Anda di halaman 1dari 33

Laporan Pelaksanaan Good Corporate Governance

PELAKSANAAN TATA KELOLA PERUSAHAAN Dalam industri perbankan, tata kelola perusahaan adalah faktor penting dalam memelihara kepercayaan dan keyakinan pemegang saham dan nasabah. Tata kelola perusahaan yang baik dirasakan semakin penting seiring dengan meningkatnya risiko bisnis dan tantangan yang dihadapi oleh industri perbankan. Dengan mengedepankan tata kelola perusahaan yang baik (Good Corporate Governance) dan pengelolaan risiko yang baik, Bank diharapkan dapat terhindar dari dampak buruk krisis perekonomian global. Dalam setiap pengambilan keputusan bisnis memiliki unsur ketidakpastian dan juga menimbulkan risiko. Untuk menyikapi hal tersebut Bank Sahabat senantiasa mengelola risiko melalui pengawasan yang efektif dan pengendalian internal sebagai bagian dari prinsip prinsip GCG. Struktur pengendalian internal yang terpadu dan komprehensif dapat meminimalkan dampak tersebut. Aktualisasi GCG sebagai bagian yang dilakukan proses intern senantiasa melibatkan semua pihak stakeholder yaitu Dewan Komisaris, Direksi, Pejabat Senior, pimpinan dan seluruh karyawan. Interaksi tersebut membentuk budaya kerja yang positif dan memberikan keunggulan bersaing Bank. Dalam melaksanakan Good Corporate Governance, Bank Sahabat senantiasa berpedoman pada ketentuan yang diatur dalam Peraturan Bank Indonesia tentang prinsip-prinsip GCG. Prinsip yang dianut adalah tata kelola perusahaan harus dijalankan dengan standar tertinggi dalam rangka mendukung tujuan bisnis Bank dan nilai tambah kepada seluruh pemangku kepentingan. Hal ini merupakan kunci utama yang mendukung keberlangsungan Bank Sahabat. Pelaksanaan Tata Kelola Perusahaan/Good Corporate Governance kami yakini sangat penting bagi perusahaan untuk mencapai tujuannya menjadi organisasi yang kompetitif yang dijalankan oleh sumberdaya manusia yang handal dan menghargai nilai-nilai Panggilan Hati

(Passion),

Integritas

(Integrity),

Kerjasama

(Teamwork),

Penghargaan

(Respect),

Kesempurnaan (Excellent). Bank Sahabat berkomitmen untuk senantiasa menyempurnakan penerapan GCG yang mengedepankan prinsip moral dan etika serta praktek-praktek bisnis yang sehat, sehingga tata kelola perusahaan dapat dilakukan dengan baik dan berkelanjutan di setiap kegiatan Bank Sahabat. Pelaksanaan GCG dilaksanakan selalu dengan pedoman 5 (lima) prinsip dasar yaitu Keterbukaan (Transparancy), Akuntabilitas (Accountability), Pertanggungjawaban

(Responsibility), Independensi (Independency), Kewajaran (Fairness). Komitmen Bank pada saat ini adalah menjaga kepatuhan terhadap peraturan-peraturan baik dari internal maupun regulator.

I.

Transparansi Pelaksanaan Good Corporate Governance

A. Pengungkapan Pelaksanaan Good Corporate Governance

1.

Pelaksanaan Tugas dan Tanggung Jawab Dewan Komisaris dan Direksi Bank telah mengalami sedikit penurunan selama tahun 2011. Menyadari kondisi

tersebut, segenap komponen Bank telah dan selalu mengupayakan berbagai penguatan baik dalam hal pengelolaan mapun pengawasan secara kualitas maupun kuantitas. Meskipun belum dianggap memadai oleh Bank Indonesia, akan tetapi hingga saat ini kami tetap berusaha sebaik mungkin untuk dapat mengatasi kondisi tersebut melalui pengawasan yang lebih ketat.

a.

Jumlah, Komposisi, Kriteria dan Independensi Anggota Dewan Komisaris dan Direksi Per posisi akhir Desember 2011, susunan Dewan Komisaris Bank adalah sebagai berikut: 1. Ida Purwaningsih Komisaris Utama Independen, berdomisili di Jakarta. 2. Tarsisius Hani Handoko, Komisaris Independen, berdomisili di Yogyakarta.

Bank menyadari bahwa dengan hanya memiliki 2 Komisaris Independen maka hal ini belum sesuai dengan peraturan atau regulasi yang ditetapkan oleh Bank Indonesia.

Seluruh anggota Dewan Komisaris telah memenuhi persyaratan perangkapan jabatan sebagaimana ditetapkan dalam Peraturan Bank Indonesia No. 8/14/PBI/2006 dan telah melalui Fit & Proper Test yang dilakukan oleh Bank Indonesia.

Setiap anggota Dewan Komisaris dapat dipastikan tidak memiliki hubungan keuangan, kepengurusan, kepemilikan saham dan/atau hubungan keluarga dengan anggota Dewan Komisaris lainnya, Direksi dan/atau pemegang saham pengendali atau hubungan dengan Bank, yang dapat mempengaruhi kemampuannya untuk bertindak independen.

Per posisi akhir Desember 2011 susunan Direksi Bank adalah sebagai berikut: 1. Direktur Utama Vacant (Kosong)

2. Direktur Operasional Gatot Adhi Prasetyo 3. Direktur Kepatuhan Sigit Suryanto

Seluruh anggota Direksi telah memenuhi persyaratan jabatan sebagaimana ditetapkan dalam Peraturan Bank Indonesia No. 11/1/PBI/2009 perihal Bank Umum, Peraturan Bank Indonesia No. 8/14/PBI/2006 perihal Penerapan Good Corporate Governance (GCG) bagi Bank Umum dan telah melalui Fit and Proper Test yang dilakukan oleh Bank Indonesia.

Setiap anggota Direksi dapat dipastikan tidak memiliki hubungan keuangan, kepengurusan, kepemilikan saham dan/atau hubungan keluarga dengan anggota Dewan Komisaris, Direksi lainnya dan/atau pemegang saham pengendali atau hubungan dengan Bank, yang dapat mempengaruhi kemampuannya untuk bertindak independen.

b. Tugas dan tanggung jawab Dewan Komisaris dan Direksi

Tugas dan Tanggungjawab Dewan Komisaris Dalam kaitan pelaksanaan Good Corporate Governance, Dewan Komisaris memiliki tugas dan tanggungjawab sesuai dengan Undang Undang Perseroan Terbatas tahun 2007 dan Peraturan Bank Indonesia No. 8/14/PBI/2006 perihal Penerapan Good Corporate Governance (GCG) bagi Bank Umum yang meliputi: 1. Memastikan terselenggaranya pelaksanaan Good Corporate Governance dalam setiap kegiatan usaha Bank pada seluruh tingkatan atau jenjang organisasi. 2. Melaksanakan pengawasan terhadap pelaksanaan tugas dan tanggung jawab Direksi, serta memberikan nasihat kepada Direksi. 3. Melakukan pengawasan sebagaimana melalui pengarahan, pemantauan dan evaluasi pelaksanaan kebijakan strategis Bank. 4. Dalam melaksanakan pengawasan Dewan Komisaris tidak terlibat dalam pengambilan keputusan operasional Bank. 5. Memastikan bahwa Direksi telah menindaklanjuti temuan audit dan rekomendasi dari satuan kerja audit intern Bank, auditor eksternal, hasil pengawasan Bank Indonesia dan/atau hasil pengawasan otoritas lain.

Tugas dan Tanggungjawab Direksi Dalam kaitan pelaksanaan Good Corporate Governance tugas dan tanggungjawab Direksi sesuai dengan Undang Undang Perseroan Terbatas tahun 2007 dan Peraturan Bank Indonesia No. 8/14/PBI/2006 perihal Penerapan Good Corporate Governance (GCG) bagi Bank Umum meliputi: 1. Bertanggungjawab penuh atas pelaksanaan kepengurusan Bank.

2. Wajib mengelola Bank sesuai dengan kewenangan dan tanggung jawabnya sebagaimana diatur dalam Anggaran Dasar dan peraturan perundangundangan yang berlaku.

Dalam melaksananakan tugas dan tanggungjawab tersebut Direksi telah: 1. Melaksanakan prinsip-prinsip Good Corporate Governance dalam setiap kegiatan usaha Bank pada seluruh tingkatan atau jenjang organisasi termasuk pengungkapan kebijakan strategis dibidang kepegawaian. 2. Menindaklanjuti temuan audit dan rekomendasi dari Satuan Kerja Audit Intern Bank, auditor eksternal, hasil pengawasan Bank Indonesia dan/atau hasil pengawasan otoritas lain. 3. Membentuk: a. Satuan Kerja Audit Intern; b. Satuan Kerja Manajemen Risiko dan Komite Manajemen Risiko; dan c. Satuan Kerja Kepatuhan. 4. Memiliki pedoman dan tata tertib kerja yang bersifat mengikat bagi setiap anggota Direksi. 5. Mempertanggungjawabkan pelaksanaan tugasnya kepada pemegang saham melalui Rapat Umum Pemegang Saham.

c. Frekuensi Rapat Dewan Komisaris Selama tahun 2011, Dewan Komisaris telah mengadakan rapat sebanyak 10 (sepuluh) kali yang terjadi pada bulan Januari, Februari, Maret, Juni, Juli, Agustus, September, Oktober, November dan Desember.

KEHADIRAN KOMISARIS SELAMA 2011


Nama Ida Purwaningsih Hani Handoko Jan P P Feb P P Mar P P Apr x x May P P Jun P P Jul P P Aug P P Sep P P Oct P P Nov P P Dec P P

d. Rekomendasi Dewan Komisaris Sepanjang tahun 2011, Dewan Komisaris telah melaksanakan tugasnya dengan memberikan rekomendasi dan masukan sebagai berikut : Waktu Januari 2011 Perihal Meminta Direksi menyajikan Activity Plan, Target Date dan Revisi angka rincian RBB. Februari 2011 Pemberian masukan kepada Direksi atas rencana pelaksanaan write off serta penyusunan kebijakan write off baru. Maret 2011 Komisaris menyetujui Laporan Keuangan Bank setelah dilakukan koreksi sesuai penerapan standar akuntansi (PSAK). Mei 2011 Menyetujui usulan dari Komite Remunerasi dan Nominasi atas pemakaian jasa asuransi kesehatan untuk karyawan. Juni 2011 Evaluasi kinerja Bank dan merekomendasikan kepada Bank agar segera mencari pengganti untuk posisi Komisaris dan Direktur Utama. Juli 2011 Pemberian masukan kepada Direksi atas kinerja PT Bank Sahabat Purba Danarta Penggantian komite dan penunjukan KAP Agustus 2011 Pemberian masukan kepada Direksi atas kinerja PT Bank Sahabat Purba Danarta September 2011 Pemberian masukan kepada Direksi agar melengkapi laporan yang sesuai dan tepat waktu. Oktober 2011 1. Memberi Mismatch. 2. Agar Bank menjalankan produknya dengan prinsip kehatihatian. November 2011 1. Menjaga stabilitas pembebanan CKPN masukan agar dibuatkanKebijakan penetapan

2. Memberikan masukan kepada Bank agar tetap menjaga kualitas kreditnya.

2. Kelengkapan dan Pelaksanaan tugas Komite-komite a. Struktur, Keanggotaan, Keahlian dan Independensi Anggota Komite Dalam membantu pelaksanaan tugas-tugasnya, Dewan Komisaris telah

membentuk Komite berdasarkan keputusan rapat Dewan Komisaris dan telah diangkat melalui ketetapan Direksi sebagai berikut :

Struktur Kepengurusan Komite Komite Audit Ketua Ida Purwaningsih Komisaris Utama Independen Anggota Paulus Theodorus Basuki Hadiprayitno Anggota Independen, Dosen program pasca sarjana FE Undip dan konsultan, pengalaman dibidang audit, akuntansi dan keuangan lebih dari 5 tahun Anggota Buyung Syamsudin Anggota Independen, Komisaris dan Ketua Komite Audit di perusahaan automotif dan percetakan dengan pengalaman lebih dari 5 tahun

Setiap anggota Komite Audit tidak memiliki hubungan keuangan, kepengurusan, kepemilikan saham dan/atau hubungan keluarga dengan anggota Dewan Komisaris, Direksi lainnya dan/atau pemegang saham pengendali atau hubungan dengan Bank, yang dapat mempengaruhi kemampuannya untuk bertindak independen

Komite Pemantau Risiko Ketua Hani Handoko Komisaris Independen Anggota Buyung Nasution Anggota Independen, Komisaris dan Ketua Komite Audit di perusahaan automotif dan percetakan dengan pengalaman lebih dari 5 tahun Anggota Paulus Theodorus Basuki Hadiprayitno Anggota Independen, Dosen program pasca sarjana FE Undip dan konsultan, pengalaman dibidang audit,akuntansi dan keuangan lebih dari 5 tahun

Setiap anggota Komite Pemantau Risiko tidak memiliki hubungan keuangan, kepengurusan, kepemilikan saham dan/atau hubungan keluarga dengan anggota Dewan Komisaris, Direksi lainnya dan/atau pemegang saham pengendali atau hubungan dengan Bank, yang dapat mempengaruhi kemampuannya untuk bertindak independen Komite Remunerasi dan Nominasi Ketua Ida Purwaningsih Komisaris Utama Independen Anggota Hani Handoko Komisaris Independen Anggota Agus Rijanto Divisi Sumber Daya Manusia .

Setiap anggota Komite Remunerasi dan Nominasi

tidak memiliki hubungan

keuangan, kepengurusan, kepemilikan saham dan/atau hubungan keluarga dengan anggota Dewan Komisaris, Direksi lainnya dan/atau pemegang saham pengendali atau hubungan dengan Bank, yang dapat mempengaruhi kemampuannya untuk bertindak independen

b. Tugas dan tanggung jawab Komite Untuk membantu pelaksanaan tugas dan tanggungjawab pengawasan Dewan Komisaris telah membentuk:

1) Komite Audit Pokok-pokok tugas dan tanggung jawab sebagaimana dinyatakan dalam pedoman dan tata kerja Komite diantaranya adalah sebagai berikut: Membantu Dewan Komisaris untuk/dalam: Senantiasa meningkatkan kualitas pelaksanaan tata kelola yang baik (Good Corporate Governance) dengan menerapkan prinsip-prinsip keterbukaan (Transparancy), Akuntabilitas (Accountability),

Pertanggungjawaban (Responsibility), Independensi (Independency) dan Kewajaran (Fairness), untuk memperkuat kondisi internal Bank pada khususnya dan perbankan nasional pada umumnya. Mendorong diterapkannya tata kelola perusahaan yang baik, terbentuknya struktur pengendalian internal yang memadai,

meningkatkan kualitas keterbukaan dan pelaporan keuangan serta mengkaji ruang lingkup, ketetapan kemandirian dan objektifitas akuntan publik. Menilai kecukupan fungsi audit intern Bank, untuk meneliti seluruh aspek kegiatan sesuai peraturan Bank Indonesia undangan yang berlaku. Menilai efektivitas pelaksanaan tugas audit intern Bank dalam menciptakan Bank yang sehat dan mampu berkembang secara wajar. dan perundang-

2) Komite Pemantau Risiko Sesuai dengan pedoman dan tata kerja Komite, tugas dan tanggungjawab Komite Pemantau Risiko diantaranya: Membantu Dewan Komisaris untuk/dalam : Senantiasa meningkatkan kualitas pelaksanaan tata kelola yang baik (Good Corporate Governance) dengan menerapkan prinsip-prinsip
9

Keterbukaan

(Transparancy),

Akuntabilitas

(Accountability),

Pertanggungjawaban (Responsibility), Independensi (Independency) dan Kewajaran (Fairness), untuk memperkuat kondisi internal Bank pada khususnya dan perbankan nasional pada umumnya. Mengevaluasi proses identifikasi, pengukuran, pemantauan dan

pengendalian risiko dari setiap aspek kegiatan usaha Bank guna mencegah potensi terjadinya suatu peristiwa (event) yang dapat menimbulkan kerugian/ risiko. Menilai efektivitas dan kecukupan penerapan manajemen risiko sesuai dengan tujuan, ukuran dan kompleksitas usaha Bank serta risiko yang dihadapinya. Memastikan bahwa Direksi (Manajemen) telah melakukan pengawasan secara aktif terhadap pelaksanaan kebijakan dan strategi manajemen risiko. Memastikan bahwa tingkat risiko yang mencakup seluruh kegiatan Bank dan telah disepakati oleh Direksi dan Dewan Komisaris telah dilaksanakan secara konsisten. Evaluasi rencana darurat yang dilaksanakan. Evaluasi kepatuhan Bank sehubungan dengan pelaksanaan Manajemen Risiko terhadap seluruh perjanjian dan komitmen yang dibuat oleh Direksi kepada Bank Indonesia dan pihak-pihak terkait lainnya.

3) Komite Remunerasi dan Nominasi Tugas dan tanggung jawab Komite Remunerasi dan Nominasi dalam hal pemantauan dan evaluasi adalah sebagai berikut:

Umum: Membantu Dewan Komisaris untuk/dalam:

Senantiasa meningkatkan kualitas pelaksanaan tata kelola yang baik (Good Corporate Governance) dengan menerapkan prinsip-prinsip keterbukaan (Transparancy), Akuntabilitas (Accountability),

Pertanggungjawaban (Responsibility), Independensi (Independency)


10

dan Kewajaran (Fairness), untuk memperkuat kondisi internal Bank pada khususnya dan perbankan nasional pada umumnya. Mendorong diterapkannya tata kelola perusahaan yang baik, dengan mengembangkan dan menerapkan sistem Remunerasi dan Nominasi yang memadai, obyektif, wajar, dan adil, serta mematuhi peraturan dan perundang-undangan yang berlaku. Menilai efektivitas pelaksanaan tugas pengelolaan Sumber Daya Manusia dalam menciptakan Bank yang sehat dan mampu

berkembang secara wajar.

c. Frekuensi Rapat Komite

Komite Komite Audit Komite Pemantau Risiko Komite Remunerasi dan Nominasi

Jumlah Rapat 11 11 11

Kehadiran 100% 100% 100%

11

d. Program Kerja Komite dan Realisasinya Komite Audit Waktu Januari 2011 Perihal Efektifitas pemantauan anggota Komite.

Februari 2011 Maret 2011 April 2011 Juni 2011

Penerapan metode Audit yang baru. Penyampaian Rencana Kerja Komite Audit tahun 2011 Penyesuaian perhitungan CKPN Merekomendasikan kepada manajemen untuk menindaklanjuti hasil temuan audit dengan upaya-upaya perbaikan

Agustus 2011

Merekomendasikan SKAI untuk mengadakan Audit terhadap Support Function.

Sept. 2011

Merekomendasikan untuk pembuatan kebijakan dalam pemberian insentif dalam upaya menghindari Fraud.

Oktober 2011

Penyampaian Progress Report atas hasil temuan audit terhadap produk Sahabat Sehati bulan Oktober 2011 dan Penetapan KAP Drs J. Tanzil dan Rekan untuk melaksanakan Audit Keuangan atas Bank Sahabat.

Nopember 2011

Penyampaian Progress Rencana Audit sampai dengan bulan September 2011.

Desember 2011

Merekomendasikan agar Komisaris diberikan Laporan Keungan per 3 bulan sekali.

12

Komite Pemantau Risiko

Waktu Januari 2011 1.

Perihal Kajian atas penerapan Manajemen Risiko dalam bentuk Risk Profile. 2. Merekomendasikan Early Warning Indicator bidang kredit dan likuiditas.

Februari 2011

1.

Merekomendasikan perbaikan bentuk penyajian Early Warning Indicator beserta hasil kajiannya yang disesuaikan dengan kondisi faktual.

Maret 2011

1.

Penunjukkan KIRAN sebagai konsultan untuk membuat kerangkan Pengelolaan Risiko Bank beserta implementasinya.

Juni 2011 Agustus 2011

Penyampaian Profil Risiko dan Progress Project dengan KIRAN Penyampaian Hasil Kerja Satuan Manajemen Risiko

September 2011 Merekomendasikan agar dilakukan training dan sosialisasi Oktober 2011 Usulan ketentuan tentang limit approval oleh komisaris menyangkut : (1) pemberian kredit kepada pihak terkait (2) pemberian kredit yang melanggar 3 parameter atau lebih, (3) pemberian kredit dengan jumlah yang signifikan, (4) pemberian kredit yang melewati prosentase tertentu dari modal. November 2011 Desember 2011 Penyampaian Progress Project KIRAN Penyampaian keseluruhan Profil Risiko Bank serta

pendistribusian self assesment profil risiko kepada seluruh Divisi per 3 bulanan.

13

Komite Remunerasi dan Nominasi

Waktu Januari 2011 1.

Perihal Menyarankan kepada Bank agar lebih memperhatikan retrenchment karyawan. 2. Sistem dan Prosedur Nominasi dan remunerasi serta penilaian kinerja untuk Komisaris dan Direksi. 3. Rencana pemberian Bonus dan gaji tahun 2011.

Februari 2011

1.

Mengusulkan peningkatan peranan dan tugas Komite.

2. Mengusulkan Konsep Remunerasi dan Nominasi yang ditindaklanjuti dengan penyusuan pedoman pelaksanaan.

Maret 2011

1.

Mengusulkan pengangkatan calon Kepala SKAI

2. Mengusulkan agar seluruh Pejabat Eksekutif memenuhi ketentuan sertifikasi BSMR.

April 2011 Mei 2011

Mengusulkan Leadership Training Program Menyetujui pemberian layanan kesehatan bagi karyawan melalui jasa pihak luar yang penunjukkannya diserahkan kepada manajemen.

Juni 2011

Mengusulkan melalui Dewan Komisaris agar para pemegang saham segera mencari pengganti untuk mengisi kekosongan posisi Komisaris dan Direktur Utama agar Bank memenuhi asas Good Corporate Governance dan Anggaran Dasar Bank.

Agustus 2011

Mengusulkan adanya Career Advancement melalui training soft skill, Character Building dan Coaching.

September 2011

Mengusulkan

agar

diadakan

proses

benchmark

untuk

menemukan proses rekrutmen yang efektif dan efisien.

14

Waktu Oktober 2011 1.

Perihal Mengusulkan perbaikan proses dan metode rekrutmen yang mendukung model bisnis.

Nopember 2011

1.

Merekomendasikan pengkajian inquiry report HR Care

2. Mengkaji bila dilakukan pengadaan inventaris kendaraan kantor bagi para Account Officer. Desember 2011 Merekomendasikan untuk melakukan Revew cabang setiap bulan, agar dapat memberi penghargaan bagi yang berprestasi dan memperingatkan yang low perform.

3. Penerapan Fungsi Kepatuhan, Audit Intern dan Audit Ekstern a. Fungsi Kepatuhan Direksi telah membentuk Satuan Kerja Kepatuhan dengan struktur yang terdiri dari satu Department Head yang dibantu dengan 4 (empat) staf senior sesuai dengan bidang masing-masing. Dalam melaksanakan tugas dan tanggungjawabnya Satuan Kerja Kepatuhan telah menjalan pengawasan sebagai berikut : Pengawasan Preventif Pengawasan terhadap rancangan kebijakan dan keputusan agar sesuai dengan prinsip prudential dan peraturan yang berlaku melalui uji kepatuhan terhadap rancangan kebijakan & SOP serta rancangan keputusan lain sesuai peraturan yang berlaku Uji Kepatuhan Evaluasi rancangan produk dan kegiatan Bank sesuai prinsip prudent banking dan antisipasi risiko. Kajian penerapan dan dampak atas ketentuan baru Pengawasan pemenuhan ketentuan kehati hatian Bank o o o Pengawasan atas pemenuhan KPMM Pengawasan pemenuhan ketentuan BMPK Pelaksanaan pemenuhan GWM

15

Kepatuhan terhadap penerapan prinsip KYC dan pelaksanaan UU TPPU

o o

Pengawasan pelaksanaan pemenuhan PPAP/ CKPN Pemantauan dan pengawasan terhadap Kualitas Aktiva Produktif (KAP)

o o o

Pengawasan posisi LDR Pengawasan posisi Likuiditas Pengawasan atas perubahan jaringan kantor, produk dan kegiatan Bank

Pengawasan Pemenuhan Kewajiban Pemantauan Pemenuhan Sistem Pelaporan Pelaksanaan sistem pelaporan LKPBU, LBU, LBBU, SID dan laporan lainnya

Pemantauan atas Kinerja Bank Realisasi RBB, evaluasi perkembangan produk dan kegiatan Bank

Pemantauan atas Pelaksanaan Penerapan Manajemen Risiko Evaluasi pelaksanaan penilaian profil risiko

Pemantuan atas Pengkinian Kebijakan dan Prosedur Kaji ulang secara periodik atas kebijakan dan SOP

Pemantauan atas Pemenuhan Komitmen Bank Tindak lanjut hasil pemeriksaan Bank Indonesia Tindak lanjut hasil pemeriksaan intern Tindak lanjut hasil pemeriksaan ekstern

Pemantauan atas Pelaksanaan Penerapan APU/ PPT Pengawasan pelaksanaan Customer Due Diligence Pengawasan pelaksanaan pengkinian data nasabah Pengawasan pelaksanaan pengaduan nasabah Evaluasi pelaksanaan pengawasan STR dan CTR

Perubahan struktur organisasi dan permodalan Bank Pendampingan proses pengajuan dan pelaporan perubahan Dewan Komisaris, Direksi dan Pejabat Eksekutif maupun susunan Pemegang Saham
16

Pencegahan penyimpangan dan penumbuhan budaya kepatuhan Sosialisasi dan pelatihan intern

b. Fungsi Satuan Kerja Audit Intern (SKAI) Satuan Kerja Audit Internal (SKAI) Bank secara struktur langsung berada di bawah Direktur Utama, tetapi secara fungsional juga bertanggung jawab kepada Komite Audit dan Dewan Komisaris.

Sebagai dasar dalam melaksanakan tugas dan tanggung jawabnya, perusahaan telah mengembangkan Piagam Audit Intern, yang mengatur tentang misi dan fungsi SKAI, kedudukan dan tanggung jawab SKAI, serta kewenangan dan ruang lingkup audit intern.

SKAI bertanggung jawab atas pelaksanaan audit yang meliputi perencanaan audit, pelaksanaan audit, evaluasi sistem dan prosedur yang berlaku, sehingga diperoleh keyakinan bahwa sasaran pengendalian intern Bank dapat dicapai secara optimal sehngga dapat mendorong terwujudnya Bank yang sehat, berkembang secara wajar dan dapat mewujudkan misi yang diembannya. SKAI memiliki kewenangan untuk: melakukan pemeriksaan secara langsung (on site) dan pengawasan tidak langsung (off site) melalui analisa/evaluasi terhadap laporan-laporan yang dibuat oleh unit-unit kerja lainnya melakukan akses terhadap seluruh catatan/dokumen Bank, karyawan, sumber daya dan informasi, tentang dana serta aset Bank lainnya yang berkaitan dengan pelaksanaan audit mengadakan penilaian atas kecukupan struktur pengendalian intern serta memberikan saran-saran perbaikan memberikan saran-saran dan meminta tindak lanjut perbaikan dari auditee memberikan informasi atas hasil temuan kepada semua tingkat manajemen yang terkait

17

Ruang lingkup pekerjaan SKAI mencakup seluruh aspek dan unsur kegiatan Bank yang secara langsung maupun tidak langsung diperkirakan dapat mempengaruhi tingkat terselenggaranya secara baik kepentingan Bank dan dan masyarakat. Dalam hubungan ini, selain meliputi pemeriksaan dan penilaian atas kecukupan dan efektivitas struktur pengendalian intern dan kualitas pelaksanaannya, juga mencakup segala aspek dan unsur dari organisasi Bank sehingga mampu menunjang analisa yang optimal dalam membantu proses pengambilan keputusan oleh manajemen.

Saat ini tim audit intern Bank terdiri dari 6 (delapan) auditor dan dikepalai oleh seorang SKAI Head. SKAI bertanggung jawab untuk proses audit intern untuk Kantor Pusat Operasional dan 9 (sembilan) Kantor Cabang dan Kantor Cabang Pembantu.

Selama tahun 2011, SKAI telah melakukan kegiatan sebagai berikut: Audit pada seluruh Kantor Cabang, Kantor Cabang Pembantu, dan Kantor Fungsional. Seluruh Kantor Cabang telah diaudit sebanyak 2 (dua) kali dalam setahun kecuali untuk Kantor Cabang Semarang dan Kantor Cabang Jakarta. Audit pada beberapa divisi/departemen di Kantor Pusat, yaitu General Affair Department, Human Resources Division, Compliance Division, Information & Technology Division dan Quality Assurance Department. Audit pada perusahaan multifinance yang menjadi agen untuk program joint finance, yaitu PT Federal International Finance, PT Astra Multi Finance, dan PT Pro Car International Finance. Audit pada perusahaan mitra untuk Program Pinjaman Melalui Agen, yaitu PT Aditec Cakrawiyasa sebelum dialihkan ke PT Sentra Niaga Persada. Pemeriksaan khusus di Kantor Cabang Semarang terkait dengan Pemeriksaan Agunan dan Pemeriksaan Debitur Sektor Pertanian. Untuk memenuhi ketentuan dari Bank Indonesia SKAI juga melakukan pemeriksaan terhadap Sistem Kliring Nasional Bank Indonesia (SKNBI) dan Sistem Bank Indonesia Real Time Gross Settlement.

18

c. Fungsi Eksternal Auditor Hubungan antara Bank, Akuntan Publik dan Bank Indonesia bagi Bank Konvensional Dalam penunjukan Kantor Akuntan Publik yang melakukan audit terhadap Laporan Keuangan Tahunan, Bank telah melaksanakan melalui: 1. RUPS yang memberi mandat kepada Komisaris untuk menentukan auditor/ Kantor Akuntan Publik (KAP) untuk melaksanakan pemeriksaan atas Laporan Keuangan Tahunan Bank tahun buku 2011. 2. Dewan Komisaris telah menunjuk Kantor Akuntan Publik Drs. J. Tanzil, SH & Rekan setelah dilakukan pengkajian atas reputasi dan prestasi KAP yang dimaksud melalui kajian dan rekomendasi Komite Audit. 3. Dalam pelaksanaan audit eksternal, KAP telah melaksanakan pemeriksaan sesuai dengan Standar Profesional Akuntan Publik, serta perjanjian kerja dan ruang lingkup audit. 4. KAP telah menyampaikan hasil audit dan management letter secara langsung kepada Bank Indonesia. 5. Dalam keadaan yang dapat membahayakan kelangsungan usaha Bank KAP bersedia menyampaikan hasil temuan tersebut kepada Bank Indonesia selambat-lambatnya 7 (tujuh) hari kerja sejak ditemukannya.

d. Penerapan Manajemen Risiko Sesuai Peraturan Bank Indonesia No. 11/25/PBI/2009 perihal Penerapan Manajemen Risiko bagi Bank Umum, Bank telah menerapkan identifikasi, pengukuran dan pengendalian atas risiko Kredit, Operasional, Pasar, Likuiditas, Hukum, Reputasi, Stratejik dan Kepatuhan. Dalam menjalankan proses tersebut Bank senantiasa memperkembangkan framework, pedoman dan standard operation procedur untuk disesuaikan dengan kompleksitas dan skala operasionalnya.

1.

Pengawasan Aktif Dewan Komisaris dan Direksi Menurut hemat kami, pengawasan aktif Dewan Komisaris dan Direksi telah dijalankan cukup baik secara langsung melalui penetapan dan persetujuan
19

atas kebijakan penerapan manajemen risiko, penetapan limit risiko maupun secara tidak langsung melalui pembentukan dan laporan dari Komite Manajemen Risiko (KMR), Satuan Kerja Manajemen Risiko (SKMR) dan SKAI . Pengawasan tersebut telah dilaksanakan secara intensif tercermin dari jumlah rapat koordinasi antara Dewan Komisaris dan Direksi maupun rapat Dewan Komisaris dan rapat Direksi masing masing. Beberapa hasil yang penting dari rapat koordinasi ini antara lain adalah : 1. Perubahan organisasi dan tata kerja dari SKAI, termasuk merekrut Sdri. Sri Wulan Lestari yang mempunyai pengalaman lebih lama di perbankan, sebagai Kepala SKAI yang baru. 2. Pembaharuan Audit Charter untuk Bank 3. Percepatan pelaksanaan risk control melalui : a. Penentuan RTO untuk meningkatkan pengendalian risiko di setiap divisi b. Adanya Early Warning Indicators untuk mempermudah

pengontrolan risiko di masing-masing bidang. c. Penegasan kembali tugas-tugas SKMR seperti terlampir. 4. Monitoring turn over karyawan dan meningkatkan program people development Direksi telah menetapkan penambahan sumber daya manusia (SDM) baik dalam hal kuantitas maupun kualitas pada Satuan Kerja Manajemen Risiko. Meskipun demikian perkembangan usaha Bank meningkat lebih cepat sehingga kapasitas, kompetensi dan kualitas pengelolaan manajemen risiko masih perlu ditingkatkan.

2. Kecukupan Kebijakan, Prosedur dan Penetapan Limit Pengkinian Kebijakan, Pedoman dan SOP secara terus menerus dilakukan seiring dengan dinamika perubahan skala dan kompleksitas kegiatan Bank, terutama yang berkaitan dengan audit dan manajemen risiko

20

3. Kecukupan

Proses

Identifikasi,

Pengukuran,

Pemantauan

dan

Pengendalian Risiko serta Sistem Informasi Manajemen Risiko Identifikasi dan pengukuran risiko dilakukan melalui assessment, analisis, stress test yang disesuaikan dengan jenis risiko masing masing oleh satuan kerja yang bersangkutan dengan Satuan Kerja Manajemen Risiko. Berkaitan dengan perubahan skala dan kompleksitas kegiatan maka Bank masih harus menyesuaikan parameter pengukur sejalan dengan perubahan usaha. Sistem informasi manajemen masih harus dibangun secara

berkesinambungan guna memenuhi tuntutan akurasi, ketepatan waktu dan ragam informasi yang dibutuhkan dalam mengelola perubahan usaha yang semakin dinamis.

4. Sistem pengendalian intern Dengan framework berdasarkan konsep pengendalian risiko 3 (tiga) lapis pengamanan (assurance) Bank mengupayakan peningkatan fungsi dan pelaksanaan pengendalian intern secara berkesinambungan. Awal tahun 2011 Bank telah membentuk Risk Type Owner sebagai pusat pengelola risiko atas masing masing jenis risiko secara lebih intensif.

5. Penyediaan Dana Pihak Terkait (Related Party) dan Penyediaan Dana Besar (Large Exposure) Terdapat pelanggaran BMPK yang terjadi pada bulan Juni 2011 atas pemberian pinjaman yang bekerjasama dengan perusahaan mitra dalam rangka pembiayaan bersama, namun pada bulan Juli 2011 seluruh pelanggaran tersebut telah diselesaikan. Berikut kami sampaikan Outstanding per Desember 2011 :

21

OUTSTANDING FIF AMF PRO CAR PROMITRA PT SNP 20.5 M 657 juta 10.9 M 47.3 M

6. Rencana Strategis Bank a. Rencana Jangka Panjang (Corporate Plan) Melalui perumusan kembali visi dan misi bank semakin nyata arah dan tujuan Bank melangkah. Dukungan dan komitmen pemegang saham pengendali untuk menjadikan Bank sebagai penyedia layanan mikro terbaik bagi bangsa semakin menguatkan seluruh jajaran bank untuk mewujudkannya. Untuk mencapai tujuan ini kami memerlukan suatu sasaran antara, dimana didalamnya persentasi pembiayaan mikro dari jumlah pinjaman yang kami salurkan tidak bisa menjadi besar dengan tiba-tiba akan tetapi merupakan proses yang harus kami lalui, karena kami tidak ingin untuk memperoleh kuantitas kredit yang tinggi dengan mengorbankan kualitas. Didalam sasaran antara ini kami masih akan melakukan pembiayaan jenis lain sebagai penyangga operasional Bank, terutama dalam mencapai ROA seperti yang diharapkan oleh stakeholders, terutama para pemegang saham dan Bank Indonesia sebagai lembaga regulator. Pembiayaan jenis lain ini berupa pembiayaan bersama, pembiayaan SME dan pembiayaan retail khusus kepada karyawan di dalam grup usaha pemegang saham. Pencanangan pembiayaan micro untuk menjangkau lebih banyak nasabah akan ditempuh Bank dengan tetap memperhatikan prudential & excellent process.

22

b. Rencana Jangka Menengah dan Pendek (Business Plan) Sepanjang tahun 2011 Bank tidak melakukan ekspansi yang

mengakibatkan pertumbuhan yang tidak signifikan. Selanjutnya Bank melihat perlunya mencapai keseimbangan antara perkembangan kapasitas dan volume usaha sehingga dalam bisnis plan tahun mendatang Bank akan lebih banyak mengarahkan kegiatannya untuk sebagai langkah penguatan struktur usaha, keuangan dan manajemen Bank.

7. Transparansi Kondisi Keuangan dan Non-Keuangan Kondisi keuangan dan non keuangan yang belum terungkap dalam laporan lainnya Anggota Dewan Komisaris dan Direksi telah mengungkapkan kepemilikan/ tidak memiliki saham yang mencapai 5% (lima perseratus) atau lebih, baik pada Bank yang bersangkutan maupun pada bank dan perusahaan lain, yang berkedudukan di dalam dan di luar negeri.

B. Kepemilikan Saham Dewan Komisaris dan Direksi pada Lembaga Lain % Kepemilikan Saham

Keterangan Komisaris Ida Purwaningsih Tarsisius Hani Handoko Direksi Gatot Adhi Prasetyo Sigit Suryanto

Nama Lembaga

Jenis Usaha

23

C. Hubungan Keuangan dan Hubungan Keluarga Dewan Komisaris dan Direksi dengan Anggota Dewan Komisaris Lainnya, Direksi Lainnya dan/ atau Pemegang Saham Pengendali Bank Seluruh anggota Komisaris dan Direksi tidak memiliki hubungan keuangan maupun hubungan keluarga antar maupun dengan anggota dewan Komisaris lainnya, Direksi lainnya dan / atau Pemegang Saham Pengendali Bank.

D. Paket/ Kebijakan Remunerasi dan Fasilitas Lain bagi Dewan Komisaris dan Direksi Jumlah Diterima dalam 1 Tahun Jenis Remunerasi dan Fasilitas lain Dewan Komisaris Orang 1. Remunerasi **) (Gaji, Bonus, Tunjangan Rutin, Tantiem dan Fasilitas Lain dalam bentuk Non-Natura) 2. Fasilitas lain dalam Bentuk Natura, Asuransi Kesehatan dan sebagainya yang *) a. Dapat dimiliki b. Tidak dapat dimiliki TOTAL 0 0 568.7 2 33.4 0 693 2 568.7 2 659.6 Jutaan Rupiah Orang Direksi Jutaan Rupiah

24

Jumlah remunerasi per orang dalam 1 tahun *) di atas Rp 2 miliar di atas Rp 1 miliar s.d. Rp 2 miliar di atas Rp 500 juta s.d. Rp 1 miliar Rp 500 juta ke bawah

Jumlah Direksi 0 0 0 2

Jumlah Komisaris 0 0 0 2

E. Share Option yang dimiliki Komisaris, Direksi dan Pejabat Eksekutif Saham yang Keterangan/ Nama dimiliki (lembar saham) Komisaris Ida Purwaningsih Tarsisius Hani H Direksi Gatot Adhi Prasetyo Sigit Suryanto Pejabat Eksekutif Total 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 Jumlah Opsi Yang Diberikan (lembar saham) Yang telah dieksekusi (lembar saham) Harga Opsi Jangka Waktu

25

F. Rasio Gaji Tertinggi dan Terendah Keterangan 1. Rasio Gaji Pegawai tertinggi dan terendah 2. Rasio Gaji Direksi tertinggi dan terendah 3. Rasio Gaji Komisaris tertinggi dan terendah *) 4. Rasio Gaji Direksi tertinggi dan pegawai terendah Rasio 1728 % 125 % 100 % 2631 %

G. Frekuensi Rapat Dewan Komisaris

Keterangan IDA PURWANINGSIH TARSISIUS HANI HANDOKO

Jumlah Rapat 11 11

Kehadiran 11 11

26

H. Jumlah Penyimpangan/Internal Fraud yang terjadi dan upaya penyelesaian oleh Bank

Jumlah Kasus yang Dilakukan oleh Internal Fraud dalam 1 tahun Pengurus Th. Sebelum nya Total Fraud Telah diselesaikan Dalam proses penyelesaian di internal Bank Belum diupayakan penylesaiannya Telah ditindaklanjuti melalui proses hukum 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 Th. Berjalan Pengawai Tetap Th. Sebelum nya 1 1 Th. Berjalan Pegawai Tidak tetap Th. Sebelum nya 0 Th. Berjalan

0 0

0 0

0 0

I.

Permasalah Hukum Permasalahan Hukum Jumlah Perdata 0 0 0 Pidana 0 0 0

Telah selesai (telah mempunyai kekuatan hukum tetap) Dalam proses penyelesaian Total

27

J. Transaksi yang Mengandung Benturan Kepentingan Nama & Jabatan yang No Memiliki Benturan Kepentingan Nama & Jabatan Pengambil Keputusan
Vendor Data Centre Direksi dan Core banking system

Nilai Jenis Transaksi Transaksi (jutaan Rp)


Mekanisme 2.310 per tahun pengambilan keputusan melalui tender Mekanisme pengambilan Sewa 90 pertahun keputusan telah mempertim bangkan harga pasar Keputusan Pemberian Fasilitas Pinjaman Untuk PT pemberian kredit telah melalui prosedur dan 4.000 analisa dengan standar yang sama dengan kredit pada umumnya

Keterangan *)

PT.Triputra Persada Rahmat -Pemegang Saham Pengendali

Yayasan Purba Danarta

Direksi

Gedung Jl.Veteran 7 Semarang

Crescento Hermawan Pemegang saham PT Triputra Persada Rahmat Direksi

BPR Parasahabat Bekasi dimana Crescento Hermawan sebagai salah satu pemegang sahamnya.

28

Nama & Jabatan yang

Nama & Jabatan Pengambil Keputusan Jenis Transaksi

Nilai Transaksi (jutaan Rp) Keputusan pemberian PT BPR Sahabat Purwokerto dimana Crescento Hermawan sebagai salah satu pemegang sahamnya. 2.000 kredit telah melalui prosedur dan analisa dengan standar yang sama dengan kredit pada umumnya Keputusan Pemberian Fasilitas Kredit kepada PT pemberian kredit telah melalui prosedur dan 2.000 analisa dengan standar yang sama dengan kredit pada umumnya Keterangan *)

No

Memiliki Benturan Kepentingan

Arif Rachmat dan Crescento Hermawan Pemegang saham PT Triputra Persada Rahmat Direksi

BPR Sahabat Sedati, dimana Arif Rachmat dan Crescento Hermawan merupakan pemegang saham.

K. Buy Back Shares dan Buy Back Obligasi Bank Yang dimaksud dengan buy back shares atau buy back obligasi adalah upaya mengurangi jumlah saham atau obligasi yang telah diterbitkan Bank dengan cara membeli kembali saham atau obligasi tersebut, yang tata cara pembayarannya dilaksanakan sesuai dengan ketentuan yang berlaku. Sampai saat ini Bank belum pernah menerbitkan obligasi dan belum terdapat transaksi pembelian saham kembali.

29

L. Pemberian Dana untuk Kegiatan Sosial dan Kegiatan Politik

Jenis Kegiatan Pemberian Beasiswa Pemberian uang duka

Penerima Putra-putri Nasabah Nasabah

Nominal(juta Rp) 21 4

30

II.

Hasil Akhir Self-Assesment Pelaksanaan GCG

SUMMARY PERHITUNGAN NILAI KOMPOSIT SELF ASESSMENT GOOD CORPORATE GOVERNANCE PER POSISI JANUARI-DESEMBER 2011
No Aspek yang dinilai Bobot (a) Peringkat (b) Nilai (a) x (b) Catatan* Seluruh persyaratan tugas dan tanggung jawab dewan komisaris sesuai PBI dan GCG terpenuhi. Namun jumlah Dewan Komisaris beleum memenuhi ketentuan. Seluruh persyaratan tugas dan tanggung jawab Direksi sesuai PBI dan GCG telah dipenuhi. Jumlah Direksi belum memenuhi ketentuan. Sedang diajukan calon Direksi baru dan saat ini pada tahap Fit and Proper Test. Komite Nominasi dan Remunerasi, Komite Audit dan Komite Pemantau Risiko telah melaksanakan tugas secara baik namun masih bisa ditingkatkan.

Pelaksanaan Tugas Dan Tanggung Jawab Dewan Komisaris 10,00% 2,67 0,27

Pelaksanaan Tugas Dan Tanggung Jawab Direksi

20,00%

2,60

0,52

Kelengkapan dan Pelaksanaan Tugas Komite 10,00% 3,21 0,32

Penanganan Benturan Kepentingan

10,00%

3,67

0,37

Penerapan Fungsi Kepatuhan Bank 5,00% 2,25 0,11

Perihal ini,Bank sudah memiliki kebijakan intern yang mengatur tentang Benturan Kepentingan dan tidak ada benturan kepentingan yang menyebabkan kerugian Bank. Tugas Direktur Kepatuhan dan Satuan Kerja Kepatuhan berjalan efektif, Prosedur yang terkini cukup lengkap, persyaratan PBI dan GCG telah terpenuhi. Konsistensi masih dapat ditingkatkan. SKAI melaksanakan fungsinya secara cukup independen.

Penerapan Fungsi Audit Intern

5,00%

2,67

0,13

31

No

Aspek yang dinilai Bobot Peringkat Nilai

Catatan* Pelaksanaan audit oleh KAP independen dengan kualitas baik, cukup efektif dan sesuai dengan keputusan. Prosedur dan penerapan manajemen risiko sudah sesuai dengan kompleksitas usaha dan risiko yang dihadapi Bank. Pengendalian intern walau masih memiliki kelemahan namun tidak terdapat kelemahan yang material. Terdapat pelanggaran BMPK pada bulan Juni 2011, atas pemberian pinjaman yang bekerjasama dengan perusahaan mitra. Juli 2011 segala pelanggaran telah diselesaikan. Menyampaikan informasi penting kepada stakeholders telah dilakukan, cakupan pelaporan, akurasi dan penyampaian laporan GCG memadai. Rencana bisnis memperhatikan faktor eksternal dan internal serta lebih perlu memperhatikan prinsip kehatihatian dan perbankan yang sehat.

Penerapan Fungsi Audit Ekstern 5,00% 2,20 0,11

Penerapan Fungsi Manajemen Risiko dan Pengendalian Intern

7,50% Penyediaan Dana Kepada Pihak Terkait (Related Party) Dan Debitur Besar (Large Exposures) 7,50% Transparansi Kondisi Keuangan Dan Non Keuangan Bank, Laporan Pelaksanaan GCG dan Laporan Internal

3,33

0,25

3,00

0,23

10

15,00%

2,92

0,44

11

Rencana Strategis Bank

5,00% Nilai Komposit 100,00%

3,17

0,16 2,90

32

Bank telah melaksanakan GCG sesuai dengan ketentuan yang berlaku meskipun masih banyak hal yang harus ditingkatkan serta masih ada kelemahan yang perlu ditindaklanjuti dengan perbaikan di masa mendatang, dimana kami sangat membutuhkan bimbingan dari Bank Indonesia sebagai lembaga regulator.

Semarang, Mei 2012

Gatot Adhi Prasetyo Direktur

Ida Purwaningsih Komisaris Utama

Sigit Suryanto Direktur

Hani Handoko Komisaris Independen

33