Anda di halaman 1dari 132

Oleh Dr.Nadra Maricar.Sp.

I.

ANAMNESIS

II. KESADARAN III. RANGSANG SELAPUT OTAK IV. SISTIM MOTORIK VI. SISTIM REFLEKS VIII. FUNGSI KORTIKAL LUHUR

Pengambilan

wawancara seorang penderita (Px) Maksud - tujuan mendapatkan riwayat perjalanan penyakit Px - tidak mudah - seni tersendiri harus punya : ~ keahlian wawancara Px ~ pengetahuan mendalam gejala & tanda peny.tertentu anamnesis terarah anamnesis yg baik

Membantu Membantu

menetapkan diagnosis kemungkinan (diagnosis kerja : D/ sementara) menetapkan langkah pemeriksaan lanjut

dalam

bidang Neurologi perannya menonjol ok tdk jarang hasil Lab tdk membantu

Suasana

tenang dan kerahasiaan Dokter sabar dan ramah tdk boleh tergesagesa Bahasa yg mudah dimengerti Jangan mempergunakan istilah-2 kedokteran Pertanyaan sistematis Autoanamnesis + AlLo Catat sesuai istilah Px (sebelumnya diperjelas apa maksud Px)

I. Data statistik * Nama * Jenis Kelamin * Umur * Alamat * Status perkawinan * Pekerjaan * Agama * Suku bangsa * Kinan atau kidal

II. Keluhan Utama (KU) Keadaan meminta pertolongan dokter


Perlu diperoleh 1. Waktu / lamanya 2. Perlangsungannya 3. Lokalisasi dan penyebarannya 4. Sifat dan hebatnya 5. Hubungan waktu tertentu 6. Keluhan menyertai 7. Hal memperberat / meringan 8. R/ dan hasil R 9. Perkembangan

III. Riwayat penyakit terdahulu terutama yang mungkin ada hubungannya dengan keadaan sekarang IV. Riwayat penyakit dalam keluarga

Herediter diagram pedigree

V. Riwayat sosial contoh : * Pergaulan dlm pekerjaan * Perkembangan kepribadian


VI. Kebiasaan / Gizi * Merokok * Alkohol * Nilai gizi dlm makanan (Defisiensi B1)

Seseorang sadar sadar terhadap diri dan lingkungan Pemeriksaan Kesadaran - Kwalitas - Kwantitas

Inspeksi

apakah penderita berespon wajar terhdp sistim visual, auditorik dan taktil. Konservasi apakah penderita berespon wajar terhdp suara konversasi, dibangunkan oleh suara kuat. Nyeri apakah penderita berespon terhdp rangsang nyeri.

DELIRIUM
* Penurunan kesadaran * Peningkatan abnormal psikomotor

* Siklus bangun tidur terganggu


Penderita gaduh gelisah, kacau, disorientasi, meronta-ronta berteriak

SOMNOLEN
* Keadaan mengantuk * Kesadaran pulih penuh bila dibangunkan * Mampu memberi jawaban verbal.

SOPOR (STUPOR) * Kantuk dalam * Dapat dibangunkan dgn rangsang kuat, segera menurun lagi * Mengikuti perintah singkat

* Dengan rangsang nyeri tdk dpt dibangunkan sempurna


* Respon terhadap perintah tdk konsisten

* Jawaban verbal negatif

Dgn

rangsang nyeri hanya timbul gerakan Sama sekali tdk dpt dibangunkan KOMA DALAM Tdk ada gerakan spontan Tdk berespon dgn rangsang nyeri kuat

Menilai tingkat penurunan kesadaran dlm hal kwantitas Mengikuti perkembangan tingkat kesadaran dgn memperhatikan tanggapan penderita terhadap rangsang dan memberinya nilai.

a. Membuka Mata
b. Verbal ( bicara )

c. Motorik ( gerakan )

Nilai
Spontan
Terhadap Dengan Tidak

4
bicara 2 1 3

rangsang nyeri

ada reaksi

Nilai
Baik

dan tdk ada disorientasi


(confused) tepat ada jawaban

5
4 3 2 1

Kacau Tidak

Mengerang Tidak

Nilai
Menurut

perintah lokasi nyeri

6 5 4

Mengetahui Reaksi Reaksi Reaksi Tidak

menghindar

fleksi (dekortikasi)
ekstensi (deserebrasi)

3
2 1

ada reaksi

1. GCS

= E4M6V5 (compos mentis)

2. GCS
3. GCS 4. GCS 5. GCS

= <7

(coma)

= E1M1V1 (coma dalam) = E4M6V- (afasia motorik) = E4M1V1 (coma vigil)

1. KAKU KUDUK 2. KERNIGS SIGNN 3. BRUDZINSKI I, II, III, DAN IV

KAKU KUDUK Cara : Px terlentang, fleksi ekstensi kepala Penilaian : Kekakuan / tahanan

Cara : Px terlentang, fleksi panggul, ekstensi sendi lutut.


1350

Penilaian : nyeri / tahanan L < 1350

Cara : Fleksi kepala sejauh mungkin dg cepat Penilaian : Fleksi involunter kedua tungkai

BRUDZINSKI II
Cara : Fleksi pasif coxae dan lutut Penilaian : Fleksi involunter tungkai kontralat

BRUDZINSKI III Cara : Tekan os zygomatikus Penilaian : Fleksi nivol.eks.sup BRUDZINSKI III

Cara : Tekan SOP


Penilaian : Fleksi invol.eks.inf.

Radang

selaput otak = meningitis


subrakhnoid

Perdarahan

OLEH : JUMRAINI TAMMASSE SUB-BAGIAN NEUROBEHAVIOUR FAKULTAS KEDOKTERAN UNHAS

Mahasiswa

dapat memahami tentang Fungsi Kortikal Luhur

TIK : - Mahasiswa dapat menjelaskan tentang pengertian fungs kortikal luhur (FKL) - Mahasiswa dapat menyebutkan komponenkomponen FKL

Mahasiswa

dapat menjelaskan berbagai jenis gangguan FKL Mahasiswa dapat menjelaskan berbagai tes FKL

FKL

: Sifat khas manusia kebudayaan, bahasa, memori, dan pengertian (Mahar Marjono, 1989) Meliputi fgs komprehensi (pengertian), kognisi, dan komunikasi (de Groot, 1995)

- Fgs : bahasa, persepsi, memori, emosi, dan kognitif ( Sidiarto K, 1992) - Merupakan aktivitas neuron-neuron perseptif primer yg dihub. satu dgn lain oleh serbt U, asosiatif, dan komisural

Bgn

otak ttt memp. Fgs ttt, namun merupakan s/ sistem fgsnal kompleks (Luria)

Hemisfer

dominan (hemisfer kiri utk right handed) fgs bahasa


non dominan (h. kanan) persepsi visuospasial kiri dan kanan (lobus temporalis)

Hemisfer

Hemisfer

memori

FKL

berkembang melalui mekanisme neuronal penyadaran & pengenalan

atas segala sesuatu dari luar pengalaman ekspresi diri


FKL

reseptif dan ekspresif

Perasaan

luhur : sifat diskriminatif dan dimensional

tiga , td : stereognosis kenal bentuk benda Barognosis kenal berat benda Gramestesia kenal angka/huruf Somatopagnosia kenal bgn tubuh sendiri Fgs ini baik bila eksteroseptif, proprioseptif, korteks sensorik dan asosiasi baik -

B. ANATOMI KORTEKS ASOSIASI / FGS INTEGRATIF


Korteks Asosiasi Prefrontal Korteks Asosiasi parietotemporo-oksipital

Lobus Parietalis

Lobus Frontalis

Lobus Oksipital

Korteks Asosiasi limbik Lobus temporalis

Fungsi integratif SSP :


1.

Kortks. Asosiasi parietotemporooksipital : fgs bicara sensorik, tugas sensorik luhur seperti memilah-milah informasi auditorik dan visual Kortks. Asosiasi prefrontal : Tugas motorik luhur : strategi gerakan, pola kontrol tk. laku

2.

3. Kortks. Asosiasi limbik : motivasi, aspek emosional-afektif perilaku 4. Fungsi Neokorteks Setiap area kortikal ttt memp. Tugas khusus pst bicara motorik (Broca) pst bicara sensorik (Wernicke)

Hemisfer Kiri : Verbal


Analitik

Sekuensial
Terfokus Menemukan

perasamaan Abstrak, konseptual Rasional

Hemisfer Kanan : . Spasial,fisiognomik, holistik, global . Sintetik, musikal . Simultan, paralel . Difusa . Menemukan perbedaan . Konkrit, korporal

. Intuitif

Sadar Deklaratif Reaksi

ke positif Lesi : depresif Persepsi : saya berada didunia

Tdk sadar Reflektif Ke negatif Euforia,tenang Dunia dlm diri saya

Hal-hal

pernah dialami engram/klise

Otak identik komputer td : - Coder (juru sandi) - Memory ( ingatan) - Decoder (pemecah sandi)

Coder

: reseptor panca indra, reseptor protopatik dan proprioseptif

Tempat

sandi disimpan (storage)

sebgi bahan ingatan = neuron-neuron

reseptif primer dan sekunder


Bagaimana

mekanisme penyimpanan dan bagaimana sandi dikonversi kembali ke btk yang dpt dimengerti? ???

Konsep

lama : disimpan dlm btk engram yaitu perubahan hipotetik dari plasma neuron akibat rgs dr dunia luar baru : engram = as. Amino yg membtk neurotransmitter yg disintetis oleh inti neuron (nukleus) atas diterimanya impuls saraf storage : penyimpanan data dlm gelembung sinaptik yg berisi neurtransmitter

Konsep

Pd

sinaps terjadi perubahan mekanisme hantaran yg menyesuaikan diri dgn rgs yg dihadapi. Perubahan ini dsbt plasticity yg hanya dimiliki oleh neuron, terutama di daerah sinaps yg aktif.

Afasia

/disfasia : ketdk mampuan berbahasa Agnosia : ketdk mampuan mengenal Aleksia : ketdk mampuan membaca Akalkulia : ketdk mampuan menghitung Apraksia : ketdk mampuan menjalankan perintah Agrafia : ketdk mampuan menulis

Aleksia, agrafia, dan akalkulia terjadi OK lesi pada girus angularis kiri (hemisfer dominan)
Sindroma Gerstmann td :
1. 2. 3. 4.

agnosia jari disorientasi kiri-kanan akalkulia agrafia

Lesi pd girus angularis hemisfer dominan.

Sindroma hemisffer dominan td : 1. Sindroma afasia 2. Sindroma Gerstmann

Sindroma hemisfer non dominan td : 1. Pengabaian (neglect)


2.

Anosognosia, ktdk mampuan mengenali kelainan neurologik pd tubuhnya lesi pd parietotemporal kanan (h.nondominan) Ggn visuospasial

3.

4.

Apraksia konstruksional & berpakaian

Sindroma lobus temporalis kiri dan kanan (bgn medial) td ggn :

Immediate memory = memori segera merta 2. Short-term memory = memori jangka pendek 3. long-term memory = memori jangka panjang Gangguan memori disebut amnesia
1.

1. Tes bahasa : - mengulang kata - menyebut nama benda yg umum - membaca huruf,kata,kalimat - menulis nama, alamat, imlah - bicara spontan

2. Tes visuospasial - mengenal obyek - mengkopi gambar geometrik sederhana - membaca jam

3. Tes praksis - meniru gerakan - melakukan gerakan sesuai intruksi

4. Tes memori - Mengulang angka-angka (minimal 6 digit) - Mengulang kalimat - menyebut peristiwa-peristiwa dunia
5. Tes kalkulasi/aritmetik - penjumlahan ,pengurangan ringkas - pengurangan 7 dari 100 6. Tes Mini Mental

Nama Responden : Umur Respponden :

Nama Pewawancara : Tanggal wawancara :

Pendidikan :
Nilai maksimum Nilai responden

Jam mulai :

5 3 3

( ) ( ) ( )

ORIENTASI Sekarang (hari-tanggal-bulan-tahun) berapa dan musim apa? Sekarang kita berada dimana?(nama rumah sakit atau instalasi,jalan,no rumah,kota,kabupaten,propinsi) REGISTRASI Pewawancaraan menyebutkan nama 3 buah benda,misalnya : satu detik untuk tiap benda. Kemudian mintalah responden mengulang ke tiga nama benda tersebut. Berilah nilai 1 untuk tiap jawaban yang benar, bila masih salah,ulangi penyebutan ke tiga nama benda tersebut sampai responden dapat mengatakanya dengan benar (bola, kursi, sepatu) Hitunglah jumlah percobaan dan catatlah:.kali. ATENSI DAN KALKULASI Hitunglah berturut turut selang 7 angka mulai dari 100 ke bawah. Berhenti setelah 5 kali hitungan (93-86-79-72-65). Kemungkinan lain,ejalah kata dengan lima huruf, misalnyaDUNIA dari akhir ke awal / dari kanan ke kiri: ainud. Satu (1) nilai untuk setiap jawaban yang benar. MENGINGAT Tanyakan kembali nama ke tiga benda yang telah disebut diatas. Berikan nilai satu untuk tiap jawaban yang benar. BAHASA Apakah nama benda ini? Perlihatkanlah pinsil dan arloji (2 nilai) Ulangi kalimat beriku:JIKA TIDAK, DAN ATAU TETAPI (1 nilai) Laksanakanlah 3 buah perintah ini: peganglah selembar kertas dengan tangan kananmu, lipatlah kertas itu pada pertengahan dan letajkan dilantai. (3 nilai) Bacalah dan laksanakan perintah berikut : PEJAMKAN MATA ANDA (1 nilai) Tulis sebuah kalimat ! (1 nilai) Tirulah gambar ini ! (1 nilai)

( )

3 9

( ) ( )

a. b. c. d. e. f. Jumlah nilai : ( )

Tandailah tingkat kesadaran responden pada garis absis dibawah ini dengan huruf X SADAR SOMNOLEN STUPOR KOMA Jam selesai : Tempat wawancara :

BACALAH DAN LAKSANAKAN PERINTAH BERIKUT : PEJAMKAN MATA ANDA ! TULISLAH SEBUAH KALIMAT ! TIRULAH GAMBAR INI !

Dr. Jumraini Tammasse, Sp.S

Kelainan motorik timbul jika terjadi ggn pada : 1. Sistim piramidal 2. Akar saraf, pleksus, saraf perifer, neuromuskular junction, dan otot 3. Sistim ektrapiramidal 4. serebelum

Gangguan pada sistim / bagian saraf

tersebut akan menyebabkan pula


GANGGUAN pada SISTIM REFLEKS

Sindroma

upper motor neuro

Kelumpuhan Hipertoni

Atrofi

otot tidak ada


dan klonus patologis positip

Hiperefleks Refleks

Sindroma
-

Lower Motor Neuron Kelumpuhan Atoni / hipotoni Atrofi otot Arefleks / hiporefleks Refleks patologis negatif

Hipertoni

rigid Gerak abnormal tidak terkendali


Tremor Khorea Athetose Balismus

- Spasme - Tik - Faskikulasi - Miokloni

Ggn

kelancaran otot volunter Ggn otot asosiatif

Gangguan Hipotoni

keseimbangan

Gangguan

koordinasi gerak / otot

Nilai Pada
-

kekuatan kontrasi otot penderita yg kooperatif

Suruh pasien gerakkan ekstremitas pemeriksa menahan Pemeriksa gerakkan ekstremitas pasien menahan

Penderita
-

kesadaran menurun / tdk kooperatif

Tes menjatuhkan anggota gerak Pemberian rangsang nyer

Penilaian

kekuatan kontraksi otot dinyatakan dalam :5 :4 : : : : 3 2 1 0

05 Normal Tahan ringan Lawan gaya gravitasi Gerakan menggeser Hanya kontraksi Tidak ada kontraksi

Dengan

mempalpasi otot yg diperiksa sambil menggerakkan sendi, perhatikan :

Kekenyalan otot
Tahanan

Rigiditas Fenomena roda bergigi


Hipertoni diekstrapiramidal (cogweel) kel. Spastik Fenomena pisau lipat kel. di sekitar lembek, tidak ada

piramidal Hipotoni tahan

Dilakukan dengan : Membandingkan bagian kanan dan kiri Jika perlu dgn pengukuran
Bisa juga ditemukan PSEUDOHIPERTROFI yaitu otot membesar namun kekuatan kurang

Refleks jawaban atas rangsangan bergantung pd st.lengkung, td : - jalur aferen yg dicetuskan o/reseptor - jalur eferen mengaktifasi organ efektor - hubungan 2 komponen tersebut Refleks berhubungan dgn pusat di otak (berfungsi memodifikasi)

Bila

lengkung refleks rusak refleks hilang

Bila hubungan pusat terputus (kerusakan trak.pyramidal)


refleks meningkat

Pemeriksaan

refleks sangat penting krn kurang bergantung pd kooperasi pasien. Bisa diperiksa pd keadaan : - Kesadaran menurun - Bayi - Intelegensia rendah

1.
2. 3. 4.

Relaksasi sempurna
Regangan optimal Rangsangan cukup Jika perlu dengan penguatan refleks cara Jendrassik

JENIS REFLEKS
1.

Refleks Fisiologis
- Refleks dalam
-

Refleks superfisial

2.

Refleks patologis

JENIS REFLEKS 1. Refleks dalam = Refleks regang otot = Refleks tendon timbul akibat regangan otot oleh rangsangan (ketok) sbg jawaban kontraksi.

a. Refleks biseps
= Biseps pees refleks BPR Cara : - Lengan bawah penderita semifleksi - Tempatkan ibu jari di atas tendon otot biseps ketok - Jawaban : fleksi lengan bawah - Lenkung melalui (L5 - 6)

Trisepspees

refleks TPR Lengan penderita semifleksi Ketok insersi tendon m.triseps (atas olekranon) Jawaban lengan bawah ekstensi Lengkung melalui ( L6 L8)

Kneepees
Tungkai Ketok

refleks KPR

difleksikan digantungkan

tendon m.kuadriseps femoris (bawah patella) : kontraksi kuadriseps femoris ekstensi tungkai

Jawaban

Lengkung

melalui L2 L3

Tungkai

bawah fleksi sedikit


kaki (pegang ujung jari-jari)

Dorsofleksikan Ketok

tendon Achilles S1 - S2

kontraksi m.triseps sure/plantafleksi kaki


Lengkung

CARA : Gores dinding perut dgn gagang Hammer secara cepat

RESPON : Kontraksi m.rektus abdominalis.


LENGKUNG : melibatkan neuron

suprasegmental

Wanita Gemuk Lanjut

sering hamil

usia Bayi s/d 1 thn

CARA : Gores bgn medial ddg paha REAKSI : Skrotum kontraksi NEGATIF PADA : - Lesi; traktus piramidalis (Patologis) - Usia lanjut (Normal) LENGKUNG : L1 L2

CARA : Kulit sekitar anus digores RESPON : Spinter ani ekternus kontraksi LENGKUNG : S2 S4, S5

KEAAN FISIOLOGIS TDK DITEMUKAN

a. REFLEKS BABINSKI CARA : - Px baring tungkai diluruskan - Pegang pergelangan kaki - Gores dg pelan telapak kaki bagian lateral mulai tumit sampai pangkal jari (gunakan gagang Hammer)

RESPON : Dorsofleksi ibu jari kaki dan mekar jari lainnya. RESPON BABINSKI JUGA DPT TIMBUL DENGAN CARA : - CHADDOCK - SCHAEFER - OPEN HEIM - GORDON

CARA : pegang pangkal jari tengah, fleksikan. Gores kuat ujung jari tengah RESPON : Fleksi jari telunjuk serta fleksi dan aduksi ibu jari. POSITIF : - Simetris blm tentu patologis - Asimetri patologis Positif lesi piramidal (UMN)

CARA : Regangkan m.gastrocnemius, dgn dorsofleksikan kaki secara cepat dan tahan. RESPON : Gerakan ritmik (Bolak-Balik) kaki plantar fleksi & dorsofleksi bergantian Manifestasi R.Fisiologis sangat rasional

CARA : Regangkan otot kuadriseps femoris


dgn memegang PATELLA, dorong dgn cepat ke bawah, tahan RESPON : Gerakan ritmik Patella

( ( ( (

- ) NEGATIF ) RESPON LEMAH + ) NORMAL

++ ) RESPON LEBIH RF MENINGKAT

Penyakit

Parkinson

- Berdiri kepala & leher bungkuk ke depan. - Lengan dan tungkai posisi fleksi

- Berjalan seolah hendak jatuh ke depan


- Gerakan asosiatif terganggu - Tremor

Distrofia

Muskulorum Progresiva

Broad Base Gait

Hemiparese

- Posisi lengan fleksi


- Tungkai ekstensi - Kaki sirkumdiksi

Paraparese

Berjalan seperti gunting, Tungkai menyilang

Lesi

Serebelum langkah mabuk

Polineuritis

langkah ayam

Bila ada ggn serebelum tdk terjadi kelumpuhan tetapi ggn koordinasi gerak / otot dissinergi
Dissinergi : Hilang kemampuan melakukan gerakan majemuk dgn tangkas, harmonis dan lancar

Sehingga :
-

Gerakan yg memerlukan kerjasama otot tdk bisa dilaksanakan Gerakan terpecah-pecah dan simpangsiur

Dissinergia menyebabkan : 1. Ataksia Tes : perhatikan penderita tdk mampu mempertahankan sikap tubuh / anggota gerak

2. Disdiadokokinesis / diskomposisi : Tdk mampu lakukan gerakan berlawanan berturutturut Tes : pronasi supinasi tangan / lengan

3. Dismetri Gerakan tdk mampu dihentikan tepat waktu dan tempat Bisa : - Hipermetri - Hipometri

Tes : - Tunjuk hidung Penderita tunjuk cuping hidungnya tdk tepat, tdk mencapai atau melewati intensi tremor

- Tumit lutut Letakkan tumit pd lutut, gerakkan telusuri os tibia hingga ibu jari kaki

Fenomena Rebound Suruh penderita fleksikan lengan, pemeriksa melawan gerakan tsb lalu lepaskan penderita memukul bahunya dgn keras.

Macrografia Suruh penderita menulis Tulisan besar dan tidk teratur karena hipermetria

Scanning

speech

Tes : suruh penderita bicara terpatahpatah

Intensi

tremor :

Tremor saat gerakan volunter, lebih nyata saat sampai Tes : suruh gemetar dan lebih jelas saat akan memegang barang

Nistagmus

Gerak ritmik / bolak balik bola mata Tes : perhatikan bola mata pd posisi sentral

suruh melirik ke kanan, kiri atas & bawah.


Gangguan

sikap (keseimbangan) Tes : Perhatikan deviasi kepala dan badan ke sisi lesi

1.
2. 3. 4.

Relaksasi sempurna
Ketegangan optimal Rangsangan cukup Dengan penguatan refleks Jendrassik

( ( ( (

- ) NEGATIF ) RESPON LEMAH + ) NORMAL

++ ) RESPON LEBIH RF MENINGKAT