Anda di halaman 1dari 4

Pengelolaan Terpadu Wilayah Pesisir dan Laut

Pengelolaan pesisir dan laut secara terpadu diperlukan mengingat 140 juta penduduk atau 60% penduduk Indonesia tinggal di wilayah pesisir dalam radius 50 Km dari pantai, sampai dengan tahun 000, terdapat 4 kota !esar dan 1"1 ka!upaten !erada di wilayah pesisir yng menjadi tempat pusat pertum!uhan ekonomi, industri dan !er!agai akti#itas lainnya$ %i kota dan ka!upaten terdapat kurang le!ih "0% industri di Indonesia !eroperasi dan meman&aatkan sum!erdaya pesisir dan mem!uang lim!ahnya ke pesisir$ 'um!erdaya pesisir Indonesia merupakan pusat !iodi#ersity laut dan tropis dunia, dimana (0% hutan mangro#e dunia !erada di Indonesia) (0% terum!u karang dunia !eraada di Indonesia, khususnya Indonesia !agian timur) 60% konsumsi protein !erasal dari sum!erdaya ikan dimana *0% ikan yang ditangkap adalah ikan perairan pesisir dan sisanya dari perairan dalam$ Kurang le!ih terdapat 14 sektor pem!angunan yang didukung oleh 0 undang+undang dan 5 kon#ensi internasional yang melakukan regulasi terhadap wilayah pesisir, yang umumnya !ersi&at sektoral, dengan !erlakunya ,, -o$ .1*** terdapat kecenderungan !ahwa pelakaksanaan otonomi daerah merupakan replikasi dari pendekatan sektoral, muncul ego !aru yaitu /ego daerah0, disamping itu kurang dihargainya hak masyarakat dan stakeholder dalam pengelolaan sum!erdaya pesisir dan laut serta ter!atasnya ruang untuk partisipasi masyarakat dan stakeholder dalam pengelolaan sum!erdaya pesisir$ 'e!agai upaya untuk pelaksanaan pengelolaan wilayah pesisir dan laut secara terpadu, telah dilaksanakan !e!erapa kegiatan dari !er!agai instansi, seperti 1 1$ 23PP4-3' dengan proyek 567P+,'3I% 85oastal 6esources 7anagement Planning9 yang dimulai pada tahun 1**: dan akan !erakhir pada !ulan 'eptem!er 00() merupakan salah satu komponen penting dari Program Pengelolaa!n 'um!erdaya 3lam II 8-atural 6esources 7anagement ; -67 II9 dengan tujuan utama untuk mem!antu proses penguatan kelem!agaan dan desentralisasi pengelolaan sum!erdaya pesisir dan lautan di Indonesia$ 567P+,'3I% dilaksanakan di tingkat nasional dan di 4 propinsi, yaitu 'ulawesi ,tara, Kalimantan <imur, =ampung dan Papua$ $ %itjen$ Pesisir dan Pulau+pulau Kecil %ep$ Kelautan dan Perikanan dengan proyek 7arine and 5oastal 6esources 7anagement Project 87567P+3%29 =oan 3%2 -o$1::0.'>.I-? se!agai kelanjutan dari proyek 764P 87arine 6esources 4#aluation Program9 dimulai pada !ulan 'eptem!er 00 sampai dengan (1 %esem!er 006, akan dilaksanakan di 4( ka!upaten dari 15 propinsi, dengan tujuan utama 1 pengelolaan !erkelanjutan sum!erdaya pesisir dan laut serta keanekaragaman hayati dan perlindungan terhadap lingkungan, dengan empat komponen pokok yaitu 1 perencanaan dan pengelolaan sum!erdaya pesisir dan laut) pengelolaan data dan in&ormasi spasial) e#aluasi kerangka hukum pengelolaan sum!erdaya pesisir dan laut serta upaya penegakannya) skema pengelolaan sum!erdaya alam skala kecil$ ($ Kementerian =ingkungan @idup melalui Program Pantai dan =aut =estari, dengan tujuan utama Pengendalian pencemaran dan perusakan ekosistem pesisir dan laut !erdasarkan Peraturan Pemerintah -o$ 1* tahun 1***, dilaksanakan sejak %esem!er 000, dilaksanakan di tingkat propinsi seperti 2ali, 'ulawesi <enggara, 6iau, Aawa <engah, %I Bogyakarta, Kalimantan <engah, Aawa 2arat, =ampung, 'umatera 2arat, 'ulawesi 'elatan, Kalimantan <imur, Kalimantan 2arat, Aawa <imur, 2anten dan %KI Aakarta) <ingkat ka!upaten seperti 'uka!umi, =ampung 'elatan, 2antul, Pasir Panajam, Kutai Kartanegara, Kepulauan 6iau, 2adung, Cianyar, Klungkung, Karangasem dan Pontianak) <ingkat Kota seperti 1 Kendari, %enpasar, 'emarang, 2atam, 5ilacap, Padang, 'ura!aya, 7akasar, 5ilegon, 2alikapapan dan <arakan$ 7engingat kondisi lingkungan pesisir dan laut di !e!erapa daerah di Indonesia terus menerus mengalami kerusakan dan pencemaran, maka diperlukan adanya tindakan yang nyata dan konkrit di lapangan, dalam suatu !entuk program kegiatan yang ter&okus, terukur dan dapat dilaksanakan, untuk mengurangi atau mencegah terjadinya degradasi ekosistem pesisir dan laut$ Program Pantai dan Laut Lestari merupakan kegiatan aksi pengendalian pencemaran dan perusakan terhadap ekosistem pesisir dan lautan, yang se!enarnya sudah pernah dicanangkan pada tanggal 1* -opem!er 1**6$ %engan perkem!angan situasi penyelenggaraan pemerintahan khususnya dalam penyelenggarakan ?tonomi %aerah yang dituangkan dalam ,ndang+undang -o$ <ahun 1*** tentang Pemerintah %aerah, dengan mem!erikan kewenangan yang luas, nyata dan !ertanggung jawa! kepada daerah dalam pengelolaan lingkungan hidup, maka !erdasarkan hal terse!ut, dirasa perlu dilakukan penyempurnaan terhadap pelaksanaan Program Pantai dan =aut =estari, yaitu dengan titik !erat pelaksanaan !erada di daerah, dimana pemerintah ka!upaten damn kota akan mempunyai peran sangat penting dan menentukan, sehingga dalam hal ini peran Kementerian =ingkungan @idup le!ih kepada &asilitator dan asistensi secara makro$ Program Pantai dan Laut Lestari adalah nama atau la!el dari program kerja pengendalian pencemaran dan perusakan lingkungan wilayah pantai dan laut !erskala nasional dan dilaksanakan secara mandiri oleh masing+masing %aerah ?tonom$ Program Pantai dan =aut =estari terdiri atas tiga paket program kerja, yaitu 1 Pantai Wisata Bersih, Bandar Indah dan Teman (Terumbu Karang dan Mangrove) Lestari. Pantai Wisata Bersih adalah program kerja pengendalian pencemaran, kerusakan dan ke!ersihan wilayah pantai dan laut yang merupakan tujuan wisata) 2andar Indah adalah program kerja pengendalian pencemaran di wilayah pela!uhan laut sedangkan <eman (Terumbu Karang dan Mangrove) Lestari adalah program kerja pengendalian kerusakan dan pemulihan kerusakan terum!u karang dan mangro#e$ %alam pelaksanaan Program Pantai dan =aut =estari, diterapkan strategi yang dapat dilaksanakan atau diterapkan$ 'trategi terpenting dalam pelaksanaan adalah !omitmen bersama antara para pengam!il keputusan, !aik di lingkungan pemerintahan, dewan perwakilan rakyat, dunia usaha, lem!aga swadaya masyarakat, ilmuwan, kalangan pers.mass media dan semua unsur yang terkait, dalam peman&aatan wilayah pesisir dan laut, untuk selalu menjaga dan melestarikan &ungsi ekosistemnya$ Prinsip dasar pelaksanaan Program Pantai dan =aut =estari, adalah D'3>4D yaitu 1 'imple 8sederhana9, 3ccounta!ility 8terukur9, >ocus 8ter&okus9 dan 4n&orcement, yang /harus0 didukung dengan K?7I<74- Kepala %aerah dan %ewan Perwakilan 6akyat setempat

Pengelompokan pengelolaan lingkungan wilayah pesisir dan laut melalui Program Pantai dan =aut =estari akan dilakukan di <eluk 2one, meliputi " ka!upaten 8'ulawesi 'elatan 1 2ulukum!a, 'injai, 2one, Eajo, =uwu, =uwu ,tara) 'ulawesi <enggara 1 Kolaka dan 2uton9) <eluk 2enoa 8 Ka!upaten 2adung dan Kota %enpasar9) <eluk <omini 8'ulawesi <engah dan Corontalo9$

Pengelolaan "!osistem Mangrove


Pada tanggal (0 ?kto!er 00 , telah dilaksanakan pertemuan mem!ahas data dasar mengenai luasan dan luas kerusakan mangro#e$ 6apat yang diselenggarakan di ruang 7angro#e, Kementerian =ingkungan @idup dihadiri oleh !er!agai instansi terkait, diantaranya =em!aga Ilmu Pengetahuan Indonesia 8=IPI9, Bayasan 7angro#e, Eetland International+Indonesia Program, =em!aga 3ntariksa dan Pener!angan -asional 8=3P3-9, serta 2akorsurtanal$ Pertemuan kali ini mem!ahas per!edaan data mengenai luas hutan mangro#e dan mem!ahas langkah+langkah yang diperlukan untuk mengantisipasi adanya per!edaan data terse!ut$ 2e!erapa ahli yang menghadiri rapat ini, mengemukakan !ahwa per!edaan data mengenai luas mangro#e ini dikarenakan per!edaan de&inisi hutan mangro#e yang dipakai untuk pengukuran, ada yang menggunakan patokan eFisting mangro#e, ada yang menggunakan ekosistem se!agai acuan dalam pengukuran luas mangro#e dan penggunaan status kawasan hutan$ 7enurut para ahli angka yang ditampilkan adalah !enar adanya, karena disesuikan dengan maksud pengukurannya, yang menjadi masalah adalah pihak lain yang menginginkan data terse!ut sama angkanya, hal terse!ut tidak mungkin, karena per!edaan kegunaan pengukuran$ 7enyikapi hal terse!ut, maka dalam pertemuan kali ini disepakati untuk dilakukan penelusuran dan pengumpulan in&ormasi tentang kepentingan pengukuran luas mangro#e di Indonesia melalui Komite -asional 7angro#e$ <ugas komite ini, selain hal terse!ut diatas, juga merumuskan de&inisi yang akan dipakai dalam pengukuran mangro#e di Indonesia$ Kegiatan eksploitasi dalam rangka memenuhi ke!utuhan dan meningkatkan kualitas hidup telah mengaki!atkan kerusakan !aik &isik maupun ekologi pada ekosistem mangro#e$ 2er!agai data menunjukkan !ahwa luas hutan mangro#e yang ada kondisinya semakin menyusut$ Penye!a! menyusutnya luas hutan mangro#e tidak diketahui dengan pasti$ 3pakah karena /go#ernment policy0 seperti program pengem!angan tam!ak ekstensi&ikasi, ke!ijakan perluasan kawasan industri, pem!ukaan lahan untuk pem!ukaan persawahan pasang surut, pemukiman dll$ 2e!erapa alternati& penye!a!nya dikemukakan oleh !e!erapa ahli, antara lain !elum adanya satu persepsi dalam pengelolaan mangro#e dan kurang koordinasi dalam tata ruang daerah$ ,ntuk itu suatu identi&ikasi pemecahan permasalahan kerusakan ekosistem mangro#e, antara lain diajukan se!agai !erikut 1 1$ Peran akti& Pemerintah %aerah dalam reha!ilitasi kerusakan mangro#e, diantaranya melalui komitmen ditingkat eksekuti& maupun legislati#e didaerah$ $ 3danya kepastian hukum, terutama dalam hal Gonasi area mangro#e$ ($ Perlunya pemahaman ditingkat eksekuti& dan legislati#e terhadap pentingnya ekosistem mangro#e$ 4$ 3danya /Eise ,se <echnic0 dalam pengelolaan mangro#e sehingga didapatkan /'ustaina!le ,tiliGation0$

JUDUL : EVALUASI AMDAL DALAM MENUNJANG PENGELOLAAN PANTAI TERPADU PENGARANG : Dwi Abad Tiwi Abstract Recently, Indone ia !a a""#o$ed e$e#al law on t!e decent#ali ation o% t!e En$i#on&ental I&"act A e &ent 'EIA( "#oce to di t#ict )o$e#n&ent , a "#oce con ide#ed a an i&"o#tant tool o% inte)#ated coa tal *one &ana)e&ent 'I+,M(- Ob.ecti$e o% t!i #e ea#c! i to a e t!e /0ality o% EIA in t!e 1anten 1ay a#ea, in "a#tic0la# wit! #e "ect to t!e 0 e o% en$i#on&ental in%o#&ation in o#de# to )i$e 0))e tion on !ow t!e EIA "#oce , t!e I+,M a well a t!e #ole o% di t#ict )o$e#n&ent can be i&"#o$ed- Analy i o% /0ality o% en$i#on&ental in%o#&ation a tated in t!e Indone ian )0ideline and 0 ed in t!e EIA !a been 0 ed a t!e &et!od- T!#ee EIA )0ideline !a$e been analy ed, #e$iew o% 23 EIA #e"o#t 'EIS(, inte#$iew o% #e "ondent on t!e 0 e o% o0#ce o% in%o#&ation to co&"o e and to #e$iew t!e EIS, ob e#$ation o% 4 EIS5#e$iew &eetin) , and inte#$iew o% local o"e#ato# on en$i#on&ental &onito#in) !a$e been cond0cted- So&e #e 0lt !a$e been identi%ied, &od0le !a$e been de$elo"ed to 0""o#t t!e i&"le&entation o% t!e #eco&&endationKata kunci: A&dal, 6awa an "antai, in%o#&a i lin)60n)an, "e&e#inta! dae#a!, "en)elolaan te#"ad0 6awa an "antaiSUMBER : P#o idin) Se&ina# Te6nolo)i 0nt06 Ne)e#i 7338, Vol- IV, !al- 79 5 82 :;UMAS51PPT:AN< PENDAHULUAN Anali a Men)enai Da&"a6 Lin)60n)an 'AMDAL( di6enal di Indone ia eba)ai ala! at0 "e#an)6at "entin) dala& "ence)a!an da&"a6 0at0 #encana "e&ban)0nan, ala! at0nya "ada 6awa an "antai- 1ebe#a"a ta!0n te#a6!i# ini tela! di a!6an "e#at0#an "entin) yan) te#6ait den)an de ent#ali a i A&dal dan "en)elolaan "antai- UU no- 78:299= tentan) "en)elolaan lin)60n)an !id0" &e&be#i6an "e&a!a&an a6an 6e at0an "en)elolaan lin)60n)an da#atan, "e#ai#an dan 0da#a ole! "e&e#inta! dae#a!- UU no- 77:2999 tentan) otono&i dae#a! &e&be#i6an 6elel0a aan 6e"ada "e&da t6- II 0nt06 &en)elola 6awa an da#at dan la0t- >e"&en L; no- 3?:7333 tentan) 6ete#libatan &a ya#a6at dan a6 e 6e in%o#&a i dala& "#o e A&dal dan no- 42:7333 tentan) "e&bent06an 6o&i i A&dal dae#a! &e&"e#60at 6ewenan)an "e&da t6 II dala& "e# et0.0an A&dal- St0di "enda!0l0an tentan) "#o ed0# dan "e# et0.0an "e#i.inan "e&ban)0nan di Tel06 1anten &en0n.066an indi6a i ada 6ete#bata an "e&a6aian in%o#&a i lin)60n)an dan "a#ti i"a i "e&da dala& "en)elolaan 6awa an "antai- Den)an &eli!at "entin)nya "e#an "e&da dala& "en)elolaan te#"ad0 6awa an "antai dan dala& "e# et0.0an A&dal, &a6a dian))a" "e#l0 &en)eta!0i 6e ia"an "e&da t6 II te#0ta&a dala& "enyediaan in%o#&a i lin)60n)an- Penelitian ini dila606an ata 6e#.a a&a Indone ia51elanda 0nt06 "enelitian "en)elolaan te#"ad0 6awa an "antai Tel06 1anten, "endanaan ole! N@O:@OTRO dan "e&e#inta! Indone iaKESIMPULAN DAN REKOMENDASI 2- >ete#bata an in%o#&a i di dae#a! Si ti& "e&e#inta!an di Indone ia di&ana e6to# te6ni di tin)6at "0 at &endo&ina i e6to# di tin)6at bawa!nya, &e&0n)6in6an 6e)iatan "en)a&bilan data te#6ait den)an e6to# te6ni be e#ta 6e"e&ili6annya dila606an ole! tin)6at "0 at- Pen)a&bilan data ata0 in%o#&a i te#6ait e6to# lain &e 6i"0n &e#0"a6an data "entin) tida6 dila606an- La"o#an A&dal yan) di et0.0i e!a#0 nya da"at &enyedia6an in%o#&a i lin)60n)an "ada 6enyataannya an)at .a0! da#i yan) di!a#a"6an- 1e#6a la"o#an A&dal cende#0n) di.adi6an do60&en "en)e a!an "e#i.inan a.a- Selain it0, 6e)iatan "enelitian yan) te#6ait den)an lin)60n)an "antai dan la0t yan) bia anya &e&e#l06an dana be a# !anya dila606an ole! de"a#t&en, le&ba)a "enelitian ata0 0ni$e# ita yan) be#ada di Ja6a#ta ata0 6ota be a# lainnya- Se!in))a data "enelitian yan) dida"at .0)a !anya be#ada di Ja6a#ta ata0 di 6ota te# eb0t- Unt06 &enda"at6an in%o#&a i te# eb0t banya6 "#o e dan "#o ed0# yan) !a#0 dila606an ole! dae#a! di&ana data te# eb0t be#a al- Selain it0 data te# eb0t !anya te#6ait den)an e6to# te#tent0 ata0 !anya dala& lin)60" 6e)iatan "enelitian a.a, tida6 &eli"0ti 6o&"onen lin)60n)an eca#a &enyel0#0!

e"e#ti yan) dib0t0!6an 0nt06 "#o e A&dal- Selain it0 in tit0 i "ela60 6e)iatan &onito#in) lin)60n)an tida6 di eb0t6an eca#a .ela dala& "edo&an 0&0& &a0"0n "edo&an te6ni A&dal te#&a 06 ba)ai&ana "endanaannya- Den)an de&i6ian wa.a#la! 6ala0 6e)iatan &onito#in) an)at edi6it dila606an ole! "e&da t6 II yan) &e&"0nyai 6ete#bata an dala& !al "endanaan, "e#alatan dan SDM- ;al inila! yan) &enyebab6an 0&be# in%o#&a i lin)60n)an yan) e!a#0 nya di&ili6i ole! dae#a! &en.adi an)at te#bata 7- >ete#bata an "e&an%aatan in%o#&a i ;a il "enelitian &en0n.066an ba!wa 6e)iatan "e#t06a#an in%o#&a i !anya te#.adi didala& at0 in tan i a.a- Sedan) "e#t06a#an in%o#&a i anta# in tan i bai6 ditin)6at "0 at ata0"0n didae#a! &a0"0n anta#a "0 at dan dae#a! tida6 "e#na! dila606an- Ali#an dan "e#t06a#an in%o#&a i yan) an)at "entin) dala& "en)adaan in%o#&a i tida6 be#.alan- >ebe#adaan data yan) di&ili6i ole! in tan i ditin)6at "0 at .0)a .a#an) da"at di&an%aat6an ole! dae#a! ala! at0 "enyebab te#.adinya "en)an))0#an in%o#&a i, di&ana ala! at0nya di ebab6an tida6 te# edianya "e#at0#an dae#a! "end060n)- >0#an)nya 6e#.a a&a anta#a dae#a! dan le&ba)a "enelitian:0ni$e# ita .0)a &enyebab6an tida6 da"at di&an%aat6annya e.0&la! in%o#&a i di le&ba)a "enelitian te# eb0t- Den)an 6ebe#adaan in%o#&a i yan) an)at te#bata di tin)6at dae#a! den)an tin)6at "e&an%aatan yan) #enda!, &a6a !al ini da"at di6ata6an eba)ai "enyebab &en)a"a do60&en A&dal yan) di!a il6an &e&"0nyai 60alita yan) di bawa! 60alita 0nt06 da"at di et0.0i8- >e ia"an "e&da dala& "enyediaan in%o#&a i 0nt06 "e# et0.0an A&dal dan "en)elolaan "antai te#"ad0 A&dal da"at eca#a e%e6ti% di&an%aat6an eba)ai ala! at0 ca#a "en)elolaan te#"ad0 6awa an "antai, di&ana da"at dica"ai anta#a lain den)an 6ont#ib0 i "en))0naan in%o#&a i lin)60n)an yan) &e&adai dala& &en0n.an) "ela6 anaan 0at0 "#o e A&dal, &0lai da#i "e&b0atan la"o#an a&"ai den)an "e# et0.0an dan "e&an%aatan la"o#an 0nt06 &onito#in) lin)60n)an etela! la"o#an te# eb0t di et0.0i- Penelitian &en0n.066an ba!wa 6ete# ediaan in%o#&a i lin)60n)an di t6 II dala& !al ini 6awa an Tel06 1anten 0nt06 &eny0 0n dan &enilai la"o#an A&dal &a0"0n da#i !a il "e&anta0an lin)60n)an adala! an)at te#bata , te#0ta&a in%o#&a i tentan) biolo)i la0t, in%o#&a i "entin) dala& "en)elolaan "antai te#"ad0- Penelitian "en0n.an) 6ebe#adaan in%o#&a i te# eb0t .0)a &a i! te#bata , 6ala0"0n ada in%o#&a inya be#ada di in tan i tin)6at "0 at- Pe#t06a#an in%o#&a i lin)60n)an yan) te# eba# di bebe#a"a in tan i .0)a bel0& te#.adi, e&enta#a "e&da endi#i bel0& dilen)6a"i den)an "e#at0#an yan) &end060n) a6 e ibilita &e#e6a te#!ada" in%o#&a i lin)60n)an tentan) dae#a!nyaDen)an de&i6ian da"at di i&"0l6an ba!wa 6a"a ita "e&da t6 II "ada 6a 0 Tel06 1anten &a i! &e&b0t0!6an 0at0 "e#bai6an dala& "enyediaan in%o#&a i lin)60n)an bai6 0nt06 "#o e A&dal &a0"0n 0nt06 "en)elolaan te#"ad0 6awa an "antainya4- Re6o&enda i Di0 0l6an 0at0 #e6o&enda i 6e"ada "e&e#inta! "0 at &a0"0n dae#a! 0nt06 &enin)6at6an 60alita A&dal 0nt06 "en)elolaan te#"ad0 6awa an "antai, &eli"0ti "e#bai6an "edo&an te6ni , inte)#a i 6eb0t0!an dan 6ete# ediaan in%o#&a i data lin)60n)an, inte)#a i t#ate)i 0nt06 "en)elolaan "antai, "en)e&ban)an dan "enin)6atan 6a"a ita dae#a! 0nt06 "e&anta0an lin)60n)an "antai dan la0t- Re6o&enda i .0)a di0 0l6an 0nt06 !al5!al dil0a# "#o e A&dal a)a# "e&e#inta! dae#a! da"at &en)o"ti&al6an "e#annya dala& "#o e A&dalRe6o&enda i 6e"ada "e&e#inta! "0 at 0nt06 "en)elolaan te#"ad0 6awa an "antai &eli"0ti "e&i a!an dan "endele)a ian "e#i.ian 6e)iatan di 6awa an "antai yan) be# i%at tida6 &e#0 a6 lin)60n)an, "e&be#ian a#ana 0nt06 6oo#dina i "e#t06a#an in%o#&a i anta# dae#a! t6 II, 6oo#dina i dala& "#o)#a& "en)elolaan 6awa an "antai- J0)a di0 0l6an a)a# "e&e#inta! "0 at &e&be#i6an lebi! banya6 6e&0da!an ba)i dae#a! dala& &e&"e#ce"at "#o e de ent#ali a i