Anda di halaman 1dari 2

Wandini Ardiansyah 0203121023 S1 Teknik Informatika Soal :

ISBD

1. Unsur apakah yang menciptakan keragaman di masyarakat Desa Turgo? 2. Mengapa masyarakat Turgo mampu menciptakan kehidupan yang harmoni meski memiliki keragaman? 3. Menurut Anda, sifat-sifat apa yang perlu dihindari agar harmoni dalam keragaman masyarakatTurgo tetap terjaga? 4. Mungkinkah masyarakat Turgo suatu saat nanti terjadi disharmoni, bahkan disintegrasi? Faktor-faktor apa yang dapat memicu hal tersebut? 5. Agama merupakan tali pengikat sosial masyarakat, tetapi agama dapat pula menjadi pemicu konflik di masyarakat. Apa sikap Anda terhadap pernyataan ini? Jawaban: 1. Unsur yang menciptakan keragaman di masyarakat Desa Turgo yaitu agama dan keyakinan. Masyarakat di Desa Turgo memiliki agama dan keyakinan yang berbeda contohnya agama Islam, Kristen Protestan, Katholik, maupun agama lain namun mereka tetap memiliki jiwa toleransi dan saling menghormati antar umat yang beragama. 2. Karena masyarakat di Desa Turgo memiliki kesadaran akan kemajemukan Bhineka Tunggal Ika yaitu meskipun berbeda-beda agama. Contohnya seluruh warga menyumbangkan tenaga mereka untuk pemulihan masjid, bergotong-royong membangun jalan kampung, menghormati agama masing-masing, seperti toleransi dalam bermeditasi, beribadah dan berdoa sesuai dengan cara mereka masing-masing. 3. Sifat-sifat yang perlu dihindari agar harmoni dalam keragaman masyarakat Turgo tetap terjaga yaitu, sebagai berikut: a. Etnosentris yaitu kecenderungan seseorang yang melihat nilai kebudayaan sendiri sebagai suatu yang mutlak serta menggunakan sebagai tolok ukur kebudayaan lain. b. Sifat egois yang mementingkan diri sendiri daripada kepentingan umum. c. Prasangka buruk oleh sesama masyarakat yang dapat menimbulkan konflik dan pertikaian. d. Diskriminasi oleh suatu kelompok yang lebih dominan, sehingga kelompok lain merasa tertindas dan menimbulkan perpecahan.

4. Mungkin, apabila suatu saat terjadi perubahan budaya ataupun adat istiadat yang dikarenakan oleh masyarakat itu sendiri dan terpengaruh budaya dari luar. Faktor yang mempengaruhi hal tersebut yaitu, sebagai berikut: a. Kemajuan dalam bidang IPTEK seperti masuknya internet di Desa Turgo yang menyebabkanmasyarakat lebih individualis. b. Berkurangnya rasa solidaritas yang dapat menimbulkan disharmonisasi. c. Adanya dominansi oleh golongan atas atau kaya yang menyebabkan ketidakberdayaan golongan miskin. d. Adanya fanatisme terhadap suatu agama oleh kelompok masyarakat. 5. Agama merupakan tali pengikat sosial masyarakat karena di setiap ajaran agama memiliki tujuan yang baik. Salah satunya yaitu saling menghormati dan menghargai antar sesama manusia serta harus bekerja sama untuk menolong satu sama lain. Namun agama dapat pula menjadi konflik di masyarakat karena ada kecurigaan antar pemeluk agama yang satu terhadap pemeluk agama yang lain. Selain itu ada juga permainan politik kotor yang ingin mengadu domba umat beragama untuk kepentingan politik tertentu. Kecurigaan antara pemeluk agama yang sudah terpendam lama begitu mudah dimanfaatkan oleh politikus yang tidak bermoral untuk membuat konflik berkepanjangan. Dapat pula karena adanya anggapan bahwa agama yang dianutnya merupakan agama yang paling benar sedangkan agama lain merupakan agama yang salah. Mengagungagungkan suatu agama seperti ini akan menimbulkan perpecahan dalam masyarakat. Selain itu rasa toleransi antara umat beragama menipis dapat menjadi konflik.