Anda di halaman 1dari 39

Henoch-Schnlein Purpura

Disusun Oleh: Shafira Vidiastri NIM 20090310166

Laporan Kasus - Anamnesis


Tanggal Anamnesis: 23 November 2013, Pukul 15.45 Macam Anamnesis: Alloanamnesis orangtua pasien Keluhan Utama: Ruam kemerahan di kedua kaki

Identitas Pasien
Nama: An. Alfina Rizki Fajar Safira TTL: Magelang, 30 Maret 2005 ( 8 tahun ) Jenis kelamin: perempuan Nama Ayah: Agus Sarjunianto Usia : 42 tahun Pendidikan terakhir: S1 Pekerjaan: Karyawan swasta

Nama Ibu: Nurhayati Usia: 38 tahun Pendidikan terakhir: tamat SMA Pekerjaan: Ibu rumah tangga Agama : Islam Alamat : Jalan jambu no 1 RT 3/1 Mungkid, Magelang Tanggal masuk RS: 16 Oktober 2013 Tanggal keluar RS: 29 Juli 2013

Riwayat Penyakit Sekarang


2 HRSMRS : Pasien merasa lemas sepulang sekolah lalu diikuti timbulnya ruam kemerahan disepanjang bokong-kaki. Selain itu, pasien merasakan mual (+), muntah (+), dan nyeri perut (+), demam (-), batuk (-), pilek (-), diare (-). HRMRS : pagi hari sebelum masuk RS, pasien kejang sebanyak 1 kali. Bintik merah di kedua kaki menetap. Kedua kaki bengkak dan nyeri sehingga pasien sulit berjalan dan sedikit pincang. Keluhan lain mual (+), muntah (+), nyeri perut (+), demam (-), batuk (-), pilek (), diare (-).

Riwayat
Riwayat Penyakit Dahulu Riwayat Kejang Demam : (-) Riwayat Trauma : (-) Riwayat Batuk lama: (-) Riwayat Asma: (-) Riwayat Alergi: (+) terhadap udang, manifestasi: urtikaria Riwayat Mondok sebelumnya : (-) Riwayat Penyakit Keluarga Riwayat Alergi: (+) Riwayat Asma: (+) Riwayat Kejang di keluarga : disangkal Riwayat Hipertensi: (+) Riwayat DM: disangkal Riwayat Penyakit Jantung: disangkal

Riwayat Kehamilan Ibu


Riwayat Antenatal : Ibu rutin memeriksakan kehamilannya ke bidan 1 bulan 1 kali, kadang ke dokter kandungan. Riwayat Natal: Ibu melahirkan secara spontan dibantu bidan dengan usia kehamilan 38 minggu, pasien lahir langsung menangis, gerak aktif, dan warna kemerahan.Persalinan lancar tanpa penyulit. BBL = 3500 gr, PB = 51 cm. Riwayat Postnatal : pasien segera dibawa dan dirawat dirumah, serta diberikan ASI.

Riwayat Perkembangan
0 3 bulan : bergerak aktif, berekasi terhadap suara/bunyi, ketajaman visual meningkat. 3 6 bulan: belajar meraih benda, mampu mengangkat kepala dan dada dengan bertopang, dan menoleh ke arah suara. 6 12 bulan: tumbuh gigi pertama, mengoceh, menirukan suara, duduk, tengkurap, berdiri pegangan, berdiri sendiri. 1 - 2 tahun: dapat mengatakan 5-10 kata, naik turun tangga, belajar makan sendiri, belajar mengontrol BAB dan BAK. 2 3 tahun: menggambar lingkaran, bermain bersama anak lain, mampu menyusun kalimat. 4 8 tahun: mulai bersekolah, kini telah duduk di kelas 3 SD, mampu mengikuti pelajaran disekolah dengan baik.

Kesimpulan : Perkembangan sesuai usia

Riwayat
Riwayat Nutrisi
0 6 bulan: bayi minum ASI eksklusif 6 9 bulan: bayi minum ASI, PASI, MPASI, dan bubur halus 9 3,5 tahun: anak minum ASI, PASI, bubur kasar/nasi dan makanan keluarga 3,5 8 tahun: anak makan makanan keluarga dan minum susu Kesimpulan: kualitas dan kuantitas nutrisi cukup

Riwayat Vaksinasi
BCG : Usia 1 bulan DPT : 3 kali, usia 2, 4, 6 bulan Polio : 4 kali, usia 0, 2, 4, 6 bulan Campak: 1 kali, usia 9 bulan Hepatitis B : 3 kali, usia 0, 2, 4 bulan Kesimpulan: Imunisasi dasar lengkap dan sesuai jadwal

Riwayat Sosial Ekonomi


Pasien tinggal di perkampungan, berempat berserta ayah, ibu, dan adik tinggal di rumah sederhana, dinding tembok, berlantai ubin, beratap genting, dengan ventilasi baik dan cahaya matahari cukup. Jamban terletak dibagian belakang rumah dan cukup bersih. Lingkungan rumah diperkampungan dengan sanitasi dan kebersihan yang cukup. Air minum berasal dari mata air yang jaraknya dengan jamban > 10 m. pendapatan keluarga Rp. 3.000.000,- setiap bulan.

Pemeriksaan Fisik
Dilakukan pada tanggal 21 Oktober 2013 pukul 13.53 Subjektif : Demam (-), Batuk (-), pilek (-), Mual (+), Muntah (-), BAB biasa, makan susah, ruam kemerahan dikedua tungkai (+). Objektif : *Status Gizi BB = 22,5 kg, TB = 120 cm BB/U : pada grafik Z-Score menunjukkan SD 0 - +1 TB/U : pada grafik Z-Score menunjukkan SD -1 - 0 BMI/U : pada grafik Z-Score menunjukkan SD -1 0 Kesimpulan : status gizi anak baik

Pemeriksaan Fisik
Keadaan Umum: Cukup; Kesadaran: Compos mentis Vital Sign: - Nadi : 102x/menit, reguler, isi dan tegangan cukup - Tekanan darah : 90/70 mmHg - Suhu : 36,5o C - Laju respirasi : 20x/ menit, reguler Kepala : mesocephal, rambut hitam, mudah dipilah, ubun-ubun besar menutup Mata: konjungtiva anemis (-/-), Sklera ikterik (-/-), air mata (+), mata cekung (-) Hidung : discharge (-), nafas cuping (-) Telinga : ottorhea (-), nyeri telinga (-) Mulut : sianosis (-), lidah kotor (-), bibir kering (-), stomatitis (-) Leher : normocolli, limfenodi tak teraba, tidak ada peningkatan JVP, Kelenjar tiroid paratiroid dbn. Thorax : - Inspeksi: simetris, retraksi (-) - Palpasi : ketinggalan gerak (-), vocal fremitus Ka=Ki - Perkusi : Sonor (+/+) - Auskultasi : vesikuler (+/+), ronki (-/),Wheezing (-/-), S1/S2 reguler, bising (-) Abdomen: - Inspeksi: datar, jejas (-) - Auskultasi : peristaltic (+) - Perkusi: Timpani - Palpasi: supel, nyeri tekan (-), Hepar dan Lien tak teraba Ekstremitas : akral hangat, udem (-), capillary refill < 2 detik Kulit: turgor baik, ikterik (-), purpura di bokong kedua kaki (+) mulai berkurang

Pemeriksaan Penunjang
Darah rutin
Parameter HGB WBC ERT HCT PLT 12,8 16,5 5,4 38,1 605 Satuan g/dL 103/uL pH 106/uL % Bilirubin 103/uL Urobilin Keton Nitrit Blood Leukosit Normal +/Glukosa Protein 6,5 Normal Warna Kekeruhan Berat Jenih

Urinalisis
Parameter Hasil Kuning 1.025

Manajemen
Infus KAEN 3B 15tpm Inj. Cefotaxim 2 x 750mg IV Inj. Metil prednisolon 3 x 25mg IV Inj. Ranitidin 2 x 20 mg IV Po:- Paracetamol tab 3 x 250mg bila demam - Sukralfat syr 4 x cth 1 - Isoniazid 1 x 200mg

Follow Up
Tanggal 17 November 2013 S : Demam (-), sakit perut (+), mual (+),Ruam kemerahan disepanjang kaki (+),Muntah (), BAB biasa, makan susah O : KU : cukup - Kepala : CA -/-, SI-/- Leher : Lnn tidak teraba - Thorak : Vesikuler +/+, S1/S2 reguler, Bising (-) - Abdomen: Supel, datar, BU (+) N, Timpani : akral hangat, nadi 100x/menit - UKK : ruam makulopapular pada Ekstremitas bawah A : Vaskulitis, Susp. HSP P: - Infus KAEN 3B 15 tpm - Inj. Cefotaxim 2 x 750 mg iv - Inj. Metil prednisolon 3 x 25 mg iv - Inj. Ranitidin 2 x 20 mg iv - Po. Sukralfat syr 4 x cth 1 Isoniazid tab 1 x 200 mg
- Eks

Follow Up
Tanggal 18 November 2013 S : Demam (-), sakit perut (-), mual (+),Ruam kemerahan bokong - kaki (+),Ruam kemerahan di lengan (+) gatal(+),Muntah (-), BAB biasa, makan susah O : KU : cukup - Kepala : CA -/-, SI-/- Leher : Lnn tidak teraba - Thorak : Vesikuler +/+, S1/S2 reguler, Bising (-) - Abdomen: Supel, datar, BU (+) N, Nyeri tekan (-), Timpani : akral hangat, nadi 102x/menit - UKK : ruam makulopapular pada Ekstremitas atas bawah A : Vaskulitis, Susp. HSP P: - Infus KAEN 3B 15 tpm - Inj. Cefotaxim 2 x 750 mg iv - Inj. Metil prednisolon 3 x 25 mg iv - Inj. Ranitidin 2 x 20 mg iv - Po. Sukralfat syr 4 x cth 1 Isoniazid tab 1 x 200 mg
- Eks

Follow Up
Tanggal 19 November 2013 S : Demam (-), sakit perut (-), mual (-), Ruam kemerahan disepanjang kaki (+), Ruam kemerahan di lengan (+),Muntah (-), lemah (+), makan susah O : KU : cukup - Kepala : CA -/-, SI-/- Leher : Lnn tidak teraba - Thorak : Vesikuler +/+, S1/S2 reguler, Bising (-) - Abdomen: Supel, datar, BU (+) N,Nyeri tekan (+) regio epigastrik, Timpani : akral hangat, nadi 110x/menit - UKK : ruam makulopapular pada Ekstremitas atas bawah A : Vaskulitis, Susp. HSP P: - Infus KAEN 3B 15 tpm - Inj. Cefotaxim 2 x 750 mg iv - Inj. Metil prednisolon 3 x 25 mg iv - Inj. Ranitidin 2 x 20 mg iv - Po. Sukralfat syr 4 x cth 1 Isoniazid tab 1 x 200 mg
- Eks

Follow Up
Tanggal 20 November 2013 S : Demam (+), sakit perut (-), mual (-),Ruam kemerahan disepanjang kaki (+),Ruam kemerahan di lengan (+), Muntah (-), lemah (+), makan mau O : KU : cukup - Kepala : CA -/-, SI-/- Leher : Lnn tidak teraba - Thorak : Vesikuler +/+, S1/S2 reguler, Bising (-) - Abdomen: Supel, datar, BU (+) N, Nyeri tekan (-), Timpani

: akral hangat, nadi 90x/menit - UKK : ruam makulopapular pada Ekstremitas atas bawah A : Vaskulitis, Susp. HSP P: - Infus KAEN 3B 15 tpm - Inj. Cefotaxim 2 x 750 mg iv - Inj. Metil prednisolon 3 x 25 mg iv - Inj. Ranitidin 2 x 20 mg iv - Po. Sukralfat syr 4 x cth 1 Isoniazid tab 1 x 200 mg Paracetamol 3 x 250mg bila demam

- Eks

Follow Up
Tanggal 21 November 2013 S : Demam (-), sakit perut (+), mual (+), Ruam kemerahan disepanjang kaki (+), Ruam kemerahan di lengan (+), Muntah (-), lemah (-), makan mau O : KU : cukup - Kepala : CA -/-, SI-/- Leher : Lnn tidak teraba - Thorak : Vesikuler +/+, S1/S2 reguler, Bising (-) ,

- Abdomen: Supel, datar, BU (+) N, Nyeri tekan (+) regio epigastrik, Timpani - Eks : akral hangat, nadi 90x/menit - UKK : ruam makulopapular pada Ekstremitas atas bawah A : Vaskulitis, Susp. HSP (BLPL)

Home Visit
Kunjungan rumah dilakukan pada tanggal 23 november 2013. Pasien tinggal di perkampungan, berempat berserta ayah, ibu, dan kakaknya.tinggal di sebuah rumah sederhana, dinding tembok, berlantai ubin, beratap genting, dengan sanitasi ventilasi yang cukup. Jamban terletak dibagian belakang rumah dan cukup bersih. Lingkungan rumah diperkampungan dengan sanitasi dan kebersihan yang cukup. Air minum berasal dari mata air yang jaraknya dengan jamban > 10 m. pendapatan keluarga Rp. 3.000.000,- setiap bulan.

Home Visit
Selama kepulangan dari mondok di RS dan setelah kontrol dari poli anak an. Alfina telah mengalami perbaikan kllinis yaitu tidak mengalami mual muntah, sertai ruam kemerahan pada ekstremitas bawah telah hilang. Nafsu makan kembali baik selama dirumah. Sampai kunjungan dilakukan, orang tua belum membawa pasien untuk kontrol berikutnya.

Home Visit

Definisi
Henoch-Schnlein Purpura adalah penyakit autoimun (IgA mediated) berupa hipersensitivitas vaskulitis, paling sering ditemukan pada anak-anak.

Epidemiologi
HSP ditemukan 14 kasus per 100.000 anak. Prevalensi tertinggi : usia 2-11 tahun Boy : Girl = 2 :1

Etiologi
Penyebab HSP masih belum diketahui secara jelas, namun diduga karena reaksi imun yang overreaktif sehingga menyerang tubuh sendiri

Faktor Resiko
Internal
Usia Jenis kelamin Ras External Pasca infeksi bakteri/virus Post-Vaksinasi Lingkungan (alergen, makanan, obat, paparan dingin, insect bite)

Patofisiologi

Patofisiologi

Manifestasi klinis
Palpable purpura Nyeri abdomen Artritis, artralgia Edema subkutan Feses berdarah Nefritis, hematuri

Manifestasi klinis

Manifestasi klinis

Diagnosis Banding
Akut abdomen Endokarditis bakterial Kekerasan pada anak Familial Mediterranean fever Hipersensitivitas vaskulitis ITP, TTP Juvenile rheumatois artritis

Diagnosis
Kriteria diagnosis American College of Rheumatology, 1990

Diagnosis
Kriteria diagnosis International Consensus Conference, 2006:
Palpable purpura in the presence of one or more of the following: Diffuse abdominal pain Any biopsy showing predominant immunoglobulin A deposition Arthritis (acute, any joint) or arthralgia Renal involvement (any hematuria or proteinuria)

Diagnosis

Tatalaksana
Terapi simptomatik dan suportif : NSAIDs, nutrisi, hidrasi Steroid oral 12mg/kgBB/hari terbagi dalam 3-4 dosis selama 5-7 hari

Tatalaksana

Prognosis
Secara umum, prognosis baik. 94% kasus menunjukkan kesembuhan pada penderita dengan HSP. Sebagian besar kembali pulih dalam kurun waktu 4 minggu setelah onset.

Komplikasi
Jarang terjadi. Anak laki-laki dengan HSP memiliki kemungkinan 35% untuk mengalami orchitis dan edema skrotum

Thank You