Anda di halaman 1dari 19

LAPORAN PRAKTIKUM PENGANTAR PRAKTIKUM TEKNIK KIMIA MODUL 5 KESETIMBANGAN FASA

Nama NRP Nama Partner NRP Partner Nama Asisten Tanggal Praktikum Tanggal Penyerahan Laporan

: Gabriel Febrianto : 6212009 : Hendra Ronaldi : 6212019 : William : 30 Januari 2014 : 3 Febuari 2014

JURUSAN TEKNIK KIMIA FAKULTAS TEKNOLOGI INDUSTRI UNIVERSITAS KATOLIK PARAHYANGAN BANDUNG 2014

BAB I TUJUAN
1. Mempelajari kesetimbangan fasa uap cair campuran biner 2. Membuat diagram kesetimbangan fasa uap cair campuran biner

BAB II HASIL PERCOBAAN


1. Kalibrasi Termometer P ruang : 694 mmHg T ruang : 25 0C T didih air : 87 0C T beku air : 0,5 0C Persamaan : T = 1,123 x + 0,262 2. Kalibrasi Piknometer T ruang air (25 0C) Volume piknometer Massa piknometer kosong Massa piknometer + air

: 25 0C : 997,07 kg/m : 10,8217076 ml : 19,76 gram : 30,55 gram

3. Pembuatan Kurva Standar

Kurva Standar Aseton - Air


0.94 0.92 0.9 Densitas campuran 0.88 0.86 0.84 0.82 0.00 0.20 0.40 0.60 0.80 Linear (Densitas campuran) y = -0.2243x + 0.9674 R = 0.9705

4. Pembuatan Diagram Kesetimbangan


62 60 58 56 54 52 50 0 0.2 0.4 0.6 0.8 x distilat x residu

BAB III PEMBAHASAN


Dalam percobaan ini, pertama kali yang kita lakukan ialah mengkalibrasi thermometer. Kalibrasi merupakan suatu proses untuk menentukan nilai kebenaran dari suatu alat ukur konvensional untuk mengukur bahan dengan membandingkannya dengan standar pengukuran yang digunakan secara nasional dan internasional. Kalibrasi thermometer ini bertujuan agar mendapatkan data yang lebih akurat dari pengukuran, sehingga % error yang didapat kecil.Pengkalibrasian thermometer dilakukan dengan menggunakan media air panas dan air dingin untuk menentukan titik beku dan titik didih thermometer dengan kondisi di laboratorium. Setelah itu, dicari titik didih dan titik beku air pada kondisi laboratorium menggunakan literature serta menggunakan persamaan antoine akan didapat titik didih dan titik beku air. Setelah itu, digunakan perhitungan secara matematik dan didapatkan persamaan kalibrasi T = 1,123 x + 0,262. Selain thermometer, digunakan pula piknometer untuk mengukur densitas dari campuran air dengan aseton. Piknometer merupakan alat yang digunakan untuk mengukur nilai massa jenis atau densitas fluida. Terdapat beberapa macam ukuran dari piknometer, tetapi biasanya volume piknometer yang banyak digunakan adalah 10 ml dan 25 ml, dimana nilai volume ini valid pada temperature yang tertera pada piknometer tersebut. Sama seperti thermometer, piknometer juga perlu dikalibrasi terlebih dahulu sebelum digunakan. Cara pengkalibrasiannya ialah pertama-tama piknometer yang kosong ditimbang. Setelah itu, piknometer diisi air hingga hampir penuh lalu ditutup hingga keluar percikan air. Setelah itu, piknometer berisi air tersebut ditimbang kembali. Pengkalibrasian piknometer ini bertujuan untuk mengetahui volume piknometer pada berbagai suhu yang digunakan dalam percobaan, karena volume piknometer bergantung pada suhu. Kalibrasi piknometer menggunakan air dikarenakan data densitas air mudah didapat dibandingkan dengan fluida lainnya. Selain itu, air dipilih sebagai cairan yang digunakan pada saat kalibrasi karena air termasuk fluida Newtonian dimana data viskositasnya tidak berubah ketika terdapat gaya lain yang bekerja pada fluida; air juga mudah diperoleh dalam keadaan murni, stabil, dan memiliki sifat yang tidak mudah menguap pada suhu kamar dan relative stabil karena titik didihnya yang tinggi. Kurva standar digunakan untuk menentukan komposisi / fraksi mol dari suatu senyawa dalam suatu campuran. Kurva standar dibuat dengan mengalurkan komposisi dengan salah satu besaran fisika yang dapat diamati. Di dalam percobaan ini, besaran fisika yang teramati ialah densitas. Percobaan ini dilakukan dengan menggunakan larutan biner campuran dari air dan aseton dengan berbagai macam perbandingan. Larutan ini diukur massa nya menggunakan piknometer. Dari pengukuran ini akan didapatkan data densitas dari larutan. Sementara, untuk mendapatkan fraksi mol dari suatu senyawanya, pertama-tama kita perlu menimbang gelas kimia kosong, lalu

ditambahkan air, setelah itu ditambahkan lagi aseton. Dari penimbangan akan didapatkan massa air dan massa larutan. Massa akan digunakan untuk mencari mol dari masing-masing senyawa dan terakhir akan didapatkan fraksi mol dari masing-masing senyawa tersebut. Dari percobaan ini, didapatkan persamaan = -0,2243 x aseton + 0,9674. Persamaan ini akan digunakan untuk menentukan x aseton pada kurva kesetimbangan. Pada percobaan ini grafik yang didapat berbentuk menurun kebawah dimana artinya semakin kecil volume air dibandingkan volume aseton, maka densitas dari campuran akan semakin berkurang. Hal ini karena densitas air lebih besar dari densitas aseton. Percobaan selanjutnya ialah pembuatan diagram kesetimbangan fasa antara aseton dengan air. Pembuatan diagram ini dilakukan dengan menggunakan larutan biner aseton dengan air dengan perbandingan tertentu. Setelah ini larutan dimasukkan dalam labu distilasi dan dilakukan distilasi. Pada saat distilat pertama kali menetes keluar, suhu dicatat dan catat lagi suhu akhir setelah larutan menetes cukup banyak ( 30C ). Setelah itu, larutan distilat ditimbang massa nya menggunakan piknometer. Setelah itu, larutan residu ( larutan didalam labu distilat ) ditimbang juga menggunakan piknometer setelah dingin. Selanjutnya, cairan distilat dan residu ditambahkan lagi kedalam lab distilasi dengan tambahan 20-%v air dari volume awal. Langkah tersebut dilanjutkan hingga 4 kali. Batu didih adalah benda yang kecil, bentuknya tidak rata, dan berpori, yang biasanya dimasukkan ke dalam cairan yang sedang dipanaskan. Biasanya, batu didih terbuat dari bahan silika, kalsium karbonat, porselen, maupun karbon. Batu didih sederhana bisa dibuat dari pecahan-pecahan kaca, keramik, maupun batu kapur, selama bahan-bahan itu tidak bisa larut dalam cairan yang dipanaskan.Fungsi penambahan batu didih ada 2, yaitu: 1. Untuk meratakan panas sehingga panas menjadi homogen pada seluruh bagian larutan. 2. Untuk menghindari titik lewat didih. Dalam percobaan ini, penambahan volume 20% dari volume sebelumnya ialah bertujuan untuk mendapatkan perbandingan volume antara aseton dan air yang berbeda dari run sebelumnya. Sehingga nantinya diperoleh berbagai titik sesuai dengan fraksi antara aseton dan air dari percobaan ini. Dari data literature yang tertera pada lampiran C, dapat dilihat bahwa grafik dari percobaan sangat berbeda jauh dari apa yang ada dalam literature. Karena seharusnya, semakin banyak air yang ditambahkan maka titik didih campuran seharusnya semakin besar. Didalam distilat, fraksi aseton akan lebih besar dari fraksi aseton dalam residu. Hal ini karena aseton lebih mudah menguap dibandingkan dengan air. Perbedaan data yang didapatkan mungkin terjadi karena cairan yang mudah menguap sehingga pada saat penimbangan dengan menggunakan piknometer data menjadi kurang akurat akibat perbedaan volume yang terisi. Selain itu, pada saat memasukkan campuran ke dalam piknometer terdapat perbedaan suhu akibat campuran residu yang panas sehingga terjadi perubahan pada volume piknometer yang digunakan.

Jika dibandingkan dengan kelompok dengan perbandinga air dan aseton yang berbeda dapat terlihat bahwa semakin banyak aseton yang terdapat dalam air, semakin besar fraksi distilat yang terbentuk oleh karena banyaknya aseton yang terdapat dalam residu ( yang terdapat dalam tabung distilasi ). Pada percobaan yang saya lakukan kebanyakan residu mengandung lebih banyak air , dan distilat mengandung lebih banyak aseton dibandingkan dengan kelompok yang lainnya.

BAB IV KESIMPULAN
1. Pada Kurva Standar, semakin besar fraksi mol dari aseton maka densitas campurannya akan semakin kecil. 2. Aseton akan menguap terlebih dahulu pada saat proses distilasi. 3. Semakin banyak air yang ada dalam labu distilasi maka titik didih dari campuran akan semakin tinggi.

DAFTAR PUSTAKA
1. http://id.answers.yahoo.com/question/index?qid=20110105054619A AWmrVv 2. http://physics.stackexchange.com/questions/60170/freezing-pointof-water-with-respect-to-pressure 3. http://www1.lsbu.ac.uk/water/phase.html#b 4. http://id.answers.yahoo.com/question/index?qid=20130307035447A Arc844 5. http://www.scribd.com/doc/90594579/pembahasanmodul6#download 6. http://www.ddbst.com/en/EED/VLE/Images/VLE%20Acetone%3BWat er_001.png 7. http://110.138.206.53/bahanajar/modul_online/kimia/MO_71/kb2_4 .htm 8. Reklaitis, G.V, 1942,Introduction Material and Energy Balance, USA : John Wiley and Sons. Inc 9. https://www.google.com/search?noj=1&biw=1366&bih=630&q=titik+ beku+air+pada+10+atm&oq=titik+beku+air+pada+10+atm&gs_l=serp. 12...2866.3989.0.7009.2.2.0.0.0.0.282.509.22.2.0....0...1c.1.32.serp..1.1.281.RrPC1c8csm8

LAMPIRAN A Data Literature


Persamaan Antoine untuk air ln P ( kPa ) = 16,53262 ( )

Sumber : Reklaitis, G.V, 1942,Introduction Material and Energy Balance, USA : John Wiley and Sons. Inc air (25 0C) : 997,07 kg/m = 0,99707 g/ml

Sumber : http://id.answers.yahoo.com/question/index?qid=20130307035447AArc844 Mr Aseton : 58 Sumber : http://110.138.206.53/bahan-ajar/modul_online/kimia/MO_71/kb2_4.htm = 0 0C = 0,95 0C

Titik beku air pada 1 atm Titik beku air pada 0,9 atm

Sumber : https://www.google.com/search?noj=1&biw=1366&bih=630&q=titik+beku+air +pada+10+atm&oq=titik+beku+air+pada+10+atm&gs_l=serp.12...2866.3989.0. 7009.2.2.0.0.0.0.282.509.2-2.2.0....0...1c.1.32.serp..1.1.281.RrPC1c8csm8

LAMPIRAN B Data Percobaan dan Hasil Antara 1. Kalibrasi Termometer


T didih air T beku air T suhu ruang P ruang : 87 0C : 0,5 0C : 25 0C : 694 mmHg

2. Kalibrasi piknometer Massa piknometer kosong : 19,76 gram Massa piknometer + air : 30,55 gram Volume piknometer : 10,822 ml 3. Pembuatan Kurva Standar
Massa piknometer kosong Massa piknometer + air Massa gelas kimia kosong Massa air air volume pikno = volume air 19,76 30,55 54,09 10,79 0,99707 10,8217076

Run

Volume Air : Volume Etanol

Volume Air

Volume Aseton

Massa gelas kimia + air

Massa gelas kimia + Campuran

Massa Air

Massa Aseton

n Air

n Aseton

n Total

x Air

x Aseton

Massa Pikno + campuran

Massa campuran

Densitas campuran

1:1

10

10

63,88

71,55

9,79

7,67

0,54

0,13

0,68

0,80

0,20

29,82

10,06

0,93

1:2

13

60,89

70,52

6,8

9,63

0,38

0,17

0,54

0,69

0,31

29,39

9,63

0,89

1:3

15

58,88

70,25

4,79

11,37

0,27

0,20

0,46

0,58

0,42

29,23

9,47

0,88

1:4

16

58,14

70,24

4,05

12,1

0,23

0,21

0,43

0,52

0,48

29,03

9,27

0,86

1:5

17

56,75

69,05

2,66

12,3

0,15

0,21

0,36

0,41

0,59

28,83

9,07

0,84

4. Pembuatan Grafik Kesetimbangan Fasa


Run 1 2 3 4 T awal 51 50 42 38 T akhir 54 56 53 52 T ratarata 52,5 53 47,5 45 Massa pikno kosong 19,76 19,76 19,76 19,76 Massa pikno + distilat 28,75 28,45 28,5 28,47 Massa pikno + residu 29,57 29,9 29,98 30,09 T kalibrasi 59,2195 59,781 53,6045 50,797 Massa distilat 8,99 8,69 8,74 8,71 distilat 0,830715 0,802994 0,807614 0,804842 x distilat 0,609383817 0,732974136 0,71237575 0,724734781 Massa residu 9,81 10,14 10,22 10,33 residu 0,906487 0,93698 0,944373 0,954537 x residu 0,27157028 0,13562093 0,102663511 0,057347061

LAMPIRAN C Grafik

Kurva Standar Aseton - Air


0.94 0.92 0.90 Densitas campuran 0.88 0.86 0.84 0.82 0.00 0.20 0.40 0.60 0.80 Linear (Densitas campuran) y = -0.2243x + 0.9674 R = 0.9705

Kurva Kesetimbangan Aseton air ( literature )

Kurva Kesetimbangan Air - Aseton ( percobaan 1:1 )


62 60 58 56 54 52 50 0 0.2 0.4 0.6 0.8 x distilat x residu

Kurva Kesetimbangan Air Aseton ( percobaan 1:2 )

Diagram Kesetimbangan Fasa


57 56 55 T Kalibrasi 54 53 52 51 50 0 0.2 0.4 0.6 0.8 1 X Aseton Distilat Residu

Kurva Kesetimbangan Air Aseton ( percobaan 1:4 )


58.6 58.4 58.2 58 57.8 57.6 57.4 57.2 57 56.8 56.6 0 0.2 0.4 0.6 0.8 1 X aseton distilat X aseton residu

LAMPIRAN D Contoh Perhitungan


1. Kalibrasi Termometer T ruang = 25 0C = 298 K P ruang = 694 mmHg * = 92,526 kPa Persamaan Antoine untuk air ln P ( kPa ) = 16,53262 ( )

ln 92,526

= 16,53262 -

( )

T ( K ) = T didih air = 370,9755 K = 97,9755 0C Titik beku air Titik beku air pada 1 atm = 0 0C Titik beku air pada 0,9 atm = 0,95 0C ( ( ) ) ( ( ) )

T = 0,8235 0C Temperature yang diperoleh dari kalibrasi thermometer T didih air T beku air = a = 87 0C = b = 0,5 0C

86,5 T 71,2328 = 97,152 x 48,576 86,5 T = 97,152 x + 22,6568 T = 1,123 x + 0,262 2. Kalibrasi piknometer Massa air = massa ( pikno + air ) massa pikno = 30,55 19,76 = 10,79 gram 0 air (25 C) : 997,07 kg/m = 0,99707 g/ml volume piknometer = volume air = = = 10,822 ml 3. Pembuatan kurva standar Massa gelas kimia kosong = 54,09 gram Volume piknometer = 10,822 ml Run 1 : Massa (gelas kimia + air) = 63,88 gram Massa (gelas kimia + campuran) = 71,55 gram Massa air = massa (gelas kimia + air) massa gelas kimia kosong = 63,88 gram 54,09 gram = 9,79 gram Massa aseton = massa ( gelas kimia + campuran ) massa ( gelas kimia + air ) = 71,55 gram 63,88 gram = 7,67 gram n air = = = 0,54 mol n aseton = = = 0,14 mol

n total = 0,54 mol + 0,14 mol = 0,68 mol x air = = 0,80 x aseton = 1 x air = 1 0,80 = 0,20 massa piknometer + campuran = 29,82 gram massa piknometer kosong = 19,76 gram massa campuran = massa ( pikno + campuran ) massa pikno kosong = 29,82 gram 19,76 gram = 10,06 gram volume pikno = 10,822 ml campuran = = = 0,93 gram/ml Persamaan kurva standar = -0,2243 x aseton + 0,9674 4. Pembuatan diagram kesetimbangan fasa Run 1 : T rata-rata = = = 52,5 0C T kalibrasi = 1,123 x + 0,262 = 1,123 ( 52,5 ) + 0,262 = 59,2195 0C Massa distilat + pikno = 28,75 gram Massa residu + pikno = 29,57 gram Massa pikno kosong = 19,76 gram Massa distilat = massa ( distilat + pikno ) massa pikno kosong = 28,75 gram 19,76 gram = 8,99 gram Massa residu = massa ( residu + pikno ) massa pikno kosong = 29,57 gram 19,76 gram = 9,81 gram

distilat = = 0,830715 gram/ml residu = = = 0,27157028 gram/ml = -0,2243 x aseton + 0,9674 x aseton distilat = = 0,609383817 x aseton residu = = 0,27157028

Anda mungkin juga menyukai