Anda di halaman 1dari 22

MAKALAH

APLIKOM data Pesantren di Indonesia

Di susun oleh : Manu Juanda Npm : 13 11 !!"3

Dosen Pem#im#in$ : Andi Lala

J%&%'AN (KIP )AHA'A DAN 'A*&A INDON+'IA %NI,+&'I*A' M%HAMMDI-AH )+N.K%L% !1"

)A) I P+NDAH%L%AN

A/

Latar )ela0an$ Pesantren adalah institusi pendidikan yang berada di bawah pimpinan seorang atau beberapa kiai dan dibantu oleh sejumlah santri senior serta beberapa anggota keluarganya. Pesantren menjadi bagian yang sangat penting bagi kehidupan kiai sebab ia merupakan tempat bagi sang kiai untuk mengembangkan dan melestarikan ajaran tradisi, dan pengaruhnya di masyarakat. Menurut Nurcholish Madjid, pesantren adalah salah satu lembaga pendidikan yang ikut mempengaruhi dan menentukan proses pendidikan nasional. Dalam perspektif historis, pesantren tidak hanya identik dengan makna keislaman, tetapi juga mengandung makna keaslian Indonesia (indigenous) sebab lembaga yang serupa pesantren ini sudah ada di Nusantara sejak aman kekuasaan !indu"#udha. Dalam hal ini, para kiai tinggal meneruskan dan mengislamkan lembaga"lembaga tersebut. $edangkan tujuan pendidikan pesantren adalah membentuk manusia yang memiliki kesadaran yang tinggi bahwa ajaran Islam bersifat komprehensif. $elain itu, produk pesantren juga dikonstruksi untuk memiliki kemampuan yang tinggi dalam merespons tantangan dan tuntutan hidup dalam konteks ruang dan waktu, dalam ranah nasional maupun internasional. $esuai dengan tujuan pendidikan nasional yaitu berkembangnya potensi peserta didik agar menjadi manusia yang beriman dan bertakwa kepada %uhan &ang Maha 'sa, berakhlak mulia, sehat, berilmu, cakap, kreatif, mandiri, dan menjadi warga negara yang demokratis serta bertanggung jawab ()) $isdiknas No *+ %ahun *++, Pasal ,-.

)/

&umusan Masalah 1. #agaimana .endala Perkembangan pendidikan di pondok pesantren/

*. #agaimana hambatn Perkembangan pendidikan di pondok pesantren/ ,. #agaimana solusi Perkembangan pendidikan di pondok pesantren/ 1/ *u2uan 1. )ntuk mengetahui dan memahami #agaimana .endala Perkembangan pendidikan di pondok pesantren *. )ntuk mengetahui dan memahami #agaimana hambatn Perkembangan pendidikan di pondok pesantren ,. )ntuk mengetahui dan memahami #agaimana solusi Perkembangan pendidikan di pondok pesantren

)A) II P+M)AHA'AN A/ Pondo0 Pesantren Di Indonesia $ejak awal masuknya Islam ke Indonesia, pendidikan Islam merupakan kepentingan tinggi bagi kaum muslimin. %etapi hanya sedikit sekali yang dapat kita ketahui tentang perkembangan pesantren di masa lalu, terutama sebelum Indonesia dijajah #elanda, karena dokumentasi sejarah sangat kurang. #ukti yang dapat kita pastikan menunjukkan bahwa pemerintah penjajahan #elanda memang membawa kemajuan teknologi ke Indonesia dan memperkenalkan sistem dan metode pendidikan baru. Namun, pemerintahan #elanda tidak melaksanakan kebijaksanaan yang mendorong sistem pendidikan yang sudah ada di Indonesia, yaitu sistem pendidikan Islam. Malah pemerintahan penjajahan #elanda membuat kebijaksanaan dan peraturan yang membatasi dan merugikan pendidikan Islam. Ini bisa kita lihat dari kebijaksanaan berikut. Pada tahun 100* pemerintah #elanda mendirikan Priesterreden (Pengadilan 1gama- yang bertugas mengawasi kehidupan beragama dan pendidikan pesantren. %idak begitu lama setelah itu, dikeluarkan 2rdonansi tahun 13+4 yang berisi peraturan bahwa guru"guru agama yang akan mengajar harus mendapatkan i in dari pemerintah setempat. Peraturan yang lebih ketat lagi dibuat pada tahun 13*4 yang membatasi siapa yang boleh memberikan pelajaran mengaji. 1khirnya, pada tahun 13,* peraturan dikeluarkan yang dapat memberantas dan menutup madrasah dan sekolah yang tidak ada i innya atau yang memberikan pelajaran yang tak disukai oleh pemerintah. (Dhofier 1304561, 7uhairini 13385163Peraturan"peraturan tersebut membuktikan kekurangadilan kebijaksanaan pemerintah penjajahan #elanda terhadap pendidikan Islam di Indonesia. Namun demikian, pendidikan pondok pesantren juga menghadapi tantangan pada masa kemerdekaan Indonesia. $etelah penyerahan kedaulatan pada tahun 1363, pemerintah 9epublik Indonesia mendorong pembangunan sekolah umum seluas"

luasnya dan membuka secara luas jabatan"jabatan dalam administrasi modern bagi bangsa Indonesia yang terdidik dalam sekolah"sekolah umum tersebut.. Dampak kebijaksanaan tersebut adalah bahwa kekuatan pesantren sebagai pusat pendidikan Islam di Indonesia menurun. Ini berarti bahwa jumlah anak"anak muda yang dulu tertarik kepada pendidikan pesantren menurun dibandingkan dengan anak"anak muda yang ingin mengikuti pendidikan sekolah umum yang baru saja diperluas. 1kibatnya, banyak sekali pesantren"pesantren kecil mati sebab santrinya kurang cukup banyak (Dhofier 1304561-. :ika kita melihat peraturan"peraturan tersebut baik yang dikeluarkan pemerintah #elanda selama bertahun"tahun maupun yang dibuat pemerintah 9I, memang masuk akal untuk menarik kesimpulan bahwa perkembangan dan pertumbuhan sistem pendidikan Islam, dan terutama sistem pesantren, cukup pelan karena ternyata sangat terbatas. 1kan tetapi, apa yang dapat disaksikan dalam sejarah adalah pertumbuhan pendidikan pesantren yang kuatnya dan pesatnya luar biasa. $eperti yang dikatakan 7uhairini (1338514+-, ternyata ;jiwa Islam tetap terpelihara dengan baik< di Indonesia. Menurut sur=ai yang diselenggarakan kantor )rusan 1gama yang dibentuk oleh Pemerintah Militer :epang di :awa tahun 136* mencatat jumlah madrasah, pesantren dan murid"muridnya seperti terlihat berikutnya dalam %abel 15 %1#'> 15 :umlah pesantren, madrasah dan santri di :awa dan Madura pada tahun 136* ($ur=ai kantor )rusan 1gamaPropinsi Daerah Jumlah Pesantren dan Madrasah Jumlah 'antri
:akarta :awa #arat :awa %engah %awa %imur 1?8 1 +6? ,41 ,+8 16 41, ?3 346 *1 348 ,* 3,1

(Dhofier, 130456+-

%1#'> *5 :umlah pesantren dan santri di :awa pada tahun 1380. (>aporan Departement 1gama 9I-

(!asbullah, 1333516+Dalam %abel *, dapat kita melihat bahwa hampir empat dasawarsa kemudian, jumlah pesantren di :awa telah bertambah kurang lebih empat kali. $tatistik dari %abel *, yang dikumpulkan dari laporan Departemen 1gama 9I pada tahun 1380 yang mengenai keadaan pesantren di :awa, menunjukkan bahwa sistem pendidikan pesantren di :awa dipelihara, dikembangkan dan dihargai oleh masyarakat umat Islam di Indonesia. .ekuatan pondok pesantren dapat dilihat dari segi lain, yaitu walaupun setelah Indonesia merdeka telah berkembang jenis"jenis pendidikan Islam formal dalam bentuk madrasah dan pada tingkat tinggi $ekolah %inggi 1gama Islam Negeri ($%1IN-, namun secara luas, kekuatan pendidikan Islam di :awa masih berada pada sistem pesantren (Dhofier 13045*+-. Dari data"data tersebut harus kita bertanya, mengapa pesantren begitu sanggup menahan dan berkembang selama bertahun"tahun penuh dengan tantangan dan kesulitan yang dibuat baik pemerintah #elanda maupun pemerintah 9I/ Menurut saya, sistem pendidikan pondok pesantren mampu bertahan dan tetap berkembang karena siap menyesuaikan dan memoderenkan tergantung pada keadaan yang sebenarnya ada di Indonesia. $ejak awalnya, pesantren di Indonesia telah mengalami banyak perubahan dan tantangan karena dipengaruhi keadaan sosial, politik, dan

perkembangan teknologi di Indonesia serta tuntutan dari masyarakat umum. 2leh karena itu, pada masa ini di dunia pesantren terjadi pembangunan sistem pendidikan pesantren modern yang akan dibahasi dalam bagian berikut. 'istem Pendidi0an Pondo0 Pesantren: Dulu, pusat pendidikan Islam adalah langgar masjid atau rumah sang guru, di mana murid"murid duduk di lantai, menghadapi sang guru, dan belajar mengaji. @aktu mengajar biasanya diberikan pada waktu malam hari biar tidak mengganggu pekerjaan orang tua sehari"hari. Menurut 7uhairini (13385*1*-, tempat"tempat pendidikan Islam nonformal seperti inilah yang ;menjadi embrio terbentuknya sistem pendidikan pondok pesantren.< Ini berarti bahwa sistem pendidikan pada pondok pesantren masih hampir sama seperti sistem pendidikan di langgar atau masjid, hanya lebih intensif dan dalam waktu yang lebih lama. Pendidikan pesantren memiliki dua sistem pengajaran, yaitu sistem sorogan, yang sering disebut sistem indi=idual, dan sistem bandongan atau wetonan yang sering disebut kolektif. Dengan cara sistem sorogan tersebut, setiap murid mendapat kesempatan untuk belajar secara langsung dari kyai atau pembantu kyai. $istem ini biasanya diberikan dalam pengajian kepada murid"murid yang telah menguasai pembacaan AurBn dan kenyataan merupakan bagian yang paling sulit sebab sistem ini menuntut kesabaran, kerajinan, ketaatan dan disiplin pribadi dari murid. Murid seharusnya sudah paham tingkat sorogan ini sebelum dapat mengikuti pendidikan selanjutnya di pesantren (Dhofier, 13045 *0-. Metode utama sistem pengajaran di lingkungan pesantren ialah sistem bandongan atau wetonan. Dalam sistem ini, sekelompok murid mendengarkan seorang guru yang membaca, menerjemahkan, dan menerangkan buku"buku Islam dalam bahasa 1rab. .elompok kelas dari sistem bandongan ini disebut halaqah yang artinya sekelompok siswa yang belajar dibawah bimbingan seorang guru (Dhofier, 13045 *0-. $istem sorogan juga digunakan di pondok pesantren tetapi biasanya hanya untuk santri baru yang memerlukan bantuan indi=idual.

Pesantren sekarang ini dapat dibedakan kepada dua macam, yaitu pesantren tradisional dan pesantren modern. $istem pendidikan pesantren tradisional sering disebut sistem salafi. &aitu sistem yang tetap mempertahankan pengajaran kitab" kitab Islam klasik sebagai inti pendidikan di pesantren. Pondok pesantren modern merupakan sistem pendidikan yang berusaha mengintegrasikan secara penuh sistem tradisional dan sistem sekolah formal (seperti madrasah-. %ujuan proses modernisasi pondok pesantren adalah berusaha untuk menyempurnakan sistem pendidikan Islam yang ada di pesantren. 1khir"akhir ini pondok pesantren mempunyai kecenderungan"kecenderungan baru dalam rangka reno=asi terhadap sistem yang selama ini dipergunakan. Perubahan"perubahan yang bisa dilihat di pesantren modern termasuk5 mulai akrab dengan metodologi ilmiah modern, lebih terbuka atas perkembangan di luar dirinya, di=ersifikasi program dan kegiatan di pesantren makin terbuka dan luas, dan sudah dapat berfungsi sebagai pusat pengembangan masyarakat (!asbullah, 13335144-. )/ Masalah dan Kendala Menurut Prof. D9. $ayid 1gil $iroj, M1, terdapat beberapa hal yang selalu ada dan sangat sulit diatasi dan dihadapi oleh Pesantren dalam melakukan pengembangannya, salah satunya adalah manajemen kelembagaan. Manajemen merupakan unsur penting dalam pengelolaan pesantren. Pada saat ini masih terlihat bahwa pondok pesantren dikelola secara sederhana dan tradisional. Manajemen dan administrasinya masih bersifat kekeluargaan dan semuanya ditangani oleh kiainya, apalagi dalam penguasaan informasi dan teknologi yang masih belum optimal. !al tersebut dapat dilihat dalam proses pendokumentasian (data base- santri dan alumni pondok pesantren yang masih kurang terstruktur. Dalam hal ini, pesantren perlu menata ulang dan terus berusaha berbenah diri.. Manajemen pendidikan pesantren tidak lagi bisa dianggap sebagai manajemen sosial yang bebas dari keharusan pencapaian target dan dikendalikan oleh subyek yang berwawasan ;sempit<, misalnya dengan

pendekatan kekeluargaan seperti yang penulis jumpai di sebagian pesantren di Indonesia $esuatu yang dapat dikembangkan mengenai peran madrasah, pesantren bahkan sekolah Islam sekalipun, adalah pada peran strategisnya dalam mengelola pola manajemen strategik yang dapat menghasilkan rumusan (formulasi- dan pelaksanaan (implementasi- rencana"rencana untuk mencapai sasaran"sasaran perusahaan dalam hal ini disebut dengan Madrasah, Pesantren dan $ekolah Islam (1gus Maulana, 13385 *+-. $esuatu yang dapat dikembangkan dalam pengelolaan pendidikan Islam ( pesantren, madrasah dan sekolah Islamadalah pola manajemen srategik keputusan dan tindakan yang menghasilkan perumusan (formulasi- dan pelaksanaan (implementasi- rencana"rencana untuk mencapai sasaran sasaran perusahaan dalam hal ini disebut madrasah (1gus Maulana, 13385 *+- Dalam konteks pendidikan pesantren, madrasah dan sekolah Islam, apabila penerapan ;manajemen instruksional< dirumuskan dalam pola"pola praktis yang kaku oleh pemegang kebijakan, akan mengakumulasikan kerawanan masalah. $eperti proses pembelajaran yang kurang memadai, pengembangan sumber daya manusia ($DM- yang tidak profesional dan lain sebagainya. Membiarkan pola seperti ini berkembang (tanpa ada solusi alternatif menuju perkembangan pesantren, madrasah dan sekolah Islam ke depan- pada saatnya akan mengancam eksistensi pesantren, madrasah dan sekolah Islam itu sendiri. &ang terpenting dari semua ini dalam melaksanakan pengelolaan manajemen madrasah terutama pada perannya yang seluruh potensi yang dimiliki stakeholder dan kemudian secara bersama menyusun program dan rencana pengembangan pesantren, madrasah dan sekolah Islam secara bertahap serta meneguhkan kembali komitmen stakeholder kepada pentingnya pendidikan Islam (madrasahdalam rangka mempersiapkan subyek didik yang cerdas, bermoral dan memiliki ketrampilan, sehingga dapat memberikan kontribusi pemikiran perkembangan aman. $ekilas apabila diperhatikan, era globalisasi yang dijumpai masyarakat ternyata lebih memperkuat perhatian orang terhadap pesantren. Di antara penyebabnya adalah dimungkinkan karena adanya semangat untuk mencari

pendidikan alternatif . 'ra global seakan mengharuskan seseorang atau bahkan kepada komunitas masyarakat secara luas untuk mencari , menggali dan mengembangkan pendidikan alternatif tersebut dan sekaligus untuk memperbesar peluang keunggulan terutama yang terkait dengan peran pesantren ,madrasah dan sekolah Islam yang ada di Indonesia ini. Di tengah kompetisi sistem pendidikan yang ada, pesantren sebagai lembaga pendidikan tertua yang masih bertahan hingga kini tentu saja harus sadar bahwa penggiatan diri yang hanya berorientasi pada wilayah keagamaan tidak lagi memadai. Maka pesantren harus proaktif dan memberikan ruang bagi pembenahan dan pembaharuan sistem pendidikan pesantren dengan senantiasa harus selalu apresiatif sekaligus selektif dalam menyikapi dan merespons perkembangan dan pragmatisme budaya yang kian menggejala. !al ini bisa dijadikan pertimbangan lain bagaimana seharusnya pesantren mensiasati fenomena tersebut. $istem pendidikan pesantren yang ada sekarang begitu ber=ariasi hal ini terjadi karena pesantren harus selalu waspada terhadap pargamatisme buda a dalam mengembangkan sistem pendidikanya agar tidak keluar dari ruh pesantren itu sendiri dan tujuan dari sistem pendidikan nasional. Disamping itu, ber=ariasinya sistem pendidikan pesantren terjadi karena beberapa faktor Pertama, kolonialisme dan sistem pendidikan liberal. $ebagaimana diketahui, pada dasawarsa terakhir abad ke"13, #elanda mulai memperkenalkan sistem pendidikan liberal. %entu saja, dengan hadirnya lembaga pendidikan tersebut, posisi pesantren semakin terancam. Meskipun demikian, kecurigaan pesantren terhadap ancaman lembaga pendidikan kolonial tidak selalu berwujud penolakan yang a priori. .arena, di balik penolakannya, ternyata diam"diam pesantren melirik metode yang digunakannya untuk kemudian mencontohnya. Cenomena ;menolak sambil mencontoh<, demikian .arel $teenbrink (1336mengistilahkannya, tampak dalam perkembangan pesantren di :awa. Ini terlihat,

1+

misalnya, dengan diajarkannya pengetahuan umum semisal bahasa Melayu dan #elanda, sejarah, ilmu hitung, ilmu bumi, dan sebagainya. Kedua, perubahan orientasi keilmuan pendidikan pesantren. %idak seperti pada abad DEI"DEIII, orientasi keilmuan pesantren abad DD tidak lagi terpusat ke !ija , melainkan merambah ke wilayah %imur %engah lainnya, semisal Mesir, #aghdad, atau bahkan ke 'ropa. Perluasan jaringan intelektual yang tidak saja ke !ija ini, tetapi juga ke wilayah lainnya, turut mewarnai produk keilmuan pesantren dan di=ersi=ikasi literatur yang dihasilkannya. >ahirnya karya"karya intelektual dengan ragam disiplin keilmuan, misalnya, menjadi bukti luasnya cakupan keilmuan pesantren abad ini. %idak seperti pada abad"abad sebelumnya di mana intelektual pesantren hanya melahirkan karya"karya tentang akidah, fiFih, dan tasawuf, intelektual pesantren abad ini di samping tiga disiplin itu telah menghasilkan kha anah intelektual yang kaya, meliputi ilmu falak, mantiF, sejarah, kritik sosial, dan semacamnya. Ketiga, gerakan pembaharuan Islam. Munculnya gerakan pembaharuan Islam di tanah air sebagai pengaruh pembaharuan Islam di belahan dunia lainnya mulai tampak pada awal abad ke"*+ ini lagi"lagi menjadikan pesantren sebagai sasaran kritik. $ebagai dampak dari situasi ini, pesantren meresponsnya secara beragam, mulai dari penolakan dan konfrontasi hingga kekaguman dan peniruan naif terhadap pola pendidikan #arat. 2leh karena itu, tidak sedikit pesantren yang tetap pada pola lamanya dengan menolak segala hal yang berbau #arat. #ertahannya pesantren"pesantren dengan sistem salaf, misalnya, dapat dijadikan contoh fenomena ini. $ebalikya, di pihak lain, munculnya sejumlah pesantren dengan label dan simbol"simbol yang tampak modern menjadi contoh lain kuatnya pengaruh pendidikan #arat yang diusung para pembaharu bagi dunia pesantren. Namun juga jangan dilupakan, ada respon lain di mana pesantren tetap mempertahankan keunikankannya yang masih rele=an (al-muhafad ah !ala alqadim al-shalih-, namun di pihak yang lain, ia secara selektif mengadaptasi pola"

11

pola baru yang bisa menopang kelanggengan sistem pendidikan pesantren (alakhd u bi al-jadid al-ashlah-. 1kibat dari , faktor tersebut dan perbedaan cara merespon keadaan tersebut, munculah =ariasi sistem pendidikan pesantren yang terjadi sekarang ini ke dalam , bagianG Pertama, $istem pendidikan pesantren salafiyah (pesantren"pesantren yang berada di pedalaman pedesaan-. Kedua, sistem pendidikan pesantren modern (Pesantren Hontor-. Ketiga, $istem pendidikan pesantren kombinasiIgabungan (Pesantren %ebu Ireng :ombang-. >unturnya pamor !ija sebagai pusat kosmik ngelmu "yang bisa jadi karena mundurnya sistem madrasah di tanah 1rab selama abad ke10 dan abad ke"13 (Ean #ruinesen, 1334-" juga dapat dijadikan faktor munculnya beragam =ariasi sistem pendidikan pesantren berikut di=ersifikasi kurikulum yang diajarkannya. Dan ternyata, dalam perkembangannya, pesantren (diharapkan- mampu melerai kesenjangan, atau bahkan pertentangan, antara pendidikan agama di satu pihak dan pendidikan umum di pihak yang lain. 1/ Ham#atan Di tengah pergulatan masyarakat informasional, pesantren JdipaksaJ memasuki ruang kontestasi dengan institusi pendidikan lainnya, terlebih dengan sangat maraknya pendidikan berlabel luar negeri yang menambah semakin ketatnya persaingan mutu out"put (keluaran- pendidikan. .ompetisi yang kian ketat itu, menghambat institusi pesantren untuk mempertaruhkan kualitas out"put pendidikannya agar tetap unggul dan menjadi pilihan masyarakat, terutama umat Islam. Ini mengindikasikan, bahwa pesantren perlu banyak melakukan pembenahan internal dan ino=asi baru agar tetap mampu meningkatkan mutu pendidikannya. %ujuan pendidikan pesantren adalah membentuk manusia yang memiliki kesadaran yang tinggi bahwa ajaran Islam bersifat komprehensif. $elain itu, produk pesantren juga dikonstruksi untuk memiliki kemampuan yag tinggi

1*

dalam merespons tantangan dan tuntutan hidup dalam konteks ruang dan waktu, dalam ranah nasional maupun internasional. D/ 'olusi Mengutip $ayid 1gil $iraj (*++8-, ada tiga hal yang belum dikuatkan dalam pesantrenuntuk mewujudkan =isi memajukan pondok pesantreb Pertama, tamaddun, yaitu memajukan pesantren. #anyak pesantren yang dikelola secara sederhana. Manajemen dan administrasinya masih bersifat kekeluargaan dan semuanya ditangani oleh sang kiai. Dalam hal ini, pesantren perlu berbenah diri. Kedua, tsaq"fah, yaitu bagaimana memberikan pencerahan kepada umat Islam, agar kreatif dan produktif, dengan tidak melupakan orisinalitas ajaran Islam. $alah satu contoh keberhasilan adalah pesantren $idogiri di Pasuruan. Mereka masih setia memakai sarung, mencium tangan kiai, dan tradisi lainnya. Namun, mereka sudah memanfaatkan komputer, memiliki badan usaha sendiri yang sukses, aset yang besar dan kiainya tidak ikut campur tangan. Ketiga, hadh"rah, yaitu membangun budaya. Dalam hal ini, bagaimana budaya kita dapat diwamai oleh jiwa dan tradisi Islam. .ita bisa menjumpai kata"kata dalam bahasa Indonesia banyak yang mengadopsi ribuan kata dari bahasa 1rab seperti adil, musyawarah, hal ihwal, dewan, rahmat, dan le at. Di sini, pesantren diharapkan mampu mengembangkan dan mempengaruhi tradisi yang bersemangat Islam ditengah hembusan dan pengaruh dahsyat globalisasi yang berupaya menyeragamkan budaya melalui produk"produk sains dan teknologi. Pada tahun 13,6, .!. @ahid !asyim atas restu ayahnya, !adratus $yekh !asyim 1syKari, mendirikan madrasah Nidhomiyah di mana pengajaran pengetahuan umum mencapai 8+ persen dari keseluruhan kurikulum yang diajarkan (Dhafier, 1336-. Ini merupakan salah satu respons pesantren dalam mensiasati tuntutan aman yang tujuannya bukan mengurangi keunikan pesantren itu sendiri, melainkan justru melengkapi dan memperluas cakupan keilmuannya. Dalam konteks inilah pesantren di samping mempertahankan kurikulum yang

1,

berbasis agama, juga melengkapinya dengan kurikulum yang menyentuh dan berkait erat dengan persoalan dan kebutuhan kekinian umat. Perlu ditegaskan di sini bahwa modifikasi dan impro=isasi yang dilakukan pesantren semestinya hanya terbatas pada aspek teknis operasional"nya, bukan substansi pendidikan pesantren itu sendiri. .arena, apabila impro=isasi itu menyangkut substansi pendidikan, maka pesantren yang mengakar ratusan tahun lamanya akan tercerabut dan kehilangan elan =ital sebagai penopang moral yang menjadi citra utama pendidikan pesantren. %eknis operasional yang dimaksud bisa berwujud perencanaan pendidikan yang rasional, pembenahan kurikulum pesantren dalam pola yang mudah dicernakan, dan tentu saja adalah skala prioritas dalam pendidikan. Dengan pola perencanaan yang matang, terstruktur sembari mempetimbangkan skala prioritas dan pembentukan kurikulum yang efektif dan efisien dapat dipastikan pesantren mampu terus menancapkan pengaruhnya di tengah"tengah masyarakat yang belakangan tampak mulai apatis, untuk tidak mengatakan alergi dengan sistem pendidikan pesantren. $ebagai sebuah lembaga yang bergerak dalam bidang pendidikan dan sosial keagamaan, pengembangan pesantren harus terus didorong. .arena pengembangan pesantren tidak terlepas dari adanya kendala yang harus dihadapinya. 1palagi belakangan ini, dunia secara dinamis telah menunjukkan perkembangan dan perubahan secara cepat, yang tentunya, baik secara langsung maupun tidak langsung dapat berpengaruh terhadap dunia pesantren. $ecara khusus, ketentuan tentang pendidikan keagamaan ini dijelaskan dalam Pasal ,+ )ndang")ndang $isdiknas yang menegaskan5 (1Pendidikan keagamaan diselenggarakan oleh Pemerintah danIatau kelompok masyarakat dari pemeluk agama, sesuai dengan peraturan perundang"undangan. (*- Pendidikan keagamaan berfungsi mempersiapkan peserta didik menjadi anggota masyarakat yang memahami dan mengamalkan nilai"nilai ajaran agamanya danIatau menjadi ahli ilmu agama. (,- Pendidikan keagamaan dapat diselenggarakan pada jalur

16

pendidikan formal, nonformal, dan informal. (61/

Pendidikan keagamaan

berbentuk pendidikan diniyah, pesantren, dan bentuk lain yang sejenis. Penam#ahan Pendid0an (ormal Melalui Pa0et A3 ) dan 1 #ila melihat klasifikasi 7amahsyari Dlofir, Pesantren dibagi kedalam beberapa tipe, yang kesemuannya bisa dijadikan alternati=e penambahan program dan pengembangan Pesantren, kecuali tipe ;1<, karena tipe ;1< merupakan tipe Pesantren $alafiyah sebagaimana yang ada sekarang ini yang belum mendapatkan perubahan. .lasifikasi menurut beliau adalah sebagai berikutG *4pe A 5 6pesantren7 #s that whi$h retains the most traditional $hara$teristi$swhere the students (santri) sta% in boarding house (pondok) around the ki%ai&shouse' there is no set $urri$ulum and thus the ki%ai holds full authorit% o(er thetea$hing-learning pro$ess in$luding the t%pe and depth of the offered subje$tmatter. )he method of tea$hing is t%pi$all% traditional, rel%ing on the (indi(idualised instru$tion) and the bandongan ($olle$ti(e learning) methods. #neither one, the santri sits around the kia%i who reads, translates and e*plains hislessons, whi$h are repeated or followed b% his students. )he lessons onl% of religious subje$ts and +rabi$ language, usuall% taken from or using $lassi$alreligious te*ts. *4pe ) 5 6pesantren7 in$ludes those whi$h, besides offering the traditionalinstru$tions in $lassi$al te*ts with sorongan and bandongan, ha(e madrasah (modern religious s$hool) where both religious and se$ular subje$ts are taught. )he madrasah hasa $urriulum of its own or adoptsthe $urri$ulum set b% the,inistr% of -eligious +ffairs. *4pe 1 5 6pesantren7 is a pesantren whi$h, along with pro(iding religiousedu$ation of a t%pe . model with both traditional instru$tion (sorogan,bandongan and madrasah s%stem), has also an ordinar% publi$ s$hooladministered b% the ,inistr% of /du$ation and 0ulture su$h as a

14

Primar%(12)and 1e$ondar% (13)P and 13)+). )hus, a t%pe-0 pesantren is a t%pe-. pluspubli$ s$hool. *4pe 5D 6pesantren7 is that whi$h pro(ides onl% boarding a$$ommodation tostudents. )hese students go to either madrasah or publi$ s$hools somewhereoutside this boarding $omple*. 4o formal instru$tion is gi(en in this t%pe of pesantren. )he fun$tion of kia%i is onl% as a $ounselor and spiritul guide to $reate a religious atmosphere at the $omple*5. Dalam rangka mengembangkan pesantren, para .iyai atau pengelola Pesantren bisa mengembangkannya melalui model"model diatas dengan secara bertahap. #isa dari tipe 1 ke tipe # atau ke tipe L dan atau ke tipe D. Namun tentu perubahan ini disesuaikan dengan keadaan dan kebutuhan masyarakat sekitar. Dengan demikian, idealnya pesantren ke depan harus bisa mengimbangi tuntutan aman dengan mempertahankan tradisi dan nilai"nilai kesalafannya. &aitu dengan cara mempertahankan pendidikan formal Pesantren khususnya kitab kuning dari Ibtidaiyah sampai 1liyah sebagai .#M wajib santri dan mengimbanginya dengan pengajian tambahan, serta dengan cara lain yang bisa dilakukan adalah dengan cara penambahan program paket 1, # dan L. Program ini diadakan agar para santri bisa mendapatkan Ija ah formal shingga mereka tatkala keluar dari pesantren bisa melanjutkan belajar di lembaga formal yang lebih tinggi. :ika hal ini bisa dilakukan maka Pesantren bisa memunculkan para )stad , )lama dan CuFoha yang mumpuni. / Pen$em#an$an Keterampilan Komputer dan A0ses Pen$etahuan Melalui Internet Peningkatan penguasaan teknologi komputer dan akses serta networking merupakan salah satu kebutuhan untuk pengembangan pesantren. Penguasaan teknologi komputer dan akses serta networking dunia pesantren masih terlihat lemah, terutama sekali pesantren"pesantren yang berada di daerah pelosok dan kecil. .etimpangan antar pesantren besar dan pesantren kecil begitu terlihat

1?

dengan jelas. 1palagi sekarang ini perkembangan %eknologi dan Informasi mengalami kemajuan yang sangat pesat dan semaking dekatnya era globalisasi, dimana jarak tidak merupakan hambatan, komunikasi bisa dilakukan kapan saja, di mana saja, maka perlu suatu alat dan media yang dapat mendukung ke arah itu yaitu pemanfaatan teknologi yang berbasis komputer dan peningkatan pengetahuan dalam penguasaan akses dan networking (inertenet-. )ntuk menjawab semua itu pesantren dituntut untuk mengembangkan kurikulumnya dalam bidang keterampilan komputer dan penguasaan aksebilitas net working yang dirasakan sangat perlu bagi pengembangan pesantren saat ini. Penguasaan akan teknologi komputer dan aksebilitas networking (internet- merupakan sarana bagi pesantren untuk dapat mengembangkan komunikasi dengan dunia luar. Disamping itu juga merupakan salah satu sarana praktek untuk memperkenalkan para santrinya dengan dunia teknologi maju dan sebagai media untuk pengajaran, bukan hanya membuka wawasan regional tetapi juga go international. 3/ Pen$em#an$an Li8e '0ill Melalui Pendidi0an Keterampilan Pesantren masih berkonsentrasi pada peningkatan wawasan dan pengalaman keagamaan santri dan masyarakat. 1pabila melihat tantangan kedepan yang semakin berat, peningkatan kapasitas santri dan masyarakat tidak hanya cukup dalam bidang keagamaan semata, tetapi harus ditunjang oleh kemampuan yang bersifat keahlian. ($aifuddin 1mir, *++?-. Pada saat Pesantren tidak hanya berfungsi sebagai sarana pendidikan keagamaan semata. Namun, dalam perkembangannya ternyata banyak juga pesantren yang berfungsi sebagai sarana pendidikan nonformal, dimana para santrinya dibimbing dan dididik untuk memiliki skill dan keterampilan atau kecakapan hidup sesuai dengan bakat para santrinya. Pengembangan life skill melalui pendidikan keterampilan bisa dimplementaskian melalui berbagai bidang disiplin ilmu diantaranya 5

18

keterampilan di bidang pertanian, keterampilan di bidang perikanan dan keterampilan di bidang peternakan. Pengembangan keahlian dan keterampilan dibidang pertanian telah dilaksanakan oleh sebagian pesantren salah satunya adalah Pesantren 1l"ittifaF Liwidey .ab. #andung di bawah pengasuhan .!. CuKad. Pesantren 1l"ittifaF merupakan pesantren yang memberikan pengajaran keagamaan dan pengetahuan umum dari kurikulum yang dilaksanakannya, di samping itu pesantren 1l"ittifaF juga mengembangkan kurikulum pendidikan keterampilan di bidang pertanian, di mana para santrinya diajarkan tentang tata cara pertanian mulai dari penaman, pengolahan, produksi sampai kepada pemasaran. Pada saat ini Pesantren 1l"ittifaF telah melakukan kerjasama dengan departemen pertanian, departemen koperasi dan ).M dan departemen perindustrian dan perdagangan, juga dengan pihak swasta. 1palagi sekarang ini banyak program pemerintah dalam peningkatan kesejahteraan masyarakat pedesaan bekerjasama dengan pesantren melalui bidang pertanian, peternakan dan perikanan salah satunya adalah program >M,.

10

)A) III P+N%*%P

A/

Kesimpulan $ebagai sebuah lembaga yang bergerak dalam bidang pendidikan dan sosial keagamaan, pengembangan pesantren harus terus didorong. .arena pengembangan pesantren tidak terlepas dari adanya kendala yang harus dihadapinya. Pembaharuan dan pengembangan pesantren dalam menjawab tuntutan perubahan jaman akan trelisasi apabila 5 1. pengelolaannya tidak secara sederhana dan tradsional melainkan dengan pola manajemen strategik yang dapat menghasilkan rumusan (formulasidan pelaksanaan (implementasi- rencana"rencana untuk mencapai sasaran" sasaran pesantren. *. $istem pendidikan yang dilaksanakan harus melakukan pembenahan internal dan ino=asi baru, di samping mempertahankan kurikulum yang berbasis agama, juga melengkapinya dengan kurikulum yang menyentuh dan berkait erat dengan persoalan dan kebutuhan kekinian umat agar tetap mampu meningkatkan mutu pendidikannya.

)/

'aran .eanekaragaman lembaga pendidikan Islam yaitu pesantren merupakan kha anah yang perlu dilestarikan. $etiap pesantren mempunyai ciri khas dan orientasi masing"masing, namun demikian harus ada satu komitmen, yaitu memberi pemahaman Islam secara kaffah. Dan hal ini juga harus didorong oleh kemauan dari para pengelola pesantren itu sendiri untuk melakukan pembaharuan pada aspek teknis operasional"nya, bukan pada substansi pendidikan pesantren itu sendiri.

13

DA(*A& P%'*AKA Dhofier, 7amakhsyari. )radisi Pesantren6 1tudi tentang Pandangan 7idup K%ai. >embaga Penelitian, Pendidikan dan Penerangan 'konomi dan $osial (>P,'$-. :akarta. 130*. Ismail, $.M (et al-. 2inamika Pesantren dan ,adrasah. Pustaka Pelajar. &ogyakarta. *++*. 9ahardjo, Dawam M ('d-. Pergulatan 2unia Pesantren6 ,embangun 2ari .awah. Perhimpunan Pengembangan Pesantren dan Masyarakat (P,M-. :akarta. 1304. $uryo, Djoko Dr. )radisi 1antri 2alam 7istoriografi 8awa6 Pengaruh #slam di 8awa. (diluncurkan pada acara $eminar Pengaruh Islam %erhadap #udaya :awa, ,1 Nopember *+++1min !aedari dalam 8urnal Pondok Pesantren ,ihrab, (ol. ## 4o. 9 :uli *++8 , MasKud 1bdurrahmanG 2inamika Pesantren dan ,adrasahG*++*, &ogyakarta5 Pustaka Pelajar 1 yumardi 1 ra dalam 8urnal Pondok Pesantren ,ihrab, (ol. ## 4o. : No=ember *++8

$arijo, M. 1ejarah Pondok Pesantren di #ndonesia. :akarta5 Dharma #akti, 130+ $ternbrink. ..1Pesantren, Madrasah dan $ekolah. :akarta5 >P,'$. 130?.

*+

KATA PENGANTAR

$yukur 1lhamdulillah Penyusun Panjatkan .ehadirat 1llah $@%, karena dengan 9ahmat dan .arunia"Nya Penyusun dapat menyelesaikan makalah ini dengan judul Pondo0 Pesantren kekurangan dalam makalah ini. !al ini disebabkan kurangnya ilmu pengetahuan dan pengalaman yang penyusun miliki, oleh karena itu, kritik dan saran yang konsruktif sangat penyusun harapkan demi kesempurnaan makalah ini dimasa yang akan datang. Penyusun juga berharap makalah ini mudah"mudahan berguna dan bermamfaat bagi kita semua. 1min &a 9abbal M1lami

Penulis

*1

DA(*A& I'I

!1>1M1N :)D)> ....................................................................................... .1%1 P'NH1N%19...................................................................................... D1C%19 I$I.................................................................................................... #1# I P'ND1!)>)1N................................................................................. 1. >atar #elakang #. %ujuan L. 9umusan Masalah #1# II P'M#1!1$1N 1. Perkembangan Pondok Pesantren Di Indonesia .................................. #. Masalah dan .endala............................................................................ L. !ambatan.............................................................................................. D. $olusi ................................................................................................... #1# III P'N)%)P 1. .esimpulan........................................................................................... #. .ritik dan $aran ................................................................................... D1C%19 P)$%1.1 ...................................................................................... 10 10 iii , 8 11 1* .......................................................................1 .......................................................................* .......................................................................* i ii 1

ii

**

iii