Anda di halaman 1dari 4

BUKTI-BUKTI ARKEOLOGIS DAN PENINGGALAN SEJARAH HINDU BUDHA DI INDONESIA BUKTI ARKEOLOGIS

Munculnya pengaruh Hindu-Budha di Indonesia sangatlah besar dan dapat dilihat melalui beberapa hal sebagai berikut. Seni Bangunan Seni bangunan yang menjadi bukti berkembangnya pengaruh Hindu-Budha di Indonesia pada bangunan candi. Candi Hindu maupun Budha di Indonesia pada dasarnya merupakan perwujudan akulturasi budaya bangsa Indonesia dengan budaya India. Dasar bangunan candi merupakan hasil pembangunan bangsa Indonesia dari zaman megalitikum, yaitu bangunan punden berundak-undak. Punden berundak-undak itu mendapat pengaruh Hindu-Budha, sehingga menjadi wujud sebuah candi, seperti Candi Borobudur. Bukti Arkeologis dari Pengaruh Tradisi Hindu-Budha Apabila ditelusuri bukti-bukti arkeologis pengaruh kebudayaan Hindu-Budha di Indonesia, terdapat berbagai jenis dan bentuk benda-benda hasil budaya masyarakatnya. Buktibukti tersebut diantaranya candi,

patung dewa,

Prasasti

Ada perbedaan fungsi dari pengertian candi yang mendapat pengaruh kebudayaan Hindudengan kebudayaan Budha. Pembuatan candi pada masa pengaruh Hindu diperuntukan sebagai makam dari orang-orang terkemuka atau para raja yang wafat. Misalnya Candi Singosari dan Candi Prambanan. Sedangkan dalam budaya Budha, candi merupakan tempat pemujaan kepada Tuhan Yang Mahaesa melalui Sang Budha Gautama. Misalnya, candi Borobudur dan Candi Muara Takus. Selain candi, mpeninggalan pengaruh kebudayaan Hindu-Budha yang terkenal adalah patung-patung dewa. Dalam agama Hindu pembuatan patung dewa disesuaikan dengan manifestasinya, contohnya patung Dewa Siwa sebagai Mahadewa. Sedangkan dalam agama Budha dibuatkan patung Sang Budha dalam berbagai bentuk perwujudannya. Contohnya, patung Budha sebagai Wairocana. Sedangkan Peninggalan lainnya seperti prasati-prasasti atau tulisan di batu, misalnya Prasasti Ciaruteun peninggalan Kerajaan Tarumanegara. Merupakan cap telapak kaki pada batu melambangkan kekuasaan raja Purnawarman atas daerah itu.

PENINGGALAN SEJARAH HINDU BUDHA DI INDONESIA


a. Seni Rupa dan Seni Ukir.

Pengaruh India membawa perkembangan dalam bidang seni rupa dan seni ukir atau pahat. Hal ini disebabkan adanya akulturasi. Misalnya relief yang dipahatkan pada dinding candi Borobudur yang merupakan relief tentang riwayat Sang Budha. Relief ini dikenal dengan Karma Wibangga yang dipahatkan dalam salah satu dinding Studa Borobudur. b. Seni Sastra dan Aksara

Hasil sastra berbentuk prosa atau puisi : isinya antara lain tentang tutur (pitutur : kitab keagamaan), wiracarita (kepahlawanan), kitab Hukum (Undang-Undang). Wiracarita yang terkenal di Indonesia yaitu Kitab Ramayana dan Mahabarata. Timbul wiracarita gubahan pujangga Indonesia. Misalnya, Kitab Baratayuda yang digubah oleh Mpu Sedah dan Mpu Panuluh. Perkembangan aksara, perkembangan huruf Pallawa dari India ke Indonesia, mengakibatkan berkembangnya karya-karya

sastra. Misal, karya-karya sastra Jawa kuno. Huruf Nagari (dari India) disertai huruf Bali kuno (dari Indonesia). c. Sistem Kemasyarakatan. Sistem kasta merupakan penggolongan masyarakat berdasarkan tingkat atau derajad orang yang bersangkutan. Setiap orang sudah ditentukan kastanya. Sistem kasta ini muncul dalam masyarakat Indonesia setelah ada hubungan dengan India. Terdapat empat kasta yaitu kasta Brahmana, Ksatria, Weisya dan Sudra. Sistem kasta ini bukan asli Indonesia. d. Filsafat dan Sistem Kepercayaan. Kepercayaan asli bangsa Indonesia adalah animisme dan dinamisme. percaya adanya kehidupan sesudah mati, yakni sebagai roh halus. Kehidupan roh halus memiliki kekuatan maka roh nenek moyang dipuja. Masuknya pengaruh India tidak menyebabkan pemujaan terhadap roh nenek moyang hilang. Hal ini dapat dilihat pada fungsi candi. Fungsi candi di India sebagai tempat pemujaan. Di Indonesia, selain sebagai tempat pemujaan, candi juga berfungsi sebagai makam raja dan untuk menyimpan abu jenazah raja yang telah wafat. Dapat terlihat adanya pripih tempat untuk menyimpan abu jenazah, dan diatasnya didirikan patung raja dalam bentuk mirip dewa. Hal tersebut merupakan perpaduan antara fungsi candi di India dengan pemujaan roh nenek moyang di Indonesia. e. Sistem Pemerintahan Pengaruh India di Indonesia dalam sistem pemerintahan, adalah adanya sistem pemerintahan secara sederhana. Setelah pengaruh India masuk, kedudukan pemimpin tersebut diubah menjadi raja serta wilayahnya disebut kerajaan. Rajanya dinobatkan dengan melalui upacara Abhiseka, biasanya namanya ditambah warman. Contoh: di Kerajaan Kutai, Taruma dan sebagainya. Bukti akulturasi di bidang pemerintahan, misalnya : raja harus berwibawa dan dipandang punya kesaktian (kekuatan gaib), seperti para Raja disembah menunjukkan adanya pemujaan Dewa Raja.