MALUKU UTARA

PROVINSI

I. KONDISI UMUM
A. Kondisi fisik daerah 1. Keadaan Geografis Secara geografis, Provinsi Maluku Utara berada pada 3° Lintang Utara hingga 3° Lintang Selatan dan 124° hingga 129° BujurTimur. Sebelah utara berbatasan dengan Laut Pasifik, Sebelah selatan berbatasan dengan Laut Seram, Sebelah timur berbatasan dengan Laut Halmahera dan Sebelah timur berbatasan dengan Laut Maluku. Kondisi geografis Provinsi Maluku bila dilihat dari sisi strategis peluang investasi bisnis dapat diprediksi bahwa sumber daya alam di sektor perikanan dan kelautan dapat dijadikan primadona bisnis di Maluku, selain sektor lainnya seperti pertanian sub sektor peternakan dan perkebunan, sektor perdagangan dan sektor pariwisata serta sektor jasa yang seluruhnya memiliki nilai jual dan potensi bisnis yang cukup tinggi. 2. Iklim Provinsi Maluku Utara merupakan provinsi kepulauan, yang dipengaruhi oleh iklim laut tropis dan iklim musim. Hal ini disebabkan oleh wilayah yang berupa pulau-pulau yang dikelilingi oleh lautan yang luas. Iklim di Provinsi Maluku Utara sangat dipengaruhi oleh eksistensi perairan laut yang luas dan bervariasi antara tiap bagian wilayah, yaitu iklim pada bagian Halmahera Utara, Halmahera Tengah dan Barat, Halmahera Selatan dan Kepulauan Sula. Selama Tahun 2011 terjadi hujan sepanjang tahun dengan intensitas beragam, curah hujan tertinggi dan hari hujan terbanyak terjadi pada bulan Nopember, serta penyinaran matahari terbesar sekitar 60% terjadi pada bulan Mei dan Oktober. Stasiun Meteorologi dan Geofisika Ternate mencatat suhu udara tertinggi sekitar 31,5° C pada bulan Oktober dan terendah sekitar 23,3° C pada bulan Agustus, sedangkan kelembaban udara rata-rata sebesar 84%.

583

Kabupaten Kepulauan Sula.83 km². Sulabesi.3. Luas wilayah Luas (Ha) 482. Moti. yaitu Kabupaten Halmahera Barat. landai. Kabupaten Halmahera Tengah. serta terdiri dari 7 (tujuh) kabupaten dan 2 (dua) kota.94 52. Pulau berukuran besar adalah Pulau Halmahera.707. Keadaan sosial ekonomi 1. Tidore.6 279. Kabupaten Kepulauan Sula dan Kota Tidore. Bacan.0 Persentase (%) 14.380. yang terdiri dari luas daratan mencapai ± 45. Provinsi ini terdiri dari beberapa pulau di 584 . Kabupaten Halmahera Timur. Pemerintahan Maluku Utara adalah salah satu provinsi di Indonesia.129° BT. Topografi Kondisi topografi Maluku Utara beraneka ragam yaitu mulai dari datar. Obi dan Morotai.819. provinsi ini secara resmi berdiri pada tanggal 12 Oktober 1999 sebagai pemekaran dari Provinsi Maluku dengan wilayah administrasi terdiri atas Kabupaten Maluku Utara.27 km² dan luas lautan mencapai ± 100. sedangkan pulau relatif sedang diantaranya adalah Taliabu.23 Ha atau sebesar 52. Kabupaten Halmahera Selatan. terletak di antara 3° LU .731. Tabel 280.81 8.Sedangkan pulau kecil diantaranya Pulau Ternate.983. Topografi yang dominan adalah kelas lereng curam yaitu seluas ±1.983. dan Kota Tidore Kepulauan serta Kota Ternate. dan Kabupaten Maluku Tenggara Barat. Kota Ternate dan Kabupaten Maluku Utara. Selanjutnya dibentuk lagi beberapa daerah otonom baru melalui Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2003 tentang Pembentukan Kabupaten Halmahera Utara. Kelas lereng dan bentuk topografi di wilayah Maluku Utara Kelas Lereng Datar (0-8%) Landai (8-15 %) Agak Curam 15-25%) Curam (25-45) Sangat Curam (>45 %) 4.29 Bentuk Pantai Teras Perbukitan Perbukitan Pegunungan Luas wilayah Provinsi Maluku Utara tercatat ± 145.1 128. curam dan sangan curam dengan bentuk wilayah mulai bentuk pantai. Kayoa. Kabupaten Buru.3° LS dan 124° BT.39% dari luas keseluruhan.2 661. Kabupaten Halmahera Selatan.39 20. Kabupaten/Kota tersebut terdiri dari 113 kecamatan dan 1.983. B.400.595.070 desa/kelurahan.1 1. teras berbukit dan pegunungan. Pulau dan sungai Provinsi Maluku Utara yang dibentuk berdasarkan Undang-Undang Nomor 46 Tahun 1999 tentang Pembentukan Provinsi Maluku Utara. Gebe dan lainlain.58 3. Kabupaten Halmahera Timur. Secara rinci kondisi kelas lereng dan bentuk topografi di Provinsi Maluku Utara dapat dilihat pada tabel berikut. Jumlah pulau di Provinsi Maluku Utara terdiri dari ± 395 buah pulau-pulau besar dan kecil. 5.1 km². Makian. Mangoli.707. Kabupaten Pulau Morotai. Kabupaten Halmahera Utara.087.

Angka Partisipasi Sekolah (APS) menunjukkan besaran penduduk usia sekolah yang sedang bersekolah. Tingkat Partisipasi Angkatan Kerja (TPAK) di Maluku Utara pada Februari 2013 mencapai 67.72 67. dan Angka Melek Huruf penduduk berusia 15 tahun ke atas sebesar 95. bertambah 11. Hal ini tercermin dari angka rasio jenis kelamin sebesar 104. Menurut daerah dan jenis kelamin.80 5.18 persen.00 persen yang tidak bersekolah.01 persen. Ini menunjukkan masih terdapat kelompok usia wajib belajar (13-15 tahun) sebesar 12. Jumlah penduduk berdasarkan jenis kelamin di Provinsi Maluku Utara No Kab. tamat DI/DII/DIII sebesar 2.76 585 .82 persen maupun keadaan Agustus 2012 sebesar 66.96 persen dan tamat S2/S3 sebesar 0. sejak 4 Agustus 2010 menggantikan kota terbesarnya.92 Jumlah penduduk (Jiwa) Laki-laki Perempuan Jumlah Sex Ratio (%) 51. Berdasarkan hasil SP2010. Pendidikan Berdasarkan hasil SP2010.37 2 612. APS 13-15 tahun sebesar 88.3 ribu orang. Tabel 281.477 48 947 100 424 105./Kota km 1 2 3 Halmahera Barat Halmahera Tengah Kepulauan Sula 2 Luas % 5.90 persen.087 jiwa yang tersebar di 9 kabupaten/kota.67 Kepadatan Penduduk 2 (jiwa/km ) 38. jumlah penduduk laki-laki lebih banyak dari penduduk perempuan.24 2 276.74 persen.003 20 812 42 815 105.Jumlah penduduk terbesar 198. Penduduk Penduduk Maluku Utara berdasarkan hasil Sensus Penduduk 2010 tercatat sebesar 1.07 persen dan APS 19-24 tahun sebesar 18.51 Persen Jumlah angkatan kerja di Maluku Utara pada Februari 2013 mencapai 482. tamat DIV/S1 sebesar 2. APS 16-18 tahun sebesar 62.44 18. persentase penduduk 5 tahun yang berpendidikan minimal tamat SMP/Sederajat sebesar 40. 4. Kecamatan Oba Utara.0 ribu orang dibanding angkatan kerja keadaan Februari 2012 atau bertambah 16.456 65 068 132 524 103.78 persen yang berarti dari setiap 100 penduduk usia 15 tahun ke atas ada 96 orang yang melek huruf.17 22. 3.00 persen.53 persen. Secara keseluruhan.83 9 632. Ibukota terletak di Sofifi. TPAK di daerah perkotaan lebih rendah dibanding daerah perdesaan.87 yang berarti terdapat 105 laki-laki pada setiap 100 perempuan. Ternate yang berfungsi sebagai ibukota sementara selama 11 tahun untuk menunggu kesiapan infrastruktur Sofifi.911 jiwa mendiami Kabupaten Halmahera Selatan. Tenaga Kerja Provinsi Maluku Utara adalah salah satu provinsi di wilayah timur Indonesia dimana tingkat Pengangguran pada Februari. penduduk Provinsi Maluku Utara usia 5 tahun ke atas yang tamat SM/sederajat sebesar 18.05 21. Terbuka sebesar 5.80 13. dan TPAK perempuan lebih rendah dibanding TPAK laki-laki. Lebih tinggi dibanding keadaan Februari 2012 sebesar 67.038.74 persen.Kepulauan Maluku.35 persen.2 ribu orang dibanding keadaan Agustus 2012. 2.

40 6. Kehidupan masyarakat Maluku Utara dipengaruhi oleh kondisi wilayahnya yang terdiri dari laut dan kepulauan. Anda dapat melihat warisan kekayaan budaya dan sejarahnya di museum dan kedaton.780 83.00 21.267 94.87 22. Ternate dan Tidore telah dikunjungi para pedagang dari berbagai negara sejak abad ke-16. Provinsi Maluku Utara.16 107.90 5.486 27. dan berdagang masih sangat mewarnai dinamika kehidupan sosial-ekonomi masyarakat Maluku Utara.67 11. Saat ini Rempah-rempah ini masih dianggap berharga tapi tidak seberharga seperti sebelumnya.30 9. Desa-desa di Maluku Utara umumnya terletak di pesisir pantai dan sebagian besar lainnya berada di pulau-pulau kecil. Oleh sebab itu.14 Ternate 250.42 23. adalah ajakan ke arah solidaritas dan partisipasi. masjid ini terletak di sebelah selatan istana di Ternate.76 740.56 101. Budaya.Halmahera Selatan 8 779.48 Halmahera Utara 3 132.Bangsa-bangsa Eropa memburu rempah-rempah yang berharga saat itu dan berupaya memonopolinya.95 Halmahera Timur 6 506. masyarakat di sini multietnik terdiri dari 28 sub etnis dengan 29 bahasa lokal.442 531. Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) Dari sisi sektoral. 6.24 22. yakni Marimoi Ngone Futura Masidika Ngone Foruru (Bersatu kita teguh bercerai kita runtuh).66 51. berburu. semboyan yang sekarang yang menjadi motto pemerintah Provinsi Maluku Utara.56 Tidore Kepulauan 9 564. Anda dapat mengunjungi bangunan yang fantastis yaitu Masjid Sultan yang berbentuk piramida. dan hutan-hutan tropis.64 persen.22 Jumlah 45 069.66 100.79 105.20 14.53 miliar rupiah. besaran Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) Atas Dasar Harga Berlaku Maluku Utara pada triwulan I-2013 mencapai 1841. sedangkan PDRB Atas Dasar Harga Konstan 2000 pada triwulan yang sama adalah 887. Untuk PDRB sektor kehutanan tidak bisa ditampilkan secara detail.00 Sumber: Maluku Utara Dalam Angka 2011 4 5 6 7 8 9 101.32 19.393 97 131 198 911 78 841 161 847 34 623 73 109 25 430 52 697 91 229 185 705 44 613 90 055 506 694 1 038 087 104. perbukitan.22 103. 586 .86 104.28 111.85 0.03 miliar rupiah. Pala dan cengkeh berlimpah di sini yang digunakan sebagai bumbu masakan dan permen. Pertumbuhan tertinggi di Sektor Industri Pengolahan sebesar 2.44 Pulau Morotai 2 314. Corak kehidupan sosial budaya masyarakat di provinsi Maluku Utara secara umum sangat tipikal yaitu perkawinan antara ciri budaya lokal Maluku Utara dan budaya Islam yang dianut empat kesultanan Islam di Maluku Utara pada masa lalu. Sedangkan pertumbuhan terendah di Sektor Bangunan sebesar -2.006 38. Di kalangan masyarakat Maluku Utara.08 persen. bercocok tanaman.03 5.476 45. Potensi kultural ini merupakan modal pembangunan yang paling berharga untuk dikembangkan. pola kehidupan seperti menangkap ikan. Maluku Utara didominasi oleh Muslim. juga Peninggalan-peninggalan sejarah masa silam antara lain Kadaton Sultan Ternate dan Kadaton Sultan Tidore.

nikel. hasil bumi dan berbagai hasil kerajinan tangan. Tambang yang tersimpan di perut bumi seperti emas. Suku bangsa yang mendiami tempat ini antara lain suku Ternate. menjanjikan sumber kekayaan laut berupa ikan yang tidak akan habis jika dikelola dengan baik. Inggris dan Belanda. daerah Maluku Utara merupakan wilayah empat kerajaan Islam terbesar di bagian timur Nusantara yang dikenal dengan sebutan Kesultanan Moloku Kie Raha (Kesultanan empat gunung di Maluku). Patani. Pagu. Galela. benda-benda tradisional. Buli. Rumah Sasa’du berbentuk rumah panggung yang ditopang sejumlah tiang dan dinding dari kayu. Makian. Tobelo. Tide-Tide. Ternate dan Tidore. Rumah Adat Provinsi Maluku utara memiliki kekayaan sumber daya alam yang besar. alat musik tradisional. Maba. Tidore. Tobaru. Wilayahnya. yaitu kesultanan Bacan. salah satu peninggalan rumah adat yang dapat ditemukan di Maluku utara adalah sasa’du atau rumah adat suku bangsa Sahu di Halmahera barat. Kao. Jailolo. Jailolo. Pada abad ke-16 rempah-rempah pernah jadi primadona bangsa Eropa seperti Portugis. kopra. makanan khas. Hasil perkebunan berupa rempah-rempah (cengkeh dan pala). kaolin. Lalayan. yang sebagian besar perairan. Togal dan seni musik Tifa. Rumah ini pula yang kemudian ditampilkan di TMII sebagai anjungan Maluku utara. beratap daun ijuk serta di kolongnya terdapat dego-dego (dipan bambu) untuk pertemuan. rumah ini digunakan untuk memamerkan aspek budaya Maluku utara seperti Pakaian adat. Loloda. Sawai. jagung dan ubi kayu. dan suku bangsa Sahu dengan bahasa penutur yang berbeda pula. Dalam bidang seni arsitektur. 587 . bahkan mampu mendorong bangsa-bangsa tersebut datang ke Maluku utara. tembaga. Module. mangan. Sebelum masa penjajahan. magnesit dan beragam batu mulia merupakan harta karun yang belum diolah secara maksimal. kakao. Wayoli. Berbagai jenis tarian dan musiknya cukup dikenal dikalangan masyarakat antara lain tari Soya-Soya. Bacan. bertangga dua terletak di sisi kiri dan kanan.7.

519. 2. ASPEK KAWASAN A. kawasan hutan Provinsi Maluku Utara seluas ± 2.00 583. terdiri dari : Tabel 282.490/Menhut-II/2012. 5.66 482. tentang Perubahan Perubahan Peruntukan Kawasan Hutan Menjadi Bukan Kawasan Hutan Seluas ± 273.361 (Dua Ratus Tujuh Puluh Tiga Ribu Tiga Ratus Enam Puluh Satu) Hektar. Perubahan Fungsi Kawasan Hutan Seluas ± 92. FUNGSI Hutan Konservasi (Cagar Alam dan Taman Nasional) Darat Perairan Hutan Lindung Hutan Produksi Terbatas Hutan Produksi tetap Hutan Produksi yang dapat di-Konversi Jumlah Total (Ha) LUAS (Ha) 281. Kawasan Hutan di wilayah Provinsi Maluku Utara No.623. 22% hutan produksi terbatas. 19% hutan produksi dan 11% hutan konservasi. 22% hutan produksi yang dapat dikonversai.28 667.557. 1.557.222 (Sembilan Puluh Dua Ribu Dua Ratus Dua Puluh Dua) Hektar dan Penunjukan Bukan Kawasan Hutan Menjadi Kawasan Hutan Seluas ± 5. 4.623.91 ha. SK.614. 588 .48 281.33 567.91 Kawasan Hutan di wilayah Provinsi Maluku Utara Hutan Produksi yang dapat diKonversi 22% Hutan Konservasi 11% Hutan Produksi tetap 19% Hutan Lindung 22% Hutan Produksi Terbatas 26% Luas Hutan di Provinsi Maluku Utara Berdasarkan gambar dapat diketahui bahwa 26% kawasan hutan yang ada di Provinsi Maluku Utara merupakan hutan produksi terbatas.II.519.192. a.975. Hutan Negara 1 Luas Kawasan Hutan Berdasarkan SK Menteri Kehutanan No.48 0.16 2. 3.081 (Lima Ribu Delapan Puluh Satu) Hektar di Provinsi Maluku Utara. b.284.

7 Jumlah 2.8 142.0 HPK 413.4 976.7 12.5 338. Adidaya Tangguh (Tahap I) PT. Gane Permai Sentosa PT.7 32.6 488.17 851. Secara rinci dapat dilihat pada tabel berikut : Tabel 284.6 557.43 ha.21 120.60 741.994.9 578. Trimegah Bangun Persada PT.90 780.241. Luas Penutupan Lahan Kondisi penutupan lahan di Provinsi Maluku Utara berdasarkan hasil penafsiran Citra Landsat 7 ETM+ Tahun 2009/2010 adalah sebagai berikut : Tabel 283. HPK HPK HP HPT Luas (Ha) 435. Aneka Tambang.50 90.7 3.88 1.4 128.6 TOTAL Jumlah 2.0 30. Sula Kep.4 1.7 42. Aneka Tambang.454. emas dan biji besi. Tekindo Energi (Blok II) PT.0 275.0 981.5 41.0 Sumber : Statistik Kementerian Kehutanan Tahun 2011 3.1 422.89 715. Nusa Halmahera Mineral PT.259.7 216.7 1. Nusa Halmahera Mineral PT.2 268.9 0.178. Hutan -Hutan Primer -Hutan Sekunder -Hutan Tanaman B.3 % 69. HPK HPT.2 5. Penggunaan dan tukar menukar kawasan hutan Luas Izin pinjam pakai kawasan hutan di Provinsi Maluku Utara sebesar 10.14 1.8 26.9 KAWASAN HUTAN HUTAN TETAP HL HPT HP 848. HPK HPT. Tbk.5 2. PT. PT. Sula Haltim Halsel Halteng Ket Nikel DMP Nikel DMP Nikel DMP Nikel DMP Nikel DMP Nikel DMP Emas DMP Emas DMP Emas DMP Nikel DMP Nikel DMP Nikel DMP Biji Besi Biji Besi Nikel DMP Nikel DMP Nikel DMP Sumber : Dinas Kehutanan Provinsi Maluku Utara 589 .2 297.604. Adidaya Tangguh (Tahap II) PT. Pemegang Izin Pinjam Pakai Kawasan Hutan di wilayah Provinsi Maluku Utara No 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 Pemegang Izin PT.666. Non Hutan C.70 868. Haltim Mining PT.8 72.4 32.943.1 479. Rimba Kurnia Alam PT.20 64.3 100.3 1. HPK HPK HPT.4 433.4 6. HPK HL HPK HPK HPT.7 15. Bakti Pertiwi Nusantara PT. Luas penutupan Lahan Dalam Dan Luar Kawasan Hutan di Provinsi Maluku Utara Penutupan Lahan A. HP HPT HPK HPT.1 53. HPK HP. HPT.4 366.63 492.7 65. Kemakmuran Pertiwi Tambang PT. Nusa Halmahera Mineral PT.0 765.1 7.7 APL 81.0 835. diaman sebagian besar digunakan untuk kegiatan pertambangan nikel. Tidak ada data Total KSA-KPA 20.08 491 456 421 469.5 481.7 21. Tbk.9 623. Alam Raya Abadi PT.21 Lokasi Haltim Haltim Haltim Halteng Halsel Haltim Halut Halut Halut Halsel Halteng Halsel Kep. Wana Tiara Persada (Tahap I) PT.5 8.2.5 4.32 937. Fajar Bhakti Lintas Nusantara Kawasan HPK HPT.6 119.739.

090. Kenari.847.380.732.22 m3.45 504.472.392. Produksi Non Kayu Hasil Hutan Bukan Kayu yang selanjutnya disingkat HHBK adalah hasil hutan hayati baik nabati maupun hewani beserta produk turunan dan budidaya kecuali kayu yang berasal dari hutan (Permenhut No.944.46 105. Produksi kayu atau non kayu 1. Beberapa jenis yang mendominasi adalah Marsawa.113.54 16.87 135. Produksi Kayu Produksi kayu di Maluku Utara selama lima tahun terakhir berfluktuasi dan cenderung menurun. rimba campuran dan kayu indah di Provinsi Maluku Utara dari Tahun 2008 hingga tahun 2012 mencapai 1.456. Nyatoh. adalah kegiatan pemanfaatan lebah dan produk-produknya serta vegetasi penunjangnya untuk memperoleh manfaat yang sebesar-besarnya bagi 590 . 2.83 9.87 Belum semua perusahaan memberikan laporan 3 Jumlah Ket Sumber : Dinas Kehutanan Provinsi Maluku Utara 2. Damar. antara lain : ƒ Perlebahan .02 403. Potensi kayu atau non kayu 1. P. Hasil Hutan Bukan Kayu yang dikembangkan.593.05 53.III. Agathis.27 55. ASPEK SUMBERDAYA HUTAN A. Matoa. B.18 41.050.07 97.36 711.78 Produksi per Jenis (m ) Rimba Campuran 330.82 27.50 59.190. Merbau dll. Produksi Kayu per Jenis di Provinsi Maluku Utara Tahun Meranti Tahun 2008 Tahun 2009 Tahun 2010 Tahun 2011 Tahun 2012 378. Total produksi kayu dari jenis meranti.738.73 Kayu Indah 2.62 284.95 1.00 45.35/Menhut-II/2007). Potensi kayu Potensi jenis kayu banyak dijumpai di kawasan KPH Model Gunung Sinopa. Kopal dan bambu.80 81.297.384. Potensi Hasil Hutan Bukan kayu (HHBK) Potensi HHBK yang dapat dikembangkan antara lain Rotan (dari berbagai jenis).695.038.856. Selengkapnya dapat dilihat pada tabel berikut ini : Tabel 285.916.

Taman Wisata Alam dan Taman Hutan Raya/Hutan Buru . (Keputusan Menhut No. Fauna a. pemeliharaan ulat sutera dan pengolahan kokon. mendorong. yang diwujudkan dalam pengembangan infrastruktur.) 2. Sebanyak 24 jenis burung khas (endemik) Maluku Utara berhasil dijumpai di dalam kawasan termasuk empat jenis endemik Pulau Halmahera. ƒ Bambu. benuang (Octomeles sumatrana). Jumlah koloni lebah dan produksi madu hasil kegiatan perlebahan tahun 2008-2012. Burung Terdapat 217 jenis burung di dalam kawasan taman nasional. yaitu mandar gendang (Habroptila wallacii). bintangur (Calophyllum inophyllum). Terdapat juga beragam jenis anggrek yang terdapat di dalam kawasan. 591 . Realisasi pembuatan areal model budidaya bambu tahun 2008-2012. nyatoh (Palaquium obtusifolium). penyediaan bahan baku industri persuteraan alam dan peningkatan mutu lingkungan. membina.serta jenis-jenis kantung semar (Nepenthes sp. cemara gunung (Casuarina sumatrana). kepudang-sungu halmahera (Coracina parvula). baik fisik maupun sosial (kelembagaan masyarakat) sebagai landasan keberlangsungan investasi publik/masyarakat. membantu memonitor dan mengendalikan. serta beberapa jenis kenari (Canarium spp. kayu bugis (Koordersiodendron pinnatum).). ƒ Persuteraan Alam . yang dimaksud dengan persuteraan alam adalah bagian kegiatan perhutanan sosial dengan hasil kokon atau benang sutera yang terdiri dari kegiatan penanaman murbei. pelaksanaan pengembangan rotan saat ini telah diserahkan kepada Pemerintah Daerah Kabupaten/Kota dimana tugas pemerintah adalah mengatur. Hasil-hasil persuteraan alam tahun 2008-2012. Damar (Agathis sp.). ƒ Rotan . pembibitan ulat sutera. C.) di daerah dataran tinggi kawasan Suaka Margasatwa . cekakak murung (Todiramphus fenubris). Usaha tani persuteraan alam bertujuan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Flora dan fauna 1.kepentingan masyarakat dengan memperhatikan aspek kelestariannya. Realisai Pembangunan Budidaya Tanaman Rotan Tahun 20082012. Flora Beberapa jenis yang mendominasi adalah damar (Agathis sp.50/Kpts-II/1997). dan kepudang halmahera (Oriolus phaeocromus).

telah menyebabkan terjadinya degradasi habitat dan deforestasi. Sorotan publik Nasional dan Internasioanl terhadap hewan yang kategori Endangered ini begitu tinggi. selain terdapat di Pulau Sulawesi dapat pula ditemukan di Pulau Bacan Maluku Utara. Terdapat juga katak kerdil (Microhylidae) seperti jenis Oreophryne frontifasciata. kelelawar (ordo: Chiroptera). babi hutan. dan dimungkinkan termasuk perilaku kewaspadaan dan perilaku kawin. 592 . 1822). Empat diantaranya endemik Pulau Halmahera yaitu Callulops dubia. biawak atau soa-soa (Varanus indicus). bajing terbang (Petaurus breviceps papuanus). Hylophorbus boettger dan Hyla rueppelli. Hewan semi arboreal ini lebih terkenal di daerah asalnya (Pulau Sulawesi) di banding Pulau Bacan. Dari 17 jenis tersebut lima jenis endemik Maluku Utara. Monyet hitam Sulawesi (Macaca nigra Desmaret. Hal ini dapat menimbulkan dampak terhadap ketidakstabilan populasi serta perubahan perilaku hewan. Amfibia Diperkirakan terdapat 17 jenis amfibia di antaranya adalah jenis katak pohon hijau yang cukup umum (Litoria infrafrenata). Cophixalus montanus. Dari 53 jenis tersebut delapan jenis merupakan endemik Maluku Utara termasuk satu jenis endemik Pulau Halmahera yaitu jenis ular (Tropidonophis punctiventris). musang (Viviridae). ular python batik (Python reticulatus).b. kadal raksasa (Tiliqua gigas).) merupakan jenis endemik Halmahera. Mamalia Diperkirakan setidaknya terdapat 33 jenis mamalia meliputi jenis-jenis kuskus seperti kuskus maluku (Phalanger ornatus). enam diantaranya endemik Maluku Utara. d. kadal daun (Emoia sorex). karena di Pulau Sulawesi hewan ini sering diburu untuk disajikan di restoran siap saji dan sebagai hewan peliharaan. satu jenis diantaranya kuskus (Phalanger sp. ular hitam (Stegonotus batjanensis). c. katak sungai biasa (Rana papua) atau katak sungai yang biasa dikonsumsi masyarakat (Limnonectes grunniens). Monyet hitam yang ada di Pulau Bacan memiliki kesamaan karakter morfologi dengan monyet hitam yang ada di Pulau Sulawesi. serta jenis tikus (Muridae). Reptilia Diperkirakan setidaknya terdapat 53 jenis reptilian di antaranya adalah kadal air (Hidrosaurus amboinensis/). Adanya aktivitas manusia di sekitar dan di dalam kawasan Cagar Alam Gunung Sibela Bacan. Dari 33 jenis ini. rusa. dan diperkirakan juga masih terdapat buaya muara (Crocodilus porosus).

650 (tujuh ribu enam ratus lima puluh) hektar.250.00 ha. mucronata). Maluku Utara. Jenis tumbuhan yang dominan antara lain tancang (Sonneratia alba).. 2. 6 Juli 1995.100 (tujuh puluh tujuh ribu seratus ) hektar di Kabupaten Halmahera Tengah dan Kota Tidore Kepulauan dan kelompok hutan lolobata seluas ± 90.075 (enam ribu tujuh puluh lima) hektar di Halmahera Timur. Hutan rawa dataran rendah (Lowland Swamp Forest) Formasi ini merupakan kelompok-kelompok kecil yang perkembangannya kurang baik. Keputusan Menteri Kehutanan RI Nomor: 326/Kpts-II/1987. 3. Maluku Utara. 593 . 5. 9.475 hektar. Maluku Utara. Cagar Alam LIFAMATOLA. 5 Oktober 1995. Keputusan Menteri Kehutanan RI Nomor: 285/Kpts-II/1995. 12 Oktober 1987. 16. Keputusan Menteri Kehutanan RI Nomor: 684/Kpts-II/1995. api-api (Avicenia sp. dan hutan produksi tetap seluas ± 6.300 (seratus enam puluh tujuh ribu tiga ratus) hektar pada kelompok hutan lindung aketajawe seluas ± 77.200 (sembilan puluh ribu dua ratus) hektar terdiri dari hutan lindung seluas ± 76. bakau-bakauan (Rhyzopora acuminate.00 ha. Vegetasi Pantai (Beach Formation) Vegetasi pantai berkembang dengan baik di sepanjang pantai yang berpasir. 1. Kepulauan Sula. Provinsi Maluku Utara menjadi Taman Nasional Aketajawe Lolobata. 5 Oktober 1995. Hutan Mangrove (Mangrove Formation) Terletak tepat di belakang pantai berpasir yang agak tinggi. Halmahera Selatan. dan Casuarina equisetifolia. c. R. Terminalia cattapa.). Halmahera Selatan. d.743. hutan produksi terbatas seluas ± 7.024. Kepualaun Sula.690. Cagar Alam GUNUNG SIBELA.00 ha.. Cagar Alam TALIABU.53 ha. e. Cagar Alam PULAU OBI. Jasa lingkungan Pengembangan jasa lingkungan banyak dilakukan di kawasan konservasi yaitu : 1. Kepulauan Sula. 15 Oktober 1987. Keputusan Menteri Kehutanan RI Nomor: 685/ Kpts-II/1995. Hutan produksi terbatas dan hutan produksi tetap seluas ± 167. Haltim & Kota Tikep Ditetapkan sebagai Taman Nasional berdasarkan Keputusan Menteri Kehutanan Nomor :397/Kpts-II/2004 tanggal 18 Oktober 2004 tentang Perubahan Fungsi sebagian kawasan hutan lindung. 23. b. Cagar Alam a.00 ha. Maluku Utara. Taman Nasional Aketajawe-Lolobata di Kab.250. Pandanus sp.D. Scinifax sp. Jenisjenis tumbuhan yang dominan adalah Ipomoa pescapre. Keputusan Menteri Kehutanan RI Nomor: 320/Kpts-II/1987. Bruguiera sexangula. Cagar Alam PULAU SEHO. dan nipah (Nypa fructicans). 4. Maluku Utara. 1.

319.262 pohon. luas lahan kritis di Provinsi Maluku Utara mencapai 550.106 ha dengan kategoti kritis 447. Melalui kegiatan tersebut pada tahun 2010 telah tertanam 12.. Pada tahun 2011.676 pohon.574.669 ha dan kategori sangat kritis 163. luas lahan kritis tersebut mengalami peningkatan mencapai 611. berbagai upaya rehabilitasi telah dilakukan antara lain melalui kegiatan penanaman dan pemeliharaan 1 miliar pohon. Ficus nodosa.438 ha.750 ha.Letaknya di belakang jalur-jalur mangrove di pantai utara dengan jenis yang dominan antara lain Nauclea sp. E.390 ha. Lahan kritis Berdasarkan hasil inventarisasi lahan kritis tahun 2007. Taman Nasional Aketajawe-Lolobata 594 . Baringtonia racemosa. Alstonia scholaris dan Anthocephalus cadamba. dengan kategori kritis 259.360 ha dan kategori sangat kritis mencapai 291. Salah satu upaya untuk mengurangi dan menghijaukan lahan kritis di Provinsi Jawa Tengah. Callophylum soulatri. Eugenia sp. pada tahun 2011 terjadi peningkatan penanaman yaitu mencapai 13..

1 2 3 Nama IUPHHK-HA PT. 1.066 50. Halmahera Tengah Halmahera Selatan Halmahera Selatan Halmahera Selatan Halmahera Kode Spasial HA-244 Ha-246 HA-247 4 PT.500 ha. Daftar IUPHHK-HA yang ada di Maluku Utara sebagai berikut: Tabel 287. PT. ASPEK KELEMBAGAAN A.540 86.500 HA-248 5 6 7 8 PT. TAIWI UNT II 180/Menhut-II/2007 962/Kpts-II/1999 670/Menhut-II/2009 394/Kpts-II/1992 01/05/2007 14/10/1999 15/10/2009 22/04/1992 15. Mohtra Agung Persada Nomor SK 389/Menhut-II/2006 192/Kpts-II/1998 400/Menhut-II/2006 Tanggal SK 12/07/2006 27/02/1998 19/07/2006 Luas ± (ha) 33.300 HA-251 HA-250 HA-252 HA-235 595 . Izin Usaha Pemanfaatan Hasil Hutan Kayu (IUPHHK) Hutan Tanaman Pemanfaatan hutan untuk IUPHHK-HT seluruhnya sebanyak 5 unit seluas 65. Daftar IUPHHK-HA di Provinsi Maluku Utara NO. Mangole Timber Unit PT. Daftar IUPHHK-HT yang ada di Maluku Utara sebagai berikut: Tabel 286. Daftar IUPHHK-HT di Provinsi Maluku Utara 2. Sula Halmahera Tengah.880 46.599 66. dan Hutan Tanaman Rakyat (HTR). Model pengelolaan Pengelolaan hutan di Provinsi Maluku Utara dilakukan melalui beberapa skema yaitu melalui pemberian Izin Usaha Pemanfaatan Hasil Hutan Kayu baik di hutan alam dan hutan tanaman. Pusaka Agro Sejahtera PT. Surya Kirana Dutamas PT.230 42.IV. Izin Usaha Pemanfaatan Hasil Hutan Kayu (IUPHHK) Hutan Alam Pemanfaatan hutan untuk IUPHHK-HA seluruhnya sebanyak 13 unit seluas 669. Bela Berkat Anugerah PT. Halmahera Timur Halmahera Utara.453 ha.940 Lokasi (Kab/Kota) Halmahera Selatan Kep. Nusa Niwe Indah 410/Menhut-II/2004 18/10/2004 73. Poleko Yurbarson Trad.

405 24.825 Selatan.430 11 12 13 PT. Tunggal Aghatis (PT. Telaga Bhakti Persada PT.120 ha. Halmahera Timur dan Pulau Morotai. Tunas Foresta) 9 10 PT. Wana Kencana Sejati II 368/Menhut-II/2009 95/Menhut-II/2005 295/Menhut-II/2007 23/06/2009 12/04/2005 28/08/2007 73.410 45. terletak di empat kabupaten yaitu Halmahera Selatan. Halmahera Tengah HA-255 HA-256 HA-257 HA-258 HA-259 JUMLAH 669. Luasan secara rinci areal pencadangan HTR sebagai berikut: Tabel 288. Halmahera Barat. SDM Pengelola Kawasan Hutan Lingkup Provinsi Maluku Utara No 1 2 3 Instansi BPDAS Ake Malamo Balai TN Aketajawe Lolobata Dishutprov Maluku Utara L 1 IV Jumlah SDM Menurut Golongan III II I P L P L P L P 16 5 6 13 1 26 Jumlah L 22 40 P 5 1 Total 27 41 - Sumber : Statistik Kemenhut 2012 (diolah) 596 . Hutan Tanaman Rakyat Areal pencadangan Hutan Tanaman Rakyat di Provinsi Maluku Utara seluas 24. Sumber Daya Manusia (SDM) Tabel 289.500 3. Halmahera Timur Halmahera Selatan Halmahera Utara. TAIWI Unit I) PT.(PT. Tunas Pusaka Mandiri 372/Menhut-II/2009 351/Menhut-II/2006 23/06/2009 12/05/2006 63. Wana Kencana Sejati PT. Halmahera Tengah Halmaheru Timur Halmahera Timur Halmahera Timur. Daftar luas Areal pencadangan HTR di Maluku Utara B.375 47.

056 ha.768. Kota Ternate Tengah Tlp : (0921) 3110648 Jl. Koli Bale Km. Perkebunan dan Kehutanan Dinas Kehutanan Kabupaten Halmahera Selatan 9 10 11 597 . Dinas Provinsi dan Kabupaten /Kota No 1 Dinas Dinas Kehutanan Provinsi Maluku Utara Alamat Jl.3 Komplek Perkantoran No. 1 Weda Tlp : (0921) 61068 Fax : (0921) 61333 Jl. LSM dan lembaga terkait di Provinsi 1.577 ha terdiri dari HL dengan luas ± 21.12 Tanah Raja Ternate Tlp : (0921) 21209 Jl.917 ha dan HP dengan luas ± 9. Maba . Haltim Desa Soagimalaha Kec. 73/Menhut-II/2010 tanggal 8 Februari 2010 terdiri dari 5 unit KPHL dan 6 unit KPHP dengan luas seluruhnya ± 1. Penetapan wilayah pengelolaan KPHP Model Gunung Sinopa di Kabupaten Halmahera Tengah dan Kota Tidore Kepulauan oleh Menteri Kehutanan melalui Keputusan Nomor SK. Morotai Selatan Jl.C. Batu Anteru Kec. Trans Darame.424 ha. Daftar UPT.337/MenhutII/2010 tanggal 25 Mei 2010 meliputi area seluas ± 44. Sarikat Nomor 2 Jailolo Halmahera Barat Tlp/Fax : (0922) 2221067 Jl. 2321544 2 3 Dinas Kehutanan Kabupaten Maluku Utara Dinas Kehutanan Kabupaten Halmahera Tengah 4 5 Dinas Kehutanan Kabupaten Halmahera Utara Dinas Kehutanan dan Pertanian Kota Tidore Kepulauan 6 7 8 Dinas Kehutanan dan Perkebunan Kabupaten Halmehera Timur Dinas Kehutanan Kabupaten Halmahera Barat Dinas Kehutanan Kabupaten Kepulauan Sula Dinas Pertanian dan Kehutanan Kota Ternate Dinas Pertanian.97882 Jl. Labuha – Bacan Tlp/Fax : (0927) 2321194. Rimbawan – Sofifi Maluku Utara Tlp : (0921) 3121957 Fax : (0921) 3123803 Jl. Ahmad Yani No. Prospek pengelolaan hutan Penetapan wilayah KPHL dan KPHP Provinsi Maluku Utara oleh Menhut sesuai Keputusan Nomor SK. Pekuburan Cina Desa Wosia Tbolelo Tlp : (0921) 2621698 Jl. Monunutu No. Paskah Suzeta Desa Pohea. 21 Kel. HPT dengan luas ± 13. Raya Tomori.604 ha D. Sanana Kab. Kepulauan Sula Tlp/Fax : (0929) 21174 Jl. Indonesiana Kota Tikep Tlp : (0921) 3162146 Fax : (0921) 3162494 Kawasan Pusat Pemerintahan Kab.

2. Empat Puluh Sofifi Kota Tidore Kepulauan Provinsi Maluku Utara Tlp/Fax : (0921) 3128039 2. Sofifi 3. LSM 1. Burung Indonesia 3. Kota Ternate Tengah. Nama UPT Balai Pengelolaan DAS Ake Malamo Alamat Jl. Balai Taman Nasional Aketajawe Lolobata. eLSil (Lembaga Pesisir) Maluku Utara 2. Kelurahan Kampung Pisang. Ternate 598 . Ternate Maluku Utara Tlp : (0921) 3110929 Fax : (0921) 3110461 Jl. UPT Kehutanan Provinsi Maluku Utara No 1. Kec. Komplek Barito Pasific Kalumata Puncak.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful