Anda di halaman 1dari 5

1.

Judul penelitian dapat terbentuk dari daftar pertanyaan terhadap permasalahan yang akan diteliti Contoh : Angka Kematian Ibu Daftar pertanyaan : a. Kenapa angka kematian ibu meningkat di Kabupaten Aceh besar pada tahun 2013? b. Apa saja factor risiko meningkatnya angka kematian ibu di Kabupaten Aceh Besar pada tahun 2013? c. Apakah ada hubungan menurunnya angka kematian ibu dengan jumlah bidan di Kabupaten Aceh Besar pada tahun 2013? Dari daftar pertanyaan tersebut dapat ditentukan judul penelitian yang akan diteliti. Contoh : a. Analisa meningkatnya angka kematian ibu di Kabupaten Aceh Besar pada tahun 2013 b. Faktor risiko meningkatnya angka kematian ibu di Kabupaten Aceh Besar pada tahun 2013 c. Hubungan menurunnya angka kematian ibu dengan jumlah bidan di Kabupaten Aceh besar pada tahun 2013.

2. Jenis penelitian : Penelitian Deskriptif Menjawab pertanyaan : what, who, where, when Goal : menentukan besaran dan pola masalah Analisa data: menentukan estimasi Penelitian analitik Menjawab pertanyaan : why Goal : pemecahan masalah Analisa data : dapat dilakukan untuk penelitian inferensi atau menjawab uji hipotesis.

A. Penelitian Deskriptif Perhitungan sampel A.1. Bila data hasil penelitian merupakan data parametric (interval-rasio) maka digunakan rumus estimasi besar sampel berdasarkan rerata. Estimasi Rerata n = 4.Z2. 2 N2

Simbol W Za

Keterangan Simpangan baku angka kejadian Besarnya simpangan maksimum 30% dari rerata kejadian =0,05 Za (adjusted standar )= 1,96

A.2. Bila data penelitian merupakan data nonparametric (nominal, ordinal), maka digunakan rumus estimasi besar sampel berdasarkan proporsi. Estimasi proporsi n= 4.Z2N . . (1-) W2 Simbol Keterangan Proporsi dari respons yang diharapkan atau angka prevalensi, bila p tidak diketahui harus dianggap 50% = 0,05 Besarnya simpangan, maksimum = 10-20 % = 0,1-0,2 a= 0,05 Za = 1,96

W Za

B. Penelitian Analitik B.1. Penelitian ObservasionaL Cross Sectional Disebut juga sebagai penelitian potong lintang, dimana variable bebas dan variable tergantung diobservasi hanya sekali pada saat yang sama. Contoh : Asfiksia (+) Anemia (+) Asfiksia (-)

Ibu hamil aterm di RSUDZA dan RSIA Anemia(-)

Asfiksia (+)

Asfiksia (-) Masih Berjalan

Case control Merupakan rancangan studi yang mempelajari hubungan antara paparan (factor penelitian) dan penyakit dengan cara membandingkan kelompok kasus dan kelompok control berdasarkan status paparannya. Cirri-ciri studi kassus control adalah pemilihan subyek berdasarkan status penyakit, untuk kemudian dilakukan pengamatan apakah subyek mempunyai riwayat terpapar factor penelitian atau tidak. Subyek yang didiagnosis menderita penyakit disebut kasus, sedangkan subyek yang tidak menderita kasus disebut control. Studi kasus control bersifat retrospektif yaitu menelusuri kebelakang penyebab-penyebab yang dapat menimbulkan suatu penyakit di masyarakat. Contoh : Anemia (+) Asfiksia

Anemia (-) Kohort Merupakan rancangan studi yang mempelajari hubungan antara paparan dan penyakit, dengan cara membandingkan kelompok terpapar dan tak terpapar berdasarkan status penyakit. Cirri-ciri studi kohort adalah pemilihan subyek berdasarkan status paparannya, dan kemudian gamatan dan pencatatan apakah subyek dalam perkembangannya mengalami penyakit yang diteliti atau tidak. Contoh : Keadaan sekarang Semua ibu hamil aterm Di Banda Aceh Anemia (+) Anemia (-) Asfiksia (+) Asfiksia (-) Asfiksia (+) Asfiksia (-)

B.2 Penelitian Eksperimental Merupakan suatu studi dimana peneliti dengan sengaja memberikan perlakuan (treatment) atau intervensi kepada subyek penelitian dengan tujuan untuk mempelajari efek dari perlakuan yang diberikan tersebut. Berdasarkan prosedur penunjukan subyek penelitian untuk mendapatkan perlakuan maka studi eksperimen terbagi menjadi : (1). Eksperimen dengan control random , (2) eksperimen kuasi. B.2.1. Eksperimen dengan control random, Ciri khas dan criteria dari rancangan eksperimen random adalah adanya randomisasi subyek penelitian untuk mendapatkan perlakuan. B.2.2. Eksperimen Kuasi Merupakan alternative jika pembagian subyek penelitian secara random tidak mungkin, tidak etis atau tidak praktis untuk dilakukan.

Teknik pengambilan Sampel Probability sampling Teknik pengambilan sampel Non probability sampling penelitian deskriptif penelitian inferensial

RESUME Metodologi Penelitian Oleh : Arie Prasetyowati 0807101010128 Pembimbing : Dr. Rachmad Suhanda, M.Kes

PROGRAM STUDI PENDIDIKAN DOKTER ILMU KESEHATAN MASYARAKAT UNIVERSITAS SYIAH KUALA BANDA ACEH