Anda di halaman 1dari 28

PRESENTASI KASUS LEPTOSPIROSIS

Disusun Oleh : SITI KARLINA

KEPANITRAAN ILMU PENYAKIT DALAM RSUD PANEMBAHAN BANTUL FK UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH YOGJAKARTA

STATUS PASIEN
Nama Jenis Kelamin Usia Alamat Agama Masuk RS : Tn. SN : Laki - laki : 30tahun : Jaten, Triharjo Pandak Bantul : Islam : 13 Desember 2013

ANAMNESIS
Dilakukan secara pada tgl Januari 2014 Keluhan Utama Keluhan Tambahan Riwayat Penyakit Sekarang

Riwayat Penyakit Dahulu


Sebelumnya tidak pernah mengeluh seperti ini Pasien mengaku ada riwayat Hipertensi Riwayat kencing manis disangkal

Riwayat Penyait Keluarga


Keluhan yang sama disangkal pasien

PEMERIKSAAN FISIK

Keadaan Umum : Vital Sign


Kesadaran Tek.

Darah

Nadi
Pernafasan Suhu

: : / mmHg : x/menit : x/menit : ,oC

Status Generalis KEPALA Bentuk : Normocephal Rambut : Putih, pendek, lurus Mata : CA-/-, SI-/-, Telinga : Tidak ada kelainan Hidung : Tidak ada kelainan Mulut : Tidak ada kelainan

THORAKS Pulmonal : Vesikuler +/+, Wheezing -/-, Rhonki -/ Cor : S1 S2 Reguler, Murmur (-), Gallop (-) ABDOMEN Inspeksi : Datar simetris Auskultasi : BU + meningkat Palpasi : Nyeri tekan (-), Hepar&Lien tdk teraba EKSTERMITAS : Akral hangat, capillary refill 2

PEMERIKSAAN PENUNJANG
HASIL LABORATORIUM DARAH
PEMERIKSAA N HEMATOLOGI Hemoglobin Leukosit Eritrosit Trombosit Hematokrit HITUNG JENIS Eosinofil Basofil Batang Segmen Limfosit Monosit 2-4 0-1 2-5 51-67 20-35 4-8 % % % % % % 14,0 -18,0 4000 -10.000 4,50-5,50 150.000450.000 42,0-52,0 g/dl /uL /uL /uL Vol% HASIL RUJUKAN SATUA N PEMERIKSAA N KIMIA KLINIK FUNGSI HATI SGOT SGPT FUNGSI GINJAL Ureum Creatinin DIABETES GDS 8000-20000 mg/dl 17-43 0,90-1,30 mg/dl mg/dl < 37 < 41 U/L U/L HASIL RUJUKAN SATUA N

HASIL LABORATORIUM FESES


PEMERIKSAAN FESES MAKROSKOPIS Warna Kuning Kuning Coklat HASIL RUJUKAN SATUAN

Konsistensi
PUS Darah Lendir MIKROSKOPIS Lekosit Eritrosit Telur Cacing Amuba Epitel Serat Tumbuhan Amilum Lemak Yeast Bakteri

Cair
Negatip Negatip Negatip 1-3 0-2 Negatip Negatip Positip Positip Negatip Negatip Negatip Positip

Lunak
Negatip Negatip Negatip

Negatip Negatip 1+ Negatip -1+ Negatip Negatip Negatip-1+

PENATALAKSANAAN

IVFD RL

Follow Up
Tgl 14/12/2013 S: O: A: P:

LEPTOSPIROSIS
Leptospirosis adalah suatu penyakit zoonosis yang disebabkan oleh mikroorganisme Leptospira interogans tanpa memandang bentuk spesifik serotypenya. Penyakit ini juga sering disebut mud fever, slime fever, swamp fever, autumnal fever, infectious jaundice, field fever, cane cutterfever . Bentuk bertat dari leptospirosis adalah Wells Disease

ETIOLOGI
Genus leptospira, family treponemataceae, suatu mikroorganisme spirocaeta. Genus ini memiliki 2 spesies, yaitu L. biflexa yang non pathogen serta L. interrogans yang bersifat pathogen. Beberapa serovar L. interrogans yang menginfeksi manusia diantaranya L. icterohaemorrhagica dengan reservoir tikus, L. canicola dengan reservoir anjing serta L. Pomona dengan reservoir sapi dan babi. Morfologi berbelit, tipis, fleksibel, panjangnya 5-15 um, dengan salah satu ujungnya membengkak membentuk kait. Dengan medium Fletchers dapat tumbuh dengan baik sebagai obligat aerob.

EPIDEMIOLOGI
Di Indonesia leptospirosis tersebar antara lain di Propinsi Jawa Barat, Jawa Tengah, Daerah Istimewa Yogyakarta, Lampung, Sumatera Selatan, Bengkulu, Riau, Sumatera Barat, Sumatera Utara, Bali, NTB, Sulawesi Selatan, Sulawesi Utara,Kalimantan Timur dan Kalimantan Barat. Indonesia termasuk tinggi, mencapai 2,5-16,45%. Pada usia lebih dari 50 tahun kematian mencapai 56%.

PATOFISIOLOGI
Kuman kulit yg luka/mukosa konjunctiva atau mulut darah (leptospiremia) , kuman bermultiplikasi di darah dan jaringan. Kuman merusak dinding pbl darah kecil vaskulitis dg leakage dan ekstravasasi dr sel termasuk perdarahan. Sifat patogen leptospira terpenting adalah adhesi thd permukaan sel dan cellular toxicity. Vaskulitis bertanggung jawab thd manifestasi penyakit. Leptospira terutama menginfeksi ginjal dan hati, tetapi organ lain juga dapat terlibat.

PATOFISIOLOGI

GEJALA KLINIS
Masa inkubasi : 1-2 mgg. Banyak penderita yg asimptomatik. Simptomatik ringan berat. > 90% ikterik dg/tanpa meningitis. 5-10 % kasus berkembang menjadi berat dengan ikterus hebat Weills Syndrome.

DIAGNOSIS
Diagnosis awal sulit pasien sdh meningitis, hepatitis, nefritis, pneumonia, influenza, sindroma syok toxic, demam yang tidak diketahui asalnya, diatetesis hemoragik, bahkan pancreatitis. ANAMNESIS : riwayat penyakit pasien. Px. FISIK : demam, bradikardia, nyeri otot, hepatomegali dll. Px. LABORATORIUM : lekositosis, (N)/sedikit disertai gambaran neutrofilia, LED meningkat. Px. URIN : proteinuria, leukosituria, torak cast. Bila hati terlibat, bil direk tanpa peningkatan transaminase. Bila terjadi komplikasi ginjal, BUN, Ureum&Kreatinin bisa . KULTUR : darah/CSS, segera pada gejala awal, sebelum diberikan antibiotic. SEROLOGI : pemeriksaan dengan cepat, dengan menggunakan PCR, silver strain atau fluroscent antibody stain, dan mikroskop lapangan gelap.

Kriteria WHO oleh Feine untuk diagnosa Leptospirosis Daftar Pertanyaan Jawaban
A. Jenis gejala dan laboratorium Sakit kepala mendadak Conjunctival suffusion bilateral Demam Bila demam >38 C Meningismus Nyeri otot terutama betis Meningismus, nyeri otot dan konjungtiva suffosion bersamaan Ikterik Albuminuria atau azotemia Ya/tidak Ya/tidak Ya/tidak Ya/tidak Ya/tidak Ya/tidak Ya/tidak Ya/tidak Ya/tidak 2/0 4/0 2/0 2/0 4/0 4/0 10/0 1/0 2/0

Nilai

B.

Faktor epidemiologi seperti riwayat kontak binatang ke hutan, rekreasi, tempat kerja atau diduga atau diketahui kontak dengan air yang terkontaminasi. Hasil laboratorium serologi :
Serologi (+) di daerah endemik : Single (+), titer rendah Single (+), titer tinggi

Ya/tidak

10/0

C.

Ya/tidak Ya/tidak

2/0 10/0

Pair sera, titer meningkat


Serologi (+) bukan daerah endemik : Single (+), titer rendah Single (+), titer tinggi Pair sera, titer meningkat

Ya/tidak
Ya/tidak Ya/tidak Ya/tidak

25/0
5/0 15/0 25/0

Keterangan : Berdasarkan kriteria di bawah, leptospirosis dapat ditegakkan bila jumlah A+B >25, atau A+B+C >25 disebut presumptive leptospirosis; dan bila A+B nilai antara 20-25 disebut suggestive leptospirosis.

TATALAKSANA
Suportif terapi Pemberian cairan Menjaga keseimbangan elektrolit. Gagal ginjal dialisis. Perdarahan paru ventilator. Leptospirosis sedang/berat: Pemberian Antibiotik Penisilin G 1,5jt unit IV/6 jam Leptospirosis ringan : Ampisilin 1 g/ 6 jam (IV) Doksisiklin 100 mg 2x sehari Ampisilin 500-750 mg 4x sehari Ceftriakson 1 g/hr (IV) Cefotaksim 1 g/6jam (IV) Amoksisilin 500 mg 4x sehari Eritromisin 500 mg/6 jam (IV) 7 hari Lama pemberian obat selama Profilaksis : Doksisiklin 200 mg/minggu untuk orang yang terpapar dalam jangka pendek

PROGNOSIS
Jika tidak ada ikterus, jarang fatal. Jika terdapat ikterus, angka kematian 5% di bawah usia 30 tahun, 30-40% pada usia lanjut.

Pembahasan

Kesimpulan