Anda di halaman 1dari 26

8/26/2013

1
1 Metode Energi
KL31 01 , KELAS 01
SEMESTER I 201 3/ 201 4
Topik
Aplikasi Metode Energi
untuk Perhitungan Deformasi Struktur
Pengantar
Kerja Gaya Luar
Energi Regangan
Prinsip Kekekalan Energi
Perhitungan Perpindahan Menggunakan Prinsip Kekekalan
untuk Perhitungan Deformasi Struktur
g p gg p
Energi
Teorema Castigliano
Prinsip Kerja Maya / Metode Beban Satuan
8/26/2013
2
Kerja Gaya Luar
Kerja yang dilakukan oleh gaya F:
Kerja yang dilakukan oleh momen M:
0
x
W Fdx =
}
u
0
W Mdu =
}
Kerja Gaya Luar
F
L L +A
1
1 2
W P = A
P
1
P
1
+P
2
2 2
1
2
W P = A
F
A
1
P
1
A
2
P
2
P
1
1 1
1
2
W P = A
A
1
A
1
+A
2
x
8/26/2013
3
Energi Regangan
x
dF dydz o =
dy
o
x
x
d dx c A =
( )( )
1 1
2 2
x x
dU dFd dydz dx o c = A =
dx
dz
dy
o
x
Energi regangan = kerja yang dilakukan oleh gaya dalam
2
1
2
2 2
x x
V V
dV
U dV dV
E
o c
oc o
=
= =
} }
Energi Regangan Gaya Aksial
Tegangan akibat gaya aksial:
N
A
o =
Energi regangan:
Jika gaya aksial N konstan di sepanjang batang,
ti d t kt k b t
2 2
2
0
2 2
L
N
V
N N
U dV dx
EA EA
= =
} }
seperti pada struktur rangka batang:
2
2
N
N L
U
EA
=
8/26/2013
4
Energi Regangan Momen Lentur
Tegangan akibat momen lentur:
My
I
o =
Energi regangan:
( )
2
2
2
2 2
0
2
2 2
L
M
V A
L
My
M
U dAdx y dA dx
EI EI
M
| |
= =
|
\ .
} } }
2
0
2
L
M
dx
EI
=
}
Energi Regangan Gaya Dalam Lainnya
Gaya Geser, V:
K = faktor penampang:
2
2
L
V
KV
U dx
GA
=
}
K faktor penampang:
1.2 untuk penampang segiempat
10/9 untuk penampang lingkaran
G = modulus geser
A
v
= luas bidang geser (shear area)
0
2
0
2
2
L
v
GA
V
dx
GA
=
}
2
2 2
A
A Q
K dA
I t
=
}
Torsi, T:
J = momen inersia polar
2
2
T
T L
U
GJ
=
8/26/2013
5
Prinsip Kekekalan Energi
Kerja yang dilakukan gaya luar = energi regangan
W = U
Contoh 1
Tentukan besarnya perpindahan vertikal A di ujung
balok kantilever akibat beban P seperti tergambar. balok kantilever akibat beban P seperti tergambar.
G k h i kib t
E, I, L
P
A
Gunakan hanya energi regangan akibat momen
lentur, abaikan energi regangan lainnya.
8/26/2013
6
Contoh 1
Kerja gaya luar:
A
P
2
P
W
A
=
Momen lentur:
A
2
M Px =
x
V
M
P
Energi regangan:
2 2 2 2 3
0 0
2 2 6
L L
M P x P L
U dx dx
EI EI EI
= = =
} }
Contoh 1
Gunakan prinsip kekekalan energi untuk
menentukan perpindahan A: menentukan perpindahan A:
2 3
3
2 6
W U
P P L
EI
PL
=
A
=
3
PL
EI
A =
8/26/2013
7
Contoh 2
Tinjau kembali struktur pada Contoh 1.
Diketahui balok terbuat dari baja (E = 200 GPa Diketahui balok terbuat dari baja (E = 200 GPa,
G = 77 GPa), P = 20 kN, L = 2 m, dan penampang
balok berupa segi empat dengan lebar 200 mm dan
tinggi 300 mm.
Tentukan besarnya energi regangan akibat seluruh
gaya-gaya dalam yang dialami struktur. g y g y y g
Contoh 2
Pada balok terdapat gaya dalam berupa gaya geser
dan momen lentur:
P
dan momen lentur:
Energi regangan:

+
V
M
M Px
V P
=
=
M V
U U U = +
2 2
0 0
2 2
M V
L L
M KV
dx dx
EI GA
= +
} }
8/26/2013
8
Contoh 2
Energi regangan akibat momen lentur:
( ) ( )
2 3
2 3
20000 2
P L
Energi regangan akibat gaya geser:
( ) ( )
( )( )
9 4
20000 2
6 6 200 10 4.5 10
5.93 N-m 5.93 J
M
P L
U
EI

= =

= =
( ) ( )
2
2
1.2 20000 2
0104J
KP L
U = = =
Energi regangan:
( )( )
9
0.104 J
2 2 77 10 0.06
V
U
GA
= = =

6.03 J
M V
U U U = + =
Contoh 3
Tentukan putaran u di ujung C pada struktur balok
yang dikenai momen M
0
seperti tergambar. yang dikenai momen M
0
seperti tergambar.
G k h i kib t
3 m 1 m
M
0
A
B C
EI
Gunakan hanya energi regangan akibat momen
lentur, abaikan energi regangan lainnya.
8/26/2013
9
Contoh 3
Momen lentur:
M
0 A
B C
Kerja gaya luar:
3 m 1 m

M
0 0
3
M x
M =
0
2
M
W
u
=
3 1 2 2 2
M x M
Energi regangan:
0 0
0 0
2 2 2
0 0 0
18 2
2 2
M x M
U dx dx
EI EI
M M M
EI EI EI
= +
= + =
} }
Contoh 3
Gunakan prinsip kekekalan energi untuk
menentukan putaran u: menentukan putaran u:
2
0 0
2
2
W U
M M
EI
M
u
=
=
0
2M
EI
u =
8/26/2013
10
Contoh 4
Tentukan perpindahan horizontal titik C akibat
beban P yang bekerja pada struktur rangka batang beban P yang bekerja pada struktur rangka batang
seperti tergambar.
P
B C
3 m
A
D
4 m
Contoh 4
Kerja gaya luar:
2
P
W
A
=
Gaya-gaya batang:
P
P
P
0
0
.
7
5
P
Energi regangan:
2
2
N L
U
EA
=

8/26/2013
11
Contoh 4
Batang L [m] E A N U = N
2
L/2EA
AB 3 E A 0.75P 0.844P
2
/EA AB 3 E A 0.75P 0.844P /EA
AD 4 E A P 2P
2
/EA
BC 4 E A P 2P
2
/EA
BD 5 E A 1.25P 3.906P
2
/EA
CD 3 E A 0 0
E 8.75P
2
/EA
2
W U =
2
8.75
2
17.5
P P
EA
P
EA
A
=
A =
Keterbatasan
Hanya dapat menghitung perpindahan akibat satu
beban terpusat P atau M. beban terpusat P atau M.
Hanya dapat menghitung perpindahan di lokasi
beban terpusat, dan dalam arah yang sama
dengan beban tersebut.
Untuk kasus yang lebih umum, dapat digunakan
Teorema Castigliano dan prinsip kerja maya g p p j y
(principle of virtual work).
8/26/2013
12
Teorema Castigliano
Alberto Castigliano (1879)
Perpindahan di suatu titik sama dengan
turunan energi regangan terhadap U c turunan energi regangan terhadap
suatu gaya dengan arah yang sama yang
bekerja di titik tersebut.
Putaran di suatu titik sama dengan
turunan energi regangan terhadap
i
i
U
P
c
A =
c
U
u
c
=
g g g p
suatu momen kopel dengan arah yang
sama yang bekerja di titik tersebut.
i
i
M
u =
c
Teorema Castigliano
Untuk struktur rangka batang
2
2
2
2
N L
U
EA
U L N
N
P EA P
=
( c c
| |
A = =
|
(
c c
\ .

NL N
EA P
c
| |
=
|
c
\ .

8/26/2013
13
Teorema Castigliano
Untuk elemen balok (akibat momen lentur):
2
0
0
2
L
L
M
U dx
EI
U M M
dx
P EI P
=
c c
| |
A = =
|
c c
\ .
}
}
0
0 0 0
L
U M M
dx
M EI M
u
\ .
| |
c c
= =
|
c c
\ .
}
Contoh 5
Gunakan teorema Castigliano untuk menentukan
perpindahan di ujung balok kantilever akibat beban perpindahan di ujung balok kantilever akibat beban
P seperti pada Contoh 1.
E, I, L
P
AA
8/26/2013
14
Contoh 5
Momen lentur:
M Px =
V
M
P
Perpindahan:
M
x
P
c
=
c
x
( )( )
3 L L
Px x
M M PL

c
| |
} }
( )( )
0 0
3
Px x
M M PL
dx dx
EI P EI EI

c
| |
A = = =
|
c
\ .
} }
Contoh 6
Gunakan teorema Castigliano untuk menentukan
perpindahan dan putaran di ujung B pada struktur perpindahan dan putaran di ujung B pada struktur
balok kantilever seperti tergambar.
Diketahui E = 200 GPa dan I = 500 10
6
mm
4
.
12 kN/m
5 m
B
A E, I
8/26/2013
15
Contoh 6
Momen lentur:
2
6 M x Px
M
=
c
V M
P
Perpindahan di B:
M
x
P
c
=
c
x
2
0 6 P M x = =
( )( )
2
5
6
1875
L
x x
M M
d d

c | |
A
|
} }
( )
( )( )
( )
0 0
6 6
2
1875
0.009375 m 9.375 mm
2 200 10 500 10
B
dx dx
EI P EI EI

| |
A = = =
|
c
\ .
= = = +

} }
Contoh 6
Momen lentur:
2
0
6 M x M
M
= +
c
V M
M
o
Putaran di B:
0
1
M
M
c
=
c
x
2
0
0 6 M M x = =
( )( )
2
5
6 1
250
L
x
M M
d d u

| | c
|
} }
( )( )
( )( )
( )
0 0 0
6 6
250
250
0.0025 rad CW
200 10 500 10
B
M M
dx dx
EI M EI EI
u

| | c
= = =
|
c
\ .
= =

} }
8/26/2013
16
Contoh 7
Tentukan besarnya perpindahan horizontal titik C
pada struktur rangka batang seperti tergambar. p g g p g
10 kN
A
B
C
D
4
3 m
5 kN
Diketahui semua batang memiliki modulus
elastisitas E dan luas penampang A yang sama.
4 m
Contoh 7
Batang L [m] E A N
U
P
c | |
|
c
\ .
N
P
c | |
|
c
\ .
AB 3 E A 3.75 + 0.75P 0.75 25.3125/EA
AD 4 E A 5 + P 1 60/EA
BC 4 E A P 1 40/EA
BD 5 E A 6.25 1.25P 1.25 117.1875/EA
P c
\ . P c
\ .
CD 3 E A 0 0 0
E 242.5/EA
Beban horizontal 10 kN di C
dihitung sebagai P.
Nilai P = 10 kN sudah
dimasukkan.
A
C
8/26/2013
17
Teorema Castigliano: Prosedur Analisis (1)
Pasang gaya P di titik yang akan ditentukan
perpindahannya. perpindahannya.
Arah gaya P dianggap sama dengan arah perpindahan yang
akan dicari.
Jika yang akan ditentukan adalah putaran, pasang momen M
di titik tersebut.
Apabila telah terdapat gaya atau momen pada arah
yang sama di titik yang ditinjau anggap nilainya yang sama di titik yang ditinjau, anggap nilainya
sebesar P atau M dahulu, jangan masukkan nilai
numeriknya.
Teorema Castigliano: Prosedur Analisis (2)
Hitung gaya aksial batang (untuk struktur rangka
batang) atau momen lentur (untuk struktur balok batang) atau momen lentur (untuk struktur balok
dan portal) akibat seluruh beban yang bekerja
termasuk P atau M tadi.
Hitung turunan dari gaya batang atau momen lentur
terhadap P atau M.
Masukkan nilai numerik beban P atau M.
Integrasikan dan/atau jumlahkan turunan U
terhadap P atau M untuk memperoleh nilai
perpindahan atau putaran.
8/26/2013
18
Metode Beban Satuan (Unit Load Method)
Dari contoh-contoh perhitungan menggunakan
Teorema Castigliano, dapat dilihat bahwa nilai Teorema Castigliano, dapat dilihat bahwa nilai
N/P atau M/P sama dengan nilai gaya batang
atau momen lentur akibat beban P sebesar 1 satuan.
Demikian pula dengan M/M
0
, dapat diperoleh
dengan memasang momen M
0
sebesar 1 satuan.
Oleh karena itu, deformasi dapat dihitung dengan , p g g
0
L
Mm
dx
EI
A =
}
NnL
EA
A =

Metode Beban Satuan (Unit Load Method)


N = gaya-gaya batang akibat beban yang bekerja
pada struktur pada struktur
n = gaya-gaya batang akibat beban 1 satuan di titik
yang akan dihitung perpindahannya
M = momen lentur akibat beban yang bekerja pada
struktur
m = momen lentur akibat beban 1 satuan di titik m momen lentur akibat beban 1 satuan di titik
yang akan dihitung perpindahannya
8/26/2013
19
Metode Beban Satuan (Unit Load Method)
Untuk deformasi akibat geser dan torsi:
L
V = gaya geser akibat beban yang bekerja pada struktur
v = gaya geser akibat beban 1 satuan di titik yang akan
dihitung perpindahannya
0
L
s
KVv
dx
GA
A =
}
t
TtL
GJ
A =

g p p y
T = gaya dalam torsi akibat beban yang bekerja pada
struktur
t = gaya dalam torsi akibat beban 1 satuan di titik yang
akan dihitung perpindahannya
Prinsip Kerja Virtual
Johann Bernoulli (1717)
Metode beban satuan awalnya diturunkan dari
prinsip kerja virtual. prinsip kerja virtual.
Misalkan suatu struktur diberi beban P sebesar 1
satuan di titik A (yang akan ditentukan
perpindahannya). Akibatnya, akan timbul gaya
dalam m atau n.
Setelah itu baru diterapkan beban-beban yang p y g
sebenarnya bekerja pada struktur. Akibatnya, titik A
akan berpindah sejauh A.
8/26/2013
20
Prinsip Kerja Virtual
Kerja yang dilakukan oleh beban virtual 1 satuan
adalah W = 1 A = A. adalah W 1 A A.
Kerja yang dilakukan oleh gaya dalam n adalah u =
n, sedangkan kerja yang dilakukan oleh gaya dalam
m adalah u = mu.
Sesuai dengan prinsip kekekalan energi, kerja W
harus sama dengan total kerja yang dilakukan oleh g j y g
gaya-gaya dalam.
Metode Beban Satuan via Prinsip Kerja Virtual
Untuk struktur rangka batang
NL nNL
u n
EA EA
W U n
nNL
o o
o
= = =
= =
A

N
EA
A =

8/26/2013
21
Metode Beban Satuan via Prinsip Kerja Virtual
Untuk struktur balok dan portal
0 0
L L
L
M mM
dx u m dx
EI EI
W U
mM
u u = = =
=
} }
}
0
mM
dx
EI
A =
}
Metode Beban Satuan: Prosedur Analisis
Hitung gaya-gaya batang N atau momen lentur M
akibat seluruh beban yang bekerja pada struktur. akibat seluruh beban yang bekerja pada struktur.
Hitung gaya-gaya batang n atau momen lentur m
akibat beban 1 satuan di titik yang akan dihitung
perpindahannya. Jika yang akan ditentukan adalah
putaran, maka beban yang diberikan adalah momen 1
satuan.
Tentukan besarnya deformasi dengan formula:
0
L
Mm
dx
EI
A =
}
NnL
EA
A =

8/26/2013
22
Tabel Integral Volume
Integrasi:
L
}
untuk diagram momen yang sederhana (linier atau
parabola) telah tersedia dalam bentuk tabel integral
volume
0
Mmdx
}
volume.
Contoh 8
Gunakan metode beban satuan untuk menentukan
perpindahan ujung balok kantilever akibat beban P perpindahan ujung balok kantilever akibat beban P
seperti pada Contoh 1.
E, I, L
P
A
8/26/2013
23
Contoh 8
Diagram momen lentur:
P 1
M

PL

L
m
Perpindahan:
( )( )
( )
3
0
3 3
L
L PL L
Mm PL
dx
EI EI EI
A = = = +
}
Contoh 9
Gunakan metode beban satuan untuk menentukan
perpindahan di ujung B pada struktur balok perpindahan di ujung B pada struktur balok
kantilever seperti pada Contoh 6.
Diketahui E = 200 GPa dan I = 500 10
6
mm
4
.
12 kN/m
5 m
B
A E, I
8/26/2013
24
Contoh 9
Diagram momen lentur:
1
12 kN/m

5
m
B
5 m
A
150
37.5

M
Perpindahan:
( )( ) ( ) ( )
( )( )
( )
6 6
0
5 5 150 2 37.5
6 200 10 500 10
0.009375 m 9.375 mm
L
B
Mm
dx
EI

+
A = =

= = +
}
Contoh 10
Tentukan perpindahan horizontal titik C akibat
beban yang bekerja pada struktur seperti tergambar. beban yang bekerja pada struktur seperti tergambar.
Balok AB dan kolom BC memiliki modulus elastisitas
E dan inersia penampang I.
20 kN/m
A
B
6m
C
6 m
8 m
8/26/2013
25
80 kN
20 kN/m
0.75
1
1
+
160

80 kN
0.75
6
6
M
m
( )( ) ( ) ( )
( )
0
8 6 2 160
2560
0
6
L
C
Mm
dx
EI EI EI

A = = + =
}
Contoh 11
Tentukan besarnya perpindahan horizontal titik C
pada struktur rangka batang seperti tergambar. pada struktur rangka batang seperti tergambar.
Anggap E dan A konstan, dan bernilai sama untuk
semua batang.
10 kN B
C
3 m
5 kN
A
D
4 m
8/26/2013
26
Contoh 11
Batang L [m] E A N n NnL/EA
AB 3 E A 10.25 0.75 25.3125/EA
AD 4 E A 15 1 60/EA
BC 4 E A 10 1 40/EA
BD 5 E A 18.75 1.25 117.1875/EA
CD 3 E A 0 0 0
E 242.5/EA A
C