Anda di halaman 1dari 29

BAB I PENDAHULUAN

1. Latar Belakang Ikan Bandeng (Chanos chanos) adalah ikan pangan populer di Asia Tenggara. Ikan ini merupakan satu-satunya spesies yang masih ada dalam familia Chanidae (bersama enam genus tambahan dilaporkan pernah ada namun sudah punah). Dalam bahasa Bugis dan Makassar dikenal sebagai ikan bolu, dan dalam bahasa Inggris milkfish) Mereka hidup di Samudera Hindia dan Samudera Pasifik dan cenderung berkawanan di sekitar pesisir dan pulaupulau dengan terumbu koral. Ikan yang muda dan baru menetas hidup di laut selama 23 minggu, lalu berpindah ke rawa-rawa bakau berair payau, dan kadangkala danau-danau berair asin. Bandeng baru kembali ke laut kalau sudah dewasa dan bisa berkembang biak. Bandeng merupakan salah satu ikan yang banyak diminati di Indonesia. Bandeng memiliki rasa yang gurih dan tidak asin seperti ikan laut. Bandeng sendiri memiliki nilai gizi yang cukup tinggi dan rasanya lezat. Usaha bandeng presto merupakan usaha yang cukup familiar di masyarakat Indonesia. Peluang bisnis bandeng presto ini amatlah diminati dikarenakan populernya olahan bandeng presto. Saat ini cukup banyak ragam inovasi masakan bandeng lain yang tak kalah lezatnya seperti halnya abon bandeng, otak-otak bandeng, sosis bandeng, bandeng presto dan nugget bandeng.

2. Sejarah Ikan Bandeng Ikan bandeng yang kerap kali di kenal orang indonesia sebagai makanan khas di asia tenggara ini ternyata berasal dari samudra hindia yang sampai sekarang sudah menyebar di berbagai daerah di indonesia. ikan bandeng ini dalam bahasa ingris di sebut dengan fishmilk atau ikan susu ,selain rasanya manis ikan bandeng ini juga menpunyai banyak gizi yang lebih tinggi gizinya dari ikan yang lainnya.

BAB II CARA BUDIDAYA IKAN BANDENG

2.1

Penyediaan Benih Usaha penyediaan benih (nener) secara kontinyu dengan mutu yang baik dilakukan dengan sistem pembenihan yang intensif pada kolamkolam khusus, yaitu kolam pematangan induk, pemijahan, peneneran dan kolam pembsaran. Dalam pembenihan bandeng langkah yang dilakukan adalah : 1. Pemilihan induk yang unggul . Induk yang unggul akan menurunkan sifat-sifatnya kepada keturunannya, Ciri-cirinya : bentuk normal, perbandingan panjang dan berat ideal. ukuran kepala relatif kecil, diantara satu peranakan

pertumbuhannya paling cepat. Susunan sisik teratur, licin, mengkilat, tidak ada luka. gerakan lincah dan normal. umur antara 4 5 tahun.

2. Merangsang pemijahan. Kematangan gonad dapat dipercepat dengan penggunaan hormone LHRH (Letuizing Hormon Releasing Hormon) melalui suntikan.` 3. Memijahkan. Pemijahan adalah pencampuran induk jantan dan berina yang telah matang sel sperma dan sel telurnya agar terjadi pengeluaran (ejakulasi) kedua sel tersebut. Setelah berada di air, sel sperma akan membuahi sel telur karena sistem pembuahan ikan terjadi diluar tubuh. Pemijahan dilakukan pada kolam khusus pemijahan 4. 4. Penetasan. Telur yang mengapung di kolam pemijahan menetas setelah 24 26 jam dari awal pemijahan. Telur yang telah menetas akan menjadi larva yang masih mempunyai cadangan makanan dari kuning telur induk, sehingga belum perlu diberi pakan hingga umur 2 hari.

5. Merawat benih. Setelah berumur 9 hari larva dipindahkan ke kolam pemeliharaan nener . Di kolam ini larva diberi pakan alami berupa plankton. Penumbuhan plankton dilakukan dengan pemupukan dan pengapuran. Pemupukan yang tepat adalah dengan pupuk TON (TAMBAK ORGANIK NUSANTARA) yang mengandung berbagai unsur mineral penting untuk pertumbuhan plankton, diantaranya N,P,K,Mg, Ca, Mg, S, Cl dan lain-lain, juga dilengkapi dengan asam humat dan vulvat yang mempu memperbaiki tekstur dan meningkatkan kesuburan tanah dasar kolam dengan dosis 5 botol TON/ha atau 25 gr (2 sendok makan)/100 m2 pada tiap pemasukan air. Waktu peneneran 8 minggu. Pakan yang diberikan berupa tepung dengan kadar protein 30%. Untuk menambah nutrisi pakan pencampuiran pakan dengan NASA dengan dosis 2 5 /kg pakan sangat diperlukan, karena NASA mengandung unsur-unsur mineral penting yaitu N,P,K,Mg,Fe,Ca,S dan lain-lain, vitamin, protein dan lemak untuk meningkatkan

pertumbuhan dan kesehatan nener.

2.2

Pembesaran. Setelah dipelihara di kolam peneneran selama 8 minggu, bandeng dipindahkan ke kolam pembesaran. Teknis pembesaran bandeng meliputi beberapa hal, yaitu : 1. Persiapan lahan. Tahap ini dilakukan sebelum pemasukan air. kegiatan yang dilakukan selama persiapan lahan adalah : Pencangkulan dan pembalikan tanah. Bertujuan untuk membebaskan senyawa dan gas beracun sisa budidaya hasil dekomposisi bahan organik baik dari pakan maupun dari kotoran. Selain itu dengan menjadi gemburnya tanah, aerasi akan berjalan dengan baik sehingga kesuburan lahan akan meningkat. Pengapuran. Selama budidaya, ikan memerlukan kondisi keasaman yang stabil yaitu pada pH 7- 8. Untuk mengembalikan keasaman tanah

pada kondisi tersebut, dilakukan pengapuran karena penimbunan dan pembusukan bahan organik selama budidaya sebelumnya menurunkan pH tanah. Pengapuran juga menyebabkan bakteri dan jamur pembawa penyakit mati karena sulit dapat hidup pada pH tersebut. Pengapuran dengan kapur tohor, dolomit atau zeolit dengan dosis 1 TON /ha atau 10 kg/100 m2. Pemupukan. Fungsi utama pemupukan adalah memberikan unsur hara yang diperlukan bagi pertumbuhan pakan alami, memperbaiki struktur tanah dan menghambat peresapan air pada tanah-tanah yang tidak kedap air (porous). Penggunaan TON untuk pemupukan tanah dasar kolam sangat tepat, karena TON yang mengandung unsur-unsur mineral penting, dan asam-asam organik utama memberikan bahanbahan yang diperlukan untuk peningkatan kesuburan lahan dan pertumbuhan plankton. Dosis pemupukan TON adalah 5 botol/ha atau 25 gr/100 m2. Pengelolaan air. setelah dilakukan pemupukan dengan TON, air dimasukkan hingga setinggi 10 -20 cm kemudian dibiarkan beberapa hari, untuk menumbuhkan bibit-bibit plankton. Air dimasukkan hingga setinggi 80 cm atau menyesuaikan dengan kedalaman kolam.

2. Pemindahan nener

Setelah plankton tumbuh (warna air hijau) dan kecerahan sedalam 30 40 cm, nener di kolam peneneran dipindahkan ke kolam pembesaran dengan hati-hati dengan adaptasi terhadap lingkungan yang baru. 3. Pemberian Pakan. Sesuai dengan sifat bandeng yang termasuk hewan herbivore, maka ikan ini suka memakan tumbuh-tumbuhan yang ada di kolam. Tumbuhan yang disukai bandeng adalah lumut, ganggang dan klekap. Untuk mempercepat pertumbuhan, perlu pakan buatan pabrik, dengan

standar nutrisi yang dibutuhkan untuk tumbuh optimal dengan kadar protein .minimal 25 28 %. Sebagai hewan herbivora, unsur tumbuhan dalam pakan memang sangat penting,. Oleh karena itu, sebaiknya bahan baku unsur protein harus didominasi dari sumber tumbuhan atau nabati dari tepung kedelai atau bungkil kacang tanah. Sebagai acuan pemberian pakan adalah : Jumlah pakan 5 7% dari berat badan. Waktu pemberian 3 5 kali sehari.

Penambahan NASA pada pakan buatan merupakan pilihan yang tepat untuk meningkatkan pertumbuhan dan ketahanan tubuh bandeng. NASA mengandung mineral-mineral penting, protein, lemak dan vitamin akan menambah kandungan nutrisi pakan. Dosis pencampuran NASA dengan pakan buatan adalah 2 5 cc/kg pakan dengan cara : 1. Timbang pakan sesuai dengan kebutuhan bandeng 2. Basahi pakan dengan sedikit air agar pencampuran dengan NASA dapat merata. 3. Campurkan NASA sesuai jumlah pakan yang diberikan dengan dosis 2 5 cc/kgpakan. 4. Pakan siap untuk diberikan. Pemberian pakan dengan menyebarkan secara merata pada seluruh areal kolam, agar seluruh bandeng dapat pakan.

3.3. Pengendalian hama dan Penyakit. Penyakit penting yang sering menyerang bandeng adalah : 1. Pembusukan sirip, disebabkan oleh bakteri. Gejalanya sirip membusuk dari bagian tepi. 2. Vibriosis. Disebabkan oleh bakteri Vibriosis sp , gejalanya nafsu makan turun, pembusukan sirip, dan bagian perut bengkak oleh cairan. 3. Penyakit oleh Protozoa. Gejalanya nafsu makan hilang, mata buta, sisik terkelupas, insang rusak, banyak berlendir

4. Penyakit oleh cacing renik. Sering disebabkan oleh cacing Diploctanum yang menyerang bagian insang sehingga menjadi pucat dan berlendir. Penyakit dari bakteri, parasit dan jamur disebabkan lingkungan yang buruk, dan penurunan daya tahan tubuh ikan. Penurunan kualitas lingkungan disebabkan oleh tingginya timbunan bahan organik dan pencemaran lingkungan dari aliran sungai.. Bahan organik dan kotoran akan membusuk dan manghasilkan gas-gas yang berbahaya. Ketahanan tubuh ikan ditentukan konsumsi nutrisinya. Maka cara pengendalian penyakit harus menitikberatkan pada kedua faktor tersebut.

Untuk mengatasi penurunan kualitas lingkungan dapat dilakukan perlakuan TON dengan dosis 5 botol/ha atau 25 gr (2 sendok makan)/100 m2 yang mengandung unsur mineral dan asam-asam organik penting yang mampu menetralkan berbagai gas berbahaya hasil pembusukan kotoran dalam kolam dan unsur mineral akan menyuburkan plankton sebagai pakan alami. Untuk mencukupi kebutuhan nutrisi dalam jumlah yang ideal, perlu diberikan pakan dengan standar protein yang sesuai serta dengan penambahan/pencampuran NASA pada pakan buatan. NASA dengan kandungan mineral-mineral penting, vitamin, asam organic, protein dan lemak akan menambah dan melengkapi nutrisi pakan, sehingga ketahanan tubuh untuk hidup dan berkembang selalu tercukupi.

3.4. Habitat Ikan Bandeng (Chanos chanos) Bandeng banyak dikenal orang sebagai ikan air tawar. Habitat asli ikan bandeng sebenarnya di laut, tetapi ikan ini dapat hidup di air tawar maupun air payau. Ikan bandeng hidup di Samudra Hindia dan menyeberanginya sampai Samudra Pasifik, mereka cenderung bergerombol di sekitar pesisir dan pulau-pulau dengan koral. Ikan yang muda dan baru menetas hidup di laut untuk 2 3 minggu, lalu berpindah ke rawa-rawa bakau, daerah payau, dan kadangkala danau-danau. Bandeng baru kembali ke laut kalau sudah dewasa dan bisa berkembang biak (Anonim, 2009).

3.5 Cara Makan Ikan Bandeng (Chanos chanos) Bandeng termasuk herbivora (pemakan tumbuh-tumbuhan). Ikan ini memakan klekap, yang tumbuh di pelataran kolam. Bila sudah terlepas dari permukaan tanah, klekap ini sering disebut sebagai tahi air. Pakan bandeng terutama terdiri dari plankton (Chlorophyceae dan Diatomae), lumut dasar (Cyanophyceae), dan pucuk tanaman ganggang (Nanas dan Ruppia). Tumbuhtumbuhan yang berbentuk benang dan yang lebih kasar lagi akan lebih mudah dimakan oleh ikan bandeng bila mulai membusuk. Setelah induk ikan bandeng telah matang gonad. Tahap selanjutnya yaitu pemijahan induk ikan bandeng. Pemijahan ikan bandeng secara alami terjadi didaerah pantai yang jernih dengan kedalaman 40-50 meter, dan ombak yang sedikit beriak karena sifat telurnya yang melayang. Pemijahan bandeng berlangsung parsial, yaitu telur matang dikeluarkan sedangkan yang belum matang terus berkembang didalam tubuh untuk pemijahan berikutnya. Dalam setahun, 1 ekor induk bandeng dapat memijah lebih dari satu kali.. Jumlah telur yang dihasilkan dalam satu kali pemijahan berkisar antara 300.000-1.000.000 butir telur. Menurut Mudjiman, pemijahan alami berlangsung dalam kelompokkelompok kecil yang tersebar disekitar gosong karang atau perairan yang jernih dan dangkal disekitar pulau pada bulan maret, mei, dan September sampai januari. Bandeng memijah pada tengah malam sampai menjelang pagi. Sedangkan pemijahan buatan dapat dilakukan melalui rangsangan hormonal. Hormon yang diberikan dapat berbentuk cair atau padat. Hormone bentuk padat diberikan setiap bulan, sedangkan hormone bentuk cair diberikan pada saat induk jantan dan betina sudah matang gonad. Induk bandeng akan memijah setelah 2 15 kali implantasi tergantung pada tingkat kematangan gonad. Pemijahan induk betina yang mengandung telur berdiameter lebih dari 750 mikron atau induk jantan yang mengandung sperma tingkat 3 dapat dipercepat dengan menyuntikkan hormoneLHR H -a pada dosis 30 50 mikro gram/kg berat tubuh atau dengan hormoneHC G pada dosis 5000-10.000 IU/kg berat tubuh.

Indikator bandeng memijah adalah bandeng jantan dan bandeng betina berenang beriringan dengan posisi jantan dibelakang betina. Pemijahan lebih sering terjadi pada pasang rendah dan fase bulan seperempat. Menurut Ahmad (1998), dalam siklus hidupnya, bandeng berpindah dari satu ekosistem ke ekosistem lainnya mulai dari laut sampai ke sungai dan bahkan danau. Hal ini disebabkan karena bandeng memiliki kisaran adaptasi yang tinggi terhadap salinitas.

3.6 Penyebaran Ikan Bandeng (Chanos chanos) Ikan bandeng merupakan ikan laut dengan daerah persebaran yang sangat luas yaitu dari pantai Afrika Timur sampai ke Kepulauan Tua mutu, sebelah timur Tahiti, dan dari Jepang Selatan sampai Australia Utara. Ikan ini biasanya terdapat di daerah Tropika dan Sub Tropis.

BAB III CARA PEMBUATAN BANDENG PRESTO

3.1 Pengolahan Bandeng Presto Bahan: 1 kg ikan bandeng segar 350 ml air Daun pisang untuk alas panci presto Minyak secukupnya untuk menggoreng Bumbu: 6 siung bawang merah 6 siung bawang putih 40 gr kunyit 100 gr lengkuas yang diparut 1 sdm ketumbar, sangria 1 sdm garam 4 lbr daun salam

Cara membuat bandeng presto : 1. Haluskan bawang merah, bawang putih, ketumbar sangrai, kunyit dan garam. 2. Campur bumbu yang dihaluskan dengan lengkuas parut, aduk rata 3. Bersihkan ikan bandeng, buang isi perutnya 4. Lumuri ikan bandeng dengan bumbu sampai semua permukaan lulit tertutup bumbu termasuk bagian perut ikan bandeng. 5. Letakkan daun pisang didasar panci presto 6. Masukkan ikan bandeng ke dalam panci presto, tata dan lapisi tiap tumpukan ikan bandeng dengan daun pisang supaya kulit ikan bandeng tidak saling lengket. 7. Masukkan daun salam dan isi panci dengan air sampai menutupi semua permukaan ikan bandeng. 8. Tutup rapat panci presto dan masak bandengnya selama 20 menit sejak panci berdesis.

9. Matikan api dan tunggu sampai suara desisnya hilang. 10. Keluarkan bandeng dari dalam panci, tiriskan. 11. Tunggu sampai dingin dan bandeng presto siap disimpan atau digoreng untuk disajikan.

3.2 Tips Bandeng Presto : Yang mau bandengnya agak kuning, boleh ditambahkan kunyitnya. Gunakan pisau tajam untuk mengiris bandeng presto agar potongan halus dan tidak remuk. Kalau mau bandeng presto goreng lebih garing, gunakan tepung bumbu untuk menggorengnya. Agar ikan tidak hancur saat dipresto maka pada sat dibersihkan, sisik ikan sebaiknya tidak dibuang untuk menjaga daging ikan tetap utuh saat dipresto. Gunakan bahan baku berkualitas, hindari ikan bandeng yang berbau tanah, sebaiknya dipilih ikan bandeng hitam karena dagingnya tidak mudah hancur saat dipresto dibandingkan dengan ikan bandeng putih Usahakan mempunyai 2-3 pemasok bahan baku agar lebih terjamin ketersediannya. Lakukan promosi dengan menyebar brosur, memberi informasi ke orangorang dikenal atau melalui internet, merek dagang perlu dicantumkan pada kemasan. Pantang menyerah menghadapai setiap kesulitan di dalam menjalankan usaha

3.3 Yang dibutuhkan Tenaga kerja sebaiknya seleksi yang sudah berpengalaman

Peralatan seperti panci presto, sarangan, kompor, tabung gas, dll Kemasan seperti dus, kertas coklat pembungkus, atau plastik yang divakum (ini lebih tahan lama)

3.4 Resiko Ikan bandeng yang berbau tanah dapat menyebabkan rasa bandeng presto kurang enak. Jika konsumen mendapatkan produk seperti ini tentu mereka akan kapok membeli lagi. Pemilihan bandeng secara tepat dapat menjadi cara untuk menghindari resiko ini. Karena itu, pastikan pasokan bandeng didapat dari sumber yang memiliki kulaitas bandeng baik.

BAB IV ASPEK PEMASARAN

4.1 Prospek Kegemaran masyarakat akan ikan bandeng sudah tidak diragukan lagi, karena rasanya enak, gurih dan harganya yang terjangkau, membuat ikan bandeng menjadi makanan favorit masyarakat . Selama masyarakat menyukai ikan bandeng sebagai lauk keseharian mereka, maka bisnis bandeng tanpa duri tetap berjalan lancar . Hal ini menjadi peluang yang besar & prospek kedepan yang bagus. 4.2 Kualitas Produk Bandeng Presto Milkfish Ikan bandeng kami langsung di olah diarea budidaya, Fresh. Ikan bandeng sebagai bahan baku kami, dibudidayakan diarea laut, sehingga terasa lezat, gurih, dan tidak bau tanah ketika di konsumsi. 4.3 Apa yang anda lakukan sebelum memulai usaha ini ?

Dari sepenggal informasi diatas, tentunya anda sudah punya gambaran tentang usaha bandeng tanpa duri. Dan tentunya bila anda tertarik dan berkeinginan untuk memulai dan menekuni usaha ini, anda disarankan untuk : A. Melakukan survey lapangan Dengan melakukan survey lapangan, anda akan tahu, seberapa besar potensi usaha ini di daerah anda. B. Mendiskusikan peluang usaha ini pada keluarga Bila anda sudah tahu seberapa besar potensi usaha ini didaerah anda, anda patut mendiskusikannya bersama keluarga anda. Mengenai persiapan, permodalan serta apa saja yang dilakukan untuk menghindari kerugian. Meski usaha ini minim dari kerugian, karena bandeng tanpa duri bisa bertahan dalam lemari es frozeen lebih dari 1 bulan. C. Merencanakan target pemasaran Setelah anda mendiskusikannya bersama keluarga , langkah selanjutnya adalah merencanakan target pemasaran. Tulis nama nama restoran, hotel, kantor, pabrik serta tempat tempat mana saja yang punya potensi sebagai target marketing

anda. Tulis semua, tetapkan tanggalnya , kapan anda harus mendatangi tempat tempat tersebut. D. Menyiapkan permodalan Meski modal usaha ini tidak terlalu besar, tapi tetap saja harus direncanakan dengan baik. Dari mana anda mendapatkan modal usaha tersebut, bila hasil dari meminjam, rencanakan kapan harus mengembalikannya. E .Menyiapkan peralatan usaha bila anda sudah mendapatkan modal usaha, belanjakan sesuai keperluan usaha, dalam hal ini anda hanya menyiapkan sebuah lemari es frozeen.

4.4 Sasaran Pemasaran Bandeng cabut duri Adelia Milkfish menawarkan kepada anda sebuah peluang usaha dengan modal yang relatif kecil dengan hasil yang memadai, yang bisa menjadi sandaran perekonomian keluarga karena melihat prospeknya yang bagus dan dengan jangka waktu yang lama bisa dijadikan sandaran perekonomian hingga hari tua. Beberapa sasaran pemasaran yang potensial yang bisa kita jadikan pertimbangan untuk menjadikan bisnis bandeng tanpa duri layak untuk ditekuni, adalah : a. Rumah makan b. Catering c. Hotel d. Kantor e. Pabrik f. Supermarket/hypermarket/pasar tradisional g. tempat wisata h. pemasaran dari rumah ke rumah i. dll

4.5 Aspek Permintaan Pasar Permintaan ikan bandeng berasal dari usaha bandeng presto, bandeng tanpa duri, abon bandeng, dan juga pedagang. Secara kuantitatif belum ada data yang

menggambarkan jumlah konsumsi ikan bandeng. Meskipun demikian dapat diperkirakan bahwa jumlah konsumsi ikan bandeng relatif tinggi, karena ikan bandeng terdapat banyak bahan olahan yang digemari oleh masyarakat luas. Menurut data dari Survei Sosial Ekonomi Nasional (Susenas), penduduk wilayah perkotaan (urban) lebih banyak mengkonsumsi bandeng presto dibanding penduduk wilayah pedesaan (rural). Dengan kata lain dapat dikatakan bahwa pengeluaran untuk konsumsi bandeng wilayah perkotaan lebih besar dibanding pengeluaran konsumsi bandeng penduduk wilayah pedesaan.

Jumlah konsumsi bandeng di wilayah perkotaan yang lebih tinggi dibanding pedesaan dikarenakan pendapatan penduduk di kota yang lebih tinggi bila dibandingkan dengan pedesaan. Urbanisasi dan mobilitas penduduk yang sehariharinya bekerja di kota telah menumbuhkan usaha penjualan makanan. Selain itu sifat bandeng sebagai makanan bergizi ini sering diabaikan oleh penduduk desa karena lebih fokus pada pemenuhan kebutuhan yang lebih pokok.

Dikatakan bahwa bandeng merupakan makanan yang sangat digemari. oleh masyarakat luas. penduduk miskin, pendapatan menengah maupun pendapatan tinggi. Selain dikonsumsi masyarakat dalam negeri, ikan bandeng juga telah dlekspor ke luar negeri. 4.6 Penawaran Usaha ikan bandeng banyak diusahakan di daerah-daerah tambak ataupun budidaya, terutama daerah-daerah pantai dan sungai-sungai besar. Meskipun beberapa daerah telah memproduksi bandeng, data mengenai jumlah produksi ikan bandeng baik di tingkat nasional maupun daerah belum bisa diperoleh. Sampai saat ini belum ada survey yang mengidentifikasi jumlah usaha bandeng presto baik di tingkat lokal maupun nasional.

Ikan bandeng dapat diproduksi sepanjang tahun dan tidak tergantung pada musim. Hanya saja kemungkinan terjadi penurunan pasokan pakan dan harga yang relative mahal pada musim hujan karena produksinya menurun. Tetapi dengan berkembangnya teknologi, hambatan proses produksi pada musim hujan dapat teratasi sehingga pada musim hujan proses produksi masih bisa dilakukan meskipun tidak sebanyak pada musim kemarau. Selain itu pasokan ikan yang bisa

diperoleh tiap hari dapat menjamin keberlangsungan usaha sekaligus pasokan ikan bandeng presto.

4.7 Analisis Persaingan dan peluang pasar Persaingan untuk usaha ini cukup tinggi karena jumlah usaha pembuatan bandeng presto relatif banyak dan jenis bandeng presto yang sangat bervariasi. Peluang pasar untuk produk bandeng presto ini dapat diperoleh dengan menghasilkan produk inovasi baru dengan kualitas rasa yanglebih enak dan warna ataupun bentuk yang lebih menarik. Berbagai jenis bandeng presto yang ada di pasaran membuat konsumen semakin mempunyai banyak pilihan. Selain produk inovasi baru peluang pasar untuk kerupuk bandeng presto adalah segmen pasar yang sangat luas. Produk ini dikonsumsi secara luas dari masyarakat berpenghasilan rendah sampai masyarakat penghasilan tinggi. Ikan bandeng mentah harganya relatif murah dan cara pengolahan sederhana sehingga bisa dijangkau oleh semua lapisan masyarakat. Diperkirakan jumlah konsumsi bandeng presto akan meningkat seiring dengan pertambahan jumlah penduduk dan perkembangan gaya hidup masyarakat yang menjadikan bandeng presto sebagai makanan utama sehari-hari.

4.8 Aspek Pemasaran 4.8.1 Harga Harga ikan bandeng mengikuti hukum penawaran dan permintaan. Jika penawaran menurun maka harga bandeng cenderung naik. Banyaknya jumlah usaha dengan berbagai jenis bandeng presto yang dihasilkan menyebabkan jumlah penawaran yang cukup besar. Dalam masalah harga, produsen tidak bisa menentukan harga seperti pada pasar persaingan sempurna. Pihak yang dapat mempengaruhi harga adalah pedagang. Banyaknya jenis bandeng presto di pasar membuat konsumen bebas memilih produk sesuai selera, sehingga produk tersebut akan naik harganya dan dapat menurunkan harga ikan bandeng. Harga bandeng ikan ini cukup fluktuatif. Perubahan harga tersebut bervariasi tetapi biasanya masih berada pada kisaran 10%. Kenaikan harga terjadi pada saat

inilah produksi menurun yang disebabkan oleh kenaikan harga bahan baku dan penurunan produksi terutama pada musim penghujan. 4.8.2 Rantai Pemasaran Rantai pemasaran menggambarkan bagaimana bandeng presto ikan sampai kepada konsumen. Pengusaha bandeng ikan sebagian besar hanya menghasilkan produk sampai pada bandeng mentah hingga konsumsi. Hasil produksi berupa siap konsumsi dipasarkan ke konsumen akhir (rumah tangga) melalui 3 cara yaitu: 1. Usaha Bandeng Presto Usaha bandeng presto merupakan usaha yang timbul sebagai usaha pengolahan lanjutan dari bandeng ikan. Produk dari usaha ini berupa bandeng presto goreng siap konsumsi yang dikemas kemudian dijual ke konsumen melalui toko, pedagang, pasar ataupun langsung ke konsumen akhir. 2. Agen/took Agen/toko ini berfungsi sebagai pengumpul yang akan menjual produk bandeng presto pada penjual eceran atau langsung kepada konsumen akhir.

3. Pengecer Pedagang yang menjual langsung kepada konsumen Dari pola pemasaran produk di atas, dapat diketahui bahwa produk akan sampai pada konsumen akhir dalam dua bentuk yaitu bandeng mentah siap dan bandeng presto siap konsumsi. Dalam hal pengiriman produk dari produsen ke konsumen ada dua cara :

1. Diambil langsung ke produsen 2. Dikirim oleh produsen kepada agen atau toko pemesan

4.9 Kendala Pemasaran Kendala dalam pemasaran bandeng presto ikan adalah masalah harga: Harga bandeng presto per kilogramnya relatif lebih mahal dibandingkan jenis bandeng presto lain yang tidak memakai bahan bandeng presto yang sebenarnya. Mahalnya harga bandeng presto menyebabkan pembeli untuk produk ini masih terbatas. Masyarakat dengan pendapatan menengah ke atas mungkin akan membeli bandeng presto sebagai kebutuhan yang kedua, tetapi untuk masyarakat

dengan pendapatan yang masih rendah konsumsi untuk bandeng presto ikan ini masih terbatas pada acara-acara tertentu yang dianggap istimewa dan untuk konsumsi sehari-hari lebih memilih bandeng presto jenis lainnya yang lebih murah.

BAB V ASPEK TEKNIS PRODUKSI

Dalam bab ini akan dibahas mengenai teknis pembuatan bandeng presto ikan. Secara teknis pembuatan bandeng presto ikan relatif mudah dilakukan karena bahan-bahan yang mudah didapat dan alat-alat yang digunakan cukup sederhana.

5. 1 Lokasi Usaha Lokasi usaha pengolahan produk ikan sebaiknya dilakukan di daerahdaerah yang dekat dengan wilayah perairan baik wilayah dekat pantai ataupun sungai-sungai besar agar dapat memperoleh bahan baku dengan harga yang lebih murah. Untuk pembuatan bandeng presto tidak memerlukan lokasi usaha yang spesifik. Rumah tangga pada umumnya dapat melakukan usaha ini sepanjang memiliki tanah lapang yang cukup. Pada lokasi usaha yang hanya memiliki tanah sempit dapat melakukan penyesuaian. 5.2. Fasilitas Produksi dan peralatan 5.2.1 Fasilitas Produksi a. Bangunan untuk proses produksi Bangunan digunakan untuk aktivitas proses produksi yang meliputi penyiapan bahan baku, pembuatan adonan, pencetakan, pengukusan, pendinginan, pemotongan, pengeringan dan penyimpanan. Luas lahan yang digunakan tergantung pada jenis dan banyaknya fasilitas yang dimiliki atau dengan kata lain skala usaha yang dimiliki. Layout pabrik diatur sesuai dengan urutan tahap-tahap produksi. Hal ini memudahkan untuk proses pemindahan barang dari masingmasing tahap. Ruangan untuk tempat pemotongan misalnya merupakan ruangan yang langsung tembus ke lahan pembuatan bandeng presto untuk memudahkan proses pengangkutan bandeng presto setelah dipotong untuk selanjutnya diolah. Gudang penyimpanan output disesuaikan dengan jumlah produksi. b. Lahan pembuatan bandeng presto

Lahan pembuatan untuk proses pengolahan bandeng presto ini relatif lebih sederhana dibandingkan bangunan tempat produksi yang lain. Tanah yang digunakan untuk pengolahan disemen agar bandeng presto yang dibuat tidak kotor oleh tanah. Di pinggir-pinggir lahan pembuatan diberi atap untuk penyimpanan sementara bandeng presto yang belum kering pada waktu malam hari atau saat hujan.

5.2.2 Peralatan bandeng presto dapat diproduksi dengan alat yang sederhana atau dengan peralatan dengan teknologi modern. Untuk industri rumah tangga yang memproduksi bandeng presto baik untuk dikonsumsi sendiri ataupun dijual dengan skala yang masih kecil dapat menggunakan alat-alat yang sederhana. Adapun alat-alat sederhana yang digunakan untuk pembuatan kerupuk ikan yaitu: 1. Baskom 2. Dandang 3. Alat penghancur bumbu (cobek) 4. Pisau 5. Kompor 6. Sendok

Usaha pembuatan bandeng presto dengan skala yang besar menggunakan alat-alat dengan teknologi yang lebih modern. Penggunaan teknologi modern ini dapat mengurangi jumlah pekerja sekaligus menghasilkan produk dengan jumlah yang lebih banyak dalam waktu yang singkat. Adapun peralatan modern yang digunakan dalam proses pembuatan kerupuk ikan antara lain:

1. Alat pemotong ikan Digunakan untuk melumatkan ikan yang telah dibersihkan kepala dan sisiknya sehingga diperoleh daging ikan yang telah dibuat halus dan siap dicampur dengan bahan lain.

2. Alat pelembut bahan (mulen) Mesin ini digunakan untuk melembutkan campuran ikan yang telah dihaluskan dan adonan tepung dan bumbu. Mesin ini berkapasitas hingga 10 kg dan dapat dijalankan oleh 1 (satu) orang tenaga kerja. 3. Bak pencampur bahan Bak ini berbentuk persegi empat dengan ukuran panjang rata-rata 2 meter dan lebar 1 meter yang terbuat dari kayu. Ukuran bak ini bisa disesuaikan dengan kebutuhan kapasitas muatan yang diinginkan. 4. Pencetak Mesin pencetak ini digunakan untuk mencetak adonan, berbentuk silinder sebelum dimasukkan ke cetakan sesuai ukuran yang diinginkan. Terdapat juga meja press agar adonan yang tercetak menjadi lebih padat dan kenyal. Mesin cetak ini membutuhkan 1 orang tenaga kerja untuk menjalankannya. 5. Alat pengukus (dandang) Alat pengukus (dandang) berbentuk tabung panjang yang terbuat dari aluminium. 6. Mesin pemotong Mesin pemotong ini digunakan untuk memotong bandeng yang telah diidinginkan selama 1 hari (24 jam). Mesin ini dijalankan oleh 2 (dua) orang tenaga kerja.

5.3 Bahan baku Terdapat bermacaam-macam jenis bandeng presto yang pembuatannya

menggunakan bahan baku yang berbeda-beda. Seperti namanya, bandeng presto merupakan bandeng yang berbahan baku rempah. Berbagai jenis rempah dapat digunakan untuk pembuatan bandeng presto, namun tidak semua rempah-rempah dapat dibuat bandeng presto. Adapun jenis rempah-rempah antara lain siung bawang merah, siung bawang putih, kunyit, lengkuas yang diparut, ketumbar, sangria, dan 4 lembar daun salam, Bumbu juga digunakan dalam pembuatan bandeng presto untuk menambah rasa lezat dan gurih. Adapun bumbu-bumbu yang digunakan adalah garam, gula dan penyedap rasa. Zat pewarna sering digunakan sebagai bahan tambahan untuk memberikan warna agar lebih menarik.

5.4. Tenaga Kerja Tenaga kerja yang diperlukan dalam pembuatan bandeng presto tidak memerlukan keahlian khusus. Dalam hal ini tenaga kerja pria dan wanita dapat dipekerjakan pada semua tahap pembuatan. Akan tetapi tenaga kerja laki-laki sebagian besar ditempatkan pada proses penyiapan bahan, peneetakan, pengukusan, dan pemotongan sedangkan tenaga kerja wanita banyak digunakan pada tahap pemotongan, peembuatan bandeng presto dan pengepakan. Selain tenaga kerja tetap, terkadang diperlukan tenaga kerja borongan jika sewaktuwaktu terjadi lonjakan pesanan atau pada musim kemarau dimana proses produksi meningkat.

5.5. Teknologi Dalam usaha pembuatan bandeng presto dapat menggunakan teknologi tradisional ataupun teknologi modern. Perbedaan teknologi iniberkaitan dengan jenis peralatan yang digunakan selama proses produksi. a. Teknologi tradisional Peralatan yang digunakan pada teknologi ini mudah diperoleh sebab merupakan peralatan yang sering dipakai dalam rumah tangga pada umumnya. Selain alat, tenaga kerja merupakan faktor utama dalam hasil produksi bandeng presto, sebab beberapa proses produksi mengandalkan tenaga manusia. Penggunaan peralatan sederhana ini sangat mempengaruhi jumlah produksi yang dihasilkan dan mutu. Dengan hanya menggunakan teknologi tradisional ini terkadang hanya dapat menghasilkan 1 (satu) kali adonan. Kapasitas produksi dengan alat sederhana ini sangat keeil dengan mutu yang kurang baik. b. Teknologi modern Pembuatan bandeng presto dengan teknologi modern menggunakan peralatan seperti mesin cetak otomatis yang menghasilkan bentuk yang lebih variatif, mesin pemotong yang lebih cepat dan penggunaan oven, Penggunaan teknologi ini dapat menghasilkan jumlah produksi yang berlipat-lipat jika dibandingkan dengan teknologi sederhana. Dalam satu hari dapat dilakukan 3-4

kali adonan bandeng presto. Selain itu dengan teknologi ini akan menghemat jumlah tenaga kerja yang digunakan yang akan menurunkan biaya operasional. c. Teknologi menengah Pada pembuatan bandeng presto dengan teknologi menengah

menggunakan peralatan yang terdiri dari mesin-mesin dengan kapasitas yang relatif masih rendah

5.6 Proses Produksi Pengolahan bandeng presto hanya dari pengolahan bahan mentah sampai pada proses pembuatan. Adapun proses pengolahannya adalah sebagai berikut: 1. Proses penyiapan bahan baku Proses penyiapan bahan baku adalah persiapan daging ikan, tepung serta bumbu-bumbu sesuai dengan perhitungan komposisi masing-masing bahan untuk setiap adonan. Dalam proses ini Bahan baku ikan perlu mendapat perhatian utama. Mutu ikan yang digunakan akan mempengaruhi mutu produksi kerupuk ikan, oleh karena itu perlu dipilih ikan yang masih segar. bengan demikian diperlukan pengetahuan untuk mengetahui tanda-tanda ikan dengan mutu yang baik (masih segar). Sebelum dihaluskan, ikan dibersihkan dahulu dengan cara menghilangkan sisik, insang, maupun isi perutnya kemudian dicuci sampai bersih. Bagian tubuh yang keras, seperti duri maupun tulang dibuang karena dapat menurunkan mutu bandeng yang dihasilkan. Selanjutnya ikan tersebut diolah dengan menggunakan rempah. Di samping itu bahan baku berupa tepung dan telur serta bumbu disiapkan untuk proses adonan. 2. Proses pembentukan adonan 1. Haluskan bawang merah, bawang putih, ketumbar sangrai, kunyit dan garam. 2. Campur bumbu yang dihaluskan dengan lengkuas parut, aduk rata 3. Bersihkan ikan bandeng, buang isi perutnya 4. Lumuri ikan bandeng dengan bumbu sampai semua permukaan lulit tertutup bumbu termasuk bagian perut ikan bandeng. 5. Letakkan daun pisang didasar panci presto

6. Masukkan ikan bandeng ke dalam panci presto, tata dan lapisi tiap tumpukan ikan bandeng dengan daun pisang supaya kulit ikan bandeng tidak saling lengket. 7. Masukkan daun salam dan isi panci dengan air sampai menutupi semua permukaan ikan bandeng 8. Tutup rapat panci presto dan masak bandengnya selama 20 menit sejak panci berdesis 9. Matikan api dan tunggu sampai suara desisnya hilang. 10. Keluarkan bandeng dari dalam panci, tiriskan. 11. Tunggu sampai dingin dan bandeng presto siap disimpan atau digoreng untuk disajikan.

3. Pencetakan Pencetakan adonan dapat dilakukan dengan tangan ataupun dengan mesin. Dengan menggunakan tangan adonan dibentuk silinder dengan panjang kurang lebih 30 cm dan diameter 5 cm. Dengan bantuan alat cetak adonan ini dapat dibuat dalam bentuk serupa. Kemudian adonan berbentuk silinder ini di press untuk mendapatkan adonan yang lebih padat. Selanjutnya adonan ini dimasukkan ke dalam cetakan yang berbentuk silinder yang terbuat dari aluminium,

5.7 Kendala Produksi Dilihat dari sisi tenaga kerja, usaha bandeng presto ikan ini tidak menemui kesulitan. Setiap proses produksi dapat dikerjakan oleh tenaga kerja tanpa memerlukan keahlian khusus. Kesulitan yang sering dijumpai dalam usaha ini adalah ketika terjadi kelangkaan bahan baku ikan dan penurunan produksi pada saat musim hujan. Kesulitan bahan baku terjadi ketika pasokan ikan menurun sehingga menyebabkan harga ikan naik. Pada kondisi ini pengusaha bandeng presto mengalami penurunan pasokan ikan karena jumlah produksi ikan yang menurun tersebut lebih banyak diarahkan untuk konsumsi sehari-hari secara langsung. Di pihak lain pengusaha tidak dapat menaikkan harga sesuai dengan kenaikan harga bahan bakunya karena tidak dapat mempengaruhi harga bandeng presto ikan di pasar. Hal inilah yang menyebabkan pengusaha mengurangi jumlah

produksinya. Pada musim hujan terjadi penurunan jumlah produksi dan penurunan mutu produk. Penurunan jumlah produksi dikarenakan kurangnya sinar matahari yang menghambat proses pendinginan. Meskipun pengeringan bandeng presto dapat dilakukan dengan oven (dryer), tetapi jumlah produk yang dihasilkan juga sedikit sebab mutunya tidak sebagus jika pengeringan dengan sinar matahari. Sedikitnya sinar matahari pada musim hujan juga menurunkan mutu bandeng presto karena harus memperhatikan proses pengeringan. Kendala produksi di atas biasanya diantisipasi oleh pengusaha dengan memproduksi dalam jumlah yang besar pada musim kemarau untuk stok musim hujan, karena pada musim hujan terjadi kenaikan harga bandeng presto yang diakibatkan oleh jumlah permintaan yang tidak bisa dipenuhi oleh produsen seperti hari-hari biasanya.

BAB VI ASPEK KEUANGAN

6.1 Pemilihan pola usaha Seperti yang telah dijelaskan sebelumnya bahwa seorang pengusaha bandeng presto tidak hanya memproduksi satu jenis kerupuk saja, tetapi juga memproduksi bandeng presto jenis lainnya. Pada dasarnya ini merupakan salah satu strategi untuk memperkecil resiko sekaligus pengembangan usaha yang lebih luas. Untuk menganalisis aspek keuangan dari usaha bandeng presto ikan sebenarnya dipengaruhi juga oleh jenis bandeng presto lain yang diproduksi, akan tetapi dalam analisis ini hanya akan menganalisis aspek keuangan dari usaha yang hanya memproduksi jenis bandeng presto ikan saja. Teknologi yang digunakan dalam proses produksi adalah teknologi menengah dengan kapasitas produksi optimal 15-20 bandeng presto setiap satu kali adonan. 6.2 Komponen biaya investasi dan operasional a. Biaya Investasi Biaya investasi merupakan biaya tetap yang besarnya tidak dipengaruhi oleh jumlah produk yang dihasilkan. Biaya investasi untuk usaha bandeng presto ikan terdiri dari beberapa komponen diantaranya biaya perijinan, sewa tanah, pembelian mesin atau peralatan produksi, peralatan pendukung dan sarana transportasi. Biaya perijinan meliputi ijin usaha dari Departemen Perindustrian dan Perdagangan dan Departemen Kesehatan dengan jumlah biaya tergantung perda yang ditetapkan, dan masa berlaku selama 3 tahun. Sewa tanah dibayarkan tiap tahun, sehingga setiap tahun harus dikeluarkan biaya untuk komponen sewa tanah ini. Pada tahun-tahun tertentu dilakukan reinvestasi untuk pembelian mesin atau peralatan produksi yang umur ekonomisnya kurang dari 5 tahun.

b. Biaya Operasional Biaya operasional merupakan biaya variabel yang besar kecilnya dipengaruhi oleh jumlah produksi. Komponen dari biaya operasional adalah

pengadaan bahan baku dan pembantu, peralatan operasional, biaya transportasi, listrik dan telepon, serta upah tenaga kerja. Biaya operasional selama satu tahun dihitung berdasarkan jumlah hari produksi . Jumlah hari produksi dalam setahun 285 hari (asumsi yang digunakan adalah 1 tahun, t=365 hari, dikurangi hari Iibur minggu dan Iibur nasional 64 hari dan jumlah hari tidak berproduksi selama 16 hari). Tenaga kerja yang digunakan terdiri dari tenaga kerja tetap dan borongan ditambah 2 orang tenaga kerja manajerial yang berasaldari anggota keluarga dengan upah/gaji tenaga manajerial diasumsikan dua kali Iipat upah tenaga kerja tetap. Tenaga kerja borongan hanya digunakan dengan jumlah hari kerja yang lebih sedikit, karena hanya dibutuhkan pada saat terjadi kenaikan permintaan.

BAB VII ASPEK EKONOMI SOSIAL DAN DAMPAK LINGKUNGAN

Dalam bab ini akan dibahas aspek ekonomis, sosial dan dampak lingkungan dari usaha bandeng presto ikan. Aspek ekonomis berkaitan dengan dampak usaha ini terhadap perekonomian baik bagi pengusaha maupun bagi perekonomian secara umum di wilayah sekitarnya. Aspek ekonomis sangat terkait erat dengan aspek sosial karena dampak yang ditimbulkan bersifat sosial yaitu menyangkut kebutuhan orang lain terutama di sekitar wilayah usaha. Sedangkan aspek lingkungan menyangkut dampak dari usaha bandeng presto ikan terhadap lingkungan sekitarnya. Dampak terhadap lingkungan terutama timbul karena setiap usaha menghasilkan limbah yang mungkin dapat mengganggu ekosistem lain.

7.1 Aspek ekonomi dan social Usaha pembuatan bandeng presto ikan mempunyai dampak yang positif baik bagi pengusaha maupun penduduk wilayah setempat. Bagi pengusaha dampak ekonomis dari usaha ini adalah peningkatan pendapatan. Usaha bandeng presto ikan merupakan bisnis yang sangat menguntungkan karena mempunyai peluang pasar yang sangat luas. Banyaknya industri rumah tangga untuk usaha ini dapat memacu kenaikan pendapatan rumah tangga sehingga kesejahteraan rumah tangga meningkat. Secara makro produksi bandeng presto ikan yang tinggi dapat memberikan kontribusi kepada pendapatan daerah setempat. Meskipun bisa dikatakan harga per unit bandeng presto ikan relatif murah, tetapi perlu diingat bahwa komoditi ini dapat diproduksi dalam jumlah besar dalam waktu yang singkat. Kesempatan untuk ekspor ke luar negeri masih terbuka lebar sehingga dapat menjadi peluang untuk menambah devisa. Selain merupakan bisnis yang menguntungkan, usaha ini akan memberi dampak sosial yang positif melalui penyerapan tenaga kerja. Tenaga kerja yang ada biasanya berasal dari saudara, tetangga sekitar atau penduduk wilayah setempat. Dengan menciptakan pekerjaan yang dapat menyerap pekerja dari

wilayah sekitar usaha, secara tidak langsung usaha ini telah membantu mengurangi jumlah pengangguran khususnya di daerah tersebut. Dengan berkurangnya pengangguran di daerah tersebut akan meningkatkan pendapatan sebagaimana dijelaskan sebelumnya.

7.2 Aspek dampak lingkungan Aspek dampak lingkungan berkaitan dengan dampak limbah yang dlhasilkan dari usaha ini adalah tidak menghasilkan Iimbah yang membahayakan bagi manusia maupun lingkungan tempat tinggalnya. Hasil limbah sebagian besar merupakan air kotor sisa pembersihan. Biasanya air ini dibuang melalui saluran air dan dapat langsung meresap ke tanah. Air limbah ini tidak mengandung zat-zat kimia yang membahayakan organisme tanah, dan tanaman. Selain air, usaha ini juga menimbulkan bau amis dari ikan yang diolah. Akan tetapi bau ini tidak sampai mengganggu udara secara luas karena jangkauannya tidak jauh. Dapat dikatakan bahwa usaha bandeng presto ikan relatif aman bagi Iingkungan karena tidak menghasilkan limbah yang membahayakan bagl kehidupan manusia dan lingkungan sekitarnya.

BAB VIII PENUTUP

8.1 Kesimpulan a. Usaha pembuatan bandeng presto ikan yang dilakukan merupakan usaha dengan skala keci b. Kegiatan usaha yang dilakukan menggunakan peralatan dengan teknologi menengah. c. Dana untuk investasi dan modal kerja bersumber dari bank dan modal sendiri. Banyak industri bandeng presto yang mudah memperoleh pembiayaan dari bank. d. Permintaan bandeng presto ikan relatif tinggi dengan konsumen dari berbagai lapisan masyarakat. e. Usaha kerupuk ikan mempunyai peluang yang besar untuk dikembangkan baik untuk konsumen dalam negeri maupun untuk ekspor. f. Dari segi teknis, usaha bandeng presto ikan sangat mudah dan cepat diadopsi oleh masyarakat karena prosesnya sangat sederhana. g. Usaha bandeng presto ini tidak menghasilkan Iimbah yang membahayakan bagi manusia maupun lingkungan tempat tinggalnya.