Anda di halaman 1dari 10

AGAR KAMU LEBIH DICINTAI ALLAH

‫حىت حيبك اهلل‬
Oleh: Syaikh Abdurrohman bin Nashir as-Sa‟di ‫رمحً اهلل‬

Publication: 1433 H_2012 M AGAR KAMU LEBIH DICINTAI ALLAH Oleh: Syaikh Abdurrohman bin Nashir as-Sa‟di ‫رمحً اهلل‬ Terjemah: Tim www. inisial.co.cc Editor: Eko Haryanto Abu Ziyad Terbitan: IslamHouse 1430 H Download > 500 eBook Islam di www.ibnumajjah.wordpress.com

‬ا ِ‬ ‫ٍّ خٍَِز‬ ‫ُم‬ ‫انضعٍِفِ‪ ،‬وَفًِ ك‬ ‫َّ‬ ‫ُمْ نَوِ‬ ‫ٌ فَهَا َتق‬ ‫ًء‬ ‫شِ‬ ‫َابَكَ َ‬ ‫جزِ وَإِنْ َأص‬ ‫ِانهًِ ‪ ،‬وَنَا َتعِ َ‬ ‫وَاسَِتعِهِ ب َّ‬ ‫ء‪.‫‪AGAR KAMU LEBIH‬‬ ‫ّ ‪DICINTAI ALLAH‬‬ ‫ّوجل‬ ‫عز‬ ‫ُ‬ ‫انهً‬ ‫َّى َّ‬ ‫ً صَه‬ ‫انه ِ‬ ‫ُ َّ‬ ‫ُول‬ ‫ل رَس‬ ‫َا َ‬ ‫َالَ‪ :‬ق‬ ‫زةَ رضً اهلل عىً ق‬ ‫ٌزٌَِ َ‬ ‫عَهِ أَبًِ ُ‬ ‫عَهًٍَِِ وَسَهَّمَ‪:‬‬ ‫ؤمِهِ‬ ‫ً مِهِ انْمُ ِ‬ ‫انه ِ‬ ‫ُّ إِنَى َّ‬ ‫َب‬ ‫ٌ وََأح‬ ‫ُّ خٍَِز‬ ‫ؤمِهُ اْنقَوِي‬ ‫"انْمُ ِ‬ ‫ُكَ‬ ‫فع‬ ‫َى مَا ٌَِى َ‬ ‫زصِ عَه‬ ‫حِ‬ ‫ٌ ‪.‬‬ ‫ومَا شَا َ‬ ‫انهًِ َ‬ ‫ُ َّ‬ ‫در‬ ‫ُمْ قَ َ‬ ‫وكَذَا‪ ،‬وََنكِهِ ق‬ ‫ُ كَانَ كَذَا َ‬ ‫هت‬ ‫فعَ ْ‬ ‫ًِّ َ‬ ‫أَو‬ ‫َانِ " (رواي مسهم)‬ ‫ٍَِّط‬ ‫ُ عَمَمَ انش‬ ‫فئِنَّ نَوِ َتفَْتح‬ ‫فعَمَ َ‬ ‫َ‬ .

menimpamu janganlah berkata. untuk dan bagimu.‟ Dikarenakan ucapan ‟seandainya‟ itu akan membuka 260).‟ Akan tetapi katakanlah. namun pada masing-masingnya terdapat meraih mintalah jangan kebaikan. apa yang Bersemangatlah bermanfaat kepada Apabila Allah. Muslim [2664] lihat Syarh Nawawi. celah perbuatan syaitan. . „Seandainya dahulu aku berbuat demikian niscaya akan begini dan begitu. „Itulah ketetapan Allah dan terserah Allah apa yang dia inginkan maka tentu Dia kerjakan.” (HR. jilid 8 hal.Abu Hurairah ً‫ي اهلل عى‬ ‫ رض‬meriwayatkan bahwa Rasulullah ‫ صهى اهلل عهًٍ وسهم‬bersabda: “Seorang mukmin yang kuat lebih baik dan lebih dicintai Allah daripada seorang mukmin yang lemah. sesuatu pertolongan bersikap lemah.

dan 4. Saling mengajak kepada kebenaran. Orang mukmin yang kuat adalah orang yang menyempurnakan dirinya dengan 4 hal: 1.Hadits yang mulia ini menunjukkan beberapa hal: Pertama: Allah ta‟ala memiliki sifat cinta kepada sesuatu. Ilmu yang bermanfaat 2. Adapun mukmin yang lemah adalah yang belum bisa menyempurnakan semua tingkatan ini. Beramal salih 3. Kecintaan Allah ّ ‫ّوجم‬ ‫ عز‬kepada sesuatu bertingkat-tingkat. . kecintaan-Nya kepada mukmin yang kuat lebih dalam daripada kecintaan-Nya kepada mukmin yang lemah. Saling menasihati kepada kesabaran.

golongan manusia. .Kedua: Kebaikan pada diri orang-orang beriman itu bertingkat-tingkat. Ketiga. Mereka adalah orang-orang yang mencampuri amal kebaikan mereka dengan amal-amal jelek. kaum orang-orang yang As-Saabiqun bersegera ilal Khairat. Mereka terdiri dari tiga melakukan kebaikan-kebaikan. Pertama. Mereka adalah orang-orang yang menunaikan amal yang wajib maupun yang sunnah serta meninggalkan perkara yang haram dan yang makruh. Mereka itu adalah orang yang hanya mencukupkan diri dengan melakukan kewajiban dan meninggalkan keharaman. kaum Al-Muqtashidun atau pertengahan. Azh-Zhalimuna li anfusihim. Kedua.

Perkara agama yang bermanfaat ada dua. . yaitu ilmu yang diajarkan oleh Rasulullah ‫ صهى اهلل عهًٍ وسهم‬yang terdapat dalam ilmu hadits. dalam ilmu urusan yang kuncinya bermanfaat dan amal salih. tafsir. Kebahagiaan dirinya akan tercapai dengan senantiasa bersemangat untuk melakukan hal-hal yang bermanfaat di dalam kedua perkara tersebut. perkara keagamaan dan perkara keduniaan. dan fiqih serta ilmu-ilmu lain yang dapat membantunya seperti ilmu bahasa Arab dan lain sebagainya. Sebagaimana perkara seorang maka hamba ia juga membutuhkan membutuhkan agama perkara dunia. Ilmu yang bermanfaat hati dan kebahagiaan adalah di ilmu yang dapat di membersihkan membuahkan ruh sehingga dunia dan akhirat.Ketiga: Perkara yang bermanfaat ada dua macam.

Pekerjaan yang paling utama bagi orang berbeda-beda keadaan Nabi tergantung Batasan pada individu itu dan mereka.Adapun Allah ‫ّوجل‬ ّ ‫عز‬ amal serta salih adalah amal yang yang selalu memadukan antara niat yang ikhlas untuk perbuatan mengikuti tuntunan Rasulullah ‫صلى اهلل عليه وسلم‬. untuk adalah selama hal itu benar-benar bermanfaat baginya. ‫ صهى اهلل عهًٍ وسهم‬mengatakan. “Bersemangatlah untuk meraih apa yang bermanfaat bagimu” . Sedangkan perkara dunia yang bermanfaat bagi manusia adalah dengan bekerja mencari rezeki.

kepada dia Allah dan ta‟ala kecerdasannya menggantungkan dan meminta harus pertolongan-Nya dengan harapan Allah ّ ‫ّوجم‬ ‫ عز‬akan memudahkan urusannya. Dengan sikap semacam inilah hati kita akan menjadi tenang dan tentram dalam menghadapi musibah yang menimpa. Tidak perlu berandaikondisi semacam berandai-andai justru akan membuka celah bagi syaitan. andai. Kelima: Apabila seseorang menjumpai perkara yang tidak menyenangkan setelah dia berusaha sekuat tenaga. semata. hatinya kemampuan Namun. . maka karena hendaknya dalam dia merasa ridha itu dengan takdir Allah ta‟ala.Keempat: Dalam melakukan hal-hal yang bermanfaat itu tidak sepantasnya manusia bersandar kepada kekuatan.

Keenam: Di dalam hadits yang mulia ini Nabi ‫صهى اهلل عهًٍ وسهم‬ menggabungkan antara keimanan kepada takdir dengan melakukan usaha yang bermanfaat. Sedangkan sabda Nabi. Agama kecuali seseorang kedua untuk tidak hal akan itu. tekad. membulatkan mewujudkan hal itu dan mengaturnya dengan pertolongan kepada Allah” merupakan bentuk keimanan kepada takdir serta perintah untuk bertawakal kepada Allah ّ ‫ّوجم‬ ‫ عز‬ketika mencari . “Dan mintalah niat dalam dan melakukannya. sempurna Nabi. bahkan di dalamnya terkandung perintah untuk bersungguh-sungguh membersihkan sebaik-baiknya. Kedua pokok ini telah ditunjukkan oleh dalil AlKitab maupun As-Sunnah dalam banyak tempat. yang apa dengan Sabda “Bersemangatlah melakukan bermanfaat bagimu” merupakan perintah untuk menempuh sebab-sebab agama maupun dunia.

40-46.[] Diringkas dari buku: Bahjat Al-Qulub Al-Abrar wa Qurratu „Uyun AlAkhyar Syarh Jawami‟ Al-Alkhbar karya Syaikh Abdurrahman bin Nashir As-Sa‟di Darul Kutub Ilmiyah.kemanfaatan dan menghindar dari kemudharatan dengan penuh rasa harap kepada Allah ta‟ala agar urusan dunia dan agamanya menjadi sempurna. cetakan . hal. ‫رمحً اهلل‬.