Anda di halaman 1dari 41

Referat Penatalaksanaan pada Pasien HIV Secara Umum, Prevensi Transmisi dari Ibu ke Anak, dan Profilaksis Pasca

Pajanan

Dokter Pembimbin ! dr"#r$anto, Sp"PD

Disusun ole%! &utiara Sakia '('"')"*+,

-epaniteraan -linik Ilmu Pen.akit Dalam RU&AH SA-IT DR" &AR/0#-I &AHDI 1020R Periode ( September 3'*3 4*' 5opember 3'*3 6akultas -edokteran Universitas Trisakti 7akarta 3'*3

-ATA P#52A5TAR

Assalamualaikum wr. wb. Salam sejahtera bagi kita semua. Puji dan syukur kami panjatkan kehadirat Allah SWT, Tuhan Yang Maha Esa, atas segala nikmat dan karunia yang telah diberikan sehingga pada akhirnya saya dapat menyelesaikan re erat ini dengan sebaik!baiknya. "e erat ini disusun untuk melengkapi tugas di #epaniteraan #linik $lmu Penyakit %alam di "S %r. Mar&'eki Mahdi ('g'r. %alam kesempatan ini, saya ingin mengu)apkan terima kasih kepada dr. Erwant', Sp.P% selaku pembimbing makalah kasus saya di #epanitraan #linik $lmu Penyakit %alam di "S %r. Mar&'eki Mahdi ('g'r yang telah memberikan bimbingan dan kesempatan dalam penyusunan makalah ini. Saya sadari betul bahwa makalah ini masih jauh dari kesempurnaan. *leh karena itu, saya mengharapkan saran dan kritik yang si atnya membangun untuk kesempurnaan makalah yang saya buat ini. %emikian yang dapat saya sampaikan, sem'ga makalah re erat ini dapat berman aat bagi masyarakat dan khususnya bagi mahasiswa ked'kteran. Terima kasih .Wassalamualaikum wr. wb.

+akarta, *kt'ber ,-., Penyusun,

Mutiara Sa&kia -/-.-0..12

DA6TAR ISI
3alaman -ATA P#52A5TAR44444444444444444444444...i DA6TAR ISI444444444444444444444444444..ii 1A1 I" P#5DAHU8UA544444444444444444444444. 1A1 II" TI57AUA5 PUSTA-A4444444444444444444..., $$... 444444444444444444444......., $$.,. 4444444444444444. 45

$$.,... 44444444444444444444445 $$.,.,. Epidemi'l'gi444444444444444444.......6 $$.,./. Eti'l'gi44444444444444444444........6 $$.,.5. #lasi ikasi4444444444444444444441 $$.,.6 Pat' isi'l'gi44444444444444444444..2 $$.,.1 %iagn'sis444444444444444444444.$$.,.7. Terapi4444444444444444444444..$$.,.0. Pr'gn'sis.44444444444444444444..... 1A1 IV" 4444444444444444444444444..,1A1 V" -#SI&PU8A54444444444444444444444.....,. DA6TAR PUSTA-A444444444444444444444444.,,

1A1 I P#5DAHU8UA5 Penyakit A$%S 8A)9uired $mmun'de i)ien)y Syndr'me: merupakan suatu

sindr'm;kumpulan gejala penyakit yang disebabkan 'leh retr'<irus yang menyerang sistem pertahanan tubuh. %engan rusaknya system kekebalan, maka 'rang yang terin eksi mudah diserang penyakit lain yang berakibat atal, yang dikenal dengan in eksi 'pp'rtunistik. #asus A$%S pertama kali ditemukan 'leh ='ttlieb di Amerika Serikat pada tahun .20.dan <irusnya ditemukan 'leh >u) M'ntagnier pada tahun .20/. #asus pertama di $nd'nesia dilap'rkan se)ara resmi 'leh %epartemen #esehatan pada tahun.207, yaitu pada se'rang warga ?egara (elanda yang sedang berlibur ke (ali. Sebenarnya sebelum itu, pada tahun .206 telah ditemukan kasus yang gejalanya sangat sesuai dengan 3$@;A$%S dan hasil tes E>$SA tiga kali diulang dinyatakan p'siti . Tetapi Western (l't hasilnya negati<e, sehingga tidak dilap'rkan. #asus kedua ditemukan pada bulan Maret .201 di "S Aipt' Mangunkusum', pada pasien hem'philia. .

1A1 II TI57AUA5 PUSTA-A HIV 9 AIDS


3"* D#6I5ISI 3$@ 8Human Immunodeficiency Virus: adalah sejenis <irus yang menyerang sistem kekebalan tubuh manusia dan dapat menimbulkan A$%S. 3$@ menyerang salah satu jenis dari sel darah putih yang bertugas menangkal in eksi. Sel darah putih tersebut terutama lim 'sit yang memiliki A%5 sebagai sebuah marker yang berada di permukaan lim 'sit. #arena berkurangnya nilai A%5 dalam tubuh manusia menunjukkan berkurangnya sel!sel darah putih atau lim 'sit yang seharusnya berperan dalam mengatasi in eksi yang masuk ke tubuh manusia. Pada 'rang dengan system kekebalan baik, A%5 berkisar antara .5--!.6--. Sedangkan pada 'rang dengan kekebalan yang terganggu 8misal pada 'rang yang terin eksi 3$@: nilai A%5 semakin lama akan semakin menurun. A$%S adalah singkatan dari Acquired Immuno Deficiency Syndrome, yang berarti kumpulan gejala atau sindr'ma akibat menurunnya kekebalan tubuh yang disebabkan in eksi <irus 3$@. Tubuh manusia mempunyai kekebalan untuk melindungi diri dari serangan luar seperti kuman, <irus, dan penyakit. A$%S melemahkan system pertahanan tubuh ini, sehingga akhirnya berdatanganlah berbagai jenis penyakit lain. 3$@ adalah jenis parasit 'bligat yaitu <irus yang hanya dapat hidup dalam sel atau media hidup. Sese'rang pengidap 3$@ lambat laun akan jatuh ke dalam k'ndisi A$%S, apalagi tanpa peng'batan. Bmumnya keadaan A$%S ini ditandai dengan adanya berbagai in eksi baik akibat <irus, bakteri, parasit maupun jamur. #eadaan in eksi ini yang dikenal dengan in eksi 'p'rtunistik.. 3"3 #PID#&I0802I Situasi &asala% HIV4AIDS Ta%un *,):47uni 3'*3 Sejak pertama kali ditemukan 8.207: sampai dengan +uni ,-.,, kasus 3$@!A$%S tersebar di /70 871C: dari 520 kabupaten;k'ta di seluruh 8//: pr'<insi di $nd'nesia. Pr'<insi pertama kali ditemukan adanya kasus 3$@!A$%S adalah Pr'<insi (ali 8.207:, sedangkan yang terakhir melap'rkan adanya kasus 3$@ 8,-..: adalah Pr'<insi Sulawesi (arat. *" -asus HIV

a. Sampai dengan tahun ,--6 jumlah kasus 3$@ yang dilap'rkan sebanyak 062 kasus, tahun ,--1 87..26 kasus:, tahun ,--7 81.-50 kasus:, tahun ,--0 8.-./1, kasus:, tahun ,--2 82.72/ kasus:, tahun ,-.- 8,..62. kasus:, tahun ,-.. 8,..-/. kasus:, +anuari!+uni ,-., 8.-../0 kasus:. +umlah kumulati kasus 3$@ yang dilap'rkan sampai dengan +uni ,-., sebanyak 82.00/ 8si)D seharusnya 01.71,:: kasus. b. +umlah kasus 3$@ tertinggi yaitu di %#$ +akarta 8,..-/- kasus:, diikuti +awa Timur 8...,0, kasus:, Papua 80.1.. kasus:, +awa (arat 81./.6 kasus: dan Sumatera Btara 86.1,2 kasus:. 3" -asus AIDS a. Sampai dengan tahun ,--5 jumlah kasus A$%S yang dilap'rkan sebanyak ,.10, kasus, tahun ,--6 8,.1/2 kasus:, tahun ,--1 8,.07/ kasus:, tahun ,--7 8,.257 kasus:, tahun ,--0 85.212 kasus:, tahun ,--2 8/.01/ kasus:, tahun ,-.86.755 kasus: dan tahun ,-.. 85..1, kasus:, +anuari!+uni ,-., 8,.,,5 kasus:. +umlah kumulati kasus A$%S dari tahun .207 sampai dengan +uni ,-., sebanyak /,..-/ kasus. b. Persentase kumulati kasus A$%S tertinggi pada kel'mp'k umur ,-!,2 tahun 85.,6C:, kemudian diikuti kel'mp'k umur /-!/2 tahun 8/-,0C:, 5-!52 tahun 8..,1C:, .6!.2 85,.C:, dan 6-!62 tahun 8/,7C:. ). Persentase kasus A$%S pada laki!laki sebanyak 7-C dan perempuan ,2C. d. +umlah kasus A$%S tertinggi adalah pada wiraswasta 8/.7// kasus:, diikuti ibu rumah tangga 8/./10 kasus:, tenaga n'n! pr' esi'nal 8karyawan: 8/.,,kasus:, petani;peternak;nelayan 8...12 kasus:, buruh kasar 8.../7:, anak sek'lah;mahasiswa 8255 kasus:, dan penjaja seks 8771:. e. +umlah kasus A$%S terbanyak dilap'rkan dari %#$ +akarta 86...0:, Papua 85.016:, +awa Timur 85.115:, +awa (arat 85.-5/:, (ali 8,.776:, +awa Tengah 8..250 kasus:, #alimantan (arat 8../60 kasus:, Sulawesi Selatan 8222 kasus:, "iau 87/. kasus:, dan %$Y 87., kasus:. . Angka kematian 8AE": menurun dari ,,5C pada tahun ,-.. menjadi -,2C pada +uni tahun ,-.,.

/. +umlah *%3A yang sedang mendapatkan peng'batan A"@ sampai dengan bulan +uni ,-.,, yaitu sebanyak ,7..76 'rang. Sebanyak 21C 8,1.--5 'rang: dewasa dan 5C 8...7. 'rang: anak. Sedangkan pemakaian rejimennya adalah 26,6C 8,6.2/2 'rang: menggunakan >ini . dan 5,6C 8..,/1 'rang: menggunakan >ini ,., 3"( #TI0802I 3$@ 8Human Immunodeficiency Virus: adalah sejenis <irus yang menyerang sistem kekebalan tubuh manusia dan dapat menimbulkan A$%S.. 3$@ merupakan satu dari dua human T!)ell lymph'tr'pi) retr'<irus yang utama. 8human T!)ell leukemia <irus !3TA>@! adalah retr'<irus utama lainnya:. @irus tersebut akan mengin eksi dan membunuh lim 'sit T! helper 8A%5:, dan menyebabkan h'st kehilangan imunitas seluler dan memiliki pr'babilitas yang besar untuk terjadinya in eksi 'p'rtunistik. Sel!sel lain, seperti makr' ag dan m'n'sit, yang memiliki pr'tein A%5 pada permukaannya juga dapat terin eksi 'leh 3$@. 3$@ termasuk dalam g'l'ngan retr'<irus dengan subgr'up lenti<irus, yang dapat menyebabkan in eksi se)ara FlambatG dengan masa inkubasi yang panjang. 3$@ memiliki bentuk inti seperti batang 8tipe %: yang dibungkus 'leh selubung 8en<el'pe: yang terdiri dari glik'pr'tein spesi ik, yaitu gp.,- dan gp5.. 8>ihat A'l'r Plate /. dan =ambar 56!.:./ ;olor Plate (*

83uman immun'de i)ien)y <irusHEle)tr'n mi)r'graph. Panah yang panjang menunjukkan <iri'n matur yang baru saja keluar dari lim 'sit yang terin eksi di bagian bawah gambar. Panah yang pendek 8pada bagian kiri bawah: menunjukkan beberapa <iri'n baru di dalam sit'plasma yang akan menjadi tunas pada membran sel h'st. Pr'<iderD A%A;%r. A. 3arris'n, %r. P. Eeirin', and %r. E. Palmer.: 2ambar <=>*"

8=reen WAD Me)hanisms ' %iseaseD The M'le)ular (i'l'gy ' 3uman $mmun'de i)ien)y @irus Type $ $n e)ti'n. NEJM .22., @'l. /,5, ?'. 6, p. /-2. A'pyright I .22. Massa)husetts Medi)al S')iety. All rights reser<ed.: =en'm 3$@ terdiri dari dua m'lekul "?A untai tunggal yang identikal dan termasuk sebagai dipl'id. =en'm 3$@ adalah yang paling k'mpleks bila dibandingkan dengan retr'<irus!retr'<irus lainnya yang telah diketahui. Selain memiliki tiga buah gen yang mengk'de pr'tein struktural yaitu gag, p'l dan en<, gen'm "?A 3$@ juga memililki enam gen regulat'r. 8Tabel 56!.:. %ua dari enam gen reguat'r ini, tat dan rev, dibutuhkan untuk replikasi <irus, sedangkan empat gen lainnya, nef, vif, vpr, and vpu, tidak dibutuhkan dalam replikasi 3$@, dan dapat dikatakan sebagai gen ases'ris.

Table <=>*" 2en dan Protein HIV4Human Immunodeficienc. Virus" 2en Protein .an dikode ole% 2en I" 2en Struktural .an Ditemukan dalam semua Retrovirus gag p,5, p7 p.7 pol "e<erse trans)riptase. Pr'tease $ntegrase env gp.,gp5. Meme)ah p'lipeptida prekurs'r Mengintegrasikan %?A <irus ke dalam %?A sel h'st Penempelan ke pr'tein A%5 Eusi terhadap sel h'st ?u)le')apsid MatriJ Transkripsi "?A ke bentuk %?A 6un si Protein

II" 2en Re ulator .an Ditemukan pada HIV .an Dibutu%kan dalam Proses Replikasi at Tat rev "e< Sebagai akti<asi dalam pr'ses transkripsi gen <irus Mentransp'rt late m"?As dari nukleus ke sit'plasma

III" 2en Re ulator .an Ditemukan pada HIV .an Tidak Dibutu%kan dalam Proses Replikasi ?2en Asesoris@ nef ?e Menurunkan pr'tein A%5 dan pr'tein M3A kelas $ pada permukaan sel yang terin eksiK menurunkan kemampuan sel T sit't'ksik untuk membunuh sel yang telah terin eksi 3$@ Vif @i Menambah in ekti itas dengan )ara menginhibisi aksi dari AP*(EA/=, suatu en&im yang menyebabkan hipermutasi dalam %?A retr'<iral. vpr @pr Mentrasp'rt inti <irus 8)'re: dari sit'plasma ke dalam nukleus pada sel!sel yang tidak sedang membelah diri vpu @pu Menyebabkan <iri'n dapat terlepas dari sel h'st

=en gag mengk'de pr'tein FintiG bagian dalam, yang merupakan pr'tein terpenting yaitu p,5, yang juga merupakan suatu antigen dalam tes ser'l'gik 3$@. =en pol mengk'de

beberapa pr'tein, termasuk untuk en&im re<erse transkriptase yang mensintesa %?A menggunakan gen'm "?A sebagai templateK en&im integrase yang mengintegrasikan %?A <irus ke dalam %?A sel h'stK en&im pr'tease yang ber ungsi meme)ah beberapa pr'tein prekurs'r <irus. =en env mengk'de gp.1-, suatu glik'pr'tein yang dipe)ah untuk menghasilkan dua selubung glik'pr'tein permukaan, gp.,- dan gp5../

3"< ;ARA P#5U8ARA5 3uman immun'de i)ien)y <irus 83$@: dapat menyebar melalui beberapa )ara sebagai berikutD

Melalui k'ntak seksual !! termasuk se)ara 'ral, <aginal, dan anal Melalui darah L seperti trans usi darah, ke)elakaan jarum suntik, pemakaian jarum suntik se)ara bergantian

%ari ibu ke anak L se'rang ibu hamil dapat mentransmisi <irus 3$@ ke janinnya melalui sirkulasi darah yang saling berbagi, atau dari wanita yang menyusui bayi yang bukan bayi kandungnya

Aara penularan yang jarang namun dapat terjadiD


>uka akibat tusukan jarum yang tidak disengaja $nseminasi arti isial dengan semen yang terin eksi 3$@ Transplantasi 'rgan dengan 'rgan yang terin eksi 3$@

(ank darah dan pr'gram d'n'r 'rgan akan menskrining pend'n'r, baik darah, maupun jaringan untuk men)egah risik' terjadinya in eksi. $n eksi 3$@ tidak menular melaluiD

#'ntak kasual seperti berpelukan =igitan nyamuk Parti)ipasi dalam 'lahraga (arang!barang yang telah disentuh 'leh indi<idu yang telah terin eksi 3$@

$ndi<idu dengan risik' besar terin eksi 3$@, termasukD


Pemakai 'bat suntik yang bergantian (ayi yang lahir dari ibu dengan 3$@ dan tidak mendapatkan terapi 3$@ selama kehamilan

$ndi<idu yang melakukan hubungan seks tanpa pelindung, terutama dengan indi<idu yang memiliki kebiasaan yang berisik' tinggi, atau ayng p'siti 3$@, atau memiliki riwayat A$%S

Mendapat trans usi darah atau pr'duk pembekuan darah antara tahun.277 dan .206 8sebelum s)reening <irus menjadi standar pemeriksaan

Memiliki pasangan seksual yang berpartisipasi dalam akti<itas yang berisik' tinggi 8seperti memakai suntik 'bat!'batan terlarang, atau seks anal:. 5

3"= PAT06ISI0802I Setelah transmisi 3$@ melalui muk'sa genital yang merupakan transmisi utama, sel dendritik 8%A: yang ada di lamina pr'pria muk'sa <agina akan menangkap 3$@. %A bertindak sebagai antigen presenting cell 8APA: dan mempresentasikan 3$@ ke sel lim 'sit A%5 sehingga dapat merangsang lim 'sit T nai<e. 3al ini terjadi karena %A mengekspresikan m'lekul ma!or "istocompa#ility comple$ 8M3A: klas $, M3A klas $$, dan m'lekul k'stimulat'r lain pada permukaannya. Setelah 3$@ tertangkap %A akan menuju kelenjar lim 'id dan mempresentasikannya kepada sel lim 'sit T nai<e. %i samping mengangkut 3$@ ke kelenjar lim e, %A juga mengakti<asi sel lim 'sit A%5, dengan demikian akan meningkatkan in eksi dan replikasi 3$@ pada sel lim 'sit Th.6 Siklus Replikasi HIV "eplikasi 3$@ mengikuti siklus retr'<iral pada umumnya 8=ambar 56!/:. >angkah awal dari masuknya <irus 3$@ ke dalam sel h'st adalah pentautan gp.,- dari pr'tein selubung <iri'n dengan pr'tein A%5 pada permukaan sel h'st. #emudian pr'tein gp.,<iri'n berinteraksi dengan pr'tein kedua pada permukaan sel, suatu resept'r kem'kin. >angkah selanjutnya adalah pr'tein gp5. <iri'n akan bertindak sebagai perantara dalam penyatuan 8 usi: dari selubung <irus 8envelope: dengan membran sel h'st. #emudian <iri'n akan masuk kedalam sel.1

2ambar <=>("

Siklus "eplikasi 3$@. %iperlihatkan letak tempat penting beraksinya 'bat!'batan antiretr'<iral. 8M'di ied and repr'du)ed, with permissi'n, r'm "yan # et alD S"erris Medical Micro#iology, /rd ed. *riginally published by Applet'n M >ange. A'pyright I .225 by The M)=raw!3ill A'mpanies.:

"esept'r kem'kin seperti pr'tein ANA"5 dan AA"6 dibutuhkan dalam pr'ses masuknya 3$@ ke dalam sel yang memiliki pr'tein A%5. @irus 3$@ dengan strain yang T! )ell!tr'pi) bertautan dengan resept'r ANA"5, sedangkan 3$@ dengan strain yang makr' ag! tr'pi) bertautan dengan resept'r AA"6. Mutasi pada pengk'dean gen AA"6 dapat menyebabkan se'rang indi<idu memiliki pr'teksi tersendiri terhadap in eksi 3$@. $ndi<idu yang memiliki mutasi gen tersebut se)ara h'm'&ig't se)ara lengkap resisten terhadap in eksi

3$@, sedangkan indi<idu yang memiliki mutasi gen tersebut se)ara heter'&ig't akan mengalami pr'gresi<itas penyakit yang lebih lambat dibanding yang tidak memiliki mutasi gen tersebut.Sekitar .C masyarakat Er'pa (arat memiliki mutasi gen tersebut se)ara h'm'&ig't dan sekitar .-!.6C se)ara heter'&ig't. Setelah terlepas dari selubungnya 8uncoating:, en&im <iri'n yaitu, %?A p'lymerase yang tergantung "?A mentranskripsi gen'm "?A <irus menjadi %?A yang ganda 8 dou#le% stranded:, yang kemudian diintegrasikan ke dalam %?A sel h'st. %?A <irus dapat berintegrasi di beberapa tempat pada %?A sel h'st, dan beberapa hasil pengk'pian %?A <irus pun dapat melakukan hal yang sama. $ntegrasi <irus tersebut diperantarai 'leh en&im integrase 8virus%encoded endonuclease:. m"?A <irus yang telah ditranskripsi dari %?A <irus menggunakan "?A p'limerase sel h'st kemudia ditranslasikan ke beberapa p'lipr'tein berukuran besar. P'lipr'tein =ag dan P'l kemudian dipe)ah menggunakan en&im pr'tease <irus, sedangkan p'lipr'tein En< dipe)ah menggunakan pr'tease sel h'st. P'lipr'tein gag dipe)ah untuk membentuk pr'tein inti 8p,5:, pr'tein di matriJ 8p.7:, dan beberapa pr'tein yang berukuran lebih ke)il. P'lipr'tein p'l dipe)ah untuk membentuk en&im re<erse trans)riptase, integrase, dan pr'tease. @iri'n yang belum matang 8immature: mengandung pr'tein prekurs'r yang dibentuk di sit'plasma sel h'st, dipe)ah menggunakan en&im pr'tease <irus. #emudian <iri'n yang belum matang tersebut akan timbul sebagai tunas pada membran sel h'st. Pr'ses inilah yang pada akhirnya menghasilkan <iri'n in eksius yang matang 8mature:.1

3": P#R-#&1A52A5 -8I5IS( $n eksi 3$@ pada manusia meruapakan suatu k'ntinuitas yang se)ara kasar dapat dibagi menjadi empat aseD 8a: in eksi 3$@ primer, 8b: in eksi asimt'matik, 8): in eksi simt'matik, dengan ekslusi A$%S, dan 8d: A$%S. #e)epatan pr'gresi dari penyakit ini ber<ariasi antara indi<idu yang satu dengan indi<idu yang lain, tergantung pada akt'r <irus dan akt'r h'st.

6ase Infeksi Primer Ease pertama dari penyakit ini terjadi se)ara singkat dan terdiri dari sindr'm yang menyerupai in eksi m'n'nu)le'sis. Ease ini terjadi selama . sampai 5 minggu setelah transmisi. Sindr'm tersebut terdiri dari beberapa gejala seperti demam, berkeringat, letargi,

malaise, myalgia, arthralgia, sakit kepala, ph't'p'bia, diare, sariawan, lim aden'pati, dan mu)'papular rash pada ekstremitas. =ejala!gejala tersebut timbul se)ara mendadak dan hilang dalam waktu / sampai .5 hari. 6ase Seropositif .an Asimtomatik Ease kedua dari in eksi 3$@ ini merupakan ase yang paling lama terjadi dibandingkan dengan 5 ase lainnya, dan paling ber<ariasi antar masing!masing indi<idu. Tanpa peng'batan, ase ini biasanya terjadi sekitar 5 sampai 0 tahun. 6ase Seropositive .an Simtomatik *nset dari ase ketiga in eksi 3$@ ini menunjukkan bukti isik pertama dari dis ungsi sistem imun. >im aden'pati persisten generalisata kadang merupakan tanda awal ase ini. $n eksi jamur yang terl'kalisir di ibu jari, jari!jari, dan mulut sering kali mun)ul. Pada wanita, sering timbul keputihan akibat jamur dan in eksi trik'm'nas. &ral "airy leu'opla'ia merupakan gejala yang paling sering terlewatkan pada in eksi 3$@ dan sering ditemukan pada lidah. =ejala k'nstusi'nal seperti keringat malam, penurunan berat badan, dan diare sering terjadi. Tanpa peng'batan, durasi dari ase ini berkisar antara . sampai / tahun. 6ase Acquired Immunodeficiency Syndrome 4 AIDS Ease A$%S diartikan sebagai supresi imun yang signi ikan. Supresi ini memi)u perkembangan in eksi 'p'rtunistik dan keganasan yang tidak biasa. =ejala pulm'ner, gastr'intestinal, neur'l'gik, dan sistemik merupakan gejala yang biasa terjadi./ 3") &A5I6#STASI -8I5IS: Terdiri dari empat stadium klinisD Pertimbangan klinis Tabel 0. Stadium klinis penyakit 3$@ pada indi<idu dewasa dan remaja menurut W3* Stadium -linis * Asimt'matik >im aden'pathy persisten generalisata Stadium -linis 3 Penurunan berat badan )ukup banyak yang tidak diketahui penyebabnya 8penurunan di bawah .-C dari berat badan awal: $n eksi saluran napas yang rekuren 8sinusitis, t'nsillitis, 'titis media, aringitis:

3erpes &'ster Aheilitis angularis Bl)erasi 'ral yang rekuren Erupsi papular pruritik %ermatitis seb'rrh'eik $n eksi jamur pada kuku Stadium -linis ( Penurunan berat badan yang tidak diketahui penyebabnya 8penurunan di atas .-C dari berat badan awal: %iare kr'nik lebih dari . bulan yang tidak diketahui penyebabnya. %emam persisten yang intermitten atau k'nstant lebih dari . bulan dan tidak diketahui penyebabnya Aandidiasis 'ral persisten *ral hairy leuk'plakia Tuberkul'sis paru $n eksi bakterial yang berat 8e.g. pneum'nia, empyema, meningitis, py'my'sitis, in eksi tulang atau sendi, bakteraemia, penyakit in lamasi panggul yang berat: St'matitis ul)erati nekr'tikan akut, gingi<itis 'r peri'd'ntitis Anemia yang tidak diketahui penyebabnya 8di bawah 0 g;dl :, neutr'penia 8dibawah -.6 J .-2;l: dan;atau thr'mb'sit'penia kr'nik 8dibawah 6- J .-2;l: Stadium -linis < HIV (asting syndrome Pneum'nia pneum')ystis jir'<e)i Pneum'nia bakteri rekuren yang berat $n eksi herpes simpleJ kr'nik 8'r'labial, genital 'r an're)tal lebih dari . bulan atau di bagian <iseral: Aandidiasis es'phageal 8atau )andidiasis tra)hea, br'n)hi, atau paru: Tuberkul'sis ekstrapulm'ner Sar)'ma #ap'si Penyakit Ayt'megal'<irus 8retinitis atau in eksi 'rgan lain ke)uali hati, limpa, dan lim 'n'dus: T'J'plasm'sis sistem sara pusat 3$@ en)ephal'pathy Arypt')'))'sis ekstrapulm'ner termasuk meningitis $n eksi my)'bateria n'ntuberkul'sis disseminata

>euk'ense al'pati multi ')al yang pr'gresi Arypt'sp'ridi'sis kr'nik $s'sp'riasis kr'nik Mik'sis disseminata 8hist'plasm'sis, )'))idi'my)'sis: Septikemia rekuren 8in)luding n'ntyph'idal Salm'nella: >ymph'ma 8)erebral 'r ( )ell n'n!3'dgkin: Aar)in'ma ser<iks in<asi >eishmaniasis atipikal disseminata ?e r'pati terkait!3$@ yang simt'matik atau kardi'mi'pati terkait!3$@ SumberD "e<ised W3* )lini)al staging and immun'l'gi)al )lassi i)ati'n ' 3$@ and )ase de initi'n ' 3$@ 'r sur<eillan)e. ,--1. 3", DIA250SIS HIV Infeksi HIV (adan A%A 8Aenters 'r %isease and Pre<enti'n: telah membuat kriteria untuk infeksi HIV pada pasien dengan usia lebih dari .0 bulan, yaituD 3asil p'siti dari tes skrining antib'di 3$@, 8seperti $mmun'assay En&im "eakti yang berulang:, diikuti dengan hasil p'siti dari tes k'n irmasi antib'di 3$@ 8seperti Western bl't atau Tes antib'di imun' l'ure)en)e:, atau 3asil p'siti atau lap'ran dari jumlah yang dapat dideteksi dari salah satu tes <ir'l'gik 8n'n!antib'di: berikut iniD deteksi asam nukleat 3$@, %?A atau "?A, yaitu %?A P'lymerase Ahain "ea)ti'n OPA"P atau k'nsentrasi "?A 3$@ dalam plasmaK tes antigen 3$@ p,5, termasuk Assay neutralisasiK dan is'lasi 3$@ 8kultur <irus:. AIDS Pada tahun .22/, A%A telah membuat kriteria dari de inisi A$%S, yaituD 3itung lim 'sit!T A%5Q kurang dari ,-- sel;mm/ dan bukti lab'rat'rium dari in eksi 3$@, atau Adanya penyakit indikat'r A$%S 8)andidiasis dari es'phagus, tra)hea, br'n)hus, atau paruK keganasan )er<iJ yang in<asi K )'))idi'my)'sis ekstrapulm'nerK )rypt')'))'sis ekstrapulm'nerK )rypt'sp'ridi'sis dengan diare dalam waktu lebih dari . bulanK in eksi )yt'megal'<irus dari beberapa 'rgan selain hati, limpa, 'r lim 'n'dusK in eksi herpes simpleJ dengan ul)us mu)')utane'us dalam waktu lebih dari . bulan atau br'n)hitis, pneum'nitis, 'r es'phagitisK hist'plasm'sis ekstrapulm'nerK dementia terkait 3$@K 3$@!ass')iated wastingK is'sp'riasis dengan

diare lebih dari . bulanK Sar)'ma #ap'si pada pasien yang lebih muda dari 1- tahunK My)'ba)terium a<ium disseminataK Tuber)ul'sis intra dan ekstrapulm'nerK Pneum')ystis jir'<e)i pneum'niaK Pneum'nia bakterial yang rekurenK multi ')al leuk'en)ephal'pathy yang pr'gresi K Salm'nella septi)emia 8n'ntyph'id: yang rekurenK and t'J'plasm'sis: disertai bukti lab'rat'rium dari in eksi 3$@. 3"*' P#5ATA8A-SA5AA5 Awal Pemberian Terapi Antiretr'<iral #andidat Peng'batanD Terapi antiretr'<iral sebaiknya dipertimbangkan pada 8a: pasien dengan riwayat A$%S, atau dengan riwayat hitung A%5 kurang dari /6- sel;mm /, hitung A%5 yang setara dengan .5C, dan 8b: tanpa memperhatikan hitung A%5D pasien 3$@ yang sedang hamil, pasien 3$@ dengan ne r'pathy terkait!3$@, atau pasien 3$@ yang juga menderita hepatitis (. Bntuk indi<idu yang tidak menderita penyakit!penyakit yang mengarah ke A$%S dan memiliki hitung A%5 abs'lut lebih dari /6- sel;mm/, peng'batan A"@ diberikan pada kasus! kasus tertentu. +ika peng'batan ditunda, pasien harus dipantau se)ara teliti dengan ree<aluasi dari k'nsentrasi 3$@ "?A dalam plasma dan hitung A%5 setiap / bulan. (ila terjadi kenaikan k'nsentrasi 3$@ "?A dalam plasma atau penurunan hitung A%5 yang terjadi se)ara terus!menerus dan signi ikan, maka perlu dilakukan inisiasi 'bat antiretr'<iral. Saat terapi antiretr'<iral mulai diberikan, perhatian harus ditujukan pada kepatuhan penderita dalam peng'batan. 3al ini akan menjadi masalah yang sulit diatasi jika pasien merasa sehat sebelum inisiasi terapi diberikan. Masalah akan menjadi lebih sering timbul akibat e ek samping pemberian 'bat antiretr'<iral. $ndi<idu yang akan diberikan terapi antiretr'<iral harus mengerti bahwa kepatuhan peng'batan adalah suatu hal yang esensial agar ter)apai keberhasilan peng'batan. Prinsip Terapi #'mp'nen may'r dari therapy 3$@ ialah <aksinasi, anti A"@, pr' ilaksis dan peng'batan in eksi 'p'rtunistik M k'nseling. Masing L masing memiliki pesan yang sangat penting untuk memperbaiki kualitas hidup M mengurangi penderitaan. Vaksinasi pada pasien HIV

Pasien dewasa dengan 3$@ ser'p'siti 8terutama jika hitung A%5 lebih dari ,-sel;mm/: sebaiknya di<aksinasi sedapat mungkin. ?amun, perhatian harus ditujukan saat mempertimbangkan pemakaian <asksin <irus hidup, karena kemungkinan pasien sudah mengalami penurunan imun 8imunocompromised:. Semua indi<idu sebaiknya mendapat <aksin p'lisakarida pneum')')al, <aksin in luen&a 8tiap tahun:, dan <aksin hepatitis ( 8jika antib'dinya negati :. @aksin hepatitis A sebaiknya diberikan pada pasien dengan hepatitis kr'nis dengan antib'di terhadap hepatitis A negati , penyuka sesama jenis yang antib'di hepatitis A negati , bila ingin ke daerah endemik hepatitis A, dan pada pasien dengan penyakit hati kr'nik. Sebagai tambahan, b''ster tetanus!di teria sebaiknya diberikan jika pasien belum pernah mendapatkan b''ster tersebut dalam .- tahun terakhir. $mun'genisitas dari <aksin yang diberikan pada pasien 3$@ masih diragukankan e eknya, terutama pada pasien dengan hitung A%5 kurang dari ,--sel;mm/. Sebagai k'nsekuensinya, <aksinasi sebaiknya diberikan se)epat mungkin setelah in eksi 3$@ terjadi. Pemili%an Re imen A$al Pemilihan harus berdasarkan tujuan penurunan dan pengaturan k'nsentrasi 3$@ "?A dalam plasma sampai ke tingkat yang serendah mungkin. 3al ini akan menampik timbulnya perkembangan resistensi <irus, peng'batan yang gagal dan pr'gresi itas penyakit. Satu hal yang harus diingat bahwa makin tinggi k'nsentrasi 3$@ "?A dalam plasma saat terapi dimulai, makin p'ten 'bat antiretr'<iral yang harus diberikan untuk mensupresinya. %alam pemberian terapi 'bat antiretr'<iral pada tiap!tiap pasien per indi<idu, beberapa akt'r membutuhkan pertimbangan, termasuk t'ksisitas 'bat yang saling memperberat, interaksi armak'kinetik, absensi dari resistensi silang, dan p'la 'bat yang menentukan pemilihan 'bat antiretr'<iral di masa mendatang. %alam Tabel ././ disebutkan 'bat!'batan yang telah disetujui 'leh badan E%A di Amerika sebagai peng'batan untuk in eksi 3$@. Terapi inisial yang paling sering dilakukan penelitian adalah regimen tiga 'bat termasuk , ?u)le'side "e<erse Trans)riptase $nhibit'rs 8?"T$: ditambah . ?'nnu)le'side "e<erse Trans)riptase $nhibit'r 8??"T$: atau . Pr'tease $nhibit'r 8P$:. Tabel ././ "ek'mendasi *bat Antiretr'<iral untuk Pasien yang (elum Pernah %iterapi ?'nnu)le'side "e<erse Trans)riptase ?u)le'side "e<erse

$nhibit'rs 8??"T$: (''sted;Bnb''sted Pr'tease $nhibit'rs 8P$: Yang diutamakan E a<iren& Ata&ana<ir Q rit'na<ir E'samprena<ir Q rit'na<ir, ,J;hari >'pina<ir Q rit'na<ir, ,J;hari Alternati ?e<irapine Ata&ana<ir E'samprena<ir E'samprena<ir Q rit'na<ir, .J;hari >'pina<ir;rit'na<ir, .J;hari

Trans)riptase $nhibit'rs 8?"T$:

Ten' '<ir;emtri)itabine Rid'<udine;lami<udine

Aba)a<ir;lami<udine %idan'sine Q lami<udine atau emtri)itabine

Peng'batan awal menggunakan sistem regimen tiga 'bat saat ini telah direk'mendasikan 'leh petunjuk k'nsensus may'r 8seperti dari B.S. %epartment ' 3ealth and 3uman Ser<i)es and the $nternati'nal A$%S S')iety!BSA: termasuk , anal'g nukle'sida 8biasanya diperkuat dengan rit'na<ir d'sis rendah: atau . ??"T$. +ika penyakit pasien tersebut telah memasuki tahap lanjut atau k'nsentrasi 3$@ "?A dalam plasma sangat meningkat, disarankan untuk menggunakan sebuah regimen yang sangat akti , setidaknya . pr'tease inhibit'r atau e a<iren&. ?e<irapine, dela<irdine, dan e a<iren&, jika dipakai sebagai bagian dari regimen inisial, harus dipakai dalam k'mbinasi yang akan menurunkan k'nsentrasi 3$@ "?A dalam plasma hingga dibawah deteksi. "esistensi terhadap 'bat!'batan ini berkembang dengan )epat jika replikasi <irus yang signi ikan terjadi selama penggunaannya. #apan harus dimulai All ad'les)ents and adults in)luding pregnant w'men with 3$@ in e)ti'n and A%5 )'unts ' S/6- )ells;mm/, sh'uld start A"T, regardless ' the presen)e 'r absen)e ' )lini)al sympt'ms. Th'se with se<ere 'r ad<an)ed )lini)al disease 8W3* )lini)al stage / 'r 5: sh'uld start A"T irrespe)ti<e ' their A%5 )ell )'unt. What t' use in irst! Eirst!line therapy sh'uld )'nsist ' an ??"T$ Q tw' ?"T$s, 'ne ' whi)h sh'uld be line therapy &id'<udine 8ART: 'r ten' '<ir 8T%E:. A'untries sh'uld take steps t' pr'gressi<ely redu)e the use ' sta<udine 8d5T: in irst!line regimens be)ause ' its well!re)'gni&ed t'Ji)ities. What t' use in Se)'nd!line A"T sh'uld )'nsist ' a rit'na<ir!b''sted pr'tease inhibit'r 8P$: plus tw'

se)'nd!line therapy ?"T$s, 'ne ' whi)h sh'uld be ART 'r T%E, based 'n what was used in irst!line therapy. >ab'rat'ry m'nit'ring "it'na<ir!b''sted ata&ana<ir 8AT@;r: 'r l'pina<ir;rit'na<ir 8>P@;r: are the pre erred P$ All patients sh'uld ha<e a))ess t' A%5 )ellL)'unt testing t' 'ptimi&e pre!A"T )are and A"T management. 3$@"?A 8<iral!l'ad: testing is re)'mmended t' )'n irm suspe)ted treatment ailure. %rug t'Ji)ity m'nit'ring sh'uld be sympt'm!dire)ted. When t' start ./... "e)'mmendati'ns W3* .. $t is re)'mmended t' treat all patients with A%5 )'unts ' S/6- )ells;mm/ irrespe)ti<e ' the W3* )lini)al stage. 8Str'ng re)'mmendati'n, m'derate 9uality ' e<iden)e: ,. $t is re)'mmended that all patients with W3* )lini)al stage . and , sh'uld ha<e a))ess t' A%5 testing t' de)ide when t' initiate treatment. 8Str'ng re)'mmendati'n, l'w 9uality ' e<iden)e: /. $t is re)'mmended t' treat all patients with W3* )lini)al stage / and 5 irrespe)ti<e ' A%5 )'unt. 8Str'ng re)'mmendati'n, l'w 9uality ' e<iden)e: Table 2. Ariteria 'r A"T $nitiati'n in spe)i i) p'pulati'ns Target p'pulati'n Asympt'mati) indi<iduals 8in)luding pregnant w'men: Sympt'mati) indi<iduals 8in)luding pregnant w'men: ;linical assessment Alini)al staging is intended 'r use where 3$@ in e)ti'n has been )'n irmed by 3$@ antib'dy testing. $t is used t' guide de)isi'ns 'n when t' start )'trim'Ja&'le pr'phylaJis and when t' start A"T. Table 0 8W3* )lini)al staging ' 3$@ disease in adults and ad'les)ents: and AnneJ ,..6 8%iagn'sti) )riteria 'r 3$@!related )lini)al e<ents in adults and ad'les)ents: pr'<ide details ' spe)i i) staging )'nditi'ns and the )riteria 'r re)'gni&ing them. W3* )lini)al stage , W3* )lini)al stage / 'r 5 Start A"T i A%5 S/6Start A"T irrespe)ti<e ' A%5 )ell )'unt Alini)al )'nditi'n W3* )lini)al stage . "e)'mmendati'n Start A"T i A%5 S/6-

E'r indi<iduals with ad<an)ed 3$@ disease 8W3* )lini)al stage / 'r 5:, A"T sh'uld be initiated irrespe)ti<e ' the A%5 )ell )'unt. ('th stages / and 5 are independently predi)ti<e ' 3$@!related m'rtality.8.1T.2: Assessing the need 'r A"T in th'se with W3* )lini)al stage , presents )hallenges. S'me stage , )'nditi'ns may be )'nsidered m're indi)ati<e ' 3$@ disease pr'gressi'n than 'thers. E'r eJample, papular pruriti) erupti'ns 8PPEs: typi)ally '))ur with A%5 )'unts ' U,-- )ells;mm/, and m'st physi)ians w'uld re)'mmend the initiati'n ' A"T in the presen)e ' PPEs and the absen)e ' a A%5 )'unt. 8,-,,.: A'n<ersely, re)urrent 'ral ul)erati'n 'r a ungal nail in e)ti'n generally w'uld n't be )'nsidered triggers t' start A"T. =i<en the un)ertainty with whi)h stage , )'nditi'ns predi)t m'rtality and disease pr'gressi'n, Antiretr'<iral therapy 'r hi< in e)ti'n in adults and ad'les)ents re)'mmendati'ns 'r a publi) health appr'a)h in e)ted indi<iduals with W3* )lini)al stage , sh'uld ha<e pri'rity a))ess t' A%5 testing t' de)ide i treatment sh'uld be initiated. The same re)'mmendati'n t' pr'm'te A%5 testing applies t' asympt'mati) indi<iduals 8W3* stage .:. The 'bje)ti<e is t' identi y th'se with a l'w A%5 )'unt, are still well, but need t' start A"T. Immunolo ical assessment EJpanded pr'<ider!initiated testing and )'unselling 8P$TA: and <'luntary )'unselling and testing 8@AT:, t'gether with immun'l'gi)al assessment 8A%5 testing:, are )riti)al t' a)hie<ing the g'als ' earlier diagn'sis and starting A"T be 're pe'ple be)'me unwell 'r present with their irst 'pp'rtunisti) in e)ti'n.8,,: A A%5 )ell )'unt per 'rmed at entry int' )are 'r pri'r t' A"T initiati'n will guide the de)isi'n 'n when t' start A"T and ser<es as the baseline i A%5 testing is used 'r A"T m'nit'ring. A"T sh'uld be )'mmen)ed in indi<iduals with a A%5 )'unt ' S/6- )ells;mm/. Abs'lute A%5 )ell )'unts lu)tuate within indi<iduals and with inter)urrent illnesses. $ easible, A%5 testing sh'uld be repeated i a maj'r management de)isi'n rests 'n the <alue, rather than using a single <alue. Serial A%5 measurements are m're in 'rmati<e than indi<idual <alues be)ause they re le)t trends '<er time. The t'tal lymph')yte )'unt 8T>A: is n' l'nger re)'mmended t' guide treatment de)isi'ns in adults and ad'les)ents. Virolo ical assessment

$n res'ur)e!limited settings, plasma <iral l'ad 83$@"?A: measurement is n't re9uired be 're the initiati'n ' A"T. 3'we<er, eJpanded a))ess t' <iral l'ad testing is needed t' impr'<e the a))ura)y ' diagn'sing treatment ailure. Earlier dete)ti'n ' <ir'l'gi)al ailure all'ws b'th targeted adheren)e inter<enti'ns and better preser<ati'n ' the e i)a)y ' se)'nd!line regimens. Table 1. What antiretr'<iral therapy t' start Target p'pulati'n 3$@QA"@!nai<e adults and ad'les)ents ,-.- A"T guideline 8ART 'r T%E: Q /TA 'r ETA Q 8EE@ 'r ?@P: ?' )hange, but in settings where d5T regimens are used as the prin)ipal 'pti'n 'r starting A"T a pr'gressi<e plan t' m'<e t'wards ART!based 'r T%E!based irst! 3$@Q w'men line regimens sh'uld be de<el'ped, based 'n an assessment ' )'st and easibility pregnant ART Q /TA Q 8EE@ 'r ?@P: ART pre erred but T%E a))eptable EE@ in)luded as a ??"T$ 'pti'n 8but d' n't initiate EE@ during irst trimester: (ene its ' ?@P 'utweigh risks where A%5 )'unt is ,6-T/6- )ells;mm/ $n 3$@Q w'men with pri'r eJp'sure t' MTAT regimens, see A"T re)'mmendati'ns in se)ti'n ./., Terapi Antiretr'<iral yang subseAuent dan Penggatian "egimen Penggantian terapi A"@ diperlukan saat terjadi gagal terapi atau int'ksikasi 'bat. Saat mempertimbangkan penggantian A"@, membedakan antara gagal terapi dan int'ksikasi 'bat merupakan suatu hal yang penting. Terkadang pasien meminta penghentian terapi sementara. -e a alan Pen obatan #egagalan terapi terjadi saat <iral l'ad se)ara signi i)ant meningkat atau gagal men)apai target penurunan, saat hitung A%5 menurun se)ara signi ikan, atau saat pr'gresi se)ara klinis terjadi. +ika suatu regimen baru gagal untuk men)apai penurunan <iral l'ad / sampai 1 kali lipat dalam waktu kurang dari 5 minggu, atau .- kali lipat dalam 0 minggu peng'batan, maka penggantian terapi harus dipertimbangkan. +ika suatu regimen berhasil men)apai target

peng'batan dalam 5 minggu dan 0 minggu namun gagal dalam mensupresi <iral l'ad hingga le<el yang tidak dapat dideteksi dalam 5 sampai 1 bulan, maka harus dilakukan ree<aluasi yang teliti terhadap regimen peng'batan yang telah dipakai. #egagalan dapat terjadi 'leh beberapa akibat, yaitu resistensi <irus terhadap satu atau lebih A"@, perubahan dalam penyerapan atau metab'lisme dari satu atau lebih A"@, perubahan dalam armak'kinetik A"@ akibat interaksi 'bat, dan ketidakpatuhan pasien terhadap peng'batan. Sebelum penggantian terapi antiretr'<iral dilakukan, penting untuk diketahui penyebab dari kegagalan terapi regimen tersebut. Pen antian Re imen

Pada saat terjadi gagal peng'batan akibat resistensi, mengetahui riwayat A"@ yang sedang atau pernah digunakan se)ara detail merupakan hal penting yang harus dilakukan. %alam situasi seperti ini, A"@ dengan tingkat resistensi yang paling rendah sebaiknya dipakai. Setidaknya dua atau tiga A"@ baru digunakan. When t' swit)h Art .1... "e)'mmendati'ns .. Where a<ailable, use <iral l'ad 8@>: t' )'n irm treatment ailure. 8Str'ng re)'mmendati'n, l'w 9uality ' e<iden)e: ,. Where r'utinely a<ailable, use @> e<ery 1 m'nths t' dete)t <iral repli)ati'n. 8A'nditi'nal re)'mmendati'n, l'w 9uality ' e<iden)e: /. A persistent @> ' V6--- )'pies;ml )'n irms treatment ailure. 8A'nditi'nal re)'mmendati'n, l'w 9uality ' e<iden)e: 5. When @> is n't a<ailable, use immun'l'gi)al )riteria t' )'n irm )lini)al ailure. 8Str'ng re)'mmendati'n, m'derate 9uality ' e<iden)e: Table .,. A"T swit)hing )riteria Eailure Alini)al ailure %e initi'n ?ew 'r re)urrent W3* stage 5 )'nditi'n A'mments A'nditi'n must be di erentiated r'm immune re)'nstituti'n in lammat'ry syndr'me 8$"$S: Aertain W3* )lini)al stage / )'nditi'ns 8e.g. pulm'nary T(,

se<ere ba)terial in e)ti'ns:, may be an indi)ati'n ' treatment $mmun'l'gi)al ailure Eall ' A%5 )'unt t' baseline 8'r bel'w: *" 6-C all r'm 'n!treatment peak <alue *" Persistent A%5 le<els bel'w @ir'l'gi)al ailure .-- )ells;mm/ Plasma <iral l'ad ab'<e 6--- )'pies;ml The 'ptimal <iral l'ad thresh'ld 'r de ining <ir'l'gi)al ailure has n't been determined. @alues ' V6--- )'pies;ml are ass')iated with )lini)al pr'gressi'n and a de)line in the A%5 )ell )'unt Eig. .. Targeted <iral l'ad strategy 'r ailure and swit)hing ailure With'ut )'n)'mitant in e)ti'n t' )ause transient A%5 )ell de)rease

Tabel 7. "e)'mmended se)'nd!line antiretr'<iral therapy Target p'pulati'n 3$@Q adults and Ad'les)ents ,-.- A"T guidelineW $ d5T 'r ART used in irst!line therapy T%E Q /TA 8'r ETA: Q AT@;r 'r >P@;r

$ T%E used in irst!line therapy 3$@Q w'men Toksikasi 0bat

ART Q /TA 8'r ETA: Q AT@;r 'r

>P@;r pregnant Same regimens as re)'mmended 'r adults and ad'les)ents

Saat t'ksikasi 'bat merupakan pertimbangan dalam penggantian regimen, hal yang perlu dilakukan adalah dengan mensubstitusi satu atau lebih A"@ dari kelas yang sama, p'tensiasi yang sama dengan 'bat yang sedang dipakai, namun dengan e ek samping yang berbeda. Interupsi Pen obatan ?Pen %entian Pen obatan Sementara@ E ek ikutan dari 'bat, biaya peng'batan, dan kebutuhan akan compliance sering kali menjadi penyebab pasien menginginkan interupsi peng'batan, terutama bila hal tersebut terjadi se)ara berulang. Pasien lainnya bahkan biasa menghentikan peng'batan tanpa meminta persetujuan untuk melakukannya. Penelitian se)ara rand'm atas e ek dari interupsi peng'batan pada pasien dengan hitung A%5 kurang dari /6- sel;mm/ dan memulai peng'batan kembali hanya bila ia memiliki hitung A%5 dibawah ,6- sel;mm/ menunjukkan peningkatan se)ara signi ikan terhadap risik' kematian dan in eksi 'p'rtunistik, tanpa penurunan risik' e ek ikutan peng'batan. F>ibur peng'batanG dapat dipertimbangkan, namun risik' tersebut harus dapat dimengerti dengan jelas 'leh pasien, dan interupsi peng'batan sebaiknya dihindarkan. Table .1. M'nit'ring A"T in th'se at higher risk ' ad<erse e<ents A"@ drug d5T Maj'r t'Ji)ity >ip'dystr'phy ?eur'pathy >a)ti) a)id'sis ART Anaemia ?eutr'paenia T%E "enal dys un)ti'n 3igh!risk situati'nsW Age V5- years A%5 )'unt ' U,-- )ells;mm/ (M$ V,6 8'r b'dy weight V76kg: A'n)'mitant use with $?3 'r dd A%5 )'unt ' U,-- )ells;mm/ (M$ U.0.6 8'r b'dy weight U6- kg: Anaemia at baseline Bnderlying renal disease Age V5- years

(M$ U.0.6 8'r b'dy weight U6- kg: %iabetes mellitus 3ypertensi'n EE@ ?@P Terat'geni)ity Psy)hiatri) illness 3epat't'Ji)ity A'n)'mitant use ' a bP$ 'r nephr't'Ji) drugs Eirst trimester ' pregnan)y 8d' n't use EE@: %epressi'n 'r psy)hiatri) disease 8pre<i'us 'r at baseline: 3A@ and 3(@ )'in e)ti'n

,../. T'Ji)ities and re)'mmended drug substituti'ns A"@ drug T%E A'mm'n ass')iated t'Ji)ity Asthenia, heada)he, diarrh'ea, nausea, <'miting, latulen)e "enal insu i)ien)y, Ean)'ni syndr'me *ste'mala)ia %e)rease in b'ne mineral density Se<ere a)ute eJa)erbati'n ' hepatitis may '))ur in 3(@! )'in e)ted dis)'ntinue ART T%E ('ne marr'w suppressi'nD ma)r')yti) neutr'paenia =astr'intestinal int'leran)e, heada)he, ins'mnia, asthenia Skin and nail pigmentati'n >a)ti) a)id'sis with hepati) EE@ steat'sis 3ypersensiti<ity rea)ti'n Ste<ens!+'hns'n syndr'me "ash 3epati) t'Ji)ity Persistent and se<ere A?S t'Ji)ity 8depressi'n, )'n usi'n: 3yperlipidaemia ?@P bP$ i int'lerant t' b'th ??"T$s Triple ?"T$ i n' 'ther )h'i)e anaemia patients Suggested substitute $ used in irst!line therapy ART 8'r d5T i n' 'ther )h'i)e: $ used in se)'nd!line therapy Within a publi) health appr'a)h, there is n' 'pti'n $ patient has ailed ART;d5T in irst!line therapy. $ easible, )'nsider re erral t' a wh' higher le<el ' )are where indi<iduali&ed therapy may be a<ailable $ used in irst!line therapy 'r T%E 8'r d5T i n' 'ther )h'i)e: $ used in se)'nd!line therapy d5T

Male gynae)'mastia P'tential trimester ' pregnan)y 'r w'men n't using ?@P ade9uate )'ntra)epti'n: 3ypersensiti<ity rea)ti'n Ste<ens!+'hns'n syndr'me "ash 3epati) t'Ji)ity AT@;r 3yperlipidaemia $ndire)t hyperbilirubinaemia Alini)al jaundi)e Pr'l'nged P" inter<al H irst degree sympt'mati) A@ bl')k in s'me patients 3ypergly)aemia Eat maldistributi'n P'ssible in)reased bleeding epis'des in indi<iduals with haem'philia >P@;r ?ephr'lithiasis =$ int'leran)e, nausea, <'miting, diarrh'ea Asthenia 3yperlipidaemia 8espe)ially hypertrigly)eridaemia: Ele<ated serum transaminases 3ypergly)aemia Eat maldistributi'n P'ssible in)reased bleeding epis'des in patients with haem'philia P" inter<al pr'l'ngati'n AT@;r >P@;r EE@ bP$ i int'lerant t' b'th ??"T$s Triple ?"T$ i n' 'ther )h'i)e terat'geni)ity 8 irst

XT inter<al pr'l'ngati'n and t'rsade de p'intes 3*"<" ARV4related adverse events and recommendations Adverse events %yslipidaemia &ajor first4 line ARVs All ?"T$s 8parti)ularly d5T: Anaemia and ?eutr'paenia EE@ ART $ se<ere 83b U7.- g;dl and;'r A?A U76- )ells; mm/:, repla)e with an A"@ with minimal 'r n' b'ne marr'w t'Ji)ity 8e.g. d5T 'r T%E: and 3epatitis All A"@s 8parti)ularly ?@P: )'nsider bl''d trans usi'n $ A>T is at m're than i<e times the basal le<el, dis)'ntinue A"T and m'nit'r. A ter res'luti'n, restart A"T, repla)ing the )ausati<e drug 8e.g . >a)ti) a)id'sis All ?"T$s 8parti)ularly d5T: EE@ repla)es ?@P:. %is)'ntinue A"T and gi<e supp'rti<e treatment. A ter res'luti'n, resume A"T with >ip'atr'phy and >ip'dystr'phy ?eur'psy)hiatri) Ahanges All ?"T$s 8parti)ularly d5T: EE@ T%E. Early repla)ement ' suspe)ted A"@ drug 8e.g. d5T 'r T%E 'r ART: Bsually sel !limited, with'ut the need t' dis)'ntinue A"T. the Recommendations A'nsider repla)ing the

suspe)ted A"@

$ int'lerable t' the patient, repla)e EE@ with ?@P 'r bP$. Single substituti'n re)'mmended "enal t'Ji)ity 8renal tubular dys un)ti'n: Peripheral neur'pathy T%E d5T with'ut )essati'n ' A"T. A'nsider substituti'n with ART "epla)ement ' ART, T%E. Sympt'mati) 8amitriptyline, <itamin (1:. treatment d5T with

Situasi Spesial Terdapat beberapa situasi yang warrant k'men spesi ik dengan perhatian pada penggunaan terapi A"@, yaituD $n eksi primer, pr' ilaksis pas)a terpajan )poste$posure prop"yla$is*, dan transmisi perinatal. Infeksi HIV Primer $n eksi primer dapat represent kemungkinan se)ara signi i)ant untuk perubahan the )'urse dari penyakit 3$@ untuk indi<idu yang terin eksi. Perbaikan sementara dari <iral l'ad dan hitung A%5 telah dilap'rkan saat terapi A"@ diberikan selama ase in eksi primer, namun data!data tersebut sangat terbatas. (eberapa ahli menrek'mendasikan terapi A"@ untuk semua pasien yang menunjukkan bukti in eksi primer dalam pemeriksaan lab'rat'rium 8telah terdeteksi 3$@ "?A dalam plasma dengan hasil tes antib'di 3$@ yang negati atau yang tidak dapat ditentukan:. +ika per)'baan klinis untuk in eksi akut tidak tersedia atau dit'lak 'leh pasien, suatu regimen dapat dipilih dari 'psi yang tersedia untuk meng'bati in eksi yang timbul. 8Tabel ./.5: Profilaksis Pasca Pajanan (Postexposure Prophylaxis-PEP) Penggunaan A"@ sebagai pen)egahan transmisi yang disebabkan 'leh pajanan!berisik'! tinggi dibedakan menjadi dua pilihan, yaituD pajanan akibat pekerjaan dan pajanan setelah akti<itas yang berisik' tinggi. 8Tabel ./.1 dan ./.7:

Tabel ./.1 "ek'mendasi untuk Pr' ilaksis Pas)a Pajanan 8P'st EJp'sure Pr'phylaJis L PEP: Tipe 3$@ P'siti #elas 3$@ p'siti #elas ,a Sumber dari status 3$@ tidak diketahui #urang (erat %irek'mendasikan %irek'mendasikan Se)ara umum, , 'bat PEP dasar V Y/ 'bat PEP yang di perluas PEP, namun , 'bat PEPe dasar untuk sumber yang memiliki a)t'r resik' hi< Se)ara umum PEP namun, , PEPe dalam pengaturan dimana pajanan kea rah 'rang yang terin eksi 3$@ >ebih (erat %irek'mendasikan %irek'mendasikan Se)ara umum, / 'bat PEP dasar V Y/ 'bat PEP yang di perluas PEP, namun , 'bat PEPe dasar untuk sumber yang memiliki a)t'r resik' hi< Se)ara umum PEP namun, , PEPe dalam pengaturan dimana pajanan kea rah 'rang yang terin eksi 3$@ Tidak PEP Tidak PEP Tidak diketahui sumbernya 3$@ negati<e

Pajanan .a

tidak dibutuhkan tidak dibutuhkan dibutuhkan dipertimbangkan dipertimbangkan

tidak dibutuhkan tidak dibutuhkan dibutuhkan dipertimbangkan dipertimbangkan

A. 3$@ p'siti kelas . D $n eksi 3$@ asimpt'matik atau telah diketahui <iral l'ad yang rendah. 8);U.6-- rna k'pi;m>: 3$@ p'siti<e kelas , D $n eksi 3$@ simt'matik, A$%S , akut ser')'n<isi'n, atau <iral l'ad yang diketahui tinggi. +ika resistensi 'bat adalah suatu pertimbangan, diperlukan k'nsul. $nisiasi dari PEP jangan di tunda untuk menunggu hasil k'nsul, karena

k'nsultasi kepada para ahli sendiri Q! dapat menggantikan kenselig se)ara tatap muka, sumber sebaiknya ada untuk e<aluasi langsung M 'll'w up untuk semua pajanan.

(. Sebagai )'nt'h D Sumber yang tanpa sample 'rang untuk tes 3$@ A. Sebagai )'nt'h D +arum dari kemasan sekali pakai yang tajam %. Sebagai )'nt'h D +arum s'lid atau luka super isial E. "ek'mendasi F pertimbangkan PEPGmengindikasikan bahwa PEP adalah suatu pilihan. #eputusan untuk inisiasi PEP harus berdasarkan diskusi antara pasien yang terpajan dan d'kter yang merawat tentang resik' dan man aat dari PEP. E. +ika PEP di anjurkan dan di administered M jika sumber telah di tentukan 3$@ negati<e, PEP sebaiknya dihentikan. =. Sebagai )'nt'h, jarum besar largeb'rne h'll'w , pungsi dalam, <isible bl''d 'n de<i)e, atau jarum yang digunakan pada arteri ; <ena pasien.

Tabel ./.7 "ek'mendasi Pr' ilaksis Pas)a Pajanan 8Past L PEP: 3$@ untuk pajanan membran muk'sa dan pajanan kulit n'n!inta)t. Status Sumber $n eksi Tipe Pajanan 3$@ P'siti #elas .a 3$@ P'siti< #elas ,a Sumber dengan Status 3$@ tidak diketahui @'lume Sedikit Pertimbangkan %irek'menda! Se)ara umum , *bat PEP dasar sikan , 'bat PEP dasar tidak dibutuhkan PEP Se)ara umum tidak butuh PEP Tidak butuh PEP Sumber yang tidak diketahui 3$@ negati

@'lume (esar

%irek'menda! sikan , 'bat PEP dasar

%irek'menda! Se)ara Bmum, sikan VY/ 'bat PEP yang diperluas tidak dibutuhkan PEP, namun dipertimbangkan , 'bat PEP dasar untuk sumber dengan a)t'r resik' 3$@

Se)ara umum tidak butuh PEP, namun di pertimbangkan , 'bat PEP dasar dalam pengaturan )enderung dimana Q pajanan terhadap 'rang yang terin eksi 3$@ Tidak butuh PEP

Bntuk Pajanan #ulit, 'll'w L up di indikasikan hanya jika terbukti adanya integritas kulit terk'mpr'mised 8sepertiD dermatitis, abrasi, atau luka terbuka: A. 3$@ p'siti kelas . D $n eksi 3$@ asimt'matik atau <iral l'ad yang rendah 8);D "?A .6--k'pi;m>: 3$@ p'siti kelas , D $n eksi 3$@ simt'matik , A$%S, ser')'n<ersi akut, atau <iral l'ad yang tinggi . +ika resistensi 'bat merupakan sebuah pertimbangan, lakukan k'nsul pada yang lebih ahli. $nisiasi PEP tidak b'leh ditunda selama k'nsul dilakukan , karena k'nsul ahli sendiri tidak bisa menggantikan k'nselig se)ara tatap muka, sumber L sumber seharusnya ada untuk menyediakan e<aluasi langsung M 'll'w up terhadap semua pajanan.

(. Sebagai )'nt'h D Sumber yang tanpa sample 'rang untuk tes 3$@ A. Sebagai )'nt'h D )ipratan dari darah yang tidak diketahui asalnya %. Sebagai )'nt'h D beberapa tetes

E. "ek'mendasi F pertimbangkan PEPGmengindikasikan bahwa PEP adalah suatu pilihan. #eputusan untuk inisiasi PEP harus berdasarkan diskusi antara pasien yang terpajan dan d'kter yang merawat tentang resik' dan man aat dari PEP. E. +ika PEP di anjurkan dan di administered M jika sumber telah di tentukan 3$@ negati<e, PEP sebaiknya dihentikan. =. Sebagai )'nt'h, tumpahan darah yang banyak

Pajanan 0kupasional ?Pekerjaan@ Peng'batan pr' ilaksis A"@ pada pekerjaan telah se)ara luas di terima dalam beberapa tahun ini, petunjuk harus di ikuti . 8 :, resik' dari Ser'k'n<ersi untuk pajanan ke)elakaan sangat rendah L -,/1C dari pajanan 'leh pekerja kesehatan dalam skala besar, tidak ada yang memiliki kulit yang rusak 8luka: atau pajanan mu)us membrane. Sekitar .;/ memakai &id'<udine setalah pajanan, satu ser')'ntesed daripada pr' ilaksis &id'<udine. Tidak ada uji )'ba pla)eb' )'ntr'l se)ara rand'm. #arena ketidakadaan uji)'ba tersebut, pr't')'l peng'batan )'nsensus telah di edarkan sebagai bagian dari studi terbuka multisentral. %alam ketidakadaan data de initi<e, keputusan untuk administer pr' ilaksis A"@ harus dilakukan se)ara indi<idual dan dibahas dengan pasien. Saat k'nselig dengan pasien, ser'k'n<ersi yang sangat rendah resik'nya , aktanya adalah terapi tersebut tidak memberikan pr'teksi abs'lute , insidens tinggi dari e ek samping 'bat M kebutuhan akan pemberitahuan yang sering . Pajanan seksual yang beresik' tinggi M pajanan ?'n!'kupasi'nal lainnya. Pr' ilaksis A"@. Bntuk pajanan seks yang beresik' tinggi, pemakaian 'bat suntikan M pajanan n'n! 'kupasi'nal lainnya telah diteliti. Petunjuk A%A merek'mendasikan untuk tidak memakai PEP saat resik' pajanan dapat diabaikan atau saat durasi dari waktu terjadinya pajanan lebih dari 7, jam, pada kasus dimana sumber pasien telah diketahui p'siti , durasi dari waktu terjadinya pajanan kurang dari 7, jam, dan resik' pajanan tidak dapat di abaikan, terapi A"@ sangat di rek'mendasikan. +ika sumber pasien status 3$@ belum diketahui, durasi U 7, jam , M resik' pajanan tidak dapat di abaikan determinasi kasus L kasus di rek'mendasikan . +ika

peng'batan telah diberikan durasi pemberiannya sebaiknya selama 5 minggu. "egimen yang di rek'mendasikan untuk nPEP adalah hampir sama dengan rek'mendasi regimen untuk peng'batan yang spesi ik in eksi 3$@, walaupun tidak ada bukti yang mengindikasikan bahwa A"@ manapun yang spesi ik atau k'mbinasi dari medikasi dapat se)ara 'ptimal berperan sebagai nPEP.

Pence a%an Transmisi Perinatal Rid'<udine M ne<irapine telah menunjukan penurunan yang signi ikan terhadap ke)enderungan transmisi 3$@ dalam latar belakang periratal. Tidak ada A"@ lain yang telah di dem'nstrasikan untuk menurunkan ke)enderungan transmisi 3$@ se)ara <erti)al. *leh karena itu, sebisa mungkin, &id'<udine M; ne<irapine disarankan untuk dimasukkan ke dalam k'mp'nen regimen A"@ yang digunakan selama kehamilan. 3arus diperhatikan bahwa ne<irapine sering dihubungkan dengan kenaikan resik' dari hepat't'ksik pada wanita dengan hitung A%5 U ,6- sel;mm/ pre ne<irapine sehingga , pada wanita yang memiliki hitung A%5 V ,6- sel; mm/ dan belum pernah mengk'nsumsi ne<irapine, sebaiknya tidak diberikan ne<irapine sebagai k'mp'nen dari inisiasi regimen k'mbinasi dalam sebagian besar permasalahan. E a<iren& harus dihindari selama kehamilan terutama saat trimester pertama dikarenakan e ek terat'geniknya. %idan'sine M sta<udine sebaiknya tidak dipakai sebagai k'mbinasi selama kehamilan karena meningkatkan resik' asid'sis laktat dengan steat'sis hepati) M; pan)reatitis setelah penggunaan yang lama. %ikarenakan lap'ran terakhir tentang hasil hubungan yang berp'tensiasi t'ksik, ethyl methanesul anate, yang di temukan pada nel ina<ir , direk'mendasikan bahwa nel ina<ir tidak digunakan pada wanita hamil ; wanita yang sedang mengantisipasi k'nsepsi. %engan pertimbangan ini, regimen yang dipilih untuk mengatasi in eksi 3$@ pada 'rang dewasa M remaja harus di aplikasikan guna men)egah transmisi perinatal. Table ... A"T regimens re)'mmended 'r w'men with pri'r eJp'sure t' PMTAT regimen Pre<i'us A"@ eJp'sure 'r PMTAT "e)'mmendati'ns 'r initiati'n ' A"T when needed 'r treatment ' 3$@ 'r maternal health sd?@P. 8Q;! antepartum ART: with n' ART;/TA $nitiate a n'n!??"T$ regimen P$ pre erred '<er /

tail , in last ., m'nths ?"T$ sd?@P 8Q;! antepartum ART: with an ART;/TA tail $nitiate an ??"T$ regimen in last ., m'nths $ p'ssible, )he)k <iral l'ad/ at 1 m'nths and i V6--- )'pies;ml, swit)h t' se)'nd! sd?@P 8Q;! antepartum ART: with 'r with'ut an ART;/TA tail '<er ., m'nths ag' line A"T with P$ $nitiate an ??"T$ regimen $ p'ssible, )he)k <iral l'ad/ at 1 m'nths and i V6--- )'pies;ml, swit)h t' se)'nd! *pti'n A5 Antepartum ART 8 r'm as early as .5 weeks ' gestati'n: sd?@P at 'nset ' lab'urW ART Q /TA during lab'ur and deli<eryW ART Q /TA tail 'r 7 days p'stpartumW W sd!?@P and ART Q /TA )an be 'mitted i m'ther re)ei<es V5 weeks ' ART antepartum All triple A"@ regimens 8in)luding *pti'n (:, irrespe)ti<e ' durati'n ' eJp'sure and time sin)e eJp'sure *pti'n (5 Triple A"@ r'm .5 weeks gestati'n until a ter all eJp'sure t' breast milk has ended ART Q /TA Q >P@;r ART Q /TA Q A(A ART Q /TA Q EE@ T%E Q O/TA 'r ETAP Q EE@ line A"T with P$ $nitiate an ??"T$ regimen $ p'ssible, )he)k <iral l'ad/ at 1 m'nths and i V6--- )'pies;ml, swit)h t' se)'nd! line A"T with P$ $ n' sd?@P was gi<en, start standard ??"T$ 8<iral l'ad d'es n't need t' be )he)ked unless )lini)ally indi)ated as n' sd?@P re)ei<ed: $nitiate standard ??"T$ regimen $ EE@!based triple A"@ was used 'r pr'phylaJis and n' tail 8ART Q /TAK 'r T%E Q /TAK 'r T%E Q ETA: was gi<en when triple A"@ was dis)'ntinued a ter )essati'n ' breast eeding 8'r deli<ery i 'rmula eeding:, )he)k <iral l'ad/ at 1 m'nths and i V6--- )'pies;ml, swit)h t' se)'nd!line A"T with P$

3"** P#5;#2AHA5 DA5 #DU-ASI Edukasi dan dukungan terhadap pasien Seperti pada penyakit L penyakit kr'nis lainnya, pemahaman akan adanya jejaring pendukung pasien M membantu pasien untuk mengembangkan dukungan tambahan akan menjadi sangat penting. Sering kali sangat membantu jika pasien! pasien dapat saling

menyatu membentuk kel'mp'k untuk saling berbagi pengalaman M pertimbangan. 3al ini dapat membantu meminimalisir is'lasi, kesendirian, M ketakutan. %epresi merupakan hal yang paling sering terjadi pada pasien yang didiagn'sis in eksi 3$@. %ibeberapa tempat terdapat beberapa sumber k'munitas yang khusus dibuat untuk membantu pasien dengan in eksi 3$@ yang legal, s')ial, dan inan)ial pertaining ke in eksi. Merupakan hal yang penting utnuk setiap d'kter yang merawat pasien!pasien tersebut untuk mengidenti ikasi sumber!sumber ini. Sebuah diskusi terbuka tentang perhitungan seksama dengan indi<idu yang 3$@ Ser'p'siti<e M pasangannya adalah hal yang penting. >angkah ini sangat berman aat dalam pen)egahan transmisi bukan hanya 3$@, tapi juga penyakit menular seJual lainnya. #epatuhan terhadap terapi A"@ adalah hal yang penting untuk men<apai keberhasilan . %'kter berperan dalam peranan yang penting dalam menjaga kepatuhan pasien . $ndikasi untuk admissi'n M k'nsultasi walaupun perawatan di perlukan untuk beberapa elemen L elemen manajemen 3$@, terdapat beberapa insta)es dimana pr'mpt h'spitalisasi menjadi penting. Pasien dengan tanda M gejala yang mengarah ke in eksi paru, system sara pusat, atau in eksi menyeluruh 8 terutama yang disebabkan 'leh pneum'nia pneum')ystis yang berat, T(, atypi)al My)'ba)teum , t'J'plasm'sis, hist'plasm'sis, )'))idi'my)'sis, )rypt')'))us, AM@, dan in eksi hepatitis yang tidak terk'mpensasi mungkin memerlukan rawat inap dan k'nsultasi penyakit pada ahli. ?' <a))ine 'r human use is a<ailable. A <a))ine )'ntaining re)'mbinant gp.,pr'te)ts n'nhuman primates against )hallenge by 3$@ and by 3$@!in e)ted )ells. The su))ess ' a <a))ine )'ntaining a li<e, attenuated mutant ' S$@ in pr'te)ting m'nkeys against )hallenge by a large d'se ' S$@ may en)'urage a similar e 'rt with a mutant ' 3$@ in humans. Pre<enti'n )'nsists ' taking measures t' a<'id eJp'sure t' the <irus, e.g., using )'nd'ms, n't sharing needles, and dis)arding d'nated bl''d that is )'ntaminated with 3$@. P'steJp'sure pr'phylaJis, su)h as that gi<en a ter a needle!sti)k injury, )'nsists ' &id'<udine, lami<udine, and a pr'tease inhibit'r, su)h as indina<ir. Tw' steps )an be taken t' redu)e the number ' )ases ' 3$@ in e)ti'n in )hildrenD R%@ 'r ne<irapine sh'uld be gi<en perinatally t' 3$@!in e)ted m'thers and ne'nates, and 3$@!in e)ted m'thers sh'uld n't breast! eed. $n additi'n, the risk ' ne'natal 3$@ in e)ti'n is l'wer i deli<ery is

a))'mplished by )esarean se)ti'n rather than by <aginal deli<ery. Air)um)isi'n redu)es 3$@ in e)ti'n. Se<eral drugs are )'mm'nly taken by patients in the ad<an)ed stages ' A$%S t' pre<ent )ertain 'pp'rtunisti) in e)ti'ns. S'me eJamples are trimeth'prim!sul ameth'Ja&'le t' pre<ent +neumocystis pneum'nia, lu)'na&'le t' pre<ent re)urren)es ' )rypt')'))al meningitis, gan)i)l'<ir t' pre<ent re)urren)es ' retinitis )aused by )yt'megal'<irus, and 'ral preparati'ns ' anti ungal drugs, su)h as )l'trima&'le, t' pre<ent thrush )aused by ,andida al#icans-

(A( $$$ #ES$MPB>A? Penyakit A$%S 8A)9uired $mmun'de i)ien)y Syndr'me: merupakan suatu

sindr'm;kumpulan gejala penyakit yang disebabkan 'leh retr'<irus yang menyerang sistem pertahanan tubuh. %engan rusaknya system kekebalan, maka 'rang yang terin eksi mudah diserang penyakit lain yang berakibat atal, yang dikenal dengan in eksi 'pp'rtunistik. Target utama <irus 3$@ adalah resept'r A%5QQ yang terdapat di membransel T pen'l'ng, serta pada makr' ag dan sel dendritik 'likel yang terdapat di system sara dan jaringan lim 'id. Penularan 3$@ terjadi melaui hubungan seksual 8h'm'seks, heter'seks:, trans usidarah yang mengandung 3$@, penyalahgunaan 'bat terlarang $@, dan se)ara <erti)al dari ibu kepada bayi melalui plasenta atau AS$. Terdapat empat ase in eksi 3$@, yaitu in eksi akut primer 8ser'k'n<ersi:, asimpt'matik lanjut. #'mp'nen may'r dari therapy 3$@ ialah <aksinasi, anti A"@, pr' ilaksis dan peng'batan in eksi 'p'rtunistik M k'nseling. Masing L masing memiliki pesan yang sangat penting untuk memperbaiki kualitas hidup M mengurangi penderitaan. (adan A%A 8Aenters 'r %isease and Pre<enti'n: telah membuat kriteria untuk in eksi 3$@ pada pasien dengan usia lebih dari .0 bulan, yaituD hasil p'siti dari tes skrining antib'di 3$@, diikuti dengan hasil p'siti dari tes k'n irmasi antib'di 3$@ 8seperti Western bl't atau Tes antib'di imun' l'ure)en)e:, atau hasil p'siti atau lap'ran dari jumlah yang dapat dideteksi dari salah satu tes <ir'l'gik 8n'n!antib'di:, sedangkan untuk diagn'sis A$%S, kriteria A%A .22/ adalah hitung lim 'sit!T A%5Q kurang dari ,-- sel;mm/ dan bukti lab'rat'rium dari in eksi 3$@, atau adanya penyakit indikat'r A$%S disertai bukti lab'rat'rium dari in eksi 3$@. Penggunaan A"@ sebagai pen)egahan transmisi yang disebabkan 'leh pajanan!berisik'! tinggi dibedakan menjadi dua pilihan, yaituD pajanan akibat pekerjaan dan pajanan setelah akti<itas yang berisik' tinggi. Rid'<udine M ne<irapine telah menunjukan penurunan yang signi ikan terhadap ke)enderungan transmisi 3$@ dalam latar belakang periratal. Tidak ada A"@ lain yang telah di dem'nstrasikan untuk menurunkan ke)enderungan transmisi hi< se)ara <erti)al. Seperti pada penyakit L penyakit kr'nis lainnya, pemahaman akan adanya ase asimpt'matik, ase asimpt'matik dini, ase

jejaring pendukung pasien M membantu pasien untuk mengembangkan dukungan tambahan akan menjadi sangat penting. Sering kali sangat membantu jika pasien! pasien dapat saling menyatu membentuk kel'mp'k untuk saling berbagi pengalaman M pertimbangan. 3al ini dapat membantu meminimalisir is'lasi, kesendirian, M ketakutan.

1A1 IV DA6TAR PUSTA-A


.. %j'erban R, %jau&i S. 3$@;A$%S di $nd'nesia. $nD Sud'y' AW, Sety'hadi (, Alwi $, Simadibrata M#, Setiati S, eds. .u'u a!ar ilmu penya'it dalam. 5th Ed. +akarta D Pusat Penerbitan %epartemen $lmu Penyakit %alam E#B$. ,--1. p,7,!71. ,. Aditama TY. >ap'ran #asus 3$@!A$%S di $nd'nesia sampai dengan +uni ,-.,. A))essed 'nD *)t'ber -1 ,-.,. A<ailable atD httpD;;www.spiritia.'r.id;Stats;StatAurr.phpZlangYidMggY. /. ('swell S>. Appr'a)h t' the Patient with 3uman $mmun'de i)ien)y @irus 83$@: $n e)ti'n. $nD ='r'll A3, Mulley A=. Primary Aare Medi)ineD * i)e E<aluati'n and Management ' the Adult Patient. 1th Ed. ,--2. p07!.-.. 5. %a<id A. %ugdale. 3$@ in e)ti'n. A))essed 'nD *)t'ber -1 ,-.,. A<ailable atD httpD;;www.nlm.nih.g'<;medlineplus;en)y;arti)le;---1-,.htm 6. Merati TP, %jau&i S. "esp'n $mun $n eksi 3$@. $nD Sud'y' AW, Sety'hadi (, Alwi $, Simadibrata M#, Setiati S, eds. .u'u a!ar ilmu penya'it dalam. 6th Ed. +akarta D Pusat Penerbitan %epartemen $lmu Penyakit %alam E#B$. ,--1. p5,/ 1. >e<ins'n W. 3uman $mmun'de i)ien)y @irus. $nD "e<iew ' Medi)al Mi)r'bi'l'gy and $mmun'l'gy. ..th Ed. PhiladelphiaD M)=raw 3ill. ,-.-. p,22!/-0 7. W3*. Antiretr'<iral Therapy 'r 3$@ $n e)ti'n in Adults and Ad'les)ents, "e)'mmendati'ns 'r a publi) health appr'a)h, ,-.- "e<isi'n. A))essed 'nD *)t'ber -6 ,-.,. A<ailable atD httpD;;www.wh'.int;hi<;pub;guidelines;en;