Anda di halaman 1dari 94

Akibat dari Pemanasan Gelombang Mikro pada Dapat Menyerap Air Atau Gas dari Bambu 37 (Krisdianto)

Akibat dari Pemanasan Gelombang Mikro pada Dapat Menyerap Air Atau Gas dari Bambu
Krisdianto
Pemisahan Bambu adalah pabrik dengan kepentingan mahabesar ke orang-orang pedesaan pada beberapa daerah Asia. Di kedengkian dari ini beberapa hak milik sempurna; bambu yang dapat dikenakan ke pembusukan biologi. Oleh sebab itu satu perlakuan bahan penga!et dipengaruhi seperti diperlukan. Banyak "ara telah dikembangkan untuk meningkat ketahanan dari bambu. Bagaimanapun kebanyakan dari "ara mengambil lama !aktu dan dalam banyak kasus kapal tidak mengambil benda "air "ukup untuk memelihara serat sekitar dan paren"hyma. #embahasan ini diarah untuk mengamati akibat dari pemanasan gelombang mikro pada dapat menyerap air atau gas bambu. #embahasan e$aluasi pengurangan konten kelembaban serapan damar dan ke%enuhan seperti halnya damar distribusi. #ertun%ukan hasil pemanasan gelombang mikro itu mampu untuk mengurangi pengurangan konten kelembaban dari keduanya ronde dan belahan bambu sampai &3' di sekitar 3 menit. #emanasan gelombang mikro banyak serapan damar dari gelombang mikro diperlakukan bambu sampai 3 ( ) times. Ke%enuhan damar %uga tingkatkan ke tentang *.) ( 3 !aktu (sebelum bangsat) dan sekitar +() !aktu (setelah bangsat). Damar menembus kebanyakan melalui radial men"ek yang ter%adi selama pengeringan. ,erpanasi gelombang mikro men"ontoh pertun%ukan lebih menghitamkan area di asas paren"hyma %aringan dibandingkan bukan "ontoh diperlakukan tandai yang bah!a damar dibagikan lagi datar. -ni disimpulkan bah!a pimpinan pemanasan gelombang mikro untuk meningkatkan dari dapat menyerap air atau gas bambu. -ni direkomendasikan itu penelitian selan%utnya men%adi menyelesaikan dirikan satu re%im gelombang mikro untuk dapat menyerap air atau gas bambu optimal. Kata kunci: bambu bahan penga!et gelombang mikro damar dapat menyerap air atau gas Pengantar Bambu adalah pabrik dengan kepentingan mahabesar ke orang-orang pedesaan pada beberapa daerah Asia seperti itu -ndonesia .ietnam /ina dan -ndia. Bambu dipergunakan untuk pondokkan konstruksi peran"ah %en%ang tikar keran%ang pemagaran !adah pegangan alat salurkan le!at pipa anak-anakan berbakat musik instrumen memasak teko alat-alat mebel dan barang kera%inan tangan (0essard 1&23; re"ht dan 4etter!ald 1&&*). Di kedengkian dari ini banyak hak milik sempurna bambu yang dapat dikenakan untuk serang oleh %amur seperti pembusukan "oklat kebusukan putih kempes busuk dan dengan serangga seperti kumbang dan anai. Di umum bambu tanpa perlakuan mungkin punya adalah rata-rata hidup dari kurang dari 1 ( 3 tahun ketika ini disingkapkan ke atmos5er dan tanah. Ketika dipergunakan dalam rumah bambu mungkin diharapkan untuk bertahan + ( 7 tahun (0iese 1&23b). Oleh sebab itu satu bahan penga!et perlakuan dipengaruhi sebagaimana diperlukan (6arrelly 1&2+). treatability dari bambu berada di dalam umum agak rendah (0iese 1&23b). -ni membedakan sesuai dengan %enis umur dan kelembaban isi suatu tangkai perlakuan kiat dan mengetik dari bahan penga!et. Batas serapan air di bambu %uga umumnya lebih lambat dibandingkan di %enis kayu. Oleh sebab itu merendam periode mempunyai dengan sangat lebih pan%ang dibandingkan itu untuk

kayu dari dimensi yang sama. Banyak "ara telah dikembangkan untuk meningkat ketahanan dari bambu. Bagaimanapun kebanyakan dari pengambilan "ara lama !aktu dan dalam banyak kasus kapal tidak mengambil benda "air "ukup untuk memelihara serat sekitar dan paren"hyma (0iese 1&23b). Beberapa "ara lain demikian seperti desakan perlakuan bolehkan rekahan lantaran atau roboh dari bambu genap. ,idak hanya bertepuk atau roboh kurangi kekuatan dari tangkai tapi %uga pimpinan ke tidak akurat hasilkan ketika se%umlah ter"erna sekarang diukur (0iese 1&2)). #ada dasa !arsa terakhir teknologi gelombang mikro telah dikembangkan untuk meningkatkan treatability kayu. Dikontrol aplikasi dari pemanasan gelombang mikro ke kayu hi%au dapat se"ara langsung memanipulasi kepadatan kayu dan kelembaban dapat menyerap air atau gas (.inden dan ,orgo$niko$ *333; 7iming et al. *33*). Daya gelombang mikro memodi5ikasi struktur kayu selama satu sangat pendek ledakan dengan pemanasan gelombang mikro keras itu lubang ke"il semburan melalui kayu untuk menyediakan baiknya "onne"ti$ity di antara sel kayu. -ni dii%inkan air menerlepas lagi dengan "epat dari kayu dan lubang ke"il mengi%inkan bahan penga!et menembus dengan mudah ke kayu (.inden dan ,orgo$niko$ 1&&8; *333). 9ebagai satu ligno "ellulosi" bahan bambu %uga mempunyai satu kesempatan diperlakukan mempergunakan aplikasi gelombang mikro untuk meningkatkan dapat menyerap air atau gas ini. #embahasan ini diarah untuk mengamati akibat dari pemanasan gelombang mikro pada dapat menyerap air atau gas bambu. #embahasan e$aluasi pengurangan konten kelembaban serapan damar dan ke%enuhan seperti halnya damar distribusi. Bahan dan Cara ,angkai bambu( Dendrocalamus sp.) diterobos pan%ang dari *.) %angka. :embran dia5ragma dari bambu telah dibuka oleh ietuk ini memutuskan dengan satu ba%a ta%am tempel. /ontoh digolongkan ke dalam dua bat"h; dibulatkan dan separuh belahan. :ereka di"elupkan ke dalam siram untuk memperoleh kelembaban lagi untuk perlakuan gelombang mikro. /ontoh kemudian adalah terpanasi oleh 83 gelombang mikro k4 5asilitas di <elombang :ikro 0aboratori /res!i"k. Bulat tangkai bambu dipanaskan oleh *3' tara5 kekuatan dan ke"epatan pengangkut adalah 13.* mm = kedua. 9ementara separuh belahan
32 J. Ilmu Pengetahuan Dan Teknologi Kayu tropis ol. !" #o. $" $%%&

bambu dipanaskan oleh 11.8' kekuatan sebagai persidangan s"ooping sho!ed bah!a kekuatan lebih tinggi meningkat gelombang mikro dihasilkan terbakar bambu. Kelembaban isi suatu bambu sebelum dan setelah pemanasan gelombang mikro diukur dari sekitar 1 "ontoh tebal "m pada dua lokasi dari lama memanah bambu. 9emua "ontoh kemudian adalah opsi ini pada perlakuan silindris kebunkan untuk impregnasi. /ontoh bambu diungsikan mempergunakan ruang hampa memaksa untuk 13 menit yang diikuti oleh 66A induksi damar. /ontoh kemudian adalah terpampatkan untuk kesana-sini 1) menit dan sembuh pada o$en untuk tentang *+ %am. Berat sebelum dan setelah perlakuan seperti halnya setelah bangsat dihitung. 9erapan damar akhir dari bambu setelah bangsat mengukur penggunaan rumus yang disebutkan oleh Dua 0usin :" (1&7)).

> * ? @ (: 3 A : 1 ) = . t B dimana; > * ? serapan damar setelah menyembuhkan (kg = m 3 ) : 1 ? berkumpul dengan bambu a!al (sebelum impregnasi) : 3 ? berkumpul dari damar menyembuhkan bambu (kg) . t ? $olume dari bambu setelah menyembuhkan #ersentase dari ke%enuhan bambu dengan damar sebelum dan setelah bangsat dihitung seperti di ba!ah; Ke%enuhan dari bambu dengan damar(') ? 133 C (> 1 =6 r ) Ke%enuhan dengan bambu sembuh dengan damar(') ? 133 C (> * =6 r ) dimana; > 1 ? menga!ali serapan damar sebelum menyembuhkan (kg = m 3 ) 6 r ? 9erapan damar maksimum (kg = m 3 ) 6r ? 5 C dr 6 ? batas serapan mungkin maksimum (kg = l) ? 1333 A @d ! (g D 88.7)=133B d r ? kepadatan dari damar kg = l d ! ? kepadatan dari bambu >ntuk obser$asi distribusi damar kontrol "ontoh (bukan gelombang mikro memanaskan "ontoh) benarkah dikeringkan untuk memperoleh +' konten kelembaban. -ni dikendali ke mudahkan damar 66A untuk menembus "ontoh. Hasil dan Bahasan Akibat dari Pemanasan Gelombang Mikro pada Konten Kelembaban Kelembaban isi suatu "ontoh sebelum dan setelah pemanasan gelombang mikro diringkas di ,abel 1. tabel %uga berikan persentase dari pengurangan konten kelembaban. Kelembaban rata-rata pengurangan konten dari keduanya bambu ronde dan belahan akan &3'. -ni sediakan bukti belahan itu bambu memerlukan kekuatan pega!ai rendahan dari gelombang mikro untuk memperoleh konten kelembaban sama pengurangan. #ersidangan s"ooping %uga memperlihatkan pemanasan itu bambu belahan mempergunakan tingkat yang lebih tinggi kekuatan gelombang mikro menyebabkan bambu ke pembakaran. ,est 4il"oCon dari konten kelembaban sebelum dan setelah pemanasan gelombang mikro memperlihatkan perbedaan berpengaruh nyata. -ni tandai pemanasan gelombang mikro itu mampu untuk berpengaruh signi5i"ant kurangi konten kelembaban. 9elama pemanasan gelombang mikro air diambil dari sel bambu i%in bambu bahan ke kering. pemanasan gelombang mikro memproses ambil sekitar 3 menit ke lengkapi. -ni adalah banyak "ara lebih "epat dibandingkan lain yang mana bolehkan pengambilan beberapa minggu udara seperti itu mengeringkan. Bagaimanapun pengeringan seke%ap sebabkan sel dari tisu lunak menutup pak bersama-sama dan menyebabkan men"he"k-in struktur sel dari bambu (6igur 1). ,abel 1. Kelembaban isi suatu bambu dipanaskan oleh gelombang mikro. <elombang mikro kekuatan #engangkut ikat pinggang memper"epat konten Kelembaban(') Kelembaban /ontoh pengurangan kode /ontoh kondisi(') detik mm = 9ebelum 9etelah(') B - 1 Eonde *3 13.* )8.38 3.*8 &+.** B - * Eonde *3 13.* 88.82 +.27 &*.8&

B - 3 Eonde *3 13.* )1.*8 +.)* &1.1& B - + Eonde *3 13.* 23.23 3.22 &).37 B - ) Eonde *3 13.* +8.*3 +.3) &1.*+ B - 8 Eonde *3 13.* )7.)1 3.7* &3.)3 B - 7 Eonde *3 13.* 87.*7 +.28 &*.72 B - 2 Eonde *3 13.* 72.8& ).37 &3.)8 Eata-rata 9 ! "# B - & 9eparuh belahan 11.7 13.* )3.87 +.28 &3.+3 B - 13 9eparuh belahan 11.7 13.* 7*.3* +.83 &3.)7 B - 11 9eparuh belahan 11.7 13.* 71.21 3.+& &).1) B - 1* 9eparuh belahan 11.7 13.* 82.37 3.28 &+.33 B - 13 9eparuh belahan 11.7 13.* )8.72 3.7& &3.3* Eata-rata 9 ! $
Akibat dari Pemanasan Gelombang Mikro pada Dapat Menyerap Air Atau Gas dari Bambu 3& (Krisdianto)

<ambarkan 1. <elombang :ikro memanaskan bambu (9atu ) dan bambu dikeringkan dengan udara (B ). ,abel *. serapan damar Eata-rata dan ke%enuhan dari bambu dengan damar 66A. :en"ontoh serapan damar <roup Ke%enuhan(') setelah bangsat (kgm -3 ) sebelum bangsat setelah menyembuhkan Kontrol Belahan semi 3.33&+ 3.*2 3.13 Bulatkan 3.3132 3.+1 3.1) Diperlakukan gelombang mikro Belahan semi 3.3)*1 1.18 3.)8 Bulatkan 3.3832 1.*7 3.8& 9eperti dilihat di 6igur 1 penge"ekan ter%adi lebih di gelombang mikro memanaskan bambu (9A,> ) sementara kurang penge"ekan ter%adi ter%adi semasa pengeringan udara dari bambu (B ). 9eperti tidak ada leretan sel pada tisu bambu "ek yang ter%adi pada tisu bambu memudahkan satu gerakan mudah dari benda "air pada arah radial. penge"ekan mikro dari kayu selama mengeringkan %uga meningkat ini dapat menyerap air atau gas (.inden dan ,orgo$niko$ *333). Akibat dengan penge"ekan mikro dari bambu selama pemanasan gelombang mikro didiskusikan di distribusi damar. Akibat dari Pemanasan Gelombang Mikro pada %erapan damar 9erupa dengan perlakuan pada kayu pemanasan gelombang mikro pada bambu menghasilkan pada peningkatan dari serapan damar. ,abel * rangkuman damar rata-rata serapan dan ke%enuhan dari bambu setelah pemanasan gelombang mikro. #ertun%ukan hasil itu serapan damar dari keduanya belahan dan bulatkan bambu yang dipanaskan oleh gelombang mikro adalah lebih tinggi dibandingkan itu dengan bukan bambu diperlakukan "ontoh. Di "ontoh terbelah setelah gelombang mikro perlakuan serapan damar adalah 3.3)*1 kgm -3 sementara bukan serapan bambu diperlakukan adalah 3.33&+ kgm -3 . Di bambu ronde serapan dari gelombang mikro memperlakukan bambu adalah 3.3832 kgm -3 sementara bukan diperlakukan bambu akan 3.3132 kgm -3 . Di umum damar serapan dari gelombang mikro memperlakukan bambu akan 3 ( ) !aktu lebih tinggi dibandingkan bukan bambu diperlakukan. Ke%enuhan damar menghasilkan %a%ar dengan damar serapan. 9ebelum bangsat ke%enuhan dari damar di gelombang mikro memperlakukan bambu akan *.) ( 3 !aktu lebih tinggi dibandingkan bukan bambu diperlakukan. 9etelah bangsat ke%enuhan dari gelombang mikro memperlakukan bambu dengan akan + ( ) !aktu lebih tinggi dibandingkan bukan bambu diperlakukan.

, test dipasangkan hasil di antara gelombang mikro diperlakukan dan bukan bambu diperlakukan dan di antara setengah terbelah dan membulatkan bambu diperlihatkan di ,abel 3 yang berarti di situ adalah perbedaan berpengaruh nyata dari serapan damar di antara gelombang mikro memperlakukan "ontoh dan kontrol.

SATU B pengecekan
"m

+3 J. Ilmu Pengetahuan Dan Teknologi Kayu tropis ol. !" #o. $" $%%&

,abel 3. "ontoh Dipasangkan t test. #asangkan A 1 #asangan A * Diperlakukan dan Bukan Belahan diperlakukan dan Eonde :emasangkan perbedaan :emaksudkan 3.3+)&333 3.3183+++ 9td. #enyele!engan 3.31)*3+7 3.3*+)*)8 9td . Kesalahan :emaksudkan 3.333317& 3.33)7237 &)' inter$al Keper"ayaan :enurunkan 3.3)*2*11 3.3*2)+37 dari perbedaan Bagian Atas 3.332&72& 3.33+1+2* , 13.23+ *.2*7 d5 *3 17 9ig. (* - berekor) 3. 333 3.31* Akibat dari Pemanasan Gelombang Mikro pada damar Distribusi 9eperti disebutkan sebelum di situ adalah lapisan istime!a tersebut liputi sebelah luar tembok dan di dalam tangkai bambu dan perlambat penembusan dari berdua sisi (0iese 1&23a). luar bagian dari bambu adalah bagian paling keras sepertinya kandung unting serat lebih yang dengan mesin membatang bambu tangkai (6igur *). #enembusan kemungkinan melalui itu lapisan %emu akan penge"ekan yang ter%adi selama pengeringan. <ambarkan *. 9truktur Anatomis bambu. <ambarkan 3. damar 66A menembus melalui penge"ekan. Di bukan gelombang mikro memperlakukan bambu hitam menggelapkan area terkonsentrasi sekitar penge"ekan (6igur 3 ) sementara area berarti brighter tidak ada damar 66A dihamili. -ni dipahami bah!a damar 66A menembus kebanyakan melalui "ek yang ter%adi selama o$en mengeringkan. #erbedaan distribusi damar dari bukan gelombang mikro dipanaskan dan gelombang mikro memanaskan "ontoh diperlihatkan di 6igur +. <ambarkan + satu pertun%ukan yang tanda tergelapkan yang hitam dari Damar 66A kebanyakan di asas paren"hyma %aringan sementara bukan memperlakukan bambu memperlihatkan kuning terang dari asas tisu paren"hyma (6igur +B). -ni dapat disimpulkan tersebut Damar gerakan 66A di "ontoh bambu kebanyakan oleh di5usi dari sel paren"hyma ke sel yang lain yang kebanyakan mengambil bagian pada asas paren"hyma %aringan. Di gelombang mikro memanaskan "ontoh damar kebanyakan terdistribusi di bagian dalam bagian dari bambu yaitu pelunak dibandingkan luar. Bundel $askuler di bagian dalam adalah kurang berulang dibandingkan bagian luar (0iese 1&23a). 9eperti kebanyakan dari bagian dalam bagian dari bambu digelapkan oleh Damar 66A ini kemungkinan bah!a damar menembus melalui penge"ekan mikro yang ter%adi pada lapisan bagian dalam itu tidak dapat %adilah dilihat oleh mata langsung. #enge"ekan mikro tembus lapisan sampul itu sel dari di dalam dan memudahkan satu gerakan mudah dari benda "air di arah radial. 9ebagai hasil di

gelombang mikro memanaskan bambu damar yang membagikan lebih datar. Kesimpulan dan %aran Berlandaskan hasil dapat disimpulkan sebagai berikut; #emanasan gelombang mikro mampu untuk mengurangi kelembaban pengurangan konten dari keduanya ronde dan bambu belahan atas ke &3' di sekitar 3 menit. Bambu terbelah memerlukan kekuatan pega!ai rendahan dari gelombang mikro untuk memperoleh konten kelembaban sama pengurangan. 9erapan damar dari gelombang mikro memperlakukan bambu adalah kesana-sini 3 ( ) lebih tinggi !aktu dibandingkan bukan bambu diperlakukan. 9ebelum bangsat ke%enuhan dari damar di gelombang mikro memperlakukan bambu akan *.) ( 3 lebih tinggi !aktu dibandingkan bukan bambu diperlakukan. 9etelah bangsat ke%enuhan dari &apisan bagian dalam Bagian luar Bagian dalam &apisan luar Gelapkan Brighter
Akibat dari Pemanasan Gelombang Mikro pada Dapat Menyerap Air Atau Gas dari Bambu +1 (Krisdianto)

<ambarkan +. damar 66A memperlakukan dari gelombang mikro terpanasi (9atu ) dan kontrol (B ) bambu. Berkomentar; .B ? bundel $askuler #, ? asas paren"hyma %aringan. gelombang mikro memperlakukan bambu dengan akan + ( ) !aktu lebih tinggi dibandingkan bukan bambu diperlakukan. Damar 66A membagikan lebih datar di gelombang mikro diperlakukan dibandingkan mengontrol. Damar menembus melalui mikro "ek yang ter%adi pada lapisan bagian dalam dari bambu. #enelitian selan%utnya perlu diselesaikan; >ntuk mendirikan satu gelombang mikro buat %ad!al optimal dapat menyerap air atau gas bambu. >ntuk menge$aluasi pengurangan kekuatan dari gelombang mikro memperlakukan bambu >ntuk mempela%ari pilihan konsumen disebabkan oleh "a"atnya bentuk bambu selama pemanasan gelombang mikro. 'e(erensi 6arrelly D. 1&2+. Buku dari Bambu. Klub siera Buku 9an 6ran"is"o. 0essard <. 1&23. #rakata. Berproses dari satu Bengkel digenggam di 9ingapura *2 33 :ungkin. 0iese 4. 1&23a. Anatomi dari Bambu. Berproses dari satu Bengkel menggenggam di 9ingapura *2 33 :ungkin. p 181 18+. 0iese 4. 1&23b. #enga!etan dari Bambu. Berproses dari satu Bengkel menggenggam di 9ingapura *2 33 :ungkin. p 18) 17*.

VB PT PT = 200 m A B
+* J. Ilmu Pengetahuan Dan Teknologi Kayu tropis ol. !" #o. $" $%%&

0iese 4. 1&2). Bambu; Biologi 9il$i"s Fak milik #eman5aatan. Bulu Deuts"he <esells"ha5t ,e"hnis"he Gusammenarbeit (<,G) <mbF. :"Huire A.I. 1&7). Akibat dari Kepadatan Kayu pada Eetensi bahan penga!et di ,empatkan #agar. 0agi Iurnal Gealand dari -lmu Kehutanan ) (1 );13) - 13&. re"ht /. dan :.6. 4etter!ald. 1&&*. Bambu. Kayu ,ekan Batu kapur putih kekuningan Oregon. .inden #. dan <. ,orgo$niko$. 1&&8. 9atu /ara untuk :eningkat Dapat :enyerap Air Atau <as dari Kayu. Dapat paten Jo. #O 32)3 = &8. Australia. .inden #. dan <. ,orgo$niko$. *333. 6isik :anipulasi dari #enggunaan Fak :ilik Kayu <elombang :ikro. #ohon Kayu #utih #anitia Ker%a ->6EO Kon5erensi /ara beker%a 1& - *+ :aret *333. 0aun"eston ,asmania. *+3 *+7. 7iming 4.; 7. GhengFua; 9. 0iFui; G. 4eiFua. *33*. #embahasan persiapan pada Kayu Dimodi5ikasi <elombang :ikro. -ndustri Kayu "ina 18 (+ );18 - 1&. Didapat; 13 :aret *332 Diterima; 18 Iuni *332 Ee$isi akhir; *+ Iuni *332 Krisdianto :urid #hD dari 9ekolah dari #engetahuan Futan dan Kkosistem >ni$ersitas dari :elbourne 9iram 9t. /res!i"k Australia. K-mail; k. sugiyantoLpgrad. unimelb. edu. au
Pengaruh dari l ' (aktor d pada Perilaku Mekanik dari Palang Kayu Kelapa )nuci*era coco+ +3 (Kusnindar Abd. /hau5)

Pengaruh )aktor L / d terhadap Perilaku Mekanik Balok Kayu Kelapa* nucifera coco + Pengaruh dari l ' (aktor d pada Perilaku Mekanik dari Palang Kayu kelapa )nuci*era coco+
Kusnindar. Abd. /hau5
Pemisahan Karakteristik dari kayu kelapa sebagai materi anisotrop harus diketahui untuk e5isiensi dari struktur 5leCure aplikasi. 9ehingga pengaruh dari , ' d 5aktor dan kelengkungan dari regangan penekanan harus diketahui. Berlandaskan kelapa kayu menanggapi ke arah isi ini dapat ditentukan ini perilaku 5leCure yang mana terdiri dari "a"atnya bentuk saat kelengkungan kekakuan dan mode kegagalan. Oleh satu per"obaan ini diperoleh bah!a kayu kelapa pada 33 tahun umur punyakah kepadatan( 1) ) ? 3. )* g = "m 3 elastisitas modulus( M-. ) ? 1++72 :#a kuat panteng( tr == ) ? 31. 31 :#a kekuatan tekanan( tk == ) ?12. 23 :#a kekuatan gunting besar( == ) ? 13. 1) :#a dan kekuatan pelentukan( M-/ ) ? +2. &8 :#a. Eegangan yang dapat diregangkan yang maksimum adalah 3.33*1 dan regangan maksimum pemampat adalah 3.3132. Dalam hal ini , ' d ? 1+ di!akili ke 5aktor penentu 5leCure menekuk kegagalan dari palang kayu kelapa. Kata kunci ; , ' d 5aktor perilaku mekanik palang kayu kelapa Pendahuluan 0uas perkebunan Kelapa( nuci*era coco ) di 9ula!esi ,engah #ada ,ahun *33) men"apai 17*)21 ha (Biro pena -n5okom 9ulteng *337) dan berpotensi menghasilkan kayu +)1&3 m 3 =tahun . #otensi ini "ukup

memadai untuk memenuhi kebutuhan kayu konstruksi sekaligus dapat menghambat la%u de5orestasi hutan tropis. untuk itu diperlukan kategorisasi karakteristik mekanik kayu Kelapa. 9e"ara 5aktual asumsi teganganregangan linier tidak rele$an dalam aplikasi balok kayu karena nonlinieritas kayu akan mempengaruhi pola tegangan regangan lentur balok. 9elan%utnya dalam hal kapasitas lentur balok maka rasio bentang tinggi (0 = d) sangat berperan dalam menentukan tingkat kekakuan. Dengan demikian pengaruh nonlinieriatas bahan dan 5aktor , ' d terhadap perubahan perilaku lentur balok kayu Kelapa harus diketahui. Khusus untuk aplikasi balok lentur murni di daerah momen konstan akan menimbulkan kelengkungan yang dinyatakan dalam #ersamaan 1. Kelengkungan maksimum merupakan indikator kapasitas lentur balok ( M-/ ) dan intensitas kekakuan balok sangat ditentukan oleh de5ormasi $ertikal (<ere dan ,imoshenko 1&27). Dalam hal ini beban retak tergantung pada lebar penampang elastisitas modulus (:OK) dan dan geser modulus (< ) seperti disa%ikan pada <ambar 1 dan #ersamaan * (<usta5sson 1&&1 dalam Blass et. al . 1&&)). reshke et. al . (*33*) menyatakan bah!a de5leksi maksimum merupakan pen%umlahan de5leksi lentur dan geser (<ambar * dan #ersamaan 3). Beban saat ter"apai de5leksi maksimum dan retak a!al (# tp ) identik dengan beban pecah sebagaimana dinyatakan dalam #ersamaan +. Dalam Fal -ni ,ipe kegagalan struktur balok kayu dianalisis berdasarkan perilaku nonlinier bahan (Barrett 1&&)) se"ara bertahap menurut de5ormasi yang ter%adi (/hang 1&&8). 6aktor , = d akan menentukan tipe kegagalan struktur balok (9oltis Blok #an"ang dan 1&&7). Dalam hal ini( d = , ) * merupakan 5aktor yang mempengaruhi rasio geser dan lentur selain 5aktor . = G (9ulistya!ati *338). <ambarkan 1. palang 9ederhana dengan rekahan inisial. Vh .h

.h
h V .h .h
++ J. Ilmu Pengetahuan Dan Teknologi Kayu tropis ol. !" #o. $" $%%&

? ? EI M?
2 121

x y

aku

aku

? ? + + ........................ (1 ) 2 1 . 6. (1 / 2)

2 1 0,6.( 2) 2 1 ... ? ? ? ? ? ? ? ? ? + ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?? ? ? ?? ?

Gv e o h Gc bh

Vc
.......... (* )

/atatan; G 0 1 modulus gunting besar . o ? elastisitas modulus h 1 pan%ang dari perkembangbiakan rekahan c ? patahkan isi G c 1 kritis daya (1)3 A 833 %. = m * ) ? ? kelengkungan : ? saat pelentukan dan EI ? 5aktor kekakuan
AE QL EI Q
ulu total

4,8. 48 = . 3 + ....................................... (3 )
u

? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?

+ = t E.b. h u 4,8L 3 t E.b. h

3 u 0,25L total t! " ............... (+ ) /atatan; 2 u ? isi terakhir 3AT4 ? area panampang-lintang dan P tp 1 patahkan isi Bahan dan Metode /ontoh u%i diperoleh dari tebangan pohon Kelapa umur 33 tahun dengan membuang M bagian tengah bukukan kemudian dibuat balok ukuran 8 = 13 ( * %angka. Balokbalok tersebut diberi perlakuan berupa pengeringan lambat untuk men"apai kadar mengudara setimbang (1* ( 18'). #engu%ian a!al dilakukan untuk menentukan hak milik bahan berdasarkan prosedur -9O. 31*& - 1&7) (K ). Data 9elan%utnya dilakukan pengumpulan P , melalui pengamatan langsung de5ormasi balok pada eksperimen di laboratorium sebagaimana disa%ikan dalam <ambar 3. data Berdasarkan P , itu kemudian dilakukan analisis tentang perilaku mekanik balok kayu Kelapa. Adapun dimensi balok u%i ditentukan hak milik berdasarkan kayu Kelapa yang telah diperoleh sebelumnya. Dimensi dan %umlah sampel seperti pada ,abel 1. ,5 merupakan pan%ang keseluruhan balok u%i (,abel 1 kolom 8) sehingga bentang balok atau %arak antara dua tumpuan , ? ,5 - * (1 = * d ) karena ada o0ersteak sebesar 1 = * tinggi balok (1 = * d ) pada masing masing tumpuan (<ambar 3). 9ebagai "ontoh; balok B8 dengan ,5 ? +& "m d ? 7 "m memiliki , ? +& A @* C N (7)B ? +* "m; sehingga l = d ? +* = 7 ? 8 "m. ,abel 1. :etode >%i dimensi dan dari spesimen. Fak milik dari #elentukan Kayu Kelapa ,est dari #alang 9ederhana Ienis kode dari KODK ,est , ' d b ' ,5 d ("m) n Kepadatan KE B8 8 ) = 7 +& *3 ,ekanan paralel ,K B2 2 ) = 7 83 *3 ,egangan paralel ,E B13 13 ) = 7 77 *3 <unting Besar paralel <9 B1* 1* ) = 7 &3 *3 :odulus 0, dari #erpe"ahan (:OE) B1+ 1+ ) = 7 118 *3 Klastisitas :odulus K0 (:OK) B18 18 ) = 7 1** *3 BB*132 *132 )) == 77 11+32+ **33 ,t 0> # tp ht hb <ambarkan *. palang 9ederhana dengan pemuatan pe"ah.
Pengaruh dari l ' (aktor d pada Perilaku Mekanik dari Palang Kayu Kelapa )nuci*era coco+ +) (Kusnindar Abd. /hau5)

<ambarkan 3. :embuat dari test palang sederhana. Hasil dan Pembahasan Karakteristik Kayu Kelapa Besaran 5isik dan mekanik kayu Kelapa umur 33

tahun pada kondisi kering udara (! ? 1).3)') disa%ikan dalam ,abel *. Berdasarkan ,abel * dapat dinyatakan bah!a de5ormasi tarik se%a%ar serat bersi5at linier elastis dengan regangan maksimum yang di"apai adalah 3.33*1. De5ormasi tekan se%a%ar bersi5at nonlinier dengan regangan maksimum 3.3132 Oona tanpa adanya plastis. Di ba!ah pembebanan lentur ter%adi de5ormasi elastis linier sampai pada batas proporsional( p ? 3.33*) kemudian de5ormasi nonlinier dengan regangan maksimum( maC ) 3. 338+ dan kapasitas +2.&8 :#a. :odulus elastisitas tarik adalah 1.28 kali lebih modulus besar dari elastisitas tekan modulus dan elastisitas lentur adalah relati5 sama dengan e tr == . Fal ini menun%ukkan bah!a untuk aplikasi elemen lentur modulus elastisitas kayu dapat di!akili oleh e tr == . Iika diklasi5ikasikan berdasarkan E9J-3 - *33* maka kayu Kelapa yang berumur 33 tahun kelas K1+ in"luded dengan :OK sebesar 1++72 :#a Dan Kerapatan 3.)* g = "m 3 . Perilaku Mekanik Balok Kayu Kelapa Easio bentang dan tinggi balok memberikan pengaruh yang signi5ikan terhadap besaran dan pola de5ormasi balok kayu Kelapa. Berdasarkan ,abel 3 terdapat ke"enderungan 5luktuasi kekakuan balok mengikuti bertambahnya rasio , ' d dengan pun"ak pada nilai parabol , ' d ? 1+. #ada balok dengan , ' d P 1+ tegangan lentur yang ter%adi didominasi oleh gaya geser dan sebaliknya untuk balok dengan , ' d Q 1+. Dalam hal ini , ' d ? 1+ merupakan 5aktor rasio seimbang karena kontribusi gaya geser dan momen lentur terhadap kegagalan balok adalah sama sebagaimana disa%ikan dalam <ambar +. ,abel *. Iasad dan montir "ara"teristi" dari kayu kelapa Kategori /a"atnya Bentuk #ola -nten"ity Konten kelembaban (! ) 1).3) ' Kepadatan( 1) ) 3. )* g = "m 3 Kuat panteng( tr == ) 31. 31 :#a Kekuatan tekanan( tk == ) 12. 23 :#a Kekuatan gunting besar( == ) 13. 1) :#a :enekuk Kekuatan( M-/ ) +2. &8 :#a Klastisitas modulus di pelentukan( M-. ) 1++72 :#a Klastisitas modulus di paralel tegangan( . tr == ) 1+3)) :#a Klastisitas modulus di paralel tekanan( . tk == ) 77** :#a Eegangan #elentukan maksimum( lt ) 3. 338+ ,ekanan maksimum <aris 0intang 9e%a%ar Eegangan( tk == ) 3. 3132 #aralel Rang Dapat Diregangkan yang maksimum Eegangan( tr == ) 3. 33*1
0 10 20 30 40 50 0,000 MEM !"#$,002 MEM !"#$,004 MEM !"#$,006 MEM !"#$,008

(MPa) Lentur Tarik Sejajar Tekan Sejajar

Angka telepon :eteran

d. ' $ l ' 6 l ' 6 l ' 6 d. ' $ ,5 d. 1 7 cm

# (kJ)
Pelentukan -egangan Dipampatkan

+8 J. Ilmu Pengetahuan Dan Teknologi Kayu tropis ol. !" #o. $" $%%&

,abel 3. #engaruh dari , ' d. $ariasi ke pola kekuatan dan "a"atnya bentuk # maC maC ltmaC : maC ? K, ' d. kJ mm maC :#a 13 ) Jmm 13 -8 =mm .I (13 + kJm * ) 8 13.1& 11.7+ 3.31*2 3*.&2 7.&18 7*+.)+ 33+.3& 2 13.)) 1*.33 3.3373 3).17 2.++3 +18.87 3*2.17 13 1*.)3 **.17 3.3327 )*.32 1*.)33 +&*.)& )87.+8 1* 13.*) *&.1) 3.338+ )1.*) 1*.333 ++&.2) )22.)1 1+ 13.33 *8.+2 3.33)3 )2.33 1+.333 333.*3 1373.27 18 7.33 37.33 3.333) +8.87 11.*33 3*1.12 &2&.*) 12 ).7) +&.)3 3.33*& 32.33 13.3)3 33&.)1 )33.*2 *3 ).33 )7.)3 3.33+) 33.33 13.333 31&.++ 338.32 9elan%utnya berdasarkan <ambar ) dapat dinyatakan bah!a kenaikan 5aktor , ' d. menyebabkan penurunan kapasitas (# maC ) yang disertai dengan peningkatan kemampuan berde5ormasi( maC ). Fal ini ditandai dengan penurunan gradien kur$a P . . 6akta yang diperoleh adalah bah!a semakin besar nilai , ' d. maka semakin besar pula lendutan maksimum yang dapat di"apai oleh balok. 9elan%utnya sebagai respon balok terhadap beban luar maka pertambahan , ' d. menyebabkan kelengkungan balok %ustru menurun untuk mengimbangi de5ormasi yang ter%adi sampai ter%adi kegagalan struktur se"ara %umlah. #engurangan kekakuan ter%adi karena perubahan geometrik. Fal ini sangat %elas ditun%ukkan pada <ambar 8 dengan regangan maksimum han"ur di"apai %auh diba!ah regangan maksimum bahan 3.338+.
R 2 = 0,8302 0 10 20 30 40 50 60 4 8 12 16 20 24 L / d. max

<ambarkan +. #engaruh dari , ' d. 5aktor ke :OE.


0 3 6 9 12 15 MEMASUKI 10 20 30 40 50 60

(mm)

P (kN)
B06 B08 B10 B12 B14 B16 B18 B20

0 5 10 15 MEMASUKI 200 400 600 800 ? */" 0$ mm 0/ + M */" 1 2 m+ B06 B08 B10 B12 B14 B16 B18 B20

<ambarkan ). pola /a"atnya Bentuk dari palang kayu kelapa.


Pengaruh dari l ' d. (aktor pada Perilaku Mekanik dari Palang Kayu Kelapa )nuci*era coco+ +7 (Kusnindar Abd. /hau5)
R 2 = 0,9653 0 10 20 30 40 50 60 4 8 12 16 20 24 L / d. max R 2 = 0,8105 0 200 400 600 800 4 8 12 16 20 24 L / d. ? max (10 6 /mm)

<ambarkan 8. #engaruh dari , ' d. 5aktor ke "a"atnya bentuk dari palang kayu kelapa. Berdasarkan <ambar 7 terlihat pertambahan nilai , ' d. akan meningkatkan kekakuan balok sampai pada batas ter%adinya kegagalan lentur dan geser se"ara bersamaan (kegagalan kombinasi). Dalam konteks ini untuk kayu Kelapa dengan kerapatan 3.)* g = "m 3 dan kadar mengudara 1).3)' kegagalan kombinasi ter%adi pada , ' d. ? 1+ dengan kekakuan 1373.27 C 13 + kJm * . 9elan%utnya karena pengaruh angka kekakuan itu maka ter%adi keragaman pola retak balok sebagaii berikut; karena 5aktor "a"at kayu dan pola susunan serat yang tidak se%a%ar sempurna maka ter%adi penyimpangan garis retakan sebagaimana lintang ditun%ukkan dalam <ambar 2. a. #ada balok B18 B12 dan B*3 ter%adi kegagalan lentur sebagaimana dalam <ambar 2.b. retak dimulaii area dari serat terluar dengan retak pada 1 = 3 tengah bentang.
304 1070,87 336,08 R 2 = 0,6558 0 300 600 900 1200 MEMASUKI 4 8 12 16 20 24 L / d. EI

<ambarkan 7. #engaruh dari , ' d. 5aktor ke sti55nes dari palang kayu kelapa. 6igur 2. (satu ) pola rekahan 0intang dari 5leCure dan area kegagalan gunting besar (b ) pola rekahan Bu%ur dari kegagalan 5leCure dari palang kayu kelapa a b
+2 J. Ilmu Pengetahuan Dan Teknologi Kayu tropis ol. !" #o. $" $%%&

<ambarkan &. a. kegagalan 9eimbang b. kegagalan <unting Besar 9elan%utnya kegagalan kombinasi ter%adi pada balok B1* dan B1+ sebagaimana disa%ikan dalam <ambar &.a. Keretakan ter%adi se"ara bersamaan di daerah lentur dan geser. #ada balok dengan kegagalan geser retak yang ter%adi pada daerah sekitar area tumpuan yang dimulai dari sekitar sumbu netral balok sebagaimana disa%ikan dalam <ambar &.b. Kesimpulan Karakteristik mekanik kayu Kelapa umur 33 tahun pada kondisi kering udara adalah kerapatan( ) ? 3. )* g = "m 3 elastisitas modulus (:OK) ? 1+. +72 :#a kuat tarik se%a%ar( tr == ) ? 31. 31 :#a kuat tekan se%a%ar( tk == ) ? 12. 23 :#a kuat geser( == ) ? 13. 1) :#a Dan Kuat lentur (:OE) ? +2. &8 :#a. De5ormasi akibat beban aksial tarik se%a%ar serat bersi5at linier dengan regangan maksimum 3.33*1 dan de5ormasi akibat beban tekan se%a%ar serat bersi5at nonlinier dengan regangan maksimum 3.3132. untuk men"apai kondisi kegagalan lentur pada aplikasi balok maka harus digunakan 5aktor , ' d. ? 1+ dan sebaliknya %ika dibutuhkan kondisi kegagalan geser. Dalam hal ini kenaikan 5aktor , ' d. menyebabkan penurunan kapasitas yang disertai dengan peningkatan kemampuan berde5ormasi. 9emakin besar nilai , ' d. maka semakin besar pula lendutan dan kelengkungan maksimum yang dapat di"apai oleh balok kayu Kelapa. Da(tar Pustaka Barrett I.; 6. #elarian diri; 4. 0au. 1&&). Akibat ukuran di ,erlihat Disusun ,ertatih 9truktural Rang Kayu 0unak. Iurnal dari Bahan di ,ehnik 9ipil. 7 ( 1); 1& - 33. -n5okom 9ulteng biro pena. *337. #otensi #erkebunan 9ula!esi,engah. http;==!!!. in5okomSsulteng. pergi. identitas = sulteng. #F#. (1* 6ebruari *332). Blass F.I.; #. Aune; B.9. /hoo; E. <orla"her; D.E. <ri55iths; <. 9te"k. 1&&). 0angkah Ean"ang-bangun kayu -. Fout pusat Jetherland. /hang /. ,.; #. :onteiro; K. 9hyu. 1&&8. #erilaku dari :armer di ba!ah ,ekanan. Iurnal dari :ateri di ,ehnik sipil. 2 (3 ); 1)7 - 173. <ere I.:. dan 9.#. ,imoshenko. 1&27. #eralatan mekanis dari Bahan. /ali5ornia 4ads!ort -n".. -9O. 31*& - 1&7) (K ). #en"uplikan dan #ersyaratan >mum >%i 6isika dan :ekanika Kayu. reshke E.<.; :. :ohammad; I.F.#. Huenne$ille. *33*. #engaruh dari #arameter kon5igurasi Fubungan pada Kekuatan dari ,egaklurus untuk Butiri Kayu terpalang Koneksi. Disertasi. Departement dari perdata Ean"ang-bangun #erguruan ,inggi :iliter kera%aan dari Kanada Kingston Ontario. E9J-3 *33*. ,ata /ara #eren"anaan Konstruksi Kayu -ndonesia. Badan 9tandarisasi Jasional. 9oltis 0.A. dan D.E. Blok pan"ang 1&&7. :enekuk ke <unting Besar Easio :endekati untuk :enyorotkan Desain. #roduk hutan Iurnal +7 (1 ); 13+ - 132.

9ulistya!ati -. *338. Easio dari <unting Besar untuk :enekuk #embelokan dan -ni :empengaruhi untuk :enekuk Kekakuan (K-) dari #alang Kayu. I. Kayu tropis 9". T ,eknik + (* ); ++ - +&. :akalah masuk( didapat ) ; 3+ April *332 Diterima( diterima ) ; 3) :ei *332 re$isi terakhir( re0isi akhir ) ; 1* :ei *332 Kusnindar Abd. /hau5 9ta5 #enga%ar Iurusan ,eknik 9ipil 6akultas ,eknik uni$ersitas ,adulako ( Dosen dari Departemen Tehnik 3ipil8 (akultas dari Tehnik sipil8 4ni0ersitas Tadulako ) 9ula!esi Kampus Bumi ,adulako ,ondo #alu ,engah ,el; 3+)1 **811 eCt. 183 F#; 3213+1177)38 K-mail; kusSuntadLyahoo. "o. identitas *satu + *b +
Kekuatan Penekuk dari ertikal dan 9orisontal Menempelkan Melaminasi Kayu oleh : Panampang;lintang Ditrans*ormasikan : <ara +& (-. 9ulistya!ati J. Jugroho 9. 9ur%okusumo dan R.9. Fadi)

Kekuatan &entur Ditempelkan Laminasi *Glulam+ Horisontal Kayu 3ertikal dan dengan Metode 4 Ditransformasikan Panampang-lintang 4 Kekuatan Penekuk dari ertikal dan 9orisontal Menempelkan Melaminasi Kayu oleh :Ditrans*ormasikan : <ara Panampang;lintang
-. 9ulistya!ati J. Jugroho 9. 9ur%okusumo dan R.9. Fadi
Pemisahan Kekuatan penekuk dengan ditempelkan laminasi (glulam) kayu siapa pelat tipis disusun se"ara horisontal akan membedakan dari dengan tegak lurus disusun. #erbedaan penting adalah dikenal dan terpakai seperti bahan pertimbangan di pengaturan pelat tipis dari glulam sorotkan. #enentuan dengan pengaturan pelat tipis tepat akan menghasilkan pada kekuatan maksimal dari desain. Arah dari penelitian ini adalah ke teliti penekanan kekuatan atau pelentukan pada masing-masing lapisan pelat tipis termasuk penekanan maksimum atau modulus dari perpe"ahan (:OE) dari horisontal atau $ertikal glulam sorotkan. Analisa dikendali oleh penggunaan UDitrans5ormasikan Area #anampanglintangU kiat. :asing-masing glulam me!akili 5ormasi pelat tipis dari dua %enis kayu dengan elastisitas modulus lebih tinggi (:OK) dari Kempas ( Koompassia malaccencis :aing) dan turunkan satu dari Borneo (:en"ampur Ienis). #elat tipis dengan tingkat yang lebih tinggi :OK adalah disusun di tepi bagian atas dan pega!ai rendahan untuk glulam horisontal tepi benar dan sebelah kiri untuk $ertikal glulam sorotkan. #elat tipis dengan pega!ai rendahan :OK disusun di tengah-tengah palang. #erbandingan dengan lebih tinggi ke pega!ai rendahan :OK dari pelat tipis adalah sekitar 1.)3 sampai 1.73. KpoCy K4A - 1*3 sebagai adhesi5 buatan dipergunakan dengan 1)3 g = m * a!ur lem. Fasil dari pengu%ian laboratori dari berdua glulam mengetik sho!ed bah!a maksimum rata-rata isi dari $ertikal glulam adalah 13.)3' lebih tinggi dibandingkan glulam horisontal palang maupun :OE dari $ertikal glulam adalah sekitar *7' lebih tinggi dibandingkan horisontal glulam sorotkan. Berlandaskan ditrans5ormasikan area panampang-lintang kiat kekuatan nominal dari horisontal glulam yang punya 5ungsi linier pada ketinggian seluruh. Jyata kekuatan yang ter%adi di pelat tipis dari horisontal glulam menyorotkan dengan pega!ai rendahan :OK adalah

kekuatan lebih ke"il dibandingkan nominal. Jyata kekuatan yang ter%adi di symmetri"ally $ertikal glulam menyorotkan pada pun"aknya arah adalah maksimal pada bagian atas dan sisi paling rendah sementara ini adalah nol di baris netral. Kata kunci: elastisitas modulus modulus dari perpe"ahan ditrans5ormasikan area panampang-lintang ditempelkan laminasi (glulam). Pendahuluan Didalam perkembangan peren"anaan struktur peren"ana mempunyai ino$asi dan daya kreati5 tinggi. #eren"ana struktur "enderung men"ari kemungkinan peren"anaan yang sesuai dengan kegunaan dan memenuhi syarat kekuatan serta ekonomis. Ienis bahan bentuk dan metoda struktur merupakan hal yang perlu mendapat pertimbangan didalam suatu peren"anaan. <lulam merupakan salah satu pilihan yang tepat. <lulam singkatan dari Ditempelkan ,aminasi adalah susunan beberapa lapis kayu direkatkan satu sama berada se"ara sempurna men%adi satu kesatuan tanpa ter%adi diskontinuitas perpindahan tempat (<urdal et al . 1&&&). Arah serat seluruh lapisan paralel terhadap pan%ang balok. Dua prinsip desain laminasi adalah materi memaksimalkan dimensi dengan meminimalkan apabila kedua prinsip tersebut dapat dilakukan se"ara simultan maka tu%uan penggunaan laminasi dapat di"apai se"ara maksimal sehingga laminasi merupakan desain ekonomis dengan tetap memenuhi prinsip struktural (Bodig dan Iayne 1&&3). Iuga beberapa pernyataannya materi adalah kayu sebagai alamiah berupa balok atau bukukan mungkin belum merupakan produk yang e5isien sebagai komponen struktural; sebuah balok kayu utuh dengan adanya "a"at kayu kapasitas memikul beban men%adi lebih ke"il; dengan memotong men%adi beberapa pelat tipis lapis lebih tipis yang biasa disebut dan kemudian melekatkan kembali dengan menghilangkan "a"at kayu atau mengatur posisi "a"at kayu se"ara tepat maka si5at mekanisnya akan meningkat. 0apisan kayu dapat diatur dengan mutu disesuaikan dengan 5ungsi ditin%au dari segi kemampuan struktural didalam menerima beban. Dengan susunan lapisan yang mempunyai mutu berbeda pada lapis tertentu akan meningkatkan si5at mekanis kayu antara membohongi kekuatan dan kekakuannya. Dengan menyusun lapisan kayu dan memberikan lapisan yang mempunyai mutu lebih tinggi pada daerah dengan tegangan besar dan mutu yang lebih rendah pada daerah lainnya penampang laminasi akan beker%a e5ekti5 didalam menerima beban lentur sehingga akan mempengaruhi kekuatan lentur maupun kekakuan dari satu kesatuan laminasi tersebut. Eitter dan 4illiamson (1&&)) menyatakan bah!a glulam dapat dibuat se"ara horisontal yang disebut glulam horisontal dengan penempatan laminasi dengan kualitas tinggi pada posisi teratas dan terba!ah balok; didalam perkembangan desain %uga dikembangkan glulam $ertikal untuk sistim dek %embatan.
)3 J. Ilmu Pengetahuan Dan Teknologi Kayu tropis ol. !" #o. $" $%%&

Ditin%au dari segi ekonomis kelebihan laminasi

adalah; mempunyai kemampuan meningkatkan dimensi materi yaitu dari persediaan yang lebih ke"il atau tipis dapat disusun men%adi satu kesatuan laminasi dengan dimensi yang lebih besar; mempunyai kemampuan membuat bentuk struktural seperti lengkung yang mana materi hal ini sulit apabila menggunakan lainnya; mempunyai nilai keindahan ditin%au dari segi arsitektural. Fal hal tersebut di atas men%adikan laminasi mempunyai nilai tambah atau nilai %ual yang lebih tinggi. 9alah satu ka%ian dalam menganalisis kekuatan glulam adalah untuk mengetahui tegangan lentur atau normal sering %uga dikatakan sebagai tegangan yang ter%adi akibat adanya pengaruh lentur. Modulus dari Perpecahan ( M-/ ) merupakan kekuatan atau tegangan lentur maksimum ter%adi pada serat tepi atas dan ba!ah masing masing mengalami lentur tekan atau tarik. #elat tipis materi dimodelkan sebagai eki$alen homogen dengan M-. konstan pada seluruh penampang. Didalam analisis kekuatan glulam tidak dapat dilakukan seperti pada balok dengan kayu utuh oleh karena glulam tersusun dari materi beberapa lapis dengan M-. berbeda. Analisis kekuatan untuk glulam dilakukan menggunakan metoda V Ditrans*ormasikan Panampang;lintang W yaitu metoda penggunaan kon$ersi nilai M-. yang ber$ariasi pada masing masing terhadap satu nilai pelat tipis M-. dan metoda ini pelat tipis mempunyai pengaruh mengurangi lebar dengan M-. rendah pelat tipis dan menambah lebar dengan M-. tinggi (Bodig dan Iayne 1&&3). W Ditrans*ormasikan 3eberang Bagian W merupakan potongan melintang trans5ormasi materi komponen homogen dengan satu nilai M-. yang merupakan hasil perubahan dari bentuk komponen komposit (Bir dan Iohnston 1&&*). #rediksi kekuatan glulam dilakukan dengan metoda W Ditrans*ormasikan 3eberang Bagian W dibandingkan terhadap pengu%ian laboratorium menghasilkan nilai yang hampir sama (dan Kim searah angin *333). ,u%uan dari penelitian ini adalah menganalisis pelat tipis kekuatan atau tegangan lentur pada setiap lapisan in"l. tegangan lentur maksimum atau modulus dari perpecahan ( M-/+ balok glulam yang disusun se"ara dan $ertikal horisontal dan membandingkan hasil keduanya. Bahan dan Metode Penelitian #enelitian dilakukan di 0aboratorium Keteknikan Kayu -nstitut #ertanian Bogor Darmaga Bogor dari persiapan bahan pembuatan "ontoh u%i sampai dengan pengu%ian laboratorium. Kayu yang dipergunakan adalah %enis kayu Kempas( Koompassia Malaccensis :aing) dan Borneo( Mencampur Jenis ) yang dibeli di pasaran dengan ukuran 8 "m C 1* "m C +33 "m pada dimensi tebal lebar dan pan%ang. Bahan perekat yang digunakan didalam pembuatan glulam adalah perekat sintetis .po=y Ikat .>A 1*3. Dari balok tersebut terlebih dahulu diadakan pemilahan kekuatan( tekan susun ) dengan u%i lentur menggunakan alat Panter kemudian ditentukan kelas kuat -ndonesia kayu berdasarkan 9tandar Jasional (9J- *33*)

tentang V ,ata /ara #eren"anaan Konstruksi Kayu W. Dari kayu yang telah dikelompokkan berdasarkan kelas kuat pelat tipis kayu dibuat ukuran 1.*) "m C ) "m C 78 "m dengan seluruh permukaan diserut halus. #elat tipis :asing masing diadakan pemilahan dan dikelompokkan berdasarkan kelas kuatnya. #elat tipis Dari hasil pemilahan menun%ukkan bah!a kelas kuat kayu Kempas antara .?! - .$? dan Borneo antara .?% ; .?@ . <lulam terdiri dari + (empat) pelat tipis lapis dengan kelas kuat tinggi yaitu dari kayu Kempas disusun masing masing pada sisi atas dan ba!ah untuk glulam dan sisi kiri dan kanan untuk glulam $ertikal horisontal pelat tipis sedangkan pada bagian tengah merupakan dari kayu Borneo dengan M-. lebih rendah. #elat tipis 9usunan horisontal berdasarkan kelas kuat untuk glulam dan $ertikal dapat dilihat seperti pada <ambar 1. #emberian #erekat dengan berat labur 1)3 g = m * dilakukan pada kedua pelat tipis pemukaan antar lapis kemudian diklem selama *+ kema"etan. Dimensi glulam adalah ) "m C ) "m C 78 "m. #engu%ian lentur glulam dilakukan berdasarkan ketentuan yang diatur dalam Masyarakat amerika untuk Test dan Bahan (A9,:) D. 1+3 V <ara standar dari Test 3pesimen Bersih kecil dari Kayu :8 Bagian & ; 3tatis Pelentukan (A9,: *33)). Balok glulam diletakkan dengan bentang bersih 71 "m di atas perletakan sendi dan rol. Balok dibebani dengan * (dua) buah beban terpusat masing masing terletak pada %arak 1 = 3 bentang bersih ( titik ketiga isi ). #embebanan diberikan hingga ter%adi keruntuhan pada balok dan diadakan pemba"aan pertambahan besar beban dan de5leksi yang ter%adi ditengah bentang. #engu%ian dilakukan dengan uni$ersal :esin #engu%i menggunakan merk BaldAin . Kadar mengudara diukur beberapa saat sebelum pengu%ian dengan bantuan alat konten kelembaban digital dan diperoleh nilai sekitar 1+ ( 18 '. 9usunan + (empat) pelat tipis lapis dengan M-. lebih horisontal tinggi pada sisi atas dan ba!ah untuk glulam dan sisi kiri dan kanan untuk glulam $ertikal. 9usunan dengan masing masing nilai pelat tipis M-. dapat dilihat pada ,abel 1 perbandingan M-. tinggi terhadap rendah sekitar 1.)3 sampai dengan 1.73. Kelas Kuat( . ) menyatakan nilai M-. kayu( . n 1) C 13.333 kg = "m * (9J*33*). 9ebagai "ontoh . *1 mempunyai nilai M-. ? *33. 333 kg = "m * . 9e"ara skematis gambar penampang glulam serta letak pembebanan pada pengu%ian lentur dilaboratorium dapat dilihat seperti pada <ambar 1. ,egangan lentur yang ter%adi pada setiap ketinggian penampang terlebih dahulu dihitung sebagai tegangan lentur berdasarkan penampang dengan masingmasing nominal M-. pelat tipis lapisan yang telah ditrans5ormasi pelat tipis pada satu tertentu. #ada kasus ini ditentukan M- K pelat tipis yang tetap adalah pada lapisan atas untuk glulam
Kekuatan Penekuk dari ertikal dan 9orisontal Menempelkan Melaminasi Kayu oleh : Panampang;lintang Ditrans*ormasikan : <ara )1 (-. 9ulistya!ati J. Jugroho 9. 9ur%okusumo dan R.9. Fadi)

dan tepi pada glulam $ertikal horisontal M-. terbesar ditentukan sebagai pengukur sedangkan lainnya sebagai

nilai trans5ormasi. ,abel 1. pengaturan dari pelat tipis berlandaskan susun kekuatan dari kayu. <ambarkan 1. Bagan pengu%ian test pelentukan. /atatan; (satu ) Dua test pemuatan titik (# ? isi; 0 ? %engkal) (b ) diagram saat #elentukan (" ) Forisontal glulam panampang-lintang (d. ) .ertikal glulam panampang-lintang .KE,-KA0 <0>0A: FOE-9OJ,A0 <0>0A: 9usun Kekuatan spesimen 9usun Kekuatan 9pesimen F1 *1 .1 *1 1+ 1+ *1 F* *3 .* *3 13 13 *3 F3 1& .3 1& 13 13 1& F+ 12 .+ 12 11 11 12 F) 18 .) 18 13 13 18

P
,ransdu"er geseran

,=6,=6,=6 (satu ) (b ) (" ) (d. )


)* J. Ilmu Pengetahuan Dan Teknologi Kayu tropis ol. !" #o. $" $%%&

#elat tipis 6aktor trans5ormasi dari lapisan adalah;


# i

E # = E (1 )
dimana; n ? 5aktor trans5ormasi . n ? M-. pengukur . aku ? M-. aku tertrans5ormasi pada lapisan ke 9e"ara umum tegangan lentur dapat dinyatakan nominal

y I M
t$ #

= (* )

dimana;

? tegangan lentur nominal (kg = "m * ) : ? momen ? 1 = 8 P, (kg"m) I tr ? momen inersia trans5ormasi ("m + ) R ? %arak titik tin%auan terhadap garis netral penampang ("m) Dari tegangan lentur dapat ditentukan tegangan nominal aktual yang ter%adi pada setiap titik dengan memperhitungkan kembali pengaruh M-. asalnya sehingga dapat dituliskan bah!a
# i i t$ t$

b yb I = M (3 )
%atu

dimana; X satu ? tegangan lentur aktual (kg = "m * ) b aku ? aku lebar balok pada lapis ke
i t$

b ? aku lebar balok trans5ormasi pada lapis ke

dan (+ )

=
# i aku t$ i t$ 2

()

Aku %atu &. 2

t$

MEM !"#$ 3

horisontal untuk glulam

12 A'( 1 b
t$ # i t$

aku

untuk glulam $ertikal dimana;


i
t$

MEM !"#$ ?

momen inersia elemen tertrans5ormasi aku ("m + )

)A*( ? pelat tipis luas lapisan tertrans5ormasi aku ("m * ) d aku ? %arak titik berat elemen terhadap garis netral aku penampang ("m) h ? tinggi penampang ("m) Hasil dan Pembahasan Oleh karena balok glulam yang diteliti adalah simetris
t$

pada arah ketinggiannya maka kekuatan lentur maksimum tarik dan tekan adalah sama tarik ter%adi pada serat sisi ba!ah dan tekan pada sisi atas penampang glulam. Kekuatan lentur maksimum ter%adi pada daerah yang mengalami momen lentur terbesar yaitu di tengah bentang di antara dua beban terpusat. Dari hasil pengamatan akibat ter%adinya leturan pada balok glulam ter%adi menyelipkan di antara lapisan pada daerah tarik. Fal ini seharusnya tidak diharapkan apabila penampang glulam adalah monolit. ,idak menyatunya antar lapisan glulam disebabkan kurang prosa sempurnanya perekatan menyebabkan penurunan si5at mekanis glulam sehingga kekuatan akan menurun hal ini dinyatakan pula oleh 9ulistya!ati dan 9ur%okusumo (*333) dan 9ulistya!ati et al. (*332) . Kerusakan( kegagalan ) dari glulam $ertikal seperti layaknya pada kayu utuh yaitu dia!ali kerusakan pada serat tertepi daerah tarik. <aya horisontal maksimum yang dapat dipikul pada balok glulam adalah antara 1*2+ ( 17*& kg dan rata rata 1+2* kg sedangkan 13+1 ( 1&3+ kg untuk balok glulam $ertikal dengan rata rata 1823 kg. /5 67 /51 8 /5 6/ /5#89 /56$/ /57$1 /578/ /59 6 /5876 /51/" " 1"" /5""" /51"" 85""" 851"" M9MA%:K; / 8 6 1 $ Angka spesimen ;si terakhir *kg+ Glulam horisontal Glulam <ertikal <ambarkan *. isi >lltimate dari horisontal dan $ertikal glulam sorotkan.
Kekuatan Penekuk dari ertikal dan 9orisontal Menempelkan Melaminasi Kayu oleh : Panampang;lintang Ditrans*ormasikan : <ara )3 (-. 9ulistya!ati J. Jugroho 9. 9ur%okusumo dan R.9. Fadi)

" 1"" /5""" /51""


M=' *kg > cm 8 +

Horisontal Glulam /5"// 7"/ 79# 77/ 7/7 3ertikal Glulam /589" /589" /5/67 /5"89 76# /8 61 <ambarkan 3. :odulus dari #erpe"ahan dari glulam sorotkan. 778 /5/8/ 0 1"" /5""" /51""

M=' *kg > cm 8 +

3ertikal Glulam horisontal Glulam <ambarkan +. rata-rata dari :odulus dari #erpe"ahan dari glulam sorotkan. Dari hasil analisis untuk kedua %enis balok <lulam diperoleh hasil bah!a seluruh M-/ balok <lulam $ertikal horisontal adalah lebih tinggi daripada glulam (<ambar 3). Jilai M-/ "ontoh u%i 1 (satu) sampai dengan ) (lima) yaitu dengan kombinasi M-. yang lebih tinggi sampai horisontal dengan lebih rendah untuk balok glulam dan $ertikal menurun dan dapat dinyatakan dengan persamaan masing masing y 1 ?6.%$& = $ ;?%&. &! = B ?%!C dengan / $ 1 %. @67& dan y 1 ; $@.@C7 = $ B 6$. ??6 = B?$D6. ! dengan / $ 1 %. D&D6 . Eata rata M-/ balok horisontal glulam adalah 22* kg = "m * dan 1 1*1 kg = "m * untuk balok glulam $ertikal sehingga M-/ balok glulam $ertikal adalah *7' lebih besar dibandingkan dengan horisontal balok glulam (<ambar +). 9ketsa tegangan lentur maupun aktual yang nominal ter%adi pada setiap lapis tin%auan dari penampang balok glulam dapat dilihat seperti pada <ambar ). 9ebagai gambaran didalam perhitungan tegangan lentur aktual balok glulam menggunakan metoda horisontal V Ditrans*ormasikan Panampang;lintang W data diambil pengu%ian lentur balok glulam nomor 1 (satu). 9usunan M-. + lapis dari lapisan teratas sampai terba!ah adalah pelat tipis masing masing *33 333 kg = "m * ( . *1) 133 333 kg = "m * ( . 1+) 133 333 kg = "m * ( . 1+) dan *33 333 kg = "m * ( . *1). ,egangan lentur yang diperoleh pada serat tepi nominal tertekan (teratas) dan tertarik (terba!ah) adalah 1 311 kg = "m * . 6aktor trans5ormasi n masing masing lapisan pelat tipis dapat dihitung menggunakan rumus 1 dari nilai pelat tipis tersebut dapat diperoleh lebar tertrans5ormasi. ,egangan lentur aktual dihitung pada masing masing pelat tipis ketinggian berdasarkan rumus 3. 9ebagai /ontoh pelat tipis tegangan lentur aktual pada tepi atas dengan ketinggian 1.*) "m diba!ah garis netral adalah )38 kg = "m* C( (13 333 = *3 333) () ) = )) ? 3*& kg = "m * . ,erlihat bah!a pada lapisan dengan M-. lebih ke"il tegangan lentur aktual %uga lebih ke"il dibandingkan tegangan nominalnya. #engurangan nilai tegangan lentur aktual pelat tipis sebanding dengan 5aktor trans5ormasi pada lapisan. 9e"ara rin"i seluruh nilai tersebut dapat dilihat seperti pada ,abel *.
)+ J. Ilmu Pengetahuan Dan Teknologi Kayu tropis ol. !" #o. $" $%%&

,abel * kekuatan #enekuk dari horisontal glulam pada masing-masing ketinggian. <ambarkan ). kekuatan #enekuk diagram dari glulam horisontal. /atatan; (satu ) Forisontal glulam panampang-lintang( h ? ketinggian; b ? lebar; b tr ? lebar alihragam; = ? poros horisontal; y ? poros $ertikal) (b ) panampang-lintang Ditrans5ormasikan (" ) Diagram dengan kekuatan pelentukan nominal (d. ) Diagram dengan kekuatan pelentukan nyata <ambarkan 8. kekuatan penekuk diagram dari glulam $ertikal. /atatan; (satu ) .ertikal glulam panampang-lintang (b ) panampang-lintang Ditrans5ormasikan

(" ) Diagram dengan kekuatan pelentukan nominal(?kekuatan pelentukan nyata) Ketinggian Bagian ("m) :enekuk Kekuatan (kg = "m * ) Jyata yang nominal *.) - 1 311 - 1 311 1.*) - )38 - )38 1.*) - )38 - 3*& :K:A9>K-1. *) )38 3*& -1. *) )38 *.) 1 311 1 311 b b tr

(b ) % & (" ) % & (d. )


b

' ( (satu )
h

% & (" ) y
b

' (satu )
h

(b )
Kekuatan Penekuk dari ertikal dan 9orisontal Menempelkan Melaminasi Kayu oleh : Panampang;lintang Ditrans*ormasikan : <ara )) (-. 9ulistya!ati J. Jugroho 9. 9ur%okusumo dan R.9. Fadi)

,egangan lentur maupun aktual yang nominal ter%adi pada glulam $ertikal yang simetris pada arah ketinggiannya adalah linier maksimum pada serat sisi atas dan ba!ah serta nol pada garis netralnya dapat dilihat pada <ambar 8. Fal -ni ,er%adi Oleh Karena pelat tipis masing masing mempunyai lebar trans5ormasi yang tetap pada seluruh ketinggiannya tidak ter%adi pelat tipis perubahan lebar oleh karena M-. sama pada seluruh ketinggian laminanya. ,egangan maksimum pada serat sisi atas dan ba!ah merupakan nilai M-/ dengan masing masing nilai untuk kelima %enis benda u%i glulam $ertikal dapat dilihat seperti pada <ambar 3. Kesimpulan dan %aran Dari hasil penelitian ini dapat disimpulkan bah!a gaya maksimum balok gulam $ertikal 13.)' lebih tinggi horisontal %ika dibandngkan dengan balok glulam; M-/ glulam $ertikal lebih tinggi *7' dari pada glulam

horisontal artinya glulam $ertikal lebih kuat dari glulam horisontal; ter%adi perbedaan nilai antara tegangan lentur pelat tipis dan aktual pada lapisan nominal tertentu pada horisontal balok glulam; besar tegangan lentur nominal pelat tipis dan aktual pada masing masing ketinggian balok glulam $ertikal adalah sama; kerusakan( kegagalan ) balok glulam horisontal sering dia!ali dengan ter%adinya terpeleset pada sambungan antara lapisan diikuti kerusakan pada serat terba!ah daerah tarik sedangkan kerusakan balok glulam $ertikal ter%adi hanya pada serat terba!ah daerah tarik. Disarankan mengadakan penelitian lan%utan untuk mendapatkan kekuatan lentur balok glulam horisontal dan $ertikal dengan dimensi penampang melintang pelat tipis %umlah dan $ariasi M-. berbeda yang dihitung dengan metoda V Ditrans*ormasikan Panampang;lintang W dibandingkan dengan "ara kon$ensional. Da(tar Putaka :asyarakat amerika untuk ,est dan :ateri (A9,:). *33). Buku tahunan dari A9,: 9tandar. .olume 3+. 13. Kayu. D. 1+3 - 3) /ara 9tandar dari :engu%i 9pesimen Bersih Ke"il dari Kayu. Bagian 2; #elentukan statis. A9. Bir 6.#. dan K.E. Iohnston. 1&&*. #eralatan mekanis dari Bahan. Bukit :"<ra!. 0ondon. Bodig I. dan B.A. Iayne. 1&&3. #eralatan mekanis dari Kayu dan <abungan kayu. #erusahaan #enerbitan Krieger :alabar 6lorida A9. <urdal G.; E.,. Fa5tka; #. Fa%ela. 1&&2. Desain dan Optimisasi dari :elaminasi Bahan <abungan. Je! york; Iohn 4iley T Anak 0elaki -n". 9earah angin I.I. dan <./. Kim. *333. Bela%ar pada Kstimasi dari Fak :ilik Kekuatan dengan Ditempelkan Rang 9truktural :elaminasi Kayu aku; #enentuan dari Iumlah :aksimum :OK seperti -nput .ariabel. Iurnal dari #engetahuan Kayu +8 (* ); 11) - 1*1 Eitter :.A. dan ,.<. 4illiamson. 1&&). Kayu <lulam Iembatani Desain pada Amerika 9erikat. /ara beker%a dari *7 Eapat dari De!an -nternasional untuk Bangunan ,eliti #embahasan dan Dokumentasi. Ierman; uni$ersitat Karlsuhe /-B 412 = *7 - 1. -ndonesia 9tandar Jasional (9J-). *33*. ,ata /ara -ndonesia #eren"anaan Konstruksi Kayu. Badan 9tandarisasi Jasional (B9J). -ndonesia. 9ulistya!ati -. dan 9. 9ur%okusumo. *333. #erilaku dari Forisontal dan .ertikal :enempelkan :elaminasi Kayu Di ba!ah -si #elentukan. /ara beker%a dari ,imur ke sembilan Kon5erensi ,enang Asia pada Ean"ang-bangun 9truktural dan Konstruksi. 18 - 12 Desember *333 Bali. Fal; :,9 - 1. 9ulistya!ati -.; J. Jugroho; 9. 9ur%okusumo; R.9. Fadi. *332. Kiner%a dari Ketebalannya #elat ,ipis untuk 9e"ara horisontal :enempelkan :elaminasi #alang. /ara beker%a dari 13 Kon5erensi dunia pada Ean"ang-bangun Kayu. Iuni *332 :iyaOaki Iepang. halaman 1)*. :akalah masuk( didapat ) ; *& Ianuari *332

Diterima( diterima ) ; 33 :ei *332 re$isi terakhir( re0isi akhir ) ; 3* Iuli *332 -ndah 9ulistya!ati :ahasis!a :emprogram #as"a 9ar%ana Departemen Fasil Futan 6akultas Kehutanan -nstitut #ertanian Bogor ( 3isAa lulus di Departemen Produk 9utan8 (akultas dari Ilmu Kehutanan8 Pertanian uni0ersitas Bogor ) dan Dosen Iurusan ,eknik 9ipil 6akultas ,eknik 9ipil dan #eren"anaan uni$ersitas ,risakti ( Dosen dari Departemen Perdata8 (akultas dari Perdata Merekayasa dan Merencanakan8 4ni0ersitas Trisakti ) ,el; 3218131883+; 3213111&831 K-mail; indahusaktiLyahoo. "om Jares!oro Jugroho 9ur%ono 9ur%okusumo dan Rusu5 9udo Fadi Departemen Fasil Futan 6akultas Kehutanan -nstitut #ertanian Bogor ( Departemen Produk hutan8 (akultas dari Ilmu Kehutanan8 Bogor 4ni0ersitas pertanian ) ,el; 3*)1 - 8*1*2) F#; 321118)*3* (9ur%ono 9ur%okusumo) K-mail; nares!oroLyahoo. "om yshadiLindo. %aring. identitas
)8 J. Ilmu Pengetahuan Dan Teknologi Kayu tropis ol. !" #o. $" $%%&

%erat Karung %i(at )isis Mekanis Papan Partikel dari %erat atau %erat Abaka setelah Perlakuan :ap (isik dan 9ak Milik Mekanis dari Particleboard Buat Dari Dikukus 3erat Karung Diperlakukan atau 3erabut Pisang Abaca
6irda Aulya 9yamani Kurnia 4i%i #rasetiyo -smail Budiman 9ubyakto dan Bambang 9ubiyanto
Pemisahan <abungan buat dari serat alami yang punya beberapa kelemahan terutama pada bengkak ketebalan sehubungan dengan serabut perubahan dimensional semasa bengkak dari dinding sel serabut atau perubahan dimensi lumen oleh uptaken kelembaban. >ap air perlakuan pada serabut telah diharapkan dapat mengurangi serabut menyiram absorbansi oleh a"uan plasti"iOed dari dinding sel serabut. 9erabut dari 9erat Karung dan #isang Aba"a di"in"ang ke dalam 3.) ( *.3 "m dari pan%ang. Kukus treament dikendali di auto"la$e untuk 33 menit pada 1.1) atm dari desakan dan 1*1Y/ dari suhu. :en"in"ang serabut dikeringkan di 83Y/ o$en untuk memperoleh +' konten kelembaban. :engeringkan serabut di"ampur dengan 13' 5ormaldehida urea (>6) damar atau melamin 2' dan 13' urea 5ormaldehida (:6) damar (berlandaskan berat dari serabut kering o$en). :enempelkan serabut dibentuk ke dalam *)"m C *)"m C 3.2"m kusut kemudian tergen"et yang panas pada *3 kg5 = "m * paksa untuk 13 menit. :enargetkan kepadatan adalah 3.7 g = "m 3 . <abungan sekarang dikendali di suhu-kamar untuk keseimbangan kelembaban ke en$iroment. 6isik karakteristik mekanik dan test diselesaikan berlandaskan I-9 satu )&32 untuk papan partikel. :engukus perlakuan dapat ditingkatkan 5isik dan hak milik mekanik dari parti"leboard buat dari serabut serat karung mempergunakan 2' :6. Kata kunci: 3erat karung8 Pisang abaca8 kukus perlakuan8 autocla0e8 gabungan8 *isik dan hak milik mekanis Pendahuluan

#eman5aatan serat alam sebagai bahan baku produk papan partikel masih membutuhkan berbagai penelitian untuk mendapatkan si5at produk yang memenuhi standar. #roduk papan partikel dari serat 9erat Karung Abaka dan masih memiliki kelemahan yaitu si5at pengembangan tebal yang masih tinggi (9yamani et al. *338). #engembangan tebal disebabkan karena perubahan dimensi serat akibat pengembangan dinding sel serat atau perubahan ukuran rongga serat akibat menyerap udara. #enyerapan uap mengudara akan menyebabkan mengembangnya dinding sel serat. 9edangkan rongga serat yang menge"il pada saat pengempaan mudah kembali ke ukuran semula karena perekat tidak dapat memasuki rongga serat dan mengikatnya dengan baik. #engembangan tebal dari produk yang terbuat dari bahan berlignoselulosa dapat diatasi dengan perlakuan uap. 9ekino et al . (1&&7) men%elaskan bah!a perlakuan uap terhadap bahan berlignoselulosa dikelompokkan men%adi perlakuan uap terhadap biomassa sebelum pembentukan kusut pengempaan dengan kukus suntikan (uap mengenai biomass dan perekat) dan perlakuan uap terhadap memasang panel setelah pengempaan panas. #erekat yang digunakan pada perlakuan uap sebelum pembentukan mengusut adalah *ormaldehida urea (>6) atau melamin *ormaldehida urea (:>6). 9edangkan perekat yang digunakan pada perlakuan kukus suntikan tekanan dan perlakuan uap setelah pengempaan panas adalah iso"yanate dan *ormaldehida Eat asam karbol (#6). :enurut 9ekino et al . (1&&&) alasan dari ketidakstabilan dimensi suatu memasang panel adalah perubahan bentuk partikel karena penekanan yang ter%adi se"ara temporer selama pengempaan dan akan kembali ke bentuk a!al ketika partikel menyerap mengudara atau uap udara. Jamun mekanisme pengembangan tebal memasang panel lebih kompleks karena dalam pasang panel sebetulnya partikel berikatan dengan adanya perekat yang dapat men"egah ter%adinya pengembangan tebal. ,er%adinya pengembangan tebal memasang panel merupakan kombinasi dari potensi penemuan ketebalan dari partikel yang didensi5ikasi dan kerusakan dari %aringan ikatan perekat (kekuatan ikatan antara partikel atau tekanan pada ikatan perekat). ,u%uan dari penelitian ini adalah mengetahui pengaruh perlakuan uap dan %enis perekat terhadap si5at 5isis dan mekanis produk papan partikel serat alam yang dihasilkan. Bahan dan Metode 9erat Karung Bahan baku serat dari Blitar Ia!a ,imur berasal dari daun tanaman Aga0e 3isalana . 9edangkan serat Abaka berasal dari batang tanaman Musa te=tilis dari 9ubang Ia!a Barat. 9erat diproses menggunakan mesin dekortikator kemudian dikeringkan di udara terbuka. #erekat urea 5ormaldehida (>6) dan melamin 5ormaldehida (:6) yang digunakan diproduksi oleh #, Adhesi5 -ndustri #almolite Ia!a ,imur (,anpa nama 1&&&).

(isik dan 9ak Milik Mekanis dari Particleboard Buat Dari 3erat Karung Diperlakukan Fang Dikukus atau 3erabut Pisang Abaca )7 (6irda Aulya 9yamani Kurnia 4i%i #rasetiyo -smail Budiman 9ubyakto dan Bambang 9ubiyanto)

#ersiapan serat dilakukan dengan memotong serat 9erat karung dan Abaka sepan%ang 3.) ( *.3 "m. untuk pembuatan papan kontrol o$en serat dikeringkan dalam 83Y/ dengan suhu sampai kadar mengudara serat sekitar +'. 9etelah pengeringan serat siap digunakan dalam pembuatan papan partikel. 9ementara itu serat yang mendapatkan perlakuan uap dimasukkan ke dalam otokla5. Di mana otokla5 (merk Anton*ield ) yang diameter digunakan berupa tabung tertutup dengan 31 "m dan tinggi 7* "m. Dalam otokla5 tersebut udara dipanaskan pada suhu 1*1Y/ selama 33 menit sehingga menghasilkan uap yang bertekanan 1.1) atm. Kemudian o$en serat dikeringkan dalam bersuhu sebelum 83Y/ digunakan dalam pembuatan papan partikel. >kuran papan partikel berupa papan yang dibuat adalah *)"m C *)"m dengan ketebalan 3.2 "m. ,argetkan kerapatan papan adalah 3.7 g = "m 3 #erekat yang digunakan adalah >6 dengan kadar perekat 13' dan :6 dengan kadar perekat sebesar 2' dan 13' berdasarkan berat kering serat. Drum 9erat dan perekat di"ampur dalam pen"ampur( mi=er drum ) menggunakan alat penyemprot ( senGata percikan ). 9erat yang sudah ber"ampur dengan perekat dibentuk hamparan = mengusut dengan tangan untuk membuat papan berukuran *)"m C *)"m. Kusut serat dikempa panas pada tekanan *3 kg5 = "m * 133Y/ suhu untuk perekat >6 dan :6 selama 13 menit. untuk mendapatkan ketebalan yang diinginkan ditempatkan batang ba%a setebal 3.2 "m diantara plat yang berisi serat. #apan yang dihasilkan dikondisikan pada suhu ruang kemudian diu%i si5at 5isis dan si5ak mekanisnya menurut 3tandar Industri Jepang untuk pengu%ian papan partikel (I-9 9A,> )&32). 9i5at yang diu%i antara berada pengembangan tebal (,9) elastisitas modulus (:OK) patah modulus (:OE) keteguhan rekat (-B) dan kuat pegang sekrup (94). :asing masing pengu%ian dilakukan sebanyak + kali ulangan. #engukuran pengembangan tebal papan menurut "ara pengu%ian I-9 satu )&32. >kuran sampel u%i ,9 adalah )"m C )"m. Ketebalan sampel u%i diukur kemudian sampel u%i direndam dalam mengudara pada suhu ruang selama *+ kema"etan. 9etelah perendaman sampel dikeluarkan dari udara dilap dari mengudara yang menetes dan diukur ketebalannya. Besarnya pengembangan tebal karena penyerapan udara dapat dihitung dengan membandingkan perubahan tebal terhadap tebal a!al sampel. #engukuran ,9 dilakukan dengan + kali ulangan. Adapun rumus perhitungan ,9 papan partikel adalah sebagai berikut; ,9 ? (Ke A ,s) = Ke C 133' di mana; Ke ? tebal a!al papan partikel (mm) ,s ? tebal papan partikel setelah perendaman (mm)

#engu%ian si5at mekanis menggunakan alat u%i Mesin PenguGi uni0ersal merk 9himadOu. Fasil pengu%ian si5at mekanis dari setiap sampel dikon$ersikan berdasarkan perbandingan antara densitas sampel dengan densitas yang ditargetkan. untuk itu dilakukan pengukuran dimensi dan berat setiap sampel. Hasil dan Pembahasan 9erat yang diuapkan mempunyai karakteristik kimia yang berbeda dari serat sebelum diuapkan (serat kontrol). Karakteristik kimia serat dapat dilihat pada ,abel 1. #enguapan serat dengan otokla5 menyebabkan kadar Oat yang terlarut dalam mengudara dingin udara panas JaOF 1' maupun etanol benOen (Oat ekstrakti5 serat) berkurang 9erat Karung baik pada serat maupun serat Abaka. >ap mengudara melarutkan Oat ekstrakti5 larut udara JaOF 1' dan benOena etanol dalam serat. :enurut :una!ar (*332) penguapan serat Jenas Eamie dan 9anse$ieria pada suhu 133Y/ selama * menghilangkan sebagian kema"etan komponen (lignin dan minyak bertambah besar) dari permukaan serat. 9elain perbedaan karakteristik kimia %uga dihitung berati rugi akibat penguapan serat menggunakan metode yang digunakan oleh Fan et al. (*331). Adapun berati rugi dari serat Abaka yang diuapkan selama 33 menit adalah sebesar 3.*3'. Kehilangan berat tersebut lebih ke"il dibandingkan dengan kehilangan berat beberapa serat alam lainnya. Berat serat Jenas Eamie dan 9anse$ieria berkurang sebesar +.2' 13. 1' dan 8.3' setelah penguapan pada titik didih mengudara selama * kema"etan (:una!ar *332). Besaran berati rugi menggambarkan %umlah Oat yang terdegradasi pada 13)Z/ suhu yang berkurang karena pelarutan oleh uap panas. ,abel 1. serabut 9erat Karung dan karakteristik serabut #isang Aba"a #isang Aba"a 9erabut serat karung 9erabut Karakteristik ilmu kimia :engontrol Auto"la$ed 33 min Auto"la$ed terkontrol 33 min Konten kelembaban(') 13. 7& 13.7& 8.21 11.+2 Daya larut di air dingin(') 1). 2* 3.&) ).+) *.)7 Daya larut di air panas(') 18. 78 ).)1 11.7+ 3.13 Daya larut di BenOena Kthanol(') +. 33 *.&2 *.3+ 3.)&
)2 J. Ilmu Pengetahuan Dan Teknologi Kayu tropis ol. !" #o. $" $%%&

:enurut Eunkel dan 4ilke (1&)1) hemiselulosa terdegradasi pada suhu antara 133Z/ 1&+Z/ sampai 173Z/ sedangkan lignin terdegradasi pada suhu di atas. :enurut 9ergee$a dan .al$ads (1&)+) pemanasan antara &)Z/ sampai menyebabkan ter%adinya 133Z/ ter%adinya penguapan udara 1))Z/ pemanasan antara sampai belum menyebabkan terputusnya ikatan *)&Z/ pada selulosa pemanasan antara *)&Z/ +)*Z/ sampai menyebabkan terputusnya rantai makromolekul selulosa pemanasan antara +)*Z/ )33Z/ sampai materi menyebabkan terbentuknya yang stabil reaksi

)*+Z/ pemanasan selulosa berakhir pada suhu. Dengan demikian serat yang diuapkan dalam otokla5 pada suhu 1*1Y/ selama 33 menit tidak menyebabkan terdegradasinya selulosa hemiselulosa atau lignin. #engurangan berat yang ter%adi bertambah besar kemungkinan disebabkan berkurangnya pektin dan. :enurut :una!ar (*332) 9erat karung mengandung 3.3' bertambah besar dan 13' pektin sedangkan Abaka mengandung 3.*' bertambah besar dan 3.)' pektin. :enurut DonOe %. dalam :una!ar (*332) dapat dihilangkan dari permukaan serat bertambah besar setelah penguapan pada suhu di atas 83 ( 73Y/. %erat Karung %i(at )isis Papan Partikel Abaka Jilai pengembangan tebal papan partikel berkisar antara +2.18' sampai 27.1' seperti yang terlihat pada <ambar 1 belum memenuhi standar yang ditetapkan I-9 yaitu maksimal 1*'. 9erat Karung #ada papan partikel dengan perekat >6 13' dan :6 2' perlakuan uap serat dapat memperbaiki si5at pengembangan tebal papan partikel. #erlakuan uap menyebabkan dinding sel serat men%adi lebih plastis meningkatkan ketermampatan serat mengurangi penekanan internal sel sehingga mengurangi pengaruh penyerapan mengudara terhadap pengembangan dinding sel serat. Berdasarkan analisis keragaman pada tingkat keper"ayaan &)' %enis serat (#?3. *)3) dan penguapan (#?3. *&3) tidak memberikan pengaruh yang nyata pada si5at pengembangan tebal papan namun %enis perekat (#?3. 333) memberikan pengaruh yang nyata. #enguapan serat menghasilkan pengembangan tebal papan yang lebih baik dengan perekat :6 2'. #enelitian sebelumnya yang dilakukan oleh :una!ar et al. (*33+) 9erat Karung menggunakan serat atau serat Abaka dengan pan%ang partikel 1 ( * "m kadar udara )' dan tanpa perlakuan pendahuluan menyatakan 9erat Karung bah!a nilai pengembangan tebal papan partikel dengan >6 13' sebesar **.*&' dan papan partikel Abaka dengan >6 13' sebesar 17.7&'. 9ementara itu 9ubyakto et al. (*33)) menghasilkan papan partikel Abaka dengan perekat >6 13' memiliki nilai pengembangan tebal sebesar )3.8'. #ada penelitian ini pengembangan tebal papan partikel lebih besar dibandingkan dengan pengembangan tebal papan partikel yang dihasilkan oleh :una!ar et al (*33+). Fal ini dapat disebabkan oleh perekat yang digunakan hanya menutupi permukaan terluar serat tidak menembus ke dalam serat. Oleh karena itu pada saat direndam udara masih dapat masuk melalui u%ung u%ung serat ke arah meman%ang serat sehingga menyebabkan pengembangan tebal papan yang besar. #apan partikel dengan perekat >6 mempunyai nilai pengembangan tebal yang lebih baik dibandingkan papan partikel dengan perekat :6. Fal demikian menggambarkan bah!a %aringan ikatan antara perekat >6 dengan serat kontrol maupun serat yang telah diuapkan lebih baik dibandingkan dengan %aringan

antara perekat :6 dengan serat.


40 50 60 70 80 90 100 UF 10% MF 8% MF 10%

?enis damar -%*@+


Meng ntr ! Serat "arung #ut $!a%e& Meng ntr ! 'i(ang #)a$a #ut $!a%e&

Ara 1. bengkak Ketebalan(') dari parti"leboards.


(isik dan 9ak Milik Mekanis dari Particleboard Buat Dari 3erat Karung Diperlakukan Fang Dikukus atau 3erabut Pisang Abaca )& (6irda Aulya 9yamani Kurnia 4i%i #rasetiyo -smail Budiman 9ubyakto dan Bambang 9ubiyanto) 10000 11000 12000 13000 14000 15000 16000 17000 18000 19000 UF 10% MF 8% MF 10%

?enis damar M=9 *kg( > cm8+


Meng ntr ! Serat "arung #ut $!a%e& Meng ntr ! 'i(ang #)a$a #ut $!a%e

Ara *. Klastisitas :odulus (kg5 = "m * ) dari parti"leboards.


0 50 100 150 200 250 UF 10% MF 8% MF 10%

?enis damar M=' *kg( > cm8+


Meng ntr ! Serat "arung #ut $!a%e& Meng ntr ! 'i(ang #)a$a #ut $!a%e&

Ara 3. :odulus perpe"ahan (kg5 = "m * ) dari parti"leboards. %erat Karung %i(at Mekanis Papan Partikel Abaka! :odulus Jilai elastisitas (:OK) dari papan partikel berkisar antara 133*3 kg5 = "m * sampai 18231 kg5 = "m * seperti yang terlihat pada <ambar * belum memenuhi standar yang ditetapkan I-9 untuk dasari particleboard dan particleboard hias tipe 2 yaitu minimal *3+33 kg5 = "m * . :odulus #erlakuan uap meningkatkan nilai 9erat Karung elastisitas papan partikel dengan perekat :6. #erekat :6 dapat membentuk ikatan yang lebih baik 9erat Karung dengan serat yang sudah diuapkan dibandingkan dengan serat kontrol. Berdasarkan analisis keragaman pada tingkat keper"ayaan &)' elastisitas papan tidak modulus dipengaruhi oleh %enis perekat (#?3. 1&*) dan penguapan (#?3. 17)) namun dipengaruhi oleh %enis serat (#?3. 3*2). #enelitian sebelumnya yang dilakukan oleh :una!ar et al. (*33+) menyatakan bah!a nilai :OK 9erat Karung papan partikel dengan >6 13' sebesar *1&&+ kg5 = "m * dan papan partikel Abaka dengan >6 13'

sebesar 1*3&2 kg5 = "m * . 9ubyakto et al. (*33)) menghasilkan papan partikel Abaka dengan perekat >6 13' modulus memiliki nilai elastisitas sebesar )*&33 kg5 = "m * . Belum diketahui penyebab dihasilkannya :OK yang lebih ke"il pada penelitian ini. :odulus Jilai patah (:OE) dari papan partikel yang dihasilkan berkisar antara 2+.73 kg5 = "m * sampai 17&.&2 kg5 = "m * seperti yang terlihat pada <ambar 3 sudah memenuhi standar yang ditetapkan I-9 untuk dasar particleboard dan particleboard hias tipe 2 yaitu minimal 2* kg5 = "m * . #erlakuan uap meningkatkan nilai :OE papan 9erat Karung partikel dengan perekat :6. 9erat yang diuapkan
83 J. Ilmu Pengetahuan Dan Teknologi Kayu tropis ol. !" #o. $" $%%&

dalam oto5kla5 membentuk papan partikel yang lebih kuat %ika menggunakan perekat :6 dibandingkan dengan papan partikel serat kontrol. Berdasarkan analisis keragaman pada tingkat keper"ayaan &)' penguapan (#?3. 1*3) tidak modulus memberikan pengaruh yang nyata pada patah papan namun %enis serat (#?3. 3*7) dan %enis perekat (#?3. 333) memberikan pengaruh yang nyata #enelitian sebelumnya yang dilakukan oleh :una!ar et al. (*33+) menyatakan bah!a nilai :OE 9erat Karung papan partikel dengan >6 13' sebesar 17+.1* kg5 = "m * dan papan partikel Abaka dengan >6 13' sebesar 1*7.*2 kg5 = "m * . 9ubyakto et al. (*33)) menghasilkan papan partikel Abaka dengan perekat >6 13' memiliki nilai :OE sebesar *88.8 kg5 = "m * . Jilai keteguhan rekat internal (-B) papan partikel berkisar antara 3.77 kg5 = "m * sampai 3.2+ kg5 = "m * seperti yang terlihat pada <ambar + sebagian besar sudah memenuhi standar yang ditetapkan I-9 untuk dasar particleboard dan particleboard hias tipe 2 yaitu minimum 1.) kg5 = "m * . #erlakuan uap meningkatkan nilai -B papan partikel Abaka dengan perekat >6 13' 9erat Karung dan papan partikel dengan perekat :6 2'. Dengan demikian serat Abaka yang akan direkat dengan >6 sebaiknya diuapkan terlebih dulu. 9erat Karung 9edangkan serat yang diuapkan akan menghasilkan papan partikel dengan nilai -B yang baik %ika menggunakan perekat :6.
0,0 0,5 1,0 1,5 2,0 2,5 3,0 3,5 4,0 4,5 5,0 UF 10% MF 8% MF 10%

?enis damar ;B *kg( > cm8+


Meng ntr ! Serat "arung #ut $!a%e& Meng ntr ! 'i(ang #)a$a #ut $!a%e&

Ara +. surat pengikat -nternal (kg5 = "m * ) dari parti"leboards.


0

5 10 15 20 25 30 35 40 45 UF 10% MF 8% MF 10%

?enis damar %A *kg(+


Meng ntr ! Serat "arung #ut $!a%e& Meng ntr ! 'i(ang #)a$a #ut $!a%e&

Ara ). penarikan 9ekrup (kg5) dari parti"leboards.


(isik dan 9ak Milik Mekanis dari Particleboard Buat Dari 3erat Karung Diperlakukan Fang Dikukus atau 3erabut Pisang Abaca 81 (6irda Aulya 9yamani Kurnia 4i%i #rasetiyo -smail Budiman 9ubyakto dan Bambang 9ubiyanto)

Berdasarkan analisis keragaman pada tingkat keper"ayaan &)' %enis serat (#?3. +13) dan penguapan (#?3. *+&) tidak memberikan pengaruh yang nyata pada keteguhan rekat papan internal namun %enis perekat (#?3. 331) memberikan pengaruh yang nyata. #enelitian sebelumnya yang dilakukan oleh :una!ar et al. (*33+) menyatakan bah!a nilai -B 9erat Karung papan partikel dengan >6 13' sebesar *.&7 kg5 = "m * dan papan partikel Abaka dengan >6 13' sebesar ).37 kg5 = "m * . 9ubyakto et al. (*33)) menghasilkan papan partikel Abaka dengan perekat >6 13' memiliki nilai keteguhan rekat sebesar 7.3 kg5 = "m * . :enurut :una!ar (*332) penguapan serat pada suhu 133Y/ selama * menurunkan sudut kontak kema"etan antara larutan perekat dengan serat Jenas sebesar *)' larutan perekat dengan serat Eamie sebesar *8' dan larutan perekat dengan serat 9anse$ieria sebesar 13'. #enurunan sudut kontak antara larutan perekat dengan serat menyebabkan ter%adinya peningkatan Aettability serat. #eningkatan Aettability dapat bertambah besar disebabkan oleh hilangnya dan pektin dari permukaan serat. membentuk lapisan tipis pada bertambah besar permukaan serat yang menghalangi perekatan. Dengan bertambah besar hilangnya permukaan serat men%adi lebih halus sehingga perekat dapat membasahi permukaan serat dengan lebih baik. Jilai kuat pegang sekrup (94) papan partikel berkisar antara *3.+7 kg5 sampai +1.11 kg5 seperti yang terlihat pada <ambar ) sebagian sudah memenuhi standar I-9 untuk dasari particleboard dan hias particleboard tipe 2 yaitu 31 kg5. Berdasarkan analisis keragaman pada tingkat keper"ayaan &)' %enis perekat (#?3. 333) tidak memberikan pengaruh yang nyata pada kuat pegang sekrup papan namun %enis serat (#?3. *21) dan penguapan serat (#?3 1*8) memberikan pengaruh yang nyata. #erlakuan uap dapat meningkatkan nilai 94 pada 9erat Karung papan partikel dengan perekat :6 2'. #erekat >6 menghasilkan papan partikel dengan nilai 94 yang belum memenuhi standar I-9. 9edangkan perekat :6 menghasilkan papan partikel dengan nilai kuat pegang

sekrup yang sudah memenuhi standar I-9. Kesimpulan 9erat Karung #erlakuan uap terhadap serat dapat 9erat Karung memperbaiki si5at 5isis dan mekanis papan partikel dengan perekat melamin 5ormaldehida pada kadar perekat 2'. #eningkatan si5at papan partikel kemungkinan bertambah besar disebabkan oleh terlarutnya dan pektin dari permukaan serat sehingga memperbaiki ikatan antara serat dengan perekat. untuk memperbaiki si5at pengembangan tebal papan yang masih tinggi perlu dilakukan penelitian lebih lan%ut dengan menguraikan serat men%adi komponen yang lebih ke"il. Da(tar Pustaka ,anpa nama. 1&&&. /atalog #,. Adhesi5 #almolite -ndustri. Fan <.; K. >memura; :. Ghang; ,. Fonda; 9. Ka!ai. *331. #embangunan dari Kiner%a Ketinggian >6Bonded Krani alang alang dan <andum Kepadatan 9arana #apan serat. Iurnal dari #engetahuan Kayu +7; 3)3 - 3)). I-9 9A,> )&32; #apan partikel 9tandar %epang Anggaran Dasar Iepang 1&&+. :una!ar 9.9.; B. 9ubiyanto; 9ubyakto; 0. 9uryanegara. *33+. #embangunan dari #roduk #anel dari Alami 9erabut dari 9erat Karung( Aga0e 3isalana ). /ara beker%a dari ) -499 Kyoto Iepang. p. 387 - 38&. :una!ar 9.9. *332. Fak milik dari Bukan Kayu Kebunkan Bundel serat dan #embangunan dari mereka <abungan @DissertationB Departement dari -lmu Kehutanan dan #engetahuan Biomaterials 9ekolah lulus dari #ertanian >ni$ersitas Kyoto. Eunkel E.O.F. dan K.D. 4ilke. 1&)1. Kimia <ubahan dan Fak :ilik dari Kayu :emanaskan di 1+3Z/ kepada *33Z/ pada satu 9istem ,ertutup tanpa Bebas Euang. Bagian --.. FolO als Eoh und 4ersto55 &;*83 *73. Ierman. 9ekino J.; :. -noue; :. -rle. 1&&7. Bengkak ketebalan dan Kekuatan 9urat #engikat -nternal dari #arti"leboards dari Kukus #artikel #retreated. :okuOai <akkaishi +3 (1*); 133& - 131). 9ekino J.; :. -noue; :. -rle; ,. Ad"o"k. 1&&&. :ekanisme Di Belakang ditingkatkan Dimensional Kemantapan dari #arti"leboards Buat Dari >ap Air #artikel #retreated. FolO5ors"hung )3 (+ ). 9ergee$a ..J. dan A. .ai$ads. 1&)+. ,hermographi" #embahasan dari #yrolysis dari Kayu dan -ni >nsur utama. 0at$i%as #9E Ginat. Akad. .estis 28 (& ); 133 - 132. Eusia. 9ubyakto; 6.A. 9yamani; -. Budiman; 9.9. :una!ar; B. 9ubiyanto. *33). #embangunan dari Bio"omposites dari 9erabut #isang Aba"a :enempelkan dengan >rea atau Gat Asam Karbol 6ormaldhyde. Berproses dari -nternasional 9imposium pada -lmu #engetahuan Dan ,eknologi Kayu Rokohama Iepang. 9yamani 6.A.; -. Budiman; 9ubyakto; B. 9ubiyanto.

*338. #isang Aba"a #eman5aatan 9erat( Musa te=tilis ) 9erat Karung dan 9erat( Aga0e 3isalana ) untuk #roduk Komposit. 9eminar #rosiding Jasional :A#KK-. Ban%ar Baru Kalimantan 9elatan.
8* J. Ilmu Pengetahuan Dan Teknologi Kayu tropis ol. !" #o. $" $%%&

:akalah masuk( didapat ) ; 37 Desember *337 Diterima( diterima ) ; 3) :ei *332 re$isi terakhir( re0isi akhir ) ; 37 Iuli *332 6irda Aulya 9yamani Kurnia 4i%i #rasetyo -smail Budiman 9ubyakto dan Bambang 9ubiyanto. >#, Balai 0itbang Biomaterial( 4nit penelitian dan Pembangunan untuk Biomaterials ) -ndonesia 0embaga -lmu #engetahuan( ,embaga indonesia dari Pengetahuan ) Il. Km Eaya Bogor. +8 Komplek 0-#- /ibinong ,el. ;8* - *1 - 27&1+)11 6aC; 8* - *1 - 27&1+)13
<ampuran dari Getah Alami 3tyrene dan Polyisocyanate untuk Melaminasi Kayu Mudah ,engket 83 (Dede Feri Ruli Ranto dan Kuis Fermiati)

Campuran &ateks Karet Alam %tirena dan Poliisosianat Pelat -ipis sebagai Perekat Kayu <ampuran dari Getah Alami 3tyrene dan Polyisocyanate untuk Melaminasi Kayu Mudah ,engket
Dede Feri Ruli Ranto dan Kuis Fermiati
Pemisahan :asing-masing adhesi5 punya kekuatan dan kelemahannya sendiri sehubungan dengan kekuatan ikatnya atau daya tahan ini untuk tekan panas kelembaban dan organisma. #en"ampuran dari beberapa adhesi5 dapat mengombinasikan hak milik dari masing-masing. Di samping ini mungkin kurangi harga mudah lengket %uga. Di <etah Alami penelitian ini 9tyrene <etah (JE0 9t) di"ampur dengan #olyiso"yanate (#-) atau A#- (#olimer mengandung air -so"yanate) mudah lengket. Arah dari penelitian ini adalah untuk mempela%ari akibat dari gubahan dari "ampuran adhesi5 pada hak milik adhesi5 dan akibat dari gubahan dari "ampuran adhesi5 dan menekan !aktu pada kekuatan surat pengikat dari melaminasi kayu( mangium akasia ). :en"ampur gubahan dari #- JE0 9t = adalah 133 = memasuki 23 = *3 83 = +3 )3 = )3 +3 = 83 *3 = 23 dan memasuki = 133. Kimia si5at #hysi"o dari "ampuran ini dari adhesi5 termasuk konten kekar pF si5at merekat dan "ampuran homogenity diteliti. /ampuran dari JE0 9t dengan adhesi5 #- telah %umlah padat konten terbentang dari +*.3& ke )3.)2' pF dari 7.+) ke 7.&2 dan si5at merekat dari 3)38 ke )881 "p. Fasil dari pembahasan ini sho!ed bah!a gubahan optimum dari "ampuran dari JE0 9t dan A#- mudah lengket untuk menghasilkan melaminasi kayu dari Akasia mangium adalah )3 = )3 (! = !). Di gubahan ini kekuatan gunting besar dari melaminasi kayu adalah 7.38 :#a sementara rasio delamination di dingin dan air mendidih adalah 3' dan +.2&' berturut-turut. Jilai ini dapat men%umpai Iepang 9tandar pertanian (IA9) untuk melaminasi kayu (kekuatan gunting besarQ ). + :#a dan rasio delaminationP 13'). Optimum menekan !aktu untuk menghasilkan melaminasi kayu mempergunakan A#- mudah lengket seperti halnya "ampuran dari JE0 9t = A#- ()3 = )3) adalah dua %am. Kata kunci: <etah alami 9tyrene #olyiso"yanate pen"ampuran mudah lengket melaminasi kayu. Pendahuluan Ka!an #erekat merupakan 5aktor yang menentukan dalam berbagai produk kayu olahan khususnya kayu pelat tipis. #erekat yang biasa digunakan untuk produk pelat tipis kayu merupakan perekat untuk kempa dingin.

9elain itu perekat yang mempunyai bahan dasar udara atau dikenal dengan perekat %enis berdasar air merupakan perekat yang sangat diminati saat ini. Disamping karena keamanan dalam penggunaannya perakat berdasar air %uga merupakan solusi tersendiri dimana semakin mahalnya bahan bahan organik yang bersumber dari minyak bumi. 0ateks karet alam (0KA) merupakan salah satu bahan baku perekat berdasar air yang telah banyak diteliti sebagai bahan baku perekat. #enelitian 0KA sebagai bahan baku perekat kayu telah dilakukan oleh Fermiati et al . (*333a) menggunakan reaksi kopolimerisasi dengan stirena dengan penambahan katalis kalium peroksidisul5at. #enelitian lateks karet alam stirena (0KA 9t) untuk berbagai produk kayu olahan %uga telah dilakukan seperti pada penelitian Fermiati et al (*333b) untuk produk kayu lapis. 9elain itu penambahan bahan membohongi pada 0KA 9t untuk aplikasi pada produk kayu olahan lainnya %uga telah dilakukan misalnya dengan penambahan perekat 5enol 5ormaldehida untuk produk kayu lapis (Fermiati et al *333"; #rasetya et al *33+) penambahan perekat melamin 5ormaldehida untuk kayu lapis (Fermiati et al *33+) penambahan serbuk kulit kayu Akasia untuk produk kayu lapis (6alah et al *33)) 5orti5ikasi dengan pelat tipis perekat berbasis resorsinol untuk produk kayu (Fermiati et al *33+ dan Ranto et al *338). Bahan bahan yang ditambahkan ini merupakan perekat dengan kandungan 5ormaldehida yang tinggi. Fasil penelitian tersebut menun%ukkan pen"ampuran perekat kon$ensional yang mengandung senya!a 5ormaldehida dengan 0KA 9t mampu menurunkan kandungan 5ormalin bebas yang diemisikan oleh produk kayu olahan pelat tipis seperti kayu lapis dan kayu. 9alah satu perekat kayu yang tidak menghasilkan emisi 5ormaldehida adalah perekat poliisosianat atau yang lebih dikenal dengan sebutan A#-( Mengandung air Isocyanate polimer ). #erekat ini dapat digunakan baik prosa untuk kempa panas maupun kempa dingin. #erekat A#- pada dasarnya terdiri dari polimer larut udara dan emulsi yaitu poli $inil alkohol (#.OF) dan emulsi lateks seperti 9BE( Getah 3tyrene Butadiene ) dll dengan senya!a isosianat sebagai agen crosslinking (,aki et al . 1&&+). #erekat poliisosianat ini mempunyai si5at daya rekat yang baik pada suhu ruang dan sangat tahan terhadap mengudara panas atau mengudara mendidih serta bersi5at ramah lingkungan (,aki 1&&2; Fong%iu et al . *338). Fanya sa%a perekat ini masih sangat mahal sehingga
8+ J. Ilmu Pengetahuan Dan Teknologi Kayu tropis ol. !" #o. $" $%%&

berpengaruh terhadap harga kayu olahan di tingkat produksi. #enelitian pen"ampuran( pencampuran ) 0KA 9t dengan perekat poliisosianat (#-) belum pernah dilakukan. #- #en"ampuran 0KA 9t dan diduga dapat pelat tipis menghasilkan perekat kayu yang relati5 murah tetapi %uga memiliki daya rekat yang baik dan memenuhi pelat tipis standar daya rekat untuk kayu.

,u%uan penelitian ini adalah untuk menentukan #- komposisi "ampuran 0KA 9t = dan !aktu pengempaan %umlah maksimum yang pelat tipis untuk perekat kayu akasia. Bahan dan Metode Bahan #i - 1*3 dan bahan pengeras( hardener ) F - 3 Asia diperoleh dari #, #oly"hemie #asi5i" #ermai Di Iakarta lateks karet alam diperoleh dari #,#J 2 #erkebunan /ikumpai 9ubang. Kayu Akasia( Akasia mangium ) digunakan untuk aplikasi "ampuran perekat #- 0KA 9t dan pelat tipis pada pembuatan "ontoh kayu. Metode %intesa Perekat &ateks Karet Alam . %tirena *&KA . +! :etoda yang digunakan mengikuti prosedur yang telah dilaporkan dalam (Fermiati et al . *338) sebagai berikut. Ke dalam *)3 ml lateks karet alam dengan kandungan %umlah padatan *)' yang telah diberi bahan penstabil emulsi ditambahkan monomer stirena sebanyak 133 getah perhundred )phr+ . /ampuran diaduk dengan pengaduk magnetik pada ke"epatan ))3 rpm selama 1 kema"etan. 9etelah itu ditambahkan inisiator kalium peroksodisul5at sebanyak 1.) phr dan "ampuran dipanaskan pada suhu 8)Y/ selama 1 sambil terus kema"etan diaduk dengan ke"epatan ))3 rpm. P; Pembuatan Campuran Perekat &KA %t dan! #- #erekat - 1*3 diberi bahan pengeras( harderner ) F3 dengan perbandingan 133;1). 9etelah itu 0KA 9t #- di"ampurkan dengan perekat yang sudah diberi bahan pengeras pada komposisi 133 = memasuki 23 = *3 83 = +3 )3 = )3 +3 = 83 *3 = 23 :K:A9>K- = 133. /ampuran perekat diukur kadar %umlah padatan pF dan $iskositasnya serta dilihat penampakan "ampurannya dengan Meneliti .lektron Mikroskop (9K:). Pelat -ipis Pembuatan dan PenguBian Contoh Kayu! #elat tipis /ontoh kayu dibuat menggunakan kayu Akasia (83 "m C 12 "m C 1.) "m). #erekat digunakan dengan berat labur 333 g = m * dan dikempa dingin pada tekanan 1) kg = "m * selama *+ kema"etan. #elat tipis /ontoh kayu dikondisikan pada suhu ruang selama sekitar 3 minggu kemudian dilakukan u%i delaminasi dan keteguhan rekat menurut 3tandar Pertanian Jepang )JA3+ untuk Tempelkan Melaminasi Kayu (-nspeksi Kayu 0apis Iepang Korporasi *333). #engukuran emisi 5ormaldehida dilakukan dengan menggunakan metode botol 4K( >ilhelm KlaunitE Dirikan ) yang dikembangkan oleh Eo55ael tahun 1&7) (:arutOky 1&2&). yang data diperoleh diu%i dengan AJJO.A untuk mengetahui pengaruh komposisi "ampuran perekat dan %enis kayu terhadap kadar %umlah padatan rasio delaminasi dan nilai keteguhan rekatnya. Hasil dan Pembahasan ,abel 1 menun%ukkan bah!a semakin tinggi #- kandungan dalam "ampuran perekat maka semakin tinggi kadar %umlah padatan dan $iskositas serta semakin rendah nilai pF. Fal ini disebabkan karena nilai %umlah #- padatan ()). 13') lebih besar dibandingkan dengan

0KA 9t (32. 1*') demikian %uga dengan nilai $iskositasnya. #- 9edangkan pF lebih rendah dibandingkan dengan pF 0KA 9t. #erubahan nilai nilai yang se"ara linier menun%ukkan pen"ampuran antara #- 0KA 9t dengan diduga hanya ter%adi se"ara 5isik. -abel / . Fak milik dari "ampuran dari JE0 9t dan adhesi5 #-. <ubahan (#- 0KA 9t =) ,otal padat konten (') Kekentalan pF ("p) 133 = :K:A9>K- 32.1* &.)1 82 23 = *3 +*.3& 7.&2 3)38 83 = +3 +8.+2 7.)* ))*2 )3 = )3 +8.&* 7.37 1111 +3 = 83 +7.++ 7.17 8*33 *3 = 23 )3.)2 7.+) )881 :K:A9>K- = 133 )).13 8.)3 7828 -abel 8 . Kelembaban isi suatu Akasia melaminasi kayu dilekat dengan #- adhesi5 JE0 9t =. <ubahan (#- 0KA 9t =) Konten kelembaban(') 133 = :K:A9>K- 11.3+ 23 = *3 &.+3 83 = +3 13.)+ )3 = )3 &.&3 +3 = 83 1*.*8 *3 = 23 11.*3 :K:A9>K- = 133 13.73 Kadar mengudara pelat tipis "ontoh kayu yang dibuat berkisar antara &.&+' ikan lidah 1*.*8' (,abel *). Dengan demikian telah memenuhi standar kadar mengudara pelat tipis kayu menurut IA9 yaituP 1+'. #ada <ambar 1 dapat dilihat daya #- rekat "ampuran 0KA 9t dan pelat tipis pada kayu Akasia yang digambarkan dengan nilai kekuatan gunting besar dan rasio delaminasi. #- 9emakin tinggi kadar dalam "ampuran perekat semakin tinggi pula nilai kekuatan geser tarik kayu
<ampuran dari Getah Alami 3tyrene dan Polyisocyanate untuk Melaminasi Kayu Mudah ,engket 8) (Dede Feri Ruli Ranto dan Kuis Fermiati) 0 10 20 30 40 50 60 70 80 90 100 M*M#SU"+ 20 40 50 60 80 100 Gubahan dari P; 0 /8" ke &KA %t Delamination*@+ 0 2 4

6 8 10 12 Kekuatan gunting besar *MPa+


'e,)a-ti(an &e!a,inati n Ren&a,an air ,en&i&i. &e!a,inati n "ekuatan gunting )e(ar

)iCure / . Berkualitas surat pengikat dari Akasia melaminasi kayu pada berbagai gubahan dari #- JE0 9t = /atatan; 9tandar <unting Besar IA9 kekuatanQ ). + :#a; 9tandar IA9 Delamination P13' )igur 8 . -mage 9K: dari "ampuran dari <etah Alami A 9tyrene (JE0 9t) dan #olyiso"yanate (#-) mudah lengket (satu ). #- JE0 9t = 133 = memasuki (b ). #- JE0 9t = 23 = *3 (" ). #- JE0 9t = 83 = +3 (d. ). #- JE0 9t = )3 = )3 (e ). #JE0 9t = +3 = 83 (5 ). #- JE0 9t = *3 = 23 (g ). #- JE0 9t = memasuki = 133 dan (h ). JE0 *)'. :a%alah. C)33.

)a*+ , c -. e . g/
88 J. Ilmu Pengetahuan Dan Teknologi Kayu tropis ol. !" #o. $" $%%&

)igur ! -mage 9K: dari baris lem dari Akasia melaminasi kayu melekat dengan "ampuran dari JE0 9t dan adhesi5 #- di berbagai gubahan (satu ) 133 = memasuki (b ). 23 = *3 (" ). 83 = +3 (d. ). )3 = )3 (e ). +3 = 83 (5 ). *3 = 23 (g ) memasuki = 133. :a%alah. C)33. pelat tipis %umlah maksimum dimana nilai diperoleh pada komposisi )3 = )3. #ada komposisi ini kekuatan geser tarik sebesar 7.38 :#a Dan ,elah :emenuhi 9tandar IA9 >ntuk Kayu pelat tipis(Q ). + :#a). Jilai rasio delaminasi mengudara mendidih dan delaminasi mengudara dingin semakin menurun dengan #- meningkatnya kadar. 9tandar IA9 untuk delaminasi sebesarP 13'. Komposisi 83 = +3 hanya memenuhi standar nilai delaminasi mengudara dingin. Komposisi "ampuran #- 0KA 9t = yang optimum adalah )3 = )3. Fasil pengu%ian "ampuran perekat dan permukaan perekatan kayu dengan 9K: memperkuat dugaan #- bah!a komposisi 0KA 9t = )3 = )3 adalah komposisi optimum. Berdasarkan hasil pengu%ian terlihat pada komposisi )3 = )3 homogenitas "ampuran 0KA 9t #- dengan sangat baik begitu pula dengan interaksi "ampuran perekat dengan kayu sangat baik dan homogen sehingga membentuk gaya adhesi yang kuat antara perekat dengan kayu. <ambar 9K: untuk "ampuran perekat pada berbagai komposisi terlihat pada <ambar *. #elat tipis Fasil pengamatan pada perekatan kayu #- dengan "ampuran perekat 0KA 9t dan menun%ukkan #- pada komposisi 0KA 9t = )3 = )3 partikel partikel perekat mampu se"ara homogen berikatan dengan kayu Akasia. 9edangkan pada komposisi yang membohongi masih terlihat adanya %arak antara perekat dengan kayu Akasia. <ambar 3 menun%ukkan hasil pengamatan permukaan pelat tipis perekatan kayu dengan 9K:. Fasil pengu%ian optimasi !aktu pengempaan dingin #- untuk "ampuran perekat dengan komposisi 0KA 9t = )3 = )3 pendeta Budha di ,ibet menun%ukkan bah!a pengempaan tidak berpengaruh terhadap kekuatan geser tarik delaminasi udara dingin dan delaminasi mengudara mendidih (<ambar +). #ada !aktu pengempaan selama * kema"etan kondisi untuk optimum

kekuatan geser tarik delaminasi mengudara dingin dan delaminasi mengudara mendidih telah ter"apai dan memenuhi pelat tipis standar IA9 untuk kayu. #ada kondisi ini kekuatan geser tarik adalah 11.)) :#a sedangkan delaminasi mengudara dingin dan mengudara mendidih adalah 3'. 9ebaliknya hasil pengu%ian optimasi !aktu pengempaan #- dingin untuk perekat 133' pendeta Budha di ,ibet menun%ukkan bah!a pegempaan sangat berpengaruh terhadap kekuatan geser tarik tetapi tidak berpengaruh pada delaminasi udara dingin dan mengudara mendidih (<ambar )).

)a*+ , c -. e . g
<ampuran dari Getah Alami 3tyrene dan Polyisocyanate untuk Melaminasi Kayu Mudah ,engket 87 (Dede Feri Ruli Ranto dan Kuis Fermiati)

0 2 4 6 8 10 12 14 16 2 4 6 12 18 24 Menekan Daktu *Bam+ Kekuatan gunting besar *MPa+ )igur 6! Kekuatan gunting besar dari Akasia melaminasi kayu dengan gubahan dari #- JE0 9t = )3 = )3 pada berbagai !aktu tekanan. /atatan; 9tandar <unting Besar IA9 KekuatanQ ). + :#a. 0 2 4 6 8 10 12 14 16 18 246 Menekan Daktu *Bam+ Kekuatan gunting besar *MPa+ )igur 1 . Kekuatan gunting besar dari Akasia melaminasi kayu dengan adhesi5 #- 133' pada berbagai !aktu tekanan. /atatan; 9tandar <unting Besar IA9 KekuatanQ ). + :#a Diduga kekuatan geser tarik akan terus meningkat setelah !aktu pengempaan selama 8 kema"etan meskipun pada !aktu pengempaan selama * telah ter"apai kema"etan kekuatan geser tarik sebesar &.1+ :#a (memenuhi pelat tipis standar IA9 untuk kayu) dengan delaminasi udara dingin dan mengudara mendidih adalah 3'. #- /ampuran 0KA 9t = pada komposisi )3 = )3 menghasilkan perekat dengan !aktu pengempaan lebih %umlah maksimum singkat untuk men"apai kondisi dibandingkan #- dengan perekat 133'. Fal ini diduga karena

terdapatnya 0KA 9t yang dapat memper"epat !aktu #- pengikatan antara 0KA 9t dan pada permukaan kayu pelat tipis. #- Fomogenitas perekat "ampuran 0KA 9t = )3 = )3 yang terbentuk diduga %uga memper"epat ter"apainya %umlah maksimum kondisi. Disamping itu kekuatan geser tarik pelat tipis kayu #- dengan perekat 0KA 9t = ()3 = )3) pada !aktu pengempaan * kema"etan (11. )) :#a) %auh lebih besar #- daripada perekat 133' (&. 1+ :#a).
82 J. Ilmu Pengetahuan Dan Teknologi Kayu tropis ol. !" #o. $" $%%&

Kesimpulan #- /ampuran perekat 0KA 9t = men"apai kondisi pelat tipis untuk perekat kayu optimum Akasia #ada #- komposisi 0KA 9t = ()3 = )3) dengan nilai kekuatan geser tarik delaminasi mengudara dingin dan delaminasi udara mendidih berturut turut sebesar 7.38 :#a 3' dan +.2&'. #- Fomogenitas "ampuran perekat 0KA 9t = serta pelat tipis "ampuran perekat dengan kayu Akasia 9angat baik pada komposisi ini. #en"ampuran perekat 0KA 9t #- dan dengan komposisi )3 = )3 dapat memper"epat pelat tipis !aktu pengempaan dingin kayu Akasia Daripada #- perekat. #endeta Budha di ,ibet pengempaan dengan perekat optimum #- 0KA 9t = ()3 = )3) adalah * kema"etan. :capan -erima Kasih #enulis mengu"apkan terima kasih kepada (ondasi internasional untuk Pengetahuan (-69) dan -rganisasi untuk ,arangan dari 3enGata Kimia (O#/4) yang telah beker%a sama memberikan dana untuk melakukan penelitian ini melalui -69 Penelitian Kesepakatan Jo. A6 = 3*82 - 1. #enulis %uga menyampaikan Asia u"apan terimakasih kepada #, #oly"hemie #asi5i" Iakarta #ermai di #- atas pemberian perekat dan harderner F - 3. Da(tar Pustaka 6alah 6.; 4. 6atriasari; K. Fermiati. *33). Berkualitas #erubahan dari Adhesi5 Kayu :embuat dari Alami <etah karet 9tyrene selama #enyimpanan. /ara beker%a dari -nternasional ke-8 9imposium #engetahuan Kayu pp. *1) A *1& ! Fermiati K.; :. >tama; B. #rasetya; 9udi%ono. *333a. Kopolimerisasi 0ateks Karet Alam dengan :onomer 9tirena dan Aplikasinya sebagai #erekat Kayu 0apis. 9eminar #rosiding Jasional ,eknologi #rosa Kimia --. hal. K. 3 - 1 A K.3 - 8. Fermiati K.; B. #rasetya; 9udi%ono; Jurhayati. *333b. #enataran dari <etah Alami 9tyrene /o-polymer seperti Kayu 0apis :udah 0engket. /ara beker%a dari 3 9imposium internasional #engetahuan Kayu p. 1*3 A 1*). Fermiati K.; 9udi%ono; Jurhayati. *333". 9ubstitusi #erekat 6enol 6ormaldehida dengan 0ateks Karet Alam pada #embuatan Kayu 0apis. #rosiding 9eminar Jasional :asyarakat #eneliti Kayu ---. -ndonesia hal.; 331 A 338. Fermiati K.; 4. 6atriasari; A.F. #riyanto. *33+. Kekuatan hak milik dan 9urat #engikat dari /ampuran dari Alami <etah karet 9tyrene dan 6ormaldehida :elamin

sebagai Adhesi5 Bagian 0uar Kayu 0apis 9usun. #rosiding Jasional :asyarakat #eneliti Kayu seminar -ndonesia .--. pp. B - 8+ A B - 8&. (di -ndonesia) Fermiati K.; 4. 6atriasari; 6. 6alah. *338. Akibat dari Beberapa Kondisi 9intese pada Kekuatan 9urat #engikat dari Kayu lapis :elekat dengan <etah Alami Adhesi5 9tyrene. Iurnal -lmu dan ,eknologi Kayu ,ropis + (1 ); 33 A 32. Fong%iu F.; 0. Fong; G. Iun%in; 0. Iie. *338. -n$estigasi dari Kiner%a Adhesi5 dengan #olimer :engandung Air <etah yang Dimodi5ikasi oleh :ethylene #olimer Diiso"yanate. Iurnal dengan Adhesian 2* (1 ); &3 A 11+. -nspeksi Kayu 0apis Iepang Korporasi. *333. Iepang 9tandar pertanian untuk Ditempelkan :elaminasi Kayu. :arutOky E. 1&2&. #elepasan dari 6ormaldehida oleh Kayu #roduk. Di; Adhesi5 kayu (9keist -. Kd.). pp. +31 - +37. #rasetya B.; K. Fermiati; 9udi%ono. *33+. Akibat dari #ersentase katalisator di #ersiapan dari Benda /air Kayu di atasnya 9urat #engikat Kekuatan seperti 6ormaldehida Gat Asam Karbol <anti untuk Adhesi5 Kayu 0apis. Iurnal -lmu dan ,eknologi Kayu ,ropis * (* ); &) &2. (di -ndonesia) ,aki K.; F. Roshida; R. Ramagishi; ,. -noue. 1&&+. Fak :ilik mekanik dan Kekuatan 9urat #engikat dari Air :endasari #olimer -so"yanate :udah 0engket. /ara beker%a dari Kayu :udah 0engket dan ,erikat 9imposium (:emproses Jo. +73) = 6#9) pp. 337 A 318. ,aki K. 1&&2. #embangunan terbaru dari Air Berdasar #olimer -so"yanate :udah 0engket. :udah lengket ,eknologi dan #roduk Kayu ,ropis Bonded (-lmu Kehutanan penelitian ,ai!an 0embaga = Kkstensi ,6EEangkaian Jo. &8) pp. &) 133. Ranto D.F.R.; K. Fermiati; 4. 6atriasari. *338. 6orti5ikasi #erekat Berbasis resorsinol dan -sosianat pada #erekat 0ateks Karet Alam 9tirena. 9eminar #rosiding Jasional -7. :asyarakat #eneliti -ndonesia Kayu Ban%arbaru. :akalah masuk( didapat ) ; 11 Desember *337 Diterima( diterima ) ; 12 :ei *332 re$isi terakhir( re0isi akhir ) ; *+ Iuni *332 Dede Feri Ruli Ranto Kuis Fermiati >#, Balai 0itbang Biomaterial -ndonesia 0embaga -lmu #engetahuan ( 4nit penelitian dan Pembangunan untuk Biomaterials ,embaga indonesia dari Pengetahuan ) Il. Km Eaya Bogor. +8 /ibinong Bogor 18&11 ,el. ; D8* - *1 - 27&1+)11 6aC; D8* - *1 - 27&1+)13 K-mail; lipi dhyyLbiomaterial. org euis. hermiatiLlipi. pergi. identitas eShermiatiLyahoo. "om
Jadikan bubur dari TMP dan <TMP dari Bersumber sisa Kena* 8& (4a!an Karti!a Faroen)

?adikan bubur -ermo Mekanis *-MP+ dan Kimia -ermo Mekanis *C-MP+

dari &imbah Batang Kena( Jadikan bubur dari TMP dan <TMP dari Bersumber sisa Kena*
4a!an Karti!a Faroen
Pemisahan Iadikan bubur dari pembuatan bubur mekanik thermo (,:#) dihasilkan dengan menerapkan suhu layang dan phisik perlakuan pada proses melalui daya mekanis. 9atu pembahasan pada ,:# dan proses /,:# telah dikendali pada sisa dari bersumber kayu Kena5. #embuatan bubur umum kondisi dari proses /,:# dihamili dengan 9odium Fidroksida (JaOF) dan dikukus sementara ,:# dikukus berdua untuk 33 menit di suhu 1*3 Y / dan kukus paksa 1.) atm. Eata-rata dari hasil in$estasi %adikan bubur adalah ,:# &1.*&' dan /,:# 28.18' dan 5ra"tionations dari %adikan bubur serabut adalah diteliti oleh penggunaan dari Bauer :"Jett 6ra"tionators serabut yang mana konten lebih dari 72' pada *33 ra%ut. Iadikan bubur pemu"atan dengan #emu"atan peroksida hidrogen atau peroksida diselesaikan pada dua tahap p 1 dan p * . Ke"erahan %adikan bubur pada "akup 73 ( 78 ' -9O dan memenuhi kekuatan 5isik hak milik untuk kebutuhan Koran sesuai dengan -ndonesia 9tandar nasional (9J-. 1+. 33&1 A 1&&2). Konsumsi daya dari bersumber Kena5 "hip menyuling untuk proses ,:# adalah +.7) k4h = kg mengeringkan "hip dan untuk /,:# memproses *.7 k4h = kg mengeringkan "hip. Konsumsi dari daya untuk proses /,:# adalah )3' pega!ai rendahan membandingkan dengan daya yang dikonsumsi untuk ,:# ber%alan . Kata kunci: ,:# /,:# Bersumber Kena5 pemu"atan peroksida. Pendahuluan Kayu Kena5 diperoleh dari tanaman Kena5 ( canabinus bunga raya 0inn) tergolong ke dalam tanaman musiman berumur pendek bisa dipanen pada umur 3.) ( + bulan. ,inggi tanaman men"apai + m; diameter batang 1.) ( *.3 "m; serta bagian kulit mengandung serat sangat tinggi dibandingkan kayunya dengan komposisi kayu 8)' dan kulit 3)'. #roduksi setiap hektar tanaman Kena5 menghasilkan 1) batang ton kering setara dengan 1.) pita serat Kena5 ton (BB9 1&2&; Anonimous *333). -ndonesia 9erat Kena5 di merupakan bahan karung goni karpet bukan menenun peredam panas dan peredam suara. Kena5 memiliki potensi untuk dikembangkan se"ara luas karena dapat tumbuh di berbagai %enis tanah seperti lahan kritis sampai lahan ban%ir. 9erat Kena5 dapat di%adikan sebagai bahan kertas khusus yang memiliki nilai %ual tinggi /ina seperti diproduksi oleh -ndia Australia #akistan ,hailand dan (#aul 1&&+). Berkaitan dengan memprogram pembangunan industri %adikan bubur yang berkelan%utan seperti di$ersi5ikasi bahan baku %adikan bubur dari kayu ke bahan lainnya tanaman Kena5 merupakan salah satu pilihan yang perlu dipertimbangkan oleh industri men%adikan bubur kertas. Kayu Kena5 prosa diperoleh dari pemisahan kulit sampai saat ini belum diman5aatkan se"ara baik ke"uali sebagai kayu bakar. Kayu tersebut mengandung serat selulosa dasar merupakan sumber serat yang bisa diproses men%adi men%adikan bubur kertas. #rosa men%adikan bubur ka!an yang tepat prosa %adikan bubur adalah mekanis seperti ,:#( Thermo Jadikan Bubur mekanik ) atau /,:#( <hemi Thermo Jadikan Bubur mekanik ) 8 karena si5at kayu lunak dan ringan. tersebut dapat menghemat bahan baku prosa bebas kimia rendemen sangat tinggi dan pen"emaran yang

rendah. >dara prosa limbah rendemen tinggi umumnya memiliki kadar -ksigen kimia Tuntut (:-JRAK -KAJ) sekitar 7333 mg = l (Kudo 1&&1) dan -ksigen biologi Tuntut (#ARA>) 733 ( )333 mg = l (.ipart 1&&3) 9ampai akhir tahun *337 industri men%adikan bubur mekanis di -ndonesia belum ter!u%ud bahkan men%adikan bubur tersebut masih impor. Fal ini kemungkinan ada beberapa alasan diantaranya men%adikan bubur kimia lebih menguntungkan dan kebutuhan bahan baku men%adikan bubur kayu masih melimpah dan tidak ada kebi%akan dari pemerintah. #ertimbangan prosa %adikan bubur lainnya bah!a mekanis memerlukan daya lebih tinggi dan harga mendaya pada saat ini dirasakan sangat mahal. Jamun suatu saat sumber alam berupa kayu akan mengalami krisis sehingga kebi%akan industri %adikan bubur lambat laun akan berubah dan mengarah kepada lainnya prosa. Dipastikan usaha dan in$estasi untuk pembuatan bubur kertas akan beralih pada pembuatan %adikan bubur mekanis atau setengah kimia mekanis dengan modi5ikasi teknologi terbaru hemat bahan dan daya. #roduk hilir yang bisa dibuat dari men%adikan bubur mekanis [uran diantaranya untuk kertas kertas industri tisu dan "ampuran peredam suara. .ipart (1&&3) mengemukakan bah!a mekanis Gadikan bubur termo (,:#) serat pan%ang apabila dilakukan penggilingan menggunakan penyuling akan memperlihatkan si5at yang hampir sama dengan si5at serat pendeknya. Jamun penguraian serpih yang
73 J. Ilmu Pengetahuan Dan Teknologi Kayu tropis ol. !" #o. $" $%%&

#erkebunan Daun Kena5 dan bunga Kena5 De"orti"ating bergonggong dan Kena5 bersumber <ambarkan 1. #erkebunan dan bersumber Kena5. prosa memiliki serat pan%ang pada ,:# Farus Dipisah dengan serpih yang memiliki serat pendek hal ini untuk menghindari ter%adinya pemotongan serat yang berlebih. 6raksi serat pan%ang ,:# pada lembaran kertas akan mendominasi di bagian permukaan kertas. :etoda pemutihan men%adikan bubur mekanis ada dua "ara yaitu pemutihan se"ara redukti5 dan se"ara oksidati5; kondisi ini dapat dilakukan se"ara tunggal atau gabungan. Bahan kimia pemutih bersi5at redukti5 diantaranya bisul5it ditonit dan boronhidrida sedangkan bahan pemutih bersi5at oksidati5 menggunakan peroksida hipohlorit oOon asam perasetat atau. #emutihan %adikan bubur hidrogen mekanis menggunakan peroksida (F * O * ) ka!an merupakan bahan pemutih oksidati5 baik dan banyak digunakan di industri. Bahan kimia pemutih seperti Ja * O dan h * O * atau "ampuran keduanya banyak media alkali digunakan dengan harus pertahankan pada pF 13 ( 11. Adanya penambahan natrium silikat dan magnesium garam pada pemutihan peroksida sangat disarankan karena ber5ungsi sebagai penyangga stabilisasi !arna dan meningkatkan ke"erahan %adikan bubur. #erlu diperhatikan pengaturan konsentrasi JaOF suhu konsentrasi Ja * 9KF-J<<A 3 konsistensi men%adikan bubur dan konsentrasi F * O * yang tepat supaya ke"erahan men%adikan bubur men"apai optimum dan kekuatan 5isik men%adikan bubur baik. Keuntungan penggunaan peroksida adalah menghasilkan dera%at

putih tinggi biaya produksi hemat mengantisipasi penurunan rendemen !arna men%adikan bubur lebih stabil karena serat bisa mempertahankan sekitar 1 = 13 bagian peroksida yang terpakai (9tanley 1&28 9tuart 1&&8). #enelitian ini mengungkapkan se"ara teknis tentang prosa kualitas men%adikan bubur mekanis batang Kena5 dan kendala lainnya yang akan ter%adi. Bahan dan Metoda #enelitian skala laboratorium dengan tahapan seperti yang tertera pada <ambar *. Batang Kena5 kering bebas kulit memiliki pan%ang antara *.) ( 3.3 m diameter 1 ( *.) "m ber!arna putih "erah diperoleh dari Ia!a ,engah. Kayu Kena5 dipotong potong seukuran pan%ang * ( 3 "m disebut serpih; pemotongan prosa diperlukan untuk mempermudah dan mengoptimalkan kapasitas digester terisi serpih. 9ebagian serpih dipersiapkan untuk pengu%ian kadar udara massa %enis mor5ologi serat dan pengu%ian kimia menggunakan metoda pengu%ian 9J- 1+. 3733 - 1&&2 9erpih kayu Kena5 dikondisikan untuk memperoleh kadar mengudara yang homogen serpih disimpan dalam plastik kedap mengudara dengan berat kering 1333 gram. Pembuatan menBadikan bubur termo mekanis *-MP+ 9erpih kering dimasukan ke dalam digester berbentuk be%ana terbuat dari tak bernoda $olume + liter dilengkapi klep pembuang tekanan uap. Mengukus dilakukan selama 33 menit dengan tekanan uap 1.) atm pada suhu 1*3 Y /. 9etelah dilakukan mengukus tekanan uap dikurangi bertahap sampai tekanan minimal( realese ). 9erpih dalam keadaan panas dimasukan ke dalam mengudara panas 83 ( 73 Y / untuk men%aga suhu serpih. 9erpih dalam keadaan panas di suling menggunakan penyuling disk berdiameter *33 karat mm terbuat dari ba%a tahan beralur. 9erpih dalam penyuling akan terurai oleh dua %enis piringan yang berputar dan satu piringan statis. #ada tahap a!al %arak piringan penyuling diatur lebih renggang (3. ) mm) supaya serpih han"ur merata dan tidak ter%adi kema"etan. Iarak piringan pada penguraian tahap kedua diatur lebih rapat (3. *) mm) dan penggilingan dilakukan kontinyu. 9elama pengilingan dilakukan pen"atatan terhadap pemakaian mendaya dan penggunaan udara. #enguraian dilakukan 3 ( + kali pengulangan sampai diperoleh serat mendekati dera%at giling 13 Y 9E. 9elan%utnya ditentukan rendemen men%adikan bubur dan pengu%ian klasi5ikasi serat dengan alat u%i Baur :". Jett (9J- 1+. 1))* - 1&2&) Angka Kappa (KJ) pada penelitian ini tidak dilakukan karena men%adikan bubur yang diperoleh memiliki Angka Kappa (KJ) yang tinggi.
Jadikan bubur dari TMP dan <TMP dari Bersumber sisa Kena* 71 (4a!an Karti!a Faroen)

<ambarkan *. 6lo!"hart dari pembuatan bubur :ekanis ,:# = /,:#. Pembuatan menBadikan bubur setengah termo mekanis *C-MP+ #rosa ,ahapan penguraian serpih /,:# hampir prosa sama dengan ,:# perbedaaan hanya saat mengukus ditambahkan larutan kimia JaOF +' dengan

perbandingan serpih dan larutan JaOF 1; ). 4aktu prosa dan tekanan uap dilakukan sama seperti ,:#. Alur per"obaan /,:# tertera pada <ambar *. Pemutihan menBadikan bubur mekanis Iadikan bubur ,:# Dan /,:# Belum #utih Ditentukan dera%at putihnya( kecerahan ). Iadikan bubur diputihkan dengan menggunakan peroksida (F * O * ) dalam * tahap yaitu; # 1 (3' atau +' h * O * ) dan tahap p * (*' F * O * ) setiap tahap ditambahkan bahan kimia JaOF KD,A dan Ja * 9iO 3 prosa sesuai kondisi yang tertera pada ,abel 1. ,abel 1. mekanis kondisi #emu"atan %adikan bubur 0angkah $ariabel #1 #* F *O * ' JaOF ' KD,A ' Ja * 9iO 3 ' 9uhu Y / Konsistensi ' pF 4aktu menit 3 dan + 1 3.) + 73 13 13 123 * 1 3.) + 73 13 13 123 9<aluasi menBadikan bubur putih mekanis Iadikan bubur putih ,:# dan /,:# dilakukan penggilingan supaya serat ter5ibrilasi menggunakan alat #iagara Pemburu . Iadikan bubur dengan konsistensi standar digiling sesuai !aktu atau dera%at giling yang ditentukan. #ada dera%at giling 33 dan +3 Y 9E dibuat lembaran dengan lembarkan mantan berbentuk lingkaran bergaris tengah 1) "m dengan berat dasar 83 ( 8) g = m. 0embaran %adikan bubur dikondisikan pada ruangan khusus dengan suhu *3 Y / Eh 8)' selama *+ kema"etan. 0embaran men%adikan bubur ,:# Atau /,:# diu%i si5at 5isik dan optiknya dengan metoda u%i menga"u standar 9J- (9J- 1+.3+&3 - 1&2&; 9J-1+. 3+32 1&2&). #engu%iannya meliputi gramatur tebal sobek retak tarik pan%ang putus dera%at putih dan opasitas Hasil dan Pembahasan Kayu Kena5 memiliki !arna putih "erah bagian tengah berlubang dan bergabus dengan massa %enis sangat ringan (3. 1)). 9i5at ini menun%ukkan bah!a kayu

Kena5 sangat lunak dan memiliki si5at ruah( besar sekali ukurannya ). Berdasarkan kriteria tersebut kayu Kena5 mudah dire5iner; hal ini merupakan salah satu syarat yang diperlukan pada pemilihan bahan baku untuk %adikan bubur prosa mekanis atau setengah mekanis (<ulli"hsen dan #aulapuro 1&&2). #ada ,abel * dapat dilihat bah!a kayu Kena5 memiliki serat yang pendek (3. 27 mm) dengan sebaran pan%ang antara 3.+7 ( 1.*3 mm dinding serat tipis (*. )* \) diameter dan serat sedang (18. &3 \). Berdasarkan klasi5ikasi mutu serat (/assey 1&23) maka kualitas men%adikan bubur yang dihasilkan akan memiliki kekuatan 5isik rendah sampai sedang. Kandungan kimia kayu Kena5 terdiri dari lignin (11. 82') atau hampir setengah lignin yang terdapat pada kayu daun( kayu keras ); selu losa ] 3&.1*' tergolong baik dengan kandungan eksktrakti5 3.23 ' atau hampir sama dengan ekstrakti5 kayu %arum (/assey 1&23; Bersenandung et. al . 1&&8). #enambahan JaOF +' pada serpih saat presteaming dapat membantu pelunakan serpih sehingga serpih mudah digiling dan kumpulan serat( bundel serat ) pada kayu "epat terurai dengan si5at serat 5leksibel. #rosa Ke%adian ini terlihat pada /,:# 9edangkan #ada ,:# pembentukan serat halus lebih banyak; hal ini serupa dengan dikemukakan Kappel (1&&&) bah!a denda Chip dari bersumber kena( / -MP 0 Pra uap air * " E+ Menyuling F Panes air $" o C &embarkan mantan pembuatan Mengalahkan Badikan bubur 2iagara Pemucatan PeroGida )isik dan optis Badikan bubur test / C-MP 0 Pra uap air * " E + F 2a=H
7* J. Ilmu Pengetahuan Dan Teknologi Kayu tropis ol. !" #o. $" $%%&

dasar akan terkelupas lebih banyak pada lapisan serat (# ) dan lapisan sekunder (91) sehingga ener%i yang diperlukan akan lebih besar. Ke%adian tersebut dapat dipantau se"ara saat penggilingan seperti kualitas $isuil %angka serat dan amper yang digunakan (,abel 3). ,abel *. serabut Bentuk Kata dan Kena5 Analisa >nsur bersumber. Jilai parameter #an%ang serabut mm Diameter serabut \ Ketebalan dinding sel \ Kepadatan

4arna kayu ] 9elulose ' 0ignin ' KCtra"ti5 (al". benO) ' 3.27 18. &3 *.)* 3.1) #utih 3&. 1* 11. 82 3.23 9erat /,:# ber!arna gelap dibandingkan dengan serat ,:# hal ini akibat adanya JaOF turut bereaksi dengan serpih saat presteaming (<ambar 3). Dera%at putih men%adikan bubur /,:# :en"apai 32.+7' -9O lebih rendah 2 titik dibandingkan men%adikan bubur ,:# +8.3*' -9O; rendemen men%adikan bubur /,:# 28.18' sedangkan men%adikan bubur ,:# lebih tinggi yaitu &1.*&'. <ambarkan 3. Oona #e"ah di serabut sebagai proses berbeda (Kappel 1&&&). /atatan; # ? dasar; 9 ? se"under; :0 ? lamela tengah; ,:# ? pembuatan bubur mekanik thermo; /,:# ? mekanis pembuatan bubur "hemi thermo. #enggilingan serpih kayu Kena5 dilakukan berulang sampai diperoleh serat terurai sempurna dengan pekiraan men"apai dera%at giling 13 Y 9E. untuk men"apai kriteria tersebut ditambahkan mengudara panas 83 ( 73 Y / media sebagai penggilingan. #enambahan udara panas dimaksudkan untuk membantu pelunakan serpih supaya ker%a penyuling tidak terlalu berat dan serat tidak banyak terpotong (<ordon et. al. 1&&8; <a$elin 1&&3; 9tuart 1&&8). Kondisi ini dimodi5ikasi karena peralatan penyuling yang digunakan tidak memiliki aliran uap air. #ada saat penggilingan serpih ,:# atau /,:# ter%adi perbedaan sangat nyata terutama pada penggunaan %angka ener%i listrik yang terpantau pada skala amper. #rosa #enggilingan serpih pada /,:# Diperlukan 3 kali ulangan dengan pemakaian arus listrik kumulati5 7.1 Amper sedangkan untuk serpih ,:# diperlukan + kali penggilingan diperlukan arus listrik 1*.) Amper. Fal ini prosa menun%ukkan bah!a ,:# :emerlukan Kner%i lebih tinggi dibandingkan /,:#. Fal ini akibat kondisi serpih yang berbeda serpih /,:# lebih lunak sehingga ener%i penyuling yang diperlukan hanya )3' dari ener%i ,:#. Data Amper Berdasarkan meter tersebut dilakukan perhitungan se"ara empiris dengan hasil bah!a untuk 1 kg serpih kayu Kena5 ,:# prosa diperlukan mendaya +.7) k4h sedangkan untuk /,:# *.8 K!h >ntuk :emperoleh 9erat men%adikan bubur mendekati dera%at giling 13 Y 9E. (,abel 3). ,abel 3. #embuatan Bubur :ekanis dan Konsumsi Daya. #roses parameter ,:# /,:# Fasil in$estasi dari %adikan bubur ' 4arna dari %adikan bubur

Ke"erahan ' -9O :engalahkan proses !aktu 6reenes Y 9E &1. *& ,erang +8. 3* + 13 ( 1) 28. 18 <elap 3&. )3 3 13 ( 1) Konsumsi daya = kg memotong kayu Kena5 Iangka amper (9A,> ) ,egangan listrik (. ) k4h (K.A) 1*. ) 323 +.7) 7.1 323 *.73 #enambahan JaOF +' pada /,:# dapat membantu ter%adinya bengkak dan deligni5ikasi melalui pori pori serpih prosa sehingga pengembangan serat lebih "epat. ,apis tipis pertengahan (:0) prosa serat pada /,:# akan terbuka dengan adanya panas dan kimia sehingga serat mudah terurai dan serat halus yang terbentuk lebih rendah serat mudah ter5ibrilasi dan lebih 5leksibel (Kappel 1&&&) Kondisi ini akan berpengaruh terhadap ikatan antar serat men%adi lemah dan serat mudah terurai se%alan aksi mekanis oleh penyuling . Demikian pula halnya dengan penambahan mengudara panas D JaOF akan menyebabkan sebagian lignin pada lapisan serat :0 dan p akan larut. Akibat perlakuan mekanis yang sangat kuat oleh penyuling menyebabkan ikatan serat terlepas dan ada sebagian serat yang han"ur terba!a udara (9a"hs et. al. 1&&3; Rung et. al. *33*). 9emakin tinggi %umlah serat yang han"ur akan berinteraksi langsung terhadap rendemen pulpnya. #engaruh perlakuan yang berbeda pada ,:# dan /,:# maka 5raksi serat %adikan bubur yang dihasilkan %uga berbeda hal ini diperlihatkan oleh 5raksionasi serat pulpnya (,abel +). #engu%ian menggunakan alat klasi5ikasi serat Baur Mc #ett terdiri dari beberapa saringan( layar ) dengan ukuran berbeda dan tersusun bertingkat. Fasilnya ternyata bah!a serat men%adikan bubur /,:# ,idak Banyak ,erpotong sedangkan serat men%adikan bubur pada ,:# banyak terpotong saat
Jadikan bubur dari TMP dan <TMP dari Bersumber sisa Kena* 73 (4a!an Karti!a Faroen)

penggilingan. #endeta Budha di ,ibet 9emakin gesekan pisau penyuling dengan serpih mengakibatkan serat banyak terpotong dan menyebabkan perbedaan !aktu penggilingan karena serpih masih keras dan ikatan seratnya

menimbulkan serat terpotong sebagian han"ur men%adi denda . #erbedaan nilai klasi5ikasi serat tertera pada ,abel +. 9erat >tuh /,:# ,ertahan 9aringan 33 ( *33 hubungkan men"apai 77.2+' untuk serat yang lolos saringan *33 %umlahnya lebih ke"il ra%ut (*1. 12') dibandingkan dengan ,:# (*7. 31'). ,abel +. Bauer :" Jett 6ra"tination. 9aring #roses ,:# /,:# D 33 ra%ut ' D )3 ra%ut ' D 133 ra%ut ' D *33 ra%ut ' - *33 ra%ut ' 3*. 3* 13. 3* 1*. 3* 1). 33 *7. 31 31. &2 1+. &3 *3. 33 11. &1 *1. 12 9i5at optik men%adikan bubur ,:# Dan /,:# Rang Diputihkan Dengan hidrogen peroksida menghasilkan dera%at putih "ukup baik( 73 ( 78' -9O). #enggunaan h * O * +' meningkatkan dera%at putih lebih tinggi namun kekuatannya menurun. 9edangkan pemakaian h * O * 3' dera%at putihnya lebih rendah (73' -9O) tetapi si5at 5isik pulpnya lebih tinggi (,abel )). 9e"ara umum kekuatan 5isik men%adikan bubur ,:# Dan /,:# Rang Diperoleh ,elah memenuhi spesi5ikasi men%adikan bubur [uran -ndonesia kertas (9J1+. 33&1 - 1&&2 Huran 9pesi5ikasi Kertas). Presteaming serpih dilakukan pada alat yang terpisah dengan penyuling nya sehingga ter%adi pemutusan panas dari be%ana ke penyuling . untuk mempertahankan media udara panas pada serpih digunakan panas suhu 83 o / kemudian digiling. #engaruh perendaman serpih dalam mengudara panas kemungkinan akan berpengaruh terhadap konsumsi ener%i penyuling saat penggilingan serpih dan %umlah rendemen men%adikan bubur yang dihasilkan. Berdasarkan pengamatan selama pembuatan %adikan bubur mekanis ,:# dan /,:# kayu Kena5 telah menun%ukkan adanya suatu perbedaan dalam pemakaian ener%i dan kualitas men%adikan bubur yang dihasilkan. Fal tersebut dapat di%adikan bahan a"uan untuk menge$aluasi pengembangan men%adikan bubur mekanis. Kesimpulan Kayu Kena5 memiliki si5at dan karakter yang memenuhi syarat sebagai bahan baku men%adikan bubur mekanis diantaranya memiliki massa %enis ringan kandungan lignin rendah selulosa sedang dan mudah digiling se"ara mekanis dengan penyuling disk . #otensi kayu Kena5 berupa limbah dapat diman5aatkan men%adi bahan prosa pembuatan bubur berman5aat melalui mekanis.

#embuatan men%adikan bubur mekanis kayu Kena5 dengan prosa /,:# Diperoleh Eendemen 28' dengan ener%i suling *.7 k4h = kg serpih. #rosa 9edangkan ,:# menghasilkan rendemen &*' diperlukan +.7) k4h = kg serpih kayu Kena5. #emutihan peroksida * tahap memberikan tingkat ke"erahan dengan dera%at putih 73 ( 78' -9O kekuatan 5isik men%adikan bubur sedang dan sebanding dengan dera%at putih yang dihasilkan. Kedua %enis men%adikan bubur putih kayu Kena5 ,:# dan /,:# memiliki kualitas yang memenuhi persyaratan spesi5ikasi mutu 9J- 1+. 33&1 - 1&&2 [uran kertas -ndonesia di. ,abel ). 6isis 9i5at dari ,:# dan bersumber /,:# Kena5( 33 Y 9E).
Iadikan bubur <ramage (g = m * Ketebalan (mm) ,etesan air mata da5tar isi buku m * =kg :eledakkan da5tar isi buku (:J = kg Rang dapat diregangkan da5tar isi buku (kJm = kg) #atahan pan%ang (m ) #elipatan induran"e (!aktu) Keburaman Dh = Dp Ke"erahan ' -9O

,:# - + 82. 37 3.*7 3.37 3.2& 8*.&3 &&2 13 &).33 7* ,:# - 3 88. 7& 3.*2 3.*) +.31 87.78 &82 1* &+.*1 73 /,:# - + 82.2* :K:A9>K- *2 +.13 +.2& 73.*3 11*+ *3 &).72 78 /,:# - 3 88. 37 3.*8 3.2& +.32 73.31 1133 17 &).12 7) 9J1+. 33&1 - 1&&2 0agi terbuat dari kertas +) ( )) 3 13 2& ( &3 ))
7+ J. Ilmu Pengetahuan Dan Teknologi Kayu tropis ol. !" #o. $" $%%&

Da(tar Pustaka Anonimous. *333. #rospek Kayu Kena5 untuk Bahan Baku :en%adikan Bubur -ndustri Kertas. Kertas 0e"es. #, (#ersero). Balai Besar 9elulosa (BB9). 1&2&. #enelitian Batang Kayu dan 9erat Kena5 :enyusun " sebagai Bahan

Baku :en%adikan Bubur Kertas. (,idak dipublikasi). /assey I.#. 1&23. Iadikan bubur dan kertas. Ketiga ed. .ol. *. Ihon 4illey T Anak 0elaki JR. <a$elin <. 1&&3. :en%adikan bubur ,eknologi dan Kebutuhan dan Kemampuan dari #erkembangan /ontries. #embangunan -nternasional s!edia Otoritas :onogra5 pada App. ,eknik industri. <ulli"hsen I. dan F. #aulapuro. 1&&2. :ekanik #embuatan bubur. Diterbitkan di Bantuan Ker%asama dengan Bahasa 6inlandia -nsinyur terbuat dari kertas Asosiasi dan ,appi. <ordon B.; I. #aris; 0... Ia"[ues. 1&&8. 9erabut #embangunan untuk menyuling :ekanis :en%adikan Bubur. ,appi Iurnal 7& (+ ); 1&3 - *13. :enggumam 7.; E. #elton; A. Famler. 1&&8. Eoman Eetensi :embantu untuk Iadikan Bubur :ekanis. ,appi Iurnal 7& (+ ); 1*& - 1+1 Kudo A.,. 1&&1. 9atu #erlakuan Aerobik dari /,:# Iadikan Bubur Boroskan Air dan ,oksisitas pada Butir Falus. 9iram 9". ,eknik. 13; 1&1& Kappel I. 1&&&. Iadikan Bubur mekanik dari Kayu untuk Kelantang Iadikan bubur. :embukukan .ideo /D-EO: :ultimedia. ,appi ,ekan A9. #aul #.K. 1&&+. #engalaman ,hai dari #enghasilan Iadikan Bubur mempergunakan Kena5. Asia terbuat dari kertas Buku ) p. 33. 9J- 1+.1))* - 1&2& /ara >%i 6raksionasi 9erat Iadikan Bubur (:etode :/ Jett). 9J- 1+.3+737 - 1&&2 /ara >%i Ketahanan ,arik 0embaran Iadikan bubur Kertas dan Karton (:etoda Ke"epatan Klongasi ,etap). 9J- 1+.33&1 - 1&&2 Huran 9pesi5ikasi Kertas. 9J- 1+.3+&3 - 1&2& /ara >%i Ketahanan Eetak 0embaran Iadikan bubur dan Kertas. 9J- 1+. 3+32 - 1&2& /ara >%i Dera%at #utih Iadikan Bubur Kertas dan Karton. 9J- 1+.3+&) - 1&2& /ara >%i Opasitas /etak Kertas. 9J- 1+.3+3& - 1&2& /ara >%i <ramatur Kertas Dan Karton. 9J- 1+.3733 - 1&&2 /ara >%i :assa Ienis Kayu >ntuk Iadikan bubur. 9a"hs B.; <.6. 0eathman; <./. :iyer; ,.F. 4egner. 1&&3. #embuatan Bubur Biome"hani"al dari /hip Kayu Ksp; #erkembangan #ola 6ungal dan Akibat pada Dinding 9el Bentuk Kata serabut dan Iadikan Bubur. Biote"h. Iadikan bubur T ,erbuat Dari Kertas #embuat A9. 9tanley J.:. 1&28. #engantar ke ,eknologi ,erbuat Dari Kertas >ni$ersitas dari :aine. Orono :aine. 9tuart E./. 1&&8 #embangunan 9erabut ,:# dan :utu dari Iadikan bubur. Iurnal Appita +&( ) ); 1&7 - *13. .ipart B. 1&&3. :enge$aluasi Anaerobik ,reatiability dari ,ermome"hani"al :en%adikan Bubur 0imbah 9iram. Iadikan bubur T ,erbuat dari kertas Kanada &1 (3 ); 1&3. Rung B.9.; R. Ieon; R. /. Eayap; D. Kim. *33*. Akibat dari #erlakuan dampak mekanik pada Bentuk Kata 9erat dan ,angani Fak :ilik lembar. Iurnal Appita )) (8 ); +7) - +7& :akalah masuk( didapat ) ; 12 Ianuari *332

Diterima( diterima ) ; 31 Ianuari *332 re$isi terakhir( re0isi akhir ) ; 3& :ei *332 4a!an Karti!a Faroen Balai Besar :en%adikan Bubur dan Kertas (BB#K) Departemen #erindustrian ( Pusat untuk MenGadikan Bubur dan Kertas )<PP+ Kementerian dari Industri ) Il. Eaya Deyeuhkolot 13* Bandung +3*)2 ,el; 3**. )*3*&23 6aC; 3**. )*3*271 K-mail; !a!ankhLyahoo. "om; !a!ankhLdepperin. pergi. identitas
Biodegradation dari kayu 3erbuk GergaGi 3engon 3ubstrate oleh Pleurotus Menggolongkan Jamur dari Bogor 7) (Klis Jina Ferliyana Dodi Jandika A"hmad 0isdar 9udirman -. dan Arie5 B. 4itarto)

Biodegradasi %ubstrat GergaBian Kayu %engon oleh ?amur Kelompok Pleurotus Asal Bogor Biodegradation dari kayu 3erbuk GergaGi 3engon 3ubstrate oleh Pleurotus Menggolongkan Jamur dari Bogor
Klis Jina Ferliyana Dodi Jandika A"hmad 0isdar -. 9udirman Dan Arie5 B. 4itarto
Pemisahan :emutihi %amur kebusukan telah dia!ali dikembangkan untuk menambahkan "enda!an yang mendasari industri pada beberapa negara termasuk dalam ber!a!asan lingkungan pemu"atan bio dan bio men%adikan bubur proses teknologi. Knam mengisolasikan dari liar Pleurotus group diisolasikan dari berbagai lokasi di Bogor yaitu Pleurotus KAB7 KB*+ KB1+ - * KB8 KA+ dan KB& dari yang dipela%ari dari karakter ligninolyti" mereka. P. ostreatus FO dipergunakan sebagai perbandingan standar. Karakter ligninolyti" dari ini enam %amur mengisolasikan diukur setelah inokulasi ke dalam 9engon( Paraserianthes *alcataria ) serbuk gerga%i kayu substrate di dalam tas plastik dengan berat substrate dari sekitar +33 gram; tambahan yang lain unsur adalah kulit kepala padi gips kalsium dan air. Obser$asi dilakukan pada kayu serbuk gerga%i 9engon substrate se%ak tahap $egetati5 hingga tahap reprodukti5. /ontoh dibuka dihan"urkan dengan Palu Giling kemudian dikeringkan dengan o$en pada suhu dari +3 o / pada + ( 8 konten hari hingga air %angkauan 1)' dan timbang sekitar 33 gram untuk analyses. Analisa dilakukan oleh takaran dapat larut dalam air unsur digali (,A##- t *37 om - 22 9tandar) JaOF (sodium hidroksida) 1' unsur digali yang dapat larut (,A##- t *1* om - 22 9tandar) digali yang dapat larut alkohol benOena unsur (,A##- t *3+ om - 22 9tandar) konten lignin (,A##- t 13 os - )+ 9tandar) konten holo"ellulose dengan kiat coklat (,A##- t *11 m 9tandar) dan konten selulose dengan 9alib "ara dan Be$an (:eulenho55 et al . 1&77; ,A##- 1&&8). :empunyai teraplikasi dari masing-masing liar Pleurotus group mengisolasikan dihasilkan pada peningkatan dengan pen%umlahan digali mengombinasikan keduanya di tahap $egetati5 dan reprodukti5. :asing-masing liar Pleurotus group mengisolasikan $ariasi pertun%ukan pada ratarata penurun dari lignin konten (13. 7 ( 2&.7') dan selulose (12. & ( 27.+'). Pleurotus KB& mampu untuk penyusutan lignin paling tinggi (2&. 7') dan selulose (27. +') isi suatu substrate. Klasi5ikasi berlandaskan karakter ligninolyti" adalah berbeda dengan klasi5ikasi berlandaskan analisa dan karakter 5isiologis. Pleurotus KB& sepertinya terpisah dari lain isolasikan. -ni perlihatkan yang di situ adalah karakter ligninolyti" berbeda antara isolasikan. ,erbaik mengisolasikan untuk pembuatan bubur bio dan bioblea"hing agen adalah Pleurotus KB& pada tahap $egetati5. Kata kunci: Pleurotus group karakter ligninolyti" 8 9erbuk gerga%i 9engon substrate Pendahuluan

#enerapan bioteknologi yaitu dengan prosa meman5aatkan biologi menggunakan %amur prosa pendegradasi lignin dalam teknologi biobleaching dan biopulping merupakan salah satu alternati5 dan terobosan besar yang perlu dika%i. Beberapa spesies pleurotoid adalah %amur pelapuk kayu yang dapat mendegradasi substrat kayu men%adi bahan bahan prosa organik sederhana melalui hidrolisis enOimatis sehingga dapat diman5aatkan oleh mikroorganisme berada in"l. tumbuh tumbuhan dan tanaman kehutanan. Diketahui beberapa spesiesnya bersi5at yang dapat dimakan diantaranya yang terkenal adalah kelompok Pleurotus yang telah diketahui berpotensi mendegradasi lignin. #rosa KnOim yang berperan dalam degradasi adalah enOim ekstraseluler. Iamur yang hidup pada bahan lignoselulosa mengeluarkan enOim yang dapat mendegradasi bahan tersebut sebagai nutrisinya. Bahan lignoselulosa yang terdiri atas selulosa hemiselulosa dan lignin merupakan bahan polimer sehingga enOim yang disekresikan %amur akan mengubah bahan lignoselulosa men%adi monomernya agar mudah masuk ke dalam sel. 0igninolitik berhubungan dengan produksi enOim ekstraseluler pendegradasi lignin yang dihasilkan oleh %amur pelapuk putih. Dua enOim yang berperan prosa dalam tersebut adalah 5enol oksidase (lakase) dan peroksidase (Bibir lignin peroksidase = batu ka!i dan peroksidase = :n#). :ekanisme degradasi lignin oleh Pleurotus belum banyak dipela%ari seperti pada P. chrysosporium . Jamun dari beberapa studi yang dilakukan terlihat enOim yang bertanggung%a!ab untuk degradasi lignin dalam Pleurotus "ukup ber$ariasi. ,erdapat lebih kurang 87 spesies kelompok Pleurotus yang berhasil dikumpulkan dan dilaporkan oleh para peneliti seluruh dunia se%ak Eoussel pada tahun 123) pertama kali memberi nama Pleurotus (0E *33+). 9ampai saat ini penelitian mengenai %amur pleurotoid kelompok Pleurotus -ndonesia asal masih sangat terbatas meskipun %amur ini sudah dikenal dan dikumpulkan serta diman5aatkan masyarakat untuk berbagai keperluan (<una!an 1&&7).
78 J. Ilmu Pengetahuan Dan Teknologi Kayu tropis ol. !" #o. $" $%%&

Fasil karakterisasi 5isiologis terhadap isolat kelompok Pleurotus asal Bogor yaitu Pleurotus KB& dan Pleurotus KA+ menun%ukkan reaksi oksidasi yang positi5 media pada AA< Dan AA,. Berdasarkan hal hal tersebut di atas maka perlu dilakukan penelitian karakterisasi se"ara ligninolitis isolat kelompok Pleurotus tersebut berdasarkan tingkat degradasi dan la%u dekomposisi pada kayu bahan %adikan bubur. ,u%uan penelitian ini adalah untuk mengetahui tingkat = kemampuan biodegradasi melalui kadar Oat ekstrakti5 larut dalam udara kadar Oat ekstrakti5 larut dalam JaOF 1' kadar Oat ekstrakti5 larut dalam alkohol benOena kadar lignin kadar holoselulosa dan kadar selulosa pada 5ase $egetati5 dan reprodukti5. Bahan dan Metode -empat dan Aaktu Penelitian

#enelitian ini dilaksanakan pada bulan :ei *33+ sampai Ianuari *338 di (1 ) 0aboratorium #atologi Futan Departemen 9il$ikultur dan (* ) 0aboratorium Kimia Kayu Departemen Fasil Futan 6akultas Kehutanan; (3 ) 0aboratorium :ikrobiologi dan Biokimia #usat 9tudi -lmu Fayat; (+ ) 0aboratorium :ikologi Departemen #roteksi ,anaman 6akultas #ertanian; dan di () ) Eumah Iamur Departemen Biologi 6:-#A -#B; (8 ) -ndonesia 0embaga -lmu #engetahuan (0-#-) /ibinong dan (7 ) -ndonesia 0embaga Eiset #erkebunan (0E#-) Bogor. Media Degradasi %erbuk GergaBian Kayu %engon Karakter ligninolitik keenam isolat kelompok Pleurotus asal Bogor yaitu Pleurotus KB1+ - * KB*+ KA+ KAB7 KB8 dan KB& dengan P. ostreatus FO media sebagai pembanding standar pada serbuk gerga%ian kayu 9engon dalam kantong dengan bobot sekitar +33 gram (media kulti$asi dengan serbuk gerga%ian kayu 9engon). Kultur agar ketu%uh isolat kelompok Pleurotus selan%utnya dibuat bibit dengan "ara menumbuhkan miselium ukuran 133 mm * media pada bibit dalam botol (%e!a!ut *3' dedak 3' kapur 3.+' dan serbuk gerga%ian 73.8' serta mengudara se"ukupnya) kemudian diinkubasi di tempat gelap pada suhu kamar. :edia Iika miselium telah tumbuh memenuhi bibit dalam botol dengan baik baru kemudian sebanyak satu sendok teh bibit(D 13 gram) tersebut diinokulasikan media pada serbuk gerga%ian kayu 9engon dalam kantong. serbuk gerga%ian kayu 9engon dalam media kantong terdiri atas 2*.)' serbuk gerga%ian yang ditambah 1)' dedak (bekatul padi) 1. )' tipu dan 1.3' kapur serta mengudara se"ukupnya tiap kantong plastik diisi sekitar +33 media gram dan kemudian disterilisasi drum dalam kukus selama 7 kema"etan. serbuk media gerga%ian kayu 9engon yang sudah diinokulasi dengan bibit disimpan di ruang inkubasi kemudian yang sudah penuh dengan miselium disimpan di ruang pemeliharaan atau ruang produksi sampai keluar tubuh buah. >%i ini dilakukan dengan + ( 13 ulangan. #engamatan dilakukan pada 5ase $egetati5 dan pada 5ase reprodukti5. 6ase $egetati5 adalah !aktu inkubasi dari a!al inokulasi sampai kantong penuh dengan miselium. 6ase reprodukti5 adalah dimulai setelah 5ase $egetati5 sampai membentuk tubuh buah dan berlan%ut sampai beberapa kali panen tubuh buah sampai bahan substrat habis dan tidak terbentuk lagi tubuh buah hal tersebut bisa sampai 2 kali panen bahkan lebih. Dalam penelitian ini yang diamati biodegradasinya dibatasi hanya sampai + kali panen tubuh buah. Data Prosedur Penetapan Contoh :Bi dan Analisis /ontoh u%i media yaitu serbuk gerga%ian kayu 9engon dalam kantong tersebut dibuka dan mesin pen"ampur dihan"urkan dengan menggunakan khusus ( Palu Giling ) o$en kemudian dikeringkan dalam dengan suhu +3 o / selama + ( 8 hari sampai kadar udara

sekitar 1)'. /ontoh u%i tersebut kemudian ditimbang sekitar 33 untuk bahan analisis gram. Analisis dilakukan dengan mengukur kadar Oat ekstrakti5 larut dalam udara (9tandar ,A##- t *37 om - 22) kadar Oat ekstrakti5 larut dalam JaOF 1' (9tandar ,A##- t *1* om - 22) kadar Oat ekstrakti5 larut dalam alkohol benOena (9tandar ,A##- t *3+ om - 22) analisis kadar lignin (9tandar ,A##- t 13 os - )+) dan analisis kadar holoselulosa dengan metoda coklat (9tandar ,A##- t *11 m) dan analisis kadar selulosa :enyeberangi dan Be$an. Analisis dengan menggunakan metode yang dia"u dari :eulenho55 et al . (1&77) dan ,A##- (1&&8). Ean"angan per"obaan yang digunakan adalah ran"angan a"ak lengkap (EA0). Data #engolahan analisis ragam menggunakan 9A9& dan analisis kelompok menggunakan aplikasi 9#9913. Hasil Media Degradasi %erbuk GergaBian Kayu %engon Fasil penelitian menun%ukkan kelarutan ekstrakti5 substrat baik; kelarutan dalam mengudara dingin (KDAD) kelarutan dalam mengudara panas (KDA#) kelarutan dalam JaOF 1' (KDJaOF1) dan kelarutan dalam alkoholbenOena (KDKB) "enderung meningkat setelah diinokulasi oleh masing masing isolat kelompok Pleurotus baik pada 5ase $egetati5 maupun reprodukti5. KDJaOF1 yang meningkat mengindikasikan adanya se%umlah polisakarida yang %uga degradasi oleh %amur (9tandar ,A##- t *1* om - 22). Kelarutan Oat ekstrakti5 tampak menurun seiring masa inkubasi (,abel 1). KDAD terbesar diperoleh setelah diinokulasi oleh Pleurotus KB7 pada saat 5ase $egetati5. KDA# terbesar diperoleh setelah diinokulasi oleh Pleurotus KB& pada saat 5ase $egetati5. KDJaOF1 terbesar diperoleh setelah diinokulasi oleh P. ostreatus FO pada saat panen ke - 1. KDKB terbesar diperoleh setelah diinokulasi Pleurotus
Biodegradation dari kayu 3erbuk GergaGi 3engon 3ubstrate oleh Pleurotus Menggolongkan Jamur dari Bogor 77 (Klis Jina Ferliyana Dodi Jandika A"hmad 0isdar 9udirman -. dan Arie5 B. 4itarto)

,abel 1. konten Air dan unsur digali dari substrate(') mempunyai teraplikasi dari masing-masing liar Pleurotus group isolasikan . :engisolasikan !aktu Obser$asi Dry!eight KA KDAD KDA# KDJaOF1 KDKB kontrol 1 ) 11&. 8 &.3 ).+ 13.3 *+.1 3.2 Pleurotus ,ahap $egetati5 KAB7 13&.1 2.& 1*.1 1*.) 31.) 8.3 panen 1 2).& 2.1 13.) *+.8 3.* panen * 2).+ 7.3 13.3 1*.+ *8.+ 3.& panen 3 23.1 7.8 1*.3 13.3 *&.& 3.3 panen + 27.& 7.& 11.) 1*.7 33.& *.* Pleurotus ,ahap $egetati5 KB*+ 77.3 7.* 7.& 13.2 *7.3 +.+ panen 1 78.2 8.* 2.7 11.8 33.7 +.7 panen * 82.8 ).& &.3 1*.3 *3.7 3.3 panen 3 * ) - - - - panen + 8+.7 ).) &.1 11.1 **.3 3.2 Pleurotus KB1+ - * tahap $egetati5 7+.3 7.* 11.+ 1*.1 *2.7 *.* panen 1 2).& 8.3 13.3 13.8 *&.1 +.3 panen * &+.8 2.7 &.2 1*.+ *&.2 +.1 panen 3 8+.* 7.3 2.1 2.7 *1.* 3.3 panen + 83.) ).7 8.& 2.7 12.* *.3

Pleurotus ,ahap $egetati5 KB8 &1.8 7.& 7.3 2.8 *3.3 3.+ panen 1 27.) 7.+ &.+ 11.8 *3.* +.7 panen * 28.7 8.8 2.2 1*.) *3.7 +.7 panen 3 72.+ 7.3 ).8 2.8 *3.8 *.& panen + 83.+ +.3 8.7 7.3 18.1 *.+ Pleurotus ,ahap $egetati5 KA+ &7.3 2.+ &.+ 11.2 *7.2 3.3 panen 1 72.3 ).) 7.8 13.1 *+.3 3.7 panen * )3.& +.) ).3 8.2 17.2 1.& panen 3 8&.* 8.3 &.3 11.) *3.+ *.2 panen + 77.1 7.* &.3 13.3 *3.+ *.8 P.ostreatus 9- tahap $egetati5 21.3 8.8 &.2 1*.& *7.1 3.8 panen 1 &7.1 2.+ 11.8 13.) 3+.3 +.3 panen * 72.2 ).2 11.* 13.3 *2.3 +.3 panen 3 8&.1 ).3 13.1 11.& *3.8 *.8 panen + 23.3 8.1 13.7 1*.7 *3.3 3.1 Pleurotus ,ahap $egetati5 KB& 112.+ &.3 11.3 13.8 33.3 +.1 panen 1 73.7 ).1 ).8 7.3 1&.3 3.1 panen * 11+.) &.+ &.8 11.& 3*.* 3.8 panen 3 82.1 8.) 7.3 1).) 1.8 panen + 12.+ 1.2 *.3 *.* ).3 3.) /atatan; KA; 9iram konten; KDAD; dingin dapat larut dalam air unsur digali; KDA#; panas dapat larut dalam air digali unsur; KDJaOF1; JaOF (hidroksida natrium) 1' unsur digali yang dapat larut; KDKB; alkohol benOena unsur digali yang dapat larut; 1 ) Kontrol; 9ubstrate yaitu tidak men"a"ar dari masing-masing liar Pleurotus group isolasikan; * ) tidak diamati. KB7 pada saat 5ase $egetati5. Ienis isolat 5ase pertumbuhan dan interaksi antara %enis isolat dan 5ase pertumbuhan tidak berpengaruh nyata terhadap kadar Oat Oat ekstrakti5 substrat. Fasil penelitian menun%ukkan kandungan polimer kayu baik lignin selulosa dan hemiselulosa substrat "enderungan menurun setelah diinokulasi oleh masingmasing isolat kelompok Pleurotus baik pada 5ase $egetati5 maupun reprodukti5. Femiselulosa yang meningkat mengindikasikan adanya se%umlah bahan penyusun kayu yang tidak terukur terdegradasi oleh %amur (,abel *). Kadar lignin selulosa dan hemiselulosa terke"il diperoleh setelah diinokulasi oleh Pleurotus KB& pada saat panen ke - +. Ienis isolat 5ase pertumbuhan
72 J. Ilmu Pengetahuan Dan Teknologi Kayu tropis ol. !" #o. $" $%%&

,abel * konten 0ignin holo"ellulose selulose dan hemi"ellulose dari substrate(') mempunyai teraplikasi dari masingmasing liar Pleurotus group isolasikan :engisolasikan !aktu Obser$asi 0ignin Folo"ellulose Bahan Kimia >ntuk /at Femi"ellulose kontrol 1 ) *3. :K:A9>K- 8+.8 +7.+ 17.* Pleurotus ,ahap $egetati5 KAB7 *3.) 8*.1 32.) *3.8 panen 1 17.2 +7.2 *&.+ 12.3 panen * 12.& +).& *2.1 17.2 panen 3 13.+ +).1 *7.3 12.1 panen + 1+.& ++.& *7.) 17.) Pleurotus ,ahap $egetati5 KB*+ 11.& 37.& 1&.) 12.+ panen 1 13.+ 37.) *3.) 17.3 panen * 13.* 38.1 *+.8 11.) panen 3 - * ) - - panen + 1*.8 3+.3 *3.) 13.2 Pleurotus KB1+ - * tahap $egetati5 1+.8 3).7 *+.2 13.&

panen 1 1*.3 +*.+ *3.& 12.) panen * *3.) )+.3 31.+ **.8 panen 3 &.7 3*.) *3.2 11.7 panen + 1*.3 33.1 *3.1 13.3 Pleurotus ,ahap $egetati5 KB8 1*.7 +8.3 *7.+ 12.8 panen 1 13.3 ++.1 *7.8 18.) panen * 13.2 ++.1 *8.1 12.3 panen 3 17.3 +).1 *8.7 12.) panen + 13.+ 31.3 *3.7 13.7 Pleurotus ,ahap $egetati5 KA+ 1+.8 )1.3 *2.7 **.8 panen 1 1*.8 +*.+ *3.7 12.7 panen * &.* *2.1 18.7 11.+ panen 3 1+.* 37.& *3.2 1+.1 panen + 13.+ 32.7 **.7 18.3 P.ostreatus 9- tahap $egetati5 13.* +3.3 *3.2 18.) panen 1 17.* +2.1 *2.2 1&.3 panen * 13.) 3&.1 **.* 18.& panen 3 13.) 3+.8 *3.3 1+.) panen + 13.1 +*.1 *).7 18.3 Pleurotus ,ahap $egetati5 KB& 12.* 87.* 37.& *&.3 panen 1 13.3 38.3 *1.7 1+.3 panen * 1&.1 )7.& 33.8 *+.3 panen 3 &.3 37.+ *3.& 13.) panen + *.+ 2.2 8.3 *.2 1 ) Kontrol; 9ubstrate yaitu tidak men"a"ar dari masing-masing liar Pleurotus group isolasikan; * ) tidak diamati. dan interaksi antara %enis isolat dan 5ase pertumbuhan tidak berpengaruh nyata terhadap kadar lignin substrat. 6ase pertumbuhan berpengaruh nyata terhadap kadar selulosa dan hemiselulosa substrat namun %enis isolat dan interaksi antara %enis isolat dan 5ase pertumbuhan tidak berpengaruh se"ara nyata. #enurunan kandungan polimer kayu yang "ukup besar %uga ditun%ukkan oleh adanya penurunan bobot kering substrat setelah diinokulasi isolat kelompok #leurotus. Bobot kering substrat terke"il %uga diperoleh setelah diinokulasi oleh Pleurotus KB& pada saat panen ke - + (<ambar 1). Kadar Oat Oat ekstrakti5 %umlah se"ara umum meningkat setelah diinokulasi oleh masing masing isolat kelompok Pleurotus baik pada 5ase $egetati5 maupun reprodukti5 (<ambar *).
Biodegradation dari kayu 3erbuk GergaGi 3engon 3ubstrate oleh Pleurotus Menggolongkan Jamur dari Bogor 7& (Klis Jina Ferliyana Dodi Jandika A"hmad 0isdar 9udirman -. dan Arie5 B. 4itarto)

<ambarkan 1. berat Kering dari substrate mempunyai teraplikasi dari masing-masing liar Pleurotus group isolasikan. /atatan; 1 ) tidak diamati. <ambarkan *. senya!a pen%umlahan Digali dari substrate mempunyai teraplikasi dari masing-masing liar Pleurotus group isolasikan. /atatan; 1 ) tidak diamati. 0.0 20. 0 40. 0 60. 0 80. 0 100. 0 120. 0

140. 0 B!"a# k!"$%& ('"am)


'o#t$ol ++,.taha! ve.etati/ +0,.+ 00.3 04.3 ,+.- ,0.3 8+.3 ++8.4 !a#e# + 85., 0-.8 85., 80.5 08.3 ,0.+ 00.0 !a#e# 2 85.4 -8.- ,4.- 8-.0 53., 08.8 ++4.5 !a#e# 3 83.+ -4.2 08.4 -,.2 -,.+ -8.+ !a#e# 4 80., -4.0 -0.5 -0.4 00.+ 80.3 +8.4 "leu$otu% EA10 "leu$otu% E124 "leu$otu% E1+4 2 2 "leu$otu% E1"leu$otu% EA4 ".o%t$eatu% 34 "leu$otu% E1, 1)

0.0 20. 0 40. 0 60. 0 80. 0 S!%(a)a d$&a*$(+)


'o#t$ol 43.3 taha! ve.etati/ -2.0 50.+ 54.3 42.0 52.3 53.4 58.0 !a#e# + 4-.5 55.0 50.3 48., 45.0 -3.4 35.+ !a#e# 2 52.8 40., 5-.2 4,.8 3+., 50.+ 50.3 !a#e# 3 58.5 4+.0 30.- 40.0 48.2 30.8 !a#e# 4 50.4 4-.0 35., 32.5 45.4 4-.- +0.0 "leu$otu% EA10 "leu$otu% E124 "leu$otu% E1+4 2 2 "leu$otu% E1"leu$otu% EA4 ".o%t$eatu% 34 "leu$otu% E1, &1 ) 23 J. Ilmu Pengetahuan Dan Teknologi Kayu tropis ol. !" #o. $" $%%&

<ambarkan 3. #enurun dari lignin isi suatu substrate mempunyai teraplikasi dari masing-masing liar Pleurotus group isolasikan. /atatan; 1 ) tidak diamati. Kadar lignin substrat yang rendah setelah diinokulasi isolat isolat %amur tersebut menun%ukkan isolat isolat mempunyai potensi ligninolitik yang "ukup besar. #enurunan kadar lignin substrat terbesar %uga

diperoleh setelah diinokulasi oleh Pleurotus KB& pada saat panen ke - + (<ambar 3). #enurunan kadar lignin oleh isolat isolat %amur tersebut berkisar antara 13.7 sampai dengan 2&.7'. Pleurotus KB& mempunyai kemampuan menurunkan kadar lignin sampai 2&.7'. #enurunan kadar selulosa oleh isolat isolat %amur tersebut berkisar antara 12.& sampai dengan 27.+'. Pleurotus KB& %uga dapat menurunkan kadar selulosa tertinggi yaitu 27.+'. Kadar hemiselulosa tampak menun%ukkan 5luktuati5 ada yang meningkat ada yang menurun. Fal ini diduga disebabkan adanya se%umlah bahan penyusun kayu yang tidak terukur terdegradasi oleh %amur seperti kadar Oat ekstrakti5 (,abel 3). Analisis Kelompok Berdasarkan Karakter &igninolitis Biodegradasi %ubstrat oleh Kelompok Pleurotus Fasil analisis kelompok berdasarkan penurunan kadar lignin selulosa dan hemiselulosa pada 5ase $egetati5 memperlihatkan Pleurotus KB& dan Pleurotus KAB7 (KB7) sangat dekat dengan persamaan &+' dan membentuk kelompok sendiri. P. ostreatus FO berada dengan isolat lainnya dalam kelompok yang berbeda (<ambar +A). Fasil analisis kelompok berdasarkan pada 5ase reprodukti5 memperlihatkan Pleurotus KB& dan Pleurotus KA+ sangat dekat dengan persamaan &)' dan dengan Pleurotus KB*+ membentuk kelompok besar kedua sedangkan P. ostreatus FO berada dengan isolat lainnya dalam kelompok yang berbeda (<ambar +B). Pembahasan #rosa Dari sisi pandangan untuk biopulping dan biobleaching isolat %amur yang diharapkan adalah yang dapat meningkatkan kelarutan Oat ekstrakti5 dan menurunkan kadar lignin namun sedikit menurunkan kadar selulosa dan hemiselulosa (rendemen). rendemen dapat ditun%ukkan se"ara praktis dengan melihat bobot kering sisa degradasi. 5ase $egetati5 pendeta Budha di ,ibet dan reprodukti5 dapat dilihat pada penelitian * tentang karakter 5isiologi. Fasil penelitian menun%ukkan bah!a pada 5ase $egetati5 Pleurotus KB& merupakan isolat yang mempunyai kemampuan meningkatkan kelarutan Oat ekstrakti5 "ukup tinggi (*8. *') dan menurunkan kadar lignin "ukup besar (*3. 2') dan menurunkan kadar selulosa (*3. 1') serta tampak ada peningkatan kadar hemiselulosa (73. 8'). -solat Pleurotus KB& tersebut mempunyai 5ase $egetati5 yang sangat singkat yaitu 1+ hari dan menyebabkan penurunan bobot kering sisa ka!an degradasi yang ke"il yaitu 1.3'. -solat Pleurotus KAB7 pada 5ase $egetati5 meningkatkan kelarutan Oat ekstrakti5 "ukup tinggi (33. *') dan menurunkan kadar lignin (13. 7') dan menurunkan kadar selulosa (12. &') dan tampak ada peningkatan kadar hemiselulosa (37. ))'). Jamun isolat tersebut mempunyai 5ase $egetati5 yang "ukup pan%ang (73. 7 hari) dengan menyebabkan penurunan bobot

kering sisa degradasi sebesar 2.2'.


0.0 20. 0 40. 0 60. 0 80. 0 100. 0

M!%(,-,# da"$ K.%#!% L$&%$%(+)


taha! ve.etati/ +0.0 48.5 3-.4 44.- 3-.0 42.0 20.8 !a#e# + 22.8 4+.5 4-.3 42.+ 45.4 25.3 55.4 !a#e# 2 +0.0 42.5 ++.+ 40.2 5,., 4+.2 +0.+ !a#e# 3 4+.- 50.0 2-.0 38.3 54.- 5,.0 !a#e# 4 35.4 45.+ 40.0 54., 55.0 43.0 8,.0 "leu$otu% EA10 "leu$otu% E124 "leu$otu% E1+4 2 2 "leu$otu% E1"leu$otu% EA4 ".o%t$eatu% 34 "leu$otu% E1, &1 ) Biodegradation dari kayu 3erbuk GergaGi 3engon 3ubstrate oleh Pleurotus Menggolongkan Jamur dari Bogor 21 (Klis Jina Ferliyana Dodi Jandika A"hmad 0isdar 9udirman -. dan Arie5 B. 4itarto)

-solat Pleurotus KA+ pada 5ase $egetati5 mempunyai kemampuan meningkatkan kelarutan Oat ekstrakti5 (17. *') dan menurunkan kadar lignin "ukup tinggi (38. 7') dan menurunkan kadar selulosa "ukup besar (3&. +') dan tampak ada peningkatan kadar hemiselulosa (31. *'). Jamun isolat tersebut mempunyai 5ase $egetati5 yang "ukup pan%ang (72. 8 hari) dengan menyebabkan penurunan bobot kering sisa degradasi sebesar 12.7'. ,abel 3. #eningkatan dengan pen%umlahan digali kombinasikan menyusut dari mengeringkan berat konten lignin selulose dan hemi"ellulose keduanya pada tahap $egetati5 dan reprodukti5 mempunyai teraplikasi dari masing-masing liar Pleurotus group isolasikan :eningkat untuk :enyusut(') :engisolasikan !aktu Obser$asi Digali (') Kering berat 0ignin konten 9elulose konten Femi"ellulose konten Pleurotus ,ahap $egetati5 KB7 33.* 2.2 13.7 12.& - 37.) 3 ) panen 1 8.2 *2.* **.2 37.& - 8.8

panen * 12.3 *2.8 17.7 +3.7 - 3.+ panen 3 *8.3 33.) +1.8 +3.3 - ).+ panen + *+.8 *8.) 3).+ +*.1 - 1.) Pleurotus ,ahap $egetati5 KB*+ 13.7 3).+ +2.) )2.& - 7.1 panen 1 **.3 3).2 +1.) )8.7 1.1 panen * &.7 +*.8 +*.) +2.1 3*.& panen 3 - 1 ) - - - panen + ).2 +).& +).1 )3.+ 37.1 Pleurotus KB1+ - * tahap $egetati5 *3.3 37.& 38.+ +7.2 38.3 panen 1 *+.+ *2.* +8.3 +&.8 - 7.2 panen * *3.3 *3.& 11.1 33.7 - 31.* panen 3 - ).8 * ) +8. 3 )7.7 )8.* 31.& panen + - *3.) +&.+ +7.7 )7.8 *+.) Pleurotus ,ahap $egetati5 KB8 - 3.3 *3.+ ++.8 +*.3 - 2.+ panen 1 11.) *8.2 +*.1 +1.2 +.3 panen * 13.3 *7.) +3.* ++.& - +.) panen 3 - 1).3 3+.) *8.3 +3.2 - 7.+ panen + - 33.+ +&.) )+.& )8.+ 32.1 Pleurotus ,ahap $egetati5 KA+ 17.* 12.7 38.7 3&.+ - 31.* panen 1 ).* 3+.) +).+ )3.3 - 2.& panen * - 3).8 )+.& )&.& 8+.7 33.2 panen 3 7.2 +*.1 32.3 +&.& 12.3 panen + +.8 3).) )).3 )*.1 8.2 P.ostreatus 9- tahap $egetati5 12.& 3*.3 +*.7 +&.7 +.3 panen 1 31.2 12.& *).3 3&.1 - 1*.3 panen * *+.* 3+.1 +1.* )3.* 1.) panen 3 13.* +*.* )+.8 )7.7 1).+ panen + 7.3 3*.2 +3.3 +).7 ).1 Pleurotus ,ahap $egetati5 KB& *8.* 1.3 *3.2 *3.1 - 73.8 panen 1 - *3.* +3.& )).+ )+.* 17.3 panen * *+.+ +.3 17.1 *&.1 - +1.1 panen 3 - +3.+ +3.1 )&.7 +&.7 *1.+ panen + - 33+.3 2+.7 2&.7 27.+ 23.) /atatan; Jilai dari #eningkatan dengan pen%umlahan digali mengombinasikan dibandingkan dengan senya!a pen%umlahan digali dari kontrol (+3. 3'); nilai dari penurun dengan berat kering konten lignin selulose dan hemi"ellulose dibandingkan dengan masing-masing kontrol; berat kering (11&. 8 g) konten lignin (*3. 3') selulose (+7. +') dan hemi"ellulose (17. *'); 1 ) tidak diamati * ) Jilai negati5 di arti kolom ini di situ adalah penurun; 3 ) Jilai negati5 di kolom ini memaksudkan di situ adalah peningkatan.
2* J. Ilmu Pengetahuan Dan Teknologi Kayu tropis ol. !" #o. $" $%%&

<ambarkan +. A. Dendograme dari karakter ligninolyti" pada tahap $egetati5 dari ini enam %amur isolasikan Pleurotus golongkan Jamur dari Bogor yaitu Pleurotus KB8 P. ostreatus FO Pleurotus KB*+ Pleurotus KA+ Pleurotus KB1+ - * Pleurotus KAB7 dan Pleurotus KB&. B. Dendograme dari karakter ligninolyti" pada tahap reprodukti5 dari ini enam %amur isolasikan Pleurotus menggolongkan Jamur dari Bogor yaitu Pleurotus KB1+ - * P. ostreatus FO Pleurotus KB8 Pleurotus KAB7 Pleurotus KA+ Pleurotus KB& dan Pleurotus KB*+. -solat P. ostreatus FO mempunyai kemampuan meningkatkan kelarutan Oat ekstrakti5 (12. &') dan menurunkan kadar lignin "ukup tinggi (+*. 7') dan menurunkan kadar selulosa "ukup besar (+& 7') dan tampak ada peningkatan kadar hemiselulosa (+. 3'). -solat tersebut mempunyai 5ase $egetati5 yang "ukup pendek (1&. ) hari) dengan menyebabkan penurunan

bobot kering sisa degradasi sebesar 3*.3'. #adahal P. ostreatus diketahui merupakan %amur pelapuk putih yang lebih selekti5 terhadap lignin dibanding P. chrysosporium (Kerem et al. 1&&*). -solat Pleurotus KB*+ KB1+ - * dan KB8 pada 5ase $egetati5 mempunyai kemampuan menurunkan kadar lignin yang "ukup tinggi namun pada aspek aspek berada dalam kriteria sebagai agens biopulping dan biobleaching mempunyai kelemahan seperti sedikit menurunkan kelarutan Oat ekstrakti5 menurunkan %uga rendemen bahan men%adikan bubur serta mempunyai 5ase $egetati5 pendeta Budha di ,ibet yang "ukup. Fal ini menun%ukkan bah!a isolat spesies %amur yang berbeda memiliki kemampuan yang media berbeda dalam mendegradasi satu %enis (substrat gerga%ian kayu 9engon). Fasil penelitian menun%ukkan bah!a isolat yang baik untuk agens ka!an biopulping dan biobleaching adalah Pleurotus KB& pada 5ase $egetati5. 4alaupun isolat tersebut pada 5ase reprodukti5 mempunyai kemampuan menurunkan kadar lignin sampai 2&.7' namun mempunyai kelemahan terutama masa inkubasi pendeta Budha di ,ibet yang "ukup dan %uga rendemen berupa selulosa dan hemiselulosa yang rendah karena semakin besar terdegradasi. :enurut /hang dan Fayes (1&72) setelah terbentuk tubuh buah (basidiokarp) 5raksi holoselulosa ]-selulosa dan lignin direduksi kira kira men"apai 23'. GadraOil (1&7) dalam /hang dan Fayes 1&72) mengatakan bah!a hasil dekomposisi kompleks lignoselulosa oleh P. osteratus adalah )3' men%adi substrat yang dibebaskan sebagai menggas /O * *3' sebagai udara *3' sebagai residu kompos dan 13' men%adi tubuh buah. Fasil akhir menun%ukkan nitrogen kandungan dan meningkat selama mineral pertumbuhan. :enurut Ferliyana (1&&7) setelah 8 media minggu inkubasi pada kulti$asi padat dengan kondisi diberi aerasi pemberian 3chiEophillum bicara mesra dapat menurunkan kadar lignin pada men%adikan bubur kayu Akasia
E B

Be01 2a0ak 31 n*a0a 405+p Be01 2a0ak 31 n*a0a 405+p A B


$)56a)1kan 7a,6e $)56a)1kan 7a,6e
Biodegradation dari kayu 3erbuk GergaGi 3engon 3ubstrate oleh Pleurotus Menggolongkan Jamur dari Bogor 23 (Klis Jina Ferliyana Dodi Jandika A"hmad 0isdar 9udirman -. dan Arie5 B. 4itarto)

mangium (8&. 3') dan pada men%adikan bubur kayu Pinus merkusii (13') dan pemberian P. chrysosporium dapat menurunkan kadar lignin pada men%adikan bubur kayu A. mangium (+1. 2') dan pada men%adikan bubur kayu P. merkusii (7). &'). Kelompok ekstrakti5 pada substrat kayu mempunyai kadar yang sedikit namun terdiri atas pelbagai senya!a kimia. Komponen utama yang larut mengudara adalah terdiri atas karbohidrat protein dan garam garam anorganik. Kkstraksi pelarut dapat dilakukan dengan berbagai

pelarut organik seperti eter aseton benOena etanol diklorometana atau "ampuran pelarut tersebut. Asam lemak damar asam lilin tanin dan Oat !arna adalah bahan penting yang dapat diekstrak dengan pelarut organik. Dalam kasus manapun tidak ada perbedaan yang tegas antara komponen ekstrakti5 yang dipisahkan dengan pelarut yang berbeda misalnya tanin larut dalam mengudara panas tetapi %uga ditemukan dalam ekstrak alkohol (A"hmadi 1&22). Fasil penelitian menun%ukkan adanya peningkatan kelarutan dalam JaOF 1' (KDJaOF1) yang mengindikasikan adanya polisakarida yang terdegradasi. -solat Pleurotus KB& pada 5ase $egetati5 mempunyai peningkatan KDJaOF1 yang "ukup rendah (1& 7') hal tersebut menun%ukkan rendahnya degradasi pada selulosa maupun hemiselulosa. #eningkatan KDJaOF1 tertinggi diperoleh pada masa panen ke - + oleh Pleurotus KB&. #ada kondisi ini ternyata menun%ukkan adanya penurunan kadar selulosa dan %uga hemiselulosa yang tertinggi. untuk kepentingan biopulping dan biobleaching maka dapat direkomendasikan untuk meman5aatkan isolat Pleurotus KB& pada 5ase $egetati5 yang mempunyai peningkatan KDJaOF1 yang "ukup rendah (1&. 7') hal tersebut menun%ukkan rendahnya degradasi pada selulosa maupun hemiselulosa. Kelompok Pleurotus merupakan dekomposer bahan organik utama yang dapat se"ara e5isien dan selekti5 menguraikan lignoselulosa tanpa perlakuan pendahuluan se"ara kimia atau biologi dan dapat menggunakan $ariasi besar dalam bahan lignoselulosa. Beberapa "ontoh bahan lignoselulosa adalah %erami padi ampas tebu sisa gerga%ian kulit "oklat %adikan bubur kopi dan batang batang kapas. Fadar et al. (1&&3) menemukan bah!a selama + prosa minggu kulti$asi padat kadar lignin menurun se"ara nyata. Pleurotus spp. diketahui mempunyai daya deligni5ikasi yang selekti5 dibanding P. chrysosporium (Kerem et al. 1&&*). Analisis kelompok karakter ligninolitis menun%ukkan pengelompokkan berdasarkan karakter ligninolitis berbeda dengan pengelompokkan berdasarkan karakter 5isiologis. Fal tersebut menun%ukkan antar isolat mempunyai karakter ligninolitis yang berbeda. #enurunan kadar Oat ekstrakti5 lignin selulosa dan peningkatan hemiselulosa substrat oleh isolat %amur kelompok Pleurotus se"ara statistik tidak berbeda nyata. #adahal P. ostreatus diketahui merupakan %amur pelapuk putih yang lebih selekti5 terhadap lignin dibanding P. chrysosporium (Kerem et al. 1&&*). #enelitian ini menun%ukkan bah!a masing masing isolat mempunyai kemampuan mendegradasi substrat berbeda. #eningkatan kadar hemiselulosa pada substrat diduga disebabkan oleh ter%adinya degradasi lignin dan selulosa atau bahan penyusun kayu yang membohongi oleh satu isolat %amur pada satu masa inkubasi yang lebih "epat sehingga kadar hemiselulosa relati5 meningkat dan rasio

holoselulosa = lignin (F = 0) substrat serbuk gerga%ian kayu meningkat. 9elain mendegradasi lignin %amur kelompok Pleurotus %uga menghasilkan enOim berada diantaranya selulase dan protease (Fong dan Jamgung 1&7) dalam /hang dan Huimio 1&2*) hemiselulase (Fong dalam /hang dan Huimio 1&2*) aminopeptidase (Blai"h 1&73 dalam /hang dan Huimio 1&2*). Kesimpulan Fasil penelitian menun%ukkan bah!a pada 5ase $egetati5 Pleurotus KB& merupakan isolat yang mempunyai kemampuan meningkatkan kelarutan Oat ekstrakti5 "ukup tinggi (*8. *') dan menurunkan kadar lignin "ukup besar (*3. 2') dan menurunkan kadar selulosa (*3. 1') serta tampak ada peningkatan kadar hemiselulosa (73. 8'). -solat Pleurotus KB& tersebut mempunyai 5ase $egetati5 yang sangat singkat yaitu 1+ hari dan menyebabkan penurunan bobot kering sisa ka!an degradasi yang ke"il yaitu 1.3'. Fasil penelitian ka!an menun%ukkan bah!a isolat yang baik untuk agens biopulping dan biobleaching adalah Pleurotus KB& pada 5ase $egetati5. -solat Pleurotus KB& pada 5ase $egetati5 %uga yang mempunyai peningkatan KDJaOF1 yang "ukup rendah (1&. 7') hal tersebut menun%ukkan rendahnya degradasi pada selulosa maupun hemiselulosa. Analisis kelompok menun%ukkan pengelompokkan berdasarkan karakter ligninolitis yang berbeda dengan pengelompokkan berdasarkan karakter 5isiologis. Fal tersebut menun%ukkan isolat spesies %amur yang berbeda memiliki kemampuan yang berbeda dalam mendegradasi media satu %enis. -solat Pleurotus KB*+ KB1+ - * dan KB8 pada 5ase $egetati5 mempunyai kemampuan menurunkan kadar lignin yang "ukup tinggi namun pada aspek aspek berada dalam kriteria sebagai agens biopulping dan biobleaching mempunyai kelemahan seperti sedikit menurunkan kelarutan Oat ekstrakti5 menurunkan %uga rendemen bahan men%adikan bubur serta mempunyai 5ase $egetati5 pendeta Budha di ,ibet yang "ukup. #enelitian biodegradasi substrat pada %enis kayu lainnya disarankan dapat men%adi topik penelitian dengan menganalisa polisakarida hasil kelarutan dalam JaOF 1' dian%urkan untuk melihat %enis polisakarida apa yang terdegradasi sehingga dapat diketahui enOimenOim yang dihasilkannya.
2+ J. Ilmu Pengetahuan Dan Teknologi Kayu tropis ol. !" #o. $" $%%&

Da(tar Pustaka A"hmadi 9.9. 1&22. Diktat Kimia Kayu. Bogor; #usat Antar uni$ersitas -nstitut #ertanian Bogor. /hang 9.,. dan 4.A. Fayes editor. 1&72. Biologi dan #engolahan ,anah dengan /enda!an Rang Dapat Dimakan. Je! york; ,ekan akademis. /hang 9.,. dan ,.F. Huimio editor. 1&2*. ,ropis Iamur 9i5at Alami Biologi dan /o"ok ,anam Kiat. Fong Kong; >ni$ersitas /ina ,ekan dari Fong Kong.

<una!an A.4. 1&&7. #enelitian Biologi Dan Budi status -ndonesia Daya Iamur di. I. Fayati 1*; 23 - 2+. Fadar R.; G. Kerem; B. <orode"ki. 1&&3. Biodegradation dari 0igno"elluloti" #ertanian Diboroskan Pleurotus ostreatus . I. Biote"hnol 33; 133 - 13&. Ferliyana K.J. 1&&7. #otensi 3chiEophyllum bicara mesra dan Phanerochaete chrysosporium untuk #emutihan :en%adikan Bubur Kayu mangium akasia dan Pinus merkusii @,hesisB Bogor; 9ekolah #as"a 9ar%ana -nstitut #ertanian Bogor. Kerem G; D. 6riesem; R. Fadar. 1&&*. 0igno"ellulose Keaiban selama #eragian 9tatus Kekar Pleurotus ostreatus la!an Phanerochaete chrysosporium . Appl Mengelilingi Microbiol +; 11*1 11*7. @0EB 0and"are teliti. *33+. Pleurotus spp. di #enelitian. http;==nO5ungi. land"areresear"h. "o. nO. @* Oktober *338B :eulenho55 -.4.:.; K. 9o5yan; 9.9. A"hmadi. 1&77. #enuntun #raktikum Kimia Kayu . 6akultas Kehutanan -#B. @,A##-B Asosiasi teknis dari Iadikan Bubur dan Kertas -ndustri. 1&&8. >kuran ,ekan :etered 6orum Berproses dari ,appi 1&&8 ,ekan >kuran :etered 6orum. Atlanta; ,appi ,ekan. :akalah masuk( didapat ) ; 1* 6ebruari *332 Diterima( diterima ) ; 3) :ei *332 re$isi terakhir( re0isi akhir ) ; 1* Iuni *332 Klis Jina Ferliyana dan A"hmad Dept 9il$ikultur 6akultas Kehutanan -nstitut #ertanian Bogor( 3i0iculture Dept.8 (akultas dari Ilmu Kehutanan8 Bogor 4ni0ersitas pertanian ) 6aC; 3*)18*8238 K-mail; ; elisherlianaLyahoo. "om Dodi Jandika Dept Fasil Futan 6akultas Kehutanan -nstitut #ertanian Bogor( Produk hutan Dept.8 (akultas dari Ilmu Kehutanan8 Bogor 4ni0ersitas pertanian ) 6aC; 3*)18*1*2) 0isdar 9udirman -. Departemen Biologi 6akultas :-#A -nstitut #ertanian Bogor( Dept. biologi8 (akultas dari MIPA8 Pertanian Bogor 4ni0ersitas ) K-mail; lsdLindo. %aring. identitas Arie5 B. 4itarto #usat #enelitian Bioteknologi 0embaga -lmu -ndonesia #engetahuan( Biotechnology teliti Pusat8 ,embaga indonesia dari Pengetahuan ) /ibinong 6aC; 3*17723)1+3 K-mail; !itartoLyahoo. "om.
4lasan dari penelitian pada (aktor Alami Mempengaruhi 9ak Milik (isik dan Mekanik dari Kayu Indonesia 2) (4ahyu D!ianto dan 9ri Jugroho :arsoem)

-inBauan Hasil hasil Penelitian )aktor (aktor Alam yang Mempengaruhi %i(at

;ndonesia )isik dan Mekanik Kayu 4lasan dari penelitian pada (aktor Alami Mempengaruhi (isik dan Mekanik 9ak milik dari Kayu Indonesia
4ahyu D!ianto dan 9ri Jugroho :arsoem
Pemisahan Kesepakatan ulasan ini dengan beberapa topik mengenai 5aktor alami mempengaruhi 5isik dan hak milik mekanis dari kayu yaitu (1 ) %enis kayu; (* ) umur dan lokasi dari tumbuh; (3 ) posisi "ontoh kayu pada bersumber; (+ ) diameter; () ) kelembaban konten kelembaban dan suhu; () ) pelapukan dan %amur; (8 ) hutan dipe"at; yang telah dilakukan oleh peneliti siapa anggota dari penelitian Kayu -ndonesia :asyarakat. #enggunaan dari ulasan ini adalah (1 ) untuk e$aluasi hasil penelitian yang telah dilakukan (* ) untuk meningkatkan peman5aatan bisa diterapkan dan mungkin dari hasil penelitian ke pengguna (3 ) untuk menyediakan keterangan mengenai penelitian sebelumnya yang mungkin berguna untuk penelitian selan%utnya. 0ebih dari 83 %enis kayu telah dilaporkan di ulasan ini. Di samping utama dan kayu komersil yang ke"il %enis; %enis dikenal yang lebih sedikit yaitu Balsa( -chroma spp .) Eandu( <eiba pentandra <aertn.) :erkubung( Macaranga sp .) /engkeh( .ugenia aromatica 0.) A5rika( Maesopsis eminii ) Kisereh( <innamomum porrectum (EoCb) Kosterm) Kiba!ang( Melia e=celsa Bi"u.) #ulai Konggo( Alstonia kongoensis Kngl.) 9engon Buto( .nterolobium cyclocarpum <riserb.) Kadal( Gre0illea robusta A./unn.) Kilemo( ,itsea cubeba #er.) ,ahongai( Kleinho0ia hospita 0inn.) 9ukun( Arthocarpus altilis ) Arang( Diospyros borneensis ) Berumbung( Adina minuti*olia ) ,isuk = 4aru( Bunga raya macrophyllus ) >rograndis( urograndis pohon kayu putih ) Kelapa( nuci*era coco 0.) Kelapa 9a!it( .leais guineensiis Ia"[.) 0aban( ite= Pubescens .ahl.) Eambai( Baccaurea motleyana :uell.) Ki 9ampang( .0odia lati*olia D/.) Jangka( Artocarpus integra :err.) Kalapi( Kalappia celebica ) <o5asa( ite= co**asus ) Ketileng( ite= glabrata ) /emara( Gymnostoma sp .) dan 0amtoro( ,eucaena glauca (4illd) Benth). telah diamati. #enelitian umumnya selesai dalam hubungan dengan prospek peman5aatan dengan %enis dikenal yang lebih sedikit %enis tanah hulu "emeti pertumbuhan "epat %enis %enis tanah kayu %enis hutan pedesaan %enis komersil untuk materi struktural "ontru"tion = handy"ra5t alat musik atau keluar pintu pa%anan. Fak milik kayu adalah interaksi di antara berat %enis atau kepadatan konten kelembaban penyusutan dan mekanis hak milik dari kayu. Bagaimanapun nilai dari phisik itu dan hak milik mekanis pada terbuat dari kertas tidak dapat se"ara langsung dibandingkan untuk satu sama lain karena di situ adalah standar test berbagai dan klasi5ikasi kekuatan pergunakan. Dan sungguh sial teliti pada akustik termal elektrik rangkak kesantaian dan lelahkan perilaku dari kayu -ndonesia %enis adalah sangat %arang atau nyaris tak ada. Kata kunci: %enis dikenal yang lebih sedikit 5isik dan hak milik mekanis standar test dan klasi5ikasi kekuatan. Pendahuluan :akalah ini menguraikan hasil hasil penelitian si5at -ndonesia 5isik dan mekanik %enis %enis kayu yang telah dilakukan oleh para peneliti anggota :asyarakat #eneliti -ndonesia Kayu (:apeki). 9eluruh makalah yang akan 9eminar dibahas telah dipresentasikan di Jasional :apeki ke aku s = d. .--- (1&&2 ( *33)). ,u%uan tin%auan makalah ini adalah untuk (1 ) menge$aluasi hasil hasil penelitian yang telah dilakukan; (* ) mempromosikan

hasil penelitian yang bersi5at aplikati5 sehingga diharapkan dapat diman5aatkan oleh pihak pengguna; (3 ) agar penelitian yang telah dilakukan men%adi a"uan bagi penelitian selan%utnya. 0ebih kurang 83 makalah yang berhubungan dengan penelitian si5at 5isik dan mekanik kayu telah 9eminar diterbitkan di #rosiding Jasional :apeki. ,in%auan hasil hasil penelitian pada makalah ini didasarkan pada 5aktor 5aktor alam yang mempengaruhi si5at 5isik dan mekanik kayu. 6aktor 5aktor tersebut dapat dikelompokkan men%adi (1 ) %enis kayu; (* ) umur dan tempat tumbuh; (3 ) letak dalam batang; (+ ) diameter; () ) kelembaban kadar mengudara dan suhu; (8 ) "ua"a dan %amur; serta (7 ) kebakaran hutan. ?enis Kayu #enelitian si5at 5isik dan mekanik yang telah dilakukan sehubungan dengan prospek peman5aatan %enis %enis kayu kurang dikenal( Genis dikenal yang lebih sedikit ) kayu dari tanaman perkebunan( Genis tanah hulu cemeti ) kayu "epat tumbuh( Genis pertumbuhan cepat ) kayu Futan ,anaman -ndustri = F,-( Genis tanah kayu ) kayu dari areal ilmu kehutanan agro kayu andalan = unggulan setempat (IA9) kayu dari hutan rakyat( Genis hutan pedesaan ) kayu perdagangan( Genis komersil ) kayu langka =
28 J. Ilmu Pengetahuan Dan Teknologi Kayu tropis ol. !" #o. $" $%%&

teran"am punah dan kayu alternati5 untuk bahan bangunan konstruksi = struktural kayu perkakas = pertukangan mebel kera%inan = ukiran alat musik atau penggunaan di luar ruangan. ?enis Kayu Kurang Dikenal :enurut Badan -n$entarisasi dan ,ata <una Futan Departemen Kehutanan -ndonesia di terdapat 31*+ %enis kayu yang terdiri dari kayu komersial bukan komersial tak dikenal maupun %enis kayu budidaya (Anonim 1&28). Ienis kayu bukan komersial maupun tak dikenal biasanya memiliki berat %enis (BI) rendah tidak kuat dan tidak a!et sehingga membatasi penggunaannya. Balsa 9ebagai "ontoh kayu dengan BI 3.1) ( 3.*2 in"luded kelas kuat dan kelas a!et $ (Anonim 1&7&). #rayitno (1&&2) melaporkan struktur anatomi si5at si5at 5isik mekanik penyebaran dan Balsa kegunaan kayu( -chroma spp .) Eandu( <eiba pentandra <aertn.) Kemiri( Aleurites moluccana 4illd.) dan :erkubung( Macaranga sp .). 9i5at 5isik dan mekanik yang diteliti meliputi BI kadar udara (KA) kembang susut !arna kayu teras tekstur arah serat kekerasan keteguhan lentur (:OK) keteguhan patah (:OE) keteguhan tekan se%a%ar dan tegak lurus serat serta tarik tegak lurus serat. 4idiati (*33*) meneliti kayu ,ahongai( Kleinho0ia hospita 0inn.) dan melaporkan bah!a kayu ini radial mempunyai rasio penyusutan arah tangensial dan (, = r rasio) sebesar 1.+7 sedangkan berdasarkan BInya maka in"l. kelas kuat ---.. 9i5at mekanik kayu ini in"l. kelas kuat --. untuk keteguhan tekan se%a%ar serat; kelas kuat -.. untuk nilai :OK; dan kelas kuat --.

untuk nilai :OEnya. Berdasarkan si5at si5at tersebut maka kayu ini dapat diman5aatkan untuk bahan baku kayu lapis mebel dan konstruksi ringan. ?enis Kayu dari -anaman Perkebunan 9alah satu upaya untuk mengatasi menurunnya bahan baku kayu adalah dengan meman5aatkan %enis kayu yang berasal dari tanaman perkebunan. Beberapa %enis kayu perkebunan yang telah diman5aatkan adalah kayu Karet( 9e0ea brasiliensis :uel. Arg.) kayu Kelapa ( nuci*era coco 0.) dan kayu Kelapa 9a!it( .laeis guineensis Ia"[.). Ea"hman dan :alik (1&&&) meneliti BI kekerasan dan si5at permesinan kayu /engkeh ( .ugenia aromatica 0.) berumur *3 tahun (diameter 13 ( 33 "m) yang berasal dari kebun rakyat dan petak per"obaan -nstitut #ertanian Bogor di 9ukamantri. BI rata rata kayu /engkeh adalah 3.7& (3. 7+ ( 3.2+) sedangkan kekerasan rata rata adalah )7).*) (+73. 7) ( 8&2. 73) kg = "m * . Berdasarkan hasil tersebut maka kayu /engkeh in"l. kelas kuat --.; sekelas dengan kayu Iati yang memiliki BI 3.73 bahkan lebih keras dari kayu Iati yang memiliki kekerasan ++3 kg = "m * . ?enis Kayu Cepat -umbuh5 Kayu H-; dan Kayu dari Areal Ilmu kehutanan Agro Dimasa depan kayu kayu "epat tumbuh akan menggantikan kayu kayu dari hutan alam; oleh karena data itu sangat diperlukan karakterisasinya. 6irmanti et al . (*333) meneliti si5at kekuatan kayu Akasia ( mangium akasia 4illd.) kayu A5rika( Maesopsis eminii ) ,usam( Pinus merkusii Iungh. et tidak .r.) dan <melina ( Gmelina arborea ) "ontoh u%i skala penuh (8 "m C 1* "m C 333 "m). Fasil penelitiannya menun%ukkan bah!a BI kayu kayu tersebut berkisar antara 3.3) ( 3.73; :OE antara 1) ( &3 :#a; dan :OK antara 3.) ( *1 <#a. Dengan rentang si5at kekuatan yang tinggi maka %enis%enis kayu "epat tumbuh tersebut dapat diman5aatkan sebagai bahan bangunan struktural. 9utapa mengadakan penelitian penelitian mengenai kualitas batang dan si5at 5isik kayu :indi ( Melia aEedarach 0.) ilmu kehutanan dari areal agro tradisional di /ankringan Rogyakarta. #enelitian ini dilakukan terhadap pohon :indi dengan umur rata rata 12 tahun diameter dan rata rata 3+.+ "m. Fasil penelitiannya menun%ukkan bah!a %umlah rata rata mata kayu pada batang bagian ba!ah sampai ketinggian 3 m sebanyak 3.38 = m sedangkan pada batang bagian tengah dari ketinggian 3 ( 8 m sebanyak 3.&8 = m. Diameter >kuran mata kayu tersebut antara 12 ( +3 mm. #erbedaan KA antara kayu gubal dan kayu teras dari pohon yang baru ditebang sebesar 1).2'. #erbedaan KA yang relati5 ke"il ini memperke"il kemungkinan ter%adinya retak akibat pengeringan (9utapa *33*). Eata rata BI kayu ini adalah 3.)3 dengan perbedaan nyata antara bagian dalam (3. )*) dan bagian luar batang (3. ))). Besarnya penyusutan tangensial (, ) ? 7.)' dan penyusutan radial (E ) ? +.)' sehingga didapatkan t = r rasio sebesar 1.7 (9utapa *33+).

Kholik dan #raba!a (*33+) meneliti mengenai si5at dan kualitas kayu 9ukun( Arthocarpus altilis ) berumur *1 ilmu kehutanan tahun di lahan agro 0oa Kulu Kabupaten Kutai Kartanegara Kalimantan ,imur. #engu%ian si5at 5isik dan mekaniknya dilakukan berdasarkan standar E-B>,KAJ ( Deutsche Institut (uer #ormung ) pada bagian pangkal tengah u%ung batang serta bagian "abang. Fasil pengu%iannya menun%ukkan bah!a rata rata kerapatan kering tanur ? 3.31 gr = "m 3 ; , = r rasio batang ? 1.2*; , = E rasio "abang ? 1.&7; :OK ? )3.3) ton = "m * ; :OE ? 312. *2 kg = "m * ; keteguhan tekan se%a%ar serat ? &).28 kg = "m * ; keteguhan geser ? 8.*7 kg = "m * ; kekerasan samping ? &1.3& kg = "m * ; kekerasan u%ung ? *3).&2 kg = "m * ; dan keteguhan pukul ? 12.&) C 13 -3 I. = mm * . Berdasarkan klasi5ikasi berat kayu (9oenardi *331) dengan kerapatan kering udara 3.31 gr = "m 3 maka kayu 9ukun in"l. %enis kayu ringan(P 3. 38 gr = "m 3 ). 9tabilitas dimensi kayu ini tergolong rendah. :arta!i%aya (1&&3) menyebutkan bah!a dengan rasio penyusutan yang besar akan "enderung lebih mudah pe"ah atau berubah bentuk yang mengakibatkan "a"at. :enurut
4lasan dari penelitian pada (aktor Alami Mempengaruhi 9ak Milik (isik dan Mekanik dari Kayu Indonesia 27 (4ahyu D!ianto dan 9ri Jugroho :arsoem)

klasi5ikasi kelas kekuatan kayu yang didasarkan atas hubungan nilai kerapatan kering udara :OE dan keteguhan tekan se%a%ar serat (Anonim 1&78) maka kayu 9ukun in"l. kelas kuat -..; sehingga tidak dapat digunakan sebagai bahan bangunan konstruksi. ?enis Kayu Andalan %etempat Dalam upaya memberdayakan %enis %enis kayu di daerah Ia!a Barat sebagai Ienis kayu Andalan 9etempat (IA9) Abdura"hman dan Fad%ib (*331) melakukan penelitian mengenai si5at 5isik dan mekanik kayu Kisereh( <innamomum porrectum (EoCb) Kosterm.) BI ? 3.8*7; 9urian atau 9uren( Toona sureni :err.) BI ? 3.+8); Kiba!ang( Melia e=celsa Bi"u.) BI ? 3.+&*; #ulai Konggo( Alstonia kongoensis Kngl.) BI ? 3.+1*; ,usam( Pinus merkusii Iungh. et tidak .r.) BI ? 3.73+; 9engon Buto( .nterolobium cyclocarpum <riserb.) BI ? 3.+28; Kapur( Dyobalanops aromatica Bur"k.) BI ? 3.722; Kadal( Gre0illea robusta A./unn.) BI ? 3.81+; :ahoni( 3Aietenia macrophylla Ea%a.) BI ? 3.)77; dan Kilemo( ,itsea cubeba #er.) BI ? 3. +83. 9i5at 5isik dan mekanik yang diu%i meliputi KA penyusutan keteguhan pada batas proporsi :OK :OE keteguhan tekan dan geser se%a%ar dan tegak lurus serat keteguhan pukul kekerasan serta keteguhan tarik tegak lurus serat berdasarkan standar A9,:( Masyarakat amerika untuk Materi Test ) D. 1+3 &+. Dari %enis %enis kayu yang diteliti Kisereh Kiba!ang #ulai Konggo Kapur Kadal dan Kilemo mempunyai kestabilan dimensi rendah (, = r rasioQ * ) sedangkan kayu lainnya mempunyai kestabilan dimensi tinggi. 9ebagai bahan baku konstruksi selain dilihat berdasarkan kelas kuatnya perlu %uga dipertimbangkan rasio kekuatan terhadap berat kayunya( kekuatan ke

berati rasio ) karena semakin tinggi rasio tersebut maka semakin sesuai untuk bahan baku konstruksi. Berdasarkan nilai BI :OE dan keteguhan tekan se%a%ar seratnya maka kayu Kisereh ,usam Kadal dan Kapur in"l. dalam kelas kuat --. sedangkan lainnya kelas kuat ---.. Ienis %enis kayu dengan kelas kuat --. dan mempunyai rasio kekuatan terhadap berat yang "ukup tinggi dapat diman5aatkan untuk bahan baku konstruksi. ?enis Kayu Perdagangan Kholik dan <una!an (*33+) melaporkan si5at dan kegunaan 8 %enis kayu Kalimantan ,imur. Ienis %enis kayu yang digunakan adalah kayu 9ungkai( Peronema canescens Bi"u.) #ulai( Alstonia scholaris E. Br.) ,erap( Artocarpus elasticus ) kayu Arang( Diospyros borneensis ) Balau( Dipterocarpus 0errucosus ) dan Bintangur( <alophylum depresiner0osum ). /ontoh kayu diameter diambil dari pohon dengan minimal *3 "m (dbh) tinggi bebas "abang minimal ) m dan bebas "a"at. #engu%ian si5at 5isik dan mekaniknya berdasarkan standar :eributkan )*12* )*12+ )*12) dan )*128. Berdasarkan klasi5ikasi berat kayu (9oenardi *331) kayu #ulai in"l. %enis kayu ringan (kerapatan kering udaraP 3. 38 gr = "m 3 ); kayu 9ungkai ,erap Arang dan Bintangur in"l. %enis kayu sedang (kerapatan kering udara antara 3.38 ( 3.)8 gr = "m 3 ); kayu Balau in"l. %enis kayu berat (kerapatan kering udaraQ 3. )8 gr = "m 3 ). Dibandingkan dengan %enis %enis kayu yang diteliti lainnya ka!an kayu Balau memiliki kestabilan dimensi tinggi (, = r rasio ? 1.1&). Berdasarkan hasil pengu%ian si5at mekaniknya (:OK :OE dan keteguhan tekan se%a%ar serat) dan klasi5ikasi menurut Anonim (1&7&) maka kayu Balau in"l. kelas kuat --. dapat digunakan sebagai bahan konstruksi dan pertukangan; kayu ,erap Arang dan Bintangur in"l. kelas kuat ---. masih dapat digunakan sebagai bahan konstruksi dan pertukangan namun terbatas pada beban yang lebih ringan; kayu 9ungkai dan #ulai in"l. kelas kuat -.. dapat digunakan sebagai komponen mebel. Fad%ib dan 9ar!ono (*33+) meneliti mengenai si5at akustik kayu. 9alah satu %enis kayu yang digunakan untuk alat musik kolintang adalah Berumbung( Adina minuti*olia ). Kayu ini berasal dari hutan alam dan %umlahnya semakin berkurang sehingga perlu ditemukan %enis kayu membohongi yang memiliki si5at akustik yang sama dengan kayu tersebut. 9ebagai bahan baku untuk alat musik si5at akustik yang dibutuhkan adalah membasahi *aktor (samak kulit ^) Muda dinamis spesi*ik modulus (K _) kerapatan(_) kestabilan dimensi dan si5at mekanik yang tinggi. 9elain Berumbung %enis kayu yang digunakan pada penelitian ini adalah :era!an ( 9opea mengaraAan :ig.) dan ,isuk = 4aru( Bunga raya macrophyllus ). K _ dan menyamak kulit ^ dideteksi dengan metode bebaskan getaran *le=ual gratis . Fasil penelitiannya menun%ukkan bah!a kayu Berumbung mempunyai nilai _ tinggi (3. 2)) K _ sedang (1&. 21 <#a) dan menyamak kulit ^ rendah (3. 3382+). Jilai _ dan menyamak kulit ^ kayu :era!an dan

,isuk lebih rendah dari kayu Berumbung sehingga tidak dapat menggantikan kayu Berumbung sebagai bahan baku alat musik kolintang. Kayu :era!an dapat digunakan sebagai soundboards piano gitar dan karena mempunyai nilai _ sedang (3. )7) K _ tinggi (*&. +3 <#a) dan menyamak kulit ^ nyanyikan di rendah (3. 33+13). 9edangkan kayu ,isuk mempunyai nilai _ rendah (3. 3&) dan menyamak kulit ^ rendah (3. 33888) dapat digunakan sebagai plat gitar bagian atas. 6ernandes et al . (*33+) melaporkan perambatan panas + -ndonesia %enis kayu perdagangan. Jilai kondukti$itas termal kayu merupakan 5aktor penting prosa pada perekatan yang menggunakan kempa panas. Kondukti$itas termal adalah bilangan yang disetarakan dengan besarnya panas yang mengalir pada suatu balok dengan pan%ang 1 m dan selisih suhu 1Y/ (9iau 1&&)). Ienis kayu yang digunakan adalah kayu( Tectona grandis 0.5.) 9engon( Paraserianthes *alcataria (0.) Jielsen) :eranti( 3horea spp. ) dan Keruing( Dipterocarpus cornutus Dyer.). Fasil penelitian menun%ukkan bah!a setiap %enis kayu memiliki nilai
22 J. Ilmu Pengetahuan Dan Teknologi Kayu tropis ol. !" #o. $" $%%&

kondukti$itas termal yang berbeda nyata pada tara5 u%i 1'. ?enis Kayu &angka dan -erancam Punah #ohon <adog = <intung( Bischo*ia Ga0anica Blume) atau dengan nama perdagangan Kayu uskup merupakan salah satu %enis pohon di Ia!a Barat yang mulai langka. 9ehingga diperlukan suatu ka%ian penelitian mengenai penyebaran serta pengu%ian si5atsi5at kayunya. 9u!andhi et al . (*33+) mengadakan penelitian mengenai mor5ologis dan sil$ikultur dan data pola penyebaran tingkat kerapatan tingkat asosiasinya dengan %enis %enis pohon membohongi habitat dan pohon ini di hutan alam <unung ,ampomas dan <unung Kareumbi :asigit serta hutan rakyat di beberapa !ilayah Kab. 9umedang. /ontoh u%i kayu untuk karakterisasi diperoleh dari Ke". 9ukasari berumur 33 tahun dengan diameter 33 "m dan tinggi *3 m. Jilai kerapatan kering udaranya berkisar antara 3.+1 ( 1.13 gr = "m 3 dengan rata rata 3.)8 gr = "m 3 . #ada tahun *33+ kayu Eamin( Gonystylus bancanus KurO.) telah disetu%ui untuk masuk dalam Ienis Dunia ,umbuh-tumbuhan Kon$ensi #erdagangan -nternasional dan Dunia binatang (K>,-#) apendiks -i. yang mengatur dan menga!asi perdagangan %enis %enis kayu yang akan teran"am punah. Kayu Eamin mempunyai BI 3.83 (3. +2 ( 3. 2+) ber!arna putih kekuning kuningan atau kuning gading dengan arah serat lurus tekstur halus dan merata serta permukaan kayu mengkilat dan li"in. untuk memenuhi kebutuhan beberapa industri kayu yang selama ini menggunakan bahan baku kayu Eamin maka perlu di"ari %enis kayu alternati5 sebagai pengganti Eamin dari %enis %enis kayu yang kurang dikenal. Eulliaty (*33)) melakukan pengamatan beberapa %enis kayu pengganti Eamin. #engamatan dilakukan terhadap %enis%enis

kayu koleksi yang terdapat di 0aboratorium Anatomi Kayu #usat #enelitian dan #engembangan Fasil Futan Bogor yang memiliki kesamaan terutama dalam hal !arna BI arah serat dan tekstur kayu. Berdasarkan hasil pengamatan terdapat *) %enis kayu yang memiliki kesamaan dengan kayu Eamin. ?enis Kayu Alternati( Damar :ata Ku"ing( 3horea Ga0anica K. et ..) damar merupakan pohon penghasil damar. 9ar!ono (*33+) melakukan penelitian mengenai kayu ini dengan tu%uan untuk menganalisis alternati5 peman5aatan paska produksi getahnya dengan mengamati si5at 5isik dan mekanik kayu hasil tebangan. #engu%ian si5at 5isik dan mekaniknya berdasarkan standar A9,: d. 1+3 - &+. Fasil pengu%ian si5at 5isik dan mekaniknya dapat dilihat pada ,abel 1. :mur dan -empat -umbuh #enelitian penelitian mengenai 5aktor umur dan tempat tumbuh terhadap si5at 5isik dan mekanik telah dilakukan terhadap %enis %enis kayu kurang dikenal yaitu >rograndis( urograndis pohon kayu putih ); kayu "epat tumbuh dan kayu F,- yaitu :indi( Melia aEedarach 0.) Akasia ( mangium akasia 4illd.) dan <melina( Gmelina arborea ); serta kayu perdagangan yaitu Iati( Tectona grandis 0.5 ). ,abel 1. hak milik #hisik dan mekanis dari Damar :ata Ku"ing( 3horea Ga0anica K. et ..) kayu. 6isik dan Eata-rata Fak :ilik :ekanis Eadial :enurut <aris 9inggung Kepadatan (gr = "m 3 ) 3. 72 Konten kelembaban kering udara(') &. *3 #enyusutan(') +. 37+ 2.1+& ,ekan di pembatas sebanding (kg = "m * ) 387. 37 ,ekan di pembatas perpe"ahan (kg = "m * ) )*3. 32 :OK (kg = "m * ) &8313 #elentukan dampak (kgm = dm 3 ) 18. 71 17.7) ,ekanan garis lintang se%a%ar butiri (kg = "m * ) 338. 3+ ,egaklurus tekanan untuk butiri (kg = "m * ) 83. 83 Bingkai kekerasan (kg) )*1. 88 Kekerasan permukaan (kg) 3*3 Kekuatan gunting besar (kg = "m * ) 138. &1 &8.&+ Eobek kekuatan (kg = "m * ) )3. 33 +8.82 ,egaklurus kuat panteng untuk butiri (kg = "m * ) 3+. +& 32.*3 9umber; 9ar!ono (*33+).
4lasan dari penelitian pada (aktor Alami Mempengaruhi 9ak Milik (isik dan Mekanik dari Kayu Indonesia 2& (4ahyu D!ianto dan 9ri Jugroho :arsoem)

?enis Kayu Kurang Dikenal #enelitian si5at 5isik dan mekanik %enis kayu >rograndis( urograndis pohon kayu putih ) dilakukan terhadap tanaman berumur * dan 3 tahun (Fad%ib *333). Fasil pengu%iannya dirangkum pada ,abel *. Dari Fasil pengamatan belum terdapat perbedaan yang nyata pada BI berdasarkan %arak empulur ke arah kulit dan dari pangkal ke u%ung batang bebas "abang. :enurut -ndonesia klasi5ikasi kekuatan kayu kayu tersebut tergolong kelas kuat sehingga dapat digunakan untuk ---. bahan baku mebel atau konstruksi ringan. 4ulandari et al . (*33*) meneliti $ariabilitas si5at

5isik dan mekanik kayu >rograndis dari beberapa klon. Kayu >rograndis merupakan hasil persilangan antara .. urophylla 9.,. Blake dan .. grandis 4. #era!an bekas bukit. Kayu yang digunakan pada penelitian ini terdiri dari + klon yaitu klon 1237; 32*. 31 Jo.1); 12+1 Jo.1; dan 12+1 Jo.*3 Berasal Dari Kalimantan ,imur Dan Berusia 3 tahun 8 bulan. #engu%ian si5at 5isik dan mekaniknya berdasarkan A9,: D1+3 - &+ "ontoh u%i bebas "a"at. Kandang Berdasarkan klasi5ikasi Berger (1&*3) kayu >rograndis dari + klon tersebut kelas kuat ----. in"luded. Klon 1237 memiliki nilai keteguhan tekan se%a%ar serat keteguhan geser se%a%ar serat (E dan t) kekerasan sisi nilai :OK dan :OE yang lebih tinggi dibandingkan dengan klon lainnya; sehingga dapat dipertimbangkan untuk dikembangkan sebagai salah satu tanaman pada F,-. ?enis Kayu Cepat -umbuh dan Kayu H-; Kayu :indi( Melia aEedarach 0.) merupakan %enis kayu "epat tumbuh dengan riap sekitar *3 m 3 =ha = tahun dan mulai dikembangkan sebagai salah satu %enis kayu F,-. #enelitian yang dilakukan oleh Kasmud%o dan 9unarto (1&&&) bertu%uan membandingkan si5at si5at kayu :indi pada umur 1* dan 12 tahun. #engu%ian si5at 5isik dan mekaniknya dilakukan berdasarkan standar A9,: D. 1+3 - &+. Fasil pengu%iannya dapat dilihat pada ,abel 3. BI Dan 9i5at :ekanik Rang Diu%i :eningkat dengan bertambahnya umur pohon sedangkan KA dan penyusutan tidak berbeda nyata. Dengan t = r rasio yang sedang kayu ini "enderung mudah retak dan pe"ah prosa pada pengeringan a!al. Dari si5at mekanik yang menengah kayu ini kurang memadai untuk penggunaan yang memerlukan prioritas kekuatan. <una!an et al . (*331a) telah melakukan penelitian mengenai $ariasi si5at kayu F,- berdasarkan umur dan lokasi tanaman terhadap kayu Akasia( mangium akasia 4illd.) dan <melina( Gmelina arborea ) dengan umur * 3 + ) dan 8 tahun yang tumbuh di areal F#F,- #, 9umalindo 0estari Iaya di 9ebulu dan :enamang. #engu%ian si5at 5isik dan mekaniknya menggunakan standar E-B>,KAJ meliputi kerapatan penyusutan :OK :OE keteguhan geser keteguhan tekan se%a%ar serat dan kekerasan. Dari u%i statistik menun%ukkan bah!a si5at kayu Akasia yang berbeda nyata pada tingkat keper"ayaan )' terhadap umur tanaman adalah penyusutan t :OE dan kekerasan bidang r; sedangkan terhadap lokasi tempat tumbuh adalah penyusutan t :OE dan keteguhan tekan se%a%ar serat. #enyusutan t dan :OE kayu Akasia yang ditanam di 9ebulu lebih rendah dibandingkan dengan di :enamang. untuk kayu <melina hampir seluruh si5at kayu yang diamati berbeda nyata pada tingkat keper"ayaan )' terhadap umur tanaman dan lokasi tempat tumbuh ke"uali penyusutan t dan :OK. Kerapatan Eadial :OE dan keteguhan geser arah kayu <melina yang tumbuh di 9ebulu lebih tinggi dibandingkan dengan di :enamang pada umur * tahun

sedangkan pada umur 8 tahun kerapatan :OE dan keteguhan tekan se%a%ar seratnya men%adi lebih rendah tetapi keteguhan geser dan kekerasannya lebih tinggi. ,abel *. hak milik #hisik dan mekanis dari tahun usia * dan 3 >rograndis( urograndis pohon kayu putih ) kayu. 6isik dan Fak :ilik :ekanis * tahun usia 3 tahun usia Berat %enis 3.+)1 ( 3.81* 3.)*1 ( 3.733 :OE di basah (kg = "m * ) +)+. 13 ( 713.)3 )3*.)+ ( 27*.72 :OE di kering (kg = "m * ) )+2. 18 ( &)3.*2 73*.1) ( 137+.37 9umber; Fad%ib (*333) ,abel 3. hak milik #hisik dan mekanis dari tahun usia 1* dan 12 :indi( Melia aEedarach 0.) kayu. 6isik dan Fak :ilik :ekanis 1* tahun usia 12 tahun usia Berat %enis 3.+7 3.)) Konten kelembaban kering udara(') 13. 2 1*.2 , = r rasio 1.)& 1.)2 ,ekanan garis lintang se%a%ar butiri (kg = "m * ) 31*. 3 3*8.2 ,egaklurus tekanan untuk butiri (kg = "m * ) 78. ) 22.3 Kekerasan (kg = "m * ) 337. * 38&.1 9umber; Kasmud%o dan 9unarto (1&&&)
&3 J. Ilmu Pengetahuan Dan Teknologi Kayu tropis ol. !" #o. $" $%%&

?enis Kayu Perdagangan Daur kayu Iati( Tectona grandis 0.5 ) yang ditanam #erum #erhutani berdasarkan kriteria sil$ikultur dan si5at kayu (5isik mekanik kimia penger%aan) yang bertu%uan menghasilkan kayu perkakas ditetapkan antara 83 ( 23 tahun. Jamun berdasarkan pertimbangan 5inansial daur yang sesuai berkisar antara +3 ( 83 tahun. #enerapan daur yang lebih pendek perlu melihat pengaruhnya terhadap si5at si5at kayu. :enurut Bhat (1&&1) kerapatan dan kekuatan kayu Iati yang berumur lebih muda tidak selalu lebih rendah dari yang berumur lebih tua. 9ulistyo dan :arsoem (1&&&) meneliti mengenai pengaruh umur terhadap si5at 5isik dan mekanik kayu Iati. Bahan penelitian ini berasal dari hutan tanaman bonita -.. di K#F :adiun BK#F Dungus >nit #erum perhutani --. Ia!a ,imur; dengan kelas umur (K>) .--- (tahun tanam 1&17) K> .- (tahun tanam 1&+*) dan K> -.. (tahun tanam 1&)2). #engambilan "ontoh u%i kayu dilakukan se"ara aksial ($ertikal) yaitu pangkal tengah dan u%ung batang; radial dan se"ara (horisontal) yaitu dekat hati = empulur tengah dan dekat kulit; berdasarkan standar B9( 3tandar britania ) 373 (1&)7). Fasil pengukuran pada arah $ertikal menun%ukkan bah!a KA rata rata bagian pangkal lebih tinggi; sedangkan pada horisontal arah tidak ada ke"enderungan tertentu untuk ketiga K> tersebut. KA rata rata keseluruhan menun%ukkan bah!a semakin tinggi K> maka KA nya semakin rendah (K> -.. ? &+.7&'; K> .- ? 2*.+)'; K> .--- ? ++.&3'). Kemungkinan 5aktor 5aktor yang mempengaruhi $ariasi perbedaan KA adalah; (1 ) K> .--telah mengalami teresan selama * tahun; (* ) kandungan ekstrakti5 kayu Iati K> .- lebih tinggi daripada K> -.. (-smariana 1&&3); (3 ) kandungan ekstrakti5 pada kayu teras lebih tinggi (#anshin dan tidak Geeu! 1&23); (+ ) BI kayu "enderung semakin besar ke arah kulit dan menyebabkan kandungan kadar airnya semakin rendah (4angaard 1&)3; Ko"h 1&7*). #ada penelitian ini tidak

terlihat perbedaan BI yang disebabkan oleh K>. BI K> -.. ? 3.87); K> .- ? 3.))8; dan K> .--- ? 3.83+. ,etapi nilai :OK dan :OE menurun dengan semakin tingginya K>. :eningkatnya BI ke arah pangkal kulit menyebabkan meningkatnya nilai :OE pada arah yang sama. ,etapi penyusutan arah r dan t semakin rendah ke arah kulit dan semakin tingginya K>. #andit (*333) melakukan pengamatan si5at makroskopis kayu Iati dengan tu%uan untuk mengetahui rasio kayu teras dan gubal rasio kayu %u$enil dan kayu de!asa serta mutu tekstur kayu Iati dari berbagai kelas umur. Fasil pengamatannya menun%ukkan bah!a persentase kayu teras dari K> aku ke K> $ rata rata meningkat se"ara nyata. #ersentase kayu %u$enil dari sekitar 22.3)' pada K> aku turun men%adi sekitar **.*+' pada K> -... :utu tekstur pada K> yang rendah lebih kasar dibandingkan dengan K> yang lebih tinggi. &etak dalam Batang #enelitian penelitian mengenai pengaruh letak dalam batang terhadap si5at 5isik dan mekanik telah dilakukan terhadap %enis %enis kayu kurang dikenal yaitu kayu 0aban( ite= Pubescens .ahl.) dan kayu Eambai ( Baccaurea motleyana :uell); kayu dari tanaman perkebunan yaitu kayu Kelapa 9a!it( .leais guineensiis Ia"[) dan kayu Kelapa( nuci*era coco 0.); kayu "epat tumbuh dan kayu F,- yaitu kayu <melina( Gmelina arborea ); serta kayu andalan setempat yaitu kayu 9urian( Toona sureni :err.). ?enis Kayu Kurang Dikenal 4idiati dan 9usanto (*33)) melaporkan si5at 5isik dan mekanik kayu 0aban( ite= Pubescens .ahl.) berdasarkan letak ketinggian dalam batang. 9i5at 5isik dan mekanik yang diteliti adalah KA kerapatan perubahan dimensi keteguhan tekan se%a%ar serat keteguhan pukul :OK :OE keteguhan geser se%a%ar serat dan kekerasan dengan menggunakan standar KKFKBOFAJ. Fasil pengu%ian si5at si5at 5isik dan mekanik kayu ini dapat dilihat pada ,abel +. Dari Fasil #engu%ian ,ersebut kayu 0aban in"l. kelas kuat dan dapat aku diman5aatkan sebagai bahan konstruksi. #enelitian mengenai si5at 5isik dan mekanik kayu Eambai( Baccaurea motleyana :uell) berdasarkan letak ketinggian dalam batang dilakukan oleh ,orambung dan Dayadi (*33)). /ontoh u%i diambil dari pohon berdiameter antara 32 ( ++ "m dan tinggi bebas "abang antara 3.* ( +.3 m. 9i5at 5isik dan mekanik yang diteliti adalah KA (E-B>,KAJ )*123 - 77) kerapatan (E-B>,KAJ )*12* - 78) perubahan dimensi keteguhan tekan se%a%ar serat (KKFKBOFAJ )*12) - 78) keteguhan pukul (E-B>,KAJ )*12& - +2) keteguhan lentur statis (:OK dan :OE E-B>,KAJ )*128 - 72) keteguhan geser se%a%ar serat (E-B>,KAJ )*127 - 7&) dan kekerasan. Fasil pengu%ian si5at 5isik dan mekaniknya dapat dilihat pada ,abel ). 9e"ara Keseluruhan si5at 5isik dan mekanik kayu tersebut menurun dari bagian pangkal menu%u u%ung batang. Berdasarkan nilai nilai si5at mekaniknya kayu Eambai in"l. ke dalam kelas kuat --. ---..

4lasan dari penelitian pada (aktor Alami Mempengaruhi 9ak Milik (isik dan Mekanik dari Kayu Indonesia &1 (4ahyu D!ianto dan 9ri Jugroho :arsoem)

,abel +. hak milik #hisik dan mekanis dari 0aban( ite= Pubescens .ahl.) kayu berlandaskan ba!ah dan bagian atas bagian dari bersumber. 6isik dan Alas Fak :ilik :ekanis Eata-rata Bagian Atas Konten kelembaban hi%au(') 2&. 7* 2*.*3 28.33 Konten kelembaban kering udara(') 1*. 2& 1*.)) 1*.73 Kepadatan kering udara (gr = "m 3 ) 3. &3& 3.2&2 3.&18 O$en mengeringkan kepadatan (gr = "m 3 ) 3. 2&3 3.2)3 3.27* ,ekanan garis lintang se%a%ar butiri (J mm * ) 2). 17 23.73 2*.&& #elentukan dampak (J mm * ) 3. 3&) 3.327 3.3&1 :OK (J mm * ) 1))*&. 3* 1+37+.18 1+233.12 :OE (J mm * ) 1*+. 7& 11).&8 1*3.3& Kekuatan gunting besar radial (J mm * ) 1). 33 1+.1& 1+.73 Kekuatan gunting besar menurut garis singgung (J mm * ) 1). 88 1+.)1 1).33 :enurut <aris 9inggung yang radial Bu%ur Bengkak(') ). 82 &.+1 3.*3 #enyusutan(') ). 37 2.)& 3.*3 Kekerasan (J ) 7&&3.7+ &333.33 1337&.83 9umber; 4idiati dan 9usanto (*33)) ,abel ). hak milik #hisik dan mekanis dari Eambai( Baccaurea motleyana :uell) kayu berlandaskan ba!ah pertengahan dan bagian atas dari bersumber. 6isik dan Alas Fak :ilik :ekanis Eata-rata Bagian Atas ,engah Konten kelembaban kering udara(') 1*. 23 1*.+) 1*.+3 1*.)7 O$en mengeringkan kepadatan (gr = "m 3 ) 3. 831 3.)&* 3.)27 3.)&3 ,ekanan garis lintang se%a%ar butiri (J mm * ) )3. 7& )1.2& +&.32 )1.8& #elentukan dampak (I. = mm * ) 3. 37&3 3.3737 3.3821 3.37*8 :OK (J mm * ) 13371. &8 &337.81 &1+1.33 &)18.&8 :OE (J mm * ) 2&. 33 2).1& 21.*2 2).18 #aralel kekuatan gunting besar untuk butiri (J mm * ) 1*. +) 11.73 11.*& 11.21 9umber; ,orambung dan Dayadi (*33)) 4idiastuti (1&&&) melaporkan hasil pengu%ian si5at 5isik dan mekanik kayu Kelapa( nuci*era coco 0.) dengan membandingkan bagian pangkal tengah dan u%ung batang. Fasil pengu%iannya dapat dilihat pada ,abel 8. Fasil >%i 9tatistik :enun%ukkan Bah!a Ada perbedaan yang sangat nyata dari BI KA keteguhan tekan dan :OE; sedangkan keteguhan geser tidak ada perbedaan nyata. Fasil keteguhan tekan dan :OE tersebut dikelompokkan kelas kekuatannya berdasarkan -ndonesia #ersyaratan >mum Bahan Bangunan (1&2*) dan 9-- 3+)2 - 21 (,abel 7). Berdasarkan kriteria tersebut maka kayu Kelapa bagian u%ung in"l. kelas kuat $ bagian tengah kelas kuat --. ---. dan bagian pangkal kelas kuat --.. ,abel 8. hak milik #hisik dan mekanis dari Kelapa( nuci*era coco 0.) kayu berlandaskan ba!ah pertengahan dan bagian atas dari bersumber. Bagian dari Bersumber konten Kelembaban Berat Ienis (') Kekuatan gunting besar (kg = "m * ) ,ekanan kekuatan (kg = "m * ) :OE

(kg = "m * ) Bagian atas 3.833 21.77 +1.13 122.21 *33.32 #ertengahan 3.733 82.31 +).&1 31).33 7+&.18 Ba!ah 3.233 +8.38 2&.8+ +)3.&7 232.23 9umber; 4idiastuti (1&&&)
&* J. Ilmu Pengetahuan Dan Teknologi Kayu tropis ol. !" #o. $" $%%&

,abel 7. -ndonesia #ersyaratan >mum Bahan Bangunan dan 9-- 3+)2 - 21 standar. Kekuatan ,ekanan kelas (kg = "m * ) :OE (kg = "m * ) AK> 8)3 1133 --. +*) ( 8)3 7*) ( 1133 ---. 333 ( +*) )33 ( 7*) -.. *1) ( 333 383 ( )33 .P *1)P 383 #enelitian mengenai si5at 5isik dan mekanik kayu Kelapa Fibrida untuk mengetahui BI KA stabilitas dimensi keteguhan lentur dan kekerasan pada berbagai ketinggian dan kedalaman batang dilakukan oleh /oto dan Eahayu (*33)). Fasil penelitian menun%ukkan BI ber$ariasi dari 3.7* pada bagian tepi ba!ah sampai 3.*3 pada bagian pusat atas batang. KA keseimbangan ber$ariasi antara 13.1' pada bagian BI tinggi dan *1. *' pada bagian BI rendah. 0a%u stabilitas dimensi terbesar ter%adi pada bagian BI tinggi yaitu 3.7&' dan terke"il ter%adi pada bagian BI rendah yaitu 3.1&'. 9i5at mekanik sangat tergantung pada BI yang sangat ber$ariasi terutama dari bagian luar ke dalam batang. ?enis Kayu Cepat -umbuh dan Kayu H-; <melina( Gmelina arborea ) merupakan salah satu %enis kayu yang mulai banyak ditanam dalam rangka pembangunan F,-. :enurut :andang dan #andit (1&&7) BI kayu <melina berkisar antara 3.+* ( 3.81; in"l. kelas kuat --. -.. dan kelas a!et -.. $. Eiap kayu <melina ber$ariasi dari 2.+ m 3 =ha = tahun pada tanah tandus dan iklim kering sampai +) m 3 =ha = tahun pada tanah yang subur (Alras%id dan 4idiarti 1&&*). Kasim et al . (*333) melaporkan penelitian mengenai kayu <melina yang berasal dari daerah sekitar kampus Iatinangor Diameter 9umedang dengan 33 "m. #engu%ian si5at 5isik dan mekanik pada berbagai $ariasi ketinggian dan bagian kayu dilakukan berdasarkan standar B9 373 (1&)7). Fasil penelitian ini menun%ukkan bah!a BI pada bagian pangkal batang adalah sekitar 3.)3 ( 3.)3 sedangkan pada bagian u%ung batang adalah sekitar 3.32 ( 3.+3. BI semakin menurun ke arah kulit baik pada bagian pangkal maupun u%ung batang. Fal ini kemungkinan disebabkan karena masih adanya kayu %u$enil. Kayu %u$enil mempunyai "iri "iri BI dan kekuatan yang rendah karena memiliki dinding sel yang tipis; lingkaran tumbuh yang lebih besar dan sel sel kayu akhir yang sedikit (Faygreen dan Bo!yer 1&&8). ,idak ada perbedaan nyata antara penyusutan pada bagian pangkal maupun u%ung batang tetapi penyusutan semakin besar ke arah empulur. KA kayu segar pada bagian u%ung batang lebih tinggi (1)2. *+ ( 17+.7*') daripada bagian pangkal batang (1+3. 18 ( 1)1.23') namun KA kering udaranya

relati5 seragam (13. +3 ( 13.82'). ,ingginya KA berhubungan dengan proporsi kayu gubal dan %u$enil. 9el sel kayu gubal mempunyai 5ungsi 5isiologis yaitu menyalurkan mengudara dan unsur hara dari akar ke daun untuk 5otosintesis prosa sehingga banyak mengandung udara. Jilai :OE pada bagian pangkal batang lebih tinggi (718. +3 ( 7*8.13 kg = "m * ) daripada bagian u%ung batang (8)). 17 ( 71+.13 kg = "m * ). Demikian pula dengan kekerasan kayunya. ?enis Kayu Andalan %etempat Runianti dan Bakri (*33+) melakukan penelitian kualitas kayu 9urian( Toona sureni :err.) sebagai kayu unggulan di 0ahan >%i /oba K#F# Kab. ,ana ,ora%a. #embuatan "ontoh u%i dilakukan berdasarkan standar -9O 3133 - 1&7). Fasil pengu%iannya menun%ukkan bah!a KA kering udara meningkat (12. ** ( *1.*+'); kerapatan kering udara menurun (3. +& ( 3.+3 g = "m 3 ) penyusutan t (7. 88 ( 8.38') dan r (3. 23 ( *.+7') menurun dari pangkal ke u%ung batang. 9edangkan nilai :OE ()3&. 3) ( )37.72 kg = "m * ) dan keteguhan tekan se%a%ar serat (*)3. 77 ( *)*.)* kg = "m * ) tidak berbeda nyata. Berdasarkan 9J- 31 - 8*++ (Badan 9tandar Jasional *333) mengenai Kayu <erga%ian untuk Komponen :ebel kayu 9urian ini tidak memenuhi syarat untuk mebel karena KA kering udara maksimum yang dipersyaratkan adalah 1+'. Dengan kerapatan kering udara rata rata 3.+7 g = "m 3 maka kayu ini tergolong %enis kayu sedang (9oenardi *331). , = r rasio sebesar *.*+ menun%ukkan bah!a kayu ini memiliki kestabilan dimensi yang rendah. Berdasarkan 9J- 31 3)*7 (Badan 9tandar Jasional 1&&+) mengenai :utu Kayu Bangunan maka kayu ini tergolong kelas kuat ---. dan -... Dari hasil pengu%ian pengu%ian tersebut kayu 9urian dapat diman5aatkan untuk bahan konstruksi ringan. Diameter Diameter #enelitian penelitian mengenai pengaruh terhadap si5at 5isik dan mekanik telah dilakukan terhadap %enis kayu Fopea( 9opea cernua ) dan Bass!ood ( -chroma bicolor Eo!lee). Dalam penggunaan kayu sebagai bahan bangunan kayu teras lebih disukai daripada kayu gubal karena mengandung ekstrakti5 yang bersi5at ra"un terhadap organisme perusak kayu sehingga lebih a!et (Faygreen dan Bo!yer 1&&8). Keberadaan "adangan makanan di dalam sel kayu gubal dapat mempengaruhi peningkatan kerusakan akibat serangan serangga dan %amur (#anshin dan tidak
4lasan dari penelitian pada (aktor Alami Mempengaruhi 9ak Milik (isik dan Mekanik dari Kayu Indonesia &3 (4ahyu D!ianto dan 9ri Jugroho :arsoem)

Geeu! 1&23). <una!an et al . (*331b) melakukan penelitian perkembangan kayu teras pada %enis kayu Fopea. Bahan penelitian yang digunakan berasal dari areal F#F #,. -nhutani unit aku Berau Kalimantan ,imur; dengan diameter kelas 13 *3 33 +3 dan )3 "m (dbh). Fasil pengukuran menun%ukkan bah!a persentase kayu teras

diameter meningkat dengan bertambahnya kelas yaitu dari 33' diameter pada 13 "m men%adi 23' pada diameter )3 "m. #ada penelitian ini dikemukakan bah!a modelkan diameter regresi hubungan antara (7 ) dengan prosentase kayu teras (R ) adalah R ? A +).32 D 33.++ ln (7 ). Berdasarkan persamaan ini diperkirakan pembentukan kayu teras pada %enis kayu 9opea cernua diameter ter%adi setelah pohon sekitar +.+ "m. Diameter #eningkatan kayu teras untuk penambahan setiap 1 "m adalah 1.)2' 9ebagai #embanding pembentukan kayu teras pada %enis kayu Easamala ( Altingia e=celsa Joronhoa) diameter ter%adi setelah pohon sekitar 1) "m (9ukartana 1&2&); 3horea o0alis setelah 7.+ "m 3horea par0i*olia setelah 2.3 "m dan Koompassia malaccensis setelah 8.+ "m (Eahmanto 1&&7). 4ahyudi (*33)) diameter melaporkan pengaruh batang terhadap kualitas kayu Bass!ood berumur 2 tahun yang ditanam di ka!asan Darmaga Bogor. Diameter yang diamati adalah *2 "m 32 "m dan )1 "m (dbh). Kerapatan keteguhan lentur statis (:OK dan :OE) horisontal se"ara $ertikal dan diu%i berdasarkan standar B9 373 (1&)7). Fasil pengu%ian menun%ukkan bah!a nilai kerapatan dan :OE dipengaruhi oleh batang diameter tetapi nilai :OK tidak. Jilai kerapatan dan keteguhan lentur statis ber$ariasi se"ara $ertikal horisontal maupun tetapi $ariasi $ertikal lebih ke"il dari horisontal $ariasi. Jilai nilai tersebut menurun dari pangkal ke u%ung batang dan dari kayu teras ke kayu gubal. Kelembaban5 Kadar Mengudara dan %uhu #erubahan kelembaban nisbi akan menyebabkan perubahan KA kayu yang bersi5at higroskopis. #erubahan KA kayu akan mengakibatkan perubahan dimensi kayu. /oto (*33)) melakukan penelitian mengenai kepekaan kayu terhadap perubahan kelembaban. #enelitian ini bertu%uan untuk mengetahui la%u perubahan KA %enis kayu Kamper( Dyobalanops aromatica <aertn.) Keruing( Dipterocarpus cornutus #eker%aan "elup.) Karet( 9e0ea brasiliensis :uel. Arg.) Iati ( Tectona grandis 0.5.) :angium( mangium akasia 4illd.) <melina( Gmelina moluccana (Blume) #etaruh) dan 0amtoro( ,eucaena glauca (4illd) Benth) pada arah E , dan l serta 3 $ariasi ketebalan (1 "m * "m dan 3 "m). Fasil penelitian menun%ukkan bah!a la%u perubahan KA dipengaruhi oleh %enis arah serat dan ketebalan kayu. 0a%u perubahan KA ter"epat ter%adi pada "ontoh u%i kayu Kamper arah t ketebalan 1 "m dan terlambat pada kayu Keruing arah r ketebalan 3 "m. Basri et al . (*333) melaporkan ketergantungan Kadar :engudara Keseimbangan (KAK) terhadap %enis kayu dan suhu lingkungan. Ienis kayu yang digunakan adalah kayu Kalapi( Kalappia celebica ) <o5asa( ite= co**asus ) dan Ketileng( ite= glabrata ). Kayu tersebut dikeringkan hingga &' kemudian dikondisikan pada + lingkungan

dengan suhu dan kelembaban berbeda. Fasil prosa penelitiannya menun%ukkan bah!a adsorpsi ter%adi pada suhu kamar atau lebih rendah sebaliknya desorpsi ter%adi di atas suhu kamar prosa. #erbedaan besarnya KAK pada setiap %enis kayu terutama ter%adi prosa pada adsorpsi. 9elan%utnya 9adiyo dan Daniyati (*33)) menga%ukan memodelkan regresi linier sederhana hubungan antara susut dengan berat kayu 13 -ndonesia %enis kayu; Ienis %enis kayu yang digunakan antara membohongi adalah kayu A5rika( Maesopsis eminii ) Kapur( Dyobalanops aromatica <aertn.) ,ambahan Iati( Tectona grandis 0.5.) :eranti :erah( 3horea spp. ) 9engon( Paraserianthes *alcataria (0.) Jielsen) dan ,usam( Pinus merkusii Iungh. et tidak .r.). #engukuran berat dan susut dilakukan dari kondisi basah = segar titik %enuh serat (,I9) kering udara (K>) sampai kering tanur (K,). Fasil penelitian menun%ukkan bah!a KA rata rata 13 %enis kayu tersebut menurun dari kondisi basah ()2. 87') ke kondisi ,I9 (*). 7*') dan menurun lagi pada kondisi K> (12. 3)'). Kayu yang berkerapatan rendah memiliki KA basah yang lebih tinggi karena memiliki ukuran rongga sel yang lebar sehingga lebih banyak menampung udara. 9edangkan KA pada ,I9 dan K> relati5 seragam. #enurunan KA kayu di ba!ah ,I9 menyebabkan penurunan berat dan susut. Berat kayu dipengaruhi oleh KA dalam rongga sel sedangkan kembang susut kayu lebih dipengaruhi oleh perubahan KA pada dinding sel. 9usut dan penurunan berat kayu mempunyai hubungan linier sehingga dapat dinyatakan dengan modelkan matematika. ,etapi memodelkan matematika untuk ke 13 %enis kayu yang diteliti berbeda beda akibat adanya karakteristik pada masing masing %enis sehingga tidak dapat dibuat satu modelkan. #enggunaan modelkan matematika ini hanya berlaku untuk setiap %enis kayu menurut ukuran "ontoh u%i tertentu. Cuaca dan ?amur Cuaca pelapukan oleh "ua"a prosa( pelapukan ) akan menyebabkan kerusakan pada permukaan kayu. 6aktor prosa terpenting dari pelapukan adalah radiasi sinar matahari !alaupun kemampuan penetrasinya pada kayu sangat terbatas. >ltra lembayung #enetrasinya sinar (>.) yang merusak ka!an tidak lebih dari 7) \m sedangkan penetrasi sinar yang dapat dilihat oleh mata manusia
&+ J. Ilmu Pengetahuan Dan Teknologi Kayu tropis ol. !" #o. $" $%%&

dengan pan%ang gelombang +33 ( 733 nm hanya sampai *33 \m (6eist dan Fon 1&2+). 9udiyani et al . (1&&2) melaporkan perubahan dimensi dan penampilan 3 %enis kayu tropis setelah pelapukan oleh "ua"a. Ienis kayu yang digunakan pada penelitian ini adalah Ki 9ampang( .0odia lati*olia D/.) #uspa( 3chima noronhae rein!.) dan kayu Jangka ( Artocarpus integra :err.) berumur lebih dari *3 tahun. /ontoh u%i diletakkan dengan kemiringan )Y menghadap sinar matahari dengan posisi 8Y)+ ` lintang selatan dan

138Y+* ` bu%ur timur di #usat #enelitian 6isika 9erpong. #eriode pengamatan dilakukan dari * sampai *+ minggu. Fasil pengukuran setelah *+ minggu pen%emuran menun%ukkan bah!a kayu Ki 9ampang mengalami kehilangan berat ).21' sedangkan kayu #uspa dan Jangka hanya *.33'. Kayu Ki 9ampang mengalami penurunan KA dari &.33' men%adi 2.83' sedangkan kayu #uspa dan Jangka ter%adi peningkatan sekitar 3.) ( *.3'. #ada minggu ke *+ penyusutan yang ter%adi masing masing untuk kayu Ki 9ampang #uspa dan Jangka adalah ).78' 3. )3' dan 3.)*'. #erubahan !arna mulai terlihat setelah minggu ke * pen%emuran. 9elain perubahan !arna permukaan kayu men%adi kasar dan mun"ul guratan guratan ke"il yang semakin meman%ang dan mengakibatkan retak. Fal ini lebih "epat ter%adi pada kayu Ki 9ampang yaitu setelah 2 minggu pen%emuran. 9elain itu kedua sisi permukaan kayunya telah ditumbuhi %amur. -n5ormasi hasil penelitian tentang penggunaan kayu -ndonesia untuk luar ruangan di masih terbatas dan %enis yang populer di masyarakat untuk 5ungsi luar ruangan (pagar pintu mebel taman) adalah kayu Iati. :alik (*33+) menguraikan hasil penelitian si5at pengembangan( bengkak ) pengu%ian siklus keringbasah ( membasahkan dan mengeringkan siklis uGi ) dan kondisi 3 %enis kayu #asang setelah mengalami pen"ua"aan ( pelapukan ). Ienis %enis kayu yang digunakan adalah kayu #asang - 1( 2uercus sp.) #asang - *( ,ithocarpus sp.) dan /emara( Gymnostoma sp.) dari 9umatera >tara. #embuatan "ontoh u%i menga"u pada penelitian sebelumnya (:alik dan Bal5as *33*). #engukuran si5at pengembangan dilakukan pada menit ke ) 13 1) 33 1 kema"etan + kema"etan 2 kema"etan dan *+ menggunakan alat kema"etan Jangka 3AelloA . #engu%ian siklus kering dan basah dilakukan + siklus pada kondisi ruangan = suhu kamar o$en pembasahan dengan perendaman dan beku masing masing *+ kema"etan. 9edangkan pen"ua"aan dilakukan selama * bulan. Fasil penelitian menun%ukkan bah!a kerapatan kering udara (gr = "m 3 ) kayu #asang - 1 adalah 3.&* (, ) ( 3.&2 (E ) kayu #asang - * adalah 3.8& (, ) ( 3.8+ (E ) dan kayu /emara adalah 3.21 (, ) ( 3.77 (E ). ,ingkat absorpsi(') kayu #asang - 1 adalah 37.+1 (, ) ( 31.++ (E ) kayu #asang - * adalah )).8) (, ) ( )).)) (E ) dan kayu /emara adalah 3).)+ (, ) ( +).83 (E ). Kerapatan berpengaruh terhadap besarnya absorpsi udara dan stabilitas kayu. 9emakin tinggi kerapatan kayu maka tingkat absorpsinya semakin rendah karena kayu dengan kerapatan tinggi "enderung memiliki tempat penampung mengudara lebih sedikit daripada kayu berkerapatan lebih rendah (#anshin dan tidak Geeu! 1&23). 0a%u pengembangan kedua %enis kayu #asang tersebut lebih lambat dibandingkan dengan kayu /emara; hal ini diameter kemungkinan disebabkan oleh ukuran pembuluh kayu /emara yang lebih besar serta banyaknya tylosis pada kayu #asang. Adanya tylosis dapat mengganggu si5at absorpsi kayu terhadap "airan

karena komponen tylosis menempati gugus ikatan "airan pada kayu (<allagher 1&2&). Karena respon pengembangan yang lebih lambat maka kayu #asang akan mengalami perubahan dimensi se"ara perlahan dibandingkan kayu /emara. :enurut Eo!ell (1&23) kayu yang memiliki si5at pengembangan a!al yang "epat akan menimbulkan kerusakan 5isik pada permukaan kayu seperti retak atau pe"ah. Fasil pengu%ian siklus kering basah menun%ukkan bah!a tingkat absorpsi mengudara dan perubahan bentuk = "a"at mengalami peningkatan; hal ini akibat adanya pelarutan prosa dalam d!ikutub komponen ekstrakti5 perendaman sehingga memberikan tempat ikatan yang lebih besar pada siklus berikutnya. Kayu #asang sedikit mengalami "a"at retak dan pe"ah tetapi mengalami perubahan bentuk (men"a!an) dibanding kayu /emara. Fasil pengamatan pen"ua"aan menun%ukkan bah!a kayu /emara mengalami retak dan pe"ah Kayu #asang - * mengalami retak sedangkan kayu #asang - 1 tidak mengalami retak atau pe"ah. 9eluruh kayu mengalami perubahan !arna tetapi se"ara makroskopis belum di%umpai adanya serangan %amur maupun serangga. Disimpulkan bah!a kedua %enis kayu #asang memiliki ketahanan terhadap pen"ua"aan yang lebih baik dari kayu /emara tetapi ketiga %enis kayu tersebut relati5 mudah mengalami kerusakan 5isik dan perubahan bentuk bila digunakan untuk luar ruangan. untuk mengatasi hal itu sortimen kayu dapat dibuat lebih tipis dan direkatkan sehingga menghasilkan sortimen yang lebih tebal. ?amur Budi et al. (1&&2) melaporkan pengaruh serangan %amur >pas( <urticium salmonicolor Berk. T Br . ) terhadap si5at anatomi 5isik dan mekanik batang Akasia mangium 0iar. Iamur ini menyerang batang bagian atas tanaman Akasia dari berbagai umur di berbagai tempat -ndonesia di melalui luka pada kulit atau kulit kayu yang tipis. Akibatnya kulit kayu men%adi pe"ah pe"ah dan terkelupas; matinya %aringan kulit bagian dalam; gangguan terhadap kambium dalam menghasilkan phloem; bahkan dapat terbentuk kallus atau kanker. 9etelah mengin5eksi %amur ini lebih dominan menyerang kayu teras karena terdapat rongga rongga sel yang berisi udara (O * ) dibandingkan dengan kayu gubal yang rongga rongga selnya terisi udara. 9elain Akasia hi5a %amur
4lasan dari penelitian pada (aktor Alami Mempengaruhi 9ak Milik (isik dan Mekanik dari Kayu Indonesia &) (4ahyu D!ianto dan 9ri Jugroho :arsoem)

ini %uga menyerang tanaman Karet( 9e0ea brasilliensis :uel. Arg.) /okelat( <okelat Theobroma ) dan Pohon kayu putih spp . /ontoh u%i yang digunakan didapat dari tanaman Akasia di hutan tanaman Bukit 9uharto 9amarinda berumur 13 diameter tahun dengan 1) "m. #engu%ian si5at 5isik dan mekaniknya meliputi KA kerapatan :OK :OE keteguhan pukul keteguhan tekan se%a%ar serat dan keteguhan geser berdasarkan standar E-B>,KAJ. Fasil pengamatan menun%ukkan bah!a %amur ini

mengakibatkan perubahan !arna tekstur dan penurunan kekerasan pada kayu. 4arna bagian kayu yang terserang men%adi "oklat kehitaman. #erubahan !arna ini disebabkan oleh Oat ekstrakti5 dari sel sel parenkimatis di sekitar luka dan masuk ke dalam bagian kayu melalui noktah. 9edangkan tekstur men%adi kasar diameter akibat penebalan dinding sel dan penyempitan lumen. Eadial #rosentase kerusakan pada bidang (horisontal) lebih besar daripada bidang lintang ($ertikal) dan bagian kayu yang terserang men%adi melunak. 9eluruh si5at mekanik yang diu%i menun%ukkan penurunan drastis. :OK turun dari 8&77.7) n mm * men%adi )2&+.&* n mm * ; :OE dari )*.87 n mm * men%adi +3.+* n mm * ; keteguhan pukul dari 3.3)& J mm * men%adi 3.333 n mm * ; keteguhan tekan se%a%ar serat dari *2.32 n mm * men%adi *3.3* n mm * ; dan keteguhan geser dari 2.1+ n mm * men%adi n mm * . 9elan%utnya penelitian mengenai pengaruh serangan %amur Biru terhadap perubahan si5at 5isik dan kekuatan kayu dilaporkan oleh 9ar!ono et al. (*33)). Iamur ini merupakan salah satu %amur yang menyebabkan pe!arnaan dan hanya menyerang kayu yang masih basah. #ada umumnya kayu gubal lebih banyak terserang dibandingkan kayu teras. Boy"e (1&8)) berpendapat bah!a %amur ini hanya mengisi ronggal sel tetapi menurut Bald!in dan 9treisel (1&2)) %amur ini berperan menghan"urkan lignin. Ienis kayu yang diamati pada penelitian ini adalah #erupuk ( ,ophopethalum sp .) Karet( 9e0ea brasiliensis :uel. Arg.) Agathis( Agathis borneensis ) dan Eamin ( Gonystylus bancanus KurO.) yang diperoleh dari industri pengolahan kayu di #, -nhutani Ia!a ,imur aku yang telah terserang %amur Biru dengan berbagai tingkat intensitas serangan. 9i5at yang diu%i meliputi KA BI keteguhan lentur statis keteguhan tekan se%a%ar serat dan keteguhan geser dengan menggunakan standar B9 373 (1&)7). Fasil pengamatan menun%ukkan bah!a %amur Biru yang menyerang ke + %enis kayu tersebut adalah dari %enis <eratocystis dan Penicillium dengan serangan antara 3' ( 133'. -ntensitas serangan pada KA kayu antara 11' ( *3' mengakibatkan luas pe!arnaan noda pada kayu Eamin men"apai 133' Karet &3' Agathis 23' dan #erupuk *3'. #ada intensitas serangan 7)' :OE kayu Eamin dan Karet "enderung mengalami kenaikan. Fal ini kemungkinan sebagai akibat dari akti$itas enOim %amur Biru yang mempengaruhi pemadatan polimer pada dinding sel kayu. Keadaan tersebut ditun%ukkan pada bekas patahan saat pengu%ian lentur yang rapuh( rapuh ). ,etapi se"ara umum serangan %amur ini menyebabkan penurunan kualitas kayu dan setelah serangan %amur ini kayu akan mudah diserang %amur pelapuk yang akan merusak komponen dinding selnya sehingga akan menurunkan si5at 5isik dan mekaniknya. Kebakaran Hutan 0iansyah (*333) melakukan penelitian mengenai

si5at 5isik dan mekanik kayu pas"a kebakaran %enis :eranti :erah( 3horea smithiana 9ym.) Keruing ( Dipterocarpus cornutus #eker%aan "elup) dan Bangkirai( 3horea lae0is Eidl.). #engu%ian si5at 5isik dan mekaniknya berdasarkan standar E-B>,KAJ. Fasil pengu%ian menun%ukkan bah!a kebakaran hutan berpengaruh sangat nyata terhadap penurunan KA basah; BI; pengembangan = penyusutan E. t dan l; keteguhan geser; keteguhan patah se%a%ar serat; keteguhan lentur pada batas proporsi dan maksimum; radial kekerasan dan lintang; dan keteguhan pukul pada ketiga %enis kayu tersebut. Fasil pengu%iannya dipengaruhi %uga oleh pengambilan "ontoh u%i berdasarkan letak $ertikal dan batang horisontal. 9elan%utnya ,orambung (*331) melaporkan si5at 5isik mekanik kayu pas"a kebakaran dari %enis Iabon ( Anthocepalus chinensis 0amk.) :edang( ,itsea spp ) dan 9impur( Dillenia grandi*olia ,embok.); #enelitian ini bertu%uan untuk membandingkan si5at 5isik dan mekanik (1 ) kayu terbakar yang masih hidup (* ) kayu terbakar yang telah mati dan (3 ) kayu yang tidak terbakar (kayu normal). #engu%ian si5at 5isik dan mekaniknya menggunakan standar E-B>,KAJ meliputi KA kerapatan kembang susut :OK :OE keteguhan geser keteguhan tekan keteguhan pukul dan kekerasan. Dari ke 3 %enis kayu yang dibandingkan tersebut KA kering udara antara kayu terbakar yang telah mati dan kayu normal masih berkisar antara 11 ( 1*'. 9edangkan kerapatan kering udara kayu Iabon (3. )8 g = "m 3 ) :edang (3. 83 g = "m 3 ) dan 9impur (3. 23 g = "m 3 ) mengalami penurunan antara 8 ( &'. Fasil pengukuran kembang susut r , dan l menun%ukkan bah!a kayu terbakar yang masih hidup maupun kayu terbakar yang telah mati mengalami peningkatan %ika dibandingkan dengan kayu normalnya. 9i5at mekanik kayu terbakar yang masih hidup dan yang telah mati mengalami penurunan :OK sebesar 1* ( *)' :OE *3 ( *)' keteguhan geser 8 ( *3' keteguhan tekan 3 ( 1)' keteguhan pukul *3 ( +)' dan kekerasan 13 ( *3' normal dibandingkan dengan kayu untuk ke 3 %enis kayu tersebut. 9uhu pada saat kebakaran hutan kemungkinan mengubah struktur sel dan komponen kimia dari kayu yang terbakar sehingga menyebabkan menurunnya si5at 5isik dan mekanik kayu. ,etapi kisaran nilai si5at 5isik dan mekanik pas"a kebakaran tersebut masih di dalam
&8 J. Ilmu Pengetahuan Dan Teknologi Kayu tropis ol. !" #o. $" $%%&

kisaran kelas kuat kayu normalnya yaitu kelas kuat ---. untuk kayu Iabon dan :edang serta kelas kuat --. untuk kayu 9impur (Anonim 1&7&) sehingga masih layak digunakan sebagai bahan baku kayu konstruksi. Pembahasan ,idak diketahui se"ara pasti %umlah dan potensi -ndonesia keanekaragaman %enis %enis kayu di saat ini pendusta mengingat semakin maraknya penebangan. :enurut Badan -n$entarisasi dan ,ata <una Futan Departemen Kehutanan -ndonesia di terdapat 31*+ %enis kayu yang

terdiri dari kayu komersial bukan komersial tak dikenal maupun %enis kayu budidaya (Anonim 1&28). :enurut klasi5ikasi #rosea -ndonesia di terdapat )1 yang %enis tergolong khususkan kayu komersil 8+ %enis minorcommercial kayu dan 33& %enis dikenal yang lebih sedikit kayu (9oerianegara dan 0emmens 1&&+; 0emmens et al. 1&&); 9ose5 et al . 1&&2). Atlas -ndonesia Kayu telah merangkum sebanyak &* %enis kayu dari berbagai hasil penelitian meliputi si5at 5isik dan mekaniknya (:arta!i%aya et al . 1&28; :arta!i%aya et al . 1&2&; Abdurrohim et al . *33+). Belum ada kata baku mengenai si5at 5isik si5at 5isika atau si5at 5isis; demikian pula dengan si5at mekanik si5at mekanika atau si5at mekanis. Jamun 5oreign terminology pada tin%auan makalah ini digunakan si5at 5isik dan mekanik untuk me!akili kata kata tersebut dengan pengertian yang sama. #ada tin%auan "apaian hasil hasil penelitian si5at 5isik dan mekanik ini telah diteliti lebih dari 83 %enis kayu. Dari %umlah tersebut ter"atat *2 %enis telah dilaporkan di Atlas -ndonesia Kayu. Ienis %enis tersebut adalah Kemiri ( Aleurites moluccana (0.) 4illd.) ,usam( Pinus merkusii Iungh. et tidak .r.) <melina( Gmelina moluccana (Blume) #etaruh) 9urian atau 9uren( Toona sureni :err.) Kapur = Kamper( Dyobalanops aromatica <aertn.) :ahoni( 3Aietenia macrophylla Ea%a.) :indi( Melia aEedarach 0.) 9ungkai( Peronema canescens Bi"u.) #ulai( Alstonia scholaris E. Br.) ,erap( Artocarpus gomeEianus ,embok. ,re"ul bekas) Balau( 3horea spp. ) Bintangur( <alophylum spp. ) :era!an( 9opea mengaraAan :ig.) Iati( Tectona grandis 0.5.) 9engon ( Paraserianthes *alcataria (0.) Jielsen) :eranti :erah ( 3horea spp. ) Keruing( Dipterocarpus cornutus #eker%aan "elup.) <adog( Bischo*ia Ga0anica Blume) Eamin( Gonystylus bancanus KurO.) #uspa( 3chima noronhae Bloemb.) kayu #asang - 1( 2uercus spp .) kayu #asang - * ( ,ithocarpus spp .) #erupuk( ,ophopethalum spp .) Agathis( Agathis borneensis 4arb.) Bangkirai( 3horea lae0is Eidl.) Iabon( Anthocepalus chinensis (0amk.) A. Kaya. 4alp bekas.) :edang( ,itsea spp .) dan 9impur ( Dillenia grandi*olia ,embok. Fk.5. bekas). Dalam pemilihan %enis kayu untuk penelitian sebaiknya dilakukan studi pustaka terhadap penelitian penelitian sebelumnya sehingga dapat di%adikan sebagai pembanding. 9edangkan %enis %enis kayu yang belum ada di Atlas -ndonesia Kayu Balsa adalah kayu( -chroma spp .) Eandu( <eiba pentandra <aertn.) :erkubung ( Makaranga sp .) kayu /engkeh( .ugenia aromatica 0.) Akasia( mangium akasia 4illd.) kayu A5rika( Maesopsis eminii ) Fopea( 9opea cernua ) Kisereh( <innamomum porrectum (EoCb) Kosterm) Kiba!ang( Melia e=celsa Bi"u.) #ulai Konggo( Alstonia kongoensis Kngl.) 9engon Buto( .nterolobium cyclocarpum <riserb.) Kadal( Gre0illea robusta A./unn.) Kilemo( ,itsea cubeba #er.) ,ahongai( Kleinho0ia hospita 0inn.) 9ukun( Arthocarpus altilis ) kayu Arang( Diospyros

borneensis ) Berumbung( Adina minuti*olia ) ,isuk = 4aru ( macrophyllus bunga raya ) Damar :ata Ku"ing( 3horea Ga0anica K. et .r.) >rograndis( urograndis pohon kayu putih ) kayu Kelapa( nuci*era coco 0.) kayu Kelapa 9a!it ( .leais guineensiis Ia"[.) 0aban( ite= Pubescens .ahl.) Bass!ood( -chroma bicolor Eo!lee) Eambai ( Baccaurea motleyana :uell.) Ki 9ampang( .0odia lati*olia D/.) kayu Jangka( Artocarpus integra :err.) Kalapi( Kalappia celebica ) <o5asa( ite= co**asus ) Ketileng( ite= glabrata ) /emara( Gymnostoma sp .) kayu Karet( 9e0ea brasiliensis :uel. Arg.) dan 0amtoro ( ,eucaena glauca (4illd) Benth). Dengan ditelitinya %enis %enis ini maka diharapkan akan menambah pustaka di$ersi5ikasi peman5aatan kayu. -n5ormasi yang perlu disertakan pada setiap penelitian mengenai si5at 5isik dan mekanik kayu adalah 5aktor (1 ) umur = dimeter pohon (* ) tempat tumbuh (3 ) %umlah dan "ara pengambilan "ontoh u%i (+ ) standar pengu%ian yang digunakan dan () ) a"uan yang digunakan untuk mengklasi5ikasikan kelas kuat kayu. #engambilan "ontoh u%i dari pohon yang berumur muda kemungkinan masih terdapat kayu %u$enil. 9edangkan tempat tumbuh berhubungan dengan riap tumbuh yang akan mempengaruhi ke"epatan pembentukan struktur kayu. Diameter >mur = dan letak dalam batang berhubungan dengan persentase kayu teras dan kayu gubal dimana keduanya memiliki si5at 5isik dan mekanik yang berbeda. Kayu Kelapa( nuci*era coco 0.) dan Kelapa 9a!it( .leais guineensiis Ia"[) memiliki si5at 5isik dan mekanik yang sangat berbeda berdasarkan letak pada batang karena memiliki struktur batang yang berbeda dengan struktur kayu pada umumnya. 9tandar pengu%ian pada penelitian penelitian yang telah dilakukan sangat beragam demikian pula dengan a"uan yang digunakan untuk mengklasi5ikasikan kelas kuat kayu. 9elain itu standar pengu%ian dan a"uan klasi5ikasi kelas kuat tersebut banyak yang tidak men"antumkannya di da5tar pustaka sehingga nilai nilai si5at 5isik dan mekanik yang telah diteliti tidak dapat serta merta dibandingkan satu dengan lainnya. #arameter ,iga si5at 5isik yang banyak diteliti adalah B% atau kerapatan KA dan penyusutan; selain !arna arah serat dan tekstur kayu yang berhubungan dengan penampilan kayu. BI atau kerapatan merupakan salah
4lasan dari penelitian pada (aktor Alami Mempengaruhi 9ak Milik (isik dan Mekanik dari Kayu Indonesia &7 (4ahyu D!ianto dan 9ri Jugroho :arsoem)

satu si5at 5isik kayu yang sangat penting karena tinggirendahnya akan mempengaruhi si5at 5isik lainnya dan si5at mekanik serta peman5aatan kayu yang bersangkutan. BI atau kerapatan menun%ukkan rasio $olume antara dinding sel terhadap pori pori setiap %enis kayu. #ada penelitian penelitian yang telah dilakukan >nit BI ditulis tanpa satuan sedangkan kerapatan ditulis dengan satuan gr = "m 3 . BI diter%emahkan sebagai berat Genis dimana perhitungannya berdasarkan $olume berat dan kering tanur sedangkan kerapatan

diter%emahkan sebagai kepadatan dimana berat dan $olumenya dihitung pada kadar mengudara tertentu. Klasi5ikasi berat kayu masih banyak menga"u pada tinggirendahnya kerapatan kayu (9oenardi *331). 9elain dipengaruhi oleh 5aktor eksternal yaitu kelembaban dan suhu; tinggi rendahnya KA kayu %uga dipengaruhi oleh BI atau kerapatan umur pohon dan letak dalam batang yang berhubungan dengan proporsi kayu gubal dan %u$enil sebagai 5aktor internal. 9el sel kayu gubal mempunyai 5ungsi 5isiologis yaitu menyalurkan mengudara dan unsur hara dari akar ke daun untuk 5otosintesis prosa sehingga banyak mengandung udara. #enyusutan kayu disebabkan oleh perubahan KA di ba!ah titik %enuh serat (,I9). Iika kayu kehilangan mengudara di ba!ah ,I9 atau mengudara terikat di dalam dinding sel maka akan ter%adi penyusutan sedangkan %ika mengudara masuk ke dalam dinding sel maka akan ter%adi pengembangan (Faygreen dan Bo!yer 1&&8). Easio penyusutan radial tangensial dan (, = r rasio) menun%ukkan stabilitas dimensi kayu. 9emakin rendah perubahan dimensi absolutnya dan t = r rasionya maka kayu tersebut semakin stabil (#anshin dan tidak Geeu! 1&23). Apabila nilai tersebut lebih dari * maka dikatakan sebagai kayu yang mempunyai kestabilan dimensi rendah (Abdura"hman dan Fad%ib *331). :arta!i%aya (1&&3) menyebutkan bah!a dengan rasio penyusutan yang besar akan "enderung lebih mudah pe"ah atau berubah bentuk yang mengakibatkan "a"at. 9i5at mekanik sangat dipengaruhi oleh BI atau kerapatan kayu sehingga 5aktor 5aktor yang mempengaruhi BI atau kerapatan (%enis kayu diameter umur = pohon tempat tumbuh letak dalam batang kelembaban kadar mengudara dan suhu) akan berpengaruh pula terhadap si5at mekanik kayu. Dari beberapa hasil penelitian nilai nilai si5at mekanik kayu pada umumnya meningkat dengan bertambahnya umur pohon; serta menurun dari pangkal ke u%ung batang (se"ara $ertikal) dan dari kayu teras ke kayu gubal (horisontal se"ara). Jamun pengaruh ini berlaku hanya %ika "ontoh u%i yang digunakan bebas "a"at. Fasil pengu%ian si5at mekanik ini dapat men%adi membiaskan dengan adanya 5aktor 5aktor mata kayu yang tidak terlihat orientasi lingkaran tumbuh arah serat atau adanya kayu reaksi. 9ebagai bahan baku konstruksi selain dilihat berdasarkan kelas kuatnya perlu %uga dipertimbangkan rasio kekuatan terhadap berat kayunya( kekuatan ke berati rasio ) karena semakin tinggi rasio tersebut maka semakin sesuai untuk bahan baku konstruksi (Abdura"hman dan Fad%ib *331). 9elain tempat tumbuh 5aktor eksternal yang mempengaruhi si5at 5isik dan mekanik kayu adalah kelembaban dan suhu udara lingkungan pelapukan oleh "ua"a serangan %amur dan kebakaran hutan. 9emakin tinggi BI atau kerapatan maka tingkat absorpsi kayu semakin rendah karena kayu dengan BI atau kerapatan tinggi "enderung memiliki tempat penampung mengudara lebih

sedikit daripada kayu dengan BI atau kerapatan lebih rendah (#anshin dan tidak Geeu! 1&23); oleh karena itu kayu dengan BI atau kerapatan rendah memiliki KA basah yang lebih tinggi karena memiliki ukuran rongga sel yang lebar sehingga lebih banyak menampung udara. #rosa 6aktor terpenting dari pelapukan adalah radiasi sinar matahari. pelapukan oleh "ua"a prosa akan menyebabkan perubahan !arna; penyusutan; kehilangan berat; kerusakan pada permukaan kayu ditun%ukkan oleh mun"ulnya guratan guratan ke"il yang semakin meman%ang dan mengakibatkan retak = pe"ah; dan berpotensi tumbuhnya %amur (9udiyani et al . 1&&2; :alik *33+). 9erangan %amur in"l. 5aktor yang mempengaruhi si5at 5isik dan mekanik kayu. 9erangan %amur >pas( <urticium salmonicolor Berk. T Br . ) mengakibatkan perubahan !arna tekstur dan penurunan kekerasan pada kayu dan si5at mekanik lainnya (Budi et al. 1&&2). 9edangkan %amur biru menyebabkan pe!arnaan dan hanya menyerang kayu yang masih basah. ,etapi setelah serangan %amur biru kayu akan mudah diserang %amur pelapuk yang akan merusak komponen dinding selnya sehingga akan menurunkan si5at 5isik dan mekaniknya (9ar!ono et al. *33)). Kebakaran hutan berpengaruh sangat nyata terhadap penurunan si5at 5isik dan mekanik kayu pada horisontal arah $ertikal maupun batang (0iansyah *333). 9uhu pada saat kebakaran hutan kemungkinan mengubah struktur sel dan komponen kimia dari kayu yang terbakar sehingga menyebabkan menurunnya si5at 5isik dan mekanik kayu (,orambung *331). Dari tin%auan ini hanya ada dua makalah yang meneliti si5at akustik (Fad%ib dan 9ar!ono *33+) dan si5at termal kayu (6ernandes et al . *33+). Fal ini kemungkinan disebabkan oleh keterbatasan peralatan atau kurangnya daya tarik terhadap tema penelitian ini. 9elain si5at akustik dan si5at termal kayu si5at 5isik kayu yang belum banyak diteliti adalah si5at kelistrikan kayu ( hak milik elektrik ). 9edangkan si5at si5at mekanik yang belum banyak diteliti adalah perilaku rangkak kesantaian dan lelah terhadap %enis %enis kayu -ndonesia.
&2 J. Ilmu Pengetahuan Dan Teknologi Kayu tropis ol. !" #o. $" $%%&

:capan -erimakasih #enulis mengu"apkan terimakasih kepada Kuis Fermiati >#, B## Biomaterial 0-#- atas koreksiannya terhadap abstrak dalam bahasa -nggris; dan kepada Jur!ati Fa%ib #uslitbang ,eknologi Fasil Futan atas saran sarannya terhadap substansi makalah. Da(tar Pustaka Abdura"hman dan J. Fad%ib. 9i5at 6isis dan :ekanis Ienis Kayu Andalan 9etempat Ia!a Barat. 9eminar #rosiding Jasional -.. :apeki. 9amarinda 8 - & Agustus *331. pp --1*) - --13). Abdurrohim 9; R.-. :andang; >. 9utisna. *33+. Atlas

-ndonesia Kayu Iilid ---.. #usat #enelitian dan #engembangan ,eknologi Fasil Futan Badan 0itbang Kehutanan Departemen Kehutanan. Alras%id F. dan A. 4idiarti. 1&&*. ,eknik #enanaman dan #emungutan Gmelina arborea (Ramane). -n5ormasi ,eknis Jo. 38 #usat #enelitian dan #engembangan Futan Bogor. Anonim. 1&78. -ndonesia .ademe"um Kehutanan. Direktorat Ienderal Kehutanan. Departemen #ertanian. Iakarta. Anonim. 1&7&. -ndonesia :engenal 9i5at si5at Kayu dan #enggunaannya. #-KA. #enerbit Kanisius Rogyakarta. Anonim. 1&28. Ienis %enis #ohon Disusun Berdasarkan Jama Daerah dan Jama Botaninya Di 9eluruh -ndonesia. Badan -n$entarisasi dan ,ata <una Futan. Departemen Kehutanan. Iakarta. Badan 9tandar Jasional. 1&&+. 9J- Jo. 31 - 3)*7 - 1&&+. :utu Kayu Bangunan. Iakarta. Badan 9tandar Jasional. *333. 9J- Jo. 31 - 8*++ - *333. Kayu <erga%ian untuk Komponen :ebel. Iakarta. Bald!in E.<. dan E./. 9treisel. 1&2). #ela"akan dari Keaiban 6ungal dari Eugi Berat Eendah oleh Kolorimetri #emba"aan 9ekilas di5erensial. Kayu dan 9erabut #engetahuan 17 (3 ). Iurnal dari :asyarakat dari Kayu -lmu pengetahuan dan teknologi. 4is"onsin. A9. Basri K.; K.:. Alamsyah; K. Easyid; Iarkasih. Ketergantungan Kadar :engudara Keseimbangan ,erhadap Ienis Kayu dan 9uhu 0ingkungan. Kumpulan 9eminar Abstrak Jasional :apeki ---.. Iatinangor ** - *3 Agustus *333. pp. 77. Bhat K.:. :engatur #erkebunan Kayu Iati untuk :utu Febat Kayu. 9imposium Kayu Iati internasional. Departemen dari Futan Kerala -ndia * - + Desember 1&&1. pp 377. Boy"e I.9. 1&81. #atologi hutan. Bukit Buku :" <ra! #erusahaan -n". J. R. +38 - )37. pp. 9tandar britania 0embaga 1&)7. 9tandar britania 373. 1&)7. /ara dari ,est Ke"il Ielas 9pesimen dari Kayu. 0ondon. Budi A.9.; 9. Fariyanto; :. 9amani; D. :ard%i. #engaruh 9erangan Iamur >pas( <urticium salmonic ) terhadap 9i5at Anatomi 6isik dan :ekanik Batang mangium akasia 0iar. #rosiding 9eminar Jasional :apeki aku. Bogor *+ 9eptember 1&&2. pp 3& - +7. /oto G. Kepekaan Kayu terhadap #erubahan Kelembaban. 9eminar #rosiding Jasional .--:apeki. ,enggarong 3 - ) 9eptember *33). pp A)3. /oto G. dan -.9. Eahayu. 9i5at 6isis dan :ekanis Kayu Kelapa Fibrida. 9eminar #rosiding Jasional .--:apeki. ,enggarong 3 - ) 9eptember *33). pp A22. Berger kandang 0.<. 1&*3. ,idak <rondslagen .oor tidak .an /lassi5i"atie Jederlans"h -ndis"he ,immerhout soorten. ,e"tona .ol. 7.-. 6eist ,O-0K,. dan D.J.9. Fon. 1&2+. -lmu kimia dari

#elapukan dan #erlindungan dari Kayu di Eo!ell E. (ed); -lmu Kimia dari Kayu #adat. Amer. /hem. 9o". # +31 - +)1. 6ernandes A.; ..K. #rasetyo; >9>0AJ. #rayitno. #erambatan #anas pada Kmpat Ienis Kayu -ndonesia #erdagangan di. 9eminar #rosiding Jasional .-- :apeki. :akassar ) - 8 Agustus *33+. 6irmanti A.; >. Dirgantara; J. Aini. #enurunan Jilai Karakteristik Kayu kayu /epat ,umbuh. Kumpulan 9eminar Abstrak Jasional :apeki ---.. Iatinangor ** - *3 Agustus *333. pp. 11. <allagher 0. 1&2&. Kelembaban di Kayu Bagian * #rinsip dari <erakan Kelembaban. Asean Bengkel Bergerak pada Kayu :engeringkan A Kayu ,eknologi Asean #usat :alaysia. <una!an E.F.E.; -.6. Dodi; A. -skandar. .ariasi 9i5at Kayu F,- karena >mur dan 0okasi ,anaman. 9eminar #rosiding Jasional -.. :apeki. 9amarinda 8 - & Agustus *331a. pp --+1 - --)3. <una!an E.F.E.; -.6. Dodi; A. -skandar. #erkembangan Kayu ,eras pada Ienis 9opea cernua . #rosiding 9eminar Jasional -.. :apeki. 9amarinda 8 - & Agustus *331b. pp --)1 - --)). Fad%ib J. 9i5at 6isis dan :ekanis Kayu >rograndis ( urograndis pohon kayu putih ) serta Kemungkinan #eman5aatannya. 9eminar Kumpulan Abstrak Jasional :apeki ---.. Iatinangor ** - *3 Agustus *333. pp. 1*. Fad%ib J. dan K. 9ar!ono. 9ak Milik Akustis dari Berumbung8 MeraAan dan Kayu Tisuk . #rosiding 9eminar Jasional .-- :apeki. :akassar ) - 8 Agustus *33+. pp A112 - A1*3. Faygreen I.<. dan I.0. Bo!yer. 1&&8. #roduk hutan dan #engetahuan Kayu 9atu #engantar. Kdisi ketiga. >ni$ersitas ,ekan -o!a. -o!a A9. -smariana. K. 1&&3. #engaruh >mur dan Arah Aksial terhadap ,itik Ienuh 9erat Kayu Iati( Tectona grandis 0.5 ). 6akultas Kehutanan uni$ersitas <a%ah :ada. Rogyakarta. 9kripsi. ,idak dipublikasikan. Kasim 6.; <. Ba"htiar; G. /oto. 9i5at 6isis dan :ekanis Kayu <melina( Gmelina arborea ) pada Berbagai
4lasan dari penelitian pada (aktor Alami Mempengaruhi 9ak Milik (isik dan Mekanik dari Kayu Indonesia && (4ahyu D!ianto dan 9ri Jugroho :arsoem)

.ariasi Ketinggian dan Bagian Kayu. #rosiding 9eminar Jasional .- :apeki. Bukittinggi 1 - 3 Agustus *333. pp &2 - 113. Kasmud%o dan 9. 9unarto. 9i5at si5at Kayu :indi dan #eluang #enggunaannya. 9eminar #rosiding Jasional --. :apeki. Rogyakarta * - 3 9eptember 1&&&. pp 2 - 12. Kholik A. dan 9.B. #raba!a. 9i5at dan Kualitas Kayu 9ukun( Arthocarpus altilis ) Asal Kalimantan ,imur. 9eminar #rosiding Jasional .-- :apeki. :akassar ) - 8 Agustus *33+. pp A1 - A7. Kholik A. dan E.F.E. <una!an. 9i5at dan Kegunaan Knam Ienis Kayu Kalimantan ,imur. #rosiding

9eminar Jasional .-- :apeki. :akassar ) - 8 Agustus *33+. pp A*) - A33. Ko"h #. 1&7*. #eman5aatan dari Eindu 9elatan aku .ol; Bahan baku. >.9. Departemen dari #ertanian. Iasa hutan. 0iansyah K. 9i5at 6isik dan :ekanik Kayu #as"a Kebakaran Ienis :eranti :erah( 3horea smithiana 9ym) Keruing( Dipterocarpus cornutus #eker%aan "elup) dan Bangkirai( 3horea lae0is Eidl). Kumpulan Abstrak 9eminar Jasional :apeki ---.. Iatinangor ** - *3 Agustus *333. pp. *7. 0emmens E.:.F.I.; -. 9oerianegara; ,O-0K,. 4ong. 1&&). Kebunkan sumber daya dari Asia ,enggara Jo. ) (* ). #ohon kayu; Kayu Komersil yang ke"il. #rosea #enerbit -ndonesia Bogor. :andang R.-. dan -.K.J. #andit. 1&&7. #edoman -denti5ikasi Ienis Kayu di 0apangan. Rayasan #rosea Bogor. :alik I. dan I. Bal5as. *33*. :odi5ikasi Kayu :angium ( mangium akasia 4illd.) dan Kemungkinannya untuk #enggunaan Kksterior Dibandingkan dengan Kayu Iati dan Bangkirai. 9eminar #rosiding Fasil #enelitian ,eknologi Fasil Futan. #usat #enelitian dan #engembangan ,eknologi Fasil Futan Bogor. :alik I. 9i5at #engembangan dan #en"ua"aan ,iga Ienis Kayu #asang. 9eminar #rosiding Jasional .-:apeki. :akassar ) - 8 Agustus *33+. pp A73 - A7). :arta!i%aya A; -. Kartasu%ana; K. Kadir; 9.A. #ra!ira. 1&28. .olume Atlas Kayu indonesia Futan -. #roduk meneliti dan #usat #embangunan Agen untuk penelitian -lmu Kehutanan dan #embangunan Depertment dari -lmu Kehutanan. :arta!i%aya A; -. Kartasu%ana; R.-. :andang; 9.A. #ra!ira; K. Kadir. 1&2&. Atlas -ndonesia Kayu Iilid --.. Badan 0itbang Kehutanan Departemen Kehutanan. :arta!i%aya A. 1&&3. 9i5at Dasar Beberapa Ienis Kayu yang Berasal dari Futan Alam dan Futan ,anaman. #rosiding Diskusi Futan ,anaman -ndustri. Badan 0itbang Kehutanan Departemen Kehutanan. Iakarta. #andit -.K.J. 9i5at :akroskopis Kayu Iati( Tectona grandis 0.5 ) pada Berbagai Kelas >mur. Kumpulan 9eminar Abstrak Jasional :apeki ---.. Iatinangor ** - *3 Agustus *333. pp. 18. #anshin A.I. dan /. tidak Geeu!. 1&23. Buku teks dari ,eknologi kayu. Bukit :" <ra! -. $olume Buku /o. Je! york A9. #rayitno >9>0AJ. #enggunaan Kayu ,ak Dikenal Bermutu rendah. 9eminar #rosiding Jasional :apeki aku. Bogor *+ 9eptember 1&&2. pp )7 - 73. Ea"hman O. dan I. :alik. #rospek #eman5aatan Kayu /engkeh( .ugenia aromatica 0.) sebagai Bahan Baku :ebel dan Barang Kera%inan. #rosiding 9eminar Jasional --. :apeki. Rogyakarta * - 3 9eptember 1&&&. pp 112 - 131.

Eahmanto E.<.F. 1&&7. 9tudi tentang #erkembangan Kayu ,eras untuk Ienis Dominan di Futan Alam. Buletin #enelitian Kehutanan B#K 9amarinda 13 (3 ). Eo!ell E.:. 1&23. :odi5ikasi kimia dari Kayu. #roduk hutan :emisahkan 8 (1*); 383 - 32*. Eulliaty 9. Beberapa Ienis Kayu Alternati5 #engganti Eamin. 9eminar #rosiding Jasional :apeki .---. ,enggarong 3 - ) 9eptember *33). pp A+1 - A+). 9adiyo 9 dan K. Daniyati. :odelkan regresi 0inier 9ederhana Fubungan antara 9usut dengan Berat -ndonesia Kayu 9epuluh Ienis Kayu. #rosiding 9eminar Jasional :apeki .---. ,enggarong 3 - ) 9eptember *33). pp A+8. 9antoso A. dan #. 9utigno. 1&&2. 9i5at #apan #artikel dari 0imbah 9a!it. 0aporan #royek #usat #enelitian dan #engembangan Fasil Futan dan 9osial Kkonomi Kehutanan Bogor. 9ar!ono K. Kayu Damar :ata Ku"ing( 3horea Ga0anica K. et ..) sebagai Bahan Baku Kayu #ermebelan dan Aspek Kemasyarakatan di 9ekitar 4ilayah Futannya. 9eminar #rosiding Jasional .-- :apeki. :akassar ) - 8 Agustus *33+. pp /*2 - /33. 9ar!ono K.; D. :artono; J. Fad%ib. #engaruh 9erangan Iamur Biru terhadap #erubahan 9i5at 6isis dan Kekuatan Kayu. 9eminar #rosiding Jasional .--:apeki. ,enggarong 3 - ) 9eptember *33). pp A&8 A133. 9iau. 1&&). #engaruh kayu dari Kelembaban pada #hisik Fak milik. Departemen dari #engetahuan Kayu dan #roduk hutan .irginia #olyte"hni[ue Dirikan Keene Je! york. 9oenardi #. *331. 9i5at si5at 6isika Kayu. Bagian #enerbitan 6akultas Kehutanan ><:. Rogyakarta. 9oerianegara -. dan E.F.:.I. 0emmens. 1&&+. #abrik 9umber daya dari 9elatan A Asia ,imur Jo. ) (1 ). Kayu #ohon; Khususkan Kayu Komersil. #rosea #enerbit -ndonesia Bogor. 9ose5 :.9.:.; 0.,. Fong; #ra!irohatmod%o. 1&&2. #abrik 9umber daya dari 9elatan A Asia ,imur Jo. ) (3 ). Kayu #ohon; Kayu Dikenal yang lebih sedikit. #enerbit #rosea -ndonesia Bogor. 9udiyani R.; 4.9. 9ubo!o; :. <opar; E. Rusiasih; A.
133 J. Ilmu Pengetahuan Dan Teknologi Kayu tropis ol. !" #o. $" $%%&

9yampur!adi. #erubahan Dimensi dan #enampilan ,iga Ienis Kayu ,ropis setelah #elapukan oleh /ua"a. 9eminar #rosiding Jasional :apeki aku. Bogor *+ 9eptember 1&&2. pp +& - )). 9ukartana #. 1&2&. #endugaan >kuran Kayu ,eras #ohon Easamala. Duta Eimba 7.; 133 - 13+. 9ulistyo I. dan 9.J. :arsoem. #engaruh >mur terhadap 9i5at 6isika dan :ekanika Kayu Iati ( Tectona grandis 0.6 ). 9eminar #rosiding Jasional -i. :apeki. Rogyakarta * - 3 9eptember 1&&&. pp +& 83. 9upriadi A.; O. Ea"hman; K. 9ar!ono. 1&&&.

Karakteristik Dolok dan 9i5at #enggerga%ian Kayu 9a!it( .leais guineensiis Ia"[.). Buletin #enelitian Fasil Futan. #usat #enelitian dan #engembangan Fasil Futan Bogor. 9upriadi A. #otensi Kayu 9a!it sebagai 9umber Kayu Alternati5. 9eminar #rosiding Jasional .-- :apeki. :akassar ) - 8 Agustus *33+. pp D11+ 112. 9utapa I.#.<. Kualitas Batang Kayu :indi( Melia aEedarach 0.) ilmu kehutanan dari Areal Agro. Kumpulan 9eminar Abstrak Jasional $ :apeki. Bogor 33 Agustus A 1 9eptember *33*. pp. +2. 9utapa I.#.<. #enelitian Beberapa 9i5at 6isika Kayu :indi( Melia aEedarach 0.) ilmu kehutanan dari Areal Agro ,radisional. 9eminar #rosiding Jasional .-:apeki. :akassar ) - 8 Agustus *33+. pp A78. 9u!andhi -.; K. Easyid; A. Dar!is; Eosmiati. #enyebaran #ohon <adog( Bischo*ia Ga0anica Blume) di Ia!a Barat dan >%i Karakteristik Kayunya (9eri Kksplorasi #ohon Khas dan 0angka Ia!a Barat). 9eminar #rosiding Jasional .-- :apeki. :akassar ) - 8 Agustus *33+. pp A*13 - *1+. ,orambung A.K. 9i5at 6isika :ekanika Kayu #as"a Kebakaran dari Ienis Iabon( Anthocepalus chinensis 0amk.) :edang( ,itsea spp .) dan 9impur ( Dillenia grandi*olia 4all.). 9eminar #rosiding Jasional -.. :apeki. 9amarinda 8 - & Agustus *331. pp --1) - --12. ,orambung A.K. dan Dayadi -.. 9i5at 6isika dan :ekanika Kayu Eambai( Baccaurea motleyana :uell) Berdasarkan 0etak Ketinggian dalam Batang. 9eminar #rosiding Jasional :apeki .---. ,enggarong 3 - ) 9eptember *33). pp A131 - A132. 4ahyudi -. Akibat dari 4kuran Diameter Bersumber pada Mutu dari Delapan Tahun 4sia BassAood Mengebunkan di Darmaga Area . 9eminar #rosiding Jasional :apeki .---. ,enggarong 3 - ) 9eptember *33). pp A11). 4angaard 6.6. 1&)3. Fak :ilik :ekanik dari Kayu. Iohn 4iley dan Anak 0elaki. Je! york. 4idiastuti E. #rospek #eman5aatan Kayu Kelapa sebagai Bahan Baku -ndustri :ebel. #rosiding 9eminar Jasional --. :apeki. Rogyakarta * - 3 9eptember 1&&&. pp 133 - 11). 4idiati K.R. #eman5aatan Kayu ,ahongai( Kleinho0ia hospita 0inn.) Berdasarkan 9i5at 6isika dan :ekanika serta Jilai ,urunan 9erat. Kumpulan 9eminar Abstrak Jasional $ :apeki. Bogor 33 Agustus A 1 9eptember *33*. pp. 8. 4idiati K.R. dan A. 9usanto. 9i5at 6isika dan :ekanika Kayu 0aban( ite= Pubescens .ahl) Berdasarkan 0etak Ketinggian dalam Batang. 9eminar #rosiding Jasional :apeki .---. ,enggarong 3 - ) 9eptember *33). pp A23 - A27. 4ulandari 6.; J. Fa%ib; J. Jugroho. .ariabilitas 9i5at 6isis dan :ekanis Kayu >rograndis( Pohon kayu putih urograndis ) dari Beberapa Klon. Kumpulan Abstrak 9eminar Jasional $ :apeki. Bogor 33 Agustus A 1

9eptember *33*. pp. ). Runianti A.D. dan Bakri. Kualitas Kayu 9urian sebagai Kayu unggulan di 0ahan >%i /oba K#F# Kab. ,ana ,ora%a. 9eminar #rosiding Jasional .-- :apeki. :akassar ) - 8 Agustus *33+. pp A31 - A33. 4ahyu D!ianto >#, Balai #enelitian dan #engembangan Biomaterial -ndonesia 0embaga -lmu #engetahuan ( 4nit penelitian dan Pembangunan untuk Biomaterials ,embaga indonesia dari Pengetahuan ) ,el; 3*1 - 27&1+)3& 6aC; 3*1 - 27&1+)13 K-mail; !ahyud!iantoLyahoo. "om 9ri Jugroho :arsoem 6akultas Kehutanan uni$ersitas <a%ah :ada ( (akultas dari Ilmu Kehutanan8 4ni0ersitas GadGah Mada ) Bulaksumur Rogyakarta ))*21 -ndonesia ,el. ; *7+ - &31+*3 = &31+*2 6aC. ; *7+ - )88171 K-mail; nugrohoLidola. %aring. identitas