Anda di halaman 1dari 31

Dalam pemeriksaan status mental ada beberapa hal yang di perhitungkan.

Ketika anda bertemu pasien pertama kali, anda segera mulai untuk melihat sejumlah sinyal. Yang akan terkondensasi menjadi kesan pertama. Sebagai pewawancara, tugas anda adalah menganalisis beberapa sinyal yang diekspresikan dan di perlihatkan oleh pasien sebagai status mental. Hal ini akan memberikan anda pandangan secara menyeluruh meliputi kekuatan, kelemahan dan penurunan fungsi. Gambaran lengkap dari setiap tingkat kehidupan pasien akan memberikan anda informasi untuk menegakkan diagnostic yang akurat. Di bab 6, kami akan menyediakan kunci pokok: memperoleh perkembangan sejarah dari penurunan fungsi pasien. Integrasi kedua menyediakan dasar untuk diagnosis diferensial anda. Selama bertugas untuk menilai status pasien, anda juga harus bersikap waspada terhadap perilaku pasien selama wawancara berlangsung, sebagaimana anda bekerja dalam komunikasi yang berbeda. Tetap waspada terhadap perubahan perilaku pasien sepanjang wawancara tersebut dapat menjadi suatu tantangan. Dengan mudah anda dengan cepat memantau sedikitnya 20 fungsi: konsentrasi, kecepatan berbicara, proses pikir, orientasi, ingatan, afek, mood, energy, persepsi, isi pikir, insight, keputusan, fungsi social, saran, pikiran abstrak, dan intelektual ( Fish 1967; Kaplan dan Sadock 1989; Mesulam 1985; Joynt 1992; Strub dan Black 1993; Taylor 1993). Alat Melalui pengamatan anda dapat mendata berbagai perilaku dan menafsirkan makna. Untuk pengamatan anda tidak membutuhkan kerjasama dari pasien. Sebaliknya, percakapan dan eksplorasi tergantung pada kerjasama penuh atau separuh dari pasien. Dengan demikian anda harus membangun hubungan dengan pasien sehingga ia akan mengungkapkan informasi yang anda perlukan. Dalam setiap tahap wawancara, anda harus memantau status mental. Pada bab ini, kami akan menunjukkan apa yang harus anda ketahui, apa yang dapat menunjukkan tanda-tanda tertentu, dan bagaimana meletakkan informasi secara bersama-sama kedalam evaluasi status mental secara keseluruhan. Mari kita mulai dari deskripsi umum dari setiap metode. Mengamati dari semua aspek perilaku maupun ekspresi pasien, seperti penampilan, kesadaran, aktifitas psikomotor, dan afek, dimana hal tersebut terungkap dalam menit pertama

wawancara. Untuk pasien yang menolak diajak berbicara, penilaian ini hanya dapat dilakukan dengan metode pengamatan. Salah satu gangguan yang dapat anda amati disebut sebagai tanda. Percakapan dipilih secara tidak langsung, diarahkan komunikasi yang santai terhadap pasien. Selama percakapan, anda dapat menilai kondisinya ketika dia lengah, dimana tidak disadari bahwa pemeriksaan kejiwaan telah dimulai. Selama pembicaraan berlangsung, anda akan dapat menilai orientasi pasien; kecepatan berbicara; berpikir; perhatian; konsentrasi; pemahaman, dan hal-hal kecil, ingatan jangka pendek maupun segera. Yang mungkin secara lisan kasar, tidak bersahabat, atau menjaga pasien yang menolak untuk di eksplorasi tapi tidak percakapan. Metode Eksplorasi merupakan suatu metode untuk memasuki pengalaman pribadi pasien yang tidak terlihat, seperti mood, motivasi, persepsi, isi piker, insight, dan keputusan. Untuk melihat hal tersebut, pasien harus termotivasi untuk berbicara. Jika mereka dapat berbicara mengenai masalah mereka, anda dapat mengetahui gejala. Pengamatan, percakapan, dan eksplorasi dilakukan selama wawancara. Dengan beberapa pasien, ketiga metode ini dapat digunakan. Secara berurutan, dirancang dengan baik seperti dalam contoh berikut; Seorang tentara 35 tahun dibawa ke ruang emergency oleh polisi. Dia terlihat kusut, berjalan tertatih-tatih, berbau alcohol. Dan terdapat tattoo pada bahu nya. I P I I P I : Dapatkah saya melihat burung elang amerika pada tangan anda? (pengamatan) : Jadi tamu saya. : bukan apa yang mariner inggris itu katakana pada berets? : apakah anda memiliki banyak watu untuk itu? : saya tidak ingin membicarakn hal itu saat ini :anda mengatakan anda sakit karena nya? (mencoba pasien untuk menggali perasaannya, pewawancara mencoba agar pasien membicarakan tentang dirinya, sebuah usaha untuk memulai melakukan eksplorasi) P : Sialan- sakit karena nya? Saya mendapatkannya di Nam. Kami baru saja selamat dari sebuah penyerangan dan kami merayakan nya dengan minum alcohol. Hari berikutnya saya diusir. Mereka mengadili saya karena dituduh mencuri dan membawa saya ke shitrow.

: anda berpendapat bahwa mereka menganggap anda bersalah? (mengekslporasi dengan focus pada penderitaan).

: ya, semua orang. Saya hanya mengambil beberapa roti dan obat bius. Sangat sulit untuk pergi tanpa kedua hal tersebut.

: jadi, di Nam anda mulai menggunakan obat bius. Apakah anda masih menggunakannya hingga saat ini?

P I P

: tidak. Sekarang hanya minuman alcohol. : apakah hal tersebut yang membuat anda berada dalam kesusahan? : saya tidak berada disini? Tinggalkan saya sendiri. Sebelum saya menendang bokong anda.

: jadi Nam benar-benar telah membawa anda kepada kesusahan. Mari kita lihat bagaimana saya akan menolong anda.

: yeah, itu berarti perang dingin.

Percakapan tersebut mengenai pengamatan terhadap orang yang memiliki tato ( dimana lebih sering terdapat pada pasien dengan kepribadian antisocial), pewawancara mempelajari bahwa pasien tersebut cepat marah, bermusuhan, dan mudah dihasut. Dia memiliki afek labil, namun dapat membandingkan dan menjawab pertanyaan. Saat dia merasa menjadi subjek yang menarik dari percakapan tersebut, dia mulai memperlihatkan sikap bermusuhan. Pewawancara akan berbalik kebelakang dari pembicaraan tersebut jika pasien mulai menunjukkan sikap bermusuhan.

1. Observasi Pengamatan yang tajam terhadap satu pasien dapat menunjukkan banyak informasi. Hal berikut merupakan laporan dari perawat bagaimana kita bisa belajar dari sebuah percakapan.

Seorang wanita berusia 22 tahun, berkulit putih, dan telah menikah merupakan salah seorang pasien. Rachel berbohong di tempat tidurnya bahwa dia mengalami sakit perut dengan wajahnya yang dibenamkan ke bantal. Dia tidak mau menjawab pertanyaan maupun mengikuti perintah. Ketika saya mengatakan bahwa dokter tak lama lagi akan sampai, dia tidak mengindahkan pemberitahuan tersebut. Setelah saya tinggalkan, saya

mengintip dari jendela. Dia bangun dari tempat tidurnya, berjalan ke kamar mandi, kemudian dia menyisir rambutnya dan menggunakan make up di wajahnya, hanya saat dia berada di tempat tidur wajahnya tampak kesakitan.

Contoh tersebut memperlihatkan, observasi dimulai sebelum anda berbicara pada pasien. Perhatikan penampilannya, kesadaran, perilaku psykomotor, dan afek. ( untuk mengetahui afek, anda membutuhkan selain ekspresi pasien tetapi juga isi pikiran, yang akan kita diskusikan pada bab selanjutnya). Hal tersebut bukanlah menggabungkan teknik observasi dan menilai penampilan, kebersihan, kecepatan atau adat istiadat. Tetapi pewawancara menghindari tipe pasien yang misalnya berasumsi bahwa menggunakan tiga anting-anting pada satu telinga merupakan suatu keharusan pada remaja berusia 14 tahun. Hal tersebut menggambarkan tentang pasien anda dan menarik kesimpulan yang dapat anda ambil dari aspek pemeriksaan status mental. Anda akan mendapatkan gambaran lebih akurat atau kepribadian yang unik semuanya berasal dari bagaimana anda memegang kendali.

Penampilan luar Suatu ketika anda bertemu dengan pasien anda, anda akan mencatat tentunya seperti jenis kelamin, usia, suku, status gizi, tipe tubuh, kebersihan, pakaian, dan kontak mata. Anda akan menobservasi aspek yang berhubungan dengan penampilan luar.

Jenis kelamin dan usia Jenis kelamin dan usia sering memiliki hubungan dalam penegakan diagnosis, hal tersebut karena terdapat hubungan yang lebih sering dibanding beberapa factor lain. Sebagai contoh, pada wanita, anoreksia dan bulimia nervosa, penyakit somatisasi, dan kelainan mood lebih sering terjadi; pada pria, kepribadian antisocial dan kecanduan alcohol lebih sering terjadi. Pada pasien muda, anoreksia nervosa, penyakit somatisasi, kepribadian antisocial; dan skizofrenia lebih sering terjadi; pada pasien yang lebih tua penyakit degenerative demensia. Pasien yang tampak lebih tua dari usianya biasanya memiliki riwayat kecanduan alcohol, penyakit kognitiv, depresi, atau penyakit mental lainnya.

Suku dan adat istiadat Suku dan adat istiadat lebih menggambarkan deskripsi demografis pasien. Hal tersebut dapat menjadi salah satu pemicu stress atau menimbulkan reaksi, dan dapat mencetuskan prevalensi penyakit mental. Beberapa kebudayaan memiliki perilaku yang berbeda; orang-orang yang memiliki penyakit mental lebih sering terlihat pada yang memiliki masalah terhadap keluarga, membawa permasalahan tersebut ke terapis merupakan suat hal yang sangat jarang dilakukan. Pribadi dengan kebudayaan seperti ini baru akan membawa suatu permasalahan tersebut jika telah terjadi dalam jangka waktu yang lama atau jika telah menunjukkan tandatanda kelainan mental. Perbedaan antara kebudayaan anda dan pasien anda dapat mencetuskan hubungan anda. Jika anda memiliki perbedaan ras, budaya, atau kebangsaan dengan pasien, mungkin dapat menimbulkan reaksi darinya dengan atau tanpa kerusakan. Sebagai contoh:

Setelah suatu percobaan pembunuhan (dengan digantung) di bangsal rumah sakit, seorang gadis berkebangsaan Amerika-Afrika yang merupakan perawat lesbian tersebut berhasil di resusitasi. Dokter yang menanganinya, yang merupakan immigrant berkebangsaan Israel, berbicara dengannya setelah incident dan percobaan bunuh diri yang dilakukannya. Pasien ini berjanji tidak akan melakukan dan mengulanginya lagi. Dokter tersebut percaya terhadap perempuan ini. Namun, pasien ini akan tetap melakukan percobaan pembunuhan terhadap perawat berkebangsaan Amerika-Afrika lainnya dengan segara dan tidak akan gagal. Perbedaan suku, jenis kelamin, dan kebangsaan merupakan sebuah hal yang menjadi pencetus dan sebab dari kejadian ini.

Apa yang dapat mengurangi asumsi seseorang mengenai perilaku? Informasi mengenai perilaku berbeda tergantung tiap etnik dan budaya. Tanyakan pada pasien anda untuk membantu anda mengerti bagaiman perilaku yang biasa pada keluarga atau negaranya. Penelitian menunjukkan bahwa latar belakang budaya memiliki hubungan terhadap penyakit psikiatri. Sebagai contoh, kebiasaan minum alcohol jauh lebih tinggi pada beberapa Negara seperti Amerika, Prancis, Italia, dan lebih rendah pada bangsa Asia (Goodwin dan Guze, 1989).

Status Gizi Kekurangan gizi dapat merupakan penyebab penyakit mental atau penyakit medis lainnya, sebagai contoh, anorexia nervosa pada gadis remaja; anorexia dapat menyebabkan kecanduan alcohol atau zat adiktif; schizofren; depresi, atau penyakit medis lain seperti kanker, diabetes, atau endokrinopathy. Hal yang berlawanan, obesitas merupaka point untuk gangguan makan; penyakit somatisasi; penyakit mood dengan hyperphagia; menggunakan obat-obat psychotropic seperti tricylics, lithium, and sedating neuroleptics (thorazine, dan thioridazine, termasuk clozapine; Cohen et al.1990).

Kebersihan dan pakaian Kepercayaan diri dapat merupakan indikasi dari penyakit psychiatri seperti kepikunan, kecanduan alcohol atau zat, depresi, atau schizophrenia: jenggot yang tak terurus, noda makanan pada pakaian, kaos kaki berlubang, sepatu yang jorok, bau badan, kuku yang kotor, atau rambut yang tidak pernah dicukur. Sebaliknya, kerapian yang berlebihan seperti berkali-kali mencuci tangan merupakan pertanda penyakit obsessive compulsive. Pakaian dapat mengungkapakan status social atau status professional seseorang, keterlibtan kegiatan pada waktu luang atau bekerja, penyesuaian musim, prilaku dalam bersosial, atau perubahan mood yang ekstrim seperti mania atau depresi. Beberapa pasien dengan penyakit bipolar memperlihatkan perubahan mood yang tiba-tiba. Saat manic, wanita 65 tahun, menggunakan gaun berwarna merah menyala, menggunakan banyak perhiasaan, rambut berwarna tembaga,dan lipstick dengan warna merah menyala. Saat mengalami depresi, dia memotong rambut tembaganya, menggunakan gaun hitam, dan tidak menggunakan make up. Secara umum, gaya flamboyant, pakaian yang tidak sesuai, dan menggunakan make-up berlebihan merupakan indikasi gejala hysteria atau manic, atau gangguan cognitive. Sangat nyentrik, tidak nyaman, atau pakaian yang tidak pantas bisa menjadi salah satu tanda perilaku psychotic. Pewawancara harus bisa mengevaluasi hal yang tidak sesuai. Sebagai contoh beberapa ilustrasi: seorang teknisi listrik menggunakan tuxedo pada pekerjaannya; seorang paruh baya, pengacara wanita yang datang dengan menggunakan atasan bikini, bawahan celana jeans, dan tidak beralas kaki; pasien menggunakan kacamata hitam pada ruangan tertutup mengatakan:

saya tidak ingin orang lain melihat mata saya dan membaca pikiran saya. Beberapa pertanda tersebut merupakan alarm untuk menegakkan diagnose.

Kontak mata Kebanyakan dari pasien tidak melakukan kontak mata dan gerakan mata mereka yang sering berpindah sesuai gerakan tubuh pewawancara. Pergerakan kontak mata yang sembarangan dapat membantu menegakkan diagnose. Gerakan mata yang tidak bisa diam, halusinasi penglihatan, manic, atau gangguan cognitive. Kontak mata yang menghindar menandakan sikap bermusuhan, malu, atau cemas. Pelacakan kosntant dapat mengungkapkan kecurigaan,. Jika ragu, beberpa pertanyaan dapat diberikan pada pasien untuk mendapatkan point. Jawabannya dapat memberikan anda petunjuk kebenaran penyakitnya.

Kesadaran Derajat kesadaran dapat berubah oleh pengaruh alcohol, obat, atau zat adiktif. Hal tersebut jarang teramati selama wawancara berlangsung. Anda dapat memberikan pertanyaan yang berhubungan dengan pengalamannya untuk mengetahui apakah dia dalam keadaan sadar. Lethargy dapat mengindikasikan kelainan mental yang disebabkan kondisi medis atau delirium, demensia, derajat amnesia, atau penyakit kognitiv. Jangan menyimpulkan lethargy disebabkan oleh depresi, alcohol, atau intoksikasi obat, hanya dengan mengeksplorasi dan mengetes pasien anda dapat mengetahui etiologi nya. Stupor psychogenic dapat menyebabkan panic, somatisasi, dan penyakit disorder; schizophrenia, tipe catatonic, dan delirium, demensia, amnesia, dan penyakit kognitif lainnya.

Perilaku pshychomotor Perilaku psychomotor dapat memberikan pertanda, afek, derajat kekuatan, agitasi, dan kemampuan pergerakan secara luas pada penyakit psychiatri dan neurology. Pewawancara juga harus memperhatikan posture dan respon otonom dan tujuh tipe psychomotor: posture, pergerakan ekspresi, pergerakan reaksi, bahasa tubuh, dan tujuan gerakan. Aktivitas psychomotor merupakan suatu pertanda nonverbal. Merupakan hal yang penting untuk mengetahui perbedaan aktivitas motorik dan mempelajari hal tersebut. Dari point penegakan diagnostic , pergerakan dapat diklasifikasikan menjadi empat kategori:

1. Posture 2. Pergerakan psychomotor 3. Perubahan tubuh sesuai ekspresi 4. Pergerakan abnormal

1. Posture Posture menunjukan kekuatan otot tubuh. Sebagai seseorang yang harus menegakan diagnostic, anda akan tertarik pada kekuatan otot dan perubahan postur. Reflek kekuatan otot seseorang tergantung pada derajat energy. Perubahan yang sangat cepat terlihat pada pasien yang mengalami agitasi. Anda dapat melihat kekuatan otot yang sangat kuat pada pasien agitasi, dan akan menurun saat tenang atau tertidur. Posture tubuh tegak menunjukkan peningkatan energi, dan posture tubuh yang berhenti menunjukkan penurunan energi. Catalepsy, diam dalam posture sebelumnya, atau keadaan mematung seperti lilin, merupakan sinyal atau pertanda schizophrenia, tipe catatonic, penyakit mental yang tidak terklasifikasi atau adanya lesi pada otak tengah. 2. Perubahan psychomotor Perubahan psychomotor dan kecepatan berbicara menunjukan ekspresi pikiran dan aksi. Ketidaksesuaian antara tujuan dengan gerakan, bahasa tubuh yang terlalu ekspresif, dan bahasa tubuh symbolic. Tujuan dengan perubahan gerakan Pasien yang tidak sesuai antara gerakannya dengan tujuannya. Sebagai seseorang yang akan menegakkan diagnostic, anda dapat mengetahui tujuan yang akan dicapai. Singkatnya, pasien manic berinisiatif untuk bergerak tapi tidak pernah melakukan aksi yang lengkap untuk mencapai tujuannya. Ketidaksesuain tujuan dengan pergerakan dapat terlihat pada penderita depresi, parkinson, atau penyakit saraf yang di cetuskan oleh Parkinson. Pada keadaan selanjutnya, semua tujuan menjadi tidak sesuai dengan perubahan pergerakan. Anda dapat bertanya pada pasien untuk melakukan beberapa tugas fisik yang dikuti dengan apa yang dilakukan oleh pasien. Catat setip gerakan, kecepatan, efisien, kemampuan menyelesaikan, dan derajat kemampuan untuk mengontrol itu semua. Kesimpulan nya akan mengindikasikan suatu pusat perhatian tertentu. Psychosis dapat terjadi pada beberapa level.

Pasien mungkin merasa bahwa kekuatan yang ada padanya merupakan kekuatan yang berasal dari luar dirinya. Pasien yang memiliki gangguan perhatian atau hiperaktivitas dapat memperhatikan kantor anda , berjalan-jalan, dan memegang suatu barang dengan ketertaikan yang sangat. Seperti pasien yang ingin mengamati suatu benda. Sangat sulit untuk menetapkan mereka pada satu aktivitas, seperti focus pada anda saat wawancara. Ekspresi dan gerakan illustrative Ekspresi dan gerakan illustrative sangat berhubungan dengan kecepatan berbicara. Mereka mencoba untuk berbicara secara verbal. Sederhananya, seseorang mungkin mengilustrasikan tinggi badanya, luas tubuhnya atau kerampingan tubuhnya dengan sebuah objek. Anak-anak dan orang dewasa yang naf memperkaya cerita mereka dengan berbagai gerkan tangan. Beberapa orang modern menggunakan gerakan ilustrasi jauh lebih sedikit dari ekspresi. Singkatnya, mereka buntuk mengajak pendengar percaya terhadap apa yang dikatakannya. Tidak semua gerakan ilustrasi maupun gerakan ekspresi merupakan pesan nonverbal, namun keduanya dapat melengkapi data yang ada. Gerakan simbolis Gerakan simbolis merupakan spesisifik terhadap kebudayaan. Hal tersebut juga dapat memberikan suatu tanda. Singkatnya, kebudayaan tidak jauh lebih penting dari bahasa di US. Meskipun gerakan dinilai melalui pengamatan, mereka memulai dan menjadi dimengerti dalam konteks berbicara. Hampir sama dengan isi pikiran yang terblokir, pasien katatonik memperlihatkan gerakan motorik yang juga terblokir. Seperti menjadi stupor pada beberapa waktu dan secara umum melambat dan kemudian terblokir. Pasien katatonik mungkin akan menjawab pertanyaan tapi dengan respon yang sangat lambat setelah anda meninggalkan ruangan tersebut. Hal ini disebut sebagai reaksi terlambat.

3. Perubahan ekspresi Perubahan ini sangat dapat diamati. Hal ini akan sangat terlihat selama percakapan berlangsung. Namun hal ini akan dibicarakan pada bab selanjutnya.

4. Gerakan abnormal Gerakan abnormal termasuk didalamnya stupor, kegembiraan, dan aksi impulse. Anda dapat melihat pasien yang sangat tertarik pada pasien dengan agitasi, manic, dan schizophrenia tipe katatonik dan paranoid. Tipe katatonik dengan kegembiraan terlihat dari wajahnya tapi membesar-besarkan, kaku dan sulit menggerak-gerakan yang lain. Tidak masuk akal, kekerasan, tanpa memandang bulu, dan merusak mencirikan postepileptic dan tanda mabuk. Aksi yang impulsive mencirikan ketidakmampuan pengambilan keputusan. Gerakan pada penyakit saraf berdasarkan seperti tremor, akathisia, tardive dyskinesia, chorea, gerakan athetotic, dan tics. Dicurigai tremor jika ketidakmampuan memanjat, tidak seimbang, dan selalu bergerak setiap waktu. Selain itu tremor parkinsonisme, akatshia dan tardive dyskinesia dapat dicetuskan oleh penyakit neuroleptic. Gerakan athetotic dan gerakan choreatic mengindikasikan penyakit saraf dan berbeda dari catatonia. Meskipun keduanya merupakan gerakan yang tidak disadari namun dapat menghilang selama tidur. Gerakan ini disebut tics dan itu berhubungan dengan vocal tic, suara hiruk pikuk, yang merupaka gejala atau tanda dari gilles de la Tourette sindrom. Observasi yang terus menerus dan menyeluruh mengenai status mental akan meningkatkan hipotesis anda mengenai penurunan fungsi yang dapat diketahui selama percakapan dan ekplorasi.

1. Percakapan Percakapan yang nyaman, akan membuat pasien tidak merasa diawasi. Anda belum mengetahui apa yang akan membuatnya marah dan anda dapat lebih memahami dan melakukan evaluasi termasuk didalamnya melakukan perhatian dan konsentrasi, kecepatan berbicara, pikiran, dan afek. Gangguan atau kelemahan dari salah satu hal tersebut dapat menunjuk ke rah disfungsi tertentu. Beberapa area seperti afek, dapat dievalusi dari kecepatan berbicara yang dapat dilihat keseusain dengan ekspresi atau gerakan tubuh. Hal yang lain, seperti perhatian dan konsentrasi dapat menjadi tidak stabil pada beberpa saat saat percakapan sedang berlangsung. Apapun yang dialami evaluasi permasalahan pasien harus tetap dijalani.

Selama mengobservasi pasien, anda dapat memulai untuk mengambil bagian verbal guna menegakkan diagnostic dengan mewawancarai atau percakapan kecil mengenai topic lain yang lebih mengarah ke permasalahan pasien. Dapatkah anda melihat?

Perhatian dan konsentrasi Ketika anda bertemu dengan pasien baru, tanyakan padanya dimana dia sekarang berada atau waktu yang dialami saat ini. hal ini akan memberitahu anda mengenai level perhatian, konsentrasi, orientasi dan memori. Jika jawabanya benar, coba tanyakan lagi secara lebih mendetail. Apakah dia terjaga dengan pertanyaan anda atau sudah keluar dari pertanyaan tersebut. Apakah konsentrasinya terbatas pada benda yang dianggap menarik? Dapatkah dia berkonsentrasi ketika dia berbicara atau hanya ketika dia mendengar? Gangguan psychiatri dapat terjadi selama awal percakapan. Sebagai contoh, intoksikasi alcohol dapat menyebabkan pasien mengantuk dan lalai; depresi menurunkan minat dan konsentrasi; pasien dengan lesi pada lobus frontal dapat menjadi sangat waspada penuh perhatian tapi segera kehilangan focus.

Pembicaraan dan proses pikir Pembicaraan berhubungan dengan proses pikIr; hal tersebut memiliki perbandingan apa yang pasien pikirkan. Pembicaraan yang ada ditur pada pusat pembicaraan yang dominan pada cortex hemisfer. Ketidakmampuan berbicara mengindikasikan adanya gangguan pada proses pikir tapi tidak selalu seperti itu. Pada bagian ini, kami akan menunjukkan kepada anda bagaiman mengetahui isi pikiran dari pembicaraan pasien. Pembicaraan Pembicaraan pasien merupakan suatu jendela untuk mengetahui apa yang dipikirkannya. Merasakan untuk mengetahui afek, dan dapat diketahui dari ketidakmampuan dalam artikulasi. Pada area ini, ajaklah pasien anda untuk berbicara mengenai topic yang lebih emosional. Sebagai respon dari pertanyaan emosional tersebut, pasien akan memperlihatkan afeknya. Apa yang benar-benar harus anda dengar? Kemampuan berbicara. Artikulasi, irama, dan alur; untuk isi pikiran, perhatikan kata-kata yang digunakan, bahasa dan struktur kalimat; untuk afek, perhatikan respon, kecepatan, kekuatan, volume dan inflecsi.

Aspek formal pembicaraan Gangguan artikulasi (dysarthria) sering digunakan sebagai indikasi gangguan neurology, atau intoksikasi, terutama obat penenang, halusinasi, dan alcohol. Gangguan irama pembicaraan sering disebut dysprosody. Sebagai contoh, perhatikan pembicaraan ( pengucapan kata-kata dengan jeda antara pembicaraan) yang sering pada multiple sclerosis, pembicaraan yang sangat cepat pada epilepsy psychomotor, dan chorea Huntington. Perubahan yang terjadi tiba-tiba antara cepat dan terus mengalir. Saat pembicaraan mengalir, pasien berbicara kata demi kata secara terus menerus Jika pasien kesulitan untuk menghentikannya, itu mengindikasikan kurangnya control penghambat. Lanjutan dari pembicaraan yang terus mengalir tersebut, sering berhubungan dengan kemampuan menekan pembicaraan, dan kesulitan untuk menghentikannya. Pasien maniak atau keracunan alcohol atau zat adiktif sering memnunjukkan gejala ini; pasien dengan kecemasan, waham kejar, atau obsessive-compulsive juga sering menunjukkan gejala tersebut. Kerusakan pada pusat otak merupakan penyebab ketidakmampuan berbicara dan menyebabkan afasia. Kecepatan dan pembicaraan yang terus mengalir menandakan gejala afasia. Tidak ada pembicaraan-dengan begitu banyak jeda diluar struktur kalimat, kata penghubung, dan kalimat antara kata benda dan kata kerja disebut sebagai style telegram. Pasien yang mengeluarkan atau menemukan kata-kata yang tidak berhubungan dan tidak dapat dijelaskan tidak mampu mengingat kalimat yang diucapkannya. Pada kasus ini pasien menunjukan aphasia motorik, kerusakan pada area Broca yang terletak di frontal hemisfer. Hal terrsebut dapat terjadi secara tiba-tiba setelah trauma/ penyakit kepala. Kemempuan menghubungkan kalimat dapat membantu membedakan antara gejala deprresi atau kepikunan/demensia. (pasien yang lebih tua sering melupakan namanya. (hal ini merupakan hal yang sangat sacral untuk dilupakan, aphasia dini tidak berhubungan dengan kepikunan). Selanjutnya, kata-kata yang terus menerus diucapkan disebut word salad. Jeda sering kali dilupakan; sering menyebutkan kata benda yang salah. Sering tidak berhubungan dengan apa yang anda katakan, tetapi pasien ini memiliki respon aphasia. Area Wernik pada lobus temporal merupakan pusat respon kecepatan berbicara. Pada pembicaraan paraphasic, pasien menggunakan kata-kata yang salah, menggunaan kata-kata baru, atau membuat sebuah strutur kalimat baru. Para ahli neurology dapat membedakan paraphasia, semantic, literal, approximative dan neologistic.

Pada paraphasia semantic, kata-kata yang digunakan benar, namun digabungkan menjadi kalimat yang tidak berhubungan. saya menulis surat dengan saya mengendarai dengan menggunakan gigi Pada approximate, kata yang benar dimasukkan pada kata yang tidak benar, dimana memiliki beberapa hubungan dengan kaliamt yang benar. saya menulis surat dengan mainan tulisan saya Dan terakhir neologis adalah kalimat yang benar-benar baru yang tidak memiliki arti. saya menulis surat dengan zemps saya. Pada hari minggu saya menonton flom. Paraphasia juga sering terdapat pada pasien schizofren atau gangguan kejiwaan lain tanpa adanya gangguan organic. Beberapa point untuk menegakkan diagnosis aphasia dan paraphasia dengan schizofren. Aphasia akan menunjukkan: Kesalahan pengucapak kalimat Ketidakmampuan menggunakan kata penghubung, kata tambahan, dan hubungan antar kalimat. Ketidakmampuan menggunakan struktur bahasa.

Sebaliknya, pasien schizofren menggunakan kalimat neologisme sangat sering. Struktur kalimat biasanya masih baik. Kesalahan bahasa sering digunakan pada pasien deengan retardasi mental, beberapa pasien deengan schizofren, pasien dengan kerrusakan area bicara, dan tentunya pasien yang tidak mampu berbahasa Inggris.

Pembicaraan daan afek Afek merefleksikan respon otonom pasien; reaksi, mimic wajah, dan gerakan wajah; selama pembicaraanya. Afek menunjukan penyakit psyciatri yang bervariasi. Butuh waktu lama untuk pasien menjawab pertanyaan anda contohnya, dapat mengindikasikan afek depresi. salah satu variasi dari schizofren. Perhatikan perbedaan antara afek depresi dengan kelemahan intelektual. Pasien dengan retardasi mental atau demensia dapat menjawab dengan cepat pada

pertanyaan yang focus, pendek dan sederhana namun akan mengeluarkan respon yang lambat pada pertanyaan yang lebih rumit. Volume suara juga merupakan indicator untuk penyakit psychiatric: pasien manic mungkin akan berbicara sangat banyak dibanding pasien kecanduan alcohol atau rokok cigarette dan pasien dengan iritasi tenggorokan akibat alcohol. Jika tidak ada gangguan pendengaran, berbicara terlalu keras dapat mengindikasikan kurangnya daya pengendalian, dan dapat disebabkan kecanduan atau manic. Suara yang terlalu lembut, diam, atau suara yang terlalu pelan dapat merupakan point depresi atau anxietas. Pembicaraan dapat merefleksikan afek. Pasien depresi atau schizofren mungkin berbicara dalam irama suara yang monoton, sedangkan pasien manic atau penyakit somatisasi dapat berbicara dalam irama yang lebih ekspresif. Pasien kecemasan sering berbicara dengan memperlihatkan kesedihannya.

Isi pikir Isi pikir sangat berkaitan dengan pembicaraan. Anda mendapatkan pembicaraan yang terganggu dari isi pikir yang terganggu. Anda juga membutuhkan gangguan yang harus dikeluarkan sebagai perbandingan untuk menegakkan diagnose gangguan isi pikir. Terdapat tiga criteria yang dapat membantu anda menegakkan diagnose tersebut : konsep kalimat, hubungan isi pikiran dan tujuan yang dilakukan, dan orientasi.

Konsep kalimat. Pasien dengan gangguan mengkonsepkan kalimat menggunakan kalimat dalam arti yang sebenarnya. Anda dapat memperhatikan seperti gangguan isi pikir yang sering terlihat pada awal percakapan, sebagai contoh: 1. pikiran konkrit I P I P : apa yang membawa anda kemari? : mobil. Saya datang kemari dengan menggunakan mobil. : maksud saya masalah apa yang membawa anda kemari? : saya tidak memiliki masalah apapun. Mobil saya bergerak sangat lambat. Saudara lakilaki saya yang mengendarainya.

Perhatikan bahwa pasien tidak mampu menjabarkan pertanyaan abstrak mengenai kesehatannya dan justru mengartikannya dalam arti yang sebenarnya. Pasien retardasi mental dan schizofren kehilangan kemampuan untuk mengartikan pertanyaan simbolik dan membatasi mereka pada keadaan yang spesifik. Pikiran konkrit tidak hanya terdapat pada pasien schizofren. Pikiran yang konkrit juga berhubungan dengan kemampuan pasien dalam menggunakan bahasa tersebut dalam keseharian.

2.overinclusiv. I P : apa masalah yang membawa anda kemari? : barat. Semua hal berasal dari hangat ke dingin, berasal dari barat. Saya tinggal di barat dan datang kemari dengan angin yang menerbangkan saya dari barat. Semua masalah lebih banyak di Timur. Masalah saya membawa saya dari barat ke Timur.

Pada kasus ini, overinclusiv adalah konsep masalah yang membawa pasien menggabungkan kepercayaannya bahwa permasalahan politik dunia timur lebih berat dibanding dunia barat, dan kemudian dia mencoba membuat suatu skema. Sejak saat itu dia percaya bahwa setiap dia mendapatkan masalah dia akan pergi ke Negara Tmur. Pada kasus ini, pasien menunjukkan bahwa pikiran konkritnya mengartikan keadaan panas ke dingin sebagai analogi masalah yang dimilikinya. Payne dan Hewlett (1960) melaprkan bahwa sering terjadi pada pasien schizofren yang disebut overinclusi, namun tidak dapat disebut kelemahan mental atau kelemahan pikiran konkrit. Bagaimana pasien anda menghubungkan kata dan kalimat? Adanya perbedaan kalimat lantar disebut asosiasi longgar. Sebagai contoh, type gangguan assosiasi menjelaskan dimana tujuan secara lengkap atau hanya sebagian yang dicapai: circumtansial dan tangensial. Circumtansial. Circumtansial adalah pembicaraan dengan asosiasi dimana pada akhirnya mencapai tujuan pertanyaan, meskipun selama pembicaraan menggunakan kalimat yang sangat panjang dan menggunakan kata-kata yang tidak relevan. Sebagai contoh percakapan dengan Dorothy: I : apa yang membawa anda kemari?

: saya memiliki firasat ini. mari saya jelaskan. Saya ingat ketika saya berusia 8 tahun saya memiliki noda kotor di celana saya. Saya tidak membersihkan diri saya. Saya selalu merasa bahwa saya selalu ada yang mengotori diri saya. Dimanapun saya meletakkan barang-barang saya selalu menjadi kotor. Saya menjadi takut. Itu sebenarnya tidak benar-benar kotor, tapi hanya kotor pada satu bagian. Saya mengotori baju saya. Noda di baju saya kemudian mengotori saya. Jadi saya menginginkan melihat kebagian belakang saya apakah itu bersih atau saya akan saya akan mendapatkan noda dari kursi. Itulah mengapa saya selalu melihat kebelakang untuk melihat apakah ada tanda-tanda saya terkontaminasi kotoran. Saya tau itu memalukan. Saya merasa bahwa saya harus selalu melihat kebagian belakang sepanjang waktu. Itulah yang membawa saya kemari.

Dorothy memperlihatkan jenis circumtansial untuk obsessive-comulsive dan penyakit kognitiv. Circumtansial juga terlihat pada pasien manic dimana memperlihatkan sebagai ketidakmampuan menuju akhir pembicaraan dan asosiasi yang bebas, yang kehilangan hubungan satu sama lain untuk mencapai tujuan pembicaraan. Meskipun demikian, contoh sebelumnya tidak cocok untuk circumtansial pada pasien manic. Tangensial. Tangensial memperlihatkan asosiasi longgar. Pasien tidak mampu mencapai tujuan dari pertanyaan. I P : apa yang membawa anda kemari? : saya memiliki firasat. Saya memiliki semua waktu. Itu berbicara semua hal yang berada di sekitar saya. Dapatkah anda membayangkan bagaiman perasaan itu menjadi tersebar? Itu adalah pekerjaan pertama saya. Itulah mengapa saat ini saya berada dimanpun. I P : apakah anda dapat berbicara sesama anda? : kami dapat melakukan apa yang lain pikirkan. Itu memperrlihatkan apa yang sedang mereka pikirkan. Itu seperti pikiran yang keluar dan terdengar sangat keras. Anda dapat mendengar dimanapun dan anda mengetahui apa yang mereka pikirkan.

Tujuan arah pembicaraan dan asosiasi kalimat. Pasien yang mampu memikirikan orientasi tujuan pertanyaan dapat memberikan jawaban yang sesuai dan menjawab point pertanyaan. Pada penyakit mental tertentu terdapat tujuan yang tidak tercapai dan assosiasi kalimat yang terganggu. Terdapat 10 perbedaan type gangguan tersebut.

1. Perseverasi. Pasien selalu mengulang frasa dan kata yang sama, meskipun subjek yang dibicarakan diganti, tetapi dia tetap mengulang kata yang sama. I P : apa yang membawa anda kemari? : saya datang karena masalah gangguan manic. Anda tahu, hal tersebut selalu

muncul dalam setiap situasi. Di situasi ini anda tahu. Saya percaya anak saya yang bekerja di kantor hukum akan melakukan sesuatu untuk ini. di situasi ini saya tidak mengetahui apa yang harus saya lakukan. Di situasi ini. Pasien selalu mengulang kata situasi pada beberapa waktu. Pengulangan kata ini disebut stock phrase . contoh lain dari perseverasi : I P I P I P : apa yang anda makan untuk sarapan? : sereal : apa yang anda makan untuk makan siang: : sereal : untuk makan malam? : sereal.

Perseverasi sering terlihat padda gangguan depresi, kerusakan lobus frontal, dan schizofren tipe katatonik.

2. Verbigeration atau palilalia. Katatonik dan terkadang pasien manic mengilang kata atau frasa secara otomatis, terutama pada akhir kalimat. I P : apa masalah yang membawa anda kemari? : masalah saya yang membawa saya kemari, masalah membawa saya kemari,

kemari.

3. Asosiasi clang. Asosiasi clang adalah kata yang tidak memiliki hubungan, tidak memiliki arti , namun memiliki kemiripan pengucapan. I P : apa masalah yang membawa anda ke sini? : semua hal mengatakan sphinx. Whatever brings and rings and clings.

Hal ini sering terjadi pada pasien demensia, phonemic paraphasia, schizofren, dan beberapa episode manic.

4. Blocking dan derailment: pada kalimat yang terblok, pembicaraan tiba-tiba terhenti; setelah berhenti pasien mulai untuk membentuk kalimat baru dengan pembicaraan baru, hal tersebut dikatakan derailment. I P : apa yang membawa anda kemari? : saya memiliki pendapat bahwa tetangga saya memulai..(berhenti) tidak ada seorangpun yang membantu saya.

Pasien tersebut tidak menyelesaikan kalimat pertamanya, melainkan berhenti tiba-tiba. Pada bloking yang sederhana, dia akan melanjutkan kalimat dengan isi pikiran yang sama setelah berhenti. Jika anda bertanya padanya apa yang terjadi hingga dia tiba-tiba terhenti, dia akan mengatakan pada anda apa yang membuat pikirannya tiba-tiba hilang. Pengalaman ini di sebut dengan omission. Bloking pembicaraan sering terjadi pada pasien anak-anak yang mengalami kejang; bagaimanapun elektroencephalografi sering normal dan tidak menunjukkan kelainan apapun.

5. Flight of idea: flight of ideas adalah pembicaraan dengan arah tujuan yang tidak tercapai. Ketika pasien menjawab pertanyaan. Dia akan memulai untuk membicarakan hal baru, dan meninggalkan kalimat sebelumnya. I P : apa yang membawa anda kemari? : saya kesini dengan kaki saya. Tapi kaki sya sangat sakit saat jogging. Apakah

anda pikir bahwa jogging baik untuk saya? Itu sangat menolong untuk terkena serangan pembuluh darah jantung, aspirin mungkin lebih baik. Tapi saya tidak menyukai minum obat. Obat dan kejahatan merupakan hal yang sama.

Pasien pada awalnya memberikan jawaban yang benar. Namun pada akhirnya dia tidak pernah mencapai untuk menjawab tujuan mengapa dia datang. Berikut contoh lainnya: I : apa yang membawa anda kemari?

: saya tidak membawa apapun kemari, tapi saya berjalan kaki, tidak dengan mobil. Saya menyukai mobil baru, terutama yang buatan luar negeri. Apakah anda menyukai Mercedes? Itu sangat bagus, tapi kebutuhan gas sangat tinggi. Anda akan mendapat kesulitan di Russia. Disana tidak banyak kilang minyak. Tapi itu akan membantu perekonomian. Saya mengetahui itu semua dari warga rusia yang meletakan gas sianida di capsul Tylenol.

flight idea pada pasien tipe manic , anda dapat mengetahui gubungan antar kalimat, anda dapat ikut terlarut pada alur ceritanya, kebalikan pada pembicaraan pasien schizofren dimana isi pikiran sangat sulit diikuti. Kami mengambil gambaran flight of idea secara visual. Seorang mahasiswi 19 tahun yang kami minta untuk menggambar sebuah jam. Dalam waktu yang cukup singkat dia

menggambar 4 gambaran yang berbeda.

6. Non sequitur. Non sequitur merupakan jawaban yang tidak ada hubungan sama sekali, pada pikiran konkrit atau abstrak. I P : apa masalah yang membawa anda kemari? : disana ada beberapa kejadian tapi itu tidak berhubungan dengan usia saya.

Anda dapat menemukan ganguan isi pikir seperti ini pada demensia dan schizophrenia.

7. Fragmentasi.

Pasien yang memiliki kemampuan berbicara terputus-putus menjadi

bagian-bagian atau phrase yang tidak berhubungan satu sama lain. I P : apa yang membawa anda kemari? : saya telah selesai..disana terdaapat lampu jalandapatkah saya pergi tidak ada satupun yang akan kesana biarkan mereka seemua terbang bye dan hai.

Fragmentasi tidak spesifik untuk satu penyakit psychiatri. Anda sering mendengar bahwa fragmentasi juga terdapat pada pasien dengan gangguan bipolar, episode manic, schizophrenia tipe katatonik; atau demensia.

8. Rambling. I P : apa yang membawa anda kemari? : pertanyaan yang sunggug bodoh. Tidak anda lihat? Tapi anda terlihat menarik.

Apakah anda menarik? Okay? Mari dengarkan saya, saya tidak ingin mengulanginya lagi, tapi saya katakan bahwa saya telah selesai, mengapa mereka tidak meninggalkan saya tidak sendiri. Saya tidak melakukan apapun. Saya sedang masak. Datang dan maak lagi. Pergi. Tinggalkan saya sendiri.

Pembicaraan seperti ini sering sekali terdapat pada pasien delirium dan intoksikasi zat. Perhatikan tanda-tanda intoksikasi seperti pembicaraan yang tidak jelas, da kebingungan.

9. Driveling. I P : apa yang membawa anda kemaari? : baiklah.

10. Word salad. Di beberap rumah sakit dengan pasien schizufrenia kronik, mereka tidak memiliki pembicaraan yang memiliki arti dan hubungan dari kata- kata yang dikeluarkan. Dimana kalimat yang terputus atau longgar sering terjadi bersama-sama, pada word salad kalimat yang keluar sama sekali tidak memiliki arti. Gangguan isi pikiran bukanlah tanda atau gejala khas untuk schizophrenia seperti yang sering dipikirkan, tidak semua pasien schizophrenia memiliki gangguan isi pikir ini. selainitu, pasien dengan demensia atau gangguan mood juga sering memperlihatkan gangguan isi pikir. Seperti pada umumnya gejala dan juga tanda, gangguan isi pikir dapat terjadi dari penyakit kejiwaan, gangguan social, fungsi kerja, dan latar belakang keluarga. Setelah melengkapi evaluasi anda mengenai pembicaraan dan isi pikir pasien, anda membutuhkan kemampuan orientasi waktu dan tempat.

orientasi tes kemampuan orientasi tempat, tanyakan pada pasien baru bagaimana dia menuju kantor anda. Beberapa pasien yang mengalami gangguan orientasi biasanya dibawa oleh anggota keluarga atau temannya.

Waktu merrupakan penunjuk orientasi yang cukup sensitive. Untuk menilai orientasi waktu, tanyakan hal-hal yang talah dilakukannya. Tanyakan pada pasien kapan mereka berada di rumah sakit itu dan berapa lama mereka telah tinggal di rumah sakit tersebut. Pada ujian atau tes secara tertulis tanyakan atau minta pasien utntuk menjelasakan tes tersebut. Pasien demensia mungkin akan mengalami keterbatasan: untuk kehidupan sehari-hari saya tidak membutuhkan waktu. Betapa pertanyaan yang menjijikan- saya tidak membutuhkan jawaban. Pasien dengan retardasi mental juga mungkin mengalami gangguan orientasi waktu. Pasien sakau juga sering mengalami gangguan orientasi, namun akan mendapatkan jawaban yang benar jika anda bertanya cukup sering. Jika pasien mengalami gangguan orientasi, focus pada pemeriksaan status mental jauh lebih baik disbanding anada bertanya mengenai kehidupannya. Jika anda tetap mengevaluasi orientasi, dikhawatirkan wawancara tiak akan pernah selesai.

Memory Selama percakapan yang anda lakukan, cobalah untuk mengetes memory pasien mengenai pertanyan-pertanyaan informal. Sederhananya, eja nama anda saat anda

memperkenalkan diri anda. Ketika dia dapat mengulang nama anda, berarti ingatan jangka pendeknya cukup baik. Hal yang sama ketika dia bisa menjelaskan bagaiman dia bisa sampai di klinik tersebut dan dimana dia memparkir kendaraanya. Pembicaraan mengenai waktu yang telah lampau dapat mengganggu ingatan pasien. Pasien dengan gangguan focus memory pada satu kejadian dapat dicoba diingatkan dengan memanggil kembali ingatan tersebut. Seperti misalnya, memperkenalkan topic yang anda pilih seperti film, olahraga, drama televisi, dan kejadian politik dapat anda lakukan. Tanpa adanya ketertarikan terhadap suatu subjek, pasien akan mudah melupakannya. Pembicaraan ini tentunya dapat digunakan selama wawancara berlangsung. Ketika anda mencurigai pasien mengalami amnesia, berbicara lebih sedikit dapat mendeteksi kelainan. Sebuah percakapan dari kasus Elisa dapat digunakan utnuk menegakkan diagnosis.

Seseorang berusia 27 tahun, wanita berkulit putih dibawa ke ruang gawat darurat sebuah rumah sakit oleh mobil patroli dengan keluhan kehilangan ingatan. Dia ditemukan dalam keadaan

ketakutan, dan tidak ingat sama sekali nama maupun alamat rumahnya. Dia mengatakan bahwa dia sama sekali tidak ingat apapun tentang masa lalu. Dia menghindari minum beralkohol atau kecelakaan kepala dan tidak ada mengalami trauma. Tetapi dia tidak yakin mengenai penggunaan zat adiktif. Selama wawancara, dia terlihat sangat waspada dan selalu mengulang bahwa dia tidak mengingat apapun. Ketika akan dilakukan hypnosis untuk mencoba mengembalikan ingatannya, dia menolak. Pada akhir wawancara, pewawancara mengajak pasien untuk keluar dari ruang gawat darurat dan mengajak berjalan-jalan, menjelaskan mengenai hypnosis yang sudah dilakukan pada banyak orang dan mengatakan bahwa dia mengerti jika pasien tersebut takut muntuk dilakukan hypnosis. Dia menjawab ya benar. Ayah saya pernah mengajak saya untuk pergi ke carnival di Columbus,Ohio, merupakan daerah yang sangat tertutup untuk ditinggali. Dan mereka melakukan sebuah pertunjukkan, beberapa orang penonton diajak untuk dilakukan hipnosys. Saya dapat melihat dengan jelas bagaiman para relawan itu berbicara dan menangis seperti bayi. Pernyataan ini sangat bertolak belakang dengan pernyataanya yang kehilangan memori, hal ini terungkap selama wawancara.

Penurunan daya ingat Gangguan kejiwaan dapat mengakibatkan penurunan daya ingat. Pasien manic mungkin melupakan pekerjaannya, atau melupakan pengalaman lamanya sebelum dia sampai di rumah sakit, sebagai contohnya,pasien schizophrenia mungkin akan dilaporkan mendapatkan hukuman dan eksekusi tapi tidak pernah terjadi. Pasien dengan gangguan kepribadian antisocial mungkin akan melupakan latarbelakang kehidupannya.

Ingatan yang salah Dj vu sering terjadi pada pasien dengan lesi lobus temporal, tapi juga dapat ditemukan pada pasien tanpa keruskan neurologis. Ingatan yang salah juga sering terjadi pada gangguan dissiciatif pada kasus kasus pelecehan seksual yang tidak diketahui.

Afek Afek adalah manifestasi yang terlihat dan terdengar yang berasal dari respon emosional pasien terhadap keadaan internal maupun eksternal, bisa itu isi pikir, ide, ingatan, dan refleksi

keadaan.. itu semua mengekspresikan respon otonom, postur, mimic wajah dan reaksi tubuh, volume suara, vocal, dan pemilihan kata-kata. Respon otonom berasal dari system simpatis dan parasimpatis. Mereka akan menunjukkan pembesaran mata sebagai respon marah, memerah, berkeringat. Postur telah dijelaskan pada bagian sebelumnya Mimic wajah termasuk otot sekitar mulut, hidung, dan mata. Terdapat Sembilan dasar afek yang menunjukkan refleksi dari mimic wajah. Reaksi termasuk wajah dan tubuh. Mereka akan menunjukkan sebuah respon stimulus. Seseorang akan tampak terbangun saat anda memasuki ruangannya, perhatikan juga cuping hidung. Hal tersebut merupakan reaksi waspada , terkejut dan ketertarikan terhadap suatu hal. Gerakan berulang adalah suatu manipulasi penampilan. Seseorang yang terus menggulung rambutnya, menggosokan tangan dan dadanya, mengusap lehernya, atau menggerakan gigi dan hidungnya. Pasien yang merasa tidak nyaman selama wawancara berlangsung, dia akan memulai untuk menggaruk lengan atau telapak tangan dan mengusap dahinya. Afek harus dibedakan dengan mood. Afek bersifat sesat, hanya sekitar 1-2 menit; mood lebih lama Afek berasal dari luar atau internal stimulus dan dapat pula berubah; mood dapat berubah secara tiba-tiba Afek hanya tampilan; mood berasal dari latar berkang emosional Afek dapat diamati oleh anda sebagai pemeriksa (tanda); mood harus dilaorkan oleh pasien (gejala).

Afek memiliki tiga fungsi: 1). Persepsi diri, 2). Komunikasi, dan 3). Motivasi. Pada kasus persepsi diri, afek memperlihatkan nilai emosional. Itu mengatakan pada kita bhwa apakh kita menyukai atau membenci. Singkatnya, ketika anda naik jabatan yang tidak anda sadari, denyut jantung dan pernapasan anada akan meningkat, anda merasa hangat di dada, otot anda menegang, dan anda memperlihatkan wajah gembira. Ini memperlihatkan bagaiman respon afek anda. Ekspresi afek dai perasaan ita membuat kita mengetahui satu sama lain. Hal tersebut juga merupakan komunikasi emosional , interaksi interpersonal, perilaku, dan juga situasi. Yang terakhir motivasi,

Saat kami memperlihatkan afek, kami memulai dengan arah tujuan yang lengkap dan menyeluruh. Seperti, kita akan mengatupkan bibir agar tidak menyentuh makanan yang telah dimakan oleh mereka; kita akan menaikkan hidung kita dan membuang napas lebih sering agar tidak mencium sesuatu yang berbau busuk. Pada kuliah yang membosankan kita akan mengangkat kaki kita. Dan pada pikiran abastrak, kita akan memiliki respon afek.

Apakah afek alami? Penelitian yang didukung oleh teori Charles Darwin pada the innateness and universality of emotional expression, Affect (Izard 1977, 1979). Izard et al. (1983) menemukan Sembilan dasar pergerakan ekspresi: terkejut, bingung, santai, marah, takut, sedih, tertarik, malu dan isi pikir. Ekspresi dasar ini membangun 18 bulan pertama kehidupan. Afek merupakan salah satu jenis komunikasi interpersonal yang mengalami gangguan pada gangguan psychiatri. Adanya gangguan pada hal ini dapat merupakan suatu pertanda untuk penegakan diagnostic. Pada gangguan psychiatri yang lebih spesifik, satu atau dua dasar afek tersebut menjadi lebih dominan disbanding yang lain seperti gangguan anxietas, kesedihan, bingung (depresi), peningkatan dan ketertarikan (manic), curiga (paranoid), dan pengulangan pengucapan (gangguan disorder).

Bagaimana anda mengevaluasi afek? Perhatikan alur, bahasa tubuh dan ekspresi wajah. Bahasa nonverbal merupakan suatu hal yang sangat penting sebelum komunikasi verbal dan akan tetap terlihat tanpa memandang isi pikir dan kalimat. Ekspresi pasien terlihat pada volume suara, penekanan, modulasi, dan pemilihan kata. Ketika anda dapat merasakan apa yang pasien rasakan, anda dapat membaca afek yang ada pada pasien. Afek dasar dapat dilakukan manipulasi. Kami belajar bagaimana terkejut, dan membangun ekspresi emosi, dimana afek digunakan sebagai tujuan. Kami membangun gaya kepribadian kami untuk diperlihatkan, dan dapat melakukannya.

Ketika tuan Smith, seorang CPA sukses, mengalami depresi, dia masih tersenyum dan kontak mata tetap terjaga saat berbicara, tapi dia menghilangkan senyumnya saat berkalimat atau merasa tidak diamati. Giginya sering terkatup saat wawancara dan merasa tidak nyaman, dia memikirkan percobaan bunuh diri.

Afek tidak hanya diperlihatkan dari ekspresi wajah. Morris (1987), menyatakan bahwa remaja belajar untuk mengontrol ekspresi wajahnya tapi tidak lengan dan giginya. Ketika berbicara pada pasien yang memiliki afek tinggi, anda harus menyadarkannya. Lakukan sesuatu, tanyakan pada pasien untuk berbicara mengenai subjek yang sensitive (situasi keluarga, kehilangan orang yang disayangi, kesuksesan atau kegagalan dalam suatu hal, frustasi atau hobbi). Dimensi utama yang harus dilihat dari afek adalah kualitas, durasi, dan kemampuan menangkap stimulus, dimensi kedua adalah control dan jarak. Mengatupkan gigi dan peningkatan tonus wajah menunjukkan kemarahan. Kepala yang selalu berputar mengamati anda dan tiap sudut ruangan juga dapat diketahui dari gerakan mata. Senyum, perubahan ekspresi yang terjadi dengan cepat, sinar euphoria yang terlihat pada mata mengindikasikan pasien berada dalam episode manic. Ekspresi wajah dengan gerakan mata yang tertinggal, terlihat seperti menggunakan topeng, dan posisi tubuh yang diam dengan mulut yang selalu bergerak mengindikasikan katatonia. Tanda seperti kepala yang tertunduk, sudut bibir yang menurun, penuh air mata, dan bahu yang lunglai menandakan pasien depresi (Darwin 1965; Greden et.al. 1985). Pada beberapa pasien depresi dapat menampilkan senyum di bibirnya namun pandangan mata kosong. Pasien dengan gejala agitasi depresi biasanya akan duduk di kursinya memegang tangan, dan mengulang pengucapan yang sama berulang-ulang. tolong saya, tolong saya! Intensitas menunjukan ketertarikan pasien pada suatu topic. Pasien schizophrenia sering merasa tidak nyaman dan tidak bisa mengikuti. Mewawancarai mereka seperti berbicara dengan computer. Tidak ada sesuatu yang menyentuh perasaan mereka; afek mereka datar. Schizophrenia tipe paranoid,bagaimanapun mungkin dapat bisa merasakan jika anda memiliki kemampuan untuk menghidupkan idea atau waham nya yang disebut afek laden paraphrenia. Durasi. Respon afek mungkin hanya akan terjadi beberapa menit atau membeku, itu mungkin dapat ada secara lambat, atau tidak ada sama sekali. Hubungan afek dengan isi pikir harus diketahui apakah ada kesesuaian. Afek bisa tidak sesuai, sebagai contoh, pasien schizophrenia yang tertawa pada kematian ibunya. Ketidaknormalan hubungan isi pikiran dan afek dapat diperlihatkan dari reaksi pembicaraan yang tidak terlihat. Seperti pasien mengaku bahwa dirinya buta, lumpuh, atau tidak berasa pada seluruh tubuh yang sebelumnya tidak ada

keluhan , atau menunjukan adanya gejala tersebut pada hidupnya. Ahli kejiwaan asal Perancis menggunakan istilah tersebut la belle indifference (Campbell 1981). Jarak afek yang terdapat pada masing masing gangguan kejiwaan memiliki perbedaan kualitas dari sempit (pasien dengan schizophrenia, pasien depresi, atau pasien obsessive

compulsive) hinga lebih luas (pasien intoksikasi atau lesi otak). Beberapa tipe afek memiliki dominasi tertentu, seperti gangguan waham, putus asa pada gangguan depresif, atau mudah tersinggung dan gembira pada episode manic. System limbic memberikan warna pada pembicaraan dan emosional aksi (Isaacson 1982; Joynt 1992); lobus parietal kanan mengatur emosi dan lobus frontal kanan mengatur ekspresi (Ross 1982). Setelah melakukan evaluasi afek, pewawancara membuat suatu kesimpulan mengenai funsi subkorteks dan korteks struktur otak pasien.

2. Eksplorasi Pewawancara dapat melakukan pengamatan dengan atau tanpa perhatian pasien. Tetapi metode eksplorasi, pewawancara membutuhkan kerjasama pasien dan mampu berbicara mengenai dirinya. Eksplorasi berarti menggali lebih dalam melalui kalimat pasien, perilaku, dan fakta-fakta yang di tampilkan. Anda dapat memulai mengeksplorasi dengan bertanya : apa yang membawa anda kemari? Ketika anda menjelaskan gejalanya dari awal; ketika itu juga anda mengamati tanda adanya gangguan perilaku yan terlihat pada pasien dan yang anda eksplore dari arti pembicaraanya. Kapan anda akan memberikan pertanyaan mengenai gejala dan tanda? Mulailah dari yang sangat mengganggu pasien, atau itu akan terlupakan, atau tanyakan mengapa mereka datang ke pusat gangguan kejiwaan. Pertanyaan berikutnya dapat digunakan sebagai contoh bagaimana mengeksplorasi penyebab penyakit. John memulai pada papan nama di meja anda, terlihat menarik, dan kemudian membayar perhatian itu dengan beberapa pertanyaan. P : saya mencoba membayangkan bagaimana membedakan kalimat yang akan saya buat surat pada nama anda I P : apakah anda sering bermain dengan surat atau kalimat seperti itu? : semua waktu. Saya menghabiskan 3 atau 4 jam untuk melakukan hal tersebut.

Akan lebih baik untuk menunda meeksplorasi tanda dan gejala jika terlihat gejala yang lebih penting, mengancam anda, atau sebagian atau seluruh gejala gangguan kejiwaan seperti waham. Apa jenis pemeriksaan status mental yang anda perlukan selama melakukan eksplorasi? 1. Suicidal, Percobaan bunuh diri merupakan suatu ekspresi yang sangat berbahaya. 2. Organik condition, Kondisi alami, yang saat ini disebut kondisi medis yang berkontribusi terhadap gangguan kognitif. 3. Alcohol dan zat adiktif uang mengakibatkan intoksikasi, kecanduaan, dan efeknya dalam jangka waktu lama yang mengakibatkan kerusakan otak dan system badan lainnya. 4. Psychosis, Gangguan jiwa, halusinasi dan waham yang berhubungan dengan kenyataan dan pikiran irasional dan persepsi yang tidak sesuai kenyataan.

Gejala dan tanda ini dapat disingkat dengan SOAP. Pada tiap pasien, empat gejala dan tanda ini dapat digunakan untuk menegakkan diagnosis dan memulai terapi. Secara umum, eksplorasi yang anda butuhkan yaitu focus pada penampilan mood, kualitas mood, stabilitas mood, reaksi, intensitas mood, dan durasi; derajat energy; persepsi; insight, terutama waham dan halusinasi; dan yang berhubungan dengan isi pikir- waham, phobia, compulsive, serangan narcoleptic, kejang, serangan panic, dan yang lainnya. Kami akan menjabarkan semua aspek pemeriksaan status mental pada bagian ini.

Mood Hal yang tidak dimengerti dari mood pasien adalah suatu perasaaan jangka panjang yang berasal dari pengalaman pribadi. Mood tidak dapat terlihat dari luar; hal tersebut akan diketahui jika pasien mengatakan secara langsung. Beberapa dari anda mungkin agak kesulitan membedakan antara afek dan mood; pasien dapat mengontrol afek dengan menggunakan tipuan social, tapi hal tersebut dapat menjelaskan mood.

Tuan Brink, seorang pekerja bangunan, berusia 60 tahun, tinggi, menggunakan jas hujan dan dasi, masuk ke kantor saya dengan tersenyum dan semangat yang baik. Dia telah membangun sebuah perusahaan dengan istrinya, sebuah desainer pakaian. I : mengapa anda datang kemari?

Istri

: saya mendengar teman saya yang berbicara tentang anda dan telinga saya

terjaga, karena saya berpikir bahwa suami saya mendapat masalah. Dia tidak pernah aktif lagi berbicara sejak 14 tahun yang lalu, ketika dia mengalami depresi. dia telah mendapat beberapa obat anti depresi tapi tidak pernah berhasil. I P : apa yang anda rasakan saat ini? (bertanya padaTuan Brink) :(dia tersenyum dan melihat kea rah istrinya; pemeriksa kembali melihat kea rah pasien)baiklahsaya tidak tahuburuk, saya merasa sangat buruk. Saya tidak ingin melakukan apapun. Lihatsaya tidak dapat berbicara. Dia (istri) yang selalu berbicara. Istri :dan itu tidak pernah terjadi hingga sebelum dia sakit. Itu yang membuat saya selalu merasa gugup. I P : apa yang anda rasakan sebelum anda merasa buruk seperti saat ini? :saya khawatir. Saya khawatir dia akan datang kemari. Saya khawatir sepanjang malam. I :anda merasa khawatir pada saat malam? Bagaimana pada saat pagi hari, apakah berbeda? P :pada pagi hari saya merasa lemas. Saya tidak ingin bangun. Saya tidak ingin melakukan apapun. Saya tidak ingin berbicara. I P I :apa yang salah, pagi atau malam? :saya rasa pagiseperti saat ini. :apakah ada sesuatu hal yang akan membuat anda merasa jauh lebih baik daripada saat ini? P Wife :tidak ada. :kemarin dia merasa lebih baik. Anak laki-laki kami datang dan mengunjungi kami serta mengajaknya keluar rumah. Dan dia tampak lebih bahagia. I :apakah anak laki-laki anda membuat anda merasa lebih baik? (wajah Tuan Brink terlihat turun; garis wajahnya terlihat berkerut; dia tampak sedih). P I P :mungkin untuk suatu waktu (tampak rage, volume suara lebih keras). :membicarakan anak laki-laki anda membuat anda lebih bahagia? :tidak juga. Tidak ada yang membuat berbeda. Berbicara biasanya membuat saya merasa lebih buruk.

:(ketika saya berbicara dengannya, dia tersenyum dengan senyuman tipis, jauh tampak lebih tua istrinya saat saya melakukan wawancara) ketika saya berbicara pada anda , anda tidak tampak depresi.

P Wife P

:untuk beberapa waktu saya tidak memperlihatkanya, tapi saya merasa sangat . :dia merasa bahwa hal itu urusan dia. :saya tidak ingin melakukan apapun. Saya tidak dapat melakukan pekerjaan saya. Saya hanya bisa duduk. Saya tidak tahu apa yang harus mulai saya lakukan.

I P

:bagaimana anda memandang masa depan anda? :saya tidak akan pernah merasa lebih baik. Saya berharap tidak ada apapun disekitar saya.

dieksplorasi seperti percakapan di atas.

Kualitas Mood depresi sering ditemukan pada kasus kegagalan dan keputusasaan. Kualitas mood tidak dapat diamati melalui afek-tetapi anda harus menanyakannya. Pertanyaan yang bagus untuk menjabarkan mood sebagai berikut: Sebuah pertanyaan dengan jawaban pasti: baik energik tinggi depresi lelah Atau ambigu: saya merasa saya duduk dan seperti berayun-ayun Saya tebang di sekitar rumah secara lambat Baiklah, saya

Untuk mengksplorasi jawaban ambigu tersebut, anda dapat memberikan pertanyaan lanjutan pada pasien untuk melihat respon pasien:

Apakah anda merasa biru, sedih, berada dalam titik terbawah, semangat atau tidak, senag atau merasa penting di dunia? Jika pasien tidak dapat menjelaskan moodnya melalui kata-kata, anda dapat bertanya mengenai kegiatannya sehari-hari dan fungsi tubuh: apakah anda merasa nyaman berbicara dengan saya? apakah anda merasa senang melakukan kegiatan favorit anda? apa rencana anda untuk masa depan? apakah anda mendapat penghargaan dari pekerjaan anda atau dari yang anda lakukan setiap hari? bagaiman tidur andafungsi seksualenergy? Satu saja anda mendapat penjelasan dari mood pasien, gunakan itu untuk mengeksplorasi. Kembalikan lagi pada ekspresi dari perasaan yang dirasakan pasien dan gali perasaan itu, hal tersebut dapat membantu dia untuk menjabarkan moodnya.

Stabilitas Pasien yang memiliki mood yang stabil melaporkan bahwa dia merasa tidak masalah dengan gangguan lain: saya merasa senang berada di gereja ini, mereka tidak terihat akan menyalahkan saya. Itu merupakan suatu perasaan yang baru untuk saya. Mood yang tidak stabil mudah berubah secara tiba-tiba atau akibat reaksi. saya merasa sangat lelah ketika terbangun jam 4 pagi, namun tidak bisa untuk tidur kembali. Saya merasa sangat depresi pada jam-jam pagi hari, tapi saya merasa lebih baik setelah makan malam, dan malam hari merupakan waktu yang paling baik yang saya rasakan. Jadi ini disebut sebagai variasi diurnal yang sering berhubungan dengan gangguan mood. Pertanyaan ini akan membantu anda: jika dibandingkan mood anda pada pagi dan malam hari, apakah ada perbedaan? dimana anda merasa lebih baik-saat sarapan atau setelah itu? apakah anda merasa jauh lebih baik sekarang atau nanti?

Reaksi Kurangnya memberi reaksi merupakan salah satu jenis depresi endogen. Sebagai contoh, tidak ada satupun yang mampu membuat bahagia Tuan Brink, tidak juga kunjungan anak laki-lakinya. Sebaliknya, pasien dengan kecanduan zat, gangguan somatisasi, dan beberapa gangguan kepribadian akan merasa jauh lebih baik jika situasi sosialnya dibantu.

Intensitas Pengalaman mood bervariasi secara intens atau berubah. Pasien dengan gangguan panic, manic, atau kecanduan substansi memiliki mood yang intens. Kebalikannya, pasien schizofren memiiki afek yang datar dan mood yang berubah. Mood depresi biasanya memiliki mood yang intens dengan afek datar.

Durasi Durasi atau jangka waktu mood dapat memberikan nilai untuk menegakkan diagnosa. Dysphoria selama beberapa jam atau hari sering terlihat pada gangguan kepribadian, terutama pada gangguan antisocial dan kecanduan substansi, begitu juga untuk episode depresi pada gangguan mood biasanya berlangsung selama 2 minggu atau lebih. Begitu juga untuk mood yang meningkat.

Derajat energy Perhatikan bagaimana pasien membawa pembicaraan yang dibicarakan, atau bagaimana mereka menggabungkan topik pembicaraan tersebut. Tanyakan padanya bagaimana kemudahan dia dalam mengawali sesuatu hal dan melakukan aksi tertentu. Tanyakan padanya bagaimana memacu diri dan menjalani harinya.