Anda di halaman 1dari 7

TONSILITIS AKUT (TONSILEKTOMI) A.

Pengertian Tonsilitis adalah terdapatnya peradangan umum dan pembengkakan dari jaringan tonsil dengan pengumpulan lekosit, el-sel epitel mati dan bakteri patogen dalam kripta (Adam Boeis, 1994 !!"#. Tonsilektomi adalah suatu tindakan in$asi% yang dilakukan untuk mengambil tonsil dengan atau tanpa adenoid (Adam Boeis, 1994 !!&#. B. 'tiologi 1. (treptokokus hemolitikus grup A. ). Pneumokokus. !. (ta%ilokokus. 4. *aemo%ilus in%lue+ae. ,. Patho%isiologi 1. Terjadinya peradangan pada daerah tonsila akibat $irus. ). -engakibatkan terjadinya pembentukan eksudat. !. Terjadi selulitis tonsila dan daerah sekitarnya. 4. Pembentukan abses peritonsilar. .. /ekrosis jaringan. 0. 1ejala-gejala 1. (akit tenggorokan dan dis%agia. ). Penderita tidak mau makan atau minum. !. -alaise. 4. 0emam. .. /a%as bau. 2. 3titis media merupakan salah satu %aktor pen4etusnya. '. Penatalaksanaan 1. Tirah baring. ). Pemberian 4airan adekuat dan diet ringan. !. Pemberian obat-obat (analgesik dan antibiotik#. 4. Apabila tidak ada kemajuan maka alternati% tindakan yang dapat di lakukan adalah pembedahan.

5. 6ndikasi tindakan pembedahan 1. 6ndikasi absolut a. Timbulnya kor pulmonale akibat adanya obstruksi jalan na%as yang kronis. b. *ipertro%i tonsil atau adenoid dengan sindroma apnea pada 7aktu tidur. 4. *ipertro%i yang berlebihan yang mengakibatkan dis%agia dan penurunan berat badan sebagai penyertanya. d. Biopsi eksisi yang di 4urigai sebagai keganasan (lim%oma#. e. Abses peritonsilaris berulang atau abses yang meluas pada jaringan sekitarnya. ). 6ndikasi relati% (eluruh indikasi lain untuk tindakan tonsilektomi di anggap sebagai indikasi relati%. !. 6ndikasi lain yang paling dapat di terima adalah a. (erangan tonsilitis yang berulang. b. *iperplasia tonsil dengan gangguan %ungsional (dis%agia#. 4. *iperplasia dan obstruksi yang menetap selama 2 bulan. d. Tidak memberikan respons terhadap penatalaksanaan dan terapi. 1. 8ontraindikasi 1. 0emam yang tidak di ketahui penyebabnya. ). Asma. !. 6n%eksi sistemik atau kronis. 4. (inusitis. *. Persiapan operasi yang mungkin di lakukan 1. Pemeriksaan laboratorium (*b, leko, 7aktu perdarahan#. ). Berikan penjelasan kepada klien tindakan dan pera7atan setelah operasi. !. Puasa 2-9 jam sebelum operasi. 4. Berikan antibiotik sebagai propilaksis. .. Berikan premedikasi : jam sebelum operasi.

6. Pengkajian 1. ;i7ayat kesehatan yang bergubungan dengan %aktor pendukung terjadinya tonsilitis serta bio- psiko- sosio- spiritual. ). Peredaradan darah Palpitasi, sakit kepala pada saat melakukan perubahan posisi, penurunan tekanan darah, bradikardi, tubuh teraba dingin, ekstrimitas tampak pu4at. !. 'liminasi Perubahan pola eliminasi (inkontinensia uri< al$i#, distensi abdomen, menghilangnya bising usus. 4. Akti$itas< istirahat Terdapat penurunan akti$itas karena kelemahan tubuh, kehilangan sensasi atau parese< plegia, mudah lelah, sulit dalam beristirahat karena kejang otot atau spasme dan nyeri. -enurunnya tingkat kesadaran, menurunnya kekuatan otot, kelemahan tubuh se4ara umum. .. /utrisi dan 4airan Anoreksia, mual muntah akibat peningkatan T68 (tekanan intra kranial#, gangguan menelan, dan kehilangan sensasi pada lidah. 2. Persara%an Pusing< syn4ope, nyeri kepala, menurunnya luas lapang pandang< pandangan kabur, menurunnya sensasi raba terutama pada daerah muka dan ekstrimitas. (tatus mental koma, kelmahan pada ekstrimitas, paralise otot 7ajah, a%asia, pupil dilatasi, penurunan pendengaran. &. 8enyamanan 'kspresi 7ajah yang tegang, nyeri kepala, gelisah. 9. Perna%asan /a%as yang memendek, ketidakmampuan dalam berna%as, apnea, timbulnya periode apnea dalam pola na%as. 9. 8eamanan 5luktuasi dari suhu dalam ruangan. 1". Psikolgis 0enial, tidak per4aya, kesedihan yang mendalam, takut, 4emas. =. -asalah dan ren4ana tindakan kepera7atan 1. 8etidake%ekti%an pola na%as berhubungan dengan kerusakan jaringan atau trauma pada pusat perna%asan

Tujuan Pasien menunjukkan kemampuan dalam melakukan perna%asan se4ara adekuat dengan memperlihatkan hasil blood gas yang stabil dan baik serta hilangnya tanda-tanda distress perna%asan. ;en4ana tindakan a. Bebaskan jalan na%as se4ara paten (pertahankan posisi kepala dalam keadaan sejajar dengan tulang belakang< sesuai indikasi#. b. >akukan su4tion jika di perlukan. 4. 8aji %ungsi sistem perna%asan. d. 8aji kemampuan pasien dalam melakukan batuk< usaha mengeluarkan sekret. e. 3bser$asi tanda-tanda $ital sebelum dan sesudah melakukan tindakan. %. 3bser$asi tanda-tanda adanya ditress perna%asan (kulit menjadi pu4at< 4yanosis#. g. 8olaborasi dengan terapist dalam pemberian %isoterapi. ). 8erusakan mobilitas %isik berhubungan dengan kelemahan neuromuskuler pada ekstrimitas. Tujuan Pasien menunjukan adanya peningkatan kemampuan dalam melakukan akti$itas %isik. ;en4ana tindakan a. 8aji kemampuan pasien dalam melakukan akti$itas. b. Ajarkan pada pasien tentang rentang gerak yang masih dapat di lakukan. 4. >akukan latihan se4ara akti% dan pasi% pada akstrimitas untuk men4egah kekakuan otot dan atro%i. d. Anjurkan pasien untuk mengambil posisi yang lurus. e. Bantu pasien se4ara bertahap dalam melakukan ;3- sesuai kemampuan. %. 8olaborasi dalam pemberian antispamodi4 atau rela?ant jika di perlukan. g. 3bser$asi kemampuan pasien dalam melakukan akti$itas !. Penurunan per%usi jaringan otak berhubungan dengan edema 4erebri, perdarahan pada otak. Tujuan Pasien menunjukan adanya peningkatan kesadaran, kogniti% dan %ungsi sensori. ;en4ana tindakan a. 8aji status neurologis dan 4atat perubahannya. b. Berikan pasien posisi terlentang. 4. 8olaborasi dalam pemberian 3).

d. 3bser$asi tingkat kesadaran, tanda $ital. 4. 1angguan rasa nyaman nyeri berhubungan dengan adanya trauma se4ara %isik Tujuan Pasien mengungkapkan nyeri sudah berkurang dan menunjukkan suatu keadaan yang relaks dan tenang. ;en4ana tindakan a. 8aji tingkat atau derajat nyeri yang di rasakan oleh pasien dengan menggunakan skala. b. Bantu pasien dalam men4arai %aktor presipitasi dari nyeri yang di rasakan. 4. ,iptakan lingkungan yang tenang. d. Ajarkan dan demontrasikan ke pasien tentang beberapa 4ara dalam melakukan tehnik relaksasi. e. 8olaborasi dalam pemberian sesuai indikasi. .. 8erusakan komunikasi $erbal berhubungan dengan e%ek dari kerusakan pada area bi4ara pada himis%er otak. Tujuan Pasien mampu melakukan komunikasi untuk memenuhi kebutuhan dasarnya dan menunjukan peningkatan kemampuan dalam melakukan komunikasi. ;en4ana tindakan a. >akukan komunkasi dengan pasien (sering tetapi pendek serta mudah di pahami#. b. ,iptakan suatu suasana penerimaan terhadap perubahan yang dialami pasien. 4. Ajarkan pada pasien untuk memperbaiki tehnik berkomunikasi. d. Pergunakan tehnik komunikasi non $erbal. e. 8olaborasi dalam pelaksanaan terapi 7i4ara. %. 3bser$asi kemampuan pasien dalam melakukan komunikasi baik $erbal maupun non $erbal. 2. Perubahan konsep diri berhubungan dengan perubahan persepsi. Tujuan Pasien menunjukan peningkatan kemampuan dalam menerima keadaan nya. ;en4ana tindakan a. 8aji pasien terhadap derajat perubahan konsep diri. b. 0ampingi dan dengarkan keluhan pasien. 4. Beri dukungan terhadap tindakan yang bersi%at positi%. d. 8aji kemampuan pasien dalam beristirahat (tidur#.

e. 3bser$asi kemampuan pasien dalam menerima keadaanya. &. Perubahan pola eliminasi de%ekasi dan uri berhubungan dengan an iner$asi pada bladder dan re4tum. Tujuan Pasien menunjukkan kemampuan dalam melakukan eliminasi (de%ekasi< uri# se4ara normal sesuai dengan kebiasaan pasien. ;en4ana tindakan a. 8aji pola eliminasi pasien sebelum dan saat di lakukan pengkajian. b. Auskultasi bising usus dan distensi abdomen. 4. Pertahankan porsi minum )-! liter perhari (sesuai indikasi#. d. 8aji< palpasi distensi dari bladder. e. >akukan bladder training sesuai indikasi. %. Bantu< lakukan pengeluaran %e4es se4ara manual. g. 8olaborasi dalam(pemberian gliserin, pemasangan do7er katheter dan pemberian obat sesuai indikasi#. 9. ;esiko terjadinya kerusakan integritas kulit berhubungan dengan sirkulasi peri%er yang tidak adekuat, adanya edema, imobilisasi. Tujuan Tidak terjadi kerusakan integritas kulit (dikubitus#. ;en4ana tindakan a. 8aji keadaan kulit dan lokasi yang biasanya terjadi luka atau le4et. b. Anjurkan pada keluarga agar menjaga keadan kulit tetap kering dan bersih. 4. 1anti posisi tiap ) jam sekali. d. ;apikan alas tidur agar tidak terlipat. 9. ;esiko terjadinya ketidakpatuhan terhadap penatalaksanaan yang berhubungan dengan kurangnya in%ormasi. Tujuan Pasien menunjukan kemauan untuk melakukan kegiatan penatalaksanaan. a. 6denti%ikasi %aktor yang dapat menimbulkan ketidak patuhan terhadap penatalaksanaan. b. 0iskusikan dengan pasien 4ara-4ara untuk mengatasi %aktor penghambat tersebut. 4. =elaskan pada pasien akibat dari ketidak patuhan terhadap penatalaksanaan. d. >ibatkan keluarga dalam penyuluhan. e. Anjurkan pada pasien untuk melakukan kontrol se4ara teratur.

0A5TA; P@(TA8A Boeis,Adam, 1994, Buku Ajar Penyakit THT, =akarta '1,. =unadi, Purna7an, 199), Kapita Selekta Kedokteran, =akarta -edia Aes4ulapius 5akultas 8edokteran @ni$ersitas 6ndonesia. Pri4e, (yl$ia Anderson, 199., Pathofisiologi Konsep klinik proses-proses penyakit , =akarta '1,.