Anda di halaman 1dari 19

PEMBANGKIT LISTRIK TENAGA BIOGAS

Kelompok 13 : Davin Fitra Andriza Rakmad Raharjo

Biogas merupakan salah satu sumber energi alternatif yang dapat dikonversi menjadi energi listrik. Gas tersebut dapat dihasilkan melalui proses penumpukan (landfill) sampah organik perkotaan dan kotoran ternak. Gas yang dihasilkan oleh proses biologis yang anaerob (tanpa bersentuhan dengan oksigen bebas) yang terdiri dari kombinasi methane (CH4), karbon dioksida (CO2), Air dalam bentuk uap (H20), dan beberapa gas lain seperti hidrogen sulfida (H2S), gas nitrogen (N2), gas hidrogen (H2) dan jenis gas lainnya dalam jumlah kecil.

Diagram pembuatan biogas

1. Filtrasi pertama. Penyaringan bahan baku untuk mendapat bahan baku yang tidak berserat. 2. Pencampuran dengan air dan pengadukan Dilakukan pencampuran bahan baku dan air. Air sangat dibutuhkan oleh mikroorganisme di dalam pembangkit sebagai media transpor. 3. Filtrasi kedua Penyaringan bahan baku untuk memperbagus hasil yang di dapatkan 4. Pemasukkan bahan organik Memasukan bahan baku ke dalam mesin untuk mendapat biogas.

Pada fase produksi biogas di masukkan kedalam bak penampungan selama 15 hari untuk mendapatkan gas-gas yang di butuhkan dalam pembuatan biogas.

Setelah melewati fase Produksi maka biogas akan melewati fase produksi. Dalam fase produksi akan menghasilkan 2 hal, yaitu : 1. Biogas 2. Effluent

Hasil akhir akan menjadi biogas terkandung gas-gas yang di butuhkan untuk di konversikan menjadi tenaga listrik melalui parit pembangkit dan pembangkit biogas.

Hasil dari fase produksi pembuatan biogas adalah Effluent. Sebenarnya Effluent adalah cairan endapan dari hasil pengkonversian bahan baku menjadi biogas. Endapan tidak bisa di konversi menjadi biogas karena kandungan CH4,CO2, H2S, CO sudah terkonversi menjadi biogas. Biasanya Effluent di gunakan sebagai pupuk kompos.

Pembangkit yang terbuat dari plastik polyethylene di tempatkan semi-underground, setengah terkubur di dalam tanah. Untuk itu perlu dibuatkan semacam parit sebagai wadah agar pembangkit yang berbentuk tubular dapat disimpan dengan baik. Parit ini berukuran panjang 6m, lebar atas 95cm, lebar bawah 75cm, tinggi di ujung input adalah 85cm, dan tinggi di ujung output 95cm.

Desain pembangkit biogas dari kantung plastik polyethylene ini adalah sebagai berikut:

KALKULASI KONVERSI ENERGI Berikut ini adalah contoh kalkulasi nilai ekonomi untuk konversi kotoran sapi menjadi biogas. Seekor sapi dewasa rata-rata menghasilkan 25 kg kotoran per hari. Untuk setiap 20 ekor sapi, diperlukan volume reaktor biogas 40 m3 dan bisa dihasilkan rata-rata 20 m3 biogas per hari dengan pengisian kotoran sapi secara rutin setiap hari. Biogas sejumlah ini setara dengan energi senilai 12 kwh. 12kwh ini akan bisa dipakai sampai dengan 6 rumah untuk penerangan selama 10 jam dengan daya 100-200 watt per rumah. Kelompok 6 rumah yang berdekatan akan memudahkan koordinasi perawatan biogas, misalnya 1 kepala rumah tangga bertugas memelihara PLTB 1 minggu 1 kali, untuk

KALKULASI PENGHEMATAN BAHAN BAKAR

Perkiraan biaya
Rp 12,000,000 Rp 11,000,000 Rp 10,000,000 Rp 9,000,000 Rp 8,000,000 Rp 7,000,000 Rp 6,000,000 Rp 5,000,000 Rp 4,000,000 Rp 3,000,000 Rp 2,000,000 Rp 1,000,000 $Rp 9,720,000

Perkiraan biaya

Rp 810,000 Rp 27,000 Hari Bulan Tahun

Pada generator listrik berbahan bakar bensin, untuk menghidupkan genset 1.200 watt selama 10 jam minimal dibutuhkan bahan bakar bensin sebesar 3 liter. Artinya dalam sehari jika membeli bahan bakar non subsidi rata-rata membutuhkan uang sejumlah Rp.9.000 x 3 liter = Rp.27.000/hari. Dalam 1 bulan dibutuhkan biaya Rp.27.000 x 30 hari = Rp. 810.000 per bulan atau dalam satu tahun biayanya Rp.810.000 x 12 = Rp.9.720.000 per tahun (dengan catatan, tidak ada kenaikan harga bahan bakar minyak). Jika digunakan bahan bakar biogas (bisa menggantikan bensin), maka nilai penghematannya adalah senilai lebih dari 9 juta rupiah per tahun. Lebih dari itu, instalasi ini bisa memacu tumbuhnya industri kecil yang dapat memberikan tambahan penghasilan bagi komunitas yang memakainya. Jika dibandingkan dengan bahan bakar minyak fosil, baik dengan diesel maupun bensin, PLTB ini tidak memiliki KETERGANTUNGAN terhadap ketersediaan bahan bakar minyak. Sedangkan sapi yang kotorannya dipakai untuk sumber energi juga akan bertambah nilainya, seperti kita ketahui bahwa di pedesaan, memelihara sapi adalah salah satu cara untuk menabung bagi orang di pedesaan.

Kesimpulan

1. Pembangkit listrik tenaga biogas mudah

di buat dan hanya membutuhkan bahan baku mudah di dapat 2. Dengan menggunakan biogas bisa menghemat penggunaan bahan bakar fosil