Anda di halaman 1dari 6

COUGH AND DIFFICULT BREATHING IN CHILDREN

Based on kuliah dr. Roni Naning, Sp.A(K)


By Yessy Martha
Baiklah kawans, ni aku rada shock ngeliat harus bikin HSC yang slidenya mpe 95.. apa ni maksudnya, tapi kuliahnya asik kok, tentang batuk uhuk uhuk... sebelum baca cakulnya, berdoa dulu nyoook... Amin...

Temen2 semua pasti pernah dung batuk, ya kan,.. nah emang batuk ni merupakan suatu fenomena harian, artinya setiap hari bisa aja kita batuk. Jangan selalu anggep batuk ni musibah yaa, karena batuk ni ada fungsinya, fungsinya untuk apa? Ternyata batuk merupakan mekanisme pertahanan saluran pernapasan kita. Batuk bukan suatu penyakit, tapi hanya merupakan gejala dari suatu penyakit, oleh karena itu batuk ni merupakan suatu alarm ato tanda kalo ada sesuatu yang salah pada orang tersebut. Keluhan batuk merupakan keluhan yang sering di masyarakat, terutama pada anak-anak. Kasus yang terbanyak adalah batuk kronis maupun batuk berulang. Tentu saja hal ini akan mengganggu aktivitas anak, hubungan dengan teman2nya(dijauhin gt takut ketularan) , dan juga pastinya akan menurunkan kualitas hidup si anak. Orang tuanya juga pasti kuatir dung, kalo malem anaknya batuk2, ya ortunya jadi ga isa bobo, eh trs paginya di kantor ngatuk dimarain bosnya, dipotong gajinya.. tuh kan batuk pada anak ni ternyata masalah yang bisa jadi ribet. (eh ni beneran kata dr. Roni) Batuk merupakan bagian dari mekanisme pertahanan tubuh, dalam hal ini mekanisme perthanan di saluran pernapasan. Batuk ni sinergi dengan mekanisme mucociliary clearance alias pembersihan mukus oleh sel-sel bersilia di saluran pernapasan. Normalnya setiap hari orang dewasa mengeluarkan mucus sebanyak 30ml. Misal kita batuk karena ada benda asing, maka mekanisme mucociliari clearance inilah yang membantu mengeluarkan benda asing itu. Jadi intinya, batuk itu ga selalu sesuatu yang abnormal, tapi batuk ni bisa jadi tanda kalo ada sesuatu yang abnormal. So, sekarang kita definisikan sama2 yaa, apakah batuk itu? Batuk merupakan suatu manuver pada waktu ekspirasi yang sifatnya eksplosif, yang biasanya terjadi karena adanya benda asing ato sesuatu yang tidak normal masuk ke dalam saluran napas dan berfungsi untuk mencegah aspirasi makanan atau cairan. Bayangin kalo kita ga punya refleks batuk maka ntar kalo tersedak kita ga isa ngeluarin kan, malah bahaya. Apa saja yang terlibat dalam refleks batuk ? 1. Reseptor 2. Saraf afferen 3. Pusat kontrol batuk (di medula oblongata) 4. Saraf efferen 5. Otot-otot respirasi Lebih jelasnya liat gambar disamping ni.. Intinya ya, semua orang normalnya pasti pernah batuk.. Bisa diliat di gambar slide ato diagram samping ni kalo reseptor batuk kebanyakan di saluran napas, sehingga jika seseorang batuk maka biasanya menandakan ada yang salah di saluran napasnya. Sepanjang saluran napas ada reseptor batuknya, kecuali alveolus. Selain saluran napas reseptor batuk juga terdapat di telinga, sehingga kalo orang yang sakit telinga tu dia juga bisa batuk. Di diafragma, jantung, lambung juga ada. Pokoknya kalo ada gangguan di tempat yang ada reseptor batuknya, ya ntar bisa batuk. Jadi kalo mau nentuin penyebab batuknya, kita bisa kira-kira yang salah dimana kalo kita tau reseptornya dimana aja. Mekanisme batuk 1. Inspirasi Kontraksi otot2 inspirasi menyebabkan inspirasi yang dalam. Sehingga akan meningkatkan volume tidal hingga 150-200%. Dan trachea-bronchia dilatasi karena udaranya masuk. 2. Kompresi Glotis menutup, kontraksi otot2 abdominal dan thoracal, sehingga tekanan intrathorax akan meningkat. 3. Ekspirasi Otot2 ekspirasi berkontraksi dan menyebabkan pembukaan glotis secara tiba2 sehingga udara keluar secara eksplosif. Terjadilah batuk.

Kesulitan Bernapas Kalo batuk tadi merupakan hal yang normal, nah kesulitan bernapas ini merupakan hal yang tidak normal. Tapi kesulitan bernapas bukan suatu penyakit, tapi merupakan suatu gejala dari suatu penyakit. Definisinya, kesulitan bernapas merupakan suatu sensasi ketika bernapas yang dirasa tidak nyaman seperti biasanya. Banyak terminologi yang dipake untuk menyatakan kesulitan bernapas, salah satunya adalah dyspnea. Terminologi lainnya bisa liat di slide aja yaa, banyak tuh. Penyebab Kesulitan Bernapas Aktivasi afferen di berbagai tempat : -Reseptor regang pulmonari - articulatio costae -Otot2 respirasi, termasuk diafragma -Tempat-tempat lain seperti visceral(organ dalam), saraf, dan emosi. Tadi kan kalo batuk reseptornya spesifik, nah kalo kesulitan bernapas ni ga ada reseptor yang spesifik. Reseptor untuk kesulitan bernapas secara garis besar : - kemoreseptor : reseptor rangsang hipoxia dan hipercapnia. Dimana dalam kondisi ini tubuh memerlukan O 2 lebih banyak. Kan ada rumus Vol O2= frek napas x vol O2 per menit. Maka dengan meningkatkan frekuensi napas diharapkan vol O2 akan terpenuhi. Karena frekuensi napas meningkat, semua otot bantu napas digunakan, trs cape kan, bernapasnya jadi sulit, lama-lama berenti napasnya karena lelah. - mekanoreseptor : terdapat di saluran napas atas, paru2 (reseptor regang paru2 dan reseptor iritan) -reseptor dinding dada Kriteria Napas Cepat, menurut WHO Usia Napas Cepat jika <2bulan 2-12bulan 1-5tahun >60/menit >50/menit >40/menit

Chest-Indrawing alias tarikan dinding dada, liat aja gambarnya di slide ya. Nah itu kenapa bisa terjadi? Kan kalo napas normal itu, pas inspirasi dinding dada mengembang, paru-paru juga ikut ngembang kan, tapi kalo paru-parunya ga isa ngembang sempurna, maka pengembangan dinding dada tidak diikuti dengan pengembangan paru-paru sehingga dinding dadanya malah jadi ketarik ke dalam ketika inspirasi. Inget yaa, tarikannya ni pas inspirasi. Sebenernya banyak banget penyakit2 pada anak yang gejalanya batuk dan atau kesulitan bernapas. Jadi ada batuk dan kesulitan bernapas, ada juga yang batuk aja, ada juga yang kesulitan napas aja. Nah diferensial diagnosisnya banyak ni... 1. Pneumonia Batuk dengan napas cepat Ada tarikan dinding dada Demam Terdengar suara krepitasi ketika dilakukan auskultasi Kalo bernapas cuping hidungnya bergerak-gerak(nasal flaring) dan kepala mengangguk-angguk Sianosis (terutama biru di mukosa mulut), terdapat suara merintih Bronkiolitis (radang pada bronkiolus) Paling sering terjadi pada bayi di bawah 6 bulan, tapi juga banyak terjadi pada anak dibawah 2 tahun. Ada hiperinflasi, yaitu pengembangan paru-paru yang berlebihan, sehingga dadanya jadi cembung. Hal ini terjadi karena pada bronkiolitis, ada obstruksi bronkiolar karena edema, mukus, dan debris selular, sehingga resistensi dinding bronkiolus meningkat dan mempengaruhi aliran udara. udara yang masuk lebih banyak daripada yang keluar. Karena waktu ekspirasi saluran napasnya menyempit, sehingga udara yang masuk waktu inspirasi ga semua udara bisa keluar. Ditemukan ekspirasi yang memanjang, karena volume udara yang keluar lebih sedikit sehingga butuh waktu lebih lama untuk ekspirasi Jika diberi bronkodilator tidak terlalu merespon Asthma Bunyi mengi/wheezingnya terjadi berulang kali Ada hiperinflasi Ekspirasi memanjang Suara pernapasan melemah Jika diberi bronkodilator responnya baik

2.

3.

4.

Gagal Jantung Tekanan vena jugularis akan meningkat Apex jantung geser ke kiri Terdengar irama gallop, murmur Terdengar krepitasi pada daerah basal jantung Ada pembesaran hati Kelainan Jantung Kongenital Sianosis Susah makan, pas netek tersengal-sengal Ada bising/murmur jantung, pembesaran hati Tuberculosis (TBC) Batuk kronik >21 hari, tapi batuk ni bukan gejala utama TBC pada anak. Pokoknya kata dr. roni ni, kalo misal kita nemuin anak dengan batuk yang uda kronis alias lama maka yang kita pikirkan pertama adalah asthma bukan TBC Gangguan tumbuh kembang Berat badan tidak naik Uji mantoux dan uji tuberculin positif. Uji tuberculin ni prinsipnya menyuntikkan antigen kuman TBC ke pasien. Jika si pasien sudah pernah terpapar kuman Y+TBC sebelumnya maka akan terjadi reaksi sehingga hasilnya positif. Demam >2mgg Terjadi limfadenopati alias pembesaran kelenjar limfe (cervical,inguinal,axillar) Benda Asing (corpa corpus alleanum) Benda asing yang masuk ke saluran napas juga bisa menyebabkan batuk atau kesulitan bernapas Ada riwayat tersedak atau menelan benda asing, nah tapi untuk mengetahui hal ini pada anak tentunya sulit cz mereka juga nggak tau abis nelen apa. Terjadinya mendadak, tiba2 aja gitu si anak batuk2 n susah napas Hanya bagian tertentu aja yang perlu diperiksa, karena biasanya hanya suara mengi bersifat focal Efusi Pleura Terdapat cairan di cavum pleura. Kalo empyema ni cairannya bentuknya pus gitu. Tapi kalo efusi pleura lum tentu pus, bisa cairan2 lain. Kalo diperkusi paru2nya akan terdengar redup/dullness. Karena terisi cairan, maka paru-parunya tertekan sehingga udara ga isa masuk ke alveolus. Pneumothorax Terdapat udara dalam cavum pleura. Sebenernya normal aja kalo di cavum pleura ada udaranya, tapi ga banyak. Pada pneumothorax ni udaranya lebih dari normal. Terjadinya mendadak Jika diperkusi terdengar hipersonor Terjadi pergeseran mediastinum

5.

6.

7.

8.

9.

10. Pertussis (batuk rejang) Batuk yang terus-menerus dan akhirnya diakhiri dengan whoop(ga tau ni ap, dr.Roni ga terjemahin, tapi di kamus sih artinya teriakan), trs kadang2 disertai muntah, sianosis ato apneu. Diantara batuk2 itu, dia ga knapa2. Ya Cuma batuk2 aja gitu. Cek juga biasanya yang kena pertussis ni yang lum pernah vaksin DPT (dipteri, pertussis, tetanus). 11. Anemia Berat Ternyata anemia bisa juga nyebabin gangguan pernapasan. Pasien yang diperiksa ini Hbnya < 5g/dL. Gejala Batuk paling banyak ditemui pada kasus Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) Bisa disertai sesak napas, bisa juga nggak. Disebut akut jika <14 hari. ISPA ni dibagi lagi jadi 2 : -ISPA atas (dari sebelum epiglotis ke atas) -ISPA bawah (dari sebelum epiglotis mpe ke alveolus) Batasnya lebih jelas bisa temen2 liat aja ya di slidenya. Disitu ditulis ISPA atas : flu/common cold, otitis media, pharyngitis.

ISPA bawah : epiglotitis, laryngitis, laryngotracheitis, bronchitis, bronchiolitis, pneumonia (radang alveolus)

Klasifikasi untuk deteksi dini pneumonia Prinsipnya adalah melihat napas dan tarikan dinding dada Untuk anak usia 2 bulan-5tahun -Pneumonia berat -Pneumonia -Bukan pneumonia Untuk anak dibawah 2 bulan -Pneumonia berat -Bukan pneumonia Tanda Batuk dengan napas capat dan ada tarikan dinding dada Batuk dengan napas cepat Klasifikasi Pneumonia berat Pneumonia

Batuk aja tanpa napas cepat maupun Bukan pneumonia tarikan dinding dada Dengan deteksi dini pneumonia ini, diharapkan angka kesembuhannya juga semakin baik.

Kalo kita menemui pasien ISPA, maka kita harus nentuin dulu itu ISPA atas ato bawah, dengan demikian kita bisa nentuin agen penyebabnya, so kita bisa kasih obat yang bener. Penyebab ISPA atas, nah ni paling banyak disebabin ama virus : RhInovirus, Corona virus, Adenovirus, Entero virus. Kan kita udah tau kalo penyebab ISPA atas tu paling banyak virus, bukan bakteri, jadi misal ada pasien datang dengan ISPA atas ya jangan dikasi antibiotik. Penyebab ISPA bawah , virus yang biasa menginfeksi: RSV (Respiratory Syncitial Virus), Para influenza 1,2,3; Corona virus, Adenovirus, Enterovirus . Nah untuk ISPA bawah, jangan lupa cek dia pneumonia ato ga, coz biasanyan ISPA bawah ni diakibatin ama pneumonia, kalo bener pneumonia maka berikan antibiotik. Sekarang bahas pneumonia Pneumonia Pada anak2 < 5th, ternyata angka morbiditasnya mencapai 10-20% dan angka mortalitasnya mencapai 6/1000. Trs ada orang yang ngitung2 gitu intinya per hari ada 416 anak meninggal karena pneumonia. Kalo di slide digambarkan kaya penumpang pesawat yang isinya anak2 semua,trs kecelakaan dan semua meninggal. Gitu... Dan ternyata memang... Pneumonia itu pembunuh nomor 1 pada anak-anak. Makanya itu kita harus ngerti bener ni tentang pneumonia, uda kompetensi kta ntar karena di masyarakat ntar kita pasti nemuin kasus2 ini. Penyebab pneumonia paling banyak: Streptococcus pneumonia dan Haemophylus influenza. Di daerah berkembang 60% penyebab pneumonia adalah bakteri, makanya kalo di negara kita ni pasien yang kena pneumonia harus dikasi antibiotik. Tapi kalo di negara maju sana nggak selalu dikasi antibiotik. Betewe Streptococcus pneumonia dan Haemophylus influenza ni udah ada vaksinnya, jadi sebaiknya bayi2 itu dikasi vaksin supaya angka kejadian pneumoni bisa berkurang. Faktor-Faktor Resiko BBLR Manultrisi Defisiensi vit A Tidak diberi ASI Imunisasi yang tidak lengkap Tinggal di lingkungan yang padat penduduk : ni meningkatkan kemungkinan transmisi bakteri atau virus pneumonia Tinggal di daerah perkotaan : ni banyak polusinya sehingga epitel pernapasan capet rusak kena polutan yang iritatiif, sehingga agen pneumonia lebih mudah invasinya. Sebenernya di trachea kita ada flora normal, namanya Streptococcus pneumonia itu, nah tapi misal dia pindah dari tempatnya itu maka dia bisa jadi patogen. Contohnya pindah ke alveolus, ya bisa nyebabin radang paru alias pneumonia, kalo sampai ke darah bisa menimbulkan sepsis, kalo ke telinga bisa nyebabin otitis.

Normalnya, saluran pernapasan bawah itu steril karena adanya mekanisme pertahanan termasuk mucociliary clearance yang merupakan sekresi normal (contohnya sekresi IgA, makrofag dan imunoglobulin yang lainnya). Mekanisme ini mencegah invasi mikroorganisme patogen. Tapi karena adanya infeksi virus pneumonia, yang terjadi karena penyebaran infeksi yang disertai dengan luka pada epitel respirasi yang menyebabkan terjadinya obstruksi. Obstruksi ini disebabkan kerena pembengkakan, sekresi abnormal, dan debris seluler. Nah infeksi virus ni akan mempengaruhi terjadinya infeksi sekunder flora normal, intinya si streptococcus pneumonia yang harusnya normal, berubah jadi patogen karena perubahan-perubahan ini, selain itu juga karena bakteri ini menyebar hingga ke paru2 yang harusnya steril. Penyebaran ini disebabkan edema yang dihasilkan S.pneumonia, yang mana edema ini akan menyebabkan proliferasi dari bakteri tersebut, sehingga bisa menyebar. Diagnosis Anamnesis dan pemeriksaan fisik. Pemeriksaan penunjang bisa juga pake foto thorax, tapi kalo anamnesis dan pemeriksaan fisik kita uda bener 80% bisa terdiagnosis kok. Kan tadi diatas uda dibilang pake pengukuran napas cepat dan chest indrawing itu bisa untuk deteksi, nah ada penelitiannya ternyata dengan metode ini kevalidannya cukup baik. Treatment Untuk negara berkembang kaya kita utamanya pake antibiotik Untuk pneumonia yang ga berat (napas cepat tanpa tarikan dinding dada) : dikasi antibiotik oral, ga perlu mondok Antibiotiknya bisa pake amoxicilin Untuk pneumonia berat (napas cepat + tarikan dinding dada) : mondok di RS dan berikan antibiotik parenteral. Antibiotiknya bisa kombinasi bensilpenicilin dan aminoglikosida atau bisa juga dikasi chloramfenikol Indikasi mondok yang lain : Usia <6bulan Kelihatan dehidrasi dan muntah Hipoxemia (saturasi O2 <93-94% di ruangan) Pencegahan Dengan IMCI

Tuberculosis
Penyebab : Mycobacterium tuberculosis Untuk tuberculosis ini belum ada data valid tentang prevalensi dan insidensinya, tapi diperkirakan mencapai 10% dari total kasus. Karena diagnosis TBC pada anak ckup sulit, medical recordnya juga ga semua terkumpul dengan baik, sehingga ga semua data TBC masuk. Paling banyak pada anak < 1thn Gmn penyebarannya? Bakteri ini disebarkan oleh orang yang telah terinfeksi dalam bentuk droplet2 ketika dia batuk. Misal dia batu di tempat yang ada cahaya mataharinya, maka akan tersterilisasi, alias mati gitu bakterinya. Tapi jika batuknya di temapat gelap dan lembab maka bakteri bisa menyebar ke orang lain. Tanda-tanda Klinis : -tidak spesifik -biasanya hasil pemeriksaan respirasi normal -terdapat limfadenopati servikal -jika TB terjadi ekstrapulmonar (di luar paru2), maka tanda klinisnya tergantung organ apa yang terserang Diagnosis: Pake TST (Tuberculin Skin Test), contohnya test mantoux. Test Mantoux ni caranya dengan menginjeksikan secara IM 0.1mL 5tuberculin unit PPD (purified protein derivative). Jika orang tersebut pernah terinfeksi TB, maka sel T nya akan melepaskan lymphokines yang akan menginduksi indurasi karena adanya vasodilatasi, edema, deposisi fibrin, dan selsel inflamasi yang lain yang menuju area yang disuntik itu. Hasilnya diliat 48-72 jam setelah administrasi. Nah yang diukur tu indurasinya aja, tapi bukan yang kemerahan yaaa, yg kemerahan ga usa diitung... Hasil Positif jika >15mm : sudah mendapat vaksin BCG dalam 5 tahun >10mm : sudah mendapat vaksin BCG dalam 10 tahun >5 mm : pada anak beresiko TB dan belum mendapatkan vaksin BCG Pada kasus TBC yang utama diagnosisnya adalah dengan uji tuberculin ini, kalo uji sputum hasilnya biasanya negatif. Ada 3 macem interpretasi: Terinfeksi TB : positif TST Latent TB : positif TST without illness Penyakit TB : positif TB diserati gejala, tanda, Perubahan gambaran Chest X-Ray dari normal ke abnormal. Untuk mengukur keparahan TB, ada penilaian yang dapat dilakukan yaitu TB score (liat slide ya). Lakukan terapi jika score > 6

Rujuk ke rumah sakit segera jika : -hasil chest X ray : ditemukan gambaran milier TB -gibbus (ni bentuknya kaya kifosis gitu tapi sudutnya tajem, kaya bongkok gitu) -scrofuloderma (ni liat lagi gambarnya di slide) -ada tanda bahaya : kejang, kaku leher, kesadaran memburuk, dan tanda bahaya lain

Teman, sekian dari aku, maaf banget kalo ga lengkap, aku nulis yang dijelasin dr. Roni, tapi yang TB tu waktunya ga cukup jadi aku juga ga lengkap nulisnya... maaf yaaa... smg bermanfaat

Anda mungkin juga menyukai