Anda di halaman 1dari 23

MEMBANDINGKAN PERMENAKERTRANS 12/MEN/VI/2007 DENGAN PERMENAKERTRANS 06/MEN/III/2009

KELOMPOK IV

Seiring dengan adanya globalisasi disegala bidang maka perindustrian di Indonesia mengalami perubahan yang besar. Perubahan ini di tandai dengan bertambah majunya teknologi yang digunakan dalam menjalankan proses sehingga dapat meningkatkan efisiensi dan produktivitas kerja.

Namun, perubahan dalam proses ini juga bisa menimbulkan resiko terjadinya kecelakaan terhadap tenaga kerja atau kecelakaan kerja.Menurut Sumamur (1981), 80-85 % kecelakaan disebabkan oleh kelalaian (unsafe human acts) dan kesalahan manusia (human error).

Kecelakaan dan kesalahan manusia tersebut meliputi factor usia, jenis kelamin, pengalaman kerja dan pendidikan. Pheasant (1988) berpendapat bahwa kemungkinan kesalahan akan meningkat ketika pekerja mengalami stress pada beban pekerjaan yang tidak normal atau ketika kapasitas kerja menurun akibat kelelahan.

Berdasarkan Undang-undang Republik Indonesia No.1 Tahun 1970 tentang keselamatan kerja dituliskan bahwa setiap tenaga kerja berhak mendapatkan perlindungan atas keselamatannya dalam melakukan pekerjaan kesejahteraan hidup dan meningkatkan produksi serta produktivitas nasional.

Begitu juga dengan setiap orang lain yang berada di tempat kerja terutama di pabrik, perlu terjamin pula keselamatannya. Oleh karena itu, sesuai dengan peraturan yang berlaku setiap pabrik atau perusahaan yang didalamnya terdapat pekerja dan resiko terjadinya bahaya wajib untuk memberikan perlindungan keselamatan.

Untuk meningkatkan kualitas penyelenggaraan jaminan sosial tenaga kerja maka ditetapkan lah peraturan yang mendukung pemberian hak yang harus diterima oleh tenaga kerja yang sesuai dengan undang undang yang berlaku seperti PERMENKES NOMOR 12/MEN/VI/2007

dan mengalami perubahan PERMENKES NO 06/MEN/III/2009 tentang perubahan atas peraturan Menteri tenaga kerja dan transmigrasi tentang petunjuk teknis pendaftaran kepeasertaan,pembayaran iuran,pembayaran santunan dan pelayanan sosial tenaga.

PERATURAN MENTERI TENAGA KERJA DAN TRANSMIGRASI REPUBLIK INDONESIA NOMOR : PER-12/MEN/VI/2007

Pasal 18 (1). Tenaga kerja yang berhenti bekerja dari perusahaan sebelum usia 55 ( lima puluh lima ) tahun dan telah mempunyai masa kerja kepesertaan aktif ( membayar iuran ) maupun non aktif ( tidak membayar iuran ) sekurang kurangnya 5 ( lima ) tahun, dan setelah melewati masa tunggu 6 (enam ) bulan maka tenaga kerja dapat mengajukan permintaan pembayaran Jaminan Hari Tua kepada Badan Penyelenggara dengan mengisi formulir Jamsostek 5 dengan melampirkan :

a. Kartu Peserta Jamsostek (KPJ ) asli ; b Surat keterangan pemberhentian bekerja dari perusahaan atau penetapan pengadilan hubungan Industrial ; c Kartu Identitas ( foto copy Kartu Tanda Penduduk / Surat Ijin Mengemudi dan Kartu Keluarga ) yang masih berlaku.

(2). Masa kepesertaan sekurang - kurangnya 5 ( lima ) tahun sebagaimana dimaksud pada ayat (1), Badan Penyelenggara menghitung dan membayarkan Jaminan Hari Tua secara sekaligus kepada tenaga kerja yang bersangkutan..

(3). Berdasarkan pengajuan permintaan pembayaran sebagaimana dimaksud pada ayat (1), Badan Penyelenggara menghitung dan membayar Jaminan Hari Tua secara sekaligus kepada tenaga kerja yang bersangkutan..

PERATURAN MENTERI TENAGA KERJA DAN TRANSMIGRASI NOMOR PER.06/MEN/III/2009 TENTANG PERUBAHAN ATAS PERATURAN MENTERI TENAGA KERJA DAN TRANSMIGRASI NOMOR PER-12/MEN/VI/2007

TENTANG PETUNJUK TEKNIS PENDAFTARAN KEPESERTAAN, PEMBAYARAN IURAN, PEMBAYARAN SANTUNAN, DAN PELAYANAN JAMINAN SOSIAL TENAGA KERJA MENTERI TENAGA KERJA DAN TRANSMIGRASI REPUBLIK INDONESIA

Pasal 18 1) Tenaga kerja yang berhenti bekerja dari perusahaan sebelum usia 55 (lima puluh lima) tahun dan telah mempunyai masa kepesertaan aktif (membayar iuran) maupun non aktif (tidak pada tanggal 13 Maret 2009

membayar iuran) sekurang-kurangnya 5 (lima) tahun, dan setelah melewati masa tunggu 1 (satu) bulan, maka tenaga kerja dapat mengajukan permintaan pembayaran Jaminan Hari

Tua kepada Badan Penyelenggara dengan mengisi formulir Jamsostek 5 dengan melampirkan : a. Kartu Peserta Jamsostek (KPJ) asli; b. Surat keterangan pemberhentian bekerja dari perusahaan atau penetapan pengadilan hubungan industrial;

c. Kartu identitas (foto copy Kartu Tanda Penduduk/Surat Ijin Mengemudi dan Kartu Keluarga) yang masih berlaku. (2) Masa kepesertaan sekurangkurangnya 5 (lima) tahun dengan masa tunggu 1 (satu) bulan

sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dihitung sejak pembayaran iuran pertama Program Jaminan Hari Tua. (3) Berdasarkan pengajuan permintaan pembayaran sebagaimana dimaksud pada ayat (1) Badan

Penyelenggara menghitung dan membayar Jaminan Hari Tua secara sekaligus kepada tenaga kerja yang bersangkutan. Pasal II Peraturan Menteri ini mulai berlaku pada tanggal 12 Januari 2009. Ditetapkan di Jakarta

TERIMA KASIH