Anda di halaman 1dari 12

LAPORAN PRAKTIKUM MIKROBIOLOGI I Desinfeksi dan Desinfektan

Oleh Nama NIM Kel$m%$k Asisten : PUTRI IGA UNTARI : 0 !0!00"0#0 : & '(e%)l)h* : +enk, Ma-sandi

LABORATORIUM MIKROBIOLOGI .URU(AN BIOLOGI +AKULTA( MAT/MATIKA DAN ILMU P/NG/TA0UAN ALAM UNI1/R(ITA( (RI2I.A3A 40!!

L/MBAR 0A(IL K/R.A PRAKTIKUM MIKROBIOLOGI .)d)l P-aktik)m : Desinfeksi dan Desinfektan Nama5NIM Asisten : P)t-i I6a Unta-i : +enk, Ma-sandi Kel$m%$k : & '(e%)l)h* Tan66al : 4" N$7em8e- 40!!

I9 TU.UAN PRAKTIKUM T):)an %-aktik)m ini adalah: Untuk melihat pengaruh berbagai macam desinfektan terhadap pertumbuhan mikroba. II9 LANDA(AN T/ORI Di alam, jarang mikroorganisme yang mati akibat terkena zat-zat kimia. Hanya manusia dalam usahanya untuk membebaskan diri dari kegiatan mikrobe meramu zat-zat yang dapat meracuni mikroorganisme, tetapi tidak meracuni dirinya sendiri atau meracuni makanan. Zat-zat yang hanya menghambat pembiakan mikroorganisme dengan tiada membunuhnya dinamakan antiseptik. Dan istilah lain, yakni desinfektan. Antiseptik dan desinfektan dapat merupakan zat yang sama namun berbeda dalam hal penggunaannya. Antiseptik dipakai terhadap jaringan hidup, sedangkan desinfektan dipakai untuk bahanbahan yang tidak bernya a !"aluyo #$$%& '($). Hingga sekarang semakin banyak zat-zat kimia yang dipakai untuk membunuh atau mengurangi jumlah mikroorganisme, dan penemuan-penemuan baru terus muncul di pasaran. *leh karena itu, tidak ada bahan kimia yang ideal atau yang dapat dipergunakan untuk segala macam keperluan, maka pilihan jatuh kepada bahan kimia yang mampu membunuh mikroorganisme yang ada, dalam aktu yang tersingkat, dan tanpa merusak bahan yang didesinfeksi. +eberapa hal yang perlu diperhatikan, pada desinfeksi secara kimia yaitu& rongga yang cukup diantara alat-alat yang didesinfeksi, sehingga di seluruh permukaan alat tersebut dapat berkontak dengan desinfektan. ,ebaiknya, desinfektan yang digunakan bersifat membunuh !germisida), lamanya desinfeksi harus tepat, alat-alat yang didesinfeksi jangan diangkat sebelum aktunya !Anonima #$''& ').

+ila untuk membunuh spora kuman, biasanya bersifat mudah menguap sehingga -entilasi udara perlu dipertahankan. .engenceran desinfektan harus sesuai dengan yang di anjurkan, dan setiap kali harus dibuat pengenceran baru. Desinfektan yang sudah menunjukkan tanda-tanda pengeruhan atau pengendapan harus diganti dengan yang baru. ,ebaiknya menyediakan hand lotion untuk mera at tangan setelah berkontak dengan desinfektan. /ontoh dari beberapa desinfektan dan antiseptik adalah logam-logam berat. 0ogam-logam berfungsi sebagai anti mikrobe oleh karena dapat mempresipitasikan enzimenzim atau protein esensial di dalam sel. 0ogam-logam berat yang sering dipakai adalah Hg, Ag, As, Zn, dan /u. Daya antimikrobe dari logam berat, dimana pada konsentrasi yang kecil saja dapat membunuh mikrobe dinamakan daya oligodinamik. 1etapi garam dari logam berat ini mudah merusak kulit, merusak alat-alat yang terbuat dari logam, dan harganya mahal !Anonimb #$$2& #). /ontoh lain dari desinfektan adalah fenol atau senya a-senya a sejenis. 3enol atau asam karbol untuk pertama kalinya dipergunakan 0ister di dalam ruang bedah sebagai germisida, untuk mencegah timbulnya infeksi pasca bedah. .ada konsentrasi yang rendah, !#-45), daya bunuhnya disebabkan karena fenol memprespitasikan protein secara akti- dan selain itu juga merusak membran sel dengan cara menurunkan tegangan permukaannya fenol merupakan standar pembanding untuk menentukan akti-itas mikroba atau khasiat suatu desinfektan !"aluyo #$$%& '(#). 6resol !kreolin) lebih baik khasiatnya daripada fenol. 0isol adalah desinfektan yang berupa campuran sabun dengan kresol& lisol lebih banyak digunakan daripada desinfektan lainnya. 6arbol adalah nama laindari fenol. ,ering kali orang mencampurkan bau-bauan yang sedap, sehingga desinfektan menjadi lebih menarik. 3enol dan kresol berbau khas dan bersifat korosif terhadap jaringan. "alaupun demikian, kedua zat tahan terhadap pemanasan dan pengeringan serta tidak terpengaruh oleh bahan-bahan organik. 1etapi kedua zat kurang efektif dalam membunuh spora. .enambahan halogen, seperti klorin akan meningkatkan akti-itas fenol. Heksaklorofen merupakan deri-at fenol yang paling berguna !.elczar '227& '4'). Alkohol juga merupakan zat yang paling efektif dan dapat diandalkan untuk sterilisasi dan desinfeksi. Alkohol mendenaturasikan protein dengan jalan dehidrasi dan

juga merupakan pelarut lemak. *leh karena itu, membrane sel bakteri akan rusak, dan enzim-enzim akan dinonaktifkan oleh alkohol. 8tanol murni kurang daya bunuhnya terhadap mikroba. 9ika dicampur dengan air murni, efeknya menjadi lebih baik. Alkohol :$-%$5 banyak digunakan sebagai desinfektan !"aluyo #$$%& '((). Desinfektan didefinisikan sebagai bahan kimia atau pengaruh fisika yang digunakan untuk mencegah terjadinya infeksi atau pencemaran jasad renik seperti bakteri dan -irus, juga untuk membunuh atau menurunkan jumlah mikroorganisme atau kuman penyakit lainnya. ,edangkan antiseptik didefinisikan sebagai bahan kimia yang dapat menghambat atau membunuh pertumbuhan jasad renik seperti bakteri, jamur dan lain-lain pada jaringan hidup. +ahan desinfektan dapat digunakan untuk proses desinfeksi tangan, lantai, ruangan, peralatan dan pakaian !Anonimb #$$2& #). +ahan kimia tertentu merupakan zat aktif dalam proses desinfeksi dan sangat menentukan efekti-itas dan fungsi serta target mikroorganime yang akan dimatikan. Dalam proses desinfeksi sebenarnya dikenal dua cara, cara fisik !pemanasan) dan cara kimia !penambahan bahan kimia). Dalam tulisan ini hanya difokuskan kepada cara kimia, khususnya jenis-jenis bahan kimia yang digunakan serta aplikasinya !"aluyo #$$%& %7). .ada dasarnya ada persamaan jenis bahan kimia yang digunakan sebagai antiseptik dan desinfektan. 1etapi tidak semua bahan desinfektan adalah bahan antiseptik karena adanya batasan dalam penggunaan antiseptik. Antiseptik tersebut harus memiliki sifat tidak merusak jaringan tubuh atau tidak bersifat keras. 1erkadang penambahan bahan desinfektan juga dijadikan sebagai salah satu cara dalam proses sterilisasi, yaitu proses pembebasan kuman. 1etapi pada kenyataannya tidak semua bahan desinfektan dapat berfungsi sebagai bahan dalam proses sterilisasi !.elczar '227& ';:). +anyak bahan kimia yang dapat berfungsi sebagai desinfektan, tetapi umumnya dikelompokkan ke dalam golongan aldehid atau golongan pereduksi, yaitu bahan kimia yang mengandung gugus -/*H< golongan alkohol, yaitu senya a kimia yang mengandung gugus -*H< golongan halogen atau senya a terhalogenasi, yaitu senya a kimia golongan halogen atau yang mengandung gugus -=< golongan fenol dan fenol terhalogenasi, golongan garam amonium kuarterner, golongan pengoksidasi, dan golongan biguanida !Anonima #$''& #).

III9 ;ARA K/R.A '. Pen6):ian da,a desinfeksi <at=<at kimia te-hada% 8akte-i !dengan paper disk) Dimasukkan 8. coli da ,. aureus, setelah padat, dimasukkan kertas saring yang telah dicelupkan di dalam zat kimi ke dalam ca an petri

>nkubasi selama 47 jam

Diamati zona hambat !Desinfektan) Zat 6imia& '. ?odium #. Alkohol (. +etadine 4. Detergen #. Pen6):ian da,a anti8i$tik !dengan paper disk) Dimasukkan 8. coli dan ,. aureus setelah padat masukkan kertas saring yang dicelupkan ke zat antibiotik ke dalam ca an petri.

>nkubasi 47 9am

Amati zona hambat Antibiotik& '. Amphicilin #. Amo@icilin

I19 0A(IL P/NGAMATAN !9 Pen6a-)h Desinfektan .ertumbuhan Desinfektan Alkohol %$ 5 +etadine Aerkurokrom >odium '$ 5 3ormaldehide (-7 5 Deterjen S. Aureus E. Coli -

a. '. Deskripsi Bambar

6eterangan& '. Detergen #. Alkohol (. ?odium 4. +etadine :. /elah kosong

S. aureus

49 Pen6):ian da,a Anti8i$tik

6eterangan& '. Amo@icillin #. Amphicilin (. +akteri 4. /elah

S. Aureus

19 P/MBA0A(AN .raktikum kali ini berjudul desinfeksi dan desinfektan. Dalam praktikum ini dilakukan dua macam percobaan, yaitu pengujian daya desinfeksi zat-zat kimia terhadap bakteri dengan metode paper disk dan pengujian daya antibiotik dengan metode paper disk. .ada pengujian daya desinfeksi zat-zat kimia terhadap bakteri, membutuhkan beberapa bahan zat kimia berupa larutan yodium, alkohol, betadine, dan detergen. Aenurut Anonima !#$$2& '), bahan kimia tertentu merupakan zat aktif dalam proses desinfeksi dan sangat menentukan efektifitas dan fungsi serta target mikroorganisme yang akan dimatikan. Dalam proses desinfeksi sebenarnya dikenal dua cara, cara fisik !pemanasan) dan cara kimia !penambahan bahan kimia). Dalam pengujian daya desinfeksi zat-zat kimia terhadap pertumbuhan bakteri, membutuhkan beberapa bahan zat kimia berupa larutan yodium, alkohol, betadine dan detergen. Aenurut "aluyo !#$$%& '(4), larutan yodium, baik dalam air maupun dalam alkohol bersifat sangat antiseptik dan telah lama dipakai sejak lama sebagai antiseptik kulit sebelum proses pembedahan. ?odium juga efektif terhadap berbagai protozoa, seperti misalnya amuba yang menyebabkan disentri, yodium kultur, yaitni yodium yang dilarutkan dalam alkohol, banyak digunakan orang untuk mendesinfeksikan luka-luka kecil. 0arutan yang dipakai biasanya #-:5. 6ulit dapat terbakar karena yodium, oleh karena itu, luka-luka yang agak lebar tidak diperkenankan menggunakan yodium. Desinfeksi adalah membunuh mikroorganisme penyebab penyakit dengan bahan kimia atau secara fisik, hal ini dapat mengurangi kemungkinan terjadi infeksi dengan jalan membunuh mikroorganisme patogen. Aenurut Anonima !#$$2& '), desinfektan tidak

berbahaya bagi permukaan tubuh dan dinamakan sebagai antiseptik. Antiseptik adalah zat yang dapat menghambat atau menghancurkan mikroorganisme pada jaringan hidup, sedang desinfeksi digunakan pada benda mati. Desinfektan dapat pula digunakan sebagai antiseptik atau sebaliknya tergantung dari toksitasnya. ,ebelum dilakukan desinfeksi, penting untuk membersihkan alat-alat tersebut dari debris organik dan bahan-bahan berminyak karena dapat menghambar proses desinfeksi. +agian dari medium yang diletakkan kertas yang telah ditetesi yodium disekitarnya terdapat lingkaran bening yang membuktikan bah a yodium dapat menghambat pertumbuhan bakteri disekitarnya. +egitupula dengan ilayah disekitar kertas yang telah ilayah yang bening yang didukung oleh pendapat dicelupkan dengan detegen. Disekitar kertas terdapat merupakan salah satu bahan desinfektan. Hal ini

menandakan tidak adanya bakteri yang tumbuh. >ni membuktikan bah a detergen "aluyo !#$$%& '(:), yang menyatakan bah a detergen merupakan senya a organik yang karena strukturnya dapat berikatan dengan air dengan molekul-molekul organik non-polar. Aolekul detergen memiliki satu ujung hidrofilik yang dapat bercampur dengan air. *leh karenanya, molekul detergen akan menempel pada permukaan bahan organik dengan ujung hidrofiliknya mengarah ke air. ,ama seperti pengujian zat kimia, pengujian antibiotik juga sama pengaruhnya terhadap pertumbuhan bakteri. .ada amo@icillin, terdapat ruang kosong disekitar kepingan kertas yang telah dicelupkan pada larutan amo@icillin. Hal yang sama terjadi pada disekitar amphicilin, terdapat ruang kosong disekitar celahnya. ilayah Aenurut

.elczar !#$$4& ''#), antibiotik adalah satu substansi !zat-zat kimia) yang diperoleh dari atau dibentuk dan dihasilkan oleh mikroorganisme yang lain. Antibiotik yang pertama kali dikenal adalah penicillin. Desinfeksi adalah membunuh mikroorganisme penyebab penyakit dengan bahan kimia atau secara fisik, hal ini dapat mengurangi kemungkinan terjadi infeksi dengan jalam membunuh mikroorganisme patogen. Disinfektan yang tidak berbahaya bagi permukaan tubuh dapat digunakan dan bahan ini dinamakan antiseptik. Aenurut "aluyo !#$$%& %;), antiseptik adalah zat yang dapat menghambat atau menghancurkan mikroorganisme pada jaringan hidup, sedang desinfeksi digunakan pada benda mati. Desinfektan dapat pula

digunakan sebagai antiseptik atau sebaliknya tergantung dari toksisitasnya. ,ebelum dilakukan desinfeksi, penting untuk membersihkan alat-alat tersebut dari debris organik dan bahan-bahan berminyak karena dapat menghambat proses disinfeksi. 8til alkohol atau propil alkohol pada air digunakan untuk mendesinfeksi kulit. Alkohol yang dicampur dengan aldehid digunakan dalam bidang kedokteran gigi unguk mendesinfeksi permukaan, namun ADA tidak menganjurkkan pemakaian alkohol untuk mendesinfeksi permukaan oleh karena cepat menguap tanpa meninggalkan efek sisa. Aenurut Anonima !#$$2& #), larutan jernih, tidak mengiritasi kulit dan dapat digunakan untuk membersihkan alat yang terkontaminasi oleh karena tidak dapat dirusak oleh zat organik. Zat ini bersifat -irusidal dan sporosidal yang lemah. Camun karena sebagian besar bakteri dapat dibunuh oleh zat ini, banyak digunakan di rumah sakit dan laboratorium. .ercobaan ini menghasilkan zona bening pada masing-masing ca an yang ada bakterinya, dimana bakteri yang digunakan adalah Stophylococcus aureus dan Eschericia coli. .ada percobaan ini zona bening yang didapat hanya pada uji antibiotik saja. +esar zona bening yang di dapat pada Stophylococcus aureus untuk uji ciproflo@in adalah (,# cm dan amo@ilin adalah #,# cm. ,edangkan zona bening yang dihasilkan pada bakteri Eschericia coli untuk uji ciproflo@in adalah # cm dan amo@ilin adalah ( cm. Aenurut 0ay !'224& (4) menyatakan bah a untuk membandingkan kekuatan desinfektan dalam menghambat pertumbuhan bakteri dapat digunakan kertas cakram. .ada metode ini kertas cakram dengan diameter tertentu dibasahi dengan desinfektan lalu dilekatkan dalam lempengan agar yang telah diinokulasikan selama 47 jam. 9ika desinfektan menghambat pertumbuhan bakteri, maka akan terlihat daerah jernih atau zona bening di sekitar kertas cakram. 6eaktifan suatu disinfektan bergantung pada lama tidaknya keefektifannya bergantung pada terjadi memerlukan aktu kontak. Hal ini sesuai dengan pernyataan Dolk !'22(& ##() bah a dalam penggunaan disinfektan aktu kontak. Eeaksi-reaksi kimia atau fisika yang akan aktu yang diperlukan ini aktu yang cukup untuk bergabung dan

bergantung pada sifat disinfektan, konsentrasi, pH, suhu, dan sifat organisme yang dihadapi dan perlu diperhatikan bah a sel-sel dalam populasi bakteri memiliki kesensitifan yang berbeda-beda terhadap disinfektan. .ada penggunaan yodium yang berfungsi untuk

mendisinfeksi berbagai barang atau peralatan tertentu. ?odium mempunyai kelebihan terhadap klor, terutama dalam hubungannya dengan akti-itasnya pada kisaran pH yang berbeda-beda, karena keasaman atau alkalinitas mempunyai pengaruh yang kurang terhadap keefektifannya.

1I9 K/(IMPULAN Dari praktikum yang telah dilakukan, diperoleh beberapa kesimpulan sebagai berikut& '. Desinfeksi merupakan usaha memusnahkan mikroorganisme dengan menggunakan zatzat kimia tertentu. #. Desinfektan adalah zat kimia yang digunakan untuk mendesinfeksi, contohnya alckohol, yodium, betadine, detergen, dan alkohol. (. Antibiotik adalah suatu substansi kimia yang diperoleh dari atau di bentuk dan dihasilkan oleh mikroorgansime yang menghambat kegiatan mikroorganisme.

DA+TAR PU(TAKA Anonima. #$''. Desinfeksi-desinfektan. http://www.scribd.com/doc/Desinfeksidesinfektan. Diakses tanggal #( Co-ember #$''. Anonimb. #$$2. Desinfeksi. http://pengu iankadarpengendalian.blogspot.html. Diakses tanggal #( Co-ember #$''. 0ay, +. " F Hastomo, ,. '227. Aikrobiologi. Eaja ali .ress. 9akarta & @@i- G :'4 hlm. .elczar Aj F /han. #$$:. Dasar-Dasar !ikrobiologi. U>-.ress. 9akarta. -iiG44( hlm. "ayulo, lud. #$$4. !ikrobiolagi. UAAH.ress. Aalang. @iG(42 hlm. Dolk, ". '22(. Aikrobiologi Dasar. 8rlangga. 9akarta.