Anda di halaman 1dari 9

A.

Tinjauan Pustaka Osteichthyes berasal dari bahasa Yunani, yaitu osteon yang berarti tulang dan ichthyes yang berarti ikan. Osteichthyes dapat dikatakan sebagai ikan bertulang sejati. Osteichytes ini adalah kelas dari anggota hewan bertulang belakang yang merupakan subfilum dari Pisces. Semua jenis ikan yang termasuk dalam kelas Osteichthyes memiliki tubuh yang bulat dan meruncing di kedua ujungnya, hal ini membuat lebih mudah untuk bergerak melalui air. Octheichtyes memiliki sebagian tulang keras yang mengandung matriks kalsium fosfat, kulit licin karena sekresi mukus oleh kelenjar pada kulit, sistem gurat sisi atau garis lateral yang merupakan serangkaian organ sensorik disebut neuromasts yang membantu getaran rasa ikan bertulang dan tekanan air dan membantu ikan menavigasi dan menemukan mangsanya yang terdapat pada sisi tubuh, sirip ekor memiliki panjang yang sama pada bagian atas dan bawah, mulut dan lubang hidungnya ventral (terdapat di bagian depan tubuh). Mulut terletak diujung dan bergigi, rahang tumbuh dengan baik dan bersendi pada tulang tempurung kepala, bermata besar, serta tidak memiliki kelopak mata. Osteichtyes bernapas dengan insang yang memiliki tutup insang (operkulum) yang membuka dan menutup untuk membantu tulang ikan bernapas ketika mereka tidak berenang. Celah insang satu di masing-masing sisi kepala. Mempunyai kloaka, tetapi tidak jelas adanya pankreas. Memiliki usus panjang dan ramping menggulung, terdapat gelembung renang sehingga tidak tenggelam saat tidak bergerak. (www.wikipedia.com). Kelas Osteichthyes memiliki sisik bertipe sikloid dan stenoid, Contohnya ikan betok, mujair. (http://amintabin.blogspot.com/2010/10/klasifikasi-vertebrata.html) Kelas Osteichthyes, meliputi ikan teleostei yang merupakan ikan tulang sejati, merupakan kelompok terbesar jumlahnya dari seluruh ikan dan ditemukan pada 300 juta tahun lalu. ( http://blog.unsri.ac.id/ekaunsri2007/ichtiologi/sr/61/). Osteichthyes ini adalah kelas terbesar vertebrata. Ada lebih dari 29.000 spesies ikan bertulang ditemukan di lingkungan air tawar dan laut di seluruh dunia. Tulang ikan berbeda dari ikan seperti hiu dan pari di kelas Chondrichthyes. Alih-alih tulang rawan, tulang ikan memiliki tulang. Tulang ikan juga memiliki kandung kemih berenang .Kandung kemih adalah kantung berenang diisi gas yang membantu menjaga tulang ikan apung. Mereka telah dipasangkan sirip dada dan panggul, dan semua kecuali beberapa spesies memiliki tulang di sirip mereka. Mereka juga memiliki sirip punggung, anal, dan ekor.

(www.wikipedia.com

Osteichthyes adalah kelompok ikan berahang yang memiliki kerangka tulang sejati. Contohnya belut, ikan buntal dan lele. Biasanya Osteichthyes memiliki kulit yang bersisik dengan tipe sikloid, stenoid dan ganoid. Memiliki insang yang tertutup operculum (tutup insang). Umumnya memiliki gelembung renang yang berhubungan atau tidak berhubugan dengan faring. Habitat biasanya di air tawar, laut bahkan ada beberapa yang dapat hidup di darat untuk beberapa waktu seperti gurame misalnya. Ostheichytes ini bereproduksi dengan cara fertilisasi eksternal (pembuahan diluar tubuh). Sperma dan sel telur dikeluarkan dari tubuh dan terjadi pembuahan di luar tubuh (di air). Ikan memiliki peranan yang sangat penting bagi manusia, ikan merupakan salah satu sumber makanan yang memiliki kadar protein yang tinggi. Selain itu banyak jenis ikan yang dijadikan sebagai ikan hias dan peliharaan. (BIOLOGI bilingual untuk SMA/MA kelas X, Nunung Nurhayati; Yrama Widya : Bandung). Yang termasuk ke dalam osteichtyes diantaranya yaitu ikan gurame, lele, tawes, nilem, mas, mujaer . 1. Ikan Mujaer a. Gambar ikan

b. Kulit ikan berlendir terlindungi oleh sisik sikloid yang berwarna abu tua di sebelah atas dekat sirip punggung dan abu muda disebelah bawah dekat sirip dada. Kulit tersebut memiliki tekstur halus dan tipis seperti selaput berwarna abu-abu tua yang menyerupai warna sisiknya. c. Mujaer memiliki lubang hidung eksterna yang salurannya tidak menembus rahang atas. d. Memiliki rahang yang terdiri dari 1 tulang rahang atas dan 1 rahang bawah yang bertulang sejati. Ujung mulut (rostum) kasar bergerigi karena terdapat gigi yang keras di bagian ujung mulutnya. e. Memiliki sepasang tutup insang (operculum)di bagian kiri dan kanan yang masing-masing terdiri dari 4 keping yaitu 1 keping tutup insang dekat mata, 1 keping tutup insang atas, 1 keping tutup insang bawah dan 1 keping tulang tambahan tutup insang yang terdiri dari 3 buah tulang tambahan. f. Memiliki Insang yang terdiri dari daun insang dan lengkung insang yang terdiri dari 2 buah filamen insang yang sama tinggi, sisir insang, septum yang lebih pendek dari filamennya, 2 buah pembuluh eferen, dan lengkung insang.

g. Memiliki sirip yang terdiri dari sirip punggung berjari keras dan tajam berjumlah 29 jari, sirip ekor berjari lemah berjumlah 17 jari, sirip dada berpasangan yang berlobus pada pangkal, berjari lemah berjumlah 11 jari, sirip perut berpasangan tanpa lobus berjari lemah berjumlah 6jari dan sirip anal bertulang keras berjumlah 12 jari. h. Mujaer tidak memiliki gelembung renang dan usus tidak berkatup.

2. Ikan Gurame a. Kulit ikan berlendir terlindungi oleh sisik sikloid yang berwarna putih tulang Kulit tersebut memiliki tekstur halus dan tipis seperti selaput berwarna putih tulang yang menyerupai warna sisiknya. b. Gurame memiliki lubang hidung eksterna yang salurannya tidak menembus rahang atas. c. Memiliki rahang yang terdiri dari 2 tulang rahang atas, 1 tulang antara, 1 rahang bawah, 2 buah tulang langit-langit, 1 tulang mata bajak dengan jenis tulang sejati. Ujung mulut (rostum) kasar bergerigi karena terdapat gigi yang keras di bagian ujung mulutnya. d. Memiliki sepasang tutup insang (operculum)di bagian kiri dan kanan yang masing-masing terdiri dari 3 keping yaitu 1 keping tutup insang depan, 1 keping tutup insang bawah, dan 1 keping tulang tambahan tutup insang yang terdiri dari 5 buah tulang tambahan. e. Memiliki Insang yang terdiri dari daun insang dan lengkung insang yang terdiri dari 2 buah filamen insang yang sama tinggi, sisir insang, septum yang lebih pendek dari filamennya, 2 buah pembuluh eferen, dan lengkung insang. f. Memiliki sirip yang terdiri dari sirip punggung berjumlah 20 yang teridiri dari sirip punggung pertama berjari keras berjumlah 5 jari dan sisanya sirip punggung berjarri lemah, sirip ekor berjari lemah, sirip dada berpasangan yang berlobus pada pangkal, berjari lemah, sirip perut berpasangan tanpa lobus berjari lemah, sirip anal yang terdiri dari tulang keras dan tulang lemah. g. - Gurame tidak memiliki gelembung renang - usus tidak berkatup

3. Ikan Lele

Ikan lele adalah sejenis ikan yang hidup di air tawar, dengan tubuhnya agak pipih memanjang, memiliki kumis, serta kepala yang keras bertulang sejati. Pemukaan tubuhnya licin, berlendir dan tidak memiliki sisik. Kulitnya tipis berwarna hitam dengan bercak-bercak putih, pada bagian inferior berwarna putih. Pada sisi kiri dan kanan terdapat gurat sisi. Lubang hidung yang depan merupakan tabung pendek berada dibelakang bibir atas, lubang hidung sebelah belakang merupakan celah yang kurang lebih bundar. Lubang hidung ini merupakan lubang hidung eksternal, karena tidak tembus ke rahang atas. Memiliki tulang rahang atas dan tulang rahang bawah, yang bertulang sejati. Ujung mulutnya (rostum) kasar bergerigi, karena terdapat gigi, bentuk susunan giginya melengkung dan menempel pada rahang. Ikan lele ini memiliki sepasang tutup insang yang menyatu dengan mandibula. Sirip ikan lele merupakan tulang lemah. Sirip ekor panjang membulat, tidak bergabung dengan sirip punggung maupun sirip anal. Sirip punggung memanjang sepanjang badannya. Sirip anal menanjang dari bawah ekor sampai ke dekat anal. Sirip dada dilengkapi dengan duri tajam (patil) yang beracun, selain itu juga pada sirip dada terdapat lobus. Memiliki insang yang terdiri dari daun insang dan lengkung insang, yang terdiri dari 4 buah daun insang, sisir insang, septum yang lebih pendek dari filamennya. Pada ikan lele tidak memiliki gelembung renang dan pada usus tidak terdapat katup.
4. Ikan Nilem

Kulit ikan berlendir terlindungi oleh sisik stenoid yang berwarna hitam keabuabuan di sebelah atas dekat sirip punggung, berwarna bening dan agak kemerahan disebelah bawah dekat sirip dada dan sirip perut. Kulit tersebut memiliki tekstur halus dan tipis seperti selaput, berwarna hitam keabuan yang menyerupai warna sisiknya. Ikan nilem memiliki lubang hidung eksternal yang salurannya tidak menembus rahang atas. Memiliki rahang yang terdiri dari 1 tulang rahang atas dan 1 tulang rahang bawah yang bertulang sejati. Ujung mulut (rostum) halus karena tidak terdapat gigi. Memiliki sepasang tutup insang (operculum) di bagian kiri dan kanan yang masing-

masing terdiri dari 3 keping yaitu 1 keping tutup insang dekat mata, 1 keping tutup insang atas, 1 keping tutup insang bawah. Memiliki insang yang terdiri dari daun insang dan lengkung insang, yang terdiri dari 3 buah filament daun insang, sisir insang, septum yang lebih pendek dari filamennya. 2 buah pembuluh (aferen dan aferen). Memiliki sirip yang terdiri dari sirip punggung berjari lemah berjumlah 16, sirip ekor berjari lemah berjumlah 19, sirip dada berpasangan yang berlobus pada pangkal berjari lemah, sirip perut berpasangan tanpa lobus berjari lemah, dan sirip anal berjari lemah. Ikan nilem memiliki 2 buah gelembung renang yang berhubunganan berasal dari usus.
5. Ikan Tawes

a. Kulit ikan berlendir terlindungi oleh sisik dermal sikloid. b. memiliki lubang hidung eksternal dan internal yang salurannya tidak terhubung. c. Memiliki rahang yang dibangun oleh sejumlah tulang sejati. d. Memiliki sepasang tutup insang (operculum) di bagian kiri dan kanan yang masing-masing terdiri dari 4 keping. Memiliki insang yang terdiri dari daun insang dan lengkung insang yang terdiri dari 4 pasang filamen insang e. Memiliki sirip yang terdiri dari sirip punggung dengan satu berjari keras dan 18 jari sirip lainnya berjari lemah, sirip ekor berjari lemah, sirip dada berpasangan yang berlobus pada pangkal, berjari lemah berjumlah 11 jari, sirip perut berpasangan tanpa lobus, berjari lemah berjumlah 8 jari dan sirip anal bertulang lemah.
f.

Memiliki 2 buah gelembung renang yang berhubunganan berasal dari usus.


6. Ikan Mas

a. Kulit ikan berlendir terlindungi oleh sisik dermal sikloid. b. memiliki lubang hidung eksternal dan internal yang salurannya tidak terhubung. c. Memiliki rahang yang dibangun oleh sejumlah tulang sejati.

d. Memiliki sepasang tutup insang (operculum) di bagian kiri dan kanan yang masing-masing terdiri dari 4 keping. Memiliki insang yang terdiri dari daun insang dan lengkung insang yang terdiri dari 4 pasang filamen insang e. Memiliki sirip yang terdiri dari sirip punggung dengan satu berjari keras dan 18 jari sirip lainnya berjari lemah, sirip ekor berjari lemah, sirip dada berpasangan yang berlobus pada pangkal, berjari lemah berjumlah 11 jari, sirip perut berpasangan tanpa lobus, berjari lemah berjumlah 8 jari dan sirip anal bertulang lemah.
f.

Memiliki 2 buah gelembung renang yang berhubunganan berasal dari usus.


F. Pembahasan 1. Ikan Mujaer Ikan berukuran sedang, panjang total maksimum yang dapat dicapai ikan mujair adalah

sekitar 40 cm. Bentuk badannya pipih dengan warna hitam, keabu-abuan, kecoklatan atau kuning. Sirip punggungnya (dorsal) memiliki 15-17 duri (tajam) dan 10-13 jari-jari (duri berujung lunak); dan sirip dubur (anal) dengan 3 duri dan 9-12 jari-jari. (www.wikipedia.com). Kulit ikan berlendir terlindungi oleh sisik sikloid yang berwarna abu tua di sebelah atas dekat sirip punggung dan abu muda disebelah bawah dekat sirip dada. Kulit tersebut memiliki tekstur halus dan tipis seperti selaput berwarna abu-abu tua yang menyerupai warna sisiknya. Mujaer memiliki lubang hidung eksterna yang salurannya tidak menembus rahang atas. Memiliki rahang yang terdiri dari 1 tulang rahang atas dan 1 rahang bawah yang bertulang sejati. Ujung mulut (rostum) kasar bergerigi karena terdapat gigi yang keras di bagian ujung mulutnya. Memiliki sepasang tutup insang (operculum)di bagian kiri dan kanan yang masing-masing terdiri dari 4 keping yaitu 1 keping tutup insang dekat mata, 1 keping tutup insang atas, 1 keping tutup insang bawah dan 1 keping tulang tambahan tutup insang yang terdiri dari 3 buah tulang tambahan. Memiliki Insang yang terdiri dari daun insang dan lengkung insang yang terdiri dari 2 buah filamen insang yang sama tinggi, sisir insang, septum yang lebih pendek dari filamennya, 2 buah pembuluh eferen, dan lengkung insang.

Memiliki sirip yang terdiri dari sirip punggung berjari keras dan tajam berjumlah 29 jari, sirip ekor berjari lemah berjumlah 17 jari, sirip dada berpasangan yang berlobus pada pangkal, berjari lemah berjumlah 11 jari, sirip perut berpasangan tanpa lobus berjari lemah berjumlah 6jari dan sirip anal bertulang keras berjumlah 12 jari. Mujaer tidak memiliki gelembung renang dan usus tidak berkatup.

2. Ikan Gurame Bentuk tubuh gurami agak panjang, tinggi, dan pipih ke samping. Panjang maksimumnya mencapai 65 cm. Ukuran mulut kecil, miring, dan dapat disembulkan. Gurami memiliki garis lateral (garis gurat sisi atau linea literalis) tunggal, lengkap dan tidak terputus, serta memiliki sisik berbentuk stenoid (tidak membulat secara penuh) yang berukuran besar.Ikan ini memiliki gigi di rahang bawah. Memliki Bentuk sirip ekor membulat, sepasang sirip perut yang telah mengalami modifikasi menjadi sepasang benang panjang yang befungsi sebagai alas peraba, sirip punggung dan sirip anal. Secara umum, tubuh gurami berwarna kecokelatan dengan bintik hitam pada dasar sirip dada. . (www.wikipedia.com). Namun gurami yang diamati berwarna abu abu muda dibagian atas dan berwarna putih tulang di bagian bawah. Memiliki kulit berwarna putih tulang dibagian perut dengan tekstur halus seperti selaput dan berlendir. Gurame memiliki rahang dengan tulang sejati. Terdiri dari 2 tulang rahang atas, 1 tulang antara, 1 tulang rahang bawah, 2 tulang langit-langit dan 1 tulang mata bajak. Kulit ikan berlendir terlindungi oleh sisik sikloid yang berwarna putih tulang Kulit tersebut memiliki tekstur halus dan tipis seperti selaput berwarna putih tulang yang menyerupai warna sisiknya. Gurame memiliki lubang hidung eksterna yang salurannya tidak menembus rahang atas. Memiliki rahang yang terdiri dari 2 tulang rahang atas, 1 tulang antara, 1 rahang bawah, 2 buah tulang langit-langit, 1 tulang mata bajak dengan jenis tulang sejati. Ujung mulut (rostum) kasar bergerigi karena terdapat gigi yang keras di bagian ujung mulutnya. Memiliki sepasang tutup insang (operculum)di bagian kiri dan kanan yang masing-masing terdiri dari 3 keping yaitu 1 keping tutup insang depan, 1 keping tutup insang bawah, dan 1 keping tulang tambahan tutup insang yang terdiri dari 5 buah tulang tambahan.

Memiliki Insang yang terdiri dari daun insang dan lengkung insang yang terdiri dari 2 buah filamen insang yang sama tinggi, sisir insang, septum yang lebih pendek dari filamennya, 2 buah pembuluh eferen, dan lengkung insang. Memiliki sirip yang terdiri dari sirip punggung berjumlah 20 yang teridiri dari sirip punggung pertama berjari keras berjumlah 5 jari dan sisanya sirip punggung berjarri lemah, sirip ekor berjari lemah, sirip dada berpasangan yang berlobus pada pangkal, berjari lemah, sirip perut berpasangan tanpa lobus berjari lemah, sirip anal yang terdiri dari tulang keras dan tulang lemah. Gurame tidak memiliki gelembung renang usus tidak berkatup

G.

Kesimpulan

Osteichthyes merupakan ikan yang memiliki tulang sejati, Ciri mutlak yang ada pada osteichthyes : a. Osteichtyes hidup di perairan yaitu air tawar dan air laut

b. Memiliki tulang rusuk yang berfungsi untuk melindungi organ dalam tubuh ikan c. Rangka pada osteichtyes tersusun atas tulang sejati, namun terdapat tulang rawan diantara tulang sejati sebagai bantalan d. Osteichtyes memiliki sirip berpasangan. e. pangkalnya ada yang berlobus lunak ada juga yang tidak brlobus lunak, dan memiliki rangka aksial. Ciri Variabel pada osteichtyes : a. Sirip Ikan yang memiliki sirip punggung, sirip anal, sirip dada, sirip perut, sirip ekor yaitu diantaranya ikan (nilem, gurame, mujaer, mas, dan tawes). Sedangkan ikan yang tidak memiliki sirip perut yaitu hanya ikan lele . b. Bentuk tubuhnya adalah torpedo, pipih, dan gepeng c. Gelembung udara Yang memiliki gelembung udara, seperti pada ikan mas, tawes dan nilem. Yang tidak memiliki gelembung udara, seperti pada ikan gurame, mujair dan lele d. Sisik Memiliki beberapa jenis sisik yang berbeda,

Sikloid, contohnya pada ikan mas, tawes, gurame dan mujaer. Stenoid, contohnya pada ikan nilem Yang tidak memiliki sisik pada ikan lele e. Lubang hidung Eksternal, contohnya pada ikan lele, mujaer, nilem dan gurame Eksternal dan Internal, contohnya pada ikan mas dan tawes f. Gigi Dari hasil pengamatan, Ikan yang memiliki gigi yaitu ikan lele, gurame, dan mujaer. Sedangkan ikan yang tidak memiliki gigi yaitu ikan tawes, nilem, dan ikan mas.