Anda di halaman 1dari 31

Pemicu 5

Topik: Perpindahan Kalor Radiasi



oleh
Kelompok: 2
Anggota:
1. Adilfi Finasthi Kusuma Putri (1106018594)
2. Ikhsan Nur Rosid (1106007691)
3. Nuri Liswanti Pertiwi (1106015421)
4. Rizqi Pandu S. (0906557045)
5. Wahyudi Maha Putra (1106005742)

Departemen Teknik Kimia FTUI
Universitas Indonesia
Depok 2013

Pemicu 5 Perpindahan Kalor Radiasi Kelompok 2 2

Peta Konsep

Radiasi
Konsep Dasar
Definisi
Mekanisme
Hukum
Stefan-
Boltzmann
Hukum
Kirchoff
Asas Planck
Sifat
Perpindahan
Kalor Radiasi
Benda Hitam
Benda Abu-
abu
Faktor Bentuk
Radiasi
Perilaku
Permukaan
Nyata
PiringanRata
Koordinat
Lingkaran
Hubungan
Antara Faktor
Bentuk
Radiasi antara
Gas dan Benda
Pemicu 5 Perpindahan Kalor Radiasi Kelompok 2 3

Daftar Isi

Peta Konsep ..................................................................................................... 2
Daftar Isi .......................................................................................................... 3
Pendahuluan
Latar belakang ..................................................................................... 4
Perumusan masalah............................................................................. 4
Tujuan penulisan ................................................................................. 4
Tugas
Soal 1 ................................................................................................... 6
Soal 2 ................................................................................................... 10
Soal 3 ................................................................................................... 14
Soal 4 ................................................................................................... 18
Soal Perhitungan
Soal 1 ................................................................................................... 23
Soal 2 ................................................................................................... 26
Kesimpulan ...................................................................................................... 30
Daftar Pustaka

Pemicu 5 Perpindahan Kalor Radiasi Kelompok 2 4

Pendahuluan
I. Latar Belakang
Radiasi adalah salah satu bentuk dari perpindahan kalor. Mekanisme transfer
panas radiasi tidak mempunyai analogi baik dalam transfer momentum maupun
transfer massa, karena radiasi sendiri berlangsung tanpa adanya medium. Radiasi ini
dari mekanisme fisinya termasuk dalam salah satu fenomena gelombang
elektromagnetik yaitu yang gelombang yang tidak memerlukan medium dalam
perambatannya. Hal inilah yang membuat cahaya matahari dapat sampai ke bumi
melalui ruang hampa udara di ruang angkasa. Karena radiasi merupakan suatu
fenomena penting dalam kehidupan di bumi ini maka kita memerlukan mempelajari
dasar-dasar teori radiasi dalam memahami fenomena perpindahan kalor radiasi ini.

II. Perumusan Masalah
Hal yang menjadi permasalahan disini adalah mahasiswa dapat mempelajari
dasar-dasar teori radiasi antara lain pengertian radiasi, sifat perpindahan kalor radiasi,
benda hitam, benda tidak hitam, hal-hal yang mempengaruhi perpindahan pansa
secara radiasi, hukum Stefan Boltzman, hukum Kirchoff, Asas Planck, faktor bentuk
radiasi dan hubungan antara faktor bentuk radiasi. Selain itu dengan mempelajari
teori dasar dari perpindahan kalor radiasi mahasiswa dapat memecahkan persoalan
yang umum terjadi dalam kehidupan sehari-hari dengan dasar radiasi yang sudah
dipelajari.

III. Tujuan Penulisan
Tujuan dari pembuatan makalah ini adalah untuk merangsang kami agar tidak
hanya memahami teori radiasi sebagai bahan pustaka, namun juga dalam aplikasi
penyelesaian masalah dalam kehidupan sehari-hari. Selain itu pembuatan makalah ini
kami gunakan juga sebagai rangkuman atas apa yang kami pelajari dalam bab radiasi
Pemicu 5 Perpindahan Kalor Radiasi Kelompok 2 5

sehingga kami dapat mengukur diri sampai sejauh mana kami memahami bab radiasi
tersebut.






Pemicu 5 Perpindahan Kalor Radiasi Kelompok 2 6

Jawaban Pertanyaan

Tugas
1. Berikan penjelasan mengenai sifat perpindahan kalor radiasi, benda hitam
(black body), dan benda tidak hitam.

Terdapat beberapa kemungkinan apabila permukaan suatu bahan dikenai radiasi.
Sebagian dari radiasi itu akan dipantulkan (refleksi), sebagian diserap (absorpsi), dan
sebagian lagi diteruskan (transmisi). Fraksi yang dipantulkan biasanya dinamakan
sebagai reflektivitas , fraksi yang diserap absorptivitas , dan fraksi yang diteruskan
transmisivitas . Ketiga fraksi tersebut apabila dinyatakan dalam sebuah persamaan
adalah sebagai berikut:
p +o + =1 (1)
Sebagian besar benda padat tidak meneruskan radiasi termal, sehingga
transmisivitas dapat dianggap nol. Maka:
p +o =1 (2)

Gambar 1. Pengaruh radiasi datang.
(sumber:http://vanbigbro.files.wordpress.com/2008/10/radiasi.jpg)

Terdapat dua kemungkinan dalam refleksi dari sebuah radiasi pada suatu
permukaan bahan. J ika sudut jatuhnya sama dengan sudut refleksi, maka dapat
dikatakan bahwa refleksi tersebut adalah spekular. Sedangkan, jika berkas yang jatuh
tersebar merata ke segala arah sesudah refleksi, maka refleksi itu disebut baur.
Pemicu 5 Perpindahan Kalor Radiasi Kelompok 2 7


Gambar 2. spekular (a) dan refleksi baur (b).
(sumber:http://dc310.4shared.com/doc/zkcMlXJo/preview_html_m28c7964d.png)

Sebenarnya tidak ada permukaan yang hanya spekular atau baur saja, sebuah
cermin biasa tentu bersifat spekular untuk cahaya tampak tetapi belum tentu bersifat
spekular untuk keseluruhan rentang panjang gelombang radiasi termal. Biasanya,
permukaan kasar lebih menunjukkan sifat baur daripada permukaan yang mengkilap.
Daya emisi (emissive power) E suatu benda ialah energi yang dipancarkan benda
itu per satuan luas per satuan waktu.Dalam suatu ruangan tertutup terbuat dari benda
hitam sempurna yaitu yang menyerap seluruh radisi yang menimpanya, ruang itu juga
akan memancarkan radiasi. Besarnya fluks radiasi yang diterima ruangan itu
ialahq
i
W/m2. J ika suatu benda ditempatkan di ruangan tersebut dan dibiarkan
mencapai kesetimbangan, maka energi yang diserap benda itu mesti sama dengan
energi yang dipancarkan.Sebab jika tidak, tentu ada energi yang mengalir masuk atau
keluar benda itu dan menyebabkan suhunya naik atau turun atau yang disebut dengan
hukum kesetimbangan energi. Pada kesetimbangan dapat ditulis:
EA =q

Ao (3)
Dimana:
E =Daya emisi (W/m
2
)
A =Luas permukaan (m
2
)
q
i
=Fluks radiasi (W/m2)
= Absorptivitas
J ika dalam ruangan itu diganti dengan benda hitam sempurna yang bentuk dan
ukurannya sama, dan benda hitam itu di biarkan mencapai kesetimbangan dengan
ruang itu pada suhu yang sama, maka
E
b
A =q

Ao (4)
Pemicu 5 Perpindahan Kalor Radiasi Kelompok 2 8

Dimana:
E
b
=Daya emisi benda hitam (W/m2)
J ika persamaan E dibagi dengan E
b
, diperoleh
L
L
b
=o (5)
Perbandingan daya emisi suatu benda dengan benda hitam pada suhu yang sama ialah
sama dengan absorptivitas benda itu. Perbandingan ini yang disebut dengan
emisivitas benda. Maka,
=
L
L
b
(6)
Sehingga:
=o (7)
Dimana:
=Emisivitas benda
Benda hitam
Benda hitam adalah benda khayal yang dengan kondisi ideal tertentu yang
berusaha diciptakan oleh para ilmuwan fisika untuk menganalisis prilaku radiasi yang
terperangkap dalam rongganya. Di anggap sebagai benda khayal karena sulitnya
menemukan benda dengan hitam sempurna. Benda yang hampir hitam sempurna
adalah jelaga lampu. J elaga ini memancarkan kira-kira 1% energi radiasi yang
mengenainya. Para ilmuwan bersepakat bahwa yang dimaksud dengan benda hitam
disini adalah benda dengan ruang tertutup yang terdapat lubang kecil di dindingnya.

Gambar 3. Benda hitam.
(sumber:http://pustakafisika.files.wordpress.com/2012/11/benda-hitam.gif)
Pemicu 5 Perpindahan Kalor Radiasi Kelompok 2 9

Sebagian besar energi radiasi yang masuk melalui lubang ini akan diseraap oleh
dinding-dinding bagian dalam. Dari sebagian yang terpantul hanya sebagian kecil
yang dapat keluar lewat lubang tersebut. J adi dapat dianggap bahwa lubang ini
berfungsi sebagai penyerap yang sempurna. Benda hitam ini akan memancarkan
radiasi lebih banyak jika bendanya memiliki suhu tinggi. Spektrum benda hitam
panas mempunyai puncak frekuensi lebih tinggi daripada puncak spektrum benda
hitam yang lebih dingin.
Distribusi spektrum dari intensitas radiasi diasosiasikan dengan emisi benda
hitam pertama kali diungkapkan oleh Planck:
I
x,b
(z,I) =
2hc
0
2
x
S
[cxp(hc
0
/ xk1)-1]
(8)
Dimana:
=6,625610
-34
J s
k =konstanta Planck dan Boltzmann (1,380510
-23
J /K)
c
0
=kecepatan cahaya pada ruang vakum (2,99810
8
m/s)
T =temperatur absolut dari benda hitam.
Karena benda hitam adalah penghambur emisi, maka energi dari spektrum emisi
dalam bentuk:
E
x,b
(z,I) =nI
x,b
(z,I) =
C
1
x
S
[cxp(C
2
/ x1)-1]

(...)
dengan
2 4 8 2
0 1
/ 10 742 , 3 2 m m W hc C
dan
K m k hc C
4
0 2
10 439 , 1 /
merupakan konstanta radiasi. Energi total
dari pancaran suatu benda hitam adalah:
E
b
=
C
1
x
S
[cxp(C
2
/ x1)-1]

0
Jz =oI
4
(9)

Benda tidak hitam (kelabu)
Benda kelabu adalah benda yang mempunyai emisivitas monokromatik (

)
yang tidak bergantung dengan panjang gelombang. Emisivitas Monokromatik
Pemicu 5 Perpindahan Kalor Radiasi Kelompok 2 10

didefinisikan sebagai perbandingan antara daya emisi monokromatik benda itu
dengan daya emisi monokromatik benda-hitam pada panjang gelombang dan suhu
yang sama. J adi,
e
x
=
L
Z
L
bZ
(10)
Dimana:
E
b
=daya emisi banda-hitam per satuan panjang gelombang.
Emisivitas total benda dapat dihubungkan dengan emisivitas monokromatik, yaitu:
e =
L
L
b
=
c
Z
L
bZ
dx

0
c1
4
(11)
J ika terdapat kondisi benda kelabu, artinya

=konstan sehingga e =e
x
. Hubungan
fungsi untuk E
b
diturunkan oleh Planck dengan menggunakan kuantum untuk energi
elektromagnetik sebagai:
E
bx
=
u
Z
c
4
=
C
1
x
S
[cxp(C
2
/ x1)-1]
(12)
Dimana:
u

=densitas energi.
Titik maksimum dalam kurva radiasi dihubungkan oleh hukum peranjakan atau
pergeseran Wien (Wiens displacement law):
z
muks
I =2897,6 pm.K [5215,6 m.
o
R ] (13)


2. Apa yang anda ketahui tentang hukum Stefan-Boltzman, hukum Kirchoff,
dan Asas Planck?
Hukum Planck

Hukum planck menjelaskan emisi radiasi elektromagnetik oleh benda hitam pada
kesetimbangan termal pada temperature tertentu.
Pemicu 5 Perpindahan Kalor Radiasi Kelompok 2 11


Gambar 4. daya emisi spectral benda hitam
(sumber: Incropera. 2011. Fundamentals of Heat and Mass Transfer 7
th
Edition. halaman 811)

I
x,b
(z,I) =
2hc
c
2
x
S
_cxp_
hc
0
Zk
B
T
]-1_
(14)

Dimana nilai =6,62610
-34
[.s dan k
B
=1,38110
-23
[/ K masing-masing
adalah konstanta Planc dan konstanta Boltzmann, dengan nilai c
o
=2,998
10
8
m/ s adalah kecepatan cahaya di ruang vakum dan T adalah temperature dari
benda hitam dalam satuan Kelvin. Karena benda hitam merupakan emitter, maka
persamaan berikut menjelaskan daya emisi.

E
x,b
(z,I) =nI
x,b
(z,I) =
C
1
x
S
jcxp[
C
2
ZT
-1[
(15)

Dimana nilai C
1
= 2c
o
2
=3,74210
8
w.pm
4
/ m
2
dan C
2
=c
0
k
B
=
1,43910
4
pm

/ K

Persamaan di atas merupakan hukum Planck, yang berbunyi:
1. Radiasi emisi bervariasi secara kontinyu dengan panjang gfelombang
Pemicu 5 Perpindahan Kalor Radiasi Kelompok 2 12

2. Pada panjang gelombang berapapun, radiasi emisi meningkat dengan
meningkatnya temperature
3. Daerah spektral di mana radiasi terkonsentrasi tergantung pada suhu, dengan
radiasi relatif lebih banyak muncul pada panjang gelombang lebih pendek
dengan naiknya suhu.
4. Sebuah fraksi tertentu dari radiasi yang dipancarkan oleh matahari, yang dapat
diperkirakan sebagai blackbody pada 5800 K, berada pada daerah visible dari
spektrum. Sebaliknya, untuk T 800 K, emisi didominasi di wilayah
inframerah dari spektrum dan tidak terlihat oleh mata.

Hukum Stefan-Boltzmann

Hukum Stefan-Boltzmann, pernyataan bahwa total energi panas radiasi
diemisikan dari permukaan sebanding dengan suhu mutlak pangkat empat.
Diformulasikan pada tahun 1879 oleh fisikawan Austria J osef Stefan sebagai hasil
dari studi eksperimental, hukum yang sama berasal pada tahun 1884 oleh fisikawan
Austria Ludwig Boltzmann dari pertimbangan termodinamika: jika E adalah energi
panas radiasi yang dipancarkan dari satuan luas dalam satu detik dan T adalah
temperatur absolut (dalam derajat Kelvin), maka E =T
4
, huruf Yunani sigma ()
mewakili konstanta proporsionalitas, disebut konstanta Stefan-Boltzmann.

Daya Emisi dari suatu benda hitam dapat dihitung melalui persamaan berikut
E
b
= _
C
1
x
S
jcxp[
C
2
ZT
-1[
_

0
Jz (16)

Dengan menyelesaikan persamaan tersebut, didapatkan rumus berikut
E
b
=oI
4
(17)

Dimana nilai o adalah konstanta Boltsmann, o = 5,6710
-8
w/ m
2
K
4
. Hukum
Boltzmann dapat menhitung jumlah radiasi yang diemisikan dalam semua arah dan
panjang gelombang jika diketahui temperature dari benda hitam. Total intensitasnya
juga dapat dihitung melalui persamaan berikut.
I
b
=
L
b
n
(18)

Hukum Kirchhoff

Dalam termodinamika, Hukum Kirchhoff tentang radiasi termal adalah
pernyataan umum dalam menghitung emisi dan absorpsi objek yang dipanaskan.
Pemicu 5 Perpindahan Kalor Radiasi Kelompok 2 13

Hukum ini diajukan oleh Gustav Kirchhoff pada tahun 1859, dibuat berdasarkan
hukum keseimbangan termodinamika.

Suatu objek pada temperatur bukan nol mutlak meradiasikan energi
elektromagnetik. J ika benda ini adalah benda hitam sempurna, benda itu akan
memancarkan energi setara dengan energi yang diserapnya berdasarkan persamaan
radiasi benda hitam. Secara umum, jika benda itu bukan benda hitam sempurna, maka
akan meradiasikan sejumlah energi yang memiliki rasio berdasarkan benda hitam
sempurna, yang disebut emisivitas.
e =
L
L
b
(19)
Dimana E adalah daya emisi suatu benda, Eb adalah daya emisi benda hitam, dan e
adalah emisivitas.
Hukum Kirchhoff menyatakan bahwa pada keseimbangan termal, tingkat emisi
suatu benda atau permukaan setara dengan jumlah penyerapannya. Penyerapan
(absorptivitas) yang dimaksud adalah fraksi cahaya (atau energi) yang diserap suatu
benda atau permukaan. Dalam bentuk yang lebih umum, energi ini harus
diintegralkan berdasarkan semua jenis panjang gelombang cahaya dan sudut datang
cahaya. Dalam beberapa kasus, tingkat emisi dan penyerapan hanya dapat
didefinisikan berdasarkan panjang gelombang dan sudut datang tertentu.
L
L
b
=o (20)
Dimana o adalah absorpsivitas dari suatu benda.

Hukum Kirchhoff memiliki kesimpulan bahwa emisivitas tidak bisa melebihi
jumlah energi yang diserap (berdasarkan hukum kekekalan energi), sehingga tidak
mungkin suatu benda memancarkan energi radiasi yang lebih besar dibandingkan
benda hitam sempurna pada kesetimbangan. Dalam luminesensi negatif, sudut datang
dan panjang gelombang penyerapan melebihi emisi material, namun sistem tersebut
digerakkan oleh sumber eksternal sehingga dapat dikatakan bahwa sistem tersebut
tidak dalam kesetimbangan termal.
e = o (21)

Energi yang diemisikan suatu benda berbeda dengan energi yang dipantulkan
benda. Hukum Kirchhoff kadang-kadang dinyatakan sebagai, pemantul energi yang
buruk adalah pemancar energi yang baik, namun pemantul energi yang baik
merupakan pemancar energi yang buruk. Konsep ini digunakan dalam benda yang
harus menyimpan energi termal agar temperatur tidak menurun, misalnya pada
Pemicu 5 Perpindahan Kalor Radiasi Kelompok 2 14

termos. Permukaan bagian dalam termos adalah pemantul energi yang baik sehingga
panas tidak diserap badan termos dan diemisikan atau dipancarkan ke lingkungan.


3. Apa yang dimaksud dengan Faktor Bentuk Radiasi? Jelaskan hubungan
antara berbagai faktor bentuk

Gambar 5. Orientasi permukaan radiasi
(Sumber: Cengel, Yunus A. 2003. Heat Transfer: A Practical Approach, 2
nd
Ed. Boston: McGraw-
Hill, hal 606)

Perpindahan kalor radiasi antar permukaan tergantung dengan orientasi dari
permukaan-permukaan tersebut satu dengan yang lainnya serta properti radiasi dan
temperatur (Lihat Gambar 1). Sebagai contoh, pada saat api unggun, kita akan lebih
hangat bila menghadapkan badan ke arah api daripada menghadapkan sisi tubuh kita
ke arah api. Untuk memperhitungkan efek dari orientasi permukaan ini, didefinisikan
suatu parameter yang disebut faktor bentuk radiasi. Parameter ini sangat efektif
karena hanya tergantung dengan faktor geometri dari permukaan tersebut saja dan
tidak tergantung dengan sifat-sifat permukaan itu sendiri maupaun temperatur. Faktor
bentuk radiasi juga memiliki nama lain faktor pandang (view factor), faktor
konfigurasi (configuration factor) dan faktor sudut (angle factor).

Faktor bentuk radiasi yang mengasumsikan bahwa permukaan adalah diffuse
emitters dan diffuse reflectors disebut faktor bentuk baur (diffuse view factor).
Sedangkan faktor bentuk yang mengasumsikan bahwa permukaan adalah diffuse
emitters dan specular reflectors disebut faktor bentuk spekular (specular view factor).
Pemicu 5 Perpindahan Kalor Radiasi Kelompok 2 15

Gambar 2, dapat menggambarkan bagaimana perpindahan kalor radiasi terkait
dengan faktor bentuk radiasi.

Gambar 6. Geometri perpindahan panas radiasi terkait dengan faktor bentuk radiasi
(Sumber: Cengel, Yunus A. 2003. Heat Transfer: A Practical Approach, 2
nd
Ed. Boston: McGraw-
Hill, hal 606)
F
12
merepresentasikan faktor bentuk radiasi yang meninggalkan permukaan 1
menuju permukaan 2. Sedangkan F
21
merepresentasikan radiasi yang
meninggalkan permukaan 2 menuju permukaan 1. Permukaan 1 direpresentasikan
oleh suatu luas pemukaan A
1
dengan elemen luas pemukaan J
A
1
sedangkan
pemukaan 2 direpresentasikan oleh suatu luas pemukaan A
2
dengan elemen luas
permukaan J
A
2
. J arak antara 2 permukaan adalah r dan sudut antara normal
permukaan dengan garis jarak yang menguhubungkan antar 2 permukaan adalah
0
1
dan 0
2
. Laju radiasi yang meninggalkan J
A
1
dalam arah 0
1
adalah I
1
cos0
1
J
A
1
,
dengan mengingat bahwa J
w
21
=J
A
2
cos0
2
/r
2
, maka radiasi yang mengenai dA2
adalah

dA
1
dA
2
=I
1
cos0
1
JA
1
J
21
=I
1
cos0
1
JA
1
dA
2
cos 0
2

2
(22)
Kemudian, faktor bentuk F
12
atau F
21
dapat ditentukan dengan prosedur integral
dan substitusi yang sesuai dan berkelanjutan. Persamaan (2) dan (3) merupakan
bentuk dari persamaan faktor bentuk radiasi sedangkan persamaan (4) merupakan
hubungan umum dari faktor bentuk radiasi dan luas permukaan, yang disebit
Pemicu 5 Perpindahan Kalor Radiasi Kelompok 2 16

hubungan reciprositas (reciprocity relation). Pada Tabel 1 diberikan faktor bentuk
untuk beberapa geometri.
F
12
=F
A
1
A
2
=

A
1
A
2

A
1
=
1
A
1

cos 0
1
cos 0
2
n
2
A
2
A
1
A
1
A
2
JA
1
JA
2
(23)
F
21
=F
A
2
A
1
=

A
2
A
1

A
2
=
1
A
2

cos 0
1
cos 0
2
n
2
A
2
A
1
A
1
A
2
JA
1
JA
2
(24)
A
1
F
12
=A
2
F
21
(25)

Pemicu 5 Perpindahan Kalor Radiasi Kelompok 2 17

Tabel 1. Ekspresi faktor bentuk untuk beberapa kasus geometri 3D
(Sumber: Cengel, Yunus A. 2003. Heat Transfer: A Practical Approach, 2
nd
Ed. Boston: McGraw-
Hill, hal 609)


Hubungan Antar Faktor Bentuk
Dalam aplikasinya, sangat jarang kita temui benda yang hanya mempunyai satu
permukaan. Oleh karena itu perlu dipelajari bagaimana cara mencari faktor bentuk
Pemicu 5 Perpindahan Kalor Radiasi Kelompok 2 18

untuk bentuk yang terdiri atas beberapa permukaan. Misalnya saja kubus, bola,
kerucut dan bentuk-bentuk lainnya.
Pada intinya untuk mencari faktor bentuk pada bentuk-bentuk seperti itu
hanyalah gabungan dari faktor bentuk untuk satu permukaan. Prinsip yang digunakan
untuk memcahkan permasalahan yang ada dapat di rangkum manjadi tiga, yaitu:
Membaca grafik (gambar)
Resiprositas
3 2 , 1 2 , 1 2 , 1 3 3
F A F A
3 1 1 1 3 3
F A F A
3 2 2 2 3 3
F A F A
Persamaan 1
1

n
j
ij
F (26)
Semua permasalahan yang menyangkut hubungan anatara berbagai faktor
bentuk dapat diseleasaikan dengan prinsip diatas. Dari soal yang diberikan, kita
mencari karakteristik soal apakah kubus, kerucut, dan lain-lain. Kemudian kita
mencari F dari gambar dengan menggunakan data yang diberikan soal. Setelah itu
kita menggunakan persamaan resiprositas untuk mendapatkan F lain yang berbalasan
dengan F yang didapat dari gambar. Setelah itu kita gunakan persamaan (26) untuk
menghitung F yang benar-benar tidak dapat dicari dengan resiprositas. Bila masih
perlu gunakan persamaan resiprositas untuk mencari F yang belum diketahui.

4. Berikan juga penjelasan mengenai perpindahan kalor radiasi antara gas
dan benda.

Tidak semua jenis gas dapat terlibat dalam radiasi antara gas dan benda. Gas-gas
seperti He, Ar dan gas-gas yang bentuk molekulnya simetris seperti N
2
dan O
2

dianggap transparan terhadap radiasi. Gas-gas ini baru dapat terlibat radiasi pada suhu
Pemicu 5 Perpindahan Kalor Radiasi Kelompok 2 19

yang tinggi, dimana ion-ion mulai terbentuk. Gas-gas tersebut merupakan penyusun
utama atmosfir, sehingga gas atmosfir dapat dikatakan transparan terhadap radiasi.
Sementara itu, gas-gas yang dapat terlibat dalam radiasi adalah gas-gas yang
bentuk molekulnya asimetris seperti H
2
O, CO
2
, CO, SO
2
dan hidrokarbon. Pada suhu
sedang, gas-gas tersebut dapat terlibat dalam radiasi melalui absorpsi, sedangkan
pada suhu tinggi gas-gas tersebut dapat terlibat melalui emisi dan absorpsi. Udara
dengan komposisi gas asimetris yang dominan harus diperhitungkan dalam radiasi,
contohnya seperti udara dalam ruang pembakaran. J ika suatu gas terlibat dalam
radiasi, maka gas tersebut akan mengemisi dan mengabsorpsi pada rentang panjang
gelombang yang sempit.
Intensitas radiasi pada gas akan berkurang sesuai dengan ketebalan lapisan dan
intensitas radiasi pada titik tersebut. Fenomena tersebut dapat digambarkan dalam
Hukum Beer, yang dapat dituliskan menjadi:
JI
x
=o
x
I
x
Jx (27)
dimana o
x
adalah koefisien absorpsi monokromatik. Dengan mengintegralkan
persamaan di atas dari I
x
0
hingga I
x
x
dan 0 hingga x, kita juga bisa mendapatkan
besaran transmisivitas yang merupakan perbandingan intensitas masuk dan intensitas
keluar:

x
=
I
Z
x
I
Z
0
=c
-u
Z
x
(28)
J ika gas yang terlibat dalam radiasi tersebut tidak memantulkan radiasi yang
diterimanya, maka absorpsi gas tersebut dapat dinyatakan dengan:
o
x
=1 c
-u
Z
x
(29)
Persamaan (27), (28) dan (29) disadur dari buku Heat Transfer 10
th
Edition karangan
J .P. Holman.
Pemicu 5 Perpindahan Kalor Radiasi Kelompok 2 20

Emisivitas gas merupakan fungsi dari suhu, tekanan dan ketebalan lapisan gas.
Emisivitas CO
2
dan H
2
O dapat dicari dengan menggunakan persamaan berikut:
e
x
=c
x
e
x,1utm
(30)
Dimana c
x
adalah faktor koreksi tekanan. Nilai emisivitas pada P =1 atm bisa
didapatkan dari grafik berikut:
Gambar 7. Emisivitas (a) H
2
O dan (b) CO
2
pada 1 atm
(Sumber: Cengel, Y.A. 2009. Heat Transfer: A Practical Approach, Second Edition. McGraw-Hill,
halaman 643)
Sedangkan faktor koreksinya didapatkan dari grafik berikut:

Gambar 8. Faktor koreksi tekanan untuk (a) H
2
O dan (b) CO
2

(Sumber: Cengel, Y.A. 2009. Heat Transfer: A Practical Approach, Second Edition. McGraw-Hill,
halaman 643)
Pemicu 5 Perpindahan Kalor Radiasi Kelompok 2 21

Untuk campuran gas CO
2
dan H
2
O, emisivitasnya dapat dicari dengan persamaan:
e
g
=c
H
2
0
e
H
2
0,1utm
+c
C0
2
e
C0
2
,1utm
e (31)
dimana e adalah faktor koreksi emisivitas. Faktor koreksi emisivitas didapatkan dari
grafik berikut:
Gambar 9. Faktor koreksi emisivitas untuk campuran gas CO
2
dan H
2
O
(Sumber: Cengel, Y.A. 2009. Heat Transfer: A Practical Approach, Second Edition. McGraw-Hill,
halaman 644)
Emisivitas gas juga bergantung pada jarak rata-rata yang dilalui pancaran radiasi
sebelum mencapai permukaan sehingga bentuk dan ukuran berpengaruh terhadap
emisivitas gas. Hubungan antara emisivitas dan bentuk dapat digambarkan dengan
variabel mean beam length (L) yang merepresentasikan jari-jari permukaan yang
ekivalen. Variabel L untuk masing-masing geometri dapat dilihat dalam tabel berikut.

Pemicu 5 Perpindahan Kalor Radiasi Kelompok 2 22

Tabel 2. Mean beam length (L) untuk geometri-geometri berbeda
(Sumber: Cengel, Y.A. 2009. Heat Transfer: A Practical Approach, Second Edition. McGraw-Hill,
halaman 645)
Absorpsivitas masing-masing gas CO
2
dan H
2
O dapat dicari dengan menggunakan
persamaan:
o
C0
2
=c
C0
2
x(I
g
I
s
)
0,65
xe
C0
2
(I
s
,P
C0
2
I I
s
I
g
) (32)
o
H
2
0
=c
H
2
0
x(I
g
I
s
)
0,45
xe
H
2
0
(I
s
,P
H
2
0
I I
s
I
g
) (33)
dimana T
s
adalah suhu sumber radiasi dan T
g
adalah suhu gas. Untuk campuran CO
2

dan H
2
O, absorpsivitasnya dapat dihitung dengan persamaan:
o
g
=o
C0
2
+o
H
2
0
o (34)
dimana o adalah faktor koreksi absorpsivitas. o nilainya sama dengan faktor
koreksi emisivitas. Setelah mengetahui emisivitas dan absorpsivitas gas, kita dapat
menghitung laju radiasi dari gas yang dapat dituliskan sebagai berikut:

=e
g
oI
g
4
(35)
Dengan mengasumsikan bahwa permukaan benda mengemisi radiasi tanpa ada
pemantulan dan gas akan mengabsorpsi radiasi tersebut, maka laju perpindahan kalor
antara gas dan benda hitam dapat dicari dengan persamaan:
Pemicu 5 Perpindahan Kalor Radiasi Kelompok 2 23

nct

=A
s
o(e
g
I
g
4
o
g
I
s
4
) (36)
dimana A
s
adalah luas permukaan benda hitam dan o adalah konstanta Stefan-
Boltzmann. Untuk radiasi gas dengan benda tidak hitam yang emisivitasnya lebih dari
0,7, maka dapat digunakan persamaan:

nct,gu

=
s
s
+1
2
A
s
o(e
g
I
g
4
o
g
I
s
4
) (37)
Persamaan (37) dapat digunakan untuk menghitung radiasi gas dan permukaan
dinding ruang pembakaran, karena dinding ruang pembakaran memiliki emisivitas
lebih dari 0,7. Persamaan (30) hingga (37) kami sadur dari buku Heat Transfer: A
Practical Approach, Second Edition karangan Yunus A. Cengel.


Soal Perhitungan
1. Hitunglah perpindahan kalor secara radiasi antara kedua tutup sebuah
silinder yang berdiameter 12 in dan panjang 3 in. Suhu pada kedua bidang
itu berturut-turut 1940
o
F dan 140
o
F. Bahan tutup silinder terbuat dari Cr, Ni
alloy dengan s =,7. Dinding silinder dianggap tidak dapat menghantarkan
panas tetapi dapat memantulkan semua panas yang diterimanya.
Jawab:
Asumsi :
1. Dinding silinder dianggap tidak dapat menghantarkan panas tetapi dapat
memantulkan semua panas yang diterimanya.
2. Posisi silinder horizontal.
3. Suhu pada tutup silinder bagian kiri =1940
o
F =1333 K
4. Suhu pada tutup silinder bagian kanan =140
o
F =333 K
Skema :

Pemicu 5 Perpindahan Kalor Radiasi Kelompok 2 24


Gambar 10. Skema kasus perpindahan kalor radiasi pada silinder horizontal

Cara Penyelesaian :
Untuk menyelesaikan soal di atas maka mula-mula perlu ditentukan faktor
bentuk konduksinya. Oleh karena sisi selimut silinder dianggap memantulkan
semua energi kalor yang diterimanya maka keberadaan selimut silinder dapat
dieliminasi. Namun tidak dapat digunakan faktor bentuk radiasi antara dua
piring sejajar karena bagaimana pun selimut tidak menghantarkan kalor. Oleh
karena itu digunakan faktor bentuk radiasi untuk dua silinder konsentrik
dengan panjang berhingga dari silinder luar ke silinder itu sendiri di mana
silinder dalam memiliki D =0, sehingga kondisi tidak berubah.

Solusi :
Pemicu 5 Perpindahan Kalor Radiasi Kelompok 2 25


Gambar 11. Faktor bentuk radiasi dua silinder konsentrik dengan panjang berhingga untuk silinder
luar ke silinder itu sendiri
(Sumber: Holman, J.P. 2009. Heat Transfer, 10
nd
Ed. New York: McGraw-Hill, hal 395)

Gambar 12. Skema kasus untuk penggunaan grafik pada Gambar 4.
Berdasarkan gambar di atas, untuk silinder dalam dengan D =r =0 inch
sehingga r
1
r
2
=0 dan nilai L/r
2

I
r
2
=
3
12
=0,25
Pemicu 5 Perpindahan Kalor Radiasi Kelompok 2 26

Didapatkan F
22
= 1,1. Karena silinder merupakan benda tak hitam
perpindahan kalornya adalah
q =
E
b21
E
b22
(1e
21
) e
21
A
21
+1 A
21
F
22
+(1e
22
) e
22
A
22


q =
o(I
21
4
I
22
4
)
(1e
21
) e
21
A
21
+1 A
21
F
22
+(1e
22
) e
22
A
22



di mana o =konstanta Stefan-Boltzmann =5,66910
-8
W/m
2
.K
4
, I
21
=
suhu silinder 2 (silinder luar) sisi pertama =1333 K, I
22
=suhu silinder 2
(silinder luar) sisi kedua =333 K, e
21
= e
22
= emisivitas silinder =0,7 dan
A
21
=A
22
= luas sisi silinder =
1
4
n
2
=
1
4
n0,305
2
=0,073 m
2
. Sehingga
q =
5,66910
-8
(1333
4
333
4
)
(10,7) 0,70,073 +1 0,0731,1+(1 0,7) 0,70,073

q =7,3710
3
w=7,37 kw
Maka didapatkan perpindahan kalor radiasi dari satu sisi silinder ke sisi
lainnya adalah sebesar 7,37 kW.

2. Gas karbon dioksida berada dalam silinder berdiameter 1,5 ft. suhu
permukaan pipa = 540 F dan tekanan gas = 0,5 atm. Permukaan pipa
dianggap bidang abu-abu s
w
= 0,9, factor karakteristik dari dimensi
karakteristik (diameter pipa) = 0,9. Hiutnglah perpindahan kalor radiasi
antara gas CO
2
dan permukaan pipa /jam.ft pipa.

Jawab:

Diketahui
= 1,5 t = 0,475 m
P = 0,5 otm
I
w
= 540 F = 555,22 K
e
w
=0,9
I
c
= 0,9

Asumsi
Suhu gas adalah 700 K, pertimbangannya yaitu suhu gas pasti lebih panas
disbanding dengan dinding pipa
Pemicu 5 Perpindahan Kalor Radiasi Kelompok 2 27

Gas yang terlibat mengikuti hukum gas ideal

I
c
= 0,9
I
c
= 0,9 (1,5 t) = 1,35 t
P.I
c
=(0,5 otm)(1,35 t) =0,675 t.otm

Menentukan nilai e
g



Gambar 13. grafik hubungan emisivitas CO
2
dan temperature
(sumber: Cengel, Yunus. 2002. Heat Transfer A Practical Approach. Halaman 643)

Dari gambar di atas didapat nilai e
g
=0,120
P.I
c
I
s
I
g
=(0,5 otm)(1,35 t) _
700 K
555,22 K
] =0,851 t.otm
Pemicu 5 Perpindahan Kalor Radiasi Kelompok 2 28


Gambar 14. grafik hubungan emisivitas CO
2
dan temperature
(sumber: Cengel, Yunus. 2002. Heat Transfer A Practical Approach. Halaman 643)


Dari gambar di atas diperoleh nilai e
c
=0,130
o
g
=o
c
= C
c
e
c
_
I
g
I
s
] =(1)(0,13) _
700 K
555,22 K
]
0,65
=0,1511

Menentukan nilai q pada benda hitam
q
nI
= e
g
oI
g
4
o
g
oI
w
4

q
I
= n(e
g
oI
g
4
o
g
oI
w
4
)
q
I
=n(0,457m)[(0,120)(5,6710
-8
)(700)
4
(0,1511)(5,6710
-8
)(555,22)
4
]
q
I
=1176,5
[
s.m
=4,2410
6

[
]om.m
= 1,29310
6

[
]om.t


Menentukan nilai q pada benda kelabu (berdasarkan Holman, halaman edisi 6
persamaan 8-62)
Pemicu 5 Perpindahan Kalor Radiasi Kelompok 2 29

q
kcIubu
= q
htum
_
e
w
+ 1
2
]
q
kcIubu
= _1,29310
6
[
]om.t
] _
0,9+ 1
2
] = 1,22810
6

[
]om.t





Pemicu 5 Perpindahan Kalor Radiasi Kelompok 2 30

Kesimpulan

1. Radiasi merupakan salah satu cara dalam perpindahan kalor.
2. Radiasi termal merupakan energi yang diemisikan oleh benda yang berada pada
temperatur tertentu.
3. Radiasi memiliki karakteristik yang unik dibandingkan konduksi dan konveksi
karena tidak membutuhkan medium dalam transfer panas radiannya serta jumlah
radian dan kualitas radiasi yang bergantung dari temperatur.
4. Pada penggunaan formulasi bentuk radiasi digunakan faktor bentuk, faktor bentuk
ini merupakan salah satu cara untuk mewakilkan geometris suatu bidang radiasi
dari suatu benda terhadap benda yang ada disekitarnya, pada konveksi analoginya
kita kenal.
5. Penggunaan idealisasi benda abu-abu menghasilkan suatu pendekatan yang
disederhanakan untuk pertukaran energi yang sangat berguna.
6. Radiasi benda tak hitam terjadi pada benda tak hitam. Benda tak hitam adalah
benda yang hanya menyerap sebagian pancaran energi yang diberikan padanya dan
memantulkan energi yang tidak terserap. Benda tak hitam memiliki emisivitas
dibawah satu.


Pemicu 5 Perpindahan Kalor Radiasi Kelompok 2 31

Daftar Pustaka

Anonim. http://global.britannica.com/EBchecked/topic/564843/Stefan-Boltzmann-
law (diakses pada 6 Mei 2013 pukul 02.44)

Holman, J .P. 2009. Heat Transfer, 10
nd
Ed. New York: McGraw-Hill

Cengel, Yunus. 2002. Heat Transfer A Practical Approach. USA: McGraw-Hill

Incropera. 2011. Fundamentals of Heat and Mass Transfer 7
th
Edition. USA: J ohn
Willey & Sons