Anda di halaman 1dari 4

1.

Prinsp Kerja Kwhmeter


Dalam alat ukur energi, kumparan-kumparan arus dan tegangan merupakan suatu belitan pada dua buah magnet seperti tampak pada Gambar 1. Kumparan arus akan membangkitkan fluks magnet, (1, dengan nilai berbanding Iurus terhadap besar arus. Sementara kumparan tegangan akan membangkitkan fluks magnet, (v). Perputaran dari piringan aluminium terjadi karena interaksi dari kedua medan magnet ini. Fluks magnetik akan membangkitkan arus Eddy pada piringan yang akan menghasilkan gaya yang melawan arah putaran piringan. Gaya yang dihasilkan berbanding lurus terhadap sudut fasa antara fluks-fluks kumparan tegangan dan kumparan arus, gaya maksimum akan terjadi jika sudut fasanya 90O. Gaya ini sebanding dengan daya aktif V I cos , yang sama dengan kecepatan putaran piringan. Jumlah putaran dalam waktu tertentu akan memberikan pengukuran dari energy.( watt x t ).

Gambar 1 2. Penjelasan mengenai Blok terminal dapat dilihat pada SPLN pada SPLN 114:1993 tentang blok terminal. 3. Penjelasan mengenai alat pengukur dan pembatas (APP) dapat dilihat pada: SPLN 55:1990 tentang alat pengukur, pembatas dan perlengkapannya SPLN 57-1:1991 tentang kwh meter arus bolak balik kelas 0,5 ; 1 dan 2 bagian 1 : pasangan dalam SPLN 57-2 : 1993 ketentuan uji tambahan untuk kwh meter pasangan luar SPLN 57-3 : 1993 meter statik arus bolak balik untuk energi aktif (kelas 0,2s dan 0,5s) SPLN 57-4 : 1994 meter statis energi aktif arus bolak balik (kelas 1 dan 2)

SPLN 94 : 1993 meter var - jam (energi reaktif) SPLN 96 : 1993 perlengkapan uji untuk meter energi listrik SPLN 97 : 1993 alat penunjuk kebutuhan daya maksimum kelas 1 4. A

Gambar 1. Kurva trip MCB

Tripping curve adalah kurva yang menunjukkan seberapa cepat CB akan trip berdasarkan arus yang dilaluinya. Sumbu x biasa menunjukkan I (arus) atau I/In (arus relatif rating CB). Sumbu y menunjukkan waktu/delay trip si CB. Bisa dilihat kalau kurva ini terdiri dari 2 segment: segment logarithmic (yang melengkung) dan segment yang lurus. Kedua segment ini ada karena sistem mekanis yang membentuk sebuah CB. Pada umumnya, CB itu memiliki 2 mekanis trip di dalamnya: thermal trip dan magnetic trip. Thermal trip menggunakan prinsip seperti thermocouple, yaitu memuainya logam karena panas. Ketika ada arus > In, bimetal di dalam CB akan memuai (atau mungkin melengkung) sehingga pada saat tertentu hubungan listrik di CB akan terputus/trip. Magnetic trip menggunakan solenoid yang gaya tariknya bertambah sesuai arus yang dialiri. Ketika mencapai batas arus tertentu, gaya tarik magnet ini akan menarik switch/memutuskan aliran listrik. Dari tripping curve di atas, rating CB tersebut adalah In = 20 A (20 A adalah asymptote dari segment yang melengkung itu). Kita bisa lihat ketika dialiri arus sebesar 20 A, CB akan trip 10000 detik kemudian (kira-kira 3 jam

kemudian). Ketika dialiri arus 100 A, akan trip kira-kira 10 detik kemudian. CB ini hanya akan trip seketika jika dialiri arus > 200 A karena di situlah magnetic trip mulai bekerja. Selain itu terdapat 2 garis dimana garis yang berada di sebelah kiri merupakan batas kerja yang diizikan PLN sedangkan yang disebelah kanan merupakan batas kerja maksimal yang diizinkan PLN. (Instalasi Tenaga Listrik 1, oleh Ir. I Ketut Suuryawan, M.T. halaman 18 kurva arus-waktu pemutus tenaga) 5. Penjabaran rumus daya dari hubungan bintang adalah sebagai berikut: P = Vp.Ip.cos Karena terdiri dari 3 fasa maka daya total adalah Pt = 3.Vp.Ip.cos Karena dalam hubungan bintang berlaku: Vp =

dan Ip = Il maka: .Il.cos

Pt = 3.

.Il.cos Pt = . Vl.Il.cos
Pt = 3. Keadaan Vp = ini terjadi karena adanya perbadaan sudut fasa antara Vl dan Vp seperti gambar di bawah

Sehingga nilai Vl dapat dicari dengan rumus: Vl = Vl = Vl = Vl = Vp. Atau Vp =

Karena pada hubungan bintang terdapat titik netral yang berada di titik pusat hubungan maka tidak terdapat perbedaan fasa pada arusnya sehinga Ip = Il. Berbeda dengan hubungan segitiga yang tidak memiliki titik netral seperti hubungan bintang sehingga arus yang mengalir di line (Il) berbeda dengan arus fasanya (Ip). Besarnya perbedaan Il dan Ip pada hubungan segitiga sesuai dengan persamaan Vl dan Vp pada hubungan bintang. Karena seluruh terminal pada hubungan segitiga terhubung satu sama lain maka tidak terdapat perbedaan tegangan pada hubungan segitiga atau Vp = Vl.sehingga penurunan daya total pada hubungan segitiga dapat ditulis sebagai berikut: Pt = 3.Vp.Ip.cos Pt = 3. .Vl.cos Pt = 3. .Vl.cos Pt = . Vl.Il.cos 6. Current transformator (CT) untuk pengukuran memiliki tingkat kejenuhan yang lebih rendah (cepat jenuh) dibandingkan dengan CT untuk proteksi hal ini menurut buku PT. PLN (persero) P3B dikarenakan Ct untuk pengukuran diharapkan dapat mengamankan alat ukur pada saat gangguan terjadi sehingga saat arus yang mengalir melaui CT sangat besar maka CT tidak akan mentransformasikan arus tersebut dan meter dapat aman dari arus gangguan. Namun berbeda dengan CT untuk proteksi yang memiliki kejenuhan yang cukup tinggi sampai beberapa kali arus rating, CT ini diharapkan masih mampu mentransformasikan arus saat terjadi gangguan agar peralatan proteksi masih dapat bekerja