisa didengar langsung tanpa menggunakan earphone.Penemuan ini kemudian menjadi sangat penting dalam sistem komunikasi radio karena jauh lebih efisien dibandingkan alat terdahulu. Meskipun demikian hak paten atas amplifier jatuh ke tangan Dr. Lee deforest. Sampai saat ini radio amplifier masih menjadi teknologi inti pada pesawat radio. Awalnya penggunanaan radio AM hanya untuk keperluan telegram nirkabel.Orang pertama yang melakukan siaran radio dengan suara manusia adalah Reginald Aubrey Fessenden. Ia melakukan siaran radio pertama dengan suara manusia pada 23 Desember 1900 pada jarak 50 mil (dari Cobb Island ke Arlington, Virginia) Saat ini radio AM tidak terlalu banyak digunakan untuk siaran radio komersial karena kualitas suara yang buruk

Kenapa Gelombang FM Lebih Jernih Dibanding AM? Gelombang AM sudah lama ditinggal. Nyaris semua radio bermain di jalur FM. Kenapa sih FM lebih jernih? Hingga tahun delapan puluhan, stasiun radio broadcast (siaran) banyak menggunakan modulasi AM (Amplitude Modulation). Pada saat itu, umumnya enggak ada siaran radio yang mampu menampilkan suara bening, apalagi stereo. Belum lagi kalau cuaca sedang enggak mendukung. Wah, pokoknya kita enggak bisa menikmati indahnya suara musik senyaman saat ini. Setelah periode itu, mulai bermunculan stasiun radio siaran pengusung modulasi FM (Frequency Modulation). Jenis modulasi ini mampu memanjakan pendengar siaran karena menghasilkan suara yang lebih bening. Selain itu, ia dapat diterima dengan pola mono atau stereo. Maksudnya, jika radio penerima kita hanya bisa menerima siaran mode mono, maka ia menampilkan suara mono. Sedang radio penerima tipe stereo punya pilihan untuk menampilkan suara mono atau stereo beneran (real stereo) sesuai dengan yang dipancarkan oleh stasiun radio siaran.

CARA KERJA RADIO FM


Sinyal radio dipancarkan menggunakan gelombang pembawa.Gelombang radio merupakan bagian dari spektrum elektromagnetik.Gelombang radio dengan panjang gelombang paling panjang dipantulkan oleh lapisan udara yang berada tinggi dalam atmosfer Bumi, disebut ionosfer. Dengan cara ini, pesan lewat radio dapat dipantulkan sehingga mencapai jarak yang amat jauh. Pemancar radio mengubah, atau melakukan modulasi gelombang radio agar dapat menyampaikan informasi. Dalam radio AM, ketinggian dari gelombang pembawa diubah-ubah menurut suara yang ditangkap oleh mikrofon. Dalam radio FM, frekuensi atau jarak antara puncak radio yang diubah. Pesawat penerima radio menangkap sinyal ini, memperkuat dan kemudian mengartikannya.Bila sinyal itu lemah, radio AM dapat mengeluarkan bunyi gemerisik, itulah sebabnya radio ini digantikan oleh radio FM yang penerimaannya jauh lebih jernih.

Fungsi masing-masing bagian blok sebagai berikut: 1. Antena: Menangkap gelombang elektromagnetik dari stasiun pemancar radio. 2. Penala (Tuning): memilih sinyal dari stansiun pemancar (FRF) yang diinginkan dengan cara membuat suatu rangkaian resonator yang frekuensi resonansinya dapat diubah-ubah (digeser). Daerah kerja penala tergantung dari frekuensi yang akan diterima dan menurut aturan internasional FM = 88 108 MHz. 3. Penguat RF (RF Amplifier) : menguatkan sinyal RF dari stasiun pemancar yang telah ditala oleh penala (tuning). 4. Pencampur (Mixer) : mencampur sinyal yang diterima dari penala yang telah dikuatkan RF Amp. dengan sinyal dari oscilator. Output pencampur mempunyai keluaran yang kompleks karena terdiri dari banyak frekuensi, namun karena ditala oleh pada frekeunsi IF maka diperoleh sinyal dengan frekuensi IF = 10,7 MHz. 5. Osilator Lokal (Local Osc.) : membangkitkan gelombang listrik kontinyu dengan frekuensi tertentu. Frekuensi oscillator lokal untuk FM berkisar dari 98,7 MHz 118,7 MHz karena Band Width untuk spektrum frekuensi FM Broadcasting (88 MHz 108 MHz) + Frekuensi IF FM 10,7 MHz. 6. Penguat IF (IF Amp.) : menguatkan sinyal frekuensi antara (FIF = 10,7 MHz) hasil keluaran dari pencampur. Penguat IF sangat penting karena kekuatan sinyal mengalamai pengurangan selama proses pencampuran (mixing) sehingga sinyal IF perlu dikuatkan kembali untuk mengembalikan sensitivitas dari penerima. 7. Limitter : rangkaian yang mempunyai amplitudo output yang konstan untuk semua input yang melebihi level tertentu dengan tujuan menghilangkan noise pada penerima FM. Rangkaian limitter bekerja dengan sistem membatasi/memotong amplitudo yang menyebabkan noise. 8. Discriminator = FM Detector : berfungsi memungut kembali informasi dari frekuensi tinggi pembawanya. Discriminator dapat juga disebut FM detektor. Dapat juga di definisikan sebagai rangkaian yang merubah variasi frekuensi atau variasi fasa menjadi variasi amplitudo.

9. Deemphasis Network: berfungsi mengembalikan frekuensi tinggi dari intelejen frekuensi (informasi) kembali pada level amplitudo yang setara dengan frekuensi rendahnya. Seperti diketahui, untuk menekan noise, pada pemancar dilakukan preemphasis dimana level amplitudo frekuensi tinggi dari intelejen frekuensi dinaikkan. 10. AFC (Automatic Frequency Control): Rangkaian ini berfungsi mengontrol kestabilan frekuensi osilator lokal. Ini dibutuhkan karena ketidak stabilan frekuensi lokal osilator menyebabkan penyimpangan penerimaan frekuensi pembawa. 11. Penguat Audio (AF Amplifier) : rangkaian yang berfungsi menguatkan sinyal audio (informasi) agar memiliki daya yang cukup kuat untuk menggerakkan beban loudspeaker. 12. Loudspeaker: tranduser yang berfungsi untuk mengubah sinyal-sinyal listrik audio menjadi sinyal suara akustik yang dapat didengar.

KESIMPULAN
Radio merupakan media massa auditif, yakni dikonsumsi telinga atau pendengar sehingga isi siaran berifat sepintas dan tidak dapat di ulang. Pendengar tidak mungkin mengembalikan apa yang sudah di bicarakan sang penyiar seperti membalikkan halaman Koran atau majalah. Karena bersifat sepintas, informasi yang disampaikan penyiar radio harus jelas dengan bahasa yang mudah dicerna oleh pendengar.Radio identik dengan musik atau lagu sehingga dijadikan media utama dalam memperdengarkan musik atau lagu.Umumnya, musik merupakan kekuatan yang dimiliki sebuah stasiun radio untuk menyedot pendengar. Misalnya, sebuah stasiun radio sengaja memilih format lagu pop agar para penikmat musik satu itu menjadi pendengar setianya.Satu lagi, radio menghasilkan gambar dalam imajinasi pendengar dengan kekuatan kata dan suara. Siaran radio merupakan seni memainkan imajinasi pendengar melalui kata dan suara, yang disebut dengan Theater of Mind. Pendengar hanya bisa membayangkan apa yang dikemukakan termasuk sosok sang penyiar radio.

PROFIL

NAMA

JATAYU FM 107,5 MHz ABHENK 1. RESTU MAULANA 2. M. AMALUDIN 3. TIA AMALIA 4. ELA WATI 1. MUHAMMAD YUSUF, ST. 2. ARIFIN 081 324 172 067 Jalan Ki Gede Mayung Desa Babadan Kec. Gunung Jati Kab. Cirebon

FREKUENSI : PEMILIK PENYIAR : :

TECHNICAL :

Telp ALAMAT

: :

Radio Jatayu FM bernuansa Cirebonan, karena sebagian besar siarannya mendendangkan lagulagu cirebonan dan juga live Organ Tunggal Cirebonan jadi pendengar bisa datang ke Radio Jatayu Fm untuk bergoyang , request lagu Cirebonan atau salam-salam buat teman, saudara atau kekashi, tapi bagi pendengar yang jauh bisa request lagu dan salam-salam melalui sms atau telfon di nomor yang sudah di sediakan .

REFERENSI :
Technical Radio Jatayu FM http://komunikasi.us/index.php/mata-kuliah/dmnm/3438-definisi-radio http://melengo.wordpress.com/2012/10/21/pengertian-gelombang-radio/ http://rudisaputra06.blogspot.com/2013/01/pengertian-radio-fm.html http://buayabusyet.wordpress.com/2012/06/10/dasar-pengertian-radio-fm/ http://thomas-ophi.blogspot.com/2011/07/radio-am-fm.html http://micr0byt3.wordpress.com/2007/08/28/gelombang-fm-dan-am/