Anda di halaman 1dari 14

ANALISIS BEBAN MUATAN LEBIH KENDARAAN BERAT PADA JALAN LINTAS TIMUR SUMATERA PROPINSI RIAU Muhammad Idham

Staf Pengajar Bidang Teknik Transportasi Program Studi Teknik Sipil Sekolah Tinggi Teknologi Dumai

INTISARI Peningkatan kebutuhan transportasi secara cepat akan berdampak kepada pertumbuhan infrastruktur berupa jalan dan jembatan. Permasalahan rusaknya jalan-jalan di Indonesia dikarenakan kemampuan Pemerintah dalam APB dari tahun ke tahun sangat terbatas! sehingga alokasi dana program pemeliharaan jalan tidak dapat mencukupi kebutuhan pemeliharaan dan menyebabkan panjangnya daftar tunggu "back-log# pemeliharaan jalan! sehingga menjadi tujuan dari penelitian ini yaitu menentukan alternatif penanganan berbasis ekonomi! efektif dan efisien bagi kendaraan bermuatan lebih dengan cara perubahan sumbu kendaraan dan peningkatan konstruksi perkerasan jalan. Penelitian ini dilakukan dengan cara kajian terhadap data teknis beban kendaraan dan lalulintas harian rata-rata dengan biaya pemeliharaan yang dilaksanakan selama umur rencana. Data tersebut dibagi menjadi dua analisis berupa analisis secara teknik dan ekonomi! sehingga menghasilkan umur pelayanan dan kerugian biaya akibat beban muatan lebih. $asil dari penelitian ini menunjukkan bah%a peningkatan konstruksi perkerasan jalan menjadi &ST '( ton dengan cara pelapisan ulang merupakan alternatif perubahan paling ekonomis! efektif dan efisien dibandingkan dengan alternatif penanganan lainnya dan dengan penghematan dana penanganan sebesar )p. *+(.,-+.,+,..+'!- dari total biaya akibat muatan lebih dan dengan umur pelayanan /!*. tahun selama umur rencana '( tahun! dengan catatan bah%a pelaksanaan penga%asan dengan menggunakan jembatan timbang dilaksanakan sesuai dengan prosedur dan aturan yang ada. 0ata 0unci 1 muatan lebih! umur pelayanan! jembatan timbang

1.

PENDAHULUAN Peningkatan kebutuhan transportasi secara cepat akan berdampak kepada pertumbuhan infrastruktur berupa jalan dan jembatan. Permasalahan rusaknya jalan-jalan di Indonesia dikarenakan kemampuan Pemerintah dalam APB dari tahun ke tahun sangat terbatas! sehingga alokasi dana program pemeliharaan jalan tidak dapat mencukupi kebutuhan pemeliharaan dan menyebabkan panjangnya daftar tunggu "back-log# pemeliharaan jalan disamping permasalahan lainnya. Overloading merupakan suatu kondisi kerusakan jalan akibat kendaraan yang memba%a muatan lebih dari batas muatan yang telah ditetapkan baik ketetapan dari kendaraan maupun jalan. Tingkat kerusakan jalan akibat pembebanan muatan lebih "excessive overloading# dan sistem penanganan yang belum memadai berakibat pada hancurnya jalan sebelum umur teknis jalan tercapai! sehingga hal ini akan membutuhkan biaya tambahan untuk mempertahankan fungsi jalan tersebut. Tujuan dari penelitian ini adalah mengimplemetasikan sistem penanganan kendaraan overloading dengan cara pemilihan penanganan antara perubahan sumbu kendaraan dan konstruksi perkerasan jalan! sehingga akan menghasilkan suatu sistem penanganan yang efektif! efisien dan ekonomis.

2.

Tinjauan Pusta a Perkerasan mengalami pembebanan lalulintas berulang! penuaan aspal! mutu konstruksi! kondisi iklim! rencana perkerasan yang tidak cukup dan lain-lain memperlihatkan distress dalam bentuk roughness! rutting! cracking! spalling! dan bentuk lain dari kerusakan permukaan yang membuat kemampuan pelayanan jalan berkurang "Sederhananto! '22+#.

0onstruksi perkerasan jalan menerima beban melalui roda-roda kendaraan. Besarnya beban yang dilimpahkan tergantung dari berat total kendaraan! konfigurasi sumbu! bidang kontak antara roda dan perkerasan! kecepatan kendaraan "Alamsyah! *(('#. Penetapan beban sumbu standar kendaraan di jalan raya dapat diinterpretasikan dalam bentuk &uatan Sumbu Terberat "&ST#! dalam Peraturan Pemerintah o ./ Tahun '22/ tentang prasarana dan lalulintas jalan! Pasal ''! jalan raya Indonesia diklasifikasi berdasarkan &ST terberat dari kendaraan yang boleh melintasi jalan tersebut. dimana kelas jalan paling tinggi adalah kelas jalan I Arteri dengan muatan sumbu terberat yang dii3inkan adalah '( Ton! sedangkan kelas jalan paling rendah adalah III 4! yaitu jalan lokal dengan muatan sumbu terberat yang dii3inkan adalah - Ton. AAS$T5 "'26*# telah menetapkan bah%a beban standar "standart axle load# pada kendaraan sebesar '-((( 0ips atau -!', Ton. &ochtar "*(('# menyatakan bah%a beban as kendaraan lainnya dikorelasikan kepada beban standar tersebut untuk mendapatkan angka eki7alen beban sumbu kendaraan "equivalent axle load#. !. Landasan T"#$i Department of The Army and The Airforce "'22.# menyatakan bah%a untuk menentukan suatu ruas jalan mengalami overloading atau tidak adalah dengan menggunakan nilai Truck Factor "T8#! yang secara matematis dapat dinyatakan dengan persamaan diba%ah ini 1
T8 = 9SA:

dengan 1 T8 ; Truck factor

9SA:

; Equivalent Single Axle Load ; Nu ber of !ehicle

Apabila nilai dari truck factor lebih besar dari satu maka dapat dikatakan bah%a telah terjadi overloading pada segmen ruas jalan yang diteliti "T8 < '#. Bina &arga "'2-6# memberikan suatu persamaan nilai pendekatan persamaan eki7alen kerusakan jalan yang ditunjukkan pada persamaan berikut 1
Beban Sumbu "kg# 9 =k = -',(
.

dengan 1 9 ; Angka eki7alensi beban sumbu kendaraan "9SA:# k ; ilai kon7ersi sumbu "Single>Tandem ? (!(-,>Tridem ? (!(/'#

Penurunan umur pelayanan jalan dapat dihitung dengan menggunakan persamaan berikut1
@P = A9 normal x@) A9 o7erload

dengan 1 @P A9o7erload @) ; @mur Pelayanan ; Angka eki7alen pada lalulintas o7erload "9SA:Ao7er# ; @mur )encana A9normal; Angka eki7alen pada lalulintas normal "9SA:Anorm#

Biaya kerusakan jalan yang ditimbulkan oleh kendaraan bermuatan lebih dapat dihitung dengan menggunakan persamaan sebagai berikut 1
D84 = &4 = :o) x 9SA: 9SA: normal

dengan 1 D84 &4 :o) 9SA:normal C9SA: %. ; "a age Factor #ost ; Biaya Penanganan Balan ")p>km-tahun# ; Panjang )uas Balan "km# ; Equiavlent Standart Axle Load "pada beban normal# ; Selisih 9SA: "muatan lebih# dan 9SA: "normal# &a$a P"n"'itian Alur penelitian digunakan untuk mempermudah dalam pelaksanaan penelitian dari pola pikir yang akan dikembangkan yang dimulai dari tahapan in7estigasi masalah! pengumpulan data! tahapan perhitungan! tahapan analisis serta tahapan penentuan jenis penanganan sehingga menghasilkan suatu kesimpulan dan saran. :okasi penelitian dilakukan pada jalan :intas Timur Sumatera Propinsi )iau yang melintasi pada ruas-ruas jalan! antara lain 1 '. *. /. Batas Bengkalis-0andis kandis-Duri Duri Dumai Panjang .6!. km Panjang +,!, km Panjang 6,!' km

Tahapan pengumpulan data merupakan kegiatan pengumpulan data-data yang diperlukan dalam penelitian yang akan dilakukan. Pengumpulan data dilakukan secara tidak langsung! dimana data yang digunakan dalam penelitian ini merupakan data sekunder yang diambil dari beberapa instansi yang terkait dengan penelitian yaitu Dinas Perhubungan Propinsi dan Dinas Pekerjaan @mum Propinsi )iau dan jenis kendaraan yang diteliti adalah kendaraan yang paling dominan melakukan pelanggaran muatan! yaitu truk / dan . sumbu.

(. (.1 Ana'isis Data

Ana'isis dan P"m)ahasan Pada ruas jalan yang diteliti menunjukkan bah%a rata-rata 6/!. D berbanding *,!, D antara kendaraan ringan dengan kendaraan berat! ini dapat dilihat secara grafis pada Eambar I dan pada Tabel I dapat dilihat persentase kendaraan Overloading.
18000 16000 14000 12000 10000 LHR 8000 6000 4000 2000 0 Batas BengkalisKandis Kandis-Duri Ruas Jalan Kend. Ringan Kend. Berat Duri-Dumai

Eambar I Perbandingan 0endaraan Berat dan )ingan Tabel I. Persen Populasi 0endaraan Overloading
o ' * / )uas Balan Bts. Bengkalis-0andis 0andis-Duri Duri-Dumai :$) '*'* '(/( *6+, &uatan 0endaraan &ST F D &ST < Ton Ton -/6 ,2!(/ /6+ 6(,-!6/ /** '-2( ,-!+-,, D /(!26 /'!*6 /'!.*

Su ber $ "inas %erhubungan %ropinsi &''(

@ntuk mendapatkan umur layanan dari perkerasan jalan maka perlu dibandingkan antara total Equivalent Axle Load "9A:# dari hasil sur7ei proyek Balan :intas Timur ":intas @tama# Sumatera yang sesuai dengan ruas jalan yang diteliti dengan total Equivalent Axle Load "9A:# hasil sur7ey. Adapun )ekapitulasinya dapat dilihat pada Tabel II berikut.

Tabel II. Perbandingan $arga Total 9A: antara Perhitungan Berdasarkan Perencanaan Dengan $asil Bembatan Timbang "%ortable#
:okasi Sur7ey Portable Sur7ey Perencanaan Portable Bts Bengkalis -0andis 0andis-Duri Duri-Dumai

ilai 9A: "@) '( Tahun# +('.+6(!2.*,.26/!+. '.'/2.2,6!,, /.*'2.'*.!-2 *.6+-.26-!26 6..*,.++*!(/

Ini berarti bah%a pada kenyataannya perkerasan jalan yang direncanakan dengan umur rencana '( tahun akan hanya mampu bertahan "melayani# rata-rata selama '!+ tahun "* tahun# saja pada masing-masing ruas jalan yang diteliti! sehingga mengalami kehilangan masa layanan selama - tahun akibat beban muatan lebih "overloading#. @ntuk biaya penanganan jalan dalam kondisi normal dapat dilihat pada Tabel III dan biaya penanganan pada kondisi overloading dapat dilihat pada Tabel IG serta analisis kerugian akibat kondisi overloading dapat dilihat pada Tabel G sebagai berikut. Tabel III. Skenario Biaya Penanganan Balan
"Dalam Buta )upiah>km#

Tahun Benis Penanganan Biaya 0umulatif Biaya

1 P) '/ '/

2 P) '/ *,

! P) '/ /2

% P) '/ +*

( P) '/ ,+

* PB '.26, *.(.'

+ P) '/ *.(+.

, P) '/ *.(,6

PB '.26, ..(./

1. P) '/ ..(+,

Su ber $ "iolah dari )asil *onsultasi "engan "inas %+ dan Sub kontraktor

Tabel IG. Skenario Biaya Penanganan Balan 0ondisi Overloading


"Dalam Buta )upiah>km#

Tahun Benis Penanganan Biaya 0umulatif Biaya

1 P) '/ '/

2 P) '/ *,

! % ( * PB P) T0 P) '.26, '/ /.2+/ '/ *.((* *.('+ +.2-, +.2-'

+ PB '.26, 6.2+6

, 1. P) T0 P) '/ /.2+/ '/ 6.26( ''.2*/ ''.2/,

Su ber $ "iolah dari )asil *onsultasi "engan "inas %+ dan Sub kontraktor

P) 1 Pemeliharaan )utin PB 1 Pemeliharaan Berkala

Tabel G. Analisis ilai 0erugian Akibat 0ondisi Overloading


"Dalam Buta )upiah>km#

Tahun Biaya ormal Biaya 57erloading ilai 0erugian 0umulatif 0erugian

1 '/ '/ ( (

2 '/ '/ ( (

! % ( * + , '/ '/ '/ '.26, '/ '/ '.26, '/ /.2+/ '/ '.26, '/ '.2,/ ( /.2.( -'.2,/ '.2,/ ( '.2,/ '.2,/ +.2(/ /.2.( +.2(/ +.2(/

1. '.26, '/ /.2+/ '/ '.26, ( 6.--( 6.--(

Su ber $ "iolah dari )asil *onsultasi "engan "inas %+ dan Sub kontraktor

(.2 Im/'i asi Sist"m P"nan0anan Overloading Bika permasalahan dari beban muatan lebih " overlaod# dilakukan dengan cara perubahan menjadi lebih banyak sumbu dan roda dari masing-masing kendaraan yang diteliti! maka representatif secara teknis kendaraan yang diubah dapat dilihat pada Tabel GI. Tabel GI. Alternatif Perubahan Sumbu )encana
o ' * / 0endaraan ormal EGH Pay :oad Tipe "Ton# "Ton# / Sb "T'-*.*# *' '* . Sb "T'.'-*.*# *, ', . Sb "T'.'-*.*# *, ', Perubahan 0endaraan EGH Pay :oad Tipe "Ton# "Ton# + Sb "T'.*.*-*.*# /* *( + Sb "T'.*.*-*.*# /* *( + Sb "T'.*.*-*.*# /* *(

Su ber $ )asil olahan

Dengan membandingkan antara kondisi overload pada saat ini dengan hasil perubahan sumbu kendaraan! maka umur pelayanan jalan dapat dilihat seperti pada Tabel GII. Tabel GII. Perbandingan Total A9 $asil Penambahan Sumbu dan )oda dengan 0ondisi :apangan
:okasi Sur7ey Portable Sur7ey Perencanaan Portable
Su ber $ )asil olahan

Bts Bengkalis -0andis

0andis-Duri

Duri-Dumai

ilai 9A: "@) '( Tahun# ,'2..6(!22 +*,...-!'* '..(-.,/*!(, /.*'2.'*.!-2 *.6+-.26-!26 6..*,.++*!(/

Terlihat dari Tabel GII bah%a pada ruas-ruas jalan yang diteliti! nilai 9A: antara kondisi perencanaan dengan adanya perubahan dari sumbu kendaraan menyebabkan masa layanan dari perkerasan jalan menjadi rata-rata * tahun "'!2' tahun# atau masih diba%ah dari masa layanan seharusnya terjadi yaitu '( tahun. (.2.2 P"$u)ahan K#nst$u si P"$ "$asan Ja'an &enurut Peraturan Pemerintah o ./ Tahun '22/ tentang prasarana dan lalulintas! &ST kendaraan dibedakan menjadi * "dua#! yaitu - Ton dengan kelas jalan III "tiga# dan '( Ton. Peningkatan daya dukung jalan menjadi &ST '( Ton atau lebih tinggi dapat menguntungkan karena beban yang diba%a truk berat dalam kondisi normal menjadi bertambah. Peningkatan konstruksi jalan dapat dilakukan dengan * cara! yaitu pembangunan jalan baru dan pelapisan ulang pada perkerasan yang ada dengan catatan bah%a kondisi ba%ah surface belum mengalami keruntuhan. Dari hasil perubahan &ST jalan dari - menjadi '( Ton! maka umur pelayanan jalan akan menjadi * kali lebih lama dari umur layanan sebelum dilakukan perubahan! ini dapat dilihat pada Tabel GIII berikut. Tabel GIII. Perbandingan Total A9 dengan &ST '( Ton Terhadap 0ondisi 0endaraan Di :apangan
:okasi Sur7ey Portable Sur7ey Perencanaan Portable
Su ber $ )asil olahan

Bts Bengkalis -0andis

0andis-Duri

Duri-Dumai

ilai 9A: "@) '( Tahun# 26'..-2!.' -*,.-+6!-, *.*(-.'(2!/* /.*'2.'*.!-2 *.6+-.26-!26 6..*,.++*!(/

Penanganan kendaraan bermuatan lebih lebih efektif! efisien dan ekonomis dengan cara merubah sumbu kendaraan menjadi sumbu lebih banyak. $al ini dikarenakan Pemerintah akan memiliki saving cost lebih

besar serta aturan pengontrolan beban muatan kendaraan tetap dapat dilaksanakan sesuai dengan fungsinya! akan tetapi dengan kondisi eksisting %ilayah penelitian di Propinsi )iau khususnya pada ruas-ruas jalan yang diteliti memang sudah seharusnya peningkatan konstruksi jalan menjadi &ST yang lebih tinggi. $al ini menginggat bah%a propinsi )iau merupakan %ilayah industri yang masih mengandalkan sektor darat sebagai jalur pengangkutan barang. Adapun )ekapitulasi dari pemilihan jenis biaya penanganan overloading dapat dilihat pada Tabel II berikut. Tabel II. )ekapitulasi Pemilihan Benis Biaya Penanganan
"Biaya Dalam Buta )upiah#

Benis Penanganan Sumbu 0endaraan 0onstruksi Balan Baru 57erlay

Defisit "Tahun# "Tahun# @P


"Tahun#

@) '(

@P *

Total Biaya Penanganan


")p#

Total 0erugian
")p#

Perbandingan Biaya
")p#

/(../(,!* '.'/+.2/*!+ -+... (2!6 '.'/+.2/*!+ /*-.( *6!'

-/'.,*,!/ *-'.+**! -(6.2(6!.

Dana Simpanan ")p# /(../(,!* -+...(2!6 /*-.(*+!'

'(

*.

K"sim/u'an 0esimpulan dari penelitian ini merupakan ringkasan ja%aban dari tujuan penelitian. Adapun kesimpulan dari penelitian ini adalah sebagai berikut 1 '. Pada ruas jalan yang diteliti yaitu jalan :intas Timur Sumatera yang melalui Batas Bengkalis-0andis-Duri dan Dumai menunjukkan bah%a telah terjadi overloading dari kendaraan truk / dan . sumbu yang diteliti sebesar rata-rata /'D dari total :$) yang ada! yaitu 1 a. Truk barang / sumbu dengan bak terbuka total 9SA: sebesar */!,+/

b. c.

Truk barang . sumbu dengan bak terbuka total 9SA: sebesar '-!/+. Truk tanki 4rude Palm 5il "4P5# dengan total 9SA: sebesar *'!(6-

Dari hasil in7estigasi truk overloading ini mengakibatkan berkurangnya umur pelayanan rencana perkerasan jalan! yaitu '!+, tahun untuk ruas jalan Batas Bengkalis-0andis! '!++ tahun untuk ruas jalan 0andis-Duri serta '!+/ tahun untuk ruas jalan Duri-Dumai. *. a. Dari hasil analisis implikasi pemilihan penanganan kendaraan overloading secara teknis menunjukkan bah%a 1 Dengan perubahan dari sumbu kendaraan menyebabkan masa layanan dari perkerasan jalan menjadi lebih lama dibandingkan pada kondisi sebelumnya! dimana pada ruas jalan Batas Bengkalis0andis menjadi '!2- tahun! ruas jalan 0andis-Duri '!2, tahun dan ruas jalan Duri-Dumai '!2+ tahun! akan tetapi ini masih diba%ah masa layanan yang seharusnya. b. Alternatif perubahan kontruksi jalan menjadi &uatan Sumbu Terberat lebih tinggi "'( Ton#! secara teknis umur layanan jalan lebih lama dibandingkan dengan perubahan sumbu kendaraan dengan rata-rata / tahun! dimana pada ruas jalan Batas Bengkalis-0andis umur layanan menjadi /!(* tahun! ruas jalan 0andis-Duri menjadi /!(( tahun dan ruas jalan Duri-Dumai menjadi *!26 tahun. /. a. Alternatif pemilihan biaya yang dilakukan secara makro didapat 1 Alternatif pemilihan perbaikan dengan cara perubahan sumbu kendaraan! dimana pemerintah mensubsidi pada setiap truk yang overloading untuk melakukan perubahan kendaraan menjadi lebih banyak sumbu sebesar +( D menyebabkan pemerintah harus

mengeluarkan anggaran sebesar )p. /(../(,.**,.*+(!- atau sebesar '2..,6+.(((!- per kendaraan. Dari hasil ini! dibandingkan dengan total perbaikan perkerasan jalan yang dikeluarkan oleh pemerintah akibat pelanggaran muatan maka pemerintah akan memiliki simpanan dana "saving cost# sebesar )p. -/'.,*,.*-'.'2-!-. b. Pada alternatif pemilihan perubahan jalan dengan memiliki * "dua# pilihan perbaikan yaitu berupa pembangunan jalan baru dan peningkatan kelas jalan lama menjadi &ST lebih tinggi didapat 1 '# Pada pembangunan jalan baru dengan lebar jalan 6 meter maka akan memiliki saving cost sebesar )p. '.+,*.*62.+(,!dari total kerugian yang ditimbulkan akibat kerusakan jalan. *# penghematan Peningkatan jalan dari &ST - Ton menjadi '( Ton dengan cara pelapisan ulang terhadap ...-/./-*.((,!-. Dari perbandingan secara ekonomis antara perubahan sumbu kendaraan dengan peningkatan konstruksi perkerasan jalan maka alternatif pembiayan termurah dan memiliki dana simpanan yang lebih tinggi terdapat pada subsidi pemerintah terhadap perubahan sumbu kendaraan. Penetapan alternatif pilhan sebagai suatu upaya dalam penanganan kerusakan jalan dalam penelitian ini maka peningkatan kostruksi perkerasan perlu dilakukan! hal ini didasari dari hasil perhitungan secara teknis dan ekonomis serta hal ini menginggat bah%a propinsi )iau merupakan %ilayah industri yang masih mengandalkan sektor darat sebagai jalur pengangkutan barang. U&APAN TERIMA KASIH "overla,# juga memiliki nilai dikeluarkan sebesar )p. dana yang

Terimakasih kepada Dinas Pemukiman dan Prasarana Hilayah "0impras%il# Propinsi )iau dan Dinas Perhubungan Propinsi )iau yang telah membantu dalam pengumpulan data sekunder dalam penelitian ini! serta penghargaan dan terimakasih kepada Prof. Sigit Priyanto "@E&# dan Ir. Darmadji 0husno! &.Sc "Staf ahli &enteri Pekerjaan @mum# yang membantu dalam pemahaman mengenai kebijakan penelitian ini.

RE1ERENSI '. AAAAAAAA! '2-/! -anual %erencanaan %erkerasan .alan "engan Alat /enkel an0 /ea No1 '23-N3/32456! Departemen Pekerjaan @mum. *. 22222222! '2-6! Tata #ara %erencanaan Tebal %erkerasan Lentur .alan 7a,a "engan -etode Analisa *o ponen0 S*/8 &161&91245(! Direktoral Benderal Bina &arga! Departemen Pekerjaan @mum. /. AAAAAAAA! '22*! +ndang-+ndang 7epublik 8ndonesia No or 2: Tahun 244& tentang Lalulintas .alan dan Angkutan .alan! BP Tri )asaki! Bakarta. .. AAAAAAAA! '22/! %eraturan %e erintah No or :6 Tahun 2446 tentang %rasarana dan Lalulintas .alan! BP Tri )asaki! Bakarta. +. AAAAAAAA! '22/! *eputusan -enteri %erhubungan No or 92 Tahun 2446 tentang 7a bu-7a bu Lalulintas di .alan! Direktorat Benderal Perhubungan Darat! Departemen Perhubungan. ,. AAAAAAAA! '22+! -anual %e eliharaan 7utin +ntuk .alan Nasional dan .alan %ropinsi1 No ''&3T3/T3244;0 -etode %erbaikan Standar! Direktorat Benderal Bina &arga! Departemen Pekerjaan @mum. 6. AAAAAAAA!*((+! -asterplan Transportasi "arat! Direktoral Benderal Perhubungan Darat! Departemen Perhubungan. -. AAAAAAAA!'22+! *eputusan enteri %erhubungan No ; Tahun 244; tentang %en,elenggaraan %eni bangan *endaraan /er otor "i .alan! Direktorat Benderal Perhubungan Darat! Departemen Perhubungan. 2. AAAAAAAA!*((,! %eraturan %e erintah 7epublik 8ndonesia No or 6: Tahun &''9 tentang .alan! BP Tri )asaki! Bakarta. '(. American Association od State $igh%ay 5fficials "AAS$T5#! '26*! 8nteri <uide for "esign of %ave ent Structures! American Assosiation of State $igh%ay and Transportation 5fficials! Hashington D4. ''. Alamsyah! A.! *(('! 7eka,asa .alan 7a,a! @&& press! &alang. '*. 4oase! ).$.! The Problem of Social 4ost! .ournal of La= and Econo ics! Golume /! pp. '-..! '2,(.

'/. Departement of The Army and The Airforce !'22.! %ave ent "esign For 7oads0 Streets0 and Open Storage Areas0 Elastic La,ered -ethode! Hashington! D4. '.. 8irdaus.! '222! Analisis Dampak egatif Beban :ebih " Overload# Terhadap Perkerasan Balan! *onfrensi 7egional Teknik .alan "0)TB# ke-,! Hilayah Barat! Pekanbaru. '+. Eunarta! IEH! S.! *((6! @nderstanding truck 57erloading Beha7iour And Its 4ontrol 1 A )e7ie% 5f Pre7ious Studie! .urnal /alitbang %+! Dinas P@ 0impras%il! 0abupaten Bone! Eorontalo. ',. $ardiyatmo! $.4.! *((6! %e eliharaan .alan 7a,a! Eadjah &ada @ni7ersity Press! Jogyakarta. '6. 0amaluddin! ).! "*((/#! Ekono i Transportasi "*araketristik0 Teori dan *ebi>akan#! Penerbit Ehalia Indonesia! Bakarta. '-. 0odoatie! )! B.! *((+! Analisis Ekono i Teknik! Penerbit Andi! Jogyakarta. '2. &ochtar! I.! *(('! Peninjauan 0embali 8alsafah Perancangan Perkerasan Balan Di Indonesia! Si posisu Foru Studi Transportasi Antar %erguruang Tinggi "8STPT# ke-.! @dayana! Bali. *(. Sedarmayanti! *(((! 7estrukrisasi dan %e berda,aan Organisasi untuk -enghadapi "ina ika %erubahan Lingkungan! &andar &aju! Bandung. *'. Sederhananto.! '22+! Analysis of 57erloading 9ffect on Bakarta Toll 4ikampek! Tesis! &agister Sistem dan Teknik Balan )aya! Institut Teknolgi Bandung. **. Sutomo! et.al.! '226! 7eka,asa .alan 7a,a! ISB 1 262--/-*-.6-'! Penerbit Eunadarma! Bakarta. */. The @nited State Departement of Transportation "@SD5T#! *(((! #o prehensive Truck and Si?e Stud,! 8$HA-P:-((-(*2! Gol II! Hashington D4. *.. Joder! 9. B.! and Hitc3ak &. H.! '26+! %rinciples of %ave ent "esign! Second 9dition! Bohn Hiley and Sons Inc! e% Jork.