MALUKU UTARA

PROVINSI

I. KONDISI UMUM
A. Kondisi fisik daerah 1. Keadaan Geografis Secara geografis, Provinsi Maluku Utara berada pada 3° Lintang Utara hingga 3° Lintang Selatan dan 124° hingga 129° BujurTimur. Sebelah utara berbatasan dengan Laut Pasifik, Sebelah selatan berbatasan dengan Laut Seram, Sebelah timur berbatasan dengan Laut Halmahera dan Sebelah timur berbatasan dengan Laut Maluku. Kondisi geografis Provinsi Maluku bila dilihat dari sisi strategis peluang investasi bisnis dapat diprediksi bahwa sumber daya alam di sektor perikanan dan kelautan dapat dijadikan primadona bisnis di Maluku, selain sektor lainnya seperti pertanian sub sektor peternakan dan perkebunan, sektor perdagangan dan sektor pariwisata serta sektor jasa yang seluruhnya memiliki nilai jual dan potensi bisnis yang cukup tinggi. 2. Iklim Provinsi Maluku Utara merupakan provinsi kepulauan, yang dipengaruhi oleh iklim laut tropis dan iklim musim. Hal ini disebabkan oleh wilayah yang berupa pulau-pulau yang dikelilingi oleh lautan yang luas. Iklim di Provinsi Maluku Utara sangat dipengaruhi oleh eksistensi perairan laut yang luas dan bervariasi antara tiap bagian wilayah, yaitu iklim pada bagian Halmahera Utara, Halmahera Tengah dan Barat, Halmahera Selatan dan Kepulauan Sula. Selama Tahun 2011 terjadi hujan sepanjang tahun dengan intensitas beragam, curah hujan tertinggi dan hari hujan terbanyak terjadi pada bulan Nopember, serta penyinaran matahari terbesar sekitar 60% terjadi pada bulan Mei dan Oktober. Stasiun Meteorologi dan Geofisika Ternate mencatat suhu udara tertinggi sekitar 31,5° C pada bulan Oktober dan terendah sekitar 23,3° C pada bulan Agustus, sedangkan kelembaban udara rata-rata sebesar 84%.

583

Mangoli. Pulau dan sungai Provinsi Maluku Utara yang dibentuk berdasarkan Undang-Undang Nomor 46 Tahun 1999 tentang Pembentukan Provinsi Maluku Utara. Sulabesi.070 desa/kelurahan. Kabupaten Kepulauan Sula dan Kota Tidore. yaitu Kabupaten Halmahera Barat. Kelas lereng dan bentuk topografi di wilayah Maluku Utara Kelas Lereng Datar (0-8%) Landai (8-15 %) Agak Curam 15-25%) Curam (25-45) Sangat Curam (>45 %) 4. Pulau berukuran besar adalah Pulau Halmahera.Sedangkan pulau kecil diantaranya Pulau Ternate. Kabupaten Halmahera Utara. Topografi Kondisi topografi Maluku Utara beraneka ragam yaitu mulai dari datar.3° LS dan 124° BT.39% dari luas keseluruhan.819. Kayoa.3.58 3. Kabupaten Kepulauan Sula. Kabupaten Halmahera Selatan.400.2 661. teras berbukit dan pegunungan. dan Kabupaten Maluku Tenggara Barat.1 km².83 km². Secara rinci kondisi kelas lereng dan bentuk topografi di Provinsi Maluku Utara dapat dilihat pada tabel berikut.983. Kabupaten Buru. Kabupaten Pulau Morotai. Obi dan Morotai. Kabupaten Halmahera Timur.983. B.595. Tidore.129° BT. Kabupaten Halmahera Timur.39 20.731. yang terdiri dari luas daratan mencapai ± 45.1 1.0 Persentase (%) 14. Pemerintahan Maluku Utara adalah salah satu provinsi di Indonesia. curam dan sangan curam dengan bentuk wilayah mulai bentuk pantai. Keadaan sosial ekonomi 1.23 Ha atau sebesar 52. Makian.707. Bacan. Selanjutnya dibentuk lagi beberapa daerah otonom baru melalui Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2003 tentang Pembentukan Kabupaten Halmahera Utara. landai. Kabupaten Halmahera Selatan.6 279. dan Kota Tidore Kepulauan serta Kota Ternate. Kabupaten Halmahera Tengah. Provinsi ini terdiri dari beberapa pulau di 584 . 5. Gebe dan lainlain. Kabupaten/Kota tersebut terdiri dari 113 kecamatan dan 1.1 128. serta terdiri dari 7 (tujuh) kabupaten dan 2 (dua) kota. Kota Ternate dan Kabupaten Maluku Utara.81 8. Moti.27 km² dan luas lautan mencapai ± 100. terletak di antara 3° LU . Topografi yang dominan adalah kelas lereng curam yaitu seluas ±1. sedangkan pulau relatif sedang diantaranya adalah Taliabu.380.707.29 Bentuk Pantai Teras Perbukitan Perbukitan Pegunungan Luas wilayah Provinsi Maluku Utara tercatat ± 145.94 52. provinsi ini secara resmi berdiri pada tanggal 12 Oktober 1999 sebagai pemekaran dari Provinsi Maluku dengan wilayah administrasi terdiri atas Kabupaten Maluku Utara. Jumlah pulau di Provinsi Maluku Utara terdiri dari ± 395 buah pulau-pulau besar dan kecil.983. Luas wilayah Luas (Ha) 482. Tabel 280.087.

83 9 632. bertambah 11. Tenaga Kerja Provinsi Maluku Utara adalah salah satu provinsi di wilayah timur Indonesia dimana tingkat Pengangguran pada Februari.74 persen. sejak 4 Agustus 2010 menggantikan kota terbesarnya.07 persen dan APS 19-24 tahun sebesar 18.2 ribu orang dibanding keadaan Agustus 2012. penduduk Provinsi Maluku Utara usia 5 tahun ke atas yang tamat SM/sederajat sebesar 18.17 22.74 persen. tamat DI/DII/DIII sebesar 2. Tabel 281.3 ribu orang.72 67.18 persen.0 ribu orang dibanding angkatan kerja keadaan Februari 2012 atau bertambah 16. APS 16-18 tahun sebesar 62. APS 13-15 tahun sebesar 88.82 persen maupun keadaan Agustus 2012 sebesar 66.477 48 947 100 424 105.911 jiwa mendiami Kabupaten Halmahera Selatan. Lebih tinggi dibanding keadaan Februari 2012 sebesar 67. dan TPAK perempuan lebih rendah dibanding TPAK laki-laki. 4. Ini menunjukkan masih terdapat kelompok usia wajib belajar (13-15 tahun) sebesar 12.Jumlah penduduk terbesar 198.76 585 .87 yang berarti terdapat 105 laki-laki pada setiap 100 perempuan. Tingkat Partisipasi Angkatan Kerja (TPAK) di Maluku Utara pada Februari 2013 mencapai 67.24 2 276. Secara keseluruhan. Penduduk Penduduk Maluku Utara berdasarkan hasil Sensus Penduduk 2010 tercatat sebesar 1. Menurut daerah dan jenis kelamin.67 Kepadatan Penduduk 2 (jiwa/km ) 38. TPAK di daerah perkotaan lebih rendah dibanding daerah perdesaan.456 65 068 132 524 103. Ibukota terletak di Sofifi. Terbuka sebesar 5.51 Persen Jumlah angkatan kerja di Maluku Utara pada Februari 2013 mencapai 482. Jumlah penduduk berdasarkan jenis kelamin di Provinsi Maluku Utara No Kab. dan Angka Melek Huruf penduduk berusia 15 tahun ke atas sebesar 95.01 persen. Angka Partisipasi Sekolah (APS) menunjukkan besaran penduduk usia sekolah yang sedang bersekolah. tamat DIV/S1 sebesar 2. Hal ini tercermin dari angka rasio jenis kelamin sebesar 104.44 18. Berdasarkan hasil SP2010. 2. jumlah penduduk laki-laki lebih banyak dari penduduk perempuan.038. Kecamatan Oba Utara./Kota km 1 2 3 Halmahera Barat Halmahera Tengah Kepulauan Sula 2 Luas % 5.003 20 812 42 815 105.05 21.90 persen.Kepulauan Maluku.53 persen.00 persen yang tidak bersekolah.00 persen.37 2 612.80 13.92 Jumlah penduduk (Jiwa) Laki-laki Perempuan Jumlah Sex Ratio (%) 51. 3.087 jiwa yang tersebar di 9 kabupaten/kota.35 persen.96 persen dan tamat S2/S3 sebesar 0. Pendidikan Berdasarkan hasil SP2010. persentase penduduk 5 tahun yang berpendidikan minimal tamat SMP/Sederajat sebesar 40.78 persen yang berarti dari setiap 100 penduduk usia 15 tahun ke atas ada 96 orang yang melek huruf. Ternate yang berfungsi sebagai ibukota sementara selama 11 tahun untuk menunggu kesiapan infrastruktur Sofifi.80 5.

Anda dapat mengunjungi bangunan yang fantastis yaitu Masjid Sultan yang berbentuk piramida. dan berdagang masih sangat mewarnai dinamika kehidupan sosial-ekonomi masyarakat Maluku Utara.64 persen.22 Jumlah 45 069. Anda dapat melihat warisan kekayaan budaya dan sejarahnya di museum dan kedaton. Kehidupan masyarakat Maluku Utara dipengaruhi oleh kondisi wilayahnya yang terdiri dari laut dan kepulauan.66 51. masjid ini terletak di sebelah selatan istana di Ternate.85 0.95 Halmahera Timur 6 506.44 Pulau Morotai 2 314.08 persen.Halmahera Selatan 8 779.76 740. 586 . Sedangkan pertumbuhan terendah di Sektor Bangunan sebesar -2. Saat ini Rempah-rempah ini masih dianggap berharga tapi tidak seberharga seperti sebelumnya.476 45.48 Halmahera Utara 3 132.87 22.006 38. juga Peninggalan-peninggalan sejarah masa silam antara lain Kadaton Sultan Ternate dan Kadaton Sultan Tidore. Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) Dari sisi sektoral. perbukitan. pola kehidupan seperti menangkap ikan.03 5.79 105.28 111.40 6. Untuk PDRB sektor kehutanan tidak bisa ditampilkan secara detail.42 23. yakni Marimoi Ngone Futura Masidika Ngone Foruru (Bersatu kita teguh bercerai kita runtuh).90 5.442 531.16 107.20 14.66 100.53 miliar rupiah.24 22.393 97 131 198 911 78 841 161 847 34 623 73 109 25 430 52 697 91 229 185 705 44 613 90 055 506 694 1 038 087 104. Desa-desa di Maluku Utara umumnya terletak di pesisir pantai dan sebagian besar lainnya berada di pulau-pulau kecil. adalah ajakan ke arah solidaritas dan partisipasi. semboyan yang sekarang yang menjadi motto pemerintah Provinsi Maluku Utara. Di kalangan masyarakat Maluku Utara. berburu. Pertumbuhan tertinggi di Sektor Industri Pengolahan sebesar 2. Corak kehidupan sosial budaya masyarakat di provinsi Maluku Utara secara umum sangat tipikal yaitu perkawinan antara ciri budaya lokal Maluku Utara dan budaya Islam yang dianut empat kesultanan Islam di Maluku Utara pada masa lalu.56 Tidore Kepulauan 9 564.00 Sumber: Maluku Utara Dalam Angka 2011 4 5 6 7 8 9 101.86 104.22 103. Budaya. Pala dan cengkeh berlimpah di sini yang digunakan sebagai bumbu masakan dan permen. Ternate dan Tidore telah dikunjungi para pedagang dari berbagai negara sejak abad ke-16. masyarakat di sini multietnik terdiri dari 28 sub etnis dengan 29 bahasa lokal.780 83.56 101.267 94. Potensi kultural ini merupakan modal pembangunan yang paling berharga untuk dikembangkan.Bangsa-bangsa Eropa memburu rempah-rempah yang berharga saat itu dan berupaya memonopolinya. bercocok tanaman.03 miliar rupiah.486 27.14 Ternate 250. Oleh sebab itu. dan hutan-hutan tropis. 6. Maluku Utara didominasi oleh Muslim. besaran Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) Atas Dasar Harga Berlaku Maluku Utara pada triwulan I-2013 mencapai 1841.67 11.30 9. Provinsi Maluku Utara. sedangkan PDRB Atas Dasar Harga Konstan 2000 pada triwulan yang sama adalah 887.00 21.32 19.

dan suku bangsa Sahu dengan bahasa penutur yang berbeda pula. Tidore.7. Bacan. Galela. salah satu peninggalan rumah adat yang dapat ditemukan di Maluku utara adalah sasa’du atau rumah adat suku bangsa Sahu di Halmahera barat. kopra. Tobelo. menjanjikan sumber kekayaan laut berupa ikan yang tidak akan habis jika dikelola dengan baik. rumah ini digunakan untuk memamerkan aspek budaya Maluku utara seperti Pakaian adat. Buli. bertangga dua terletak di sisi kiri dan kanan. kakao. nikel. Maba. beratap daun ijuk serta di kolongnya terdapat dego-dego (dipan bambu) untuk pertemuan. Patani. Tobaru. Rumah Adat Provinsi Maluku utara memiliki kekayaan sumber daya alam yang besar. yaitu kesultanan Bacan. Jailolo. mangan. Rumah Sasa’du berbentuk rumah panggung yang ditopang sejumlah tiang dan dinding dari kayu. kaolin. Sawai. Hasil perkebunan berupa rempah-rempah (cengkeh dan pala). magnesit dan beragam batu mulia merupakan harta karun yang belum diolah secara maksimal. hasil bumi dan berbagai hasil kerajinan tangan. 587 . Berbagai jenis tarian dan musiknya cukup dikenal dikalangan masyarakat antara lain tari Soya-Soya. Makian. Sebelum masa penjajahan. jagung dan ubi kayu. Inggris dan Belanda. Pagu. bahkan mampu mendorong bangsa-bangsa tersebut datang ke Maluku utara. Ternate dan Tidore. tembaga. makanan khas. Rumah ini pula yang kemudian ditampilkan di TMII sebagai anjungan Maluku utara. Suku bangsa yang mendiami tempat ini antara lain suku Ternate. Kao. Pada abad ke-16 rempah-rempah pernah jadi primadona bangsa Eropa seperti Portugis. Module. Loloda. yang sebagian besar perairan. Togal dan seni musik Tifa. Lalayan. Dalam bidang seni arsitektur. benda-benda tradisional. Tide-Tide. daerah Maluku Utara merupakan wilayah empat kerajaan Islam terbesar di bagian timur Nusantara yang dikenal dengan sebutan Kesultanan Moloku Kie Raha (Kesultanan empat gunung di Maluku). Jailolo. Wayoli. alat musik tradisional. Tambang yang tersimpan di perut bumi seperti emas. Wilayahnya.

623.91 Kawasan Hutan di wilayah Provinsi Maluku Utara Hutan Produksi yang dapat diKonversi 22% Hutan Konservasi 11% Hutan Produksi tetap 19% Hutan Lindung 22% Hutan Produksi Terbatas 26% Luas Hutan di Provinsi Maluku Utara Berdasarkan gambar dapat diketahui bahwa 26% kawasan hutan yang ada di Provinsi Maluku Utara merupakan hutan produksi terbatas.081 (Lima Ribu Delapan Puluh Satu) Hektar di Provinsi Maluku Utara. tentang Perubahan Perubahan Peruntukan Kawasan Hutan Menjadi Bukan Kawasan Hutan Seluas ± 273.48 281.519.284.519. Perubahan Fungsi Kawasan Hutan Seluas ± 92. 2.222 (Sembilan Puluh Dua Ribu Dua Ratus Dua Puluh Dua) Hektar dan Penunjukan Bukan Kawasan Hutan Menjadi Kawasan Hutan Seluas ± 5.II. b.192.33 567. 19% hutan produksi dan 11% hutan konservasi. a. 1. Kawasan Hutan di wilayah Provinsi Maluku Utara No. kawasan hutan Provinsi Maluku Utara seluas ± 2. 22% hutan produksi terbatas.557. Hutan Negara 1 Luas Kawasan Hutan Berdasarkan SK Menteri Kehutanan No.48 0. 588 .16 2. 22% hutan produksi yang dapat dikonversai. 3. FUNGSI Hutan Konservasi (Cagar Alam dan Taman Nasional) Darat Perairan Hutan Lindung Hutan Produksi Terbatas Hutan Produksi tetap Hutan Produksi yang dapat di-Konversi Jumlah Total (Ha) LUAS (Ha) 281.975.557. SK.66 482. ASPEK KAWASAN A.28 667.623.614. terdiri dari : Tabel 282.00 583.361 (Dua Ratus Tujuh Puluh Tiga Ribu Tiga Ratus Enam Puluh Satu) Hektar.490/Menhut-II/2012. 5.91 ha. 4.

HPK HPT.7 42. Nusa Halmahera Mineral PT. Bakti Pertiwi Nusantara PT. Haltim Mining PT.943. Luas penutupan Lahan Dalam Dan Luar Kawasan Hutan di Provinsi Maluku Utara Penutupan Lahan A.0 835.2 297. PT. Sula Kep. PT. Tidak ada data Total KSA-KPA 20.14 1.4 32.1 422.454.8 26.8 72.739.8 142. Penggunaan dan tukar menukar kawasan hutan Luas Izin pinjam pakai kawasan hutan di Provinsi Maluku Utara sebesar 10.3 100. Aneka Tambang.7 12.7 216. Pemegang Izin Pinjam Pakai Kawasan Hutan di wilayah Provinsi Maluku Utara No 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 Pemegang Izin PT.1 53. Tekindo Energi (Blok II) PT.2. HPK HPT. Fajar Bhakti Lintas Nusantara Kawasan HPK HPT. HPK HP.4 6.43 ha.7 Jumlah 2. HPK HPK HPT. Secara rinci dapat dilihat pada tabel berikut : Tabel 284.4 1.4 433.3 1.50 90.0 Sumber : Statistik Kementerian Kehutanan Tahun 2011 3. Non Hutan C.0 981.7 32. Hutan -Hutan Primer -Hutan Sekunder -Hutan Tanaman B.4 366.7 21.70 868. Alam Raya Abadi PT.259.5 2. Trimegah Bangun Persada PT.241.1 479.17 851.7 1.60 741.0 30.5 8. Aneka Tambang.90 780.3 % 69.89 715.7 65.5 338.0 765.7 15.1 7.32 937.20 64.21 Lokasi Haltim Haltim Haltim Halteng Halsel Haltim Halut Halut Halut Halsel Halteng Halsel Kep. Luas Penutupan Lahan Kondisi penutupan lahan di Provinsi Maluku Utara berdasarkan hasil penafsiran Citra Landsat 7 ETM+ Tahun 2009/2010 adalah sebagai berikut : Tabel 283.9 578.88 1. Sula Haltim Halsel Halteng Ket Nikel DMP Nikel DMP Nikel DMP Nikel DMP Nikel DMP Nikel DMP Emas DMP Emas DMP Emas DMP Nikel DMP Nikel DMP Nikel DMP Biji Besi Biji Besi Nikel DMP Nikel DMP Nikel DMP Sumber : Dinas Kehutanan Provinsi Maluku Utara 589 .9 KAWASAN HUTAN HUTAN TETAP HL HPT HP 848.08 491 456 421 469.666.6 119.178. Nusa Halmahera Mineral PT. HPK HL HPK HPK HPT.604.63 492.6 557.0 275.9 0.4 128.21 120.2 5. Tbk.2 268.5 4.0 HPK 413. Kemakmuran Pertiwi Tambang PT. Adidaya Tangguh (Tahap I) PT.9 623.6 488.6 TOTAL Jumlah 2.5 41. Wana Tiara Persada (Tahap I) PT. Rimba Kurnia Alam PT. Adidaya Tangguh (Tahap II) PT.7 APL 81. Tbk.994. emas dan biji besi. HPK HPK HP HPT Luas (Ha) 435. HPT.5 481.7 3. Nusa Halmahera Mineral PT. diaman sebagian besar digunakan untuk kegiatan pertambangan nikel. Gane Permai Sentosa PT. HP HPT HPK HPT.4 976.

Produksi Non Kayu Hasil Hutan Bukan Kayu yang selanjutnya disingkat HHBK adalah hasil hutan hayati baik nabati maupun hewani beserta produk turunan dan budidaya kecuali kayu yang berasal dari hutan (Permenhut No.80 81.87 Belum semua perusahaan memberikan laporan 3 Jumlah Ket Sumber : Dinas Kehutanan Provinsi Maluku Utara 2.038. 2. Agathis.456. Beberapa jenis yang mendominasi adalah Marsawa.05 53.847.738.297. P.36 711.190.695. Produksi Kayu Produksi kayu di Maluku Utara selama lima tahun terakhir berfluktuasi dan cenderung menurun. Potensi kayu atau non kayu 1.472.944.46 105.090. adalah kegiatan pemanfaatan lebah dan produk-produknya serta vegetasi penunjangnya untuk memperoleh manfaat yang sebesar-besarnya bagi 590 .856. Merbau dll.593.54 16. Total produksi kayu dari jenis meranti. Kenari. Matoa.62 284. Kopal dan bambu.50 59. Produksi kayu atau non kayu 1.916. Produksi Kayu per Jenis di Provinsi Maluku Utara Tahun Meranti Tahun 2008 Tahun 2009 Tahun 2010 Tahun 2011 Tahun 2012 378.07 97. rimba campuran dan kayu indah di Provinsi Maluku Utara dari Tahun 2008 hingga tahun 2012 mencapai 1. Nyatoh. B.III.18 41.02 403. Damar.83 9.732. Potensi kayu Potensi jenis kayu banyak dijumpai di kawasan KPH Model Gunung Sinopa.113.82 27.27 55.00 45. antara lain : ƒ Perlebahan .384. Selengkapnya dapat dilihat pada tabel berikut ini : Tabel 285.95 1.87 135.35/Menhut-II/2007).22 m3.73 Kayu Indah 2.050. Hasil Hutan Bukan Kayu yang dikembangkan. ASPEK SUMBERDAYA HUTAN A.78 Produksi per Jenis (m ) Rimba Campuran 330.380.392.45 504. Potensi Hasil Hutan Bukan kayu (HHBK) Potensi HHBK yang dapat dikembangkan antara lain Rotan (dari berbagai jenis).

Fauna a. Damar (Agathis sp. membina. Jumlah koloni lebah dan produksi madu hasil kegiatan perlebahan tahun 2008-2012. penyediaan bahan baku industri persuteraan alam dan peningkatan mutu lingkungan. C. kayu bugis (Koordersiodendron pinnatum). ƒ Rotan . yang dimaksud dengan persuteraan alam adalah bagian kegiatan perhutanan sosial dengan hasil kokon atau benang sutera yang terdiri dari kegiatan penanaman murbei. Terdapat juga beragam jenis anggrek yang terdapat di dalam kawasan.50/Kpts-II/1997).). 591 .) 2. Flora Beberapa jenis yang mendominasi adalah damar (Agathis sp. pelaksanaan pengembangan rotan saat ini telah diserahkan kepada Pemerintah Daerah Kabupaten/Kota dimana tugas pemerintah adalah mengatur. cekakak murung (Todiramphus fenubris). cemara gunung (Casuarina sumatrana). kepudang-sungu halmahera (Coracina parvula). nyatoh (Palaquium obtusifolium). baik fisik maupun sosial (kelembagaan masyarakat) sebagai landasan keberlangsungan investasi publik/masyarakat. mendorong. Sebanyak 24 jenis burung khas (endemik) Maluku Utara berhasil dijumpai di dalam kawasan termasuk empat jenis endemik Pulau Halmahera. dan kepudang halmahera (Oriolus phaeocromus). serta beberapa jenis kenari (Canarium spp.kepentingan masyarakat dengan memperhatikan aspek kelestariannya. yang diwujudkan dalam pengembangan infrastruktur. bintangur (Calophyllum inophyllum). membantu memonitor dan mengendalikan.serta jenis-jenis kantung semar (Nepenthes sp.) di daerah dataran tinggi kawasan Suaka Margasatwa . Usaha tani persuteraan alam bertujuan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Flora dan fauna 1. yaitu mandar gendang (Habroptila wallacii). (Keputusan Menhut No. pemeliharaan ulat sutera dan pengolahan kokon. ƒ Bambu. pembibitan ulat sutera. ƒ Persuteraan Alam .). Burung Terdapat 217 jenis burung di dalam kawasan taman nasional. benuang (Octomeles sumatrana). Hasil-hasil persuteraan alam tahun 2008-2012. Realisai Pembangunan Budidaya Tanaman Rotan Tahun 20082012. Realisasi pembuatan areal model budidaya bambu tahun 2008-2012. Taman Wisata Alam dan Taman Hutan Raya/Hutan Buru .

Dari 53 jenis tersebut delapan jenis merupakan endemik Maluku Utara termasuk satu jenis endemik Pulau Halmahera yaitu jenis ular (Tropidonophis punctiventris). Mamalia Diperkirakan setidaknya terdapat 33 jenis mamalia meliputi jenis-jenis kuskus seperti kuskus maluku (Phalanger ornatus). kelelawar (ordo: Chiroptera). enam diantaranya endemik Maluku Utara. Monyet hitam Sulawesi (Macaca nigra Desmaret. d. kadal raksasa (Tiliqua gigas). Monyet hitam yang ada di Pulau Bacan memiliki kesamaan karakter morfologi dengan monyet hitam yang ada di Pulau Sulawesi.) merupakan jenis endemik Halmahera. Hewan semi arboreal ini lebih terkenal di daerah asalnya (Pulau Sulawesi) di banding Pulau Bacan. ular python batik (Python reticulatus). selain terdapat di Pulau Sulawesi dapat pula ditemukan di Pulau Bacan Maluku Utara. 1822).b. bajing terbang (Petaurus breviceps papuanus). Adanya aktivitas manusia di sekitar dan di dalam kawasan Cagar Alam Gunung Sibela Bacan. karena di Pulau Sulawesi hewan ini sering diburu untuk disajikan di restoran siap saji dan sebagai hewan peliharaan. Dari 17 jenis tersebut lima jenis endemik Maluku Utara. babi hutan. c. dan dimungkinkan termasuk perilaku kewaspadaan dan perilaku kawin. Amfibia Diperkirakan terdapat 17 jenis amfibia di antaranya adalah jenis katak pohon hijau yang cukup umum (Litoria infrafrenata). 592 . Empat diantaranya endemik Pulau Halmahera yaitu Callulops dubia. telah menyebabkan terjadinya degradasi habitat dan deforestasi. Hylophorbus boettger dan Hyla rueppelli. Hal ini dapat menimbulkan dampak terhadap ketidakstabilan populasi serta perubahan perilaku hewan. katak sungai biasa (Rana papua) atau katak sungai yang biasa dikonsumsi masyarakat (Limnonectes grunniens). ular hitam (Stegonotus batjanensis). musang (Viviridae). rusa. dan diperkirakan juga masih terdapat buaya muara (Crocodilus porosus). serta jenis tikus (Muridae). biawak atau soa-soa (Varanus indicus). Dari 33 jenis ini. Terdapat juga katak kerdil (Microhylidae) seperti jenis Oreophryne frontifasciata. Reptilia Diperkirakan setidaknya terdapat 53 jenis reptilian di antaranya adalah kadal air (Hidrosaurus amboinensis/). Cophixalus montanus. kadal daun (Emoia sorex). Sorotan publik Nasional dan Internasioanl terhadap hewan yang kategori Endangered ini begitu tinggi. satu jenis diantaranya kuskus (Phalanger sp.

Cagar Alam a. Maluku Utara. bakau-bakauan (Rhyzopora acuminate. Keputusan Menteri Kehutanan RI Nomor: 320/Kpts-II/1987.650 (tujuh ribu enam ratus lima puluh) hektar. 5 Oktober 1995. Keputusan Menteri Kehutanan RI Nomor: 285/Kpts-II/1995. 5 Oktober 1995. e. Haltim & Kota Tikep Ditetapkan sebagai Taman Nasional berdasarkan Keputusan Menteri Kehutanan Nomor :397/Kpts-II/2004 tanggal 18 Oktober 2004 tentang Perubahan Fungsi sebagian kawasan hutan lindung. Maluku Utara. Jasa lingkungan Pengembangan jasa lingkungan banyak dilakukan di kawasan konservasi yaitu : 1. dan nipah (Nypa fructicans). Bruguiera sexangula. Hutan produksi terbatas dan hutan produksi tetap seluas ± 167. 1. dan Casuarina equisetifolia. Keputusan Menteri Kehutanan RI Nomor: 685/ Kpts-II/1995. Hutan Mangrove (Mangrove Formation) Terletak tepat di belakang pantai berpasir yang agak tinggi. 15 Oktober 1987.. Scinifax sp. Terminalia cattapa. Vegetasi Pantai (Beach Formation) Vegetasi pantai berkembang dengan baik di sepanjang pantai yang berpasir.690. 9. Jenis tumbuhan yang dominan antara lain tancang (Sonneratia alba)..100 (tujuh puluh tujuh ribu seratus ) hektar di Kabupaten Halmahera Tengah dan Kota Tidore Kepulauan dan kelompok hutan lolobata seluas ± 90. mucronata). Cagar Alam PULAU OBI. Kepulauan Sula. b. 16. Hutan rawa dataran rendah (Lowland Swamp Forest) Formasi ini merupakan kelompok-kelompok kecil yang perkembangannya kurang baik. Maluku Utara. Keputusan Menteri Kehutanan RI Nomor: 326/Kpts-II/1987. Jenisjenis tumbuhan yang dominan adalah Ipomoa pescapre. 4. d. R.200 (sembilan puluh ribu dua ratus) hektar terdiri dari hutan lindung seluas ± 76. Maluku Utara.743.).300 (seratus enam puluh tujuh ribu tiga ratus) hektar pada kelompok hutan lindung aketajawe seluas ± 77.00 ha. 593 . Pandanus sp.53 ha.00 ha. Keputusan Menteri Kehutanan RI Nomor: 684/Kpts-II/1995. Cagar Alam GUNUNG SIBELA. Cagar Alam TALIABU. c.D. dan hutan produksi tetap seluas ± 6.00 ha.024. Cagar Alam LIFAMATOLA.475 hektar.250. hutan produksi terbatas seluas ± 7. 12 Oktober 1987. Kepulauan Sula.00 ha. 5. 2.075 (enam ribu tujuh puluh lima) hektar di Halmahera Timur. 1. Halmahera Selatan. Taman Nasional Aketajawe-Lolobata di Kab. api-api (Avicenia sp. 3. 6 Juli 1995.250. Cagar Alam PULAU SEHO. Maluku Utara. Halmahera Selatan. Kepualaun Sula. Provinsi Maluku Utara menjadi Taman Nasional Aketajawe Lolobata. 23.

berbagai upaya rehabilitasi telah dilakukan antara lain melalui kegiatan penanaman dan pemeliharaan 1 miliar pohon. Callophylum soulatri.390 ha. luas lahan kritis di Provinsi Maluku Utara mencapai 550. E..574.438 ha. Eugenia sp. dengan kategori kritis 259.669 ha dan kategori sangat kritis 163.106 ha dengan kategoti kritis 447. Ficus nodosa.319. Alstonia scholaris dan Anthocephalus cadamba. Melalui kegiatan tersebut pada tahun 2010 telah tertanam 12. Baringtonia racemosa..360 ha dan kategori sangat kritis mencapai 291. luas lahan kritis tersebut mengalami peningkatan mencapai 611.262 pohon.676 pohon. Taman Nasional Aketajawe-Lolobata 594 . Lahan kritis Berdasarkan hasil inventarisasi lahan kritis tahun 2007. Pada tahun 2011.750 ha. pada tahun 2011 terjadi peningkatan penanaman yaitu mencapai 13.Letaknya di belakang jalur-jalur mangrove di pantai utara dengan jenis yang dominan antara lain Nauclea sp. Salah satu upaya untuk mengurangi dan menghijaukan lahan kritis di Provinsi Jawa Tengah.

Model pengelolaan Pengelolaan hutan di Provinsi Maluku Utara dilakukan melalui beberapa skema yaitu melalui pemberian Izin Usaha Pemanfaatan Hasil Hutan Kayu baik di hutan alam dan hutan tanaman. Pusaka Agro Sejahtera PT. Daftar IUPHHK-HA yang ada di Maluku Utara sebagai berikut: Tabel 287.500 ha.453 ha. Daftar IUPHHK-HT yang ada di Maluku Utara sebagai berikut: Tabel 286. Halmahera Tengah Halmahera Selatan Halmahera Selatan Halmahera Selatan Halmahera Kode Spasial HA-244 Ha-246 HA-247 4 PT.IV. Daftar IUPHHK-HT di Provinsi Maluku Utara 2.500 HA-248 5 6 7 8 PT.880 46. Halmahera Timur Halmahera Utara. Sula Halmahera Tengah. Surya Kirana Dutamas PT.540 86. Izin Usaha Pemanfaatan Hasil Hutan Kayu (IUPHHK) Hutan Tanaman Pemanfaatan hutan untuk IUPHHK-HT seluruhnya sebanyak 5 unit seluas 65. dan Hutan Tanaman Rakyat (HTR). PT. Mangole Timber Unit PT. Poleko Yurbarson Trad. Mohtra Agung Persada Nomor SK 389/Menhut-II/2006 192/Kpts-II/1998 400/Menhut-II/2006 Tanggal SK 12/07/2006 27/02/1998 19/07/2006 Luas ± (ha) 33. Daftar IUPHHK-HA di Provinsi Maluku Utara NO. ASPEK KELEMBAGAAN A.300 HA-251 HA-250 HA-252 HA-235 595 . 1 2 3 Nama IUPHHK-HA PT. TAIWI UNT II 180/Menhut-II/2007 962/Kpts-II/1999 670/Menhut-II/2009 394/Kpts-II/1992 01/05/2007 14/10/1999 15/10/2009 22/04/1992 15. Bela Berkat Anugerah PT. Nusa Niwe Indah 410/Menhut-II/2004 18/10/2004 73.230 42. Izin Usaha Pemanfaatan Hasil Hutan Kayu (IUPHHK) Hutan Alam Pemanfaatan hutan untuk IUPHHK-HA seluruhnya sebanyak 13 unit seluas 669. 1.599 66.940 Lokasi (Kab/Kota) Halmahera Selatan Kep.066 50.

SDM Pengelola Kawasan Hutan Lingkup Provinsi Maluku Utara No 1 2 3 Instansi BPDAS Ake Malamo Balai TN Aketajawe Lolobata Dishutprov Maluku Utara L 1 IV Jumlah SDM Menurut Golongan III II I P L P L P L P 16 5 6 13 1 26 Jumlah L 22 40 P 5 1 Total 27 41 - Sumber : Statistik Kemenhut 2012 (diolah) 596 .500 3.120 ha. Wana Kencana Sejati PT. Telaga Bhakti Persada PT.430 11 12 13 PT. TAIWI Unit I) PT.375 47. Wana Kencana Sejati II 368/Menhut-II/2009 95/Menhut-II/2005 295/Menhut-II/2007 23/06/2009 12/04/2005 28/08/2007 73. Halmahera Tengah Halmaheru Timur Halmahera Timur Halmahera Timur.405 24.410 45. terletak di empat kabupaten yaitu Halmahera Selatan. Hutan Tanaman Rakyat Areal pencadangan Hutan Tanaman Rakyat di Provinsi Maluku Utara seluas 24.825 Selatan.(PT. Halmahera Tengah HA-255 HA-256 HA-257 HA-258 HA-259 JUMLAH 669. Halmahera Timur dan Pulau Morotai. Sumber Daya Manusia (SDM) Tabel 289. Daftar luas Areal pencadangan HTR di Maluku Utara B. Tunggal Aghatis (PT. Halmahera Timur Halmahera Selatan Halmahera Utara. Tunas Foresta) 9 10 PT. Tunas Pusaka Mandiri 372/Menhut-II/2009 351/Menhut-II/2006 23/06/2009 12/05/2006 63. Luasan secara rinci areal pencadangan HTR sebagai berikut: Tabel 288. Halmahera Barat.

C. LSM dan lembaga terkait di Provinsi 1. Prospek pengelolaan hutan Penetapan wilayah KPHL dan KPHP Provinsi Maluku Utara oleh Menhut sesuai Keputusan Nomor SK. Rimbawan – Sofifi Maluku Utara Tlp : (0921) 3121957 Fax : (0921) 3123803 Jl. Sanana Kab.424 ha. Koli Bale Km. Kepulauan Sula Tlp/Fax : (0929) 21174 Jl. Batu Anteru Kec. Ahmad Yani No. Sarikat Nomor 2 Jailolo Halmahera Barat Tlp/Fax : (0922) 2221067 Jl. 1 Weda Tlp : (0921) 61068 Fax : (0921) 61333 Jl. Indonesiana Kota Tikep Tlp : (0921) 3162146 Fax : (0921) 3162494 Kawasan Pusat Pemerintahan Kab. 2321544 2 3 Dinas Kehutanan Kabupaten Maluku Utara Dinas Kehutanan Kabupaten Halmahera Tengah 4 5 Dinas Kehutanan Kabupaten Halmahera Utara Dinas Kehutanan dan Pertanian Kota Tidore Kepulauan 6 7 8 Dinas Kehutanan dan Perkebunan Kabupaten Halmehera Timur Dinas Kehutanan Kabupaten Halmahera Barat Dinas Kehutanan Kabupaten Kepulauan Sula Dinas Pertanian dan Kehutanan Kota Ternate Dinas Pertanian. Raya Tomori. Monunutu No. Perkebunan dan Kehutanan Dinas Kehutanan Kabupaten Halmahera Selatan 9 10 11 597 .917 ha dan HP dengan luas ± 9. Dinas Provinsi dan Kabupaten /Kota No 1 Dinas Dinas Kehutanan Provinsi Maluku Utara Alamat Jl. 73/Menhut-II/2010 tanggal 8 Februari 2010 terdiri dari 5 unit KPHL dan 6 unit KPHP dengan luas seluruhnya ± 1. Maba .604 ha D. HPT dengan luas ± 13. Daftar UPT. Morotai Selatan Jl. Kota Ternate Tengah Tlp : (0921) 3110648 Jl.577 ha terdiri dari HL dengan luas ± 21.768. Labuha – Bacan Tlp/Fax : (0927) 2321194. 21 Kel.337/MenhutII/2010 tanggal 25 Mei 2010 meliputi area seluas ± 44.97882 Jl.3 Komplek Perkantoran No. Pekuburan Cina Desa Wosia Tbolelo Tlp : (0921) 2621698 Jl.12 Tanah Raja Ternate Tlp : (0921) 21209 Jl.056 ha. Penetapan wilayah pengelolaan KPHP Model Gunung Sinopa di Kabupaten Halmahera Tengah dan Kota Tidore Kepulauan oleh Menteri Kehutanan melalui Keputusan Nomor SK. Haltim Desa Soagimalaha Kec. Trans Darame. Paskah Suzeta Desa Pohea.

Kelurahan Kampung Pisang. Burung Indonesia 3. eLSil (Lembaga Pesisir) Maluku Utara 2. Ternate 598 . Nama UPT Balai Pengelolaan DAS Ake Malamo Alamat Jl. LSM 1. Kota Ternate Tengah. Ternate Maluku Utara Tlp : (0921) 3110929 Fax : (0921) 3110461 Jl.2. Empat Puluh Sofifi Kota Tidore Kepulauan Provinsi Maluku Utara Tlp/Fax : (0921) 3128039 2. Kec. UPT Kehutanan Provinsi Maluku Utara No 1. Sofifi 3. Komplek Barito Pasific Kalumata Puncak. Balai Taman Nasional Aketajawe Lolobata.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful