Anda di halaman 1dari 9

Tugas Kelompok

HAKEKAT MASALAH SOSIAL, KEBERFUNGSIAN, DAN


HUBUNGANNYA

Disusun untuk memenuhi tugas mata kuliah Analisis Masalah Sosial

Dosen :

Drs. Suhendar, MP

NAMA ANGGOTA KELOMPOK :

Joko Setiawan (08.04.100)

Ganda Andharu Sandi (08.04.)

Mei Rochma (08.04.)

Ahmad Fauzi (08.04.)

SEKOLAH TINGGI KESEJAHTERAAN SOSIAL


BANDUNG
2009

HAKEKAT MASALAH SOSIAL, KEBERFUNGSIAN SOSIAL DAN


HUBUNGANNYA
HAKEKAT MASALAH SOSIAL, KEBERFUNGSIAN SOSIAL DAN
HUBUNGANNYA

HAKEKAT MASALAH SOSIAL

Menurut Soerjono Soekanto, masalah sosial adalah suatu ketidaksesuaian


antara unsur-unsur kebudayaan atau masyarakat, yang membahayakan kehidupan
kelompok sosial. Jika terjadi bentrokan antara unsur-unsur yang ada dapat
menimbulkan gangguan hubungan sosial seperti kegoyahan dalam kehidupan
kelompok atau masyarakat.

Senada dengan hal pendapat tersebut, Rubington dan Winberg (1999)


mendifinisikan masalah sosial sebagai berikut : ” Social problems as an alleged
situation that is incompaible with the values of significant number of people who
agree that action is needed to alter the situation”. Definisi tersebut menyebutkan
bahwa masalah sosial yang diduga dan dianggap oleh banyak orang bertentangan
dengan nilai, sehingga mereka setuju adanya tindakan untuk mengatasi atau
menghilangkan situasi tersebut. Berdasarkan definisi di atas, maka terdapat
berbagai unsur dari pengertian masalah sosial yaitu :

1. Situasi. Masalah sosial merupakan suatu situasi, namun sembarang situasi.


Masalah sosial adalah situasi yang diduga atau dianggap menggangu atau tidak
mengenakkan orang lain. Situasi bermasalah juga dapat menggambarkan adanya
ketimpangan atau kesenjangan anatar situasi yang diharapkan dengan situasi nyata
( a significant discrepancy between standart and social actuality) situasi tersebut
dapat bernuansa mikro, meso, makro; serta berkonteks lokal, regional, nasional
dan internasional.

2. Orang. Dalam masalah sosial paling tidak terdapat tiga pihak yang terlibat. Pihak
pertama adalah orang yang memahami masalah sosial atau melakukan
pelanggaran (client). Pihak kedua adalah orang uang menjadi korban masalah
tersebut ( victim). Pihak ketiga adalah orang yang berkaitan dengan permasalahan
dan menilai situasi tersebut sebagai situasi yang bermasalah (significant others).
2

HAKEKAT MASALAH SOSIAL, KEBERFUNGSIAN SOSIAL DAN


HUBUNGANNYA
3. Norma dan nilai. Dalam masalah sosial terdapat norma dan nilai yang dilanggar,
padahal norma dan nilai seharusnya dijunjung tinggi dan dijadikan landasan
dalam berperilaku. Jadi kalau ada individu yang melanggar norma dan nilai, maka
individu lain akan bereaksi terhadap pelanggaran tersebut.

4. Tindakan. Jika ada masalah sosial, maka orang mengharapkan ada tindakan untuk
menghadapi dan memecahkan masalah sosial tersebut (problems solving and
coping) Tindakan tersebur dapat dilakukan oleh mereka sendiri atau pihak lain.

Blumer (1971) dan Thompson (1988) mengatakan bahwa yang dimaksud dengan
masalah sosial adalah suatu kondisi yang dirumuskan atau dinyatakan oleh suatu
entitas yang berpengaruh yang mengancam nilai-nilai suatu masyarakat sehingga
berdampak kepada sebagian besar anggota masyarakat dan kondisi itu diharapkan
dapat diatasi melalui kegiatan bersama. Entitas tersebut dapat merupakan
pembicaraan umum atau menjadi topik ulasan di media massa, seperti televisi,
internet, radio dan surat kabar.

Jadi yang memutuskan bahwa sesuatu itu merupakan masalah sosial atau bukan,
adalah masyarakat yang kemudian disosialisasikan melalui suatu entitas. Dan
tingkat keparahan masalah sosial yang terjadi dapat diukur dengan
membandingkan antara sesuatu yang ideal dengan realitas yang terjadi (Coleman
dan Cresey, 1987).

Contohnya adalah masalah kemiskinan yang dapat didefinisikan sebagai suatu


standar tingkat hidup yang rendah, yaitu adanya suatu tingkat kekurangan materi
pada sejumlah atau segolongan orang dibandingkan dengan standar kehidupan
yang umum berlaku di masyarakat yang bersangkutan (Suparlan, 1984)

Dan untuk memudahkan mengamati masalah-masalah sosial, Stark (1975)


membagi masalah sosial menjadi 3 macam yaitu :

(1) Konflik dan kesenjangan, seperti : kemiskinan, kesenjangan, konflik antar


kelompok, pelecehan seksual dan masalah lingkungan.

HAKEKAT MASALAH SOSIAL, KEBERFUNGSIAN SOSIAL DAN


HUBUNGANNYA
(2) Perilaku menyimpang, seperti : kecanduan obat terlarang, gangguan mental,
kejahatan, kenakalan remaja dan kekerasan pergaulan.

(3) Perkembangan manusia, seperti : masalah keluarga, usia lanjut, kependudukan


(seperti urbanisasi) dan kesehatan seksual.

Salah satu penyebab utama timbulnya masalah sosial adalah pemenuhan akan
kebutuhan hidup (Etzioni, 1976). Artinya jika seorang anggota masyarakat gagal
memenuhi kebutuhan hidupnya maka ia akan cenderung melakukan tindak
kejahatan dan kekerasan. Dan jika hal ini berlangsung lebih masif maka akan
menyebabkan dampak yang sangat merusak seperti kerusuhan sosial. Hal ini juga
didukung oleh pendapatnya Merton dan Nisbet (1971) bahwa masalah sosial
sebagai sesuatu yang bukan kebetulan tetapi berakar pada satu atau lebih
kebutuhan masyarakat yang terabaikan.

Dengan menggunakan asumsi yang lebih universal maka “tangga kebutuhan” dari
Maslow dapat digunakan yaitu pada dasarnya manusia membutuhkan kebutuhan
fisiologis, sosiologis, afeksi serta aktualisasi diri, meskipun Etzioni (1976)
menjelaskan bahwa masyarakat berbeda antara satu dengan yang lain terkait
dengan cara memenuhi kebutuhan hidupnya. Karena seorang individu pada
dasarnya merupakan hasil “bangunan” budaya dimana individu itu tumbuh.

Untuk dapat memahami masalah sosial, sebaiknya diketahui prinsip-prinsip


yang ada dalam masalah sosial yaitu:

1. Kompleksitas. Masalah sosial disebabkan oleh berbagai faktor, baik faktor


internal (pelaku) maupun eksternal (lingkungan/sistem sosial) Tidak ada
masalah sosial yang disebabkan oleh faktor tunggal, tetapi selalu multi
faktor. Disamping itu, suatu masalah sosial senantiasa berkaitan dengan
masalah-masalah sosial lainnya.

HAKEKAT MASALAH SOSIAL, KEBERFUNGSIAN SOSIAL DAN


HUBUNGANNYA
2. Komprehensif. Masalah sosial dapat dilihat dari berbagai sudut
pandang/perspektif, seperti : fisik, ekonomis, sosial, budaya, hukum,
psikologis dan keamanan.

3. Interdisipliner. Masalah sosial bukan hanya monopoli satu disiplin ilmu


saja. Masalah sosial tidak dapat didekati dan ditangani oleh satu disiplin
ilmu, namun perlu kerjasama antar disiplin.

4. Berkesinambungan. Masalah sosial akan terus ada seiring dengan


kehidupan masyarakat. Hal itu menunjukkan bahwa setiap masyarakat
pasti mempunyai masalah sosial, baik itu masyarakat pertanian, nelayan,
industri, masyarakat pedesaan, pinggiran dan perkotaan. Masalah sosial
memang dapat dikendalikan agar tidak tumbuh liar dan berkembang.
Dapat direduksi dan dipecahkan, namun dapat tumbuh kembali atau
muncul kembali dengan wajah dan penampilan baru.

Dari seluruh pembahasan di atas diperoleh gambaran sebagai berikut:

1. Masalah sosial akan terjadi apabila keberfungsian sosial seorang individu


menjadi tidak efektif untuk memenuhi tuntutan lingkungan dan karena
bermacam kebutuhan individu tidak dapat dipenuhi.
2. Sebuah masalah sosial dipersepsikan berbeda oleh kelayan, yang
memandangnya secara emosional dan subjektif, sedangkan penyantun atau
pihak yang membantu memandang masalah tersebut secara lebih rasional
dan objektif.
3. Beberapa karakteristik masalah sosial yang perlu diperhatikan antara lain
adalah sebagai berikut:
o seseorang yang mengalami sebuah masalah yang sama untuk masa
waktu yang lama akan menyebabkan orang tersebut tidak merasa
bermasalah;
o masalah yang tidak diatasi secara tuntas dapat menyebabkan
timbulnya masalah ikutan lain, sehingga merupakan sebuah mata
rantai masalah.
5

HAKEKAT MASALAH SOSIAL, KEBERFUNGSIAN SOSIAL DAN


HUBUNGANNYA
o mata rantai masalah tersebut dapat dipilahkan menjadi beberapa
kategori yang dapat memudahkan pemahaman dan penanganan
masalah. Pemilahan tersebut adalah: *masalah dasar * masalah
penyebab * masalah pemicu * masalah yang mendesak
o * masalah yang harus diselesaikan
4. Seorang kelayan cenderung memandang masalah yang dialami secara
emosional dan subjektif. Oleh karenanya penyantun mengajak kelayan
untuk dapat menghadapi masalahnya sebagai sebuah fakta kehidupan,
yang dapat dipelajari secara objektif. Memandang masalah secara objektif
dan nyata menjadi salah satu tujuan intervensi sosial.
5. Seseorang yang mengalami masalah berada dalam situasi yang
menegangkan (stressful situation) sehingga mekanisme untuk
menyesuaikan diri terhadap situasi tersebut menjadi tidak efektif, dan
kemampuan untuk menyelesaikan masalah menjadi sangat menurun,
bahkan ada kalanya menjadi "lumpuh".

KEBERFUNGSIAN SOSIAL

Istilah keberfungsian sosial mengacu pada cara-cara yang dipakai oleh individu
akan kolektivitas seperti keluarga dalam bertingkah laku agar dapat melaksanakan
tugas-tugas kehidupannya serta dapat memenuhi kebutuhannya. Juga dapat
diartikan sebagai kegiatan-kegiatan yang dianggap penting dan pokok bagi
penampilan beberapa peranan sosial tertentu yang harus dilaksanakan oleh setiap
individu sebagai konsekuensi dari keanggotaannya dalam masyarakat. Penampilan
dianggap efektif diantarannya jika suatu keluarga mampu melaksanakan tugas-
tugasnya, menurut (Achlis, 1992) keberfungsian sosial adalah kemampuan
seseorang dalam melaksanakan tugas dan peranannya selama berinteraksi dalam
situasi social tertentu berupa adanya rintangan dan hambatan dalam mewujudkan
nilai dirinnya mencapai kebutuhan hidupnya.

HAKEKAT MASALAH SOSIAL, KEBERFUNGSIAN SOSIAL DAN


HUBUNGANNYA
Keberfungsian sosial kelurga mengandung pengertian pertukaran dan
kesinambungan, serta adaptasi resprokal antara keluarga dengan anggotannya,
dengan lingkungannya, dan dengan tetangganya dll. Kemampuan berfungsi social
secara positif dan adaptif bagi sebuah keluarga salah satunnya jika berhasil dalam
melaksanakan tugas-tugas kehidupan, peranan dan fungsinya terutama dalam
sosialisasi terhadap anggota keluarganya.

Lebih lanjut, penjelasan mengenai keberfungsian sosial juga dapat dipaparkan


sebagai berikut :

1. Proses sosialisasi telah memungkinkan seseorang tumbuh dan berkembang


menjadi orang dewasa yang dapat menjalankan:
1. berbagai peranan sosialnya sesuai dengan kedudukan sosial yang
dicapainya dalam bermacam lingkungan sosial di mana dia
menjadi warganya;
2. kemampuan menjalankan multi status dan multi peranan tersebut
dibentuk melalui proses pembelajaran di lingkungan budaya di
mana nilai-nilai dan norma-norma sosial berlaku di lingkungan
tersebut.
2. Kemampuan untuk menjalankan multi peranan dalam bermacam
kedudukan sosial, sesuai dengan tuntutan lingkungannya, menunjukkan
keberfungsian sosial manusia. Di samping itu keberfungsian sosial juga
mencakup pemenuhan kebutuhan dasar dirinya dan orang-orang yang
menjadi tanggungannya.
1. Kebutuhan dasar manusia itu mencakup aspek-aspek kebutuhan (1)
fisik; (2) pengembangan diri; (3) emosional; dan (4) konsep diri
yang memadai.
2. Maslow menggunakan jenjang-jenjang kebutuhan
3. Perkembangan diri yang optimal ditandai oleh karakteristik yang
berjenjang tinggi, seperti (i) penerimaan terhadap dirinya sendiri, orang
lain, dan alam; (ii)mengupayakan keadilan, kebenaran, ketertiban,

HAKEKAT MASALAH SOSIAL, KEBERFUNGSIAN SOSIAL DAN


HUBUNGANNYA
kesatuan dan keindahan; (iii) memiliki kemampuan mengatasi masalah;
(iv) mandiri; (v) kaya akan respon emosional; (vii) memiliki relasi
antarmanusia yang memuaskan dan berkembang; (viii) kreatif; dan (ix)
memiliki dan menjunjung tinggi nilai-nilai moral.

MASALAH SOSIAL DAN KEBERFUNGSIAN SOSIAL

Masalah sosial mempengaruhi fungsi sosial dalam sejumlah aspek kehidupan


individu termasuk di dalamnya kesehatan fisik dan mental, pekerjaan, pendidikan,
jaminan keuangan, perumahan, rekreasi dan integritas keluarga dan komunitas.

Definisi masalah sosial lebih menekankan pada dua aspek dalam konteks human
system, yakni fungsi sosial dan kendala bagi optimalisasi keberfungsian human
system atau social system. Ketidakberfungsian sosial yang terjadi pada system
manusia perlu diakui sebagai suatu social problems karena menimbulkan system
klien dan system sosial terutama komunitas rentan dan mereka yang memiliki
ketergantungan menjadi terlantar. Intinya ketidakberfungsian sosial pada individu,
kelompok maupun masyarakat nantinya akan berlanjut menjadi suatu masalah
sosial yang perlu ditangani.

HAKEKAT MASALAH SOSIAL, KEBERFUNGSIAN SOSIAL DAN


HUBUNGANNYA
DAFTAR PUSTAKA

Heru Sukoco, Dwi. Profesi Peksos dan Proses Pertolongannya. 1991. Bandung :
STKS Press

Karya tulis Drs. Dwi Heru Sukoco tentang Masalah Sosial dan Keberfungsian
Sosial dalam Isu-isu Tematik Pembangunan Sosial : Konsepsi dan Strategi. 2004.
Jakarta : DEPSOS RI Badan Pelatihan dan Pengembangan Sosial.

http://pelabuhankecil.blogspot.com/2009/07/masalah-masalah-
sosial.html diakses pada tanggal 26 Agustus 2009 pukul 16.00 WIB

http://www.depsos.go.id/Balatbang/Puslitbang%20UKS/2004/Masngudi
n.htm diakses pada hari Selasa, 25 Agustus 2009 pukul 04.00 WIB

HAKEKAT MASALAH SOSIAL, KEBERFUNGSIAN SOSIAL DAN


HUBUNGANNYA