Anda di halaman 1dari 15

Oleh:

Suhariyati NIM 112310101001 Aldila Kurnia P. NIM 112310101006 Risqi Fauziah Rofifi NIM 112310101009 Ucha Aridya Liarucha NIM 112310101011 Kartika Nurif Adeline P. NIM 112310101018 Kustantina Alfiatie M. NIM 112310101019 Riska Umi Yatun NIM 112310101023 Ayesie Natasa Zulka NIM 112310101032 Akhmat Robbi Tricahyono NIM 112310101061 Kiki Anita Oktaviani NIM 112310101063 Fitania Marizka Putrie NIM 112310101064

Perikarditis adalah peradangan pericardium parietal,

pericardium visceral, atau keduanya. Perikarditis dibagi atas perikarditis akut, subakut, dan kronik. Perikarditis subakut dan kronik mempunyai etiologi, manifestasi klinis, pendekatan diagnostic, dan penatalaksanaan yang sama (Arif, 2009)

1. 2. 3. 4. 5.

Perikarditis serosa Perikarditis fibrinosa dan serofibrinosa Perikarditis purulen (supuratif) Perikarditis hemragik Perikaditis kaseosa

infeksi virus

infeksi bakteri
Uremia Trauma

sindrom pascainfark miokard


sindrom pasca perikardiatomi neoplasma, dan

idiopatik

Penderita penyakit perikarditis biasanya tidak

menunjukkan gejala (asimptomatik), kecuali demam dan pembentukan gerakan friksi. Menurut Boughman (dalam Yasmin, 2000). Namun tanda dan gejala yang seringkali ditemukan pada penderita perikarditis sebagai berikut: 1. nyeri di atas perikardium atau dapat juga terasa di bawah klavikula dan leher serta region skapula; 2. nyeri perikardial diperburuk dengan bernapas, berbalik di tempat tidur dan mermutarkan tubuh;

nyeri biasanya menghilang saat pasien beristirahat dengan posisi duduk tegak; dan 4. dapat terjadi dipsnea sebagai akibat kompresi perikardial pada gerakan jantung.
3.

1.

2. 3. 4.

terdapat rasa seperti terikat pada dada bagiam tengah yang sulit dilokalisasi, berubah bila bergerak atau merubah posisi dan saat bernapas; terdapat nyeri yang menjalar ke bahu kiri jika mengenai diafragma; rub perikardial berubah-ubah sesuai waktu, posisi dan pernapasan; dan peningkatan JVP saat inspirasi (tabda kussmaul). Baik pulsus paradoksus maupun tanda kussmaul, adalah sama-sama disebabkan oleh menurunnya pengisian jantung saat inspirasi karena diafrgama desenden mergangkan perikardium dan meningkatkan tekanan intraperikardial.

Terjadinya vasodilatasi dengan peningkatan akumulasi cairan ke kantong perikardium. 2. Peningkatan permeabilitas vaskular sehingga kandungan protein, termasuk fibrinogen atau fibrin, di dalam cairan akan meningkat. 3. Peningkatan perpindahan leukosit terutama pada perikarditis purulenta. 4. Perdarahan akibat trauma tembus juga merupakan penyebab yang mungkin.
1.

Foto rontgen toraks


Elektrokardiografi Echokardiografi M-Mode

CT-Scan

1.

2.
3.

4.

5. 6. 7. 8.

Tirah baring jika curah jantung terganggu, sampai demam, nyeri dada, dan gesekan friksi menghilang; analgesik narkotik untuk menghilangkan nyeri selama fase akut; salisilat untuk menghilangkan nyeri dan mempercepat reabsorbsi cairan pada perikarditis reumatik; kortikosteroid untuk mengontrol gejala, mempercepat penyembuhan proses inflamasi, dan mencegah kekambuhan efusi perikardial; penisilin untuk perikarditis demam reumatik; esoniazid ethambutol, rifampin, dan streptomisin untuk perikarditis tuberculosis; amfoterisin B untuk perikarditis fungal; steroid adrenal untuk perikarditis akibat lupus eritematosus;

1.

2.
3. 4.

5.

Tamponade jantung Perikarditiskonstriktif Aritmi jantung Nyeri dada berulang-ulang Kematian

Pengkajian Anamnesa 2. Pemeriksaan fisik B1: Breathing (Respiratory System) B2: Blood (Cardiovascular system) B3: Brain (Nervous system) B4: Bladder (Genitourinary system) B5: Bowel (Gastrointestinal System) B6: Bone (Bone-Muscle-Integument)
1.

3.

Diagnosa Keperawatan Gangguan nyeri berhubungan dengan efusi pericardium Penurunan Curah jantung berhubungan dengan kompresi perikardial Gangguan perfusi jaringan perifer berhubungan dengan curah jantung menurun Intoleransi Aktifitas b.d kelemahan dan keletihan fisik Resiko tinggi infeksi b.d akumulasi cairan di perikardium

Perikardium

dapat

terlibat

dalam

berbagai

kelainan

hemodinamika, radang, neoplasi, dan bawaan. Penyakit perikardium


dinyatakan oleh tmbunan cairan (disebut efusi perikardium), radang (yaitu perikarditis). Perikarditis ialah penyakit sekunder dimanapun di

tubuh

contohnya

penyebaran

infeksi

kedalam

kantung

perikareritematasus sistemik. Tetapi kadang-kadang perikarditis terjadi sebagai kelainan primer. Pada perikarditis, ditemukan reaksi radang yang mengenai lapisan perikardium viseratis dan atau parietalis.ditemukan banyak penyebab tetapi yang paling sering ialah akut, perikarditis non spesifik (viral), infark miokard dan uremia.

Baughman, Diane C dan Joann C. Hakley. Keperawatan Medikal Bedah: Buku Saku untuk Brunner dan Suddarth. Alih bahasa oleh Yasmin Asih. 2000. Jakrta: EGC. Betz, Cecily Lynn & Sowden, Linda .A. 2009. Buku Saku Keperawatan Pediatri. Jakarta: EGC. Carpentino, Lynda Juall. 2001. Buku Saku: Diagnosa keperawatan. Edisi: 8. Ahli bahasa oleh Monica Ester. Jakarta: EGC. Doengoes, E Marlynn, dkk. 1999. Rencana Asuhan Keperawatan. Edisi 3. Ahli bahasa oleh Monica Ester. Jakarta: EGC. Hayes, Peter .C & Mackay, Thomas .W. 1997. Buku Saku Diagnosis dan Terapi. Jakarta: EGC. Mitchell, Richard N. Et al. 2008. Buku Saku Dasar Patofisiologis Penyakit Robbins Dan Cotran. Ahli bahasa: Andry Hartono. Jakata: EGC. Muttaqien, Arif. 2009. Pengantar Asuhan Keperawatan Klien Dengan Gangguan Sistem Kardiovaskular. Jakarta: Salemba Medika. Rubenstein, David. Kedokteran Klinis. Edisi 6. Alih bahasa oleh Annisa Rahmalia. 2003. Jakarta: Erlangga. Sabiston, David C. 1994. Buku Ajar Bedah. Jakarta: EGC. Sudoyo, Aru W. 2006. Ilmu Penyakit Dalam. Jilid III Edisi IV. Jakarta: Penerbit Ilmu Penyakit Dalam.